Yesaya 1:18 dan Kasih Allah

“Marilah, baiklah kita berperkara! firman TUHAN Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.” (Isa. 1:18 ITB)

Ini adalah Rahmat Allah yang tak terbatas, di dalam Murka-Nya kepada orang-orang yang tidak setia dan yang tidak tau terimakasih, kepada orang-orang yang sarat dengan kesalahan (Yes. 1:4, 10). Murka Allah itu hadir tetapi Allah tidak meninggalkan belaskasihan dengan memanggil mereka untuk bertobat. Kasih Allah bersifat ganda, kasih Allah bagi mereka yang jahat bersifat menghukum sedangkan bagi mereka yang memiliki yang benar, setia itu sifatnya memurnikan. Penciptaan adalah buah dari kasih Allah, sehingga diciptakan bukan unuk binasa. Allah hadir dalam kematian dengan Inkarnasi-Nya yang menunjukkan kasih Allah kepada manusia. Inkarnasi adalah semata-mata agar dunia dapat merasakan kasih Allah

St. Isaac mengatakan bahwa kasih Allah itu menciptakan kita, kasih Allah itu juga menyelamatkan kita hingga pada akhirnya kita mengalami sempurna. Tujuannya supaya manusia merasakan Kasih Ilahi dari Allah, selamat dari dosa. Karena kasih Allah itu bersifat bekerja/berkarya maka kasih Allah itu bersifat energy. Kasih Allah yang bersifat bekerja, mengubah hidup kita, mengilahikan, menyelamatkan kita itu disebut Grace, sedangkan kasih Allah yang dicurahkan pada orang-orang yang minta pengampunan itu disebut Mercy. Kasih Allah artinya energy dari Allah sendiri yaitu Allah sendiri.

St. Nicola mengatakan bahwa kasih Allah ini adalah rahmat Allah yang tak terbatas artinya kasih Allah yang mengubah orang berdoa yang merah seperti kirmizi di ubah menjadi putih seperti salju, itu perlu rahmat atau anugerah. Rahmat atau anugerah itu adalah kasih Allah yang sedang bekerja oleh kuasa Roh Kudus yang dicurahkan-Nya. Kasih Allah yang berasal dari Allah Bapa melalui Anak yang datang menebus dan memberikan anugerah-Nya oleh Roh Kudus. Roh kuduslah yang mencurahkan Anugerah itu ke dalam diri mereka yang mau meminta belaskasihan Allah. Belaskasih Allah diberikan kepada manusia seperti Sodom dan Gomora (Yes 1:10) anak-anak keturunan yang jahat. Tetapi kasih Allah tercurah bagi mereka untuk mengubah dosa mereka yang merah seperti kirmizi dan di ubah seperti salju.

Apakah Allah kita Allah yang jahat yang membalas dendam-Nya?

St. Isaac mengatakan bahwa penciptaan adalah buah dari kasih Allah, sehingga ciptaan-Nya bukan untuk binasa tetapi untuk bersama dengan Allah secara kekal. Tetapi kenapa manusia masih mengalami penderitaan dan ada yang disebut neraka? St. Isaac menjelaskan bahwa mereka yang menanggungn siksaan dan dihukum itu bukan oleh karena kemarahan Allah dan bukan oleh keingan Allah yang menuntut pembalasan karena Allah tidak memiliki kekejaman. Tetapi mereka yang disiksa itu karena ketiadaan kasih Allah, mereka dicambuk karena tiada kasih dan cinta. Kasih Allah itu bisa menjadi rahmat atau anugerah, belaskasih dan kasih Allah juga bisa menjadi hukuman bagi mereka yang tidak memiliki.

Jadi, kasih Ilahi itu menciptakan kita, membuat kita yang dari tidak ada menjadi ada, lalu yang ada menjadi Ilahi, itulah kerja kasih Ilahi. Yesaya 1:18, Allah yang murka, Allah yang menghukum itu pada akhirnya adalah Allah yang memutihkan kita. Tetapi bagi mereka yang punya kasih ilahi artinya bagi mereka yang meminta belaskasihan. Bagi mereka yang keras hati untuk tidak meminta belaskasihan Allah maka mereka ketiadaan kasih, sehingga hidupnya tersiksa sendiri dengan hidup dalam kebencian.

Bukti manusia sedang mengalami kasih Allah dalam hidupnya adalah mengasihi sesama. Bagi mereka yang berkeras hati, Tuhan memberi belaskasih. Belaskasih artinya kita mesti meminta, sebab kasih Allah bukan semata-mata anugerah yang gratis karena ini pengorbanan atau penebusan Kristus. Belaskasih itu kita perlu meminta artinya kita harus mengalami pertobatan dari dosa.

St. Isaac, Kelahiran Kristus di Betlehem adalah satu peristiwa yang membahagiakan yang mungkin terjadi dari seluruh sejarah dunia. Alasan Inkarnasi-Nya adalah bukan karena dosa manusia tetapi cinta Ilahi. Tuhan melakukan semua ini karena hendak mengatakan kepada dunia tentang cinta yang Dia miliki. Demikianlah Inkarnasi bukan karena manusia tetapi sudah kian ada dalam rencana Allah. Inkarnasi itu datang untuk merawat kita supaya kita tahu bahwa kita sedang mengalami kasih Allah. Kita yang sudah mengalami kasih Allah itu harus melakukannya kepada sesama sebab sesama itu adalah buah dari kasih Allah. Keselamatan adalah tindakan kasih Allah artinya memberi diri merawat kita sampai kita benar-benar sembuh atau diilahikan sampai Kristus datang kembali. Pada Kristus datang ini adalah penentuannya kasih Allah itu bersifat mengilahikan kita atau kasih Allah itu menghakimi kita. Kasih Allah yang bukan semata-mata Allah itu benci dan membuang kita.

St Isaac mengatakan: “Jika mereka dimasukan ke dalam neraka 10 kali untuk manusia, maka saya rela melakukannya untuk mereka.” Ini seperti perkataan Yesus yang rela mememberikan nyawa-Nya untuk manusia. Punya kasih Allah itu kita bisa mengerjakan seperti apa yang Kristus kerjakan. Dalam 1 Yoh 3:16, Kasih Allah yang dialami oleh Kristus sekarang disuruh kepada kita. Kasih Allah itu ada dimana-mana bahka sampai di Neraka, kenapa? Nerakalah kasih Allah itu akan dialami sebagai sesuatu yang menderita karena ketiadaan kasih.

Dengan hati yang penuh kasih seperti seseorang membuka jendela benak kita yang disinari dengan kasih yang tiada habisnya. Kasih Allah yang tiada habisnya pun ada sampai ke neraka dan mereka yang ada di neraka merasa Kasih Allah itu seperti penghakiman, tetapi bagi kita yang memiliki kasih akan menjadi seperti Theosis yang semakin memurnikan. Tujuan akhirnya adalah agar kita mencapai kesempurnaan dalam sifat kasih Allah melalui energi Allah yang terus berkarya.

            Dalam Murka/penghakiman ada kasih bagi mereka yang meminta belaskasihan. Putih seperti salju artinya mengalami proses, proses ini bagi Allah memberi belaskasihan sedangkan bagi kita, ini adalah pertobatan. Sebab Allah memberikan belaskasihan-Nya bagi kita yang membuka hati dengan pertobatan. Seberapa besar usaha manusia untuk memurnikan diri harus berinergy dengan anugerah Allah. Melihat diri sendiri apakah ada kasih Allah dalam dirimu dan pada saat melihat sesamamu apakah ada dirimu di dalam diri orang tersebut. Mengasihi sesama berarti kita sedang mengasihi Allah dan ketika kita membenci sesama maka kita sedang membenci buah dari kasih Allah.

St. Isaac juga mengatakan setelah penciptaan Allah terus bekerja lewat kasih ilahi-Nya. Kita bisa menjadi anak-anak Allah oleh Anugerah, anugerah yang dimaksud adalah kasih Allah yang terus bekerja mengubah. Mengalami anugerah Allah itu tidak mesti pasif tetapi terus bekerja, sama seperti kasih Allah yang tidak pernah berhenti. Kapan kita dapat memperoleh kasih Allah itu? Tuhan yang sudah aktif membagikan kasih-Nya ada suatu waktu Dia pasif, duduk, dalam pengertian Dia berdoa sepanjang malam. Istilahnya pada saat malam waktunya kita bertobat meminta kasih Allah, siang saatnya mengasihi mengayalurkan kasih Allah.

Para pendoa tidak memperhatikan soal waktu, tampaknya bagi mereka seperti baru mulai berdoa sementara hari pagi telah datang. Untuk mencapai kesempurnaan seperti ini, dia harus bekerja dan berjaga-jaga. Ibaratnya berdoa itu rajanya yang berperang dan raja itu dikelilingi oleh jenderal itulah berjaga-jaga itulah yang disebut vigil, berjaga-jaga sepanjang malam. Berusaha, berjaga-jaga, berdoa, hingga dapat menciptakan keheningan itulah vigil. Dalam keheningan itu kita menjadi pendoa sampai kita mulai tidak memperhatikan waktu lagi.

St. Theophan mengatakan soal tidur dan berjaga-jaga bahwa mereka yang tidur secara berlebihan itu dibebani oleh perbuatan-perbuatan rohani artinya karya rohnya tidak bekerja karena kebanyakan tidur, akhirnya mendinginkan mereka. Tetapi mereka yang berjaga-jaga itu akan bergerak dengan cepat dan membakar di dalam roh. Jadi, kita harus berlatih di dalam vigil yang berkerja dan berjaga-jaga, menguasai daging dan kemalasan kita oleh roh yang berjaga-jaga melalui doa.

Marniwati Gulo

Dr. Hendi Wijaya, S.S

Eksegesis PL

Patristic Exegesis of Isaiah 1:4

Terjemahan Literal           

Celakalah bangsa berdosa kaum yang banyak  kesalahan keturunan jahat-jahat, anak-anak yang berlaku jahat, mereka dulu meninggalkan Tuhan, menista yang mahakudus, Allah Israel, berpaling membelakangi Dia.

Teks Ibrani

  ה֣וֹי׀ גּ֣וֹי חֹטֵ֗א עַ֚ם כֶּ֣בֶד עָוֹ֔ן זֶ֣רַע מְרֵעִ֔ים בָּנִ֖ים מַשְׁחִיתִ֑ים עָזְב֣וּ אֶת־יְהוָ֗ה נִֽאֲצ֛וּ אֶת־קְד֥וֹשׁ יִשְׂרָאֵ֖ל נָזֹ֥רוּ אָחֽוֹר׃

Syntatic point:

Subject: Celakalah bangsa berdosa, kaum yang banyak  kesalahan, keturunan jahat-jahat, anak-anak yang tanpa hukum.

  1. Mereka meninggalkan Tuhan
  2. Menista yang mahakudus, Allah Israel
  3. Berpaling membelakangi Dia.

Semantic content:

Siapa mereka itu?

Celakalah bangsa berdosa, Kaum yang banyak  kesalahan, Keturunan jahat-jahat, Anak-anak yang berlaku jahat

Bangsa yang memberontak kepada Allah adalah bangsa yang berdosa karena ketidaktaatan kepada Allah yang mengakibatkan banyak kesalahan dari ketidaktaatan mereka. Keturunannya akan mewarisi dosa-dosanya sehingga anak-anak mereka menjadi anak-anak tanpa hukum. Anak-anak dari bangsa Israel ini akan menerima malapetaka (Yes 3:11). Anak-anak yang tanpa hukum ini adalah anak-anak yang tidak mudah diatur. Yes 1:28, bangsa-bangsa yang tanpa hukum ini adalah berdosa, memberontak, dan meninggalkan Tuhan. Yes 9:17, orang-orang yang tanpa hukum artinya orang-orang yang murtad, berbuat jahat, mulut mereka berbicara yang jahat. Yes 29:20, Gambaran orang-orang yang tanpa hukum adalah sangat menyedihkan, karena kesombong dan cemooh. Yes. 31:6, mereka meninggalkan Tuhan. Yes 32:6, orang yang bebal, menyesatkan, akibatnya mereka murtad, bebal, menyesatkan, merencanakan yang jahat, jatuh pada bidat/sesat, tidak tau berbelaskasih dan tidak peduli. Yesaya 32:7, anak tanpa hukum yaitu mau membinasakan orang lain/menjatuhkan orang lain dengan fitnah. Yes 33:14, orang-orang yang meninggalkan Tuhan atau murtad diliputi ketakutan. Yes 48:8, Kenapa suatu bangsa itu disebut bangsa yang jahat? sebab sejak dalam kandungan sudah memberontak karena dosa keturunan. Yes 53:12, Bagi orang-orang yang tanpa hukum ini Kristus mati untuk mereka (Lukas 22:37).

  1. Mereka meninggalkan Tuhan

Mereka adalah orang-orang memberontak yang akan dihancurkan (Yesaya 1:28). 2 Tesalonika 1:8-9, mereka yang tidak mengenal Allah, tidak menaati injil Kristus sehingga mereka akan menerima hukuman yaitu akan habis lenyap atau kebinasan, terpisah dari hadirat Allah, dari kemuliaan akan kuasa-Nya. Roma 2:8, Orang-orang yang tidak taat pada peraturan Tuhan melainkan taat pada kelaliman (Yesaya 1:28).

Clement

Ini semacam terguran Tuhan kepada bangsa Israel sehingga Yesaya menegur/mengoreksi bangsa Israel. Ini merupakan peringatan bagi kaum Israel bahwa Tuhan memberi ekspresi ketidaksetujuan yang kuat. Dilanjutkan lagi bahwa ini sebuah teguran keras atas dosa bagi semua manusia. Pengajaran ini sangat penting sebab orang yang meninggalkan Tuhan adalah gambaran orang yang memiliki iman lemah dan gampang terpengaruh dari banyak orang.

Justin Martyr

Ini sebuah koreksi bagi bangsa Israel yang sama sekali tidak memahami bahwa Kristus ada di tengah-tengah mereka. Ini sudah dinubatkan bahwa bangsa ini akan menyalibkan Tuhan. Ini satu nubuat yang sudah dikatakan oleh Yesaya pada ayat 3. Bangsa yang sudah dikasihtau kebenaran tetapi tidak mau tahu. Keturunan yang jahat dan anak-anak yang berlaku buruk merupakan orang-orang bangsa Yahudi yang tidak memahami isi dari kitab para nabi. Mereka meninggalkan Tuhan karena tidak mengenal ketika Kristus Yesus datang.

  1. Menista yang mahakudus, Allah Israel

Orang-orang yang menista yang mahakudus, Allah Israel adalah orang-orang yang mengejek Tuhan dengan memberi persembahan dengan dewa berhala atau menyakiti Allah itu dengan penyembahan berhala (Yer 7:18-19; 11:17; 25:26). Menista/menolak yang mahakudus ini tertuju kepada Yesus. Dimana dari keturunan yang jahat akan membenci Dia dan membenci orang-orang yang mengikuti Yesus. Mereka menista Dia, jelas bahwa ini sebagai nubuat yang ditunjukkan kepada Yesus dan semuanya telah digenapi hingga mereka menyalibkan yang mahakudus yaitu Tuhan Yesus. Nubuat atau kata-kata ini bukan yang asal-asalan dibuat oleh Yesaya melainkan ini benar-benar kata-kata yang diucapkan melalui nabi Yesaya yang disebutkan atas nama Allah Bapa.

  1. Berpaling meninggalkan Tuhan

Maz 58:4, mereka yang meninggalkan Tuhan itu sejak dalam kandungan. Yes 59:5, Yehez, 14:5; mereka yang mengikuti berhala mereka. Yer 2:11, Gal 4:8, memperhambakan diri kepada allah lain yang pada hakikatnya bukan kepada Allah. Ini adalah satu bangsa yang tanpa hukum maka mereka tidak menyembah Allah yang sejati.

meninggalkan Tuhan adalah memancing amarah Allah misalnya dalam 1 Kor 12:2, bukan hanya kepada patung-patung atau dewa-dewa berhala juga kepada objek-objek yang disembah. Kis. 7:41, mereka membuat anak lembu untuk mereka sembah. Kis 15:20, berhala itu bisa mencemarkan yang lain misalnya makanan-makanan. Rom 2:22, Tidak ada Allah lain selain dari pada Allah yang Esa (1 Kor 8:4). 1 Kor 10:19, Berhala itu tidak ada cuman itu tipuan dari iblis. 1 Petrus 4:3, penyembahan berhala akibatnya selalu berdampingan dengan hawanafsu, pesta pora, dll.

Refleksi

  1. Sifat memberontak dan ketidaktaatan menimbulkan kita dapat berpaling meninggalkan Tuhan.
  2. Tanpa mengenal Allah sebagai pemilik kehidupan, maka dengan mudahnya hidup ini diperhamba oleh iblis melalui objek yang kita miliki.
  3. Tetap memiliki iman yang kuat untuk mengontrol keinginan yang mudah terpengaruh dari godaan iblis.

Marniwati Gulo

Dr. Hendi Wijaya, S.S

Eksegesis PL

Patristic Exegesis of Isaiah 1:1-3

Menurut tradisi Yesaya adalah anak dari Amos, Yesaya artinya keselamatan dari Allah, berasal dari bangsa Yehuda. Yesaya 1:1, Tema utama ini adalah Seruan bangsa Israel. Yesaya 7 (nubuat tentang theotokos). Yes 53 nubuat tentanng Kristus, kitab Yesaya jelas suatu nubuat atau penglihatan tentang Allah yang menghukum bangsa Israel dan Allah juga menebus mereka. Tebusan ini satu nubuat tentang kedatangan Kristus. Penglihatan Yesaya yang begitu jelas tentang nubuat Kristus yang seolah-olah sedang menceritakan sebuah sejarah. Dalam kitab Yesaya juga menjelaskan bagaimana cara manusia meresponi panggilan Tuhan, seperti iman dan pertobatan. Latar belakang kitab ini muncul sejak bangsa Asyur sedang jaya-jaya nya. Yesaya melihat bahwa bangsa Israel akan jatuh ketangan Asyur sekaligus memperingati bangsa Israel di Selatan tentang kejatuhan bangsa Israel. Yesaya 1:4, Allah menghukum mereka yang tidak bertobat dan juga menubuatkan seorang penebus untuk mereka. Tetapi bangsa ini harus meresponi panggilan dari visi dari Tuhan.

Yesaya 1:1

Teks Asli:

חֲזוֹן֙ יְשַֽׁעְיָ֣הוּ בֶן־אָמ֔וֹץ אֲשֶׁ֣ר חָזָ֔ה עַל־יְהוּדָ֖ה וִירוּשָׁלִָ֑ם בִּימֵ֙י עֻזִּיָּ֧הוּ יוֹתָ֛ם אָחָ֥ז יְחִזְקִיָּ֖הוּ מַלְכֵ֥י יְהוּדָֽה׃

Terjemahan Literal:

Penglihatan Yesaya yang dia lihat tentang Yehuda dan Yerusalem pada zaman, Yotam, Ahas dan Hizkia, raja-raja Yehuda

Poin Sintac:

  1. Penglihatan Yesaya yang dia lihat tentang Yehuda dan Yerusalem pada zaman, Yotam, Ahas dan Hizkia, raja-raja Yehuda

Semantic Conten:

The vision adalah satu penglihatan yang dialami karena Tuhan memberikan super natural power atau divane elumination, sehingga sudah jelas ayat satu mengatakan apa yang di tulis oleh Yesaya ini iluminasi dari Ilahi. Yesaya bukan mengarang cerita tetapi dia bisa melihat kedepan sehingga vision. Suatu kejadian yang muncul secara nyata dan bisa dipertanggungjawabkan di dalam pikiran kita. Penglihatan ini bukan sekedar nubuat yang diibarkan seperti khayalan melainkan penglihatan pada masa depan. Yesaya anak Amos ini disebut nabi karena dia menerima penglihatan itu. Penglihatan yang bercampur ilahi dan karya Roh Kudus yang bercampur dengan terang Ilahi yang secara jelas dapat dilihat oleh Yesaya. 2 Tim 3:16, Diilhamkan oleh Allah artinya diterangi oleh Allah, oleh Roh Kudus, karena Roh Kudus yang menjelaskan segala sesuatu tentang Anak dan Allah Bapa. Hal ini telah dialami oleh Yesaya dalam pikirannya yang bercampur dengan terang Ilahi.

Roh Allah membuka penglihatannya dan dia melihat apa yang tidak dilihat orang lain, Yesaya mengalami penglihatan khusus. Tidak semua orang mampu melihat dan peristiwa masa depan tidak dapat dijelaskan hanya mereka yang mendapat karunia dari Roh Kudus. Roh Allah membuka penglihatannya dan dia melihat apa yang tidak dilihat orang. Penglihatan adalah sesuatu yang harus akan terjadi dan dapat dipertanggungjawabkan jika tidak akan terjadi berarti itu penipuan. Sudah mendapat karunia penglihatan maka apapun resikonya dihadapi, tidak ada nabi yang takut memberitakan penglihatan itu walau nyawa menjadi taruhannya. Mereka tidak mendapat keuntungan sedikitpun di dunia ini, orang-orang Yahudi memotongnya menjadi 2, inilah kekayaan, kehormatan, inilah kemuliaan nabi untuk menderita demi kebenaran Allah. Kebenaran itu seperti obat pahit yang harus kita minum supaya sembuh, kadang banyak orang menolak sesuatu yang pahit. Kebenaran seperti obat pahit bagi mereka yang berdosa dan bagi orang yang hidup benar itu suatu sukacita.

Basil mengatakan, penglihatan adalah Yesaya mendapat iluminasi dari Roh Kudus untuk memahami misteri Allah. Yesaya menerima penglihatan bukan karena kepintaran dan pengetahuannya tetapi menyatakan apa yang ditulis itu yang dicetak ke dalam pikirannya. Apa yang dilihat Yesaya itu benar-benar berasal dari Allah, ibarat pikirannya di impresses oleh Allah, dia menerimanya bukan karena kepintaran dan pengetahuannya tapi apa yang dia tulis itu benar Firman Allah dan bukan sekedar kata-kata Yesaya. Ini adalah penampakan Surgawi, misalnya dia mengatakan bahwa Allah itu Kudus, Kudus, Kudus.

Cyril mengatakan bahwa penglihatan adalah sebuah kata yang mengandung makna Ilahi atau misteri Allah yang siap dilahirkan. Misteri itu berpusat pada Kristus, oleh sebab itu kita yang sedang belajar harus rajin mencari tanda-tanda dari penglihatan spiritual di balik teks yang ada. Carilah spritual meaningnya sebab pengajaran dari Roh Kudus, mencari tahu historicalnya untuk mendapat spiritual meaningnya. Manusia butuh energynya Allah dengan manusia memakan daging dan meminum darah Yesus Kristus dengan Firman atau kata-kata-Nya. Sama seperti tubuh jasmani yang membutuhkan makanan yang berkalori ketika di makan dan tidak hanya sebatas tahu saja.

Eusebius mengatakan bahwa ini bukan hanya penglihatan yang dilihat dengan mata fisik saja tetapi dengan penglihatan nubuat yang datang dengan satu jangka waktu yang cukup lama. Sama seperti Musa melihat hukum Allah itu bukan hanya satu hari satu malam tetapi selama 400 tahun dia memimpin bangsa Israel. Bukan dilihat seperti mimpi tetapi memang ada Roh Kudus yang memang menerangi jiwa atau pikirannya. Kenapa dalam waktu yang lama? Yesaya lebih kurang 50 tahun mendapat penglihatan itu. Sebab penglihatan ini bukan seperti orang yang mabuk.

Yesaya 1:2

Teks Asli:

  שִׁמְע֤וּ שָׁמַ֙יִם֙ וְהַאֲזִ֣ינִי אֶ֔רֶץ כִּ֥י יְהוָ֖ה דִּבֵּ֑ר בָּנִים֙ גִּדַּ֣לְתִּי וְרוֹמַ֔מְתִּי וְהֵ֖ם פָּ֥שְׁעוּ בִֽי׃

Terjemahan Literal

Dengarkanlah, hai surga, dan perhatianlah, hai bumi, sebab Allah berbicara: Aku melahirkan anak-anak dan membesarkan mereka, tetapi mereka menolak Aku.

Syntatic form

  1. Dengarlah dan perhatikanlah
  2. Allah berkata
  3. Aku melahirkan anak-anak
  4. Aku membesarkan mereka
  5. Tetapi mereka menolak Aku. (berpaling kepada Allah, menyembah berhala)

Semantic content

  1. Tuhan berfirman

Ini jelas murka Allah, Allah berbalik muka dari orang-orang pilihan murka dan kesedihan pada ciptaan-Nya yang lain. Murka, Murka Allah adalah Murka kasih. Dengarlah malaikat-Ku suci dan rasioanal dan dengarkan semua hai makhluk duniawi inrasional. Allah murka kepada mereka sebab mereka menyembah berhala atau menyaingi Allah dengan menyembah berhala. Dari sejak dulu mereka sudah jatuh dalam penyembahan berhala. Tuhan telah memberitahukan melalui Yesaya bahwa Allah sangat tidak suka jika umatnya berpaling dari padanya dan menyembah dewa berhala.

Jhon Crys: bahwa apa yang ditulis Yesaya atau Musa adalah benar karena yang menjadi saksi itu adalah langit dan bumi bahwa kamu akan masuk ke tanah perjanjian jika kamu taat, jika memberontak maka kamu menjadi orang asing di negeri orang (Ulangan 32:1). Kata langit dan bumi artinya ini adalah saksi bahwa apa yang terjadi pada bangsa Israel ini sangat menyedihkan.

  1. Aku melahirkan anak-anak

Athanasius mengakatakan, anak-anak yang Allah lahirkan adalah anak-anak yang bukan secara jasmani dan bukan juga berbicara tentang Kristus sebagai Anak Allah melainkan bangsa Israel. Bangsa Israel yang di angkat menjadi anak-anak Allah. Ini adalah karunia dari Roh Kudus, tetapi mereka tidak mensyukurin apa yang Tuhan berikan. Jika mereka bertobat maka Allah memberikan mereka terang dan menerima mereka kembalin menjadi anak-anak dan memberikan Anugerah. Inilah suatu penglihatan kedepan bahwa manusia di seluruh bangsa akan diangkat atau diadopsi oleh Allah yaitu gereja-Nya. Kitalah anak-anak Allah yang akan diadopsi oleh Allah artinya anak-anak dari anugerah. Tertullian: Allah itu sebagai Bapa oleh anugerah kepada kita. Bapa yang menghendaki agar anak-anaknya taat.

  1. Aku membesarkan mereka

Athanasius mengatakan, Allah sudah membesarkan mereka tetapi mereka tetap menolak Allah oleh karena mereka jatuh ke dalam penyembahan berhala. Allah telah membesarkan mereka dengan manna, dan melakukan banyak mujizat besar bagi mereka, hal ini dapat dibuktikan dengan air dan darah, dengan batu dan kayu, dengan kegelapan dan api, dengan katak dan lalat, dengan burung dan ular, dengan awan dan asap, dengan angin dan manna, dan tak terhitung banyaknya bangsa yang secara ajaib dikalahkan oleh tangan Allah dan disingkirkan dari jalan umat Israel. Tetapi mereka tetap menolak karena jatuh dalam penyembahan berhala. Dari ayat 1 telah kita lihat bahwa ada penghakiman nanti terhadap bangsa Israel.

  1. Tetapi mereka menolak Aku

Athanasius mengatakan, anak-anak yang memberontak terhadap Allah, mereka yang tidak memiliki atau tidak mengenal hukum, tidak disebut anak-anak lagi tetapi anak-anak asing karena anugerah diambil dari mereka. Inilah murka Allah yang membuang bangsa Israel, mengambil anugerah itu sehingga menjadi asing di negeri lain. Ulangan 4:26, Orang-orang yang memberontak akan dibinasakan, Jika Allah murka maka orang yang memberontak akan binasa Yes 30:6, anak-anak yang memberontak adalah:

  1. Menyembah berhala
  2. Berbohong
  3. Menyimpang dari firman Allah.
  4. Tidak mendengar kata-kata Allah.

Yesaya 1:3

Teks Asli

  שִׁמְע֤וּ שָׁמַ֙יִם֙ וְהַאֲזִ֣ינִי אֶ֔רֶץ כִּ֥י יְהוָ֖ה דִּבֵּ֑ר בָּנִים֙ גִּדַּ֣לְתִּי וְרוֹמַ֔מְתִּי וְהֵ֖ם פָּ֥שְׁעוּ בִֽי׃

Terjemahan Literal

Lembu mengenal pemiliknya, tetapi Israel tidak mengenal Aku; keledai mengenal palungannya yang disediakan tuannya, tetapi umat-Ku tidak memahaminya.”

Syntatic poin

  1. Lembu mengenal pemiliknya
  2. Israel tidak mengenalnya
  3. keledai mengenal palungan
  4. Tetapi umat-Nya tidak memahaminya.

Semantic content

Gregory mengatakan, lembu diumpamakan seperti kamu atau bangsa Israel dan palungan keledai tipologi dari kelahiran Tuhan. Lembu yang tidak rasional atau tidak bisa berpikir, tau tentang siapa pemiliknya tetapi manusia yang memiliki rasional bagaimana mungkin tidak mengenal pemiliknya, mereka bisa melayani Allah, merasakan kasih Allah, tetapi mereka tidak tahu terima kasih. Yesaya membandingkan manusia dengan binatang, ini menunjukkan betapa bodohnya manusia sampai mereka lebih rendah dari pada hewan atau lebih miskin dari pada lembu dan keledai.

Ambrose mengatakan ini adalah satu nubuatan tentang penderitaan Tuhan. Keledai itulah binatang yang bodoh tapi mendengar dan mengikuti suara gembalanya. Jika Kristus digambarkan sebagai keledai maka Kristus itu merendahkan diri, mendengar kata Bapa-Nya.

Bede mengatakan, Ox itu secara spiritual tertuju kepada orang-orang Yahudi yang memang mambawa kuk. Dan bangsa-bangsa lain yang kembali mengenal injil dan lewat mereka banyak yang percaya kepada Kristus.

Agustinus mengatakan, Keledai mengenali palungannya yang diberikan oleh tuannya maksudnya ini cerita tentang Kristus yang lahir dari palungan yang membawa bangsa-bangsa mengenal Tuhannya atau pemiliknya. Keledai mengenali palungan dari tuannya, palungan itu adalah tempat makan (Kristus dibaringkan di dalam palungan) Kristus itulah makanan kita, sehingga bangsa-bangsa memakan makanan itu. Membawa injil Kristus kamu tidak akan tersesat, tetapi kembali kepada pemilik kita, menuntun kita kemana Dia mau.

Refleksi:

  1. Penglihatan dari Yesaya ini bukanlah suatu ilusi atau hayalan melainkan kata-kata Allah yang di impresse oleh Roh Kudus dalam pikiran Yesaya.
  2. Sadar bahwa murka Allah adalah murka Kasih artinya Allah menginginkan anak-anak-Nya oleh anugerah dapat bertobat dan tidak berpaling darinya. Istilahnya memprioritaskan Allah dari atas segalanya.
  3. Milikilah nilai hidup yang tidak rendah dari binatang dengan berterima kasih melalui mengenal Allah sebagai pemilik hidup kita.
  4. Menjalin hubungan intim dengan Tuhan lebih dari hubungan anak dengan orang tua. Sebab Tuhan selalu menerima ketika kita ingin kembali kepada-Nya.
  5. Allah adalah kasih

Marniwati Gulo

Eksegesis PL

Dr. Hendi Wijaya, S.S

Geralda A. Salindeho, S. Th

Kenaikan Kristus dan Nubuat di Perjanjian Lama

Kenaikan Kristus adalah penggenapan dari Perjanjian Lama, misalnya dalam Yoh 3:13, Tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia.

Anak manusia yang datang dari Surga dan kembali ke Surga yaitu Yesus Kristus. Kristus berasal dari Surga karena Dia adalah Firman Allah yang keluar dari Bapa mengenakan kemanusiaan dari Maria. Kristus naik ke Surga setelah Inkarnasi, kematian dan penguburan-Nya, Dia kembali kepada asal-Nya dan akan datang kembali untuk membawa kita dan gereja-Nya kepada Allah. Damascus menulis bahwa setelah kebangkitan dari orang mati, Dia sudah mengesampingkan semua penderitaan-Nya, misalnya lapar, haus, kelelahan dan sebagainya. Tuhan tetap memakai tubuh/daging yang sama tetapi tidak merasa lapar, haus, capek dan natur kemanusiaan-Nya tidak hilang. Tetapi kefanaan natur dari kedagingan sudah dikesampingkan sehingga tubuh yang Tuhan pakai adalah tubuh yang baka atau yang mulia.

Dia naik ke Surga duduk disebalah kanan sang Bapa. Dalam wujud apa Dia duduk disebelah kanan Allah Bapa yaitu sebagai Allah dan manusia. Sebagai Allah berarti Dia yang memerintah segala dunia ini, mengatur segala hal, sebagai manusia Dia mengingat semua jerih lelah-Nya di dunia ini dan sebagai manusia Dia dimuliakan oleh semua manusia. Jiwanya menyatu dengan Allah dan dimuliakan, bukan sebagai jiwa yang biasa tetapi jiwanya Allah. Bapa itu bukan dalam pengertian physical tetapi dalam arti kemuliaan dan kehormatan yang Dia terima. Kristus adalah Allah yang sehakikat dengan Allah Bapa dalam kekekalan atau alam baka. Bersama dengan Bapa dan Roh Kudus, kita memuliakan Anak Allah. Inilah Kristus yang bangkit itu dengan kemanusiaan dan keallahan-Nya. Kita tidak memuji atau menyembah kedagingan melainkan kita sembah dan muliakan Dia yang sudah menyatu dengan kemuliaan atau keallahan atau Firman Allah (Inkarnasi). Sehingga ada gereja, liturgical, sembahyang, doa dan ibadah untuk memuliakan Anak Allah di dalam Allah Bapa dan Roh Kudus. Dalam penyembahan kita mengingat apa yang telah Dia kerjakan saat berada di bumi.

Anak adalah Anak bukan Bapa, Roh Kudus adalah Roh Kudus bukan Bapa dan Anak, Bapa adalah Bapa bukan Anak dan Roh Kudus. Pada saat Anak Allah menjadi Anak manusia itu bukan Bapa dan Roh Kudus tetapi Firman Allah. Anak Allah menjadi Anak manusia ketika Dia berinkarnasi. Setelah Inkarnasi dan mengerjakan pekerjaan-Nya di bumi akan naik ke Surga sehingga kita akan menyembah ke atas kepada Anak Allah bersama dengan sang Bapa di dalam Roh Kudus. Ketika Dia menjadi Anak manusia dan naik ke Surga disitulah manusia menyembah-Nya. Anak Allah menjadi manusia supaya Dia memberkati dan membuat manusia bisa berkomuni bersama dengan Kristus artinya memberikan hidup kekal itu kepada manusia. Dia menciptakan manusia supaya kita hidup kekal bersama dengan Allah bukan dengan kebinasaan.

Kenaikan Kristus ke Surga menjadikan kita Kristus-Kristus kecil yang diberikan kuasa oleh Roh Kudus. Roh Kudus yang memberitakan kepada dunia segala sesuatu tentang Kristus. Kenaikan Kristus ke Surga menunjukkan kepada kita jalan kepada Surga dan Bapa untuk dapat menyatu dengan Allah dalam kekekalan. Sehingga manusia memiliki arah tujuan yang jelas di dunia yaitu manunggal bersama Allah dan Kristus. Setelah manusia mengenakan Kristus maka tubuh kita adalah tubuh yang kekal oleh anugerah. Gregori mengatakan kita mengalami 3 kali kelahiran, pertama dari orang tua kita (disitulah kita memperoleh gambar dan rupa Kristus). Kedua kelahiran kembali dari air dan Roh (pada saat baptisan). Ketiga pada saat kebangkitan artinya tubuh dan jiwa roh kita menyatu pada saat kebangkitan tubuh. 3 kelahiran inilah yang membuat kita kekal, tubuh dan jiwa itulah yang membuat kita serupa dengan Kristus.

Di dalam Liturgi Matins, Di dalam kenaikan Kristus, kita meninggikan-Nya. Dia naik di dalam kemuliaan supaya Roh Kudus diberikan kepada kita. Di dalam kenaikan-Nya kita memuliakan Dia. Ketiak Kristus ada di Surga sekarang merupakan jaminan kita menyatu dengan Allah di dalam Kristus. Hidup ini memang mulia dan layak di jalani karena kita akan menjadi seperti Kritsus yang sempurna di Surga.

Kristus menjanjikan Roh Kudus yang menguatkan para Murid

Ikon kenaikan

Ikon kenaikan dilukis pada abad ke-6 dan digambarkan di kubah gereja pada abad kesembilan. Bagian ikon Kristus menggambarkan Kristus bertakhtah dan kita memuliakan-Nya. Rasul Paulus digambarkan sebagai penonton di sekelompok murid di sisi kiri Ikon. Lingkaran itu bertulisan salib dan kata-kata “ho on” (yang ada). Tangan kanan Kristus di angkat dalam berkat (Lukas 24:50) dan di tangan kiri-Nya Dia memegang sebuah gulungan, lambang kebijaksanaan dan otoritas pengajaran-Nya, yang terus Dia gunakan melalui gereja.

Dua malaikat

Dua malaikat yang sama menyambut Yesus Kristus dan malaikat yang sama melayani Dia pada saat ketika berdoa di taman Getsemani; malaikat yang sama hadir juga pada kenaikan-Nya. Malaikat digambarkan meniup sangkakala sesuai kata-kata antifon, “Allah naik dengan sorakkan, TUHAN dengan bunyi sangkakala” (Maz. 47:5).

Rasul Paulus digambarkan sebagai penonton di kepala sekelompok murid di sisi kiri ikon. Dia termasuk untuk mewakili semua orang percaya kepada Kristus tanpa hadir pada saat ini. Maria dihormati oleh karena Dia bunda Kristus. Perhatian para Murid terbagi kepada Kristus dan kepada bunda Maria dengan ekspresi wajah yang tenang. Ini menggambarkan bahwa Maria berbeda dengan para Murid. Tahtah bukan simbol Alkitabiah bagi Kristus, Dia datang bukan dengan memerintah dari tahtah tetapi dari salib. Tahtah yang terbaik bagi Kristus adalah hidup dengan kerendahan hati dan pertobatan.

Kenaikan Kristus dengan tubuh kemuliaan sebagai gambar keadaan kita kelak. Dia datang supaya membebaskan kita dari kematian dan merestorasi kita bejana rusak ini dari dosa. Tubuh kita akan dikuduskan oleh jiwa kita, jiwa di kuduskan oleh Roh dan Roh kita yang akan terus disucikan di dalam Kristus melalui Roh Kudus dengan memakan tubuh dan meminum darah Kristus. Kristus naik ke Surga supaya Roh Kudus itu turun dan Surga itu menyiapkan tahtah-Nya. Para Malaikat kersorak-sorak dan menyambut Kristus, sang Bapa menerima Anak-Nya kembali lagi kepada pangkuan-Nya. Kenaikan Dialah manusia bisa menyembah Dia untuk keselamatan kita. Kodrat keberdosaan manusia disucikan oleh Kristus, kematian disingkirkan dengan kebangkitan Kristus. Roh Kudus mengerjakan hipostasis manusia masing-masing untuk menerangi jiwa kita. Kristus telah menggenapi semua misteri keselamatan dan sekarang membawa para murid-Nya naik ke bukit zaitun.

Yes 2:2-3, berkaitan dengan kenaikan Kristus. Ini satu Nubuat bahwa semua bangsa akan meninggikan Kristus bukan hanya tertuju pada para Rasul (Filipi 2:9-10). Naik ke gunung Tuhan ini gambaran dari Kristus yang dari Dialah ada jalan keselematan atau firman pengajaran. Jalan yang diajarkan ini adalah jalan yang diajarkan oleh para Rasul sebab mereka melanjutkan pengajaran Kristus (Yesaya 51:4). Kristus tidak naik ke tempat yang sunyi sepi tapi ke bukit zaitun supaya dilihat oleh semua bangsa dan meninggikan-Nya. Lukas 24:47, apa yang diberitakan itu adalah berita pertobatan dan pengampunan dosa.

Yesaya 62:11, ini memberikan satu pengharapan kedepan bahwa ada upah atas jeri payah kita Wahyu 22:12b. Yes 62:12, Dia akan membawa kita kepada pimilik asal-Nya. Orang-orang tebusan Tuhan tipologi dari gereja (1 Petrus 2:9) ini menunjukkan bahwa karya Kristus itu berhasil. Yesaya 63, ini gambaran penderitaan-Nya di dalam pakaian-Nya sebagai manusia mencurahkan darah-Nya untuk menyucikan dosa manusia. Ayat 4 menggambarkan bahwa pembalasan artinya penebusan telah datang dengan mengalahkan dosa, iblis, dan maut. Dalam Lukas 21:37, Ini suatu gambaran Inkarnasi-Nya bahwa Dia berada di bukit Zaitun pada masa sengsara-Nya Dia dan sisi lainnya tentang pengmuliaan Kristus. Yes. 64:2, bangsa-bangsa yang datang untuk memuliakan Tuhan, ketiak Tuhan meninggalkan jejak-Nya di atas bukit, sehingga semua bangsa datang mencari-Nya. Yoh 4:10-14, Zakharia 14:10, Wahyu 22:1-5, ini adalah gambaran kota-kota yang menerima air kehidupan yang mendapat keselamatan dan kehidupan dan sebaliknya yang tidak menerima air kehidupan itu akan binasa. Jika kita di dalam Kristus penindasan tidak akan ada dan Yerusalem akan aman. Kristus yang digambarkan seperti air yang berasal dari gunung danmengalir dari semua untuk semua.

Kejadian 3:22, dalam konteksnya Adam yang menghilangkan kepolosan intelec dengan kejatuhan dalam dosa. Buah pohon kehidupan yang digambarkan sebagai Kristus, Tuhan menyuruh manusia itu tidak memakan buah pohon pengetahuan itu karena masih belum saatnya. Nanti buah pohon kehidupan itu akan datang memberi buah pohon kehidpan itu makan pada saat Kristus turun ke dalam Hades mengangkat Adam dan Hawa. Itulah gambaran Adam dan Hawa sebagai gambaran nenek moyang kita diselamatkan dan hidup sampai selamanya. “Jangan makan karena dia akan menjadi seperti Kita” maksudnya ini dilihat secara tipologi tentang Allah Tritunggal tetapi pada saat yang sama mengatakan bahwa secara ironis Adam itu telah diberi tahu akan menjadi seperti Allah tahu tentang yang baik dan jahat. Untuk menjadi seperti Allah kita perlu memakan 2 buah pohon yaitu pohon pengetahuan tentang ketaatan dan pohon kehidupan itulah anugerah Kristus yang akan datang untuk memberi kita kehidupan kekal.

Marniwati Gulo

Dr. Hendi Wijaya, S.S

Eksegesis PL

The Elevation of the Holy Cross

Pemuliaan Salib Kristus

Ada 2 peristiwa yang berhubungan dengan salib Kristus yang diperingati oleh gereja. Pertama, ditemukannya salib pemberi kehidupan di Golgota pada abad ke-4, Kayu salib yang benar-benar dimana Yesus disalib (gantung). Kedua, kembalinya salib dari Persia ke Yerusalem. Kaisar-kaisar Romawi mencoba menghancurkan atau menghapuskan ingatan umat manusia akan tempat Kudus dimana Tuhan menanggung penderitaan dan dibangkitkan. Menghilangkan tempat-tempat kudus itu dan diatas bukit itu dibangun suatu kuil bagan bagi dewa mereka. Mereka melakukannya untuk menghina tempat-tempat kudus itu dan penganiayaan terhadap orang-orang Kristen yang terus berlanjur. Setelah 300 tahun, oleh pemeliharaan Ilahi, tempat-tempat kudus ini yaitu Makam Tuhan dan salib pemberi kehidupan ditemukan lagi. Pada tahun 313 dimaklumkannya Edikta Milan, yang mengesahkan Agama Kristen dan menghentikan penganiayaan terhadap orang-orang Kristen di wilayah Barat. Namun di wilayah Timur kekejian terus berlangsung dibawah pemerintahan Licinius.

Karena ia amat berhasrat menemukan kayu salib dimana Tuhan kita Yesus Kristus disalibkan, kaisar Konstatinus mengutus ibunya “ratu Helena” ke Yerusalem dengan sepucuk surat untuk macarinus. Ratu Helena memerintahkan menghancurkan kuil pagan dan patung-patung berhala yang ada di Yerusalem. Makam Tuhan ditemukan dan tidak jauh ada 3 buah salib, sepotong papan dengan tulisan yang ditulis atas perintah pilatus, dan 4 buah paku. Untuk mengetahui manakah dari ketiga salib itu yang padanya sang juruselamat disalibkan, Makarius bergantian menyentuhkan salib-salib itu pada jenazah. Ketika salib Tuhan ditaruh diatasnya, orang mati itu hidup kembali. Melihat kebangkitan itu semua orang yakin bahwa salib Kristus telah ditemukan. Orang-orang Kristen, yang datang dalam jumlah tak terhitung menghormati salib pemberi kehidupan.

Salib kudus dan pemberi kehidupan ditinggikan dengan khidmat dan umat bersujud hormat dihadapannya. Hal ini terjadi pada tahun 326, terjadi juga mukjizat lain dengan menyembuhkan orang sakit. Ratu Helena berperjalanan ke tempat-tempat kudus yang berkaitan dengan kehidupan Sang Juruselamat di bumi dan mendirikan gereja-gereja di Betlehem, di Bukit Zaitu, dan di Getsemani.

Ratu Helena membawa sebagian dari kayu salib pemberi kehidupan dan paku-paku kembali ke Konstatinopel. Kaisar Konstatinopel memerintah untuk membangun gereja megah di Yerusalem untuk menghormati kebangkitan Kristus, termasuk juga makam Tuhan, dan Gologota. Gereja itu dibangun selama 10 tahun. Ratu Helena wafat pada tahun 327 sebelum pengudusan Gereja itu yang terjadi pada tanggal 13 September 335. Pada hari selanjutnya yaitu 14 September, perayaan peninggian atau penghormatan Salib Kudus dan Pemberi Kehidupan ditetapkan.

Pada Abad ke-7 salib itu dicuri oleh orang-orang Persia dan membawanya ke Persia. Di bawah pemerintahan Kaisar Herakles, Khozroes ditaklukkan pada tahun 628 dan perjanjian damai diadakan dengan penerus dan anaknya yaitu Syroes, sehingga salib Tuhan dikembalikan kepada orang-orang Kristen dari penawanan ke Yerusalem.

Di dalam Vespers, dinyanyikan salib itu ditinggikan dan itu mengundang ciptaan untuk memuji dan memasyurkannya. Yesus memberikan hidup-Nya dikayu salib, mati, dan itu membuat kita jadi indah, memberikan kita warta kerajaan Surga dengan penderitaan-Nya. Dengan kebangkitan Kristus manusia pantas untuk bersukacita. Bukan dalam arti kita menyembah salib atau kayu itu tetapi itu sebagai simbol dari kasih Tuhan yang meberikan kehidupan kepada manusia. Kisah tentang Musa yang pernah jadi Tipologi awal dari Kristus. Ketika Dia mengangkat tangannya dan mengarahkan bangsa Amalek. Ini salah satu figur bahwa tangan yang diangkat itu seperti Yesus yang disalibkan untuk mengalahkan insan yang jahat.

Ketika kita melihat salib itu satu sisi penderitaan Tuhan dan satu sisi kita melihat itu adalah keselamatan kita. Maka gereja awalnya mengajarkan umatnya untuk membuat tanda salib. Salib yang dihormati oleh semua justru meninggikan manusia. Keluaran 15:22-27, ada kata kayu yang dilempar ke dalam air yang pahit dan berubah jadi manis, ini tipologi dari Kayu Salib Kristus. Hubungan antara air yang pahit dengan air yang menjadi manis artinya Salib Kristus yang menunjukkan bahwa keselamtan kita harus dikerjakan dengan ketaatan sehingga tidak ada penyakit yang menimpa dan Tuhan yang akan menyembuhkan. Salib bisa mengalahkan dosa sebab dikerjakan dalam ketaatan. 2 Kor 4:16, kesembuhan yang akan terus-menerus sampai memperoleh kemuliaan yang kekal. Amsal 3:11-18, pohon kehidupan tipologi dari salib Kristus yang berpegang pada salib itu disebut berbahagia dan kehidupan artinya jika kita taat kepada Kristus kita memperolehnya. Sebab Kristus sudah duluan taat kepada Allah Bapa.

Yesaya 60:11-16, ini satu nubuat tentang bahwa salib itu mendatangkan orang-orang akan mencari Dia maka setelah penyaliban Allah meninggikan Kristus. Sebelum Yesus disalibkan dan ditinggikan Yesus itu dibenci dan ditinggalkan, tidak adapun yang datang menolong Dia, inilah gambaran air pahit yang akan diubah menjadi manis. Yesaya 61:1-2, “Roh Tuhan ada pada-Ku, Ia mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan bagi orang-orang tawanan, kepada orang yang terkurung terlepas dari penjara, kepada orang-orang miskin/ menderita, menyembuhkan orang-orang yang remuk hati.” Ini adalah peristiwa Inkarnasi, Roh Kudus yang memberi kedagingan kepada sang Anak. Anak yang menyembuhkan mulai dari Nous dan hati manusia yang telah rapuh karena dosa. Tuhan Yesus membaca Nubuat ini diawal-awal karya keselamatan-Nya (Lukas 4:16-21). Roh  adalah saksi bagi Anak dan Anak tidak pernah tanpa Roh untuk sesaat saja. Yes 28:16, Nubuat batu ini digenapi didalam pribadi Kristus. Kata batu mempunyai tiga pengertian, yaitu Yesus Kristus itu fondasi dari seluruh ciptaan Allah, kedua fondasi Perjanjian Lama, ketiga, fondasi dari Perjanjian Baru. Batu penjuru artinya batu yang telah teruji, batu yang paling kokoh dan kuat yang menghubungkan dan menyatukan batu-batu lain dan menahan dinding berbagai arah (malaikat) dalam kesatuan dan keutuhan.

Marniwati Gulo

Eksegesis PL

Dr. Hendi Wijaya, S.S

Geralda A. Salindeho, S. Th

http://youtube.com/watch?v=XeNCl2hV5l8

Pentakosta dan Perjanjian Lama

Petakosta

Kis. 2:1-11, Karya keselamatan manusia terjadi pada hari pentakosta sebab tujuan dari inkarnasi adalah pada hari pentakosta dimana Roh Kudus di utus oleh Bapa di dalam Anak untuk memndiami orang-orang percaya. Di sinilah keselamatan yang Tuhan kerjakan dialami secara langsung oleh manusia. Sinergysme dari Allah yang mahakudus sekarang telah tercapai, pentakosta atau turunnya Roh Kudus membuat keselamatan kita menjadi lengkap. Apa yang dikehendaki Allah Bapa digenapi di dalam Anak dan Roh Kudus sekarang telah turun untuk umat beriman.

Di dalam Vespers Roh Kudus itu mencurahkan segala hal, mencurahkan nubuat dari Perjanjian Lama, Dia menyempurnakan para Imam, Dia mengajarkan hikmat kepada orang-orang yang buta huruf/ bodoh. Mencerahkan para nelayan menjadi para theolog, seperti Yohanes, Petrus, dll, Dia penghibur atau penolong. Karena keselamatan kita adalah sesuai dengan rencana kekal dari Allah Bapa melalui pengudusan Roh Kudus untuk ketaatan dan percikan darah Yesus Kristus.

Jika kita bicara dengan Roh Kudus tidak lepas hubungannya dengan Allah Bapa dan Anak atau dalam Tritunggal. Sebab Roh Kudus itulah yang diberitakan oleh para Rasul, Nabi, dan para Martir. Jika kita berbicara dengan Bapa, Dia adalah sang Allah yang peranakkan sang Anak, menafaskan sang Roh. Jika berbicara dengan sang Anak, Dialah yang diperanakan dari sang Bapa dan mengnafaskan sang Roh. Jika berbicara dengan Roh Kudus, Dialah Roh dari sang Bapa dan sang Anak atau Roh dari sang Bapa yang memperanakan sang Anak. Satu keilahian atau hakikat yang kita sembah dan berkata “Allah yang Kudus, Allah yang mulia”. Menciptakan segala sesuatu melalui Anak melalui bersinergy dengan Roh Kudus. Anak menciptakan dan Roh Kudus yang menguduskan.

Roh Kudus itu keluar dari Bapa dan ada di dalam Anak. Roh Kudus memperbarui para Murid Kristus sehingga mereka bisa bersaksi keseluruh bangsa dengan berbagai macam bahasa bangsa. Di dalam Vespers, orang-orang yang tidak percaya itu tidak sadar kalau itu karya Roh Kudus yang dikerjakan oleh para Rasul. Bagi orang yang tidak percaya itu disebut mabuk roh tetapi bagi orang percaya itu saranan dari keselamatan. Sebab mereka memberitakan tentang Kristus. Jika dalam kisah menara Babel itu satu bangsa diserakkan dengan berbagai bahasa sehingga saling bingung satu dengan yang lain. Tetapi sekarang digantikan Allah sebagai keharmonisan walaupun berbagai macam bahasa tetapi pesan keselamatan itu nyampe. Di Menara Babel Allah menghukum karena pelanggaran mereka tetapi di Pentakosta oleh Roh Kudus Kristus itu mengilminasi para nelayan atau para Murid.

Bilangan 11: 16-17, Apa kaitannya dengan Roh Kudus atau pentakosta? Pentakosta itu turun atas para Rasul dan para Rasul itu menjalankan misi dari Roh Kudus, sama seperti misi dari tua-tua itu menjalankan perintah Musa. Itu mengapa pada hari pentakosta yang dibaca adalah Bilangan 11. Roh Kudus menghigapi 70 tua-tua lalu mereka bisa bernubuat yang menunjukkan tipologi pentakosta. Dari kitab Nabi, Yoel 2:23- 3:5, Yeh 36:24-28, Ini tentang nubuat pentakosta.

Marniwati Gulo

Eksegesis PL

Dr. Hendi Wijaya, S.S

Geralda A. Salindeho, S. Th

http://youtube.com/watch?v=ov907sKWxT8

Liturgical Reading Of Old Testament

Chapter 6, Aural

Dalam konteks komunitas gereja mula-mula itu di rumah-rumah yang tedapat dalam Kis. 2 dan 4 yang ada pengajaran, doa, dan ucapan syukur. Dalam Ecclesial, kitab suci dipake pada saat ibadah, sembahyang, dan pada saat felosif (memecah roti). Alkitab yang lahir dari gereja dan berguna untuk membangun gereja. Dalam scriptural reading in early Christian Liturgy, misalnya dalam Kis. 2:42-47, umat percaya yang belajar kepada para Rasul dan melakukan liturgical. Setiap yang mereka lakukan adalah untuk melanjutkan apa yang diajarkann oleh Kristus Yesus. Semuanya telah dilakukan oleh orang dahulu atau mengikuti tradisi Perjanjian Lama.

Pada abad pertama, dalam ibadah menurut 1 Kor. 11:23-26, dapat dibagi menjadi 7 bagian yang memberi gambaran untuk melanjutkan tradisi Perjanjian Lama:

  1. Yesus mengambil roti
  2. Dia memberkati
  3. Memecahkannya
  4. Memberikannya kepada para Rasul
  5.  Mengambil cawan
  6. Mengucap syukur atasnya
  7. Dan memberikannya kepada para Rasul untuk diminum dan dimakan

Pada abad kedua, gereja mula-mula mulai meneladani para Rasul yang diajarkan oleh Yesus dalam beribadah. Melakukan doa dan membaca Firman, Memecahkan roti, Sembahyang, dan Perjamuan Kudus. Dari Eucarist ini yang akhirnya diikuti oleh “Liturgy of the word”. Dalam ibadah gereja mula-mula ada 2 bagian utama dalam pembagian Liturgy yaitu: Liturgy of the Word dengan Liturgy Eucarist.

Pada abad yang ketiga: ada liturgi membaca Firman, doa, dan persekutuan komunis atau perjamuan-perjamuan.

Pada abad keempat dan kelima yang juga sama ada liturgy Firman dan liturgy Eucharistic. Misalnya membaca kitab suci yang diambil dari 2 bagian yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Ada persekutuan doa, catechumens dan pengakuan dosa. Setelah itu masuk di liturgy kedua yaitu Liturgy Eucharist yang hanya orang-orang yang sudah dibaptis yang boleh ikut.

Bagaimana peranan Perjanjian Lama sendiri dalam Liturgi?

Sebelum abad ke lima bentuk liturginya Perjanjian Lamanya dibaca dan setelah abad kelima bentuk liturginya Perjanjian Lama dibaca dalam doa-doa. Pada saat saat doa saja Perjnajian Lama dibaca sehingga pada liturgi hari minggu Perjnajian Lama tidak dibaca. Ada sebuah pertanyaan, mengapa harus belajar liturgy lagi untuk mengerti kitab suci sebab Alkitab sudah kaya dengan penafsiran bapa gereja? Gereja pada saat itu kita jangan salah persepsi bahwa cukup tafsiran bapa gereja. Melainkan gereja cukup kreatifnya memakai kitab suci untuk menjelaskan kehidupan tentang Kristus. Sebab apa yang tertulis dalam kitab suci itu semuanya tentang Kristus dan Kristus itu tidak ada kalau tidak ada Theotokosnya.

Jika belajar Perjanjian Lama dengan Eksegesis itu namanya Liturgical exegesis. Di dalam Perjanjian Lama sendiri kaya sekali ada Mazmur, kitab sejarah dan sebagainya. Ini semua dipakai dalam Liturgical Year. Liturgical Year dibagi menjadi 2 bagian besar yaitu the annual Menaion cycle artinya perayaan-perayaan yang tanggalnya Fiks misalnya tgl 25 Desember yang setiap tahun tanggal 25 Desember ada perayaan besar, memperingati kelahiran Kristus. Di dalam perayaan itu ada bacaan kitab suci dari Perjanjian Lama. Mungkin begitu asing bagi kita tentang kaleder gereja tetapi di dalamnya mengingatkan kita bahwa setiap hari ada perayaan-perayaan baik itu tentang Theotokos, Kristus dan orang-orang kudus. Misalnya tgl 9 September memperingati tentang Yoyakim dan Hanna atau orang tua dari Maria, mereka menjadi nenek moyang dari Kristus.

Di dalam ibadah gereja ada 2 tujuan utama yaitu pertama, perjamuan kudusnya, kita mengingatk pada kematian dan kebangkitan Kristus. Kedua, liturgiclnya juga dapat menguduskan kita. Itulah sebabnya injil dan PL itu dibaca bukan sekedar tahu tentang Kristus, keselamatan kita, tapi menguduskan kita.

Contoh:

Vespers (doa setiap sore)

Tgl 8 September, kelahiran Theotokos.

Membaca Mazmur 104 tentang penciptaan, mengapa? Karena dianggap penciptaan itu mulai habis malam maka terbitlah terang. Kemudian cerita tentang kejatuhan manusia dalam dosa, baru nyanyian tentang kelahiran Theotokos. Siapakah Theotokos? Allah yang bijaksana sudah merencanakan keselamatan kita dan mempersiapkan satu takhtah yang kudus untuk diri-Nya di bumi. Holy throne ini siapa? Theotokos rahimnya. Dialah yang mendirikan langit dalam ciptaan, dalam hikmat sudah dipersiapkan surga yang terkandung demi kasih-Nya yang darinya akar yang tidak berbuah, tidak ada benih laki-laki tetapi bisa memberikan tanaman yang bisa memberikan kehidupan. Terang sang mempelai itu dan kitab Firman kehidupan itu sekarang datang dari rahimnya Maria. Dia sendiri yang memperkenalkan dirinya hanya Kristus dari rahimnya untuk keselamatan jiwa kita. Dari rahim tanpa benih yang bersinar dengan kemuliaan yang Ilahi.

Sekarang, hari ini gerbang itu terbuka, anugerah itu mulai berbuah menunjukkan kepada dunia bahwa dia Mother of God. Theotokos lahir disitu dikatakan the Gate of God. Jika terang itu datang kenapa disimbolkan dengan pembacaan kitab suci. Kitab suci itu identik dengan Firman Tuhan dan Firman Tuhan identik dengan terang yang dapat menerangi doa manusia. Karena masih vespers maka membaca kitab Kejadian 28:10-17 ayat ini dipilih karena menceritakan tentang Theotokos atau Maria. Dalam kitab kejadian yang menceritakan tentang tangga Yakub yang menjadi tangga surgawi dimana Kristus nanti turun atau lahir lewat tangga itu yaitu Theotokos atau Maria. Kelahiran Theotokos dan tertidurnya Theotokos bacaannya sama, Kej 28:10-17, Ezek 43:27-44:4 dan Amsal 9:1-11.

Matins (Doa subuh/pagi hari)

Tgl 8 September, kelahiran Theotokos.

Membaca 6 Mazmur yang dibaca {3, 38, 63, 88, 103, 143} maksudnya:

Mazmur 3, cerita tentang Daud yang dikudeta oleh Absalom anaknya sendiri akhirnya menunjukkan satu kesedihan yang sangat dalam. Ini menunjukkan kejatuhan manusia dalam dosa. Hubungannya dalam Markus 14:34 dimana Yesus yang ditemani oleh Murid-Nya dan kisahnya sama seperti yang dialami oleh Daud, kesedihan yang mendalam.

Mazmur 38, satu ratapan yang memang sedang diserang oleh musuh, baik itu dari dalam maupun dari luar. Ini bisa dilihat juga dari kisah di Getsemati, tetapi di akhir Mazmur ini tetap meminta Allah jangan meninggalkan dia.

Mazmur 63, Menjelaskan situasi ratapan lagi, ratapan yang semakin naik dan membuat dia semakin berharap kepada Tuhan.

Maz. 103, ada perubahan dari ratapan ke pujian kepada Allah. Pujilah Tuhan artinya menjadi orang-orang yang punya kasih, kerendahan hati dan takut akan Tuhan sehingga sanggup melewati segala ratapan.

Mazmur 143, pada akhirnya Allah yang menang. Ini sama dengan kisah Kristus yang disiksa tapi pada akhirnya akan bangkit lagi. Demikianlah kita membaca Mazmur untuk berharap kepada Tuhan, cepat mendengar, Tuhan yang tidak akan menggalkan.

Kelahiran Kristus

Vespers, 25 Desember kelahiran Kristus

Kitab yang dibaca adalah Kejadian 1:1-13, maksudnya dalam kejadian 1 itu tentang penciptaan, Kristus lahir untuk menciptakan dunia yang baru. Menunjukkan 3 hari pertama penciptaan yang berkaitan dengan terang, cakrawa, yang terpisah antara langit dan bumi dan juga tumbuh-tumbuhan. Artinya Tuhan mencipta melalui Logos-Nya atau Firman-Nya dan sekarang logos itu yang hadir di dunia ciptaan-Nya. Fungsi dari liturgi ini adalah untuk membuat sejarah keselamatan yang aktual dan personal bahwa Tuhan yang mencipta telah datang/lahir.

Dalam kitab Bilangan 24:2b-5, 5-9, 17c-18, Ini cerita tentang Balaam sebagai non Israel yang berbicara tentang bangsa Israel. Menjelaskan bagaimana Allah mengeluarkan bangsa Israel dari bangsa Mesir dan memberkati bangsa itu. Kaitannya dengan Kristus mengatakan bahwa kelahiran Kristu situ bukan hanya kepada bangsa Israel tapi d luar bangsa Israel. Kerajaan-Nya akan dimuliakan dan Dia akan memerintah banyak bangsa. Mikha 4:6-7, 5:1-3, Apa hubungannya dengan kelahiran Kristus? Yang lahir di Betlehem itu disebut rumah Efrata artinya dari kota yang kecil atau Betlehem disitu akan lahir seorang raja yang memerintah bangsa Israel. Inilah ditunjukkan kepada Kristus yang akan menjadi raja. Yes. 11:2-5, menunjukkan bahwa Roh Tuhan ada pada anak sejak pendagingan nanti. Mesias atau Kristus akan menghakimi orang-orang menurut hati mereka. Nafas-Nya yang nanti akan menghancurkan segala yang tidak kudus. Tempat kediaman-Nya akan menjadi mulia, artinya kuburan Kristus bahwa Dia akan menemukan tempat peristrahatan. Dia akan tinggal dalam diri orang-orang percaya, memberi pengharapan kepada bangsa-bangsa lain.

Marniwati Gulo

Eksegesis PL

Dr. Hendi Wijaya, S.S

Geralda A. Salindeho, S. Th.

Reading the Bible through the Church Patristic & Liturgical

Alkitab/kitab suci lahir dari gereja dan dibaca oleh gereja. Bagaimana gereja membaca kitab suci? Pada abad ke-20 dan 21 sudah mulai muncul banyak perbedaan pandangan atau kacamata dalam menafsir kitab suci karena kitab suci telah ada selama 2000 tahun lalu. Standar pembacaan Alkitab yang baik dan benar, kita perlu membaca tulisan dari zaman ke zaman. Mengerti kitab suci melalui gereja. Mengetahui apa yang terjadi dalam gereja, menganggap bahwa Alkitab ada untuk kamu (pribadimu). Ada 2 cara atau kesimpulan yang dapat membantu kita dalam membaca kitab suci dengan baik dan benar, melalui tradisi gereje (bapa-bapa gereja/ ecclesial) yaitu: Patristic dan Liturgical.

  1. Patristic

Kita perlu mengetahui bahwa Alkitab lahir dari gereja dan gerejalah yang menceritakan kepada kita dan di dalam gereja. Yang mengkanonkan Alkitab juga gereja, menentukan bahwa injil hanya 4, walaupun pada zaman itu banyak yang mengatakan injil macam-macam. Maka otomatis ketika kita menafsirkannya kita perlu melihat kacamata gereja. Kis. 8:30-31 => Alkitab tidak mudah dimengerti ketika tidak ada orang yang membimbingnya itulah gereja yang dapat memberitahukan kepada kita isi dari kitab suci. Kata-kata dalam kitab suci tidak dapat menjelaskan dirinya sehingga kita perlu dituntun. Memang Allah berbicara kepada kita secara langsung selama kita membaca kitab suci tapi kita juga perlu bimbingan.

Mengapa harus melalui 2 langkah ini? Para bapa gereja berasumsi bahwa:

  1. Ada hidden meaning dibalik teks itu yang melampaui sebuah teks.
  2. The Bible Is Relevant artinya kitab suci dibaca bukan hanya untuk orang pada zaman itu tetapi ini relevant sepanjang segala zaman sampai Tuhan Yesus datang yang kedua kali. Sampai memeluk dengan hati kita supaya kita sampai disempurnakan atau mencapai keselamatan.
  3. The Bible Is Perfectly Harmonious artinya Baik PL dan PB itu mengandung satu pesan yang sama itulah Christ Center sehingga tidak ada kontrakdisi di dalam kitab suci. Setiap kitab mempunyai satu tujuan untuk menyatukan bukan untuk mengkontradiksi kitab lain.
  4. The Bible Is Divinely Inspired artinya Alkitab sepenuhnya inspirasi (diinspirasi oleh Roh Kudus). Ini bukan tulisan manusia saja melainkan karya Allah melalui Roh Kudus. Sehingga saat membaca kitab suci itu ada nuansa misteri Allah didalamnya, ada iman/kercayaan yang kita bangun. Kitab suci yang sucah diilhami oleh Roh Kudus sehingga pikiran pembaca bersinergy dengan pikiran Kristus.

Para bapa gereja membaca PL itu dengan memakai 2 hal:

  1. Secara Compositional dan Expositional => Penjelasan melalui khotbah dan sejenisnya
  2. Memperjelas pandangan teologi mereka.

Para bapa gereja menafsir Alkitab itu dengan beberapa lapisan. Misal, Origen => Literal, moral, dan allegorical. Were => Historical, allegorical, tropological or moral, and Anagogic. Sehingga membaca kitab suci itu bukan sebatas tulisan yang ada diatas kertas.

Pada Abad ke-4 dan 5 ada 2 sekolah besar Alexandria dan Antioch, masing-masing mempunyai versi pendekatan menafsir kitab suci yang saling melengkapi. Alexandria lebih kepada penekanannya pada noitic sedangkan lebih pada literal atau historical. Misalnya Hosea 1-3:

Dibalik cerita Nabi Hosea yang menikahi pelacur yang bernama Gomer ada nubuat tentang Israel. Hosea 1-3 ini adalah salah satu crux interpretum yang berkaitan dengan perintah Allah yang tidak biasa dan unik. Meminta seorang nabi yang kudus menikah kepada seorang pelacur dan 3 anak lahir dari padanya. Akhirnya Gomer meninggalkan Hosea dan 3 anaknya dan kembali lagi pada tempat pelacuran bakti. Pada pasal 3, datanglah perintah Allah yang unik kepada Hosea. Meminta Hosea melakukan perintah yang bertentangan dengan hukum yaitu menikahi kembali istrinya yang sudah berzinah. Hal ini bertentangan dengan Ul. 24:2-4. Hosea diminta oleh Allah yang sama untuk mengasihi, tidak hanya terima melainkan memperlakukan istrinya ini menjadi istri yang baru lagi dengan penuh kasih. Artinya Hosea membayar suatu harga penebusan untuk mendapatkan Gomer lagi dari pelacur itu (Hosea 3:2). Apa yang dibayar Hosea itu menunjukkan Hosea punya status sosial yang miskin. Tetapi punya kasih yang sangat besar kepada istrinya. Kasih inilah yang membuat Hosea mengorbankan segala sesuatu.

Perintah Allah dan juga pernikahan antara seorang nabi dengan seorang pelacur yang merupakan interpretasi yang sangat menarik tapi sulit dipahami. Menurut orang-orang Yahudi mengatakan bahwa ini resorting to a visionary or dreamlike, allegorical interpretation. Sedangkan menurut orang Kristen ini adalah bayangan dari inkarnasi Kristus, sama seperti Hosea menikah seorang pelacur, Allah sendiri yang yang menjadi manusia jatuh ke dalam natur manusia berdosa.

Bagaimana pandangan bapa gereja tentang pernikahan Hosea ini?

Theodoret of Cyrus menerima kitabnya secara sejarah (benar-benar terjadi) yang fokus pada kebaikan/kebajikan Hosea tentang istrinya. Theodoret ini dari sekolah Antiokhia yang mengatakan bahwa secara Historical sense, ini adalah pernikahan yang memang secara real bukan bohongan. Tetapi secara moral atau tropological ini adalah ketaatan Hosea pada perintah Allah, secara spiritual ini adalah bayangan dari perjanjian Allah dengan umat-Nya yang memang tidak layak. Demikianlah gereja membaca kitab Hosea ini.

Theodore of Mopsuestia (Antiokhia) menjelaskan bahwa pernikahan Hosea dengan seorang pelacur ini membangunkan bangsa Israel terhadap kesadaran yang lebih besar untuk menaati perintah Allah. Jika Allah sudah memerintahkan sampai menikahi pelacur maka ini tanda bahaya, suatu peringatan kepada bangsa Israel untuk lebih waspada. Christological explication: Pernikahan Hosea dengan Gomer ini menuju kepada Kristus. Artinya Kristus itulah nanti yang membayar dosa-dosa manusia seperti Hosea membayar/ menebus Gomer dari tempat pelacuran.

Cyril of Alexandria, secara Christological interpretation mengatakan bahwa pernikahan Hosea dengan seorang pelacur. Tafsiran Alegorisnya adalah satu fakta bahwa Kristus mengambil seluruh kemanusiaan termasuk orang-orang berdosa. Pernikahan Hosea dengan Gomer ini adalah satu bukti kasih Allah yang mengutus Kristus untuk benar-benar mengambil seluruh kodrat manusia yang berdosa. Hosea mengambil Gomer bukan suatu tindakan karena dia bernafsu kepada Gomer tetapi ini lebih dari ketaatan dan pelayanan. Dia bertindak dari satu tipe yaitu Kristus yang akan memberikan segala-galanya untuk menebus manusia. Secara moral ini jadi pengudusan pernikahan, secara Christ Center ini menuju pada inkarnasi Allah. Secara Allegorical ini juga berbicara tentang penebusan yang harus dibayar oleh Kristus.

  1. Liturgika

Alkitab juga dapat dibaca dalam satu tubuh Kristus (gereja) itulah liturgi. Ketika kita membaca dari kitab suci itu maka kita mengerti apa pikiran dari gereja. Kita dapat membaca kitab suci secara pribadi tetapi jangan terisolasi dengan diri kita tetapi kita terikat dengan sejarah masa lampau. Kita membacanya sebagai anggota keluarga Allah. Kita dapat memahami pikiran gereja melalui kita perlu memahami bahwa Alkitab dibaca pada konteks ibadah. Were mengatakan bahwa kita perlu konsultasi pada tulisan bapa gereja.

Misalanya dalam konteks Vespers (sembahyang senja) untuk ibadah Annunciation artinya pengumuman atau pemberitaan tentang kelahiran Kristus kepada Maria oleh Malaikat Gabriel yang diperingati pada tgl 25 Maret. Ada beberapa bacaan juga yang diberikan, yaitu: Kejadian 28:10-17, Yehezkiel 43: 27-44:4, Amsal 9:1-11, Keluaran 3:1-8, dan Amsal 8:22-30. Apa maksud bacaan ini dengan Annunciation? Were menjelaskan bahwa Theotokos memegang satu peranan didalam rencana keselamatan Allah. Artinya melalui rahimlah Kristus lahir, sehingga Dia ibarat seperti tangga, melalui dia Allah datang ke dunia. Kristus lahir dari Dia, tetapi Dia tidak ternodai dan tetap menjadi perawan. Ia menyediakan satu rumah bagi Kristus yang adalah hikmat Allah. Allah berbicara kepada Musa pada semak yang terbakar. Semak yang terbakar ini adalah Maria, dimana dalam semak duri itu ada api, tapi tidak menghanguskan. Sama dengan Kristus ada di dalam rahimnya, Kristus seperti terang yang tidak tercipta yang ada di dalam rahim Maria dan tidak merusak rahimnya Maria. Yehezkiel 43: 27-44:4, siapa yang disebut pintu gerbang? Yaitu Maria yang hanya bisa dilewati oleh seorang pangeran (Kristus). Bait Allah lambang dari kehadiran Allah.

Misalnya lagi Holy Saturday (sabtu kudus) pada saat menunggu kebangkitan Yesus. Pada saat itu gereja membaca ada 15 perikop dari PL. Kej. 1:1-13 tentang penciptaan, artinya kebangkitan Kristus inilah ciptaan baru. 2 Kor. 5:17; Wahyu 21:5, artinya kebangkitan Kristus inilah satu zaman baru yang akan datang, Adam kedua yang berlaku. Kristus dibangkitakan pada Paskah yang baru, Paskah yang lama itu adalah Paskah bangsa Israel. Dalam kitab Yunus (3 hari dan 3 malam diperut ikan) yang bercerita tentang kebangkitan Kristus bahwa Dia 3 hari dan 3 malam Dia berada di dalam Hades itu. Kel 13:20-15:19, ini tentang menyeberangi laut merah ketika bangsa Israel dikejar oleh bangsa Mesir. Artinya Kristuslah yang memimpin kita dari perbudakan Mesir/dosa melalui laut merah tipoloi dari baptisan supaya menuju pada tanah perjanjian itulah gereja. Daniel 3 (Kisah 3 orang yang dibakar) ini termasuk tipologi tentang kebangkitan Kristus dari kubur.

Di gereja mula-mula kitab suci itu dipakai untuk ibadah. Penggunaan PL dalam ibadah, misalnya dalam kalender gereja 2 tokoh utama yang menjadi fokus pembacaan Kitab suci yaitu seputar Theotokos dan Kristus. Gereja pada tradisi Timur mengikuti Byzantine liturgical year yang dimulai pada 1 September. Ibadah dalam hal memperingati tentang kehidupan Tuhan Yesus, penderitaan-Nya, kematian-Nya, kebangkitan-Nya dan kenaikan-Nya ke Surga. Kemudian ibadah untuk pengudusan artinya kitab suci itu dapat dibaca secara pribadi. Ibadah dalam gereja itu ada namanya ibadah senja dan membaca Mazmur. Sehingga ibadah jadi laboratorium bagi kita dimana injil dibaca.

Vespers, selalu menceritakan tentang dunia ini (penciptaan, nyanyian ratapan, terang datang, eskatologi/akhir zaman). Misalnya kelahiran dan tertidurnya Theotokos (8 Sep.) memperingati kelahiran Theotokos dan berakhir 15 Agustus tentang tidurnya sang Theotokos.

Dalam tradisi Roma PL itu dibaca setiap Misa atau setiap hari minggu sedangkan pada Byzantine Orthodox tidak pernah baca PL pada hari minggu pada Liturginnya. PL juga dibaca pada minggu sengsara Kristus dan dalam Vespers atau dalam feasts yang besar (ada 12 perayaan besar). Misalnya pada saat gereja memperingati tentang pembaptisan Yesus di sungai Yordan dan salah satu bacaannya dalam liturgy adalah Kel. 15:22-16:1. Apa kaitannya dengan pembaptisan Kristus? Kisah air pahit yang menjadi air yang manis. Hubungannya adalah hari ini, air yang pahit pada zaman Musa di ubah menjadi manis untuk kita oleh kehadiran Allah. Kayu yang dipegang Musa menjadikan air menjadi manis. Kayu adalah tipologi dari salib Kristus atau bayang-bayang dari salib Kristus. Kemudian Yosua 3:7-8, 15-17, bangsa Israel yang menyeberangi sungai dan para imam yang mengangkat tabut sedangkan air itu bisa terkontrol tidak menenggelamkan mereka. Hubungannya dengan Teofani adalah karena Allah hadir dalam air itu maka air bukan membinasakan kita. Melainkan air menjadi media keselamatan kita. Demikianlah manusia atau orang percaya di baptis di dalam air dan bukan di dalam pasir atau bendera. Kel. 2:5-10, tentang Musa yang diselamatkan oleh putri Firaun yang mau mandi di sungai. Artinya Musa yang diambil dari sungai Nill dan diadopsi oleh putri. Sama seperti kita yang diambil pada waktu di baptis dan diadopsi oleh Allah menjadi anak-anak Allah.

Marniwati Gulo

Eksegesis PL, Part 3

Dr. Hendi Wijaya, S.S

Geralda A. Salindeho, S.Th

OT the Foreshadowing of the NT

Holy Scripture in the Orthodox Church

Perjanjian lama itu bayang-bayang dari PB sedangkan surat-surat rasul itu interprektasinya injil, surat-surat itu di tafsirkan oleh para bapa-bapa gereja. Injil itu kata-kata Yesus sendiri (Origen) melihat dalam Alkitab itu “mengosongkan” artinya Dia menjadi daging (manusia) dan Dia juga kata-kata (kitab suci). Jika membaca PL => Tipological. Misalnya Yoh. 5:39 => Kitab suci itu (PL), PL itu memberikan kesaksian tentang Kristus, nubuatan yang digenapi oleh Kristus. Tipological juga dipakai oleh Paulus dalam penulisan surat Ibrani, Misalnya Yesus itu Imam, Alusinya semua dari kejadian-kejadian Perjanjian Lama. Semua kebenaran dogmatik di dalam gereja semuanya ada di dalam Kitab suci. Kita menguji teks-teks kitab suci ini melalui eksegesis => Lihat tradisi gereja => cocokan dengan dogma => siapa yang kita inprektasi benar-benar tertuju kepada Kristus. Membaca PL => pemahaman kita tentang Alkitab misalnya doktrin kitab suci dan dogmatik tidak dipisah-pisahkan.

Doktrin yang kita pelajari sekarang tidak bertolak belakang dengan dokmatik tradisi. Kadang interpretasi kita bisa keliru tetapi dapat dikoreksi oleh Doktrin. Maka dalam PB pikiran kita tentang PL itu adalah bayangan dari kerajaan Allah yang akan datang yang diwujudkan dalam Inkarnasi. Histori konteks => tubuhnya Kristus dan Roh Kristus. Maximus mengatakan menafsirkan kitab suci itu seperti kita bukan hanya naik ke huruf-hurufnya melainkan harus makin naik nafas/Roh hingga mencapai Anagogic. Membaca kitab suci itu melihat ada cerita tentang kamu. Yang kita butuhkan itu bukan hanya firman yang tertulis tetapi anugerah dari RK untuk jiwa kita. Baik yang tertulis dari tinta yang ditulis dikertas dan dari tinta yang ditulis di dalam hati sama-sama kita butuhkan. Kristus datang memberitakan tentang diri-Nya sedangkan para Rasul memberikan pengetahuan tentang Kristus supaya orang mendapatkan keselamatan. Esensi dari kitab suci bukan hanya moral melainkan keselamatan yang diberikan oleh gereja yang berasal dari Allah.

Apakah Inkarnasi anak tunggal Allah itu harus ditulis? Tidak. Sebab yang dibutuhkan bukan kitab melainkan pribadi Kristus. Injil itu Inkarnasi Kristus yang menyelamatkan bukan kitabnya. Tetapi kitabnya itu ditulis dengan berpusat pada inkarnasi, penguburan dan kebangkitan Kristus. Kitab suci itu bukan hanya di pahami secara tertulis tetapi dalam berbagai hal misalnya, worship (visual), ascetik (spiritual). Pada zaman dahulu juga sudah ada grup-grup orang yang mengatakan bahwa Yesus Kristus itu adalah Kristus. Ada juga namanya orang-orang Kristen yang dahulunya orang Yahudi yang sangat Literal. Misal jemaat yang di Galatia. Ada golongan yang mengatakan bahwa isi kitab suci itu tidak ada hubungannya dengan Injil. Pl dan PB ini akhirnya bisa diterima oleh orang-orang Yahudi. Tetapi orang-orang Yahudi yang tidak percaya Kristus tidak percaya. PL itu membuktikan keilahian Kristus, kedua => Pl itu mengfelidasi, ketiga PL itu salah satu bukti kuno tentang doktrin dari kekristenan sehingga memberikan otoritas pada doktrin berikut.

Pada Abab 3, Origen mengatakan => kata-kata/ nubuat dari para Nabi itu menunjukkan Yesus yang dijanjikan. Kitab orang Yahudi itu salah satu nubuat atau dasar para Rasul mengklaem bahwa Yesus itu Mesias. Pl itu memberikan bagi orang Kristen bahwa Yesus adalah Mesias yang di nubuatkan. Inilah alasan sebuah tradisi itu selalu dijaga dan penting. Lukas 24:44 => Arsip tentang Kristus. Kristus adalah Mesias bukan hanya injil yang tertulis tetapi ada bayang-bayang yang menyelamatkan. Roma 9:4 => Paulus menggunakannya dari PL. Melakukan Perjamuan kudus itu ibarat kita memakan dan meminum korban (Kristus).

Bagaimana sikap para gereja Mula-mula tentang PL? Dalam gereja mula-mula yang percaya bahwa Yesus Kritus adalah Mesias bahkan banyak mengutip dari PL. Marcion’s exegeses mengatakan, Ada pula yang mengatakan bahwa Allah di PL itu adalah Allah yang jahat sedangakan Allah Bapa yang di PB itu adalah Allah kasih, ini seolah-olah ada 2 Allah dan memisahkan benang merah yang hanya terdapat dalam PL dan PB.

Refleksi:

  1. Injil adalah kata-kata/ Firman dan pribadi yaitu Yesus Kristus.
  2. Perjanjian Lama adalah bayang-bayang dari Perjanjian Baru yang diwujudnyatakan dalam pribadi Yesus Kristus sendiri.
  3. Kita menguji teks-teks kitab suci ini melalui eksegesis => Lihat tradisi gereja => cocokan dengan dogma => siapa yang kita inprektasi benar-benar tertuju kepada Kristus. Membaca PL => pemahaman kita tentang Alkitab misalnya doktrin kitab suci dan dogmatik tidak dipisah-pisahkan.
  4. Membaca kitab suci itu melihat ada cerita tentang kamu, bercermin dengan kitab suci yang dapat melihat siapa diri kita.
  5. Mengoreksi setiap argumen kita dengan doktrin tradisi yang sudah dahulu ada.

Marniwati Gulo

Eksegesis PL, part 2

Dr. Hendi Wijaya, S.S

https://www.youtube.com/watch?v=0FFS2wtxo88 dan https://www.youtube.com/watch?v=1dop4O0MAGg

Bible, Revelation, Interpretation

Apa itu Alkitab? Ini adalah buku suci/buku sakral yang di berikan untuk orang percaya. Membaca berarti memahami isi Alkitab bahwa itu diberikan kepada kita. Untuk apa? Alkitab itu bukan hanya sebatas tulisan tetapi ini adalah koreksi diri kita yang ada historis dan spiritualnya. Tujuan Alkitab ini adalah Yoh 20:30-31, Alkitab disebut itu Kitab tetapi dikarang dari suatu komunitas, tujuannya itu untuk Theosis. Kitab dan gereja itu tidak bisa dipisahkan. Kitab dan umat perjanjian adalah seperti 2 mata koin yang tidak bisa dipisahkan Rom. 3: 2.

Kitab ini dibuat untuk 2 Pribadi => utk memperbarui dirimu dan diberitakan kepada dunia. Wahyu 22:20 => Akhir dari satu kesatuan dari kejadian sampai Wahyu.  Kejadian 1:1 (in the beginning) awal dari sejarah dan cerita dalam Alkitab yang mempunyai tujuan. Tujuannya adalah Consummation (mengalami Theosis). Ibrani 1:1 => Allah dalam Alkitab “Allah yang menunjukkan diri-Nya dalam berbagai Zaman yang memimpin umatnya kepada kebenaran. Allah yang di dalam Alkitab itu adalah Allah yang hadir yang menyatakan diri-Nya bukan sesuatu yang abstrak. Penulis Alkitab tidak menulis dengan kemauan dan kehendaknya sendiri melainkan ini benar-benar divine message, dituntun oleh Roh Kudus sendiri.

Kita tidak bisa lepas dari sejarah, Allah mewahyukan diri dalam sejarah, catatan dari karya Ilahi. Yoh 1:18 => Allah yang berinkarnasi tetap memiliki keilahian-Nya. Di dalam Alkitab itu kita menemukan Allah yang sudah menjadi manusia itu memiliki hubungan intim dengan manusia (Galatia 4:4). Ada misteri pertemuan antara ilahi dan manusia (Yaitu Yesus Kristus, Allah yang di luar sejarah yang masuk dalam sejarah sebab manusia (sejarah) tidak bisa kepada Allah itu) Sehingga Allah yang datang dan kita merespon (iman) yang memiliki hubungan intim antara Allah dan manusia. Allah yang mengwahyukan diri-Nya dalam Alkitab upaya bisa membangun hubungan intim dengan manusia. Manusia menuntut kehendak bebasnya untuk dapat merespon. Relasi intim yang dinyatakan dengan merespon keilahian Allah itu melalui Iman kita untuk merasakan berkat anugerah itu.

Alkitab tidak ditulis dengan bahasa yang tidak bisa dimengerti tetapi dengan bahasa yang dapat dibaca dan dimengerti oleh manusia. Sebab manusia yang dituntun oleh Roh Kudus untuk menulis dan menguduskan. Ketika wahyu semakin progres maka Allah itu semakin bisa dilihat, diraba sehingga cerita dalam Alkitab seperti cerita tentang tabernakel, tiang awan dan api, dll. Namun, dinyatakan atau dikatakan dalam wujud Kristus. Pengwahyuan Allah tidak menghilangkan keilahian-Nya.

Theologi adalah respon kita akan firman Tuhan itu, sehingga theologi itu tidak pernah berhenti sampai sekarang karena manusia terus meresponnya, tapi apa yang ditulis itu sudah komplit. bukan teologi untuk kepentingan tertentu melainkan untuk mencari spiritual meaning dari Alkitab itu sendiri, melalui tuntunan Roh Kudus. Pesan kitab sudah diringkas dalam satu halaman yaitu pengakuan iman. Pertama-tama Alkitab itu di tafsirkan oleh Allegorical => inilah salah satu metode dalam menafsir. Allegorical, tipologi => melihat kedepan dengan tidak hanya bayang-bayang lagi melainkan nyata dan wujud Kristus.

Refleksi:

  1. Setiap orang percaya dan kitab suci (Alkitab) suatu hal yang tidak dapat dipisahkan. Membaca Alkitab berarti memahami tujuannya yaitu supaya orang percaya mengalami Theosis.
  2. Alkitab yang tidak berisi sebatas tulisan saja melainkan untuk mengoreksi setiap orang percaya, menyatakan kesalahan, menyucikan diri, untuk mencapai theosis.
  3. Allah yang mewahyukan diri-Nya, membuktikan bahwa manusia tidak bisa datang kepada Allah, sehingga Allah sendiri yang datang dari awal sejarah hingga akhir. Allah membangun hubungan intim kepada manusia.
  4. Memiliki hubungan intim dengan pribadi Ilahi itu harus direspon dengan Iman setiap orang percaya.
  5. Merespon setiap tulisan di kitab suci dengan cara belajar teologi, berteologi, dll.

Marniwati Gulo

STT Soteria Purwokerto

Dr. Hendi Wijaya, S.S