Orthodoxy dan Heterodoxy part 13: Rasul Andreas

Rasul Andreas yang dipanggil, sejak masa mudanya dia sudah benar-benar mencari siapa Mesias itu setelah ia dibaptis oleh Yohanes pembaptis hingga ia menjadi murid terdekat dari Yohanes pembaptis. Pada tanggal 30 November, ia menyerahkan hidupnya kepada Allah. Rasul Andreas diingat setiap tanggal 30 November yang mati martir.

Refleksi saya tentang Rasul Andreas dan ajaran yang membawa saya pada kekekalan:

  1. Mengambil bagian dalam merespon panggilan Kristus melalui kasih karunia-Nya
  2. Pertobatan yang mutlak selalu meninggalkan keinginan daging dan kehidupan lama kita
  3. Memiliki kerinduan untuk mencari siapa itu Mesias
  4. Dimana kita berada disitulah gereja ada artinya kitalah yang dapat mendirikan gereja melalui pemberitaan injil di dalam Kristus.
  5. Kita mencari Allah sebab Allah lebih dulu mencari dan mengenal siapa kita hingga Ia memberikan anugerahnya kepada kita untuk mencari-Nya. Dalam (Yoh 15:16), Allahlah yang memilih kita bukan kita yang memilih Dia.
  6. Gunakanlah waktumu untuk menggunakan kesemptan dalam mencari Allah. Mulailah untuk fokus dan bekerja keras untuk melakukan hal-hal yang bernilai kekal
  7. Jika berharap hanya untuk bahagia maka kamu akan kecewa.
  8. Kita sendirilah yang harus mempersiapkan masa depan kita sebab hidup kita tidak hanya berakhir di dunia ini saja.
  9. Jadikanlah susah payahmu dan kerja kerasmu untuk menjadi tabungan masa depanmu yang kekal.
  10. Berkorbanlah tanpa merasa rugi.

Sumber: Youtube_HendiWijaya, S.S. Bahan ajar mata kuliah: Orthodoxy_dan_Heterodoxy

Marniwati Gulo

Semester 7

Dosen: Dr. Hendi Wijaya, S.S

Orthodoxy dan Heterodoxy part 12: Christianity & Buddhism

Yohanes 4:19-26 (percakapan Yesus dengan perempuan Samaria)

Menyembah Bapa dalam Roh dan kebenaran artinya menyembah Allah Tritunggal, itulah kekristenan bukan lagi menyembah gunung suci, Yerusalem, tempat-tempat yang suci, dll. Kristus datang untuk menghentikan penyembahan-penyembahan berhala. Firman menjadi manusia supaya manusia menjadi sama seperti Allah. Kristus datang untuk merestorasi dunia ini. Kristus datang menggantikan kemanusiaan yang lama menjadi manusia baru.

Apa yang kita kerjakan sebagai orang yang percaya Yesus Kristus:

  1. Terlibat dalam ibadah dan pelayanan untuk memuliakan Allah dan kembali menyembahnya.
  2. Mulailah hidup dengan manusia baru artinya lahir di dalam air (baptisan) dan Roh. Yang dinyatakan dengan berbuat kasih.
  3. Terus bertumbuh dewasa di dalam Tuhan sampai kita mengalami Theosis.
  4. Kristuslah jawaban dari semua agama, jawaban dari kelaparan semua manusia, sebab yang dari awal hilang telah dipulihkan. Kemanusiaannyalah yang dipulihkan.

BUDDHISM

Agama Buddha adalah agama ke 4 terbesar di dunia. Di dalam kitab Damapada: Pikiran itu susah dikendalikan dan dikuasai sehingga pikiran itu dilepaskan dari godaan. Di dalam Kekristenan yang menaklukan pikiran yang liar itu adalah Kristus Yesus. Buddha bukan jalan keselamatan tapi hanya penemu jalan dari keselamatan itu dan mengajarkannya kepada manusia. Salah satu jalannya adalah mengendalikan pikiran. Tujuan akhir dari agama Buddha adalah mencapai Nibana, untuk mencapainya harus melakukan kebajikan dan mampu memahami venomena batin dan jasmani. Perbedaannya dengan agama Kristen adalah caranya memang sama tetapi ada perbedaannya yaitu karena kita lahir dari air dan roh sehingga hidup di dalam Kristus. Di dalah Buddha ada 3 aliran besar yaitu: Theravada (aliran orthodox dalam Buddha), Mahayana (kendaraan Agung), dan Vajarayana.

Ajaran utama dalam agama Buddha, yaitu: Tritama artinya tiga mestika (Buddha, Dhamma, dan Sangha). Buddha didalam kitab sutapitaka artinya orang penemu kebenaran. Tetapi beda dengan Kristen sebab Kristus bukan sang penemu kebenaran tetapi Dialah kebenaran itu (Yoh. 14:6).  Sifat-sifat Buddha: mereka yang sudah suci terbebas dari dosa, yang berbahagia, pembimbing manusia, dan patut dimuliakan.

Mencapai Buddha berarti orang yang sudah melepaskan semua kemelekatan (melepaskan semua yang tidak puas dan yang tidak mulia). Nibana adalah bukan surga, bukan juga suatu tempat tetapi kekosongan mencapai Buddha artinya roh itu bebas dari Lobha, dosa, dan Moha. Nibana bisa dicapai ketika masih hidup ataupun setelah meninggal dunia. Konsep Tuhan dalam agama Buddha adalah Tuhan itu bukan satu pribadi seperti yang orang Kristen percaya. Di dalam Buddha menolak adanya sosok mahakuasa sebagai pencipta dan menyatakan bahwa alam semesta diatur oleh 5 hukum kosmis. Ketuhanan yang maha Esa dalam agama Buddha adalah sesuatu yang tidak dilahirkan, yang tidak menjelma, Yang tidak tercipta, Yang mutlak. Artinya suatu yang tanpa Aku (anatta).

Di dalam agama Buddha tujuan akhirnya adalah mencapai Nibana dengan harus menaklukan pikiran yang liar. Sedangkan di dalam kekristenan itu sendiri tujuan akhir kita adalah mencapai Theosis yang dapat juga dilakukan dengan cara harus menaklukan pikiran liar kita. Bagaimana agar dapat menaklukan pikiran liar itu?

  1. Harus hidup di dalam Kristus dengan lahir baru.
  2. Kita berdoa, hidup, dan bermoral sebagai orang Kristen yang berbeda dengan kepercayaan lain sebab perbedaannya terletak pada Kristus.
  3. Melakukan kebajikan seperti yang Kristus ajarkan.

Sumber: Youtube_HendiWijaya, S.S. Bahan ajar mata kuliah: Orthodoxy_dan_Heterodoxy

Marniwati Gulo

Semester 7

Dosen: Dr. Hendi Wijaya, S.S

Orthodoxy dan Heterodoxy part 11: Christ & Word Religions

Doktrin-doktrin utama dalam setiap agama dan hubungannya dengan Kristus.

Manusia selalu bertindak sesuatu hanya untuk memperoleh hasil dan mencapai tujuan akhirnya. Namun, tanpa disadari kadang kita hanya suka bertindak tanpa tau kita harus ngapain setelah melakukan sesuatu. Dalam Lukas 16, Tuhan melihat jiwa setiap manusia, jika kita bersukacita dan memuji Tuhan (Hosana) serta Tahu tentang Tuhan. Tetapi Tuhan menangis sebab Tuhan melihat hati yang begitu menyedihkan bukan hanya yang tampak di luar saja. Dalam hal ini apa yang terjadi kepada kita? Kita memiliki kecerdasan yang gelap, iblis yang sudah mulai menguasai hati, jiwa hingga tubuh kita. Namun, dalam mengendalikan ini kita perlu memiliki kecerdasan jiwa yang menuntun kita kepada Tuhan yang menangis, artinya kita merindukan Tuhan. Apa yang kita kerjakan belum tentu itu menyenangkan hati Tuhan

Apa yang perlu kita kerjakan:

  1. Memiliki iman itu kerja jiwa untuk meresponi anugerah Allah yang menuntun kita untuk menghasilkan kebajikan.
  2. Tidak menunda-nunda waktu dalam berbuat baik
  3. Jiwa penurut tetapi tubuh ini selalu menolak ini karena kita masih teropsesi dengan keinginan daging.
  4. Ketika iblis menghalangi jalan kita, maka hanyalah Roh Kudus yang dapat menuntun kita kembali kepada Allah sebab hanya Dia yang mengenal Allah.

Waktu Yesus hidup melayani dan berkarya ada dua kelompok yang paling menonjol pada masanya yaitu orang Farisi (orang Yahudi yang orthodox) dan orang Saduki (orang yang liberal). Pada tahun 70 mulai terpencar kemana-mana hingga hilang seperti kata Yesus pada Lukas 19. Pada tahun 1948 mereka menyatu lagi dan kembali lagi ke tanah leluhur mereka yang disebut dengan Israel yang identik dengan Yudaism. Orang Farisi ini adalah sekelompok orang Yahudi yang menafsir Taurat menurut mereka sendiri, kitab mereka adalah kitab Talmud. Orang Israel yang modern sampai sekarang tidak percaya Inkarnasi dan Allah Tritunggal. Orang Farisi Yudaism memandang Alkitab dengan kacamata Torah, sedangkan kita melihat Alkitab itu dengan kacamata Kristus.

Selalu mengakui bahwa Yesus adalah Mesias dan percaya Allah Tritunggal serta Inkarnasi, apa yang perlu kita kerjakan:

  1. Membaca Alkitab dengan memakai kacamata Kristus
  2. Belajar kepercayaan-kepercayaan yang lain dengan memandangnya tetap memakai kacamata Kristus.
  3. Setiap aliran-aliran kepercayaan, agama lain itu selalu ada unsur kebenaran dan kita perlu memahami bahwa kebenaran itu adalah Kristus.
  4. Setiap orang ada yang tidak percaya Allah Tritunggal dan Inkarnasi tetapi masih menantikan kedatangan Mesias dan mau ingin menjadi sempurna. Sebab setiap manusia mengandung gambar dan rupa Allah.
  5. Secara Spiritual kita adalah orang Israel pilihan Allah (Roma 9-11).
  6. Di dalam filsafat Taotesm ada konsep tentang gelap (Yin) dan terang (Yang) yang saling melengkapi untuk mencapai keseimbngan.

Tao yang sesungguhnya hanya dapat dipahami melalui kesadaran rohani manusia. Tao artinya logos, kata, firman dan jalan. Di dalam kekristenan itu ada istilah Esensi dan energi sedangkan di dalam konsep Taoisme yang artinya jalan yang tidak dapat dijangkau oleh pikiran dan kata-kata pun tidak dapat menjelaskan apa itu yang sesungguhnya. Sama artinya di dalam Kekristenan bahwa Esensi Allah itu tidak dapat dipahami oleh pikiran manusia. Tao bersifat transenden dan imanen. Tao itu bisa sebagai ibu dari segala sesuatu. Tao yang bersifat transenden bisa imanen sebab dia hadir disetiap benda yang bisa dilihat dan dirasakan. Di dalam (Yoh. 1) Allah itu tidak bisa dilihat tetapi ada anak Tunggal Allah yang menyatakan siapa Allah itu. Allah yang transenden itu telah menjadi imanen. Konsep Tao juga seperti itu yang mengenal transenden dan imanen sehingga manusia dapat melihat jalan mana yang mereka kerjakan.

Di dalam Kekristenan Tao adalah Firman Allah yang berpribadi di dalam Tritunggal (yaitu Allah, Firman, dan Roh) yang menciptakan segala sesuatu yang menjadi pola ciptaan dan tujuan akhir (pengilahian) manusia yang berinkarnasi menjadi daging/manusia untuk menebus dosa manusia dan menjadi jalan bagi manusia menuju kepada Allah.Tao dan Taoisme adalah jalan menuju keseimbangan antara manusia dan alam semesta supaya manusia dapat mencapai kesempurnaan karena Dao adalah jalan alam semesta.

Belajar setiap perbedaan keyakinan itu sangat menarik bukan setelah kita tahu digunakan untuk mengolok-olok mereka tetapi memahami serta mengerti konsep negatif dan positifnya yang bermanfaat bagi pertumbuhan iman kita.

  1. Di dalam Kekristenan Yin dan Yang mesti seimbang artinya iman dan anugerah itu mesti seimbang. Artinya di dalam diri kita ada energi dan energi Ilahi yang perlu dilatih.
  2. Setiap kita harus mengerti bahwa tujuan akhir hidup kita adalah pengilahian melalui Kristus.
  3. Tao adalah agama Kristen tanpa Wahyu.
  4. Selalu rajin berdoa untuk dapat meninggalkan nafsu daging dan terus berbuat baik. Terus mencari dirimu yang sejati di dalam ketenangan.

Di dalam konsep Budhaism mencapai kesempurnaan dengan mencapai Nibana dengan cara 4 jalan kebenaran atau 8 jalan utama itu. Dalam ajaranya tertulis: Jika kita masih menyimpan pikiran balas dendam maka kebencian tidak akan berakhir.

Sumber: Youtube_HendiWijaya, S.S. Bahan ajar mata kuliah: Orthodoxy_dan_Heterodoxy

Marniwati Gulo

Semester 7

Dosen: Dr. Hendi Wijaya, S.S

Orthodoxy dan Heterodoxy part 10: St. Nectarios dari Aegina

Teladan iman dan perbuatan yang saya pelajari dari St. Nectarios dari Aegina yang sangat memberkati di setiap aspek kehidupanku:

  1. Di tempat kerja/perantauan, dia tetap hidup dalam kejujuran dan bekerja dengan tulus walau upahnya tidak banyak
  2. Sejak kecil memiliki iman yang teguh dan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus
  3. Materi dan nasib bukan penghalang. Hidup miskin, pakaian compang camping dan tidak memiliki alas kaki tidak menjadi masalah terbesar dalam memulai perjalanan hidupnya
  4. Dari iman yang dimiliki menjadi berkat bagi orang banyak
  5. Dari hidup yang awalnya miskin menjadi seorang diaken hingga menjadi imam
  6. Setiap kebajikan dan khotbah yang menginspirasi, tidak semua orang suka akan hal itu sehingga orang lain iri dan benci hingga ia di fitnah dan dipecat dari jabatannya.
  7. Sabar dalam menanggung cobaannya, tidak mau ribut demi jabatan
  8. Melayani dengan rendah hati dan hidup sederhana.
  9. Tetap diam dalam menghadapi fitnah (tidak memberontak atau ribut dan tidak membalas jika ada orang yang fitnah dia)
  10. Saya sedang membangun mercusuar untuk anda dan Tuhan akan meletakkan terang di dalamnya yang akan bersinar bagi dunia. Banyak yang akan melihat cahaya ini dan datang ke Aegina. “Kata St. Nectarios kepada para biarawati”.
  11. Dia menyinari injil dengan terang yang mulia kepada semua orang beriman
  12. Kebahagiaan itu adalah memiliki hati yang murni karna hati yang murni inilah menjadi tempat takhtahnya Allah. Hati adalah tempat kedalaman jiwa kita.
  13. Memiliki hidup dan iman yang setia kepada Tuhan Yesus Kristus.

Setiap tanggal 9 November, gereja merayakan atau memperingati kematian St. Nectarios dari Aegina. Dia lahir dengan nama Anastasius Kephalas di Selebria pada tanggal 1 Oktober 1846, di umur 14 tahun ia mencari pekerjaan. Anak laki-laki itu pergi tanpa alas kaki dan pakaian compang-camping. Dia adalah seorang yang saleh yang percaya kepada Tuhan, suatu saat ia mendapat pekerjaan di toko tembakau dan ia mendapat upah yang tidak banyak. Hingga ia menjalankan hidupnya dengan banyak cobaan dan ia juga menjadi berkat bagi banyak orang. Perjalanannya yang begitu panjang hingga ia menjadi uskup di Aegina dan meninggal di situ pada tanggal 8 November 1920. Dia meninggal dengan damai dengan umur 74 tahun.

Cerita pengalaman hidup yang diberkati oleh teladan iman dan kehidupan para saint yang pernah dipelajari di kelas maupun pribadi.

Berbicara tentang pengalaman hidup yang diberkati oleh teladan iman dari kehidupan para saint yang pernah saya pelajari. Dimana hidup merantau banyak hal yang dialami tetapi teladan iman yang saya pelajari selama ini sangat membantu saya dalam mengalami hari-hariku yang ada suka dan dukanya. Terlebih di tempat pelayanan atau dimanapun saya berada ada 3 hal yang terus saya praktekan dan teladani dari kehidupan para saint:

  1. Kejujuran dan ketulusan
  2. Kerendahan hati, dan
  3. Doa tanpa henti

Merasakan dimana orang lain benci, iri, tidak dianggap, dianggap bodoh, bahkan memfitnah saya pernah merasakannya. Tetapi semuanya saya menghadapinya dengan menggunakan ketiga hal yang diatas. Menghadapi situasi ini saya hanya bisa diam di hadapan orang-orang tersebut. Walaupun sakit bahkan dengan hati yang masih belum kuat dalam menghadapi masalah seperti ini. Saya hanya bisa menangis sedih dan tetap berbicara kepada Tuhan dalam doa dan hati yang sedih. Setiap tangisan yang berisi doa minta kekuatan kepada Tuhan terjadi hampir setiap malam. Tapi terbukti bahwa hanya Tuhan yang menjadi pembela di setiap apa yang saya kerjakan dan lakukan.

Refleksi:

  1. Setiap saya membaca ulang tulisan-tulisan para saint dan juga teladan iman para desert fathers dan bapa gereja mengingatkan saya bahwa setiap pengalaman yang pernah dialami dijadikan sebagai batu loncatan untuk bisa meraih dan mencapai apa tujuan akhir dari hidup ini.
  2. Hidup harus dijaga, dan tetap berusaha supaya saya tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain melainkan sebaliknya tetap menjadi berkat.
  3. Tetap berpegang pada kebenaran walaupun sering tak dianggap.
  4. Hidup sederhana itu lebih dari cukup dan harus hidup dalam kejujuran dan ketulusan, kerendahan hati dan doa tanpa henti.
  5. Belajar dari kehidupan para saint menyadarkan saya bahwa setiap cobaan yang kita hadapi dengan tidak ribut dan tidak memberontak akan membuat kita menjadi orang yang sabar.

Referensi:

Materi Kuliah Orthodoxy & Heterodoxy, dari Youtube: Dr. Hendri_Wijaya, S.S (STT SOTERIA PURWOKERTO)

Marniwati Gulo

Semester 7

Dosen: Dr. Hendi Wijaya, S.S

Orthodoxy dan Heterodoxy part 9 Pentecostalism & Non Mainstream Christians

Dalam Revivalism khususnya monastic Holiness Movement yang timbul dari gereja Methodis pada tahun 1800. Holiness Movement adalah gerakan kekudusan, central doktrinnya adalah estire sanctification artinya pengudusan secara keseluruhan percaya second blessing artinya ada satu pertobatan yang benar-benar melahirkan dia yang disebut dengan keselamatan. Dari holiness movement inilah akhirnya timbul Pentecostalism, ini adalah satu kekristenan yang baru pada abab ke-19 yang timbul dari gerakan holiness movement dari gereja Methodist. Yang sangat menekankan hubungan langsung dengan Allah melalui baptisan air dan Roh Kudus. Mereka membedakan baptisan air dengan baptisan Roh Kudus. Lebih mementingkan pengalaman rohani dari pada doktrin. Ada beberapa yang ekstrim yaitu bahasa lidah (wajib), selain itu karya-karya roh yang lain sangat ditekankan seperti kesembuhan, khotbah-khotbah ditunjukkan dengan kesembuhan, menekankan pada Musik untuk mencapai climax secara emosi. Itu semua dipercaya sebagai manifestasi dari Roh Kudus. Orang yang tidak disembuhkan bukan karena kuasa Allah tak mampu tetapi karena dia masih lemah iman. Selain dari kesembuhan ada nubuat-nubuat (prophecy), ada pengurapan di dalam ibadah untuk kesembuhan.

Kepemimpinannya adalah dari hasil urapan tadi, jika ada orang yang benar-benar di urapi maka dia bisa menjadi pelayan Tuhan yang sungguh-sungguh bahkan jadi pemimpin gereja. Dalam Pentacostalism ini ada spectacle dan celebrity. Dalam spiritual pentacostalism menekankan ketaatan Pada perintah Allah, pengakuan dosa, kuasa, membaca kitab suci, kekudusan itu penting. Tokoh-tokohnya ada:

–        Phoebe Palmer => entire sanctification

–        Ada Mahan seorang Calvinist => Baptisan Roh Kudus

–        Charles Finney a teacher => Complete sanctification, purification, dll.

–        Dll

Pentecostalism di America sendiri sangat luas. Pentecostalism ini agak berbeda dengan Protestans. Pada tahun 1960an muncullah gerakan Charismatic Movement yang timbul dari perpecahan Pentecostalism yang dimulai dari Episcopal priest Dennis J. Bennet yang menekankan baptisan dalam Roh Kudus dengan manifestasinya tadi. Kenneth E. Hagin gerakan dari Word of Faith sangat menekankan pada injil yang membuat orang itu kaya dan sejahtera, ini sama dengan teologi kemakmuran, sangat positif tinggi, sehat jasmani dan rohani, vinancial. Pada tahun 2000an Joel Oisteen yang menekankan Prosperity Gospel (injil/ teologi kemakmuran).

Non Mainstream Christians

Dilihat dari sejarah Chatolic pecahan dari Orhodox dan Protestan serta Pentecostals pecahan dari Chatolic. Tetapi semuanya sangat menekankan Tritunggal dan inkarnasi Kristus. Tetapi masih ada kelompok-kelompok dari Kristen juga yang tidak percaya dengan Tritunggal dan Inkarnasi Kristus. Chatolik, Protestans, dan Pentacostals masih percaya dengan 2 hal ini. Kelompok-kelompok dari Non Mainstream Christians antara lain:

–        Nones => ini satu denomination dari America

–        Unitarian => Ini juga mulai muncul di Indonesia, kelompok ini banyak menyedot orang-orang Baptism dari gerakan Radikal reformation. Yang mengajarkan bahwa Allah itu satu “Yesus itu ciptaan” Yesus itu bukan Allah tetapi ciptaan Allah yang paling utama. Tritunggal itu tidak ada yang ada itu Allah yang satu “Unitarian”. Mengajarkan bahwa semua manusia itu nanti akan diselamatkan. Dan yang paling otoritas itu adalah pengalaman pribadi. Ada 6 sumber dari iman dan harapan mereka: pengalaman langsung, nubuat-nubuat, hikmat dari agama dunia, humanist teaching atau ajaran etika dari kristen dan Yahudi, reason dan science, spiritual teachings.

–        Mormon => sering juga disebut sebagai gereja Yesus Kristus yang didirikan oleh Joseph Smith. Pada umur 17 tahun ia mendapat nubuat “seorang malaikat memberitahu dia untuk menemukan satu keping emas yang tersimpan dalam satu buried, dia mendapatkannya dan melihat suatu tulisan, ia menerjemahkannya. Disebut itu sebagai buku Mormon, ada juga buku lain yaitu buku Abraham. Pada tahun 1843 mulai ada tidak boleh Polygamy. Dalam Mormon ini juga percaya pada Allah Tritunggal tapi Bapa, Anak, dan Roh Kudus itu terpisah dan menyatu dengan satu tujuan. Bapa dan Anak itu punya jasmani dan hanya Roh Kudus yang hanya Roh saja. Selain Allah Tritunggal ada juga Ibu Surgawi yang menjadi Ibu dari semua roh manusia dan menjadi Istrinya dari Allah Bapa, Inilah dari kitab Mormon. Sang Bapa menciptakan dunia terus menjadi manusia dan kembali menjadi Allah. Yesus adalah Allah yang lahir dari ibu ilahi tadi “penyatuan benih antara Heavenly Father dengan Heavenly Mother”. Yesus ini punya saudara yang pertama yaitu Luchifer, Inilah Mormon. Tujuan hidup dari Mormon ini adalah menjadi Allah bukan menjadi seperti Allah.

Christian Science

Ini didirikan oleh Mary Baker Eddy di tahun 1879. Melihat bahwa material-material itu jahat. Mereka percaya bahwa yang real di dunia ini adalah dunia rohani, dunia materi itu hanya ilusi. Jika mereka sakit, mereka tidak mau menggunakan obat, sebab obat itu materi. Christian Science menerima tentang Yesus yang historis (tentang lahir, hidup, mati dan bangkit). Tapi Dia (Yesus) bukan Allah. Allah itu Bapa, Ibu, dan Roh Kudus dan itu setara dengan science ilahi. Sedangkan Yesus adalah hanyalah Anak dari Allah, bukan Allah itu sendiri, Theologi sama dengan Unitarian.

 Jehovah’s Witnesses/ Saksi Yehova

Ini muncul pada akhir 1914, Yang menyatakan bahwa Yesus kembali ke dunia ini secara invisible tahun 1874 untuk mendirikan kerajaan Allah (tapi tidak terbukti), Namun ajarannya terus berkembang. Dia mengatakan: manusia itu terjebak antara Yehova dan Setan. Yehova itu punya spirit body, hanya Yehova yang adalah Allah, jadi Yesus itu bukan Allah. Yesus hanya ciptaan Allah. Kematian Yesus itu membebaskan manusia dari dosa dan Dia di bangkitkan sebagai Roh. Personalnya jadi seperti malaikat, mereka percaya bahwa penghulu malaikat Mikhael itu adalah Yesus Kristus setelah dibangkitkan oleh Roh Kudus. Roh Kudus bagi mereka itu bukan Allah tetapi hanya kuasa Allah saja. Dia percaya bahwa nanti hanya ada 144.000 saksi mata yang akan diberikan oleh spirit body dan hidup di surga, semua yang lain akan binasa.

Course in Miracles

 Diciptakan oleh Helen Schucman tahun 1965.

Jesus Prayer in the Philokalia

(Mary B. Cunningham)

Salah satu disiplin rohani yang paling vital dalam menumbuhkan iman kita di dalam Philokalia. Jangan pernah lupa dengan doa batin ini yang fokusnya adalah Yesus. Setiap kegiatan kita apa ada hubungannya dengan pertumbuhan rohani kita. Yesus itulah apa yang mengikat apa yang kita kerjakan, oleh sebab itu Yesus Kristus lahir di dalam mind hingga menjadi satu doa yang mengikat kita dengan perbuatan kita. Jesus prayer (Lord Yesus Christ, Son of God have mercy on me a sinner). Sekitar abad ke-6 Abba Philemon mengembangkan Jesus prayer ini diambil dari doa seorang pemungut cukai (Luk. 18:13). Mengapa kita perlu Jesus Prayer? sebab kita semua orang berdosa dan selalu ada pertentangan antara hati dan perbuatan kita. Maka Jesus Prayer yang menyatukan kita, aku membutuhkan Kristus untuk menjadikan saya taat dan menjadi orang kudus. Secara Teologi kita menyebut Tuhan Yesus Anak Allah, itu suatu wujud penyembahan kita kepada misteri Allah (Allah tritunggal dan inkarnasi firman Allah). Disebut Yesus karna itu nama inkarnasi-Nya dan disebut Tuhan karena sudah menang atas kuasa segala kegelapan, jahat, maut, dan dosa. Menyebut berbelaskasihan sebab kita orang berdosa setiap saat. Have mercy artinya belaskasihan yang sudah menang atas maut, dosa dan iblis. Dengan menyebut Yesus disitulah belaskasihan-Nya dicurahkan. Belaskasihan-Nya lah yang menyembuhkan antara hati, tubuh, dan ijwa kita yang terpisah-pisah dan inilah tujuan dari Jesus prayer.

Jesus prayer adalah senjata untuk melawan godaan dari setan dan terus mengingatkan kita akan Allah dan ini adalah mutiara yang sangat berharga. Jesus Prayer ini adalah benar-benar doa yang silence di hadapan Allah sebab ini adalah kerja dari Roh. Kita bisa menyatukan diri kita dengan seutuhnya kepada Roh Allah itu harus di dalam keheningan/silence. Jesus prayer ini menolong kita untuk mencapai hal itu dan pikiran kita selalu dipenuhi dengan Allah sebab kita terus menyebutkan nama-Nya. Theoliptos of Philadelphia berkata: doa itu adalah dialog Nous kita dengan Allah, dimana Nous kita benar-benar mengulangi kata-kata kita yang ditunjukkan kepada Allah, maka itu memberikan satu kesadaran penuh kepada Kristus dan membawa kita kepada terang pengetahuan Allah yang akhirnya terang itu akan menerangi jiwa kita. Jesus Prayer itu menolong kita menerangi kedalaman jiwa kita, sehingga doa bukan hanya mengatakan permohonan kita.

Diadochos dan Hesychios mengatakan bahwa Jesus prayer adalah doa meditasi yang paling penting dari monastik life kita. Ini juga senjata untuk mengalahkan nafsu dan mengingatkan kita akan Allah. Berbuat dosa itu memang enak, sebab dia menyenyangkan indra kita (Kol. 3:5) maka kita akan terjebak akan percabulan dan akhirnya masuk dalam hati dan jiwa kita. Jika hal-hal dunia itu selalu ada maka kita perlu belaskasihan Allah (Jesus Prayer). Nikiphoros salah satu penulis Philokalia juga mengatakan: Bibir kita silence tapi kita bisa mengucapkan doa, bermazmur, ataupun hal-hal lain di dalam dada kita. Jika ada pikiran-pikiran jahat pada kita, maka usir dengan nama Yesus Kristus Anak Allah Kasihanilah aku ucapkanlah itu tanpa henti.

Gregory dari Sinai mengatakan: ini adalah persenjataan untuk melawan pikiran jahat, menghancurkan pikiran-pikiran yang tidak murni dari dalam doa Hesychastic prayer. Pertumbuhan orang Kristen sejak dibaptis itu memerlukan energi dari Roh Kudus untuk menghasilkan buah dengan cara taat dan berdoa dan terus mengucapkan nama Tuhan Yesus. Doa puja Yesus ini akan membawa kehangatan dan sukacita pada Nous dan hati kita sehingga kita mengasihi Allah dan sesama kita. Diadochos menekankan bahwa Jesus Prayer mendatang satu kerinduan akan Allah dan memberikan warna ciri khas pada pengalam-pengalaman rohani kita dan menghubungkan antara Nous kita dengan Allah, mematahkan pikiran-pikiran jahat dan akhirnya kita mencapai contemplation.

Hesychios berkata: keberjagaan adalah hati yang berjaga-jaga terpusat dan tidak terputus dan di dalam keheningan hati itu bisa berdoa tanpa henti dan menyebut nama Yesus dan Allah itu sendiri. Jika terus melakukan Jesus Prayer, kapan itu akan mendatangkan satu manfaat buat kita? yaitu ketika doa itu sudah masuk di dalam hati kita atau ketika Jesus Prayer itu tanpa henti, kata Rasul Paulus roh kitalah yang tidak pernah berhenti berdoa. Hasilnya adalah stillness dan keheningan yang mendatangkan terang dan terang itu yang membuat kita bisa mengalahkan kegelapan. Teks di dalam philokalia akan mendatangkan benefit bagi kita jika kita benar-benar praktis Jesus Prayer itu dan bagaimana kita mempraktekannya adalah sampai kita benar-benar mencapai 1 kedalaman dan ketenangan batin dan mengiluminasi kita, sehingga itu menjadi senjata untuk melawan pikiran-pikiran jahat di dalam hati kita. Sehingga yang kita kerjakan tidak mengalami perbedaan dengan apa yang ada di dalam hati, pikiran, dan jiwa kita. Kehidupan kekristenan kita bisa disempurnakan melalui asketik, usaha kita dan anugerah dari Roh Kudus jika menghadirkan Kristus di dalam hati kita.

Refleksi:

  1. Pentecostalism, ini adalah satu kekristenan yang baru pada abab ke-19 yang timbul dari gerakan holiness movement dari gereja Methodist. Yang sangat menekankan hubungan langsung dengan Allah melalui baptisan air dan Roh Kudus
  2. Non Mainstream Christians adalah orang-orang yang tidak percaya dengan Tritunggal dan Inkarnasi. Di dalamnya terdapat kelompok-kelompok yang menganggap Yesus itu adalah ciptaan, Yesus itu cuman ada 1 natur dan 2 pribadi, dll. Sedangkan kita tidak mempercayai hal-hal ini.
  3. Yang sangat penting bagi kita adalah percaya Tritunggal dan Inkarnasi, percaya bahwa Yesus itu mempunyai 1 pribadi dan 2 natur, dan percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah.
  4. Hati-hatilah dari setiap ajaran yang ada,  ujilah semua itu apakah sesuai kebenaran, tradisi gereja, kitab suci dan tidak terlepas dari ajaran Tuhan Yesus. Maka penting juga bagi kita belajar tentang hal ini, kita mengerti perbedaan satu dengan yang lain, tahu mana yang pantas dipercaya dan tidak.

Jesus Prayer:

  • Kita memulainya dengan mengucapkan Jesus Prayer mulai dari usaha dan kesadaran kita.
  • Setiap aktivitas kita harus menghidupi jesus prayer mulai dari kita sedang makan, tidur, kerja, dll.
  • Teruslah untuk mengucapkannya walaupun awalnya kamu tidak langsung merasakan efeknya.
  • Efeknya adalah merasakan suatu cinta, kasih, ketangan, dan suatu penyatuan dengan Kristus.
  • Menyempurnakan segala asketik dan usaha kita dengan anugerah dari Roh Kudus dengan kerendahan hati dan kerja keras kita.
  • Jesus Prayer adalah jantung dari doa dan asketis kita.

Marniwati Gulo

Semester 7

Dosen: Dr. Hendi Wijaya, S.S

Referensi:

Orthodoxy dan Heterodoxy part 8 Truth: Differences and Why They Matter

Orthodoxy adalah ajaran yang lurus dan kebenaran itu di dalam Kristus. Namun ada Heterodoxy artinya ada perbedaan-perbedaan terhadap kebenaran itu. Ini sebagai akhir dari perjalanan kita, perjalanan kita yang berada di dalam Kristus, kita akan mengambil bagian juga di dalamnya, tetapi dalam proses mencapai akhir dari perjalanan ini timbul berbagai perbedaan-perbedaan.

A timeline of church history;

Tahun 33 => Pentakost (berdirinya gereja), tahun 49 => konsili di Yerusalem, tahun 59 => disopinatius ditahbiskan menjadi Bishop di Antiokhia. tahun 150 => tentang liturgi, tahun 325 => Sirinisea untuk menghardik salah satu heterodoxy yang muncul. Tahun 397, 451 => konsili Causedon, tahun 589 => konsili di Spanyol memasukan kata “Fileice” di dalam pengakuan iman nicea bahwa Roh Kudus juga keluar dari Putera. Dan seterusnya sampai tahun 1054 terjadi perpecahan, Roma katolik memisahkan diri. Tahun 1453 => Konstatinopel akhirnya jatuh ke tangan Islam ditaklukan oleh Turki. Dalam Roma katolik sendiri tahun 1517 ada Reformasi Luther, tahun 1529 berdirinya gereja Anggical. 1854 => Katolik meneguhkan doktrin yang mengatakan bahwa Maria dikandung tanpa dosa. 1870 => doktrin tentang ketidaksalahan Paus. 1988 => Orthodoxy di Rusia.

Reformation itu di bagi dua, pertama: Reformasi yang megistarial artinya reformasi yang didukung oleh negara atau pemerintahan atau reformasi yang tradisional. Kedua, Radikal reformasi artinya tidak puas dengan reformasi yang dibuat oleh kaum Megistarial. Di dalam A timeline of Church History ini ada 3 yang paling utama di dalam kekristenan itu yaitu:

  1. Orthodox Church
  2. Roman Catholic Church
  3. Gereja-gereja hasil reformasi, Gereja ini memiliki cabang yang kecil-kecil, ada:

Lutheran pada tahun 1517 di dalam Lutheran sendiri timbul gerakan Peitism. Di dalam Megistarial Reformation ada 3 utama: Lutheran, Angicarism, presbyterian. Orang-orang Radikal Reformation ini adalah mereka yang mereformasi lagi apa yang sudah di reformasi.

Apa itu kebenaran?

Apa tujuan kita?  => untuk mencapai keselamatan “menyatu dengan Allah” atau Theosis. Bagaimana mencapai kebenaran itu? yaitu lewat karya Kristus. Jadi, kebenaran itu bukan teori tetapi satu pribadi yaitu Kristus Yesus. Jika memiliki Kristus berarti kita memiliki kebenaran yang seutuhnya. Siapa yang bisa mengatakan bahwa; “Akulah kebenaran” selain dari Kristus. Jadi, bagi kita Kristus itu bukan hanya sebagai nabi, melainkan kebenaran itu sendiri. Apa yang Kristus ajarkan, itu adalah suatu kebenaran yang sudah dicatat oleh gereja dan itulah yang kita pelajari. Tetapi tidak semua manusia kenal dengan kebenaran ini, inilah sebabnya ada penginjilan. Tetapi karena injil itu juga ditulis dan dibaca oleh banyak orang, akhirnya timbullah banyak pemikiran yang berbeda. Tetapi kita percaya bahwa kebenaran yang kuat itu dikatakan membebaskan kita. Jika kebenaran itu hanya sekedar teori maka tidak dapat menyelamatkan kita. Untuk mendapatkan keselamatan itu kita harus memegang pribadi-Nya. Dengan cara melakukan kehendaknya mau menjadi serupa dengan Dia. Tujuannya adalah mencapai keselamatan dan jalannya adalah Yesus Kristus. Itulah yang dikatakan oleh rasul Yohanes bahwa kebenaran itu menyelamatkan kamu.

Itulah mengapa kita harus mengenal Kristus/ kebenaran itu sendiri. Misalnya ketika kita jatuh di dalam sumur, harus ada yang menolong kita, meski kita tahu banyak teori untuk bisa manjat tetapi itu tidak menyelamatkan. Tali yang dilemparkan di dalam sumur untuk menyelamatkan kita, kita harus pegang dan dan naik untuk keluar dari sumur yang dalam itu. Inilah artinya bahwa kita juga harus mengerjakan keselamatan kita. Doktrin yang benar itu berbicara tentang pribadi itu yaitu kebenaran tentang Allah itu sendiri untuk memanjat kebenaran itu. Melakukan kebenaran itu adalah melakukan apa yang Tuhan Yesus ajarkan, mengetahui apa yang Tuhan ajarkan itu itulah pengetahuan akan Allah.

Di dalam sejarah kebenaran ini sudah diberitakan oleh gereja ribuan tahun, dari hasil kebenaran yang diberitakan ini muncul 5 pusat kekristenan: di Roma, Konstantinopel, Alexandria, Antiokhia, dan Yerusalem. Kebenaran yang diberitakan Allah itu juga diberitakan supaya misi Allah untuk menyelamatkan semua orang itu tercapai. Ketika kebenaran itu diberitakan muncullah interpretasi (yang diluar dari kebenaran itu). Tahun 1054 terjadi perpecahan gereja yang ada di Timur dengan gereja yang ada di Barat. Tahun 1054 terjadi schism. Di dalam gereja Barat sendiri banyak inovasi. Abad ke-16 Luther mereformation.

Heterodoxy

Montanism => Memiliki karunia-karunia Roh

Chiliasm => Kristus akan memerintah 1000 tahun di dunia setelah datang kedua kali.

Abad ke 3 ada:

Manichaenism => agama Gnostic dari Persia

Sabellianism => modalism yang mengatakan bahwa tidak ada Allah Tritunggal tetapi Allah itu satu Cuma bisa berubah wujud.

Novantianism=> Orang yang Murtad tidak bisa diterima lagi di dalam gereja

Abad ke 4 ada:

Donatism => ada orang yang moralnya sudah rusak sehingga ia tidak bisa melakukan sakramen

Arianism => Kristus itu hanya ciptaan

Apollinarianism => Yesus tidak memiliki pikiran manusia, Dia hanya punya pikiran Ilahi.

Pneumatomachiaism => Roh Kudus itu bukan Ilahi, hanya Ciptaan.

Pelagianism => Anugerah Allah tidak cukup menyelamatkan kita, kita butuh perbuatan-perbuatan baik

Abad ke 5, ada;

Nestorianism => Yesus punya dua pribadi yang terpisah, menolak menyebut Maria sebagai Theotokos.

Monophysitism => Yesus itu punya 1 natur yaitu natur ilahi bukan 2 natur Artinya ada 2 natur yang bergabung dalam satu natur artinya natur ilahi gabung menjadi satu dengan natur manusia. Tetapi yang kita percayai itu Yesus punya 1 pribadi tapi di dalam 2 natur.

Abad ke 6, ada:

Fillioquism => Roh Kudus keluar dari Allah Bapa dan Anak.

Abad ke 7, ada;

Monothelitism => Kristus hanya punya satu kehendak yaitu kehendak Ilahi, ini di dalam konsili ke 6

Monoenergism => Kristus itu hanya punya Energi Ilahi

Iconoclasm => Menolak tentang penggunaan ikon

Abad ke 14, ada;

Barlaamism => Praktek hesychasm itu tidak membuat kita melihat anugerah Allah yang tidak tercipta itu. Sedangkan kita percaya bahwa orang yang suci hatinya dia bisa melihat Anugerah Allah.

Di sinilah kita melihat gereja banyak melewati ajaran-ajaran yang melenceng dari kebenaran yang dari awal. Semua ajaran gereja itu sebetulnya 7 abad pertama itu banyak sekali bidat yang muncul, tetapi kebenaran itu tetap dijaga melalui konsili.

Beberapa hal yang perlu kita jaga betul yaitu: Holy Trinity (Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus). Son of God (Dia Ilahi sepenuhnya, satu esensi dengan Bapa, dilahirkan dari perawan Maria, satu esensi juga dengan manusia, satu pribadi di dalam 2 natur, Dia Mesias yang di nubuatkan oleh nabi perjanjian lama, Dia nabi terakhir, Dia menderita, mati, dan bangkit kembali). Dan ada satu gereja (Yaitu tubuh Kristus). Keselamatan yang kita percaya adalah kita mengalami penyatuan dengan Allah di dalam Anugerah-Nya. Ini adalah pengajaran-pengajaran yang di ajarkan oleh Yesus Kristus kepada kita. Keselamatan itu adalah sinergi antara iman dengan anugerah (Efesus 2:8).

Kebenaran yang kita pelajari itu bukan sekedar kata-kata tetapi lebih bersifat mystical (hal-hal yang bersifat rohani). Kebenaran itu bukan hanya sekedar teori tetapi gaya hidup kita, yang diajarkan oleh para Rasul dan church fathers, sebab apa yang mereka ajarkan itulah yang mereka alami. Maka teruslah untuk bertobat sampai jiwa itu benar-benar murni. Dari mana mulainya? Tentunya mulai dari hati, Nous yang terus dimurnikan dan disucikan.

Magisterial & Radical Reformation; Revivalism

Luther yang menolak ajaran Katholik yang mengatakan bahwa kamu diselamatkan dengan menggunakan surat penghapusan dosa. Ia mengatakan bahwa kamu dapat diselamatkan dengan Anugerah semata. Di gereja Katholik mengatakan bahwa perbuatan-perbuatan baikmu dapat menyucikan dosa-dosamu atau harus memiliki Merits. Jika perbuatan baikmu lebih banyak dari pada dosamu kamu masuk Firdaus, tetapi jika dosamu lebih banyak dari pada perbuatan baikmu, maka kamu berada di tempat perapian. Orang yang memiliki lebih kebaikan dapat menjualnya kepada orang yang kekurangan kebaikan. Itulah yang dibantah oleh Luther, ia mengatakan: Anugerah itu tidak diperjualbelikan.

Paul Leo X yang membangun berbagai banyak bangunan yang bagus dengan membutuhkan banyak dana, sehingga ia memperjualbelikan surat penghapusan dosa itu. Itulah yang diprotes oleh Luther. Albert of Brandenburg, seorang Bishop di Jerman yang jelas-jelas menentang kanon.

Magisterial Reformation

Magisterial Reformation, disebut Magestarial karena didukung oleh civil authorities. Hasilnya ada di berbagai negara, Jerman, Inggris, Swiss, Belanda, bahkan di Eropa Barat. Dari hasil reformation itu muncul 3 aliran besar dari gereja, yaitu:

  1. Lutheranism (Gereja Lutheran). Misalnya: Allah menciptakan manusia serta dunia dengan baik. Tetapi Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa dan mereka mewarisi efek dari dosa. Akhirnya manusia berdosa. Gereja
  2.  Lutheran Denomination; terdiri dari berbagai kelompok, yaitu ELCA (Evangelical Lutheran Church of America, Lutheran Church, dll
  3. Reformed Churches, “Calvinism” yang mengajarkan tentang Tulip, covenant framework. Dari Calvinism sendiri banyak memunculkan gereja seperti gereja Reforme. Anglicanism juga gereja yang terpisah dari Katolik. Anglican juga gereja yang terpisah dari gereja America. Anglican sendiri menghasilkan Puritans yang dihasilkan dari pengaruh kuat ajaran Calvinism ini. Puritans ini adalah sekelompok dari orang-orang yang lebih radikal reformasinya. Tapi akhirnya mereka dibatasi bahkan di usir dari Inggris dan pindah ke Amerika . Mereka rata-rata yang mengadopsi reformed Teologi. Congregationalism ini yang mengajarkan bahwa semua orang percaya itu adalah imam, di dalam gereja itu tidak harus ada presbiter, bishop, dan seorang imam. Setiap gereja lokal berhak memutuskan setiap model ibadahnya artinya mandiri. Ini muncul awalnya dari gerakan Puritans. Presbyterian ini adalah gereja yang terpisah dari gereja Reforme. John Knox yang menjadi pendiri dari gereja ini. Tradinya adalah John Calvin, bukan gereja Reforme. Methodist, sebab mereka menggunakan “rule” dalam melakukan latihan rohani. 3 Ajaran utama dari Methodist ini, pertama:  semua manusia mati ke dalam dosa, sehingga konsekuensinya tubuh manusia akan di hukum, karena ada Kristus maka dibenarkan dengan Iman. Percaya bahwa kita dapat mengatasi dosa sendiri dengan iman sangat menekankan dengan kekudusan. Artinya kekudusan dapat dicapai pada dunia ini.

Radical Reformation

Disebut radikal karena mereka tidak puas dengan gerakan reformation yang dilakukan oleh Magisterial Reformation. Yang terkenal dari radical reformation ini adalah Pietism.

Pietism ini yang dimulai dari Jerman yang dimulai oleh Began in Germany, yang menekankan tentang kekudusan hidup, benar-benar menghidupi kristennya. Menekankan belajar Alkitab setiap hari bukan hanya sekali seminggu dari pendetanya saja. Setiap gereja harus bisa mengatur gerejanya sendiri tidak harus perintah dari pusatnya. Kehidupan kekristenan harus benar-benar praktis setiap hari. Menekankan keselamatan pribadi dengan cara menjaga kekudusan pribadi.

Great Apostasy

Yang mengatakan bahwa sejak para Rasul meninggal, gereja itu sebetulnya sudah hilang, punah lalu ditemukan lagi dan dirangkai kembali, para rasul itu gagal. Ada satu gereja yang tidak kelihatan yaitu gereja yang sejati yang tidak tergantung pada doktrin. Tetapi mereka percaya kalau organisasi/gereja yang terlihat itu bukan benar-benar gereja hanya sebuah kumpulan atau organisasi saja, mereka menolak sakramen yang penting adalah keselamatan itu hubungan pribadi dengan Allah. Percaya bahwa gereja itu hanya ada pada abad sejak abad pertama.

Anabaptis

Yang sangat menekankan kepada baptisan orang percaya, ketika orang itu sudah benar-benar dirinya mengakui Yesus sebagai juruselamatnya.

Moravians

Yang didirikan oleh Jan Has, Ajarannya tidak menggunakan pengakuan iman yang ditambahkan oleh Filioque.

Quakers and shakers

Percaya bahwa orang Kristen harus mengalami pengalaman Allah secara person di dalam pertemuan kelompok—kelompok kecil, jika tidak mengalaminya secara langsung maka tidak diselamatkan, tidak ada baptisan nyata, yang penting sangat rohani

Baptis

Ini adalah pecahan dari Anabaptis. Orang-orang baptisan ini percaya bahwa perjamuan kudus dan baptisan itu adalah pengesahan dan sakramen. Berpengaruh pada ajaran bahwa gereja bisa atur sendiri atau mandiri.

Evangelicalsm and Revivalism

Ini mulainya di America, sekitar abad 18. Orang-orang yang sadar bahwa kita itu bukan gereja saja tetapi kita bisa melakukan perubahan nyata dalam kehidupan kita. Jonathan Edwards yang menekankan tentang personal religious experience (kehidupan orang tersebut harus memiliki pengalaman pribadi yang personal). Harus bertobat dan merasa bersalah di depan Allah, orang berdosa di tangan Tuhan yang murka.

Second great Awakening – Revival Meetings

Gerakan yang berasal dari Methodist sendiri yang menekankan emosional dan personal experience. Di dalam Second great Awakening Pengalaman pribadinya harus ditunjukkan kepada semua orang, mengalami urapan Roh Kudus. Gerakan Evangelism ini sebetulnya kembali lagi mau mereformasi gereja-gereja yang sudah terlanjur tidak percaya bahwa Yesus itu Tuhan, Alkitab itu firman Tuhan. Mereka sangat menekankan keselamatan pribadi bukan gereja, iman sebagai pengetahuan sehingga bayi tidak bisa dibaptis, sangat kuat dengan penginjilan juga. Hasil dari Second great Awakening ini adalah gereja Kristus, evangelical Christian Church, Adventist.

Evangelism lebih menekankan pada pemberitaan injil, namun Revivalism lebih kepada pertobatan pribadi. Selain dari revivalism, di dalam gereja mainline denominations; Methodist, Episcopalians, some presbyterians, Lutherans, itu mengalami yang namanya Liberalism. Maka munculnya lawannya adalah Fundamentalism. Namun di dalam mainline itu juga ada Mega-Church movement (gereja-gereja megah tanpa denominasi).

Refleksi:

  1. Kebenaran itu bukan teori, ide, dan sekedar pengetahuan, Melainkan pribadi yang dapat menyelamatkan.
  2. Tujuan akhir kita yang sesungguhnya adalah Theosis (menjadi serupa dengan Kristus).
  3. Doktrin yang kita jaga dan percaya dengan utuh; Holy Trinity, Yesus sebagai Anak Allah, Dia Ilahi sepenuhnya, satu esensi dengan Bapa, dilahirkan dari perawan Maria, satu esensi juga dengan manusia, satu pribadi di dalam 2 natur, Dia Mesias yang di nubuatkan oleh nabi perjanjian lama, Dia nabi terakhir, Dia menderita, mati, dan bangkit kembali.
  4. Kebenaran itu bukan hanya sekedar teori tetapi gaya hidup kita, yang diajarkan oleh para Rasul dan church fathers, sebab apa yang mereka ajarkan itulah yang mereka alami.
  5. Maka teruslah untuk bertobat sampai jiwa itu benar-benar murni. Dari mana mulainya? Tentunya mulai dari hati, Nous yang terus dimurnikan dan disucikan.

Marniwati Gulo

Semester 7

Dosen: Dr. Hendi Wijaya, S.S

Referensi:

Orthodoxy dan Heterodoxy part 7 Saint and Love

Eros adalah burning love, artinya membakar habis sisi jahat yang ada di dalam hati kita. Soul kita menjadi murni dan suci karna burning love. Mengasihi dapat dilakukan dengan mencapai dispassion. Mengingat Saint itu karena ada buah-buah roh itu, kita ingat bahwa Roh kudus bekerja di dalam hidup kita, Allah terus berkarya. Supaya roh kita yang kotor ini terus dibersihkan supaya kita punya keabadian. Saint ini adalah orang-orang yang sudah membuat kebaikan Allah itu begitu menarik untuk kita pelajari. Belajar Sains itu kita mengerti bahwa kita orang-orang berdosa yang perlu diampuni dan menghidupi pengampunan Allah. Saint atau orang-orang suci ini membuat kita punya semangat untuk mengasihi Allah. Saint yang sudah menunjukkan imannya dan Tuhan memberikan mereka kemenangan. Setiap icon memiliki maknanya, Misalnya lambang bulat yang berwarna putih artinya ada kesucian Allah dan ada yang warna emas yang menggambarkan kemuliaan Allah. Melihat setiap ikon, kita melihat bahwa awalnya itu orang berdosa yang akhirnya menjadi orang yang mulia.

St. Symeon berkata bahwa: kenapa kita selalu mengingat Saint ini tanpa berhenti? Ini menunjukkan bahwa terang Allah itu (Kristus itu) adalah terang yang sejati. Ini menunjukkan bahwa tanpa Kristus kita berada di dalam kegelapan itu. Kita adalah orang-orang berdosa yang terus-menerus disucikan, bukan menganggap bahwa kita adalah orang suci yang tidak butuh penyucian. Proses penyucian itu tidak gampang kita harus memiliki asketik dan membutuhkan burning love untuk memurnikan kita. Proses penyucian ini kita mengalaminya di saat kita masih hidup. Akhirnya kita mencapai suatu level spiritualitas. Melihat diri sendiri dari dosa orang lain artinya kita tidak merendahkan orang lain. Saint ini adalah orang yang benar-benar mengerjakan baptisannya, dibaptis bukan hanya sekali untuk masuk surga. Air mata pertobatan seperti baptisan yang terus menyucikan kita dan mau menjadi saint. Seorang saint itu (Filipi 3:14) tidak pernah lelah untuk berlari sampai memperoleh hadiah itu. Hidup kita ibarat satu garis linear yang mencapai garis finish, bukan garis lingkaran yang hanya berputar saja dan tidak ada tujuan. Kita adalah orang yang mengkhususkan dirinya berlari untuk tujuan yang jelas.

Hagios artinya secara literal adalah orang-orang yang sudah terpisah (tidak seperti yang lain) artinya tidak lagi terikat dengan hal-hal duniawi. Hagios itu adalah terpisah dari dunia, jika kita bukan milik dunia berarti kita adalah tubuh Kristus atau gereja. Artinya Kristus adalah kepala dari bagian tubuh Kristus artinya kita perlu mengerjakan apa yang Tuhan perintahkan. Saint itu adalah orang yang membuat Allah itu menjadi nyata. (2 Kor 2:15-16) => Saint adalah kami bau harum Kristus yang berada di tengah-tengah orang yang tidak percaya. Sekarang bagaimana agar orang yang menciumnya bau harum Kristus, itulah tugas kita.

Setiap hari selalu ada ikon yang mengingatkan kita:

Hari Senin : di dedikasikan kita mengingat tentang para penghulu malaikat.

Hari selasa: Mengingat tentang Yohanes pembaptis, nabi-nabi perjanjian lama dan tentang nenek moyang dari Tuhan Yesus.

Hari Rabu: kita dedikasikan untuk Theotokos dan penderitaan Kristus dan juga Yudas mengkhianati Yesus. Biasanya kita punya untuk mengingatkan Yudas Iskariot. Artinya jangan sampai kita mengkhianati Tuhan Yesus.

Hari Kamis: mengingat para Rasul dan bapa-bapa gereja

Hari Jumat: mengingat Yesus itu disalibkan

Hari sabtu: kita mengingat orang-orang yang sudah mati yaitu Saint.

Hari Minggu: Adalah hari kebangkitan, kita merayakan kemenangan Kristus atas Maut, Dosa dan Iblis.

Setiap hari seperti ini, kita juga punya lectionary (pembacaan Alkitab). Jangan lupa tentang Jesus prayer dan silence. Yang dapat menolong kita untuk mengingat datangnya terang itu, Kristus adalah terang itu. Kita mengingat Roh Kudus yang terus hadir yang selalu menyucikan kita. Doa dalam sehari itu kita dapat melakukannya, => berdoa tentang terang rohani dan Roh Kudus yang Tuhan Yesus berikan kepada kita, tentang penderitaan Kristus kepada kita, tentang kematian-Nya buat kita, tentang terang kemenangan-Nya atas maut dan berjaga-jaga (Yoh. 1:3-5, 14).

Kita dipanggil untuk menjadi seorang Saints (Roma 1:7), ini mengingatkan kita bahwa kita dipanggil untuk menjadi saints seperti para Rasul yang dipanggil dan di jadikan sebagai orang-orang Kudus. Kita menjadi kudus karena Anugerah-Nya Allah yang dicurahkan oleh Roh Kudus. Kita yang sekarang adalah orang-orang yang akan menjadi saints yang terus di sucikan. Dalam doa itu adalah sarana kita menarik diri kita kepada Allah sekaligus Allah ditarik kepada kita. Anugerah Allah itu selalu ada buat kita, jadi sekarang kita siap nggak menerimanya, dengan doa. Dalam peperangan rohani doa itu adalah senjata meminta kekuatan dari Allah sehingga kita bisa mengalahkan musuh-musuh kita. Doa memiliki dua fungsi yaitu semakin menguduskan kita dan menjadi senjata untuk melawan musuh-musuh Allah.

 Pada tanggal 31 Oct 1517, Martin Luther, yang menandakan mulanya reformasi di gereja katolik yang di Roma atau di Barat. Gerakan reformasi ini memang didukung oleh otoritas pemerintah, khususnya di Jerman, Swiss, sehingga disebut sebagai “Magisterial Reformation”. Reformasi itu awalnya bergerak di Jerman hingga akhirnya nyampe di negara Eropa Barat. Hasilnya adalah gereja Literal, Reforme, include, dan juga Methodists. Ciri utama dari reformasi ini ada 5 Solas, (Solas berasal dari bahasa Latin artinya “alone” artinya hanya), yaitu: sola scripura (scripura alone), sola fide (faith alone), sola gratia (grace alone), solus Christus (Christ alone), dan soli Deo gloria (to God alone be glori).

Sola Scripura

Artinya hanya Alkitab saja. Inilah yang dipopulerkan oleh Luther. Tidak perlu tradisi gereja cukup Alkitab saja dan orang itu sudah lebih dari Paus walaupun dia hanya seorang jemaat biasa. Jika sesuatu tidak berasal dari Alkitab maka kita harus tolak. Perkataan Luther ini dalam satu konteks dia hendak melihat memang ada kesewenang-wenangan dari Paus itu. Sebab Paus itu banyak mengeluarkan doktrin-doktrin atas nama tradisi. Misalnya mengeluarkan surat pengampunan dosa, penggunaan porary, tentang sakramen. Inilah yang dikritik oleh Luther, sebab dia mengatakan bahwa kita harus kembali apa yang dikatakan Alkitab. Dia mengatakan Alkitab itu diatas otoritas Paus atau konsili gereja. Atas dasar otoritas apa kamu mengatakan setiap isi Alkitab yang ditafsir itu benar? Siapa yang berhak menafsirkan kitab suci? Ini pertanyaan untuk Luther. Dia menyimpulkan doktrin dan tradisi yang tidak ada di Alkitab yang dibuat oleh manusia itu adalah tidak relevan, tidak perlu, tidak penting untuk keselamatan kita. Tapi tidak semua protestan menolak tradisi seperti orang Reforme. Sehingga solas ini bisa mengembangkan doktrinnya masing-masing, tidak mengikuti lagi satu tradisi yang sama itu. Alkitab itu pula plain sense “makna yang jelas”.

Sola Fide

Artinya hanya iman saja. Ini berkaitan tentang doktrin keselamatan yaitu pembenaran oleh iman. Di dalam doktrin reformasi bahwa keselamatan itu adalah perubahan status. Sola fide ini ada di gereja literal bahwa hanya iman saja, sehingga munculah doktrin sekali selamat akan tetap selamat. Ini perubahan status saja bukan perubahan diri, kondisi, dan jiwa, dari orang yang terhukum menjadi orang yang bebas. Sola Fide ini muncul untuk menentang ajaran Roma katolik yang menekankan perbuatan baik untuk mencapai keselamatan. Luther mengatakan perbuatan baikmu tidak bisa membuat kamu selamat hanya imanmu yang menyelamatkanmu. Iman yang harus disertai perbuatan baik.

Sola gratia

Artinya hanya Anugerah saja. Ini muncul bahwa menentang ajaran Pelagianism, yang mengatakan bahwa usaha manusia bisa menyelamatkan dia. Di dalam sola gratia ini untuk menyelamatkan kamu itu ada anugerah yang tidak bisa ditolak.

Solus Christus

Yang mangajarkan bahwa hanya Kristus saja yang menjadi sarana keselamatan. Tidak ada pengantara/imam, sehingga dalam protestant itu tanpa imam. Semua bisa akses keselamatan sebab hanya Dia satu-satunya jalan keselamatan.

Soli Deo Gloria

Artinya hanya bagi Allah saja kemuliaan itu. Artinya tidak perlu menyembah-nyembah yang lain seperti bunda Maria, Saint, dan sebagainya.

Magisterial Reformation Denominations

Lutheranism

Artinya para penganut atau para pengikutnya Luther yang meneruskan ajaran-ajaran Luther. Lutheranism ini menekankan biblical inerrancy, a reaction to rationalism, emphasizing the correctness of the Bible in most detail. Dia mengatakan bahwa biblical inerrancy artinya bahwa Alkitab itu tidak bisa salah. Di dalam lutheranism membagi 2 bagian dalam menafsir Alkitab: satu Hukum taurat dan satu Injil. Taurat (Perjanjian Lama) itu adalah ketaatan pada perintah Allah, semestara injil (Perjanjian Baru) itu adalah belas kasihan Kristus untuk keselamatan. Sehingga orang-orang Lutheran mengatakan bahwa injil lah satu-satunya keselamatan bukan taurat itu. Mereka juga menganggap bahwa hanya 2 sakramen yaitu sakramen baptisan dan perjamuan kudus.Bagi Lutheran perjamuan kudus itu pandangannya berbeda dengan Roma Katolik. Cara Roma Katolik melihat roti dan anggur sama melihat terjadi perubahan substansi yang mana menjadi darah dan tubuh Kristus. Luther percaya bahwa ada kehadiran Kristus yang nyata di dalam Perjamuan Kudus tetapi bukan dalam pengertian Roma katolik yang mana roti dan anggur mengalami perubahan substansi menjadi tubuh dan darah Kristus. Tetapi di dalam Orthodox roti dan anggur itu benar-benar berubah menjadi tubuh dan darah Kristus 100%, bukan hanya sebagai simbol saja. Waktu berubahnya ketika Imam berdoa “ubahlah roti dan anggur ini oleh Roh Kudus”.

The Reformed Churches

Calvinism

Doktrinnya bukan seperti Lutheranism dalam memandang Alkitab, Tetapi tetap dalam perjanjian atau theologi perjanjian. Artinya Alkitab itu dibagi dalam beberapa periode perjanjian. Semua perjanjian ini ada syaratnya, yaitu Allah yang menjadi daulatnya. Adam dan Musa (Israel), ini merupakan 2 perjanjian yang sangat penting dalam Perjanjian Lama. Mereka yang gagal dalam menjaga perjanjian, sehingga datangnya Yesus Kristus. Maka Kristus itu disebut Adam yang baru dan Israel yang baru. Sebab mereka percaya predestination yang mengatakan bahwa kegagalan itu sudah takdir. Perjanjian dalam Calvinism ini yaitu hanya Kristus dapat memenuhi perjanjian dengan Allah, Kristus menaati Bapa, baik secara pasif maupun aktif. Ketaatan pasifnya => mati diatas kayu salib “memuaskan keadilan Allah”. Ketaatan aktifnya adalah menaati Hukum Taurat. Di dalam doktrin Calvin ini penebusan memang terbatas hanya ada bagi orang-orang pilihan, bukan untuk semua manusia. Ada 5 poin calvin:

–        Karena kejatuhan manusia dengan total sehingga tidak mempunyai kemampuan untuk diselamatkan.

–        Allah menyelamatkan dia itu sebab Allah memilih dia untuk menyelamatkannya. Memilih tanpa syarat.

–        Karena manusia sudah bejat total, maka dia tidak bisa menolak. Allah memilih manusia untuk diselamatkan dan dia tidak punya pilihan. Artinya tidak ada free will.

–        Sekali selamat tetap selamat.

–        Allah selalu menjaga orang itu sampai dia mati, walaupun ia selalu berbuat dosa.

Refleksi:

1.       Belajar Sains itu kita mengerti bahwa kita orang-orang berdosa yang perlu diampuni dan menghidupi pengampunan Allah

2.      Menyadari bahwa kita adalah orang berdosa yang terus membutuhkan pengampunan.

3.      Kita adalah bau harum Kristus yang ada di tengah-tengah orang yang tidak percaya. Tugas kita bagaimana biar aroma Kristus dalam diri kita tercium oleh orang lain.

4.     Setiap ajaran atau doktrin dapat dipercaya, jika berdasarkan Tradisi dan Alkitab.

Marniwati Gulo

Semester 7

Dosen: Dr. Hendi Wijaya, S.S

Sumber materi:

Orthodoxy dan Heterodoxy part 6 The Ascetic Life by St. Maximus the Confessor (Part III-IV)

Mengasihi itu bukan hal yang gampang, sebab perlu banyak pengorbanan dan penguasaan diri.

Lanjutan dari tulisan St. Maximus the confessor tentang kasih. Dia mengatakan jika kamu mau dihangatkan dengan api, tidak cukup jika kamu hanya belajar tentang api itu apa. Tetapi kamu harus pergi untuk mencari api dan merasakan hangatnya api itu. Sama dengan kasih, sudah sering kita belajar tentang kasih tapi masih belum merasakan apa itu kasih. Max. berkata: Kasih itu bukan sekedar kasih Agape tetapi kasih Eros (cinta yang membara antara sepasang kekasih). Demikianlah kita mengasihi Allah dengan menggunakan kasih Eros. Hati itu ibarat samudra yang dalam dan ada berbagai macam hal di dalamnya, ada yang baik dan ada yang jahat. Sisi negative yang ada di dalam hati kita adalah segala hawa nafsu, gluttony, keserakahan, marah, kesombongan, cinta uang, dll. Itu semua mesti dibakar oleh Eros supaya lama-lama jadi habis, itulah kemurnian. Kasih menjinakkan kemarahan, hal-hal duniawi ini bukan mengikat kita tetapi kita harus membakarnya dengan api (kasih). Sisi positive yang ada di dalam hati kita adalah semua hal-hal kebajikan, iman, hingga pada kasih (2 Petrus 1:5-7) semuanya ini mesti semakin dimurnikan. Misalnya: Sabar, sebenarnya natur kita itu marah, mungkin kita dapat sabar 2-3 X tetapi kalau terus-menerus, itu hal yang sulit buat kita. Tetapi ketika kita menguasai diri maka api itu membakar kesabaran kita untuk semakin dimurnikan.

Api (kasih) ini bertujuan untuk membakar semua yang ada di dalam hati kita. Hal negative ibarat kertas yang dibakar dan semakin hangus, sedangakan hal positive yang dibakar oleh api akan semakin murni dan berharga. Kasih itu bukan sekedar ide tetapi ada action yang semakin membakar hati kita dan memurnikan.

Max. berkata ketika kita mengasihi kita perlu mempunyai 3 kebajikan: Kasih, penguasaan diri, dan doa. Kasih menjinakkan kemarahan, penguasaan diri memadamkan hawa nafsu, doa itu yang membuat NOUS kita semakin murni dan tidak dikotori oleh kejahatan.

Dialog antara penatua/biarawan dengan seorang anak muda.

Keterangan: Pemuda (P) dan Biarawan (B)

P            : Ajari aku agar kasih itu menjinakkan kemarahan

B            : Faktanya adalah kita mesti punya belas kasihan dan melakukan hal yang baik untuk sesama kita menjadi tahan menderita untuk kepentingannya. Disitulah kasih itu dapat menjinakkan kemarahan itu. Jika sesamamu membenci kamu artinya ia sedang memberi bara api membenci kepadamu tetapi kamu jangan sampai terbakar melankan kamu harus memberikan api Eros itu kepadanya. Jika ada yang membenci kamu, kamu harus memiliki long-suffering yang mendatangkan kasih. Long-suffering adalah kamu sudah tau apa penyebab/resiko dari godaan itu.

P            : Bagaimana cara memadamkan hawa nafsu (self-mastery)?

B            : Self-mastery itu menyingkir dari segala sesuatu yang bukan kebutuhan. Mendorong kita untuk tidak jatuh dalam kesenangan. Dengan self-mastery itu membuat kita tau apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita senangi. Bukan mengejar kesenangannya tetapi mengejar kebutuhan atau manfaatnya, tidak membuat tubuh jatuh ke dalam dosa dengan mempunyai Self-control.

P            : Bagaimana dengan doa yang bisa membuat pikiran kita terbebas dari pikiran-pikiran jahat.

B            : Pikiran-pikiran jahat itu pasti mengarahkan kita pada dunia yang mendatangkan hawa nafsu. Oleh sebab itu kita harus mempunyai doa yang membuat pikiran kita tetap terjaga. Doa akan membuat pikiran kita konek kepada Allah, pikiran kita akan ditarik dari logismoi. Sehingga NOUS kita ini menyatu dengan Dia. Hawa nafsu itu ibarat api yang membakar jiwa kita, maka kita harus mempunyai kasih, penguasaan diri, dan doa. Ascetic life yang paling penting yang diajarkan Max. adalah Doa tanpa henti. Sebab doa (anugerah) itu kekuatan untuk memiliki iman dan mengerjakannya. Dari mana kita memperoleh kekuatan positive itu yaitu joins the mind to God (join pikiranmu kepada Allah lewat doa).

P            : Bagaimana berdoa tanpa henti itu? apakah manusia itu dapat berdoa tanpa henti? sebab kadang jika kita sedang membaca mazmur selalu ada gangguan.

B            : Alkitab tidak memberikan perintah yang tidak mungkin kita tidak bisa kerjakan. Berdoa tanpa henti itu adalah menjaga pikiran itu dengan takut akan Allah dan selalu konek dengan Allah. Selalu menjaga pengharapan kita kepada Dia. Roma 8:35-38 => dalam kondisi apapun Kristus mengasihi kita, jika kasih Allah selalu ada bagi kita maka waktu kita untuk meresponnya tidak boleh terputus. 2 Kor. 4:8-10 => Senantiasa membawa kematian dan kehidupan Yesus dalam kehidupan kita. Kita tidak bisa memiliki kasih jika tidak memiliki iman dan pengharapan. Memiliki Kasih itu dengan cara jangan sampai tidak membawa kematian Kristus, sebab itu positive energi Ilahi untuk kita. 2 Kor 12:9-10 => rela dalam kelemahan karena Kristus sebab cukuplah kasih karunia Kristus yang dapat bermegah di dalam kelemahan Kristus. Jika aku lemah maka aku kuat, artinya lemah fisiknya didalam penganiayaan tetapi iman, kasih, pengaharapan dan anugerahnya. Kuasa Kristus yang tinggal di dalam kita adalah anugerah Kristus.

P            : Mengapa aku tidak memiliki penyesalan akan dosa-dosa

B            : Karena kamu tidak punya rasa takut kepada Allah. Orang yang takut akan Allah akan takut akan penghakiman-penghakiman Allah. Ulangan 32:22, Yesaya 33:14 => Kita akan punya pertobatan jika punya takut akan Allah yang dimulai dari Iman. Yes 50:11, Yer. 13:16, Yeh 7:8, Dan. 7:9 => siapakah yang tidak takut ketika para nabi Allah memberitahukan hukuman Allah atas umat-Nya?. Maz 62: 13 Tuhan membalas setiap orang menurut perbuatannya, 2 Kor 5:10. Mat 25:41, mendengar hal penghakiman bagaimana kita bisa bertahan dalam hal itu. Kel. 20:13-15, Mat 4:20 => kita dituntut kesempurnaan untuk menghadapi pengadilan. Roma 3:12-14, 2 Tim 3:1-4, Yoh 8:41,44 => inilah gambaran orang-orang yang mengikuti perkataan iblis atau hal yang bertentangan dengan Allah.

Jika kita yang suka melakukan pelanggaran atas perintah Allah, maka harus punya pertobatan yang dipimpin oleh Roh Kudus Roma 8:14 “mereka adalah anak-anak Allah”. 1 Yoh. 3:7-8 => anak-anak iblis ini adalah transgressors of the law as they were maka dibutuhkan pertobatan atau penyesalan.

Yak. 2:19 => Memiliki sekedar iman itu tidak cukup sebab setan pun percaya kalau ada Allah dan gemetar, takut kepada Allah. Tetapi manusia setelah memiliki iman harus bisa mengontrol diri, ketaatan hingga mempunyai kasih. Sebab iman yang disertai dengan perbuatan dan ketaatan mendatangkan kasih. Kasih yang menguatkan kita untuk bisa berdiri di hadapan Allah. Iman itu hidup di dalam anak Allah (Kristus). Jika Kristus, kita juga bisa menderita, Kristus mati dan bangkit kembali maka kita juga mati dan akan bangkit pada akhirnya. Lukas 6:27 => Selalu mendengarkan setiap perkataan Tuhan. Kata-kata dan perbuatan Kristus itulah yang bekerja di dalam hati kita. 1 Kor 3:16 => tubuhmu adalah bait Allah, jika melakukan pelanggaran maka kita tidak suci lagi. Roma 1:24 => Akibat kita melakukan pelanggaran Allah adalah adanya murka Allah pada hari penghakiman Allah.

  1. Kasih itu adalah menjalani proses pemurnian jiwa yang memilih akan pengetahuan Allah bukan pada ciptaannya. Tidak bisa mengasihi tanpa memurnikan jiwa atau jika masih terikat dengan dunia. Kasih diciptakan dari pemisahan diri dari duniawi, yang diperolah dari pengharapan Akan Allah yang berasal dari kesabaran dan ketekunan Yak. 1:2-3.
  2. Memiliki iman di dalam Anak Allah, kita akan takut akan penghakiman. Mereka yang takut atas penghakiman maka mereka akan menguasai nafsunya. Kesulitan muncul ketika kita menguasai nafsu, akhirnya menghasilkan kesabaran dan ketekunan dan tahan kepada penderitaan maka ia memiliki pengharapan.
  3. Dia yang mengasihi Allah akan memililh pengetahuan akan Allah bukan hal-hal yang diciptakan oleh Allah.
  4. Allah itu lebih mulia dari hal-hal yang diciptakan
  5. Jika masih terikat dengan hal-hal duniawi maka tidak bisa mengasihi Allah. Tetapi jika pikirannya kepada kasih akan Allah maka hal-hal yang duniawi itu hal-hal yang asing bagi dirinya.
  6. Jika jiwa lebih di utamakan dari pada tubuh maka kita sudah memilih jiwa dari pada tubuh dan lebih memilih Allah dari pada dunia. Jika mendahulukan kekayaan, dan hal-hal dunia maka dia menjadi penyembah berhala.
  7. Dia yang menjauhkan Nousnya dari Allah terhadap hal-hal yang kelihatan, itu berarti Ia lebih memilih tubuh dari pada jiwanya. Jika begitu kita tidak bisa mengasihi Allah.
  8. Kasih itu ibarat burning love, sesuatu yang membakar yang bisa menghasilkan terang (menerangi tubuh kita) dan membakar (memurnikan). Max. berkata kasih itu mulai dari menerangi mind => hati => tubuh.
  9. Ketika kita mengasihi Allah, kita tidak pernah melupakannya, begitu juga dengan ketika kita mengasihi orang lain, kita tidak pernah melupakannya.
  10. Pikiran itu akan dibakar oleh burning love kalau dia melakukan pure prayer. Keselamatan itu ada anugerah Allah dan juga asketic.
  11. Orang yang mematuhi perintah Kristus akan mengasihi sesama.
  12. Jika mengasihi Allah berarti kamu telah mengasihi sesamamu
  13. Berbahagialah kamu yang memiliki pikiran yang gone beyond
  14. Mencintai tanpa henti dengan kecantikan ilahi
  15. Jika kita cuman api itu tidak akan menghangatkan tubuh/jiwa kita. Maka iman tanpa kasih tidak akan menghasilkan terang atau tidak menerangi jiwa kita.
  16. Jika sinar matahari itu baik bagi mata kita maka pengetahuan Allah itu menjadi baik bagi mind kita. Mind kita harus diterangi dengan pengetahuan akan Allah.
  17. Jika pikiran kita diisi pengetahuan akan Allah maka mengangkat kita kepada terang itu. Tetapi jika pikiran itu semuanya hal-hal yang bodoh, maka tidak akan ada terang
  18. Perbuatan kasih itu adalah bukan secara kebetulan tetapi memang harus di lakukan yang menimbulkan long suffering bagi kita.
  19. Dia yang mengasihi Allah, hidupnya seperti malaikat di bumi. Artinya malaikat itu selalu berkuasa, berjaga-jaga, bermazmur dan tidak pernah berhenti memikirkan sesamanya.
  20. Kasih itu seperti api cemburu. Jika Kristus itu mempelai perempuan dan kita mempelai laki-lakinya, otomatis kita miliknya Kristus, itulah kasih Eros.
  21. Kalahkan dagingmu dengan lack of food dan with vigils (jangan makan berlebihan) dengan berjaga-jaga, bermazmur, dan berdoa.
  22. Jika kita mencapai pikiran yang diterangi maka kita tidak akan masuk dalam kesia-siaan (kesombangan yang kosong). Itu mesti disingkirkan dengan cara memiliki pikiran yang diterangi.
  23. Dia yang takut kepada Allah maka temannya adalah kerendahan hati, maka mulailah ia memiliki kasih
  24. Janganlah menanamkan sesuatu dipikiranmu dengan logismoi dan kemarahan. Jika kamu melakukan hal itu kamu akan jatuh ke dalam dosa. Tetapi justru dengan doa yang menyingkirkan dosamu.
  25. Jika kita dalam keadaan digoda, jangan tinggalkan doamu dan pelajaran monasticmu.
  26. Jika kasih itu adalah kegenapan dari hukum taurat berarti Dia sebagai korban yang hidup, kudus, dan berkenan. Korban yang dibakar oleh api kasih yang semakin murni.

Marniwati Gulo

Semester 7

Dosen: Dr. Hendi Wijaya, S.S

Orthodoxy dan Heterodoxy part 5: The Ascetic Life by St. Maximus the Confessor

Setelah menjadi orang Kristen, kamu mesti ngapain?

Ada beberapa penjelasan yang di ambil dari tulisan St. Maximus yang berisi tentang dialog antara penatua/biarawan dengan seorang anak muda.

Keterangan: Pemuda (P) dan Biarawan (B)

P            : Apa tujuan Firman Allah menjadi manusia?

B            : “saya kaget mendengarnya” bukannya di dalam pengakuan iman Nicea ada penjelasannya. Tujuannya adalah untuk menyelamatkan manusia dari dosa dan dari akibat dosa yang telah di lakukan oleh Adam dan Hawa. Dengan cara Ia datang ke dunia, di salib, mati, dikuburkan dan bangkit kembali. Ia juga menyingkirkan hukuman yang kekal dengan memberi kehidupan yang kekal. Dia memberikan kita pengharapan dan kehidupan yang kekal. Dari Adam yang tidak taat digantikan dengan Adam yang baru (Yesus Kristus) hingga Ia mati, tetapi kematian-Nya memberikan pengaharapan dan kehidupan yang kekal. 1 Kor 15:22, Adam melanggar perintah Allah yang membuat manusia sampai mati. Tetapi Kristus yang taat sampai mati dan manusia memperoleh hidup di dalam Dia. Setelah Yesus duduk disebelah kanan Bapa, Ia mengutus Roh Kudus untuk menolong kita dalam melakukan perintah-perintahnya. Inilah tujuan Yesus Kristus datang ke dunia.

P            : Apa perintah-perintah yang mesti saya kerjakan agar diselamatkan?

B            : Matius 28:19-20, Di situ Yesus memberikan perintah kepada para Rasul. Jadi, kita harus melakukan apa yang Tuhan perintahkan kepada kita. Jika kita tidak melakukan perintahnya kita tidak diselamatkan, Maz. 119:128 kita harus membenci yang jahat dan melakukan perintah-Nya.

P            : Siapakah yang bisa melakukan semua perintahnya, bukankah begitu banyak perintah Yesus itu?

B            : Dia yang meneladani Tuhan dan mengikuti segala jejaknya/langkahnya.

P            : Siapa yang bisa meneladani Tuhan Yesus? Sebab Yesus Kristus itu Allah yang menjadi manusia sedangkan aku adalah seorang pendosa yang dibelenggu oleh hawa nafsu.

B            : Tidak ada seorang pun yang bisa meneladani Kristus kalau dia masih di perbudak oleh hal-hal duniawi/hawa nafsu. Mat 19:27 Jika kamu meninggalkan semuanya dan ikut Yesus kamu memperoleh kuasa. Kuasa untuk melakukan perintah dari Tuhan Yesus.

P            : Kuasa apa itu?

B            : Luk. 10:19 yaitu Kuasa menginjak ular (kuasa iblis), tidak ada sesuatu yang dapat menyakiti engkau. 1 Kor 11:1 Rasul Paulus mengatakan kamu semua ikut teladanku sebab aku sendiri mengikuti teladan Kristus. Roma 8:1,4 Kita hidup di dalam Roh (di dalam Kristus) bukan lagi di dalam daging. Gal. 6:14 artinya keinginan dagingnya sudah di salibkan.

Maz 91:3, 13 => di sini ada kuasa yang diberikan Tuhan kepada kita.

Bagi kita yang lebih suka hal-hal materi maka kita tidak dapat menerima kuasa dari Allah, Mat. 10:37,38 harus memikul salib dan mengikut Yesus. Luk 14:33 => melepaskan hal-hal yang duniawi maka kita akan menjadi murid.

P            : Perintah Allah itu banyak, bagaimana kita dapat menjaga atau mengingat itu semua sebab saya memiliki daya ingat yang parah

B            : Walaupun banyak tetapi Tuhan Yesus sudah merangkumnya dalam satu kalimat, Mar 12:30 “Kasihilah Tuhan Allahmu dan sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

P            : Hal-hal apa sih yang harus kita singkirkan?

B            : Makanan, uang, harta milik, kepunyaan kita, saudara kita, dsb. Itulah yang tidak boleh dijadikan tuan atau Tuhan sebab hanya Allah yang dapat di jadikan Tuhan dan Kristus.

P            : Bukankah semuanya itu diciptakan oleh Allah kepada kita untuk di gunakan, tapi kenapa kita tidak boleh terpikat kepadanya?

B            : Ya benar, Allah yang menciptakan dan diberikan kepada kita. Tapi kita menggunakan itu untuk menyenangkan Dia bukan untuk menyembah ciptaannya. Tetapi kelemahan kita sering menjadi mata duitan, hamba uang, cinta uang. Artinya kita tidak bisa punya kasih kepada materi dan juga mengasihi Allah. Sebab itu menjauhkan kita dari ketaatan kita kepada Allah. Yoh 14:15 Kasih itu dibuktikan dengan ketaatan pada perintah Yesus. Roma 13:10 => Kasih itu adalah kegenapan hukum taurat.

P            : Bagaimana aku dapat mengasihi yang menjadi musuh dan mencelakai aku?

B            : Seperti binatang yang selalu digerakkan oleh insting sehingga membuat kita bisa membalas kejahatan dan mengalahkan musuh kita. Pertanyaannya, apakah kita hidup seperti itu bukan? bukankah manusia itu diciptakan segambar dan serupa dengan Allah? Artinya jika kamu membenci sesama maka kamu juga membenci gambar dan rupa Allah itu. Mat. 5:44, ini adalah perintah yang mungkin dan yang dapat kita kerjakan untuk mengasihi dan meneladani Kristus.

P            : Saya sudah tidak punya lagi hal-hal yang duniawi bahkan aku hanya memiliki diriku sendiri, namun mengapa saya tidak bisa mengasihi dia yang membenci dan menganiaya aku. apa yang harus aku lakukan?

B            : Memang tidak mungkin mengasihi dia yang menganiaya kamu walaupun kamu sudah menyingkirkan hal-hal yang dunia. Kecuali, dia benar-benar tahu apa tujuan Allah. Jika sudah tahu apa tujuan Allah maka Allah memampukan kamu untuk mengasihi dia dan membenci hal-hal yang jahat.

P            : Apa tujuan Allah itu?

B            : Tuhan kita Yesus Kristus menjadi Allah, karena kasih-Nya Dia menjadi manusia yang lahir dari seorang perawan dan takluk di bawah hukum taurat Gal. 4:4. Pada saat baptisan Ia menerima kesaksian dari Bapa dan Roh Kudus dari Surga juga tampak, sejak saat itu Dia dibawa ke padang gurun untuk di cobai oleh iblis. Tetapi Kristus membuktikan bahwa Dia mengasihi Allah dengan taat dan menang atas godaan itu. Tapi sebagai manusia adakah satu kemungkinan Dia jatuh kedalam dosa atau pasti Dia tidak akan jatuh kedalam dosa? Yesus tidak mungkin jatuh kedalam dosa sebab di lain sisi Dia mempunyai natur Ilahi sebagai firman Allah yang menjelma.

Yesus datang untuk memberikan hidup kekal dan kerajaan Surga, namun orang-orang justru membencinya, menganiaya dan membunuh. Tetapi Yesus sendiri tidak membenci malah menunjukkan rasa kasih-Nya kepada orang-orang yang percaya. Ketika Dia di hujat Dia tahan menderita, tidak melawan. Dengan Kasih Ia mengalahkan iblis itu. Dia berjuang sampai mati untuk membuktikan Kasih yang sempurna. Fil. 2:5, Tujuan Allah yaitu sebagai manusia Dia taat sampai mati untuk menaati hukum KASIH itu. 2 Kor. 13:4 => Kristus telah disalibkan oleh karena kelemahan, tetapi oleh kelemahanlah Dia mengalahkan dan menghancurkan kematian itu. Ibrani 2:14 => Dalam kematian-Nya, Ia mengalahkan maut.2 Kor 12:9 => mengikuti teladan Kristus di dalam kelemahan bukan di dalam kesombongan. Ef. 6:12-17 => inilah tingkat kejahatan yang sudah Yesus kalahkan. Max. berkata: perjuangan kita itu melawan hal-hal yang invisible (tidak kelihatan) maka kita juga memakai senjata yang tidak kelihatan. 1 Kor 9:26, 1 Kor 4:11, 2 Kor 11:27, Ini menunjukkan pergulatan untuk menang atas dosa perlu perjuangan dalam peperangan. 1 Kor. 4:12 => kemenangan atas taat kepada Allah dengan resiko melakukan pekerjaan yang berat, dimaki, di hina, dijadikan sama seperti sampah atau kotoran. Justru di dalam kelemahanlah kuasa Kristus itu sempurna.

Jadi, jika kamu tau tujuan Allah ini maka kamu bisa mengasihi mereka yang menganiaya kamu. Tipuan dari iblis tidak bisa mengalahkan Kristus yang di kayu salib itu, inilah yang memberikan kita kekuatan untuk mengalahkan segala godaan.

P            : Bagaimana aku bisa menang atas godaan-godaan iblis?

B            : Jika kamu memiliki keberjagaan, pengertian bahwa kamu itu dicobai dan saudara yang memusuhi kamu juga di cobai. Maka kamu bisa tahan bagi yang membawa kamu kedalam pencbaan Yak 4:7 => tunduklah kepada Allah dan lawanlah iblis. Miliki simpati kepada mereka yang jatuh, dengan terus melawan si iblis dan taat kepada Allah.

P            : Bagaimana aku terus berjaga-jaga?

B            : Kamu harus benar-benar tidak konsen dengan hal-hal duniawi tetapi terus bermeditasi akan firman Allah. Orang yang suka berhati-hati akan tau apa kerja pola pikirannya. 1 Petrus 5:8, sadarlah dan berjaga-jagalah, lawanlah iblis dengan iman yang teguh. Kebajikan yang berada di dalam pikiran kita itu adalah pengetahuan dan takut akan Allah 2 Kor. 10:3-6.

P            : Apa yang saya lakukan supaya aku terus berdoa secara terus-menerus kepada Allah?

B            : Tidak mungkin pikiran kita terus berdoa kepada Allah. Kecuali kita punya 3 kebajikan, yaitu kasih, penguasaan diri, dan berdoa. Kasih itu menjinakkan kemarahan, pengendalian diri menjinakkan ketidak berjagaan, doa menarik pikiranmu dari segala pikiran jahat dan menghadirkan Allah di dalamnya.

Refleksi:

  1. Harus memisahkan diri dari hal-hal duniawi untuk mendapatkan kuasa dari Allah
  2. Mengikut Yesus kita diperhadapkan dengan cobaan, kita bisa mengalahkan dengan menggunakan kuasa dari Allah.
  3. Meneladani Kristus sehingga dapat mengajak orang lain untuk mengikut kita sebab kita sudah meneladani Kristus
  4. Tidak seorang pun dapat mengasihi Allah dan sesamanya tanpa memisahkan diri dari hal-hal dunia.
  5. Mengasihi orang yang menganiaya kita itu tidak mungkin walaupun sudah menyingkirkan hal-hal yang duniawi. Kecuali ia benar-benar mengerti apa tujuan Allah.
  6. Teruslah mempunyai tiga virtue ini: kasih, penguasaan diri, dan berdoa. Kasih itu menjinakkan kemarahan, pengendalian diri menjinakkan ketidak berjagaan, doa menarik pikiranmu dari segala pikiran jahat dan menghadirkan Allah di dalamnya.

Marniwati Gulo

Semester 7

Dosen: Dr. Hendi Wijaya, S.S

Orthodoxy dan Heterodoxy part 4:You Will Be Catching Men (Luke 5:1-11)

4 Lapisan makna di dalam teks ini:

Cerita atau narasi (Historis – Narative)

Harus mengidentifikasi setiap bacaan apakah termasuk narasi, mazmur, puisi, dll. Teks ini adalah cerita/narasi tentang injil yang terfokus kepada Kristus. Di dalam injil itu sendiri ada narative alegorikal dan ada juga histori narative. Walaupun teks ini berbentuk cerita tetapi mengandung spiritual meaning atau pengajaran. Pesan penting dalam teks ini ada dalam Lukas 5:10 “Janganlah takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia”. Karena ini sebuah narative/cerita maka kita menulis setiap peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam ceritanya:

  1. Syintatic konten
  2. Yesus berada di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengeremuni Dia untuk mendengar firman Allah
  3. Terjadi pada pagi hari, setelah para nelayan pulang dari danau. Yesus naik dari salah satu perahu yaitu perahu Simon dan mengajar banyak orang
  4. Setelah selesai berbicara, Ia menyuruh Simon bertolak (di tengah danau) dan menyuruh Simon tuk menebarkan jalanya.
  5. Simon dengan kepercayaannya atas perkataan Yesus, ia menebarkan jalanya
  6. Setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan.
  7. Lalu memberi isyarat kepada teman-temannya untuk datang membantunya, sehingga mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dan hampir tenggelam karena penuhnya ikan
  8. Tiba-tiba Simon sujud/tersungkur di depan Yesus dan berkata “Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdoa”
  9. Semua orang-orang yang bersama dengan Dia takjub karena banyaknya ikan yang mereka tangkap. Demikian juga dengan Yakobus, Yohanes, anak-anak Zebedeus.
  10. Kata Yesus “jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia”.
  11. Mereka (Simon, Yohanes, dan Yakobus) setelah tiba di darat, mereka meninggalkan semua lalu mengikut Yesus

Church fathers mengatakan, setiap Narasi pasti ada spiritual meaningnya.

  • Di atas pantai artinya tempat yang dangkal itu.
  • Orang-orang yang mendengarkan Injil adalah orang-orang yang pertama kali diberitakan injil dari ajaran Yesus, ini menunjukkan orang-orang israel.
  • Yesus menyuruh Simon tuk bertolak ke tengah danau yang dalam, ini menunjukkan tempatnya bukan hanya di tepi pantai.
  • Yesus bukan seorang nelayan tetapi Simon yang seorang nelayan mau mengikuti perintah Yesus, ketika ia di suruh tebarkan jalamu. Ini artinya salah satu kerendahan dan ketaatan bagi Simon. Ini berbicara tentang iman, sebab sepanjang malam dia mencari ikan dan tidak dapat apa-apa, tetapi siang hari ia dapat banyak karena mengikuti perintah Yesus. Simon (calon murid Yesus pada saat itu) bukan seorang pengangguran tetapi ia punya pekerjaan. Yesus mencari murid yang seperti Simon yang mempunyai karakter yang memiliki faith, obedience dan humility. Sehingga Yesus berkata “kamu menjadi penjala manusia”
  • Ketika mereka menangkap ikan dengan kekuatan mereka sendiri, mereka tidak menghasilkan apa-apa. Tetapi begitu Tuhan hadir di dalam perahu mereka, hasilnya melimpah. Spiritual meaningnya, pekerjaan tanpa Yesus nol hasilnya, tetapi jika bersama dengan Yesus hasilnya melimpah. Nelayan adalah seorang pekerja keras yang selalu menanggung setiap resiko yang terjadi di tengah danau di sepanjang malam. Yesus memilih mereka yang pekerja keras sebagai murid, tetapi bekerja tanpa Kristus semua sia-sia (Yoh 15: 5).
  • Tebarkan jalamu. Menurut church fathers, jala itu adalah injil yang harus sampai ke tengah lautan artinya bukan hanya di tepi pantai (kepada orang israel) tetapi di tengah laut untuk menangkap ikan. Artinya jala (injil) itu harus di beritahukan sampai ke ujung bumi Kis 1:8. Itulah sebabnya Yesus menyuruh mereka ke tengah danau, kepada mereka yang nonyahudi. Untuk menangkap ikan di tengah laut kamu harus punya iman, ketaatan dan kerendahan hati. Kamu memilikinya ketika Yesus jadi juru mudi atas dirimu (perahumu).
  • Reason yang dimiliki Simon adalah “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras tapi tidak menangkap apa-apa” Faith nya: “tetapi, aku percayalah perkataan-Mu”. Antara reason dan faith disini bertentangan tetapi Simon menaklukan rasionya dengan imannya kepada Yesus. Untuk menaati setiap perkataan Yesus itu harusnya pertama kita punya faith/iman dan kerendahan hati. Jika tidak memilikinya Simon tidak pernah mau mengikuti apa yang diperintahkan Yesus sebab secara rasio Yesus bukan seorang ahli nelayan. Mengikuti perintah Yesus menghasilkan rasio yang diperbarui (rasio baru).
  • Hasil dari rasio barunya adalah menjadi manusia baru artinya “Tuhan, pergilah aku seorang berdosa”. Ini adalah perbaruan manusia baru yang dialami oleh Simon yang mulai dari dalam hatinya dengan menyadarkan bahwa dia tidak layak. Tetapi Yesus berkata: jangan takut, mulai dari sekarang kamu menjadi penjala manusia.
  • Yesus memakai materia/benda-benda dalam menjala ikan (perahu, jala, dll). Maka materi yang dipakai oleh kita atau para murid untuk menjala manusia adalah Injil artinya Yesus yang menderita, di salib, mati, di kubur dan bangkit.
  • Perahu yang seperti kehidupan kita yang tidak boleh hanya di pakai di tepi pantai tetapi harus pergi ke tengah danau untuk menangkap ikan.

Cerita tentang Rasul Yohanes anak Zebedeus dan Salome (salah seorang anak perempuan Yusuf, penjaga Teotokos).

Ia pergi ke Efesus untuk mewartakan injil (menjadi penjala manusia). Dalam perjalanannya, ia menghadapi badai, semua penumpangnya terdampar ke pantai kecuali Rasul Yohanes. Setelah 14 hari dia dijagai oleh Tuhan di tengah samudera sehingga ia terdampar di pantai Efesus. Di kota Efesus Rasul Yohanes mewartakan injil kepada orang-orang penyembah berhala dan disertai banyak tanda dan mukjizat sehingga makin hari tambah banyak jumlah orang yang percaya Yesus. Pada tahun (56-68) Kaisar Nero memulai menganiaya terhadap orang Kristen, Rasul Yohanes pun di bawa ke pengadilan di Roma, dia di jatuhi hukuman mati tetapi Yesus menjagainya. Ia di suruh minum racun tetapi tidak terluka ia keluar hidup dari kuali perapian.

Setelah kematian Kaisar Nero, Rasul Yohanes kembali ke Efesus untuk meneruskan pemberitaan injil hingga ia dan murid-muridnya menghasilkan banyak orang yang menjadi percaya kepada Yesus Kristus. Rasul Yohanes wafat setelah berusia lebih 100 tahun. Dia hidup jauh lebih lama dari para saksi mata Tuhan yang lain dan tetap menjadi satu-satunya saksi mata yang tersisa akan kehidupan juruselamat di dunia. Maka ia juga dapat menulis 1, 2, dan 3 Yohanes, itu kisah penggembalaannya di Efesus. Gereja juga memperingati kematian Rasul Yohanes sang Theolog setiap tanggal 8 Mei.

Tuhan menganugerahkan kepada murid-murid-Nya yang terkasih, Yohanes dan saudaranya Yakobus, dengan julukan “putra-putra petir”, suatu simbol bahwa dia adalah Rasul yang luar biasa yang disertai kuasa penyucian api surgawi. Ini adalah karakter orang yang mempunyai kasih yang menyala-nyala, yang penuh pengorbanan, mempunyai ketajaman/kedalaman teologisnya. Julukan teolog ini hanya di berikan kepada Rasul Yohanes oleh gereja sebab dia adalah satu-satunya saksi mata yang bersaksi lama. Melalui Yohanes kita bisa tahu tentang penjelasan Allah Tritunggal ini. Melihat sesuatu yang terselami, Yohanes yang menginterpretasi siapa Allah itu lewat tuntunan Yesus Kristus. Yohanes di sebut sang teolog karena dia menemukan hal-hal yang misteri, sehingga kita bisa tau kalau Yesus itu adalah firman Allah (Logosnya Allah).

Refleksi:

  1. Memiliki ketaatan yang berasal dari faith (iman) dan humility (kerendahan hati)
  2. Menjala ikan (menjala manusia) artinya memberitakan injil yang berisi tentang Yesus Kristus yang mati, di kubur dan bangkit kembali
  3. 1 Kor 1:2 => Kita dipanggil sebagai orang-orang kudus (menjadi penjala manusia). Simon di panggil di danau Genesaret, pertanyaannya? Di danau manakah kita akan di panggil Yesus? mungkin d tempat pelayananmu sekarang, di organisasi dimana kamu berada dan di tempat lain. Dimana kita mengalami perubahan rasio dan menghasilkan manusia baru dan rasio baru.
  4. Temukanlah dimana titik perubahanmu untuk menjadi orang-orang yang di panggil menjadi orang-orang kudus.

Marniwati Gulo

Semester 7

Dosen: Dr. Hendi Wijaya, S.S