THEOSIS

Bagian 1

Theosis berasal dari kata “Theo” artinya Allah dan “osis” artinya proses. Maka Theosis merupakan proses menjadi segambar dan serupa dengan Allah melalui Yesus Kristus sebagai Anak yang menyatakan siapakah Allah itu.

Theosis => mengalami cahaya yang dialami oleh Kristus yang bersinar, seperti Yesus yang mengalami transfigurasi. Kita dapat menjadi manusia terang yang bersinar dan memancarkan terangnya kepada dunia.

Ada yang perlu kita kerjakan dalam kehidupan rohani ini seperti yang Kristus alami dengan merasakan kemuliaan itu. Mencapai cahaya kemuliaan dan tubuh kemuliaan yang tidak fana dari Kristus itulah yang disebut dengan Theosis. Manusia dalam kehidupan sekarang ini memiliki tubuh dan mengenakan tubuh yang hina semenjak manusia pertama jatuh dalam dosa. Jika ada orang yang sudah di baptis dan menjadi manusia baru dengan mengenakan pakaian Kristus dan mengenakan pakaian kekal itu. Baptisan merupakan kuburan bagi manusia lama kita dan Rahim bagi manusia baru kita. Baptisan gambaran dari maut yang telah dikalahkan oleh kemenangan yang dikerjakan oleh Kristus 1 Kor 15:54. Orang yang dibaptis di dalam Kristus, ia telah mengenakan Kristus Galatia 3:27. Melalui hidup di dalam Kristus dan Kristus di dalam kita itu artinya kita telah mengambil bagian dari kuasa Ilahi yang berupa cahaya kemuliaan.

Yesus Kristus sebagai terang kemuliaan itu sendiri dan terang yang memancarkan sinarnya dan menerangi kegelapan dunia dari dosa Yoh. 1: 4-5. Kita yang telah dibaptis di dalam Kristus dan menjadi anak-anak Allah akan menjadi makhluk terang ditengah-tengah kegelapan dunia. Dengan menjadi makhluk terang apa yang akan kita kerjakan? Dengan kita mengambil bagian dari terang kemuliaan Allah. Kita tidak dapat menerangi orang lain dan sekitar kita tanpa ada terang itu di dalam kita. Untuk mendapatkan terang itu, maka tetap berada di dalam sumber terang itu di dalam doa dan latihan-latihan rohani lainnya.

Bagian 2

Theosis => proses menjadi seperti Allah. Proses itu kita lakukan sebagai usaha untuk mengalahkan dosa. Semakin kita merasakan cahaya itu kita semakin serupa dengan Kristus.

Proses yang seperti apakah yang kita kerjakan? setelah menjadi manusia baru Filipi 4:24, tidak berhenti di situ saja melainkan kita tetap memperbarui Nous kita. Sebab di dalam kita masih terdapat sesuatu yang menajiskan. Kita mengalami peperangan batin antara Logismoi Sakos (keinginan daging) dan Logismoi pneumatos (keinginan roh). Nous terus dijaga supaya tetap memilih Logismoi Pneumatos (keinginan Roh). Nous yang menentukan gelap terangnya tubuh kita. Menjaga Nous dapat dikerjakan melalui kita tetap berjaga-jaga di dalam doa dan mengarahkannya pada hal-hal yang dari atas Kol 1:1-2.

Theosis => Kita terbenam dalam kemuliaan Allah

Bagian 3:

Energy Allah dalam dirimu. Energy => “mengerjakan” menurut terjemahannya Inggris dan Indonesia. Tetapi Allah itu bukan mengerjakan dalam konteks ini melainkan Ia memberikan energynya, sehingga energy Allah tetap ada di dalam kita.

Kita adalah anak-anak Allah tetapi masih belum nyata 1 Yoh. 3:2; Galatia 4:19, oleh sebab itu kita terus mengerjakannya sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam kita. Tetapi bukan kita yang mengerjakannya melainkan Allah yang mengerjakannya di dalam kita Filipi 2:12. Allah yang mengerjakannya bukan berarti kita tinggal hanya diam, akan tetapi Allah memberikan Energy Ilahi-Nya untuk kita dapat mampu mengerjakannya hingga rupa Kristus itu menjadi nyata di dalam kita.

Bagian 4:

Allah sebagai cahaya dan api sedangkan kita ibarat batubara yang tidak berguna, berdebu, hitam gelap, dingin dan tidak menarik. Tetapi batubara memiliki satu kelebihan yaitu tidak terbakar dan menahan api. Demikian juga dengan kita yang dipenuhi dengan gelap (dosa) tetapi dengan api (Allah) maka batubara itu berubah warna dan bersinar, sebab kita telah masuk dalam Energy Allah. Manusia sungguh-sungguh diambil alih oleh Energy hadirat Allah. Theosis adalah merasakan kehadiran Allah sepenuhnya dan menikmatinya melalui Energy kehadiran Allah.

Di dalam Gereja Orthodox:

Menyalakan lilin di depan ikon dan berdoa. Tetapi bagi orang melakukan hal ini sesuatu hal yang melakukan penyembahan berhala. Benda-benda ini bukan benda yang digunakan untuk jimak. Tetapi ikon merupakan salah satu yang menolong kita agar bisa melihat mereka yang sudah meninggal. Ketika kita berdoa dengan lilin maka menolong kita untuk menjadi manusia terang atau terang dunia dalam ikon ini.

Nama              : Marniwati Gulo

Semester         : V (lima)

Tugas              : ke 6

Dosen              : Dr. Hendi Wijaya, S.S

M. Kuliah       : Etika Kristen

Nous (bagian 1)

22. The intelligent soul endeavours to free itself from error, delusion, boastfulness, deceit, from jealousy, rapacity and the like, which are works of the demons and of man’s evil intent. Everything is successfully achieved through persistent study and practice when one’s desire is not impelled towards base pleasures.

Intelec dari jiwa kita berusaha untuk membebaskan diri dari kesalahan, khayalan, kesombongan, tipu daya iblis, kecemburuan, ketamakan dan sejenisnya, yang merupakan karya iblis dan niat jahat manusia. Dan Semuanya ini berhasil dicapai melalui studi dan latihan yang gigih, ketika keiginan seseorang tidak didorong menuju kesenangan dasar.

Maksudnya => yang bekerja utama dalam hidup kita adalah kerja dari Nous atau Intelec

23. Those who lead a ‘life of frugality and of self-privation deliver, themselves from dangers and have no need of protection. By overcoming all desire, they easily find the path that leads to God.

Mereka yang menjalani kehidupan berjaga-jaga, melepaskan diri dari bahaya dan tidak membutuhkan perlindungan. Dengan mengatasi semua nafsu, mereka dengan mudah menemukan jalan yang mengarah kepada Allah.

24. Intelligent men have no need to listen to much talk, but should attend only to that which is profitable and guided by God’s will. For in this way men regain life and eternal light.

Seseorang yang memiliki Nous tidak perlu mendengarkan untuk banyak bicara, tetapi harus memperhatikan hanya apa yang baik dan dibimbing oleh kehendak Allah. Karena dengan cara ini manusia mendapatkan kembali kehidupan dan cahaya kekal.

25. Those who seek to lead a life of holiness, enjoying the love of God, should free themselves from presumption and all empty and false self-esteem, and should try to correct their life and way of thinking. For an intellect that steadfastly enjoys the love of God is a way of ascent to Him.

Orang-orang yang berupaya menjalani kehidupan yang suci, menikmati kasih Allah, harus membebaskan diri mereka dari anggapan dan semua harga diri yang kosong dan salah, dan harus berusaha memperbaiki kehidupan dan cara berpikir mereka. Bagi seorang yang memiliki intelek yang gigih menikmati kasih Allah adalah cara untuk naik kepada-Nya.
Maksudnya => jika kita memiliki cinta kepada Allah intelec kita naik kepada-Nya.

26. There is no profit in studying doctrines unless the life of one’s soul is acceptable and conforms to God’s will. The cause of all evils is delusion, self-deception and ignorance of God.

Tidak ada untungnya dalam mempelajari doktrin kecuali kehidupan jiwa seseorang dapat diterima dan sesuai dengan kehendak Allah. Penyebab semua kejahatan adalah khayalan, penipuan diri sendiri dan ketidaktahuan akan Allah.

27. Concentration on holiness of living, together with attentiveness to the soul, lead to goodness and the love of God. For he who seeks God finds Him by overcoming all desires through persistence in prayer. Such a man does not fear demons.

Konsentrasi pada kekudusan hidup, bersama dengan perhatian pada jiwa, menuntun pada kebaikan dan kasih Allah. Karena dia yang mencari Allah menemukan Dia dengan mengatasi semua keinginan melalui kegigihan dalam doa. Orang seperti itu tidak takut pada setan-setan.

Artinya => berpusat pada jiwa (selalu dari dalam) sehingga menuntun pada kasih Allah dan tidak takut pada setan-setan. Artinya semua mengatasi keinginan atau angan-angan berbuat jahat.

28. Those who are deluded by worldly hopes, and know how to practise the life of holiness only in theory, are like those who employ drugs and medical instruments without knowing how to use them or bothering to learn. Therefore, we must never blame our birth, or anyone but ourselves, for our sinful actions, because if the soul chooses to be indolent, it cannot resist temptation.

Setiap manusia diciptakan dengan memiliki jiwa, tetapi tidak semua manusia memiliki Nous. Nous adalah inti dari jiwa manusia. Memang semua manusia memiliki jiwa tetapi tidak semua mempergunakannya dengan baik dan tidak berfungsi. Melalui kita membaca tulisan-tulisan dari bapa Philokalia atau orang-orang kudus, bapa-bapa gereja, membuat kita lebih mudah untuk mengenal Allah melalui Nous yang kita miliki. Nous (Mind/Intelek) dan hati (Heart/Batin) adalah dua fakulti utama di dalam jiwa (soul) manusia. Nous ada di dalam hati dan hati merupakan wadah dari jiwa manusia. Nous dan jiwa adalah dua hal yang berbeda. Hati merupakan tempat kediaman Nous/ intelec kita. Ada juga bapa philokalia yang mengatakan bahwa Nous merupakan mata jiwa, Hegemonikon, dan logos Kristus. Berbicara tentang Nous bukan berbicara tentang masalah fisik melainkan metafisik yang membentuk spiritual kita manusia.

Mereka yang tertipu oleh harapan duniawi, dan tahu bagaimana mempraktikkan kehidupan kekudusan hanya secara teori, seperti mereka yang menggunakan obat-obatan dan peralatan medis tanpa mengetahui cara menggunakannya atau bersusah payah untuk belajar. Karena itu, kita tidak boleh menyalahkan kelahiran kita, atau siapa pun selain diri kita sendiri, atas tindakan berdosa kita, karena jika jiwa memilih untuk malas, itu tidak dapat menahan godaan.

Untuk lebih mengenal dan mengetahui lebih dalam lagi arti dari Nous, mari kita bersama-sama belajar dari apa yang dikatakan kitab suci tentang Nous ini.

  1. Lukas 24:45 => Nous inilah yang bisa mengerti kebenaran kitab Suci
  2. Roma 1:28 => Allah membiarkan nous mereka tidak bisa lagi menguji segala sesuatu sehingga mereka melakukan hal-hal yang tidak pantas.

Nous manusia bisa menjadi tidak bernilai karena ignorance of God/ ketidakperluan memiliki pengetahuan tentang Allah.

  1. Roma 7:23 => Hukum Nous berperang melawan hukum dosa. Kalau hukum nous kalah maka ia menjadi tawanan hukum dosa
  2. Roma 7:25 => Nous melayani hukum Allah sedangkan daging melayani hukum dosa.
  3. Roma 11:34 => Allah memiliki Nous
  4. Roma 12:2 => Nous manusia bisa diperbaharui supaya tidak hidup serupa dengan dunia tapi memiliki dokimazo atau kemampuan memilih/membedakan yang mana kehendak Allah.

Nama              : Marniwati Gulo

Semester         : V (lima)

Tugas              : ke 7

Dosen              : Dr. Hendi Wijaya, S.S

M. Kuliah       : Etika Kristen

Menjaga Nous

Sunset, Caprera, Maddalena Archipelago, Sardinia

Nous sangat perlu untuk dijaga. Sebab semua kendali pilihan kita tergantung pada Nous ini. jika kita ingin menjadi terang maka mata ketiga/ Nous ini dijaga dari kegelapan dunia. Jika Nous kita pula gelap maka otomatis kehidupan kita gelap/ hidup menurut keinginan daging.

36. Those who consider it a misfortune to lose children, slaves, money or any other of their belongings, must realize that in the fist place they should be satisfid with what is given them by God; and then, when they have to give it back, they should be ready to do so gratefully, without any indignation at being deprived of it, or rather at giving it back – for since they have been enjoying the use of what was nqt their own, they are now in fact returning it.

Mereka yang menganggapnya sial kehilangan anak-anak, budak,uang atau barang-barang lainnya, harus menyadari bahwa dalam tempat pertama mereka harus puas dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan; dan kemudian, ketika mereka harus mengembalikannya, mereka harus siap melakukannya begitu bersyukur, tanpa ada rasa marah karena kehilangan, atau alih-alih mengembalikannya – karena mereka telah menikmati penggunaannya dari apa yang sebelumnya milik mereka, sekarang mereka mengembalikannya.

Maksudnya: merasa puas dengan apa berkat Tuhan yang diberikan kepadamu, kita mengembalikannya dengan bersyukur dan tanpa harus merasa kehilangan. Tetap bersyukur jika apa yang kita miliki hilang dan meninggalkan kita.

37. A good man does not sell his inner freedom for money, even if he happens to be offred a huge sum. For things belonging to this life are like a dream, and the fantasies of wealth are uncertain and short-lived.

37. Orang yang baik bahkan tidak menjual kebebasan batinnya untuk mendapatkan uang
jika dia kebetulan banyak uang. Untuk hal-hal yang termasuk dalam hidup ini seperti mimpi, dan fantasi kekayaan tidak pasti dan berumur pendek.

Aplikasi: Kekayaan dunia tidak menjual kebebasan batiniah kita.

38. Those who are truly men must ende avour to live with holiness and love of God, so that their holy life shines before others. Since men take pains to decorate white garments with narrow purple stripes which stand out and attract attention, how much more assiduously should they cultivate the virtues of the soul.

38. Mereka yang benar-benar manusia harus berusaha untuk hidup dengan kekudusan dan cinta Allah, sehingga kehidupan suci mereka bersinar di depan orang lain. Sejak para manusia bersusah payah menghiasi pakaian putih dengan warna ungu sempit garis-garis yang menonjol dan menarik perhatian, apa lagi tekun mereka harus menumbuhkan kebajikan jiwa.

39. Sensible people should examine carefully both their strength and the degree of alertness of their soul’s powers; in this way they should make ready to resist the passions in accordance with the strength implanted in their nature by God. It is self? Control which resists beauty and all desire harmful to the soul; it is fortitude which resists pain and vant; it is forbearance which resists abuse and anger; and so on .n

39. Orang yang bijaksana harus memeriksa dengan saksama kekuatan dan tingkat kewaspadaan kekuatan jiwa mereka; dengan cara ini mereka harus siap menahan nafsu sesuai dengan kekuatan yang ditanamkan dalam sifatnya oleh Allah. Ini adalah kontrol diri yang menolak keindahan dan semua keinginan yang berbahaya bagi jiwa; itu adalah ketabahanyang menahan rasa sakit dan kesia-siaan; kesabaranlah yang menolak pelecehandan kemarahan; dan seterusnya.

40. A man cannot become good and wise immediately, but only through much effrt, reflection, experience, time, practice and desire for virtuous action. The man who is good and enjoys the love of God, and who truy knows Him, never ceases to do ungrudginglyall that accords with His will. Such men are rare.

40. Seorang manusia tidak bisa menjadi baik dan bijaksana dengan segera, tetapi hanya melalui banyak usaha, refleksi, pengalaman, waktu, latihan dan keinginan untuk melakukan kebajikan. Manusia yang baik dan menikmati kasih Allah, dan yang benar-benar mengenal-Nya, tidak pernah berhenti melakukan ketaatan sesuai dengan kehendak-Nya. Manusia seperti itu jarang terjadi.

41. Men of dull wits should not despair of themselves and become lazy, disdaining the life of virtue and of love for God as being un­attainable and incomprehensible to them. They should, instead, exercise such powers as they possess and cultivate themselves. For even if they cannot attain the highest level in respect of virtue and salvation, they may, through practice and aspiration, become either better or at least not worse, which is no small profit for the soul.

41. Orang yang berpikiran jernih seharusnya tidak putus asa dan menjadi malas, meremehkan kehidupan kebajikan dan kasih akan Allah sebagai hal tidak dapat dicapai dan tidak bisa dimengerti oleh mereka. Mereka sebaliknya, menggunakan kekuatan yang mereka miliki dan mengolahnya sendiri. Bahkan jika mereka tidak dapat mencapai tingkat tertinggi dalam hal kebajikan dan keselamatan, mereka mungkin bisa mencapai melalui latihan dan doa, menjadi keduanya lebih baik atau setidaknya tidak lebih buruk, yang bukan kebaikan kecil bagi jiwa.

42. Through his intelligence man is linked to that power which is ineffble and divine; and through his bodily nature he has kinship with the animals. A few men – those who are perfect and intelligent endevour both to root their mind in God the Saviour and to keep their kinship with Him ; and this is manifest through their actions and holiness of life. But most men, being foolish in soul, have renounced that divine and immortal sonship, turning towards a deadly, disastrous and short-lived kinship with the body. Concern’ing them selves, like animals, with material things and enslaved by sensual pleasures, they separate themselves from God; and through their desires they drag down their soul from heaven to the abyss.

42. Melalui nousnya manusia terhubung dengan kekuatan itu yang tak terlukiskan dan ilahi; dan melalui sifat tubuhnya ia memiliki sifat seperti binatang. Beberapa orang yang sempurna dan berintelek akan berusaha keras untuk mempertahankan pikiran mereka dalam Tuhan Juruselamat dan untuk menjaga pikiranya dengan-Nya; dan ini nyata melalui tindakan mereka dan kekudusan hidup. Tetapi kebanyakan manusia yang bodoh dalam jiwa mereka, menarik diri dari persaudaraan yang kekal dan Ilahi, beralih kepada persaudaraan dengan tubuh yang berumur pendek, bencana dan mati. Menganggap diri mereka seperti binatang, dengan benda-benda materi dan diperbudak oleh kesenangan duniawi, mereka memisahkan diri mereka dengan Allah; dan melalui keinginan mereka, mereka menarik jiwa mereka dari surga jurang yang gelap.
Maksudnya: Nous kita bersinergy dengan Allah sehingga menyatukan pikiran kita dengan Allah di dalam hati kita.

Nama              : Marniwati Gulo

Semester         : V (lima)

Tugas              : ke 8

Dosen              : Dr. Hendi Wijaya, S.S

M. Kuliah       : Etika Kristen

Mengulang Kembali

Mengulang kembali materi kita tentang bagaimana kita dapat menceritakan Allah Tritunggal pada kaum awam? Yaitu dengan menggambarkan diri kita sendiri. Dimana kita memiliki Nous yang digambarkan sebagai Allah Bapa, kita bisa berkata-kata yang digambarkan sebagai Logos (Firman Allah yang berinkarnasi), kita memiliki roh yang dapat juga disebut sebagai Roh Kudus.

Manusia itu terdiri dari 2 elemen yaitu elemen tubuh jasmani dan elemen secara rohani. Di dalam elemen spirit terdapat Spirit, soul, dan mind. Ayub 2:5-6 = ada elemen material daging dan tulang, 1 Tes 5:23 = terdiri dari tubuh, jiwa dan roh. Kej 2:6-7 => elemen material dan elemen spiritual. Maz 63:2, Yes 31:3, Mat 26:41, Yoh 6:63. 1 Kor 2:14-15. Bagaimana yang disebut dengan jiwa dan roh? Roh => hubungan dengan Allah sedangkan Jiwa => seperti wadah dimana roh ada bersatu di dalamnya. Lebih dari hubungan reason, emosion, dan desire, relasi horizontal kepada sesama manusia. Soul dan spirit dikendalikan oleh Nous. Jiwa dan roh satu unsur di dalam spiritual. Nous inilah gambaran dari Allah Bapa, roh ini menjadi titik perjumpaan manusia dengan Allah.

Apa yang membuat Nous kita gagal menjaga hati?

Kita dapat gagal untuk menjaga Nous dengan tidak berdoa dan tidak berjaga-jaga. Apa yang membuat manusia itu tidak mengashi Allah? Sebab Allah masih tetap tidak memaksa kita: Nous, Hati, dan kehendak bebas. Sebab manusia ia hendak mengikuti kehendak bebasnya untuk tidak mengasihi Allah dan melakukan keinginan daging.

St. Simeon melanjutkan dengan mengatakan, “… intelek/nous menjaga hati ketika berdoa; ia harus selalu berpatroli di dalam hati ….” Kata-kata ini harus menarik perhatian kita, “Nous harus selalu berpatroli di dalam hati ”Karena perintah Tuhan kita untuk “membersihkan bagian dalam cawan sehingga bagian luar juga menjadi bersih” (Mat 23:26), ia melanjutkan dengan mengatakan bahwa para bapa gereja, “Meninggalkan semua bentuk kerja spiritual lainnya dan berkonsentrasi sepenuhnya pada satu tugas menjaga hati ini, yakin bahwa melalui praktik ini mereka juga akan memiliki setiap kebajikan lainnya, sedangkan tanpa berjaga-jaga tidak ada kebajikan lain yang dapat ditegakkan dengan kuat.” Tanpa berjaga-jaga tidak akan ada kemurnian hati, tanpanya tidak ada yang bisa melihat Allah. Menulis tentang pentingnya menjaga hati, St. Simeon berkata lagi, “Bagi seseorang yang menginginkan kelahiran kembali secara rohani, langkah pertama menuju cahaya adalah menjaga hati; karena tanpa itu nafsu akan semakin menguasai dirinya.”

Melalui Doa Puja Yesus, Kristus mengendalikan nous dan hati kita. Dia menjadi seperti polisi lalu lintas yang bertugas di persimpangan jalan-jalan yang sibuk dan mengarahkan arus mobil dan pejalan kaki (logismoi) yang mengalir. Ketika tidak ada polisi lalu lintas di pos, kita mengalami kekacauan dan tabrakan. Pandemonium memerintah. Tidak demikian ketika kita memanggil Juruselamat untuk mengarahkan lalu lintas pikiran dalam nous dan hati kita. Lalu ada koordinasi, harmoni, keseimbangan, kedamaian dan sukacita dalam hidup kita.

Mendiamkan nous adalah tugas yang sangat sulit. Sulit untuk menjaga nous dari berpikir, berpikir, berpikir, berfantasi, berfantasi, berfantasi, selamanya menghasilkan pikiran-pikiran (logismoi) dalam aliran yang tidak pernah berakhir. Para bapa Philokalia telah mengajarkan kita cara mengendalikan nous. Itu adalah dengan menggunakan satu pikiran untuk membersihkan diri kita dari semua pikiran lain yang berusaha mengerumuni nous. Satu pikiran itu adalah Doa Puja Yesus atau hanya nama “Yesus” yang didoakan dengan penuh doa. Dengan mengencangkan nous pada nama Yesus yang kuat, kita dimampukan untuk menutup nous dengan suara Setan dan membukanya untuk suara Allah, menjaga semua suara iblis yang berusaha mengganggu. “Dia yang telah mencapai keheningan (batin) telah mencapai esensi dari iman Kristen,” tulis St. John Climacus. Tujuan dari Doa Puja Yesus adalah untuk mencapai keheningan seperti itu dengan “berdiri di hadirat Allah dengan nous di dalam hati.”

Ketika kita membiarkan logismoi negatif, pikiran-pikiran jahat, memasuki hati, mereka mencemari hati seperti virus. Ketika logismoi negatif memasuki aliran darah, mereka memiliki efek yang sama seperti jarum beracun. Racun menembus dan menyebarkan zat mematikan melalui seluruh jiwa. Hati kemudian terkontaminasi sampai mati. Untuk mengatasi kontaminasi semacam itu, kita perlu membuat antibodi spiritual untuk menghancurkan virus mematikan dari logismoi. Antibodi spiritual semacam itu diciptakan melalui kewaspadaan atau nepsis, pertobatan, pengakuan dosa, pembacaan firman Allah, Perjamuan Kudus, dan Doa Puja Yesus. Beberapa Bapa Gereja mengatakan bahwa setelah pikiran kita disucikan dan disatukan melalui Doa Puja Yesus, “Pikiran-pikiran atau logismoi kita berenang seperti lumba-lumba yang bahagia di laut yang tenang.”

Tahap terjadinya dosa melalui Nous:

  1. Nous atau mind menerima godaan atau stimulasi, yang merupakan kata lain dari pencobaan. Ini disebut prosbole dalam bahasa Yunani. Ini seperti Setan yang mengetuk pintu. Jika nous waspada, penuh perhatian, ia akan melihat itu sebagai provokasi dan akan menutup pintu pada pencobaan, atau, seperti yang dikatakan beberapa Bapa Gereja, “Jika iblis mengetuk pintu nous Anda, kirimlah Yesus ke pintu.” Dan itu adalah Doa Puja Yesus. Tidak ada dosa yang terlibat dalam tahap pertama ini. Bahkan Yesus pun dicobai.
  2. Jika kita tidak menutup pintu, jiwa akan berdialog dengan stimulasi / godaan seperti yang dilakukan Hawa dengan ular. Para bapa memperingatkan kita tentang bahaya besar berdialog dengan Setan, karena dia jauh lebih bijaksana daripada kita dengan pengalaman beribu tahun merayu para korbannya. Langkah kedua ini disebut sindiasmos atau dialog. Namun pencobaan tahap kedua ini tidak ada pertanggungjawaban sebab tidak ada dosa yang dilakukan. Ini adalah percakapan, meskipun berbahaya, antara Setan dan jiwa.
  3. Tahap penyatuan atau penggabungan di mana nous menyetujui pencobaan (logismos) dan mulai memikirkannya. Keputusan sudah diambil. Ini disebut synkatathesis atau persetujuan. Ini adalah awal dari dosa. Ini adalah tahap yang Yesus maksudkan ketika Dia mengatakan bahwa jika Anda memandang seorang perempuan dengan penuh nafsu dan mengingininya di dalam hati, Anda telah melakukan perzinahan. Namun ini masih dalam persetujuan tahap ketiga. Belum ada tindakan yang terjadi. Masih dimungkinkan dengan rahmat Allah kita dibebaskan dari tahap persetujuan ini.
  4. Tahap keempat dan terakhir dalam proses dosa adalah tahap terbelenggu (captive). Di sini kita jatuh sepenuhnya di bawah kuasa pencobaan sehingga kita tidak lagi bebas untuk menolaknya. Tahap ini menjadi gairah, obsesi, kecanduan, dan kita menjadi tawanannya. Kita dipenjara karenanya.

THE SECOND COMING OF CHRIST

Kedatangan Kristus yang datang dengan kemuliaan dan kebanggaan dalam status sebagai Anak Allah. Kata Hippolytus: kedatangannya yang kedua dalam kemuliaan. Yang pertama itu adalah memberi pandangan terhadap kesabarannya dan yang kedua adalah tentang penghakimannya. Kedatangan Kristus yang pertama itu ibarat seorang pengacara yang dapat menolong dan membela kita. Tetapi kedatangannya yang kedua bukan lagi sebagai pengacara melainkan sebagai hakim yang adil dan jujur. Sebab kita di hadapan hakim maka kita sedang terdakwa, tidak ada lagi wkatu untuk kita untuk memimta belas kasihan dari Allah. Demikianlah kita hanya dapat meminta kasih Allah itu semasa masih hidup. Yang pertama Dia datang dengan kerendahan hati dan yang kedua datang dengan kemuliaan dan sebagai hakim yang adil. Matius 24:29-31 => tanda-tanda kedatangan Anak Manusia. Para malaikat yang akan mengumpulkan semua orang yang sudah percaya akan dibangkitkan dan akan dibawa di atas awan. Ini terjadi dalam satu moment dan kedatangan Kristus kedua ini tiba-tiba dan tidak terduga bahwa kita sendiri tidak sadar kalau tidak mempersiapkan diri. Matius 23:42, Lukas 21:34-36 demikianlah kita untuk berjaga-jaga dan berdoa untuk meminta belaskasihan Allah dan mempersiapkan diri kita dalam kedatangan Kristus yang kedua. Kis 1:6-11 => kedatangan Kristus kembali. Yak. 5:8, 1 Petrus 4:7, 1kor 15:51, Ibrani 10:7 => kedatangan Kristus sudah dekat. Artinya kita sudah siap untuk menghadapi kedatangan Kristus, tidak ada rasa takut lagi. 1 Tes 4:15-17 inilah kerinduan Rasul Paulus akan kedatangan Kristus. 2 Tes 2:1-9 yang menjadi tanda-tanda kedatangan Kristus: ada yang murtad, Antikristus (menjadikan dirinya Tuhan), anak durhaka yang telah ditahan. Si pendurhaka akan datang dan duduk di bait Allah artinya Si pendurhaka ini menghina Yesus Kristus dan duduk di atas Kristus dan gereja. Pengikut si anak pendurhaka yaitu orang-orang yang Murtad dan antikristus-2 kecil 1 Yoh. 2:18 => sebelum ada anak Antikristus itu sudah ada antikristus-2 lain. Mereka berasal dari dalam kita dan tidak sungguh-sungguh bersama-sama dengan kita. Merekalah orang-orang yang meninggalkan imannya atau murtad. 1 Yoh 2:22 dialah si pendusta, tanda-tanda kemurtadan mereka adalah menolak Allah Tritunggal. Setiap ajaran yang menolak Tritunggal dan menolak Yesus sebagai Kristus, merekalah antikristus itu.

Kedatangan-Nya akan ada tipologi dengan mendirikan gereja yang palsu dan akan menunjukkan dirinya bahwa dialah tuhan. Bait Allah ini tipologi dari gereja yang palsu 2 Tes 2:4. Mereka semua berasal dari dalam dan dari antara orang-orang percaya yang telah murtad dan menolak Allah Tritunggal. Akan tetapi, kita harus tetap waspada dan berjaga-jaga dalam menghadapi mereka sebab Allah kita lebih besar kuasanya dari pada mereka.

Marniwati Gulo

Dogmatika 4

Semester 5

Tugas ke 14

04 November 2019

Dosen: Dr. Hendi Wijaya, S.S

Sudahkah Namamu Terdaftar

Lukas 16:22 => orang kaya yang tidak memiliki nama melambangkan orang yang masuk ke neraka. Wahyu 20:15 => orang tanpa Kristus (karena di dalam Kristus nama kita tertulis). Setiap orang yang ada di dalam Kristus namanya akan tertulis di buku kehidupan di Kerajaan Surga. Ibrani 12:22-23 => anak-anak-Ku, itulah nama2 yang tertulis. Lukas 10:20 => bersukacitalah nama orang yang terdaftar di Sorga. Artinya kita manunggal kepada Kristus dan berada di dalam Kristus. Filipi 3:21 => beriman kepada Kristus dan dibaptis di dalam Kristus sehingga kita menjadi bagian dari Kristus di dalam kemuliaan dan kita secara hukum kita sudah menjadi kewarganegaraan Surga. Efesus 2:4-6 => di saat kita dibaptiskan (ikut pada saat penderitaan Kristus, kematian dan kebangkitan Kristus) sehingga kita ikut hidup. Sebab di dalam Kritsus Ia membangkitkan kita juga, kita duduk bersama-sama di dalam Surga di dalam Yesus.

Lukas 23:42-43 => mengalami hari penghakiman kedua tetapi orang itu dituntun oleh malaikat, orang yang telah terdaftar namanya. Lukas 12:19-20, Wahyu 14:13 => jiwa kita pas mati bukan harta kita yang menyertai kita. Tetapi roh2 jahat yang menuntut kita yang membawa kita masuk ke dalam Hell. Ibrani 9:27, Yoh 14:30, Ef 2:2 => selain dari kekuatan dari Allah tetapi ada roh lain yang menguasai dunia ini yaitu penguasa angkasa. Yang selalu mencari cara untuk menjatuhkan Yesus. Lukas 4:13 => roh ini yang menyeret kita dan menuntut kita. Yoh 14:30 => tetapi Yesus mengalahkannya dan tidak lagi berkuasa atas kita. Di situ kita lihat betapa hebatnya Roh Anak Allah dari pada roh penguasa angkasa ini. Efesus 2:2 => oleh sebab itu tetaplah hidup di dalam Dia, iblis itu aktif terus mencari mangsanya. Roh jahat dapat menguasai kita melalui kelemahan-2 kita. Matius 12:24, Efesus 6:12 =>di bawah kuasa lusifer ada beberapa roh-roh jahat, penguasa, pemerintah dan penghulu. Daniel 10: 12 => di dalam dunia ini ada roh2 jahat yang mengendalikan kerajaan2 itu. Daniel 10:13 => malaikat penjaga kita mengantarkan kita dan menuntun kita untuk melewati roh-roh angkasa itu. 2 Petrus 2:4 => Tartarus tempat sementara orang yang jatuh. Tetapi ada tempat yang tersedia bagi orang yang tidak jatuh atau yang berada di dalam Kristus yaitu Firdaus yang menjadi tempat kediaman orang-orang yang kudus.

Sudahkah namamu terdaftar di dalam kerjaan Surga, dan nama apakah yang ditulis oleh Tuhan kepadamu?

Mengapa kita berdoa bagi orang mati? Matius 12: 32 => dosa apa saja pasti diampuni jika ia menentang Yesus sebelum ia mengenal Yesus tetapi jika menentang roh Kudus maka ia tidak diampuni sebab tidak ada terang yang mampu menerangi Dia lagi, di dalam dunia ini dan dunia yang akan datang. Manusia yang masih hidup dapat berdoa bagi setiap orang yang sudah meninggal. Baik 2 hari setelah meninggal maupun 40 hari setelah meninggal. Kita dapat berdoa bagi mereka 40 hari setelah kematian, mendoakan mereka untuk dapat berjalan melewati dan mengalahkan setiap penguasa-penguasa angkasa yang menuntut setiap manusia. Tetapi malaikat yang bersama dengan jiwa yang mereka menuntun mereka dan dengan bantuan kita orang hidup mereka juga dapat memperoleh kemenangan itu di dalam kasih karunia Allah Bapa did alam Yesus Kristus melalui Roh Kudus.

Refleksi:

Marilah mulai periksa dirimu, nama apakah yang akan dipanggil kepadamu nanti? Dengan kita terus berada di dalam Kristus dan tidak keluar dari area keberadaan Tuhan Yesus Kristus. Bagaimana caranya yaitu tetap menjaga Nous kita di dalam doa dan berjaga-jaga.

Marniwati Gulo

Dogmatika 4

Semester 5

Tugas ke 13

21 October 2019

Dosen: Dr. Hendi Wijaya, S.S

Roma 8:5 Memilih Yang Jelas Dan Baik

Memikirkan atau berpikir maksudya adalah kerja dari batin/ Nous bukan hanya sekedar memikirkan secara jasmani saja. Kerja pikiran dari hasil pikiran otak kita tidak memakai kata “Fphorneo/ Nous” dalam bahasa asli yang merupakan kerja jiwa tetapi kerja dari otak yaitu logismoi, logos, afhogleto, proseko, memperhatikan Filipi 2:5. Kata memikirkan di dalam ayat ini tidak memakai kata “Estumeonai” yang artinya berpikir biasa pikiran dari otak. Tetapi memakai kata “Fhornew” yang melihat daging dan roh Roma 8:13. Filipi 2:5 => hendaklah Nous Kristus itu terdapat juga di dalam diri kamu. Filipi 4:8 => manifestarsi dari tubuh atau hasil dari pikiran otak (merupakan hal-hal yang dari roh). Galatia 5:17. Matius 15:18 => apa yang keluar dari mulut berasal dari hati. Kata daging berarti kerja jiwa bukan soal daging dari tubuh. Daging di dalam jiwa kita adalah semua yang bertentangan dengan yang tertulis di dalam Filipi 4:8 atau segala keinginan yang bertentangan dengan keinganan roh. Nous kerja jiwa mendatangkan Logismoi pneumatos atau logismoi baik yang memikirkan semua hal-hal yang tertulis di dalam Surat Filipi 4:8 supaya kita memiliki keinginan roh sedangkan jika jiwa yang keinginannya diarahkan dengan daging maka segala keinginan daging akan menguasai apa yang kita kerjakan. Galatia 5:19,ketika nous memikirkan daging maka akan menghasilkan logismoi yang menimbulkan pikiran daging yang akan timbul perbuatan daging. Jika Nousnya memandang daging maka yang diperbuat adalah pikiran-pikiran yang jahat Markus 7:21 maka hasilnya muncul “Epitumia sarkos” artinya keinginan atau nafsu daging.

Setelah menerima Kristus dan telah menjadi manusia baru 2 Kor 5:17 setiap orang yang di dalamnya ada Yesus ia telah lahir baru. Setelah menjadi manusia baru apa yang ia pikirkan ia harus memperbaharui Nousnya. Sebab di dalam Nous masih terdapat apa yang menajiskan tubuh dan jiwa ini. Nous ini yang menentukan Fronew, Logismoi dan Epitumia apa yang kita miliki, baik itu yang bersifat penumatos maupun sarkos. Semuanya ini tergantung pada Nous.

Filipi 2:5 => kita memiliki pikiran (Fhroneo) sama dengan Kristus, 1 Kor 2:16 (Nous Kritsus). Kapan kita memiliki pikiran Kristus Galatia 3:27 (kita mengenakan Kristus), Kolose 3: 10 mengenakan manusia baru yang terus menerus diperbaharui, sebab kita mengenakannya masih belum sempurna. Galatia 4:19 => rupa Kristus menjadi nyata atau rupa Kristus dibentuk di dalam kamu. Dari Fhronew timbul logismoi Filipi 4:8.

Kadang dalam menjadi segambar dengan Kristus itu melenceng sehingga menjadi “fhorneo tes sarkos” Roma 8:5. Timbul “logismoi sarkos” (jahat) Markus 7:21. Menghasilkan “Epitumia sarkos” Galatia 5:17 terjadilah Yakobus 1:15 “pembuahan” artinya jika Epitumia ini tidak dibuahi maka tidak menjadi dosa, jika dibuahi akan menghasilkan “sarkos”.

Roma 12:2 => kita juga memiliki “dokimaso” atau pikiran tentang kehendak Allah. 1 Kor 13:11 => memiliki sifat kanak-kanak, masih manusia daging. 1 Kor 3:1 => belum dewasa dalam Kristus. 13:11 => menjadi manusia rohani dan menjadi dewasa di dalam Kristus yang selalu memikirkan hal-hal dari roh yang menghasilakn “logismoi” Filipi 4:8 pikiran-pikiran, juga menghasilkan “Epitumia pneumatos” artinya nafsu Galatia 5:16-17. Yakobus 1:15 “Epitumia ini mesti di buahi atau pembuahan, jika dibuahi maka menghasilkan “karpos, buah roh” Yakobus 1:22.

Dalam mengajar dan membahas ayat Alkitab yang tidak hanya sekedar tahu data melainkan ajaran firman itu bisa menjadi seperti pedang yang bermata dua yang dapat menembus dinding spiritual kita. Tujuan dari semua ini adalah untuk dapat mengenal Allah lebih dan mengenal diri saya sendiri. Jiwa diperbaharui di dalam tubuh ini sejak kita mengenakan Kristus sebab jiwa kita masih bayi dan ingin menjadi dewasa sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam kita Galatia 4:19. Theosis adalah proses menjadi dewasa atau proses pembaruan yang bentuk pasif artinya Allah yang mengerjakan perbaruan tersebut di dalam kita. Bukan dalam arti kita yang tidak bisa berbuat apa-apa melainkan kita diajak untuk bersiergy dengan kemuliaan Allah 1 kor 3:16.

Kita adalah manusia baru yang sudah mengenakan pakaian Kristus, terus apa yang harus kita pikirkan yaitu saya harus menjadi segambar dan serupa dengan Kristus atau Theosis. Harus mengalami pendewasaan penuh secara Rohani artinya proses pembaruan. Maksud dari proses pembaruan adalah bersinergi dengan Allah. Mulai dari dalam hati/ batin manusia baru Matius 15:19. Apa yang harus diperbarui? Roma 12:2 yaitu nous atau mata tunggal sebab nous ini yang menentukan gelap dan terangnya hidup kita 1 Kor 2:16. Nous inilah yang harus dipakai untuk mengenakan nous Kristus yang menerangi terus hidup ini. Meperbarui Nous artinya harus mengenakan pakaian Kristus. Di dalam satu manusia baru ini dapat menghasilkan dua fronema yaitu memikirkan hal-hal yang dari daging dan dapat juga memikirkan hal-hal yang berasal dari roh (Roma 8:6). Tetapi di dalam memperbarui nous ini artinya mendatangkan pola pikir roh dengan mematikan fornema sarkos atau pola pikir daging sehingga kita menghasilkan pola pikir rohani yang dari Roh Kudus.

Sebelum fronew kita menjadi fronew sarkos maka segeralah kita melakukan pertempuran batin. Allah tidak mengijinkan iblis langsung menyerang kita melainkan jika kita mengijinkannya dan menerimanya maka iblis yang berkuasa.

Logismoi yang baik kita harus menghasilkan 8 logismoi Filipi 4:8 sehingga yang kita pikirkan semua berasal dari roh. Logismoi yang baik dapat menghasilkan Epitumia pnaumatos sehingga menghasilkan partos penumatos atau buah roh Galatia 5:22-23. Untuk mematikan keinginan daging maka kita menanggalkan dan menyalibkan daging Galatia 5:24. Meyalibkan daging artinya menyalibkan keinginan atau nafsunya.

Marniwati Gulo

Eksegesis PB (Perjanjian Baru)

Semester 5                   

Tugas ke 12

28 October 2019

Dosen: Dr. Hendi Wijaya, S.S

Hosea 1:1-2 Siapa Mempelai Laki-lakimu?

Historikal/ Terjemahan literal

  1. Firman Tuhan yang datang kepada Hosea, anak dari Beeri. Pada waktu Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia, raja dari Yehuda dan juga pada zaman pemerintahan Yerobeam bin Yoas kerajaan Israel
  2. Hosea diperintahkan Allah: kawin dengan perempuan sundal, milikilah anak-anak dari persundalan itu, sebab bangsa ini bersundal membelakangi Allah.

Pada mulanya ketika Allah mulai berbicara kepada Hosea Ambillah istri yang sudah menikah, milikilah anak-anak dari persundalan itu sebab negeri ini memiliki persundalan yang hebat dengan mengabaikan Tuhan. Artinya bangsa ini tidak setia dengan Allah, mereka menyembah berhala. Hosea ada ditengah bangsa Israel yang sudah membelakangi Allah. Pada saat itu dewa Baal dan Asitoret yang disembah dan yang berkuasa, agama-agama yang di luar YAHWEH. Satu-satunya bangsa yang mengenal WAHYEH malah mereka membelakangi Tuhan.

Semantic conten => Christ center & Ecclesial

Apa yang terjadi pada Hosea ini suatu tipologi apa yang akan terjadi kepada Kristus nanti Ibrani 1:1-3. Hosea diutus oleh Allah agar bangsa Israel melihat Allah kembali. Pada saat itu terjadi perzinahan tetapi apa artinya buat kita sekarang yaitu perzinahan Rohani. Apa perzinahan Rohani? Tidak setia kepada pasangannya. Berarti hubungan Israel dengan Allah seperti hubungan suami dan istri. Jika terjadi perzinahan maka mereka tidak setia. Namun, apa hubungannya dengan Kristus? ini menjelaskan tentang hubungan Kristus dengan gerejanya. Kristus adalah mempelai laki2nya dan kita yang disebut dengan anggota-anggota gereja (kita orang percaya) sebagai mempelai perempuannya.

Mengapa Allah menyuruh Hosea menikah dengan perempuan sundah dan memperolah anak dari perempuan sundal itu? Allah mengajarkan kepada kita untuk setia kepada Kristus sebagai mempelai laki-laki. Hosea menikah dengan perempuan sundal itu artinya gereja sebagai mempelai perempuan Kristus harus setia menunggu kedatangan mempelai laki-laki. Jadi, pernikahan Hosea ini merupakan suatu perumpamaan bagaimana Allah itu setia kepada kita sedangkan umatnya tidak setia.

Kristus sebagai mempelai laki-laki yang setia

Gomer = gambaran dari umat Kristen (mempelai perempuan/ gereja)

Gomer itu perempuan sundal artinya kita dapat lihat begitu besar kasih Allah kepada manusia.

Hosea tetap setia kepada istrinya tetapi istrinya tidak. Kadang hubungan kita kepada Allah seperti itu juga kita tidak setia di dalam hati. Roma 13:8-10 => kita bukan hanya dituntut untuk setia kepada pasangan kita tetapi kasihilah dia. Begitu juga dengan hubungan kita kepada Kristus yang bukan hanya kita setia melainkan digenapi dengan berbuat kasih. Efesus 1:4 => tetap kudus dan tidak bercacat, untuk menjadi gereja atau mempelai perempuan yang setia menantikan mempelai laki-laki kita tetap menjaga kekudusan kita dan hidup di dalam kasih.

Spiritual meaning:

  • Kita sebagai mempelai Kristus belajar setia kepada Kristus dan jangan melakukan perzinahan dengan kita menjaga hati ini untuk tetap suci (Matius 5:6).
  • Jangan berzinah, jangan membunuh (hukum taurat) dan sekarang digenapi dengan kasih (mengasihi Dia)
  • Kita seperti perempuan sundal itu yang punya latar belakang hancur tetapi dinikahkan kepada Hosea mempelai laki-laki, sehingga kita diangkat menjadi anak-anak Allah. Tetapi Gomer menikah lagi artinya kita tidak setia lagi (kita melakukan perzinahan rohani) perzinahan rohani misalanya: jatuh dalam dosa yang sama, tidak setia pada pasanganmu, segala dosa yang dimulai dari dalam hati.

Personal

  1. Bagaimana saya dapat menjaga kesucian hati saya, tetap kudus dan tidak bercacat (Efesus 1:4). 1 Kor 7:14 => Kristus tetap setia dan jangan sampai kita juga tidak setia. Roma 3:3-4, kesetiaan kita tidak mengubah kesetiaan Allah. Roma 6:1-2, Matius 6:22-23 => memiliki mata yang terang. Roma 12:2, Amsal 4:23 => menjaga hati (inti dari kehidupan seseorang). Di dalam hati ini dapat mengalir air kehidupan, tetapi di dalam hati juga ada yang mengalir yaitu kehancuran. Amsal 4:23 digenapi di dalam Matius 6:22-23. Efesus 4:23 => Roh dan Nous ini diperbaharui oleh kekuatan Ilahi (anugerah Allah) Roma 5:5. Ciri-ciri orang yang sudah diterangi Roma 6:12-13. Roma 8:13 => mata ketiganya harus terang, sebab mata ketiga ini yang menentukan terang gelapnya tubuh kita. Roma 8:5 =>Nous (mata ketiga) dapat melihat daging dan dapat melihat roh.
  2. Menjaga hati jangan sampai seperti Gomer/ bangsa Israel. Sebab kita adalah mempelai Kritsus yang menjaga kekudusan.

Obedience:

  1. Menjaga Nous, Matius 6:22-23. Nous kita mengarah dan melihat pada keinginan roh, sehingga yang kita lakukan adalah semua yang diinginkan oleh roh bukan keinginan daging.

Marniwati Gulo

Eksegesis PB (Perjanjian Baru)

Semester 5                   

Tugas ke 11

22 October 2019

Dosen: Dr. Hendi Wijaya, S.S