“Marilah, baiklah kita berperkara! firman TUHAN Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.” (Isa. 1:18 ITB)
Ini adalah Rahmat Allah yang tak terbatas, di dalam Murka-Nya kepada orang-orang yang tidak setia dan yang tidak tau terimakasih, kepada orang-orang yang sarat dengan kesalahan (Yes. 1:4, 10). Murka Allah itu hadir tetapi Allah tidak meninggalkan belaskasihan dengan memanggil mereka untuk bertobat. Kasih Allah bersifat ganda, kasih Allah bagi mereka yang jahat bersifat menghukum sedangkan bagi mereka yang memiliki yang benar, setia itu sifatnya memurnikan. Penciptaan adalah buah dari kasih Allah, sehingga diciptakan bukan unuk binasa. Allah hadir dalam kematian dengan Inkarnasi-Nya yang menunjukkan kasih Allah kepada manusia. Inkarnasi adalah semata-mata agar dunia dapat merasakan kasih Allah
St. Isaac mengatakan bahwa kasih Allah itu menciptakan kita, kasih Allah itu juga menyelamatkan kita hingga pada akhirnya kita mengalami sempurna. Tujuannya supaya manusia merasakan Kasih Ilahi dari Allah, selamat dari dosa. Karena kasih Allah itu bersifat bekerja/berkarya maka kasih Allah itu bersifat energy. Kasih Allah yang bersifat bekerja, mengubah hidup kita, mengilahikan, menyelamatkan kita itu disebut Grace, sedangkan kasih Allah yang dicurahkan pada orang-orang yang minta pengampunan itu disebut Mercy. Kasih Allah artinya energy dari Allah sendiri yaitu Allah sendiri.
St. Nicola mengatakan bahwa kasih Allah ini adalah rahmat Allah yang tak terbatas artinya kasih Allah yang mengubah orang berdoa yang merah seperti kirmizi di ubah menjadi putih seperti salju, itu perlu rahmat atau anugerah. Rahmat atau anugerah itu adalah kasih Allah yang sedang bekerja oleh kuasa Roh Kudus yang dicurahkan-Nya. Kasih Allah yang berasal dari Allah Bapa melalui Anak yang datang menebus dan memberikan anugerah-Nya oleh Roh Kudus. Roh kuduslah yang mencurahkan Anugerah itu ke dalam diri mereka yang mau meminta belaskasihan Allah. Belaskasih Allah diberikan kepada manusia seperti Sodom dan Gomora (Yes 1:10) anak-anak keturunan yang jahat. Tetapi kasih Allah tercurah bagi mereka untuk mengubah dosa mereka yang merah seperti kirmizi dan di ubah seperti salju.
Apakah Allah kita Allah yang jahat yang membalas dendam-Nya?
St. Isaac mengatakan bahwa penciptaan adalah buah dari kasih Allah, sehingga ciptaan-Nya bukan untuk binasa tetapi untuk bersama dengan Allah secara kekal. Tetapi kenapa manusia masih mengalami penderitaan dan ada yang disebut neraka? St. Isaac menjelaskan bahwa mereka yang menanggungn siksaan dan dihukum itu bukan oleh karena kemarahan Allah dan bukan oleh keingan Allah yang menuntut pembalasan karena Allah tidak memiliki kekejaman. Tetapi mereka yang disiksa itu karena ketiadaan kasih Allah, mereka dicambuk karena tiada kasih dan cinta. Kasih Allah itu bisa menjadi rahmat atau anugerah, belaskasih dan kasih Allah juga bisa menjadi hukuman bagi mereka yang tidak memiliki.
Jadi, kasih Ilahi itu menciptakan kita, membuat kita yang dari tidak ada menjadi ada, lalu yang ada menjadi Ilahi, itulah kerja kasih Ilahi. Yesaya 1:18, Allah yang murka, Allah yang menghukum itu pada akhirnya adalah Allah yang memutihkan kita. Tetapi bagi mereka yang punya kasih ilahi artinya bagi mereka yang meminta belaskasihan. Bagi mereka yang keras hati untuk tidak meminta belaskasihan Allah maka mereka ketiadaan kasih, sehingga hidupnya tersiksa sendiri dengan hidup dalam kebencian.
Bukti manusia sedang mengalami kasih Allah dalam hidupnya adalah mengasihi sesama. Bagi mereka yang berkeras hati, Tuhan memberi belaskasih. Belaskasih artinya kita mesti meminta, sebab kasih Allah bukan semata-mata anugerah yang gratis karena ini pengorbanan atau penebusan Kristus. Belaskasih itu kita perlu meminta artinya kita harus mengalami pertobatan dari dosa.
St. Isaac, Kelahiran Kristus di Betlehem adalah satu peristiwa yang membahagiakan yang mungkin terjadi dari seluruh sejarah dunia. Alasan Inkarnasi-Nya adalah bukan karena dosa manusia tetapi cinta Ilahi. Tuhan melakukan semua ini karena hendak mengatakan kepada dunia tentang cinta yang Dia miliki. Demikianlah Inkarnasi bukan karena manusia tetapi sudah kian ada dalam rencana Allah. Inkarnasi itu datang untuk merawat kita supaya kita tahu bahwa kita sedang mengalami kasih Allah. Kita yang sudah mengalami kasih Allah itu harus melakukannya kepada sesama sebab sesama itu adalah buah dari kasih Allah. Keselamatan adalah tindakan kasih Allah artinya memberi diri merawat kita sampai kita benar-benar sembuh atau diilahikan sampai Kristus datang kembali. Pada Kristus datang ini adalah penentuannya kasih Allah itu bersifat mengilahikan kita atau kasih Allah itu menghakimi kita. Kasih Allah yang bukan semata-mata Allah itu benci dan membuang kita.
St Isaac mengatakan: “Jika mereka dimasukan ke dalam neraka 10 kali untuk manusia, maka saya rela melakukannya untuk mereka.” Ini seperti perkataan Yesus yang rela mememberikan nyawa-Nya untuk manusia. Punya kasih Allah itu kita bisa mengerjakan seperti apa yang Kristus kerjakan. Dalam 1 Yoh 3:16, Kasih Allah yang dialami oleh Kristus sekarang disuruh kepada kita. Kasih Allah itu ada dimana-mana bahka sampai di Neraka, kenapa? Nerakalah kasih Allah itu akan dialami sebagai sesuatu yang menderita karena ketiadaan kasih.
Dengan hati yang penuh kasih seperti seseorang membuka jendela benak kita yang disinari dengan kasih yang tiada habisnya. Kasih Allah yang tiada habisnya pun ada sampai ke neraka dan mereka yang ada di neraka merasa Kasih Allah itu seperti penghakiman, tetapi bagi kita yang memiliki kasih akan menjadi seperti Theosis yang semakin memurnikan. Tujuan akhirnya adalah agar kita mencapai kesempurnaan dalam sifat kasih Allah melalui energi Allah yang terus berkarya.
Dalam Murka/penghakiman ada kasih bagi mereka yang meminta belaskasihan. Putih seperti salju artinya mengalami proses, proses ini bagi Allah memberi belaskasihan sedangkan bagi kita, ini adalah pertobatan. Sebab Allah memberikan belaskasihan-Nya bagi kita yang membuka hati dengan pertobatan. Seberapa besar usaha manusia untuk memurnikan diri harus berinergy dengan anugerah Allah. Melihat diri sendiri apakah ada kasih Allah dalam dirimu dan pada saat melihat sesamamu apakah ada dirimu di dalam diri orang tersebut. Mengasihi sesama berarti kita sedang mengasihi Allah dan ketika kita membenci sesama maka kita sedang membenci buah dari kasih Allah.
St. Isaac juga mengatakan setelah penciptaan Allah terus bekerja lewat kasih ilahi-Nya. Kita bisa menjadi anak-anak Allah oleh Anugerah, anugerah yang dimaksud adalah kasih Allah yang terus bekerja mengubah. Mengalami anugerah Allah itu tidak mesti pasif tetapi terus bekerja, sama seperti kasih Allah yang tidak pernah berhenti. Kapan kita dapat memperoleh kasih Allah itu? Tuhan yang sudah aktif membagikan kasih-Nya ada suatu waktu Dia pasif, duduk, dalam pengertian Dia berdoa sepanjang malam. Istilahnya pada saat malam waktunya kita bertobat meminta kasih Allah, siang saatnya mengasihi mengayalurkan kasih Allah.
Para pendoa tidak memperhatikan soal waktu, tampaknya bagi mereka seperti baru mulai berdoa sementara hari pagi telah datang. Untuk mencapai kesempurnaan seperti ini, dia harus bekerja dan berjaga-jaga. Ibaratnya berdoa itu rajanya yang berperang dan raja itu dikelilingi oleh jenderal itulah berjaga-jaga itulah yang disebut vigil, berjaga-jaga sepanjang malam. Berusaha, berjaga-jaga, berdoa, hingga dapat menciptakan keheningan itulah vigil. Dalam keheningan itu kita menjadi pendoa sampai kita mulai tidak memperhatikan waktu lagi.
St. Theophan mengatakan soal tidur dan berjaga-jaga bahwa mereka yang tidur secara berlebihan itu dibebani oleh perbuatan-perbuatan rohani artinya karya rohnya tidak bekerja karena kebanyakan tidur, akhirnya mendinginkan mereka. Tetapi mereka yang berjaga-jaga itu akan bergerak dengan cepat dan membakar di dalam roh. Jadi, kita harus berlatih di dalam vigil yang berkerja dan berjaga-jaga, menguasai daging dan kemalasan kita oleh roh yang berjaga-jaga melalui doa.
Marniwati Gulo
Dr. Hendi Wijaya, S.S
Eksegesis PL

