Marniwati Gulo
Etika Kristen
Tugas ke 2
Semester 5
22 Agustus 2019
Etika kita menentukan penghakiman yang akan kita alami. Untuk menyatakan pertobatan yang sungguh-sungguh harus mengalami weep => grief, artinya meratap, menangis, Matius 5:4 = berbahagialah orang yang berdukacita (dukacita karena bertobat dari segala dosa). Seperti halnya dengan yang dialami oleh rasul Petrus Matius 26:75. Petrus pertama menyangkal Yesus kemudian ia teringat dengan apa Firman Tuhan Yesus kepadanya sehingga perkataan Yesuslah yang membuat kita menangis atau bertobat. Untuk mengerjakan pertobatan yang mengahasilkan pembersihan hati yang kotor.
Iman => mengingat Firman Yesus => bertobat dengan tangisan.
- Pertobatan
Hati kita tidak bisa diisi dengan hal-hal yang fisik melainkan hal-hal yang metafisik yaitu Allah sendiri dan perkataan Yesus. 2 Kor 7:6-7, 11 => orang yang meratap menangis akan di hibur yaitu Yesus Kristus, bukan diri kita yang menghibur tetapi kata-kata, Firman Tuhan yang bisa menghibur. Sebab dibalik kata-kata itu ada kuasa atau maknanya. Tetapi kata-kata juga bisa sebaliknya yang bisa menyakitkan dan melukai kita. Apalagi Allah yang memiliki kuasa lebih dari apa yang kita miliki. Pertobatan itu membawa kita kepada keselamatan sehingga etika kita dimulai dari pertobatan, tetapi dukacita dari dunia mendatangkan kematian. Kis 19:18-19 mereka mengalami pertobatan dengan sihir “anak-anak Skewa” (dengan mengumpulkan kitab-kitabnya dan dibakar dihadapan semua orang) inilah pertobatan yang sungguh-sungguh dengan tidak segan-segan meninggalkan zona nyamannya dari yang mengandalkan sihir sehingga berbalik kepada Tuhan. Pertobatan dari diri sendiri tidak cukup untuk mencapai keselamatan tetapi menghasilkan buah-buah pertobatan Matius 3:7-10 => hasilkanlah buah sesuai dengan pertobatan Yohanes 15:2 => setiap pohon sudah di berikan kapak (penghukuman Allah) dan pohon itu ibarat diri kita. Lukas 13:6-7 => kita dihadapan itu ibarat pohon ara yang ditebang ketika tidak menghasilkan pertobatan. Yoh 15:6 => tidak menempel dengan Kristus sehingga tidak menghasilkan buah.

Kita harus mengerti dinamika untuk mencari Allah jangan memakai teopati atau perasaan kita yang mengukur berkat Allah. Melainkan teopati yang selaras dengan teology tentang Allah. Sebab secara teology kita tidak bisa terpisah dengan berkat-berkat Allah. Maksud dari teopati adalah perasaan akan adanya Allah sedangkan teology adalah pikiran tentang Allah. Markus 10:17 => merasakan berkat materi jasmani telah kita rasakan tetapi yang dirasakan adalah berkat yang kekal. Untuk mendapatkannya kita semestinya menempel dengan Kristus dengan datang kepadanya dalam pertobatan Yohanes 15:6. Buah-buah pertobatan adalah pekerjaan-pekerjaan baik yang sesuai dengan kehendak-Nya dan menyenangkan Dia. Matius 25:1-12 => 5 gadis bodoh ini tidak mempuyai persediaan minyak yang cukup. Tetapi gadis-2 bijaksana ini melakukan apa yang seharusnya dikehendaki Tuhan dan menyenangkan Dia. Sebab waktu Ia datang ia di sambut tetapi yang bodoh telah pergi dan sibuk dengan mencari minyak mereka. 5 gadis bodoh ini tidak melalukan hal-hal yang dikehendaki Tuhan. Lukas 13:24-25 => pintu telah ditutup bagi orang yang tidak menyenangkan Dia sebab Ia tidak mengenal siapakah kamu dan dari mana kamu. 2 Kor 6:2-4 => tetapi sebagai hamba Tuhan: menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran, seolah-olah Paulus masuk kedalam gerbang sempit. Gerbang yang sempit ini dikatakan Yesus sebagai pintu masuk ke kerajaan Surga.
- Godly Piety (mencari Allah dengan sungguh-sungguh) Matius 6:24
Jika kita tidak sungguh2 mencari Allah maka tidak ada buah-buah pertobatan dan tidak masuk jalan yang sempit. 2 Kor 6:14-16 => artinya terang yang tidak bersatu dengan gelap. Sehingga kita harus mempunyai Godly piety untuk mencari Allah dengan sungguh-sungguh. Mtius 23:25-26 => artinya membersihkan semua batin dan roh kita dari semua keinginan daging dan segala dosa-dosa yang dilakukan oleh roh kita. 2 Kor 7:1 => kita harus membersihkan semua pencemaran jasmani dan rohani. Setelah bersih maka masuk dalam Holiness (kekudusan). Menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah. Maksudnya sebelum kekudusan sucikanlah dirimu Yesaya 1:16. 1 Yoh 3:3 => menyucikan diri dengan menaruh pengharapan di dalam Kristus tanpa pengharapan di dalam Dia maka kita tidak bisa di sucikan. Pengharapan yang di dalam Dia maksudnya suatu kelak di dalam Dia dan menjadi serupa dengan Dia. Di dalam Hope ini kita menyucikan diri dan jangan takut sebab ada di dalam Kristus. 1 Yoh 3:2-3 => pengharapan yang di dalam Dia. Matius 5:48 => harus sempurna sama seperti Bapa kita yang sempurna. Filipi 2:15 => kamu sempurna tanpa salah di dalam pengharapan yang menuju kepada kasih. Matius 10:37-38 => penyucian hanya ada di dalam pengharapan di dalam Dia, di mulai dengan menjadi murid Tuhan. Matius 16:24-25 => Tuhan berjalan di depan kita dan yang perlu kita kerjakan yaitu penyangkalan diri artinya kita haru menemukan diri kita yang sejati atau diri kita yang sejati.