PERSIAPAN HARI PASKAH

  1. Minggu orang farisi dan pemungut cukai maksudnya Matius 25 (rendah hati = pertobatan)

Dalam doa bukan kata-kata doanya, tapi kerendahan hatinya. Lukas 18:10-13 Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. Doa orang farisi tidak didengar oleh Allah sebab dia tidak melihat dirinya perlu bertobat, dia tidak bisa melihat dirinya bersalah atau berdosa. Pemungut cukai bisa melihat dirinya sebagai orang berdosa, butuh pertobatan, butuh belaskasihan. Ini adalah masa kita mengerti bahwa kita butuh pertobatan/kerendahan hati (melihat diri kita bahwa kita adalah orang-orang berdosa)

Butuh pertobatan untuk bertobat kita merendahkan hati

2. Minggu anak yang hilang (Lukas 15:11-32)

Walaupun kita berdosa tetapi pengampunan Allah itu tak terbatas. Kasih Bapa itu tidak melihat seberapa dosanya tetapi melihat pada jiwa orang itu. Pribadi atau hidup orang itu yang sudah hidup kembali. Respon kita adalah kita datang kembali kepada Bapa/kembali kepada kasih Allah maka pertoban kita akan diterima oleh Allah. Jangan selalu menjauh dan berbuat dosa yang sama lagi. Kalau kamu butuh pertobatan kamu harus kembali kepada Allah. Begitu kamu kembali kamu hidup kembali, diterima oleh Allah kembali, di dapat kembali. Dalam peristiwa tentang anak yang hilang ini, apa pelajaran yang kita dapatkan? Yaitu menyadari bahwa kita butuh kasih Allah yang tak terbatas yang menampung pertobatan kita. Sebab hanya kasih Allah yang mampu segala dosa-dosa dan kesalahan kita. Dan hanya di dalam kasih Bapa juga terdapat pengampunan yang tidak mengingat-ingat lagi dosa kita.

Kita yang sebelumnya hidup dalam kegelapan dan dosa, maka kembalilah kepada Terang itu. Mintalah belaskasihan yang dari Allah Bapa dengan kita mengerjakan pertobatan kita, setelah menyadari bahwa kita membutuhkan pertobatan dan melakukannya dengan kerendahan hati. Maka kasih Allah itulah yang dapat menghidupkan kita kembali.

3. Minggu penghakiman akhir Matius 25:31-46, 1 Kor 8:8-9

Penghakiman artinya pemisahana antara domba dan kambing. Yang diselamatkan adalah domba. Artinya bangsa-bangsa yang ada disebelah kanan akan diselamatkan dan bangsa-bangsa yang disebelah kiri (bangsa kambing) akan masuk ke dalam api yang kekal yang tersedia bersama-sama dengan iblis dan malaikat-malaikatnya. Yang berada disebelah kiri akan mendapat kebinasaan (ayat 41). Yang disebelah kanan akan mendapat kerajaan yang kekal bersama dengan Bapa. Mengapa ada pemisah-pemisahan yang demikian? Sebab ada dasar penilaian atau dasar penghakimannya. Dasar penilaiannya adalah ketaatan atas perintah Allah dan mengasihi orang paling hina yang mengalami segala penderitaan. Orang yang paling hina yang dimaksud adalah Yesus Kristus, seperti yang terdapat dalam perumpamaan atau peristiwa yang sedang di ceritakan dalam ayat ini. Dasar penilaian penghakiman Allah adalah Kasih. Mengasihi orang yang paling hina dan menderita. Kasih yang tanpa syarat yang dibutuhkan dalam berbuat kasih yang tidak memandang rupa. Buah kasih ini menentukan kamu masuk kerajaan Allah atau neraka, masuk menjadi bangsa kambing atau bangsa domba.

Kasih adalah buah Roh atau bukti iman yang hidup. Dan kasih inilah dasar penghakiman. Kasih yang tidak memandang muka itulah kasih yang hidup (Yakobus 2:1-5) kita mengashi Allah supaya kita mengasihi sesama. Maka dia akan menjadi ahli waris kerajaan surga (ayat 5). Ketika kita melakukan kasih dengan memandang muka maka kita berbuat dosa ayat 9. Kasih itu mesti harus sesuai dengan ajaran atau kebenaran, seperti yang tertulis dalam 1 Yohanes 3:8 Kebencian menimbulkan kebinasaan (ayat 21-22). Kalau kita melakukannya dengan kasih maka kita membuat dia untuk hidup. Itulah perbuatan kasih yang dimaksud.

4. Minggu pengampunan dosa

Minggu pengampunan dosa = pengampunan dengan sesama = belajar supaya kita menjadi seperti Allah. Ketika kita tidak mengampuni orang lain maka kita juga tidak diampuni oleh Allah. Maka kita kembali ke kehidupan yang lama (hidup dalam dosa). Tanpa ada pengampunan tidak mungkin kita mendapatkan hidup baru apalagi kasih. Ketika mengampuni kepada sesama berarti belajar untuk menjadi seperti Allah. Inti dari pengampunan itu adalah kasih. Mengapa kita perlu mengampuni? Sebab kita belajar seperti Allah menjadi manusia Ilahi, Efesus 4:32 kalau kita mengampuni itu membuktikan kasih Allah itu ada di dalam kamu. Ketika kembali kepada Allah maka kita mendapat/mengalami kasih Allah itu. Sekarang kita disuruh untuk membagikan kasih Allah itu dengan mengampuni. Kolose 3:13 di dalam pengampunan tidak bisa dengan mulut saja melainkan kita wajib mempunyai dalam ayat 12. Ketika kita mengenakan inilah modal yang kita miliki dalam pengampunan. Ini semua adalah sifat-sifat Allah.

Matius 6:14-21 Jika kamu mengampuni sesama Bapamu juga akan mengampuni kamu.

Aplikasi:

Pertobatan (dosa), Allah mengampuni dosa kita mengajak kita untuk kembali kepada Allah (hidup baru) dan hidup di dalam kasih (Allah dan sesame) maka kita harus juga mengampuni (sebab Allah telah mengampuni kamu maka kita berbuat sama sperti yang Bapa lakukan kepadamu)

DAPATKAH KAMU MEMPEROLEH BUAH ROH

Keselamatan kita itu sinergy antara anugerah Allah dengan respon yang dari manusia itu. Respon yang harus dipakai oleh manusia adalah iman. Allah inisiatif menyelamatkan kita tetapi tidak otomatis, sebab kita meresponinya dengan iman. Sehingga ada sinergy antara Anugerah Allah dengan iman akan menghasilkan keselamatan. Efesus 2:8 walaupun kita di selamatkan atau ada iman/unsur respon manusia tetapi itu bukan hasil usahamu. Synergy ini pun pemberian Allah.

Synergy = Anugerah + iman = keselamatan, semuanya ini adalah pemberian Allah. Iman = didalam iman terdapat Freewill (kehendak bebas) dan grace (anugerah) dan ini semua adalah pemberian Allah. Roma 10:14 Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? jika tidak ada yang meberitakan injil bagaimana kamu dapat mendengar. Sehingga iman timbul dari pendengaran. Pendengaran akan injil. Ketika org itu mendengar injil maka anugerah itu masuk. Sehingga orang percaya kepada Kristus itu bukan semata-mata datangnya sendiri melainkan ada anugerah yang datang. Ketika mendengar injil kita tidak dipaksa supaya orang tersebut percaya kepada Kristus. Kehendak bebasnya dan anugerahnya bekerja sama. Sebab tanpa ada iman kalau ada maka itu percuma. Namun, ketika berita injil itu masuk dan anugerah itu masuk sehingga orang tersebut meresponnya dengan kehendak bebasnya maka timbullah iman untuk percaya kepada Kristus. Tetapi ketika orang itu merespon dengan kehendak bebas yang dituntun oleh anugerah/Roh Kudus. Dan Roh Kudus tidak memaksa orang supaya mereka percaya. Melalui iman kehendak bebas kita itu tidak diperlemah. Sehingga manusia tetap bersinergy dengan anugerah. Ada anugerah harus bekerja sama dengan free will sehingga menghasilkan iman. Ini yang dimaksud dengan sinergi.

Anugerah itu tidak melukai kehendak bebas atau anugerah itu tidak memaksa kehendak bebas kita. Seorang bapa gereja yang bernama Jerome mengatakan bahwa iman ini kerja sama dengan kehendak bebas dan grace (anugerah). Tetapi itu semua pemberian dari Allah. Mengapa karena anugerah yang mengerjakan itu semua.

Kita harus memegang keseimbangan ini yaitu anugerah dan iman. Sebab tanpa anugerah Allah tidak menghasilkan iman. Tanpa kerja sama kita juga maka anugerah Allah itu sia-sia. Ini adalah yang setara dan tidak bisa dipisahkan, dulu inisiatif Allah baru iman manusia yang meresponinya. Apa yang Allah kerjakan itu sangat penting dan respon manusia pun sangat dibutuhkan. Allah tidak menarik orang kepada diri-Nya dengan kekerasan dan terpaksa. Sehingga keselamatan itu dari diri kita dan dari Allah. Anugerah itu memimpin tapi bekerja sama dengan kehendak bebas. Berarti kalau Tuhan memberikan anugerah maka kita bukan tinggal duduk diam. Sebab kita harus meresponinya dan mengerjakannya. Iman yang hidup adalah percaya dan perbuatan-perbuatan baik. Seperti yang dilakukan oleh Paulus sebab dia ada sebagai mana ada karena anugerah Kristus, seperti yang tertulis dalam 1 Kor 15:10 Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku. Ketika Paulus mendapat anugerah lalu dia bekerja, itu bukannya dia atau usahanya tetapi anugerah Allah yang menyertai dia.

Yohanes 10:5 Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal.” synergy itu harus ada hubungan antar dua belah pihak yang sama-sama mau melakukannya atau menerimanya. Yohanes 10:5 sinergy = pokok (tinggal di dalam kristus) + ranting (kristus di dalam aku) = buah. Disini mengajarkan kita supaya kita dapat berbuat apa-apa. Tinggal di dalam kritsus itu maksudnya berbuat apa-apa atau berbuat sesuatu sehingga menghasilkan buah. Buah ini hasil dari kita menempel di dalam Kristus. Sebab buah menempel di dalam ranting. Synergy yaitu kita harus tinggal di dalam Kristus/anugerah itu, tetapi harus berbuat sesuatu. Berarti sinergi itu selalu mendatangkan sesuatu, sinergi mendapatkan keselamatan dan bersinergy itu mengahasilkan buah. Dalam melakukannya kita harsu tinggal di dalam-Nya namun bukan hanya sampai disitu saja. Melainkan kamu harus berbuat sesuatu. Perbuatan sesuatu apanya yang kita buat? Yaitu melakukan perbuatan-perbuatan baik dan mengerjakan pertobatan kita setiap hari.

Sinergi = karya Roh Kudus + karya manusia (iman + perbuatan-perbuatan “pertobatan, kerendahan hati, meminta belaskasihan Allah dalam doa, kembali kepada Allah) = buah Roh. Ketika manusia melakukan perbuatan-perbuatan baik tanpa bersinergi dengan Roh Kudus maka kita hanya sebagai manusia baik saja. Melainkan kita harus bersinergi dengan Allah maka kita menjadi manusia Ilahi dan anak-anak Allah (1 Yoh 3:2). Manusia Ilahi itu adalah menghasilkan buah-buah Roh Galatia 5:22-23 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Walaupun manusia ilahi kita belum sempurna namun sedang berproses atau menyerupai.

Aplikasi:

Dalam menghasilkan buah, manusia perlu bersinergy dengan Roh kudus. Demikian kita memperoleh keselamatan harus bersinergy antara anugerah dengan iman. Iman timbul dari kehendak bebas + anugerah. Dan iman timbul dari pendengaran tentang injil kebenaran Firman Tuhan. Ketika memperoleh buah Roh ada synergy antara karya Roh Kudus dengan karya manusia. Karya manusia itu adalah setiap perbuatan kasih dan pertobatan yang dilakukan dalam dunia ini.

saya sebagai penulis sedang berjuang dalam melakukan hubungan yang intim dengan Tuhan melalui sinergy dengan-Nya. sehingga menghasilkan Buah Roh, dengan menerima anugerah dan meresponnya dengan karya saya sendiri. namun, itu semua pemberian dari Tuhan. GBU, 🙂

Marniwati Gulo

semester IV

STT SOTERIA PURWOKERTO

Dogmatika III

Dr. Hendi Wijaya, S.s

Anugerah Allah + iman Iman = Freewill + Grace

Untuk menghasilkan benih Ilahi harus ada sinergy antara anugerah dengan iman (Efesus 2:8). Lahir dari air dan Roh ini ada dalam peristiwa baptisan dan perkawinan penyatuan antara 2 benih. Sehingga melahirkan benih Ilahi. Inilah yang disebut dengan lahir dari Allah dan anak-anak Allah. Dari sinilah benih Ilahi harus menjadi akar. Dalam menghasilkan akar harus mengalami proses mati. Baru benih bisa menjadi akar (Yoh 12:24) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. Bijinya mati, atau jatuh dalam arti menghasilkan buah. Artinya Yesus itu mati supaya dapat menghasilkan banyak buah. Demikian kita juga mati (mati sebagai biji) artinya benih ilahi itu harus berubah lagi dengan proses kematian. Proses kematian inilah yang disebut dengan (penyaliban daging). Yesus mati dengan penyaliban demikian kita harus mematikan daging kita melainkan melakukan penyaliban keinginan daging. Pertobatan itu adalah penyaliban, mematikan keinginan daging harus dikerjakan dengan terus menerus.

Kalau tidak menghasilkan buah sama seperti yang tertulis dalam Yohanes 15:3-6 akan dipotong dan dibakar. Dalam arti kita mengalami penghakiman. Kol. 2:6-7 Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur. Kita harus berakar di dalam Kritsus. Kristus sebagai tanah bagi kita yang menyediakan makanan bagi kita untuk bertumbuh dan berbuah di dalam Roh atau di dalam Kristus, itulah sinergynya. Sehingga janganlah kita salah menaruh biji yang kita miliki untuk bisa berbuah.

Synergy

Lahir dari Allah = anak-anak Allah

Kematian = pertobatan

Akar = di dalam tanah = menyerapkan

Pohon/ranting = pertumbuhan iman = iman + perbuatan-perbuatan

Persiapan Minggu Paskah Matius 25

  1. Minggu orang farisi dan pemungut cukai maksudnya (rendah hati = pertobatan)

Dalam doa bukan kata-kata doanya, tapi kerendahan hatinya. Lukas 18:10-13 Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. Doa orang farisi tidak didengar oleh Allah sebab dia tidak melihat dirinya perlu bertobat, dia tidak bisa melihat dirinya bersalah atau berdosa. Pemungut cukai bisa melihat dirinya sebagai orang berdosa, butuh pertobatan, butuh belaskasihan. Ini adalah masa kita mengerti bahwa kita butuh pertobatan/kerendahan hati (melihat diri kita bahwa kita adalah orang-orang berdosa)

Butuh pertobatan untuk bertobat kita merendahkan hati

2. Minggu anak yang hilang (Lukas 15:11-32)

Walaupun kita berdosa tetapi pengampunan Allah itu tak terbatas. Kasih Bapa itu tidak melihat seberapa dosanya tetapi melihat pada jiwa orang itu. Pribadi atau hidup orang itu yang sudah hidup kembali. Respon kita adalah kita datang kembali kepada Bapa/kembali kepada kasih Allah maka pertoban kita akan diterima oleh Allah. Jangan selalu menjauh dan berbuat dosa yang sama lagi. Kalau kamu butuh pertobatan kamu harus kembali kepada Allah. Begitu kamu kembali kamu hidup kembali, diterima oleh Allah kembali, di dapat kembali. Dalam peristiwa tentang anak yang hilang ini, apa pelajaran yang kita dapatkan? Yaitu menyadari bahwa kita butuh kasih Allah yang tak terbatas yang menampung pertobatan kita. Sebab hanya kasih Allah yang mampu segala dosa-dosa dan kesalahan kita. Dan hanya di dalam kasih Bapa juga terdapat pengampunan yang tidak mengingat-ingat lagi dosa kita.

Kita yang sebelumnya hidup dalam kegelapan dan dosa, maka kembalilah kepada Terang itu. Mintalah belaskasihan yang dari Allah Bapa dengan kita mengerjakan pertobatan kita, setelah menyadari bahwa kita membutuhkan pertobatan dan melakukannya dengan kerendahan hati. Maka kasih Allah itulah yang dapat menghidupkan kita kembali.

3. Minggu penghakiman akhir Matius 25:31-46, 1 Kor 8:8-9

Penghakiman artinya pemisahana antara domba dan kambing. Yang diselamatkan adalah domba. Artinya bangsa-bangsa yang ada disebelah kanan akan diselamatkan dan bangsa-bangsa yang disebelah kiri (bangsa kambing) akan masuk ke dalam api yang kekal yang tersedia bersama-sama dengan iblis dan malaikat-malaikatnya. Yang berada disebelah kiri akan mendapat kebinasaan (ayat 41). Yang disebelah kanan akan mendapat kerajaan yang kekal bersama dengan Bapa. Mengapa ada pemisah-pemisahan yang demikian? Sebab ada dasar penilaian atau dasar penghakimannya. Dasar penilaiannya adalah ketaatan atas perintah Allah dan mengasihi orang paling hina yang mengalami segala penderitaan. Orang yang paling hina yang dimaksud adalah Yesus Kristus, seperti yang terdapat dalam perumpamaan atau peristiwa yang sedang di ceritakan dalam ayat ini. Dasar penilaian penghakiman Allah adalah Kasih. Mengasihi orang yang paling hina dan menderita. Kasih yang tanpa syarat yang dibutuhkan dalam berbuat kasih yang tidak memandang rupa. Buah kasih ini menentukan kamu masuk kerajaan Allah atau neraka, masuk menjadi bangsa kambing atau bangsa domba.

Kasih adalah buah Roh atau bukti iman yang hidup. Dan kasih inilah dasar penghakiman. Kasih yang tidak memandang muka itulah kasih yang hidup (Yakobus 2:1-5) kita mengashi Allah supaya kita mengasihi sesama. Maka dia akan menjadi ahli waris kerajaan surga (ayat 5). Ketika kita melakukan kasih dengan memandang muka maka kita berbuat dosa ayat 9. Kasih itu mesti harus sesuai dengan ajaran atau kebenaran, seperti yang tertulis dalam 1 Yohanes 3:8 Kebencian menimbulkan kebinasaan (ayat 21-22). Kalau kita melakukannya dengan kasih maka kita membuat dia untuk hidup. Itulah perbuatan kasih yang dimaksud

4. Minggu pengampunan dosa

Aplikasi:

Menjelang minggu persiapan hari paskah. Maka kita perlu mempersiapkan hati, jiwa, dan pikiran kita. Dengan dimulai dari minggu pertama yaitu minggu orang farisi atau pemungut cukai. Maksudnya menyadari bahwa ita adalah manusia berdosa yang membutuhkan pertobatan dan penyelasan. Minggu kedua, minggu anak yang hilang. Maksudnya ketika kita membutuhkan pertobatan maka kita harus kembali kepada Kasih Bapa, sebab hanya kasih-Nyalah yang dapat menampung segala pertobatan dan hanya di dalam Dia terdapat pengampunan yang sejati. Minggu ketiga, minggu penghakiman. Maksudnya setelah kita kembali kepada Allah maka kita tetap hidup di dalam Kasih Yesus itu yang tidak memandang muka. Minggu keempat, minggu pengampunan dosa.

Marniwati Gulo

semester IV

Sinoptik PB

Dr. Hendi Wijaya, S.s

IMAN + PERBUATAN = KASIH

A

Kita suci itu kita baca untuk kita tafsir dan kita tafsir itu untuk kita. Kita berinteraksi itu untuk mengubah diri kita. Iman pada dasarnya mati kalau tidak ada perbuatan. Berarti perbuatan-perbuatan yang dilandasi oleh iman, itulah buah Roh. Perilaku apakah itu? Kasih, ketekunan, kesalehan, dll, seperti yang tertulis dalam Surat 1:5-7. Mengapa pakai istilah buah? karena buah nya Roh Kudus. Berarti ini ada hubungannya dengan Roh Kudus. Ini bukan buah yang bisa dilihat secara mata jasmani, berarti kerjanya lewat iman, karena buah Roh itu kasih, sukacita dan damai sejahtera.

Buah Roh = pohon Roh = Akar = benih = lahir dari Allah = dilahirkan dengan Air dan Roh

Kalau ini buah-buah Roh maka harus dihasilkan dari pohonnya dari Roh. Sebab buah ada karena ada pohonnya. Karena ada pohonnya berarti ada akarnya adalah Roh. Pohon, akar, dan buahnya kita tidak bisa lihat karena dikerjakan oleh iman. Sebelum ada akar ada benihnya berasal dari Roh itu sendiri yaitu berasal dari dalam diri Allah. Berarti sebelum ada benih Roh itu kamu harus lahir dari Allah (benih Ilahi) 1 Yoh 3:9 Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah. Supaya kita mewarisi benih Allah itu. Bagaimana yang dimaksud dengan lahir dari Allah? Harus ada suatu perhubungan antara yang satu dengan yang lain. Contoh Yesus Kristus Lukas 1:34-35 Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah, ini adalah kerja Roh Kudus. Sebab Roh kuduslah yang membuahi (menaungi) Maria. Yesus lahir itu berasal dari 2 benih yaitu Roh Kudus dan Maria. Dengan kita lahir dari Allah maka harus ada 2 benih yang bertemu. Benih apa sajakah yang dua itu? Benih pertama adalah Air dan kedua adalah Roh (Lahir baru: Yoh 3:6). Benih Roh dan benih air itu maksudnya apa?

  1. Kalau benih Roh Roma 5:5 Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. Roh Kudus mencurahkan kasih Allah di dalam hati kita, sama dengan Ia mebuahi benih Maria, masuk dalam hati kita. Itu artinya dilahirkan di dalam Roh = Roh Kudus mencurahkan kasih Allah ke dalam hatimu. Hatimu itu tempat dimana RK mencurahkan kasih Allah. Kasih Allah isinya apa? Anak-Nya yang tunggal Yoh 3:16 (Kristus) yang diserahkan ke dalam dunia. 1 Yoh 4:9-10. Allah mengutus anak-Nya untuk mengalahkan dosa, iblis, dan maut dengan cara Ia menyerahkan nyawanya. Sebab dalam pengampunan dosa harus ada korban. Itulah Kritsus. 1 Yoh 3:16. Inti dari kasih Allah itu adalah nyawa Kristus inilah yang sama dengan darah dan dagingnya Yesus Yoh 6: 54-56 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. Daging dan darah itu harus dimasukkan di dalam Hati. Kasih Allah itu harus dimasukkan di dalam hati kita itulah maksudnya dimakan dan di minum. Yang dari luar masuk ke dalam. Artinya harus menyatu di dalam dirimu.
  2. Benih Air maksudnya Baptisan (menunjukkan kamu dimanunggalkan dalam kasih Allah itu Roma 6:3-5 inilah peristiwa baptisan menyatu dengan kematian dan kebangkitan Yesus Kristus. Berarti kalau kamu mau menyatu harus dibaptis dengan menyatu dalam kematian dan kebangkitan Yesus Kristus. Roma 7:4 Sebab itu, saudara-saudaraku, kamu juga telah mati bagi hukum Taurat oleh tubuh Kristus, supaya kamu menjadi milik orang lain, yaitu milik Dia, yang telah dibangkitkan dari antara orang mati, agar kita berbuah bagi Allah. Supaya kita berbuah bagi Allah maka kita harus menjadi milik orang lain yaitu milik Allah dengan menyatu dalam Kristus. Peristiswa baptisan

Ringkasan:

Lahir baru maksudnya adalah lahir dari Air dan Roh. Air itulah peristiwa baptisan dimana kita dikawinkan dengan Kristus. Baptisan itu ibarat pacaran namun harus kamu dikawinkan dengan Kristus sakramen (dipersatukan, dimanunggalkan dengan Kristus: kematian, penguburan dan kebangkitan Yesus). Maka setiap perjamuan Kudus, kita harus menyadari bahwa kita menjadi miliknya Kristus dipersatukan dengan Kristus dan itu dikerjakan oleh Rasul Paulus Ef 2:8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,. Kamu diselamatkan bukan karena kamu melainkan oleh karena anugerah dan iman, kasih Allah itulah anugerah Allah. Iman itulah benih manusia, jadi setiap orang mempunyai iman. Tetapi benih iman itu mati Ef 2:1 Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. Berarti benih iman kita sudah mati dan itu hanya bisa menjadi iman yang hidup ketika dipersatuan dengan anugerah Allah. Sebab dalam 1 Yohanes 3: 15 Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya. Mengaku bahwa Yesus adalah anak Allah, 1Yoh 5:1 Setiap orang yang percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga dia yang lahir dari pada-Nya. Percaya (iman/benih) bahwa Yesus adalah Kristus maka dia lahir dari Allah.

Kalau manusia cuman percaya Allah yang Esa berarti imanmu masih mati. Tetapi, kamu harus percaya bahwa Yesus adalah anak Allah dan Yesus adalah Kristus. Artinya baru kamu bisa dipersatukan dengan Kristus. Sebab Yesus sebagai Anak Allah dan Kristus inilah yang menyerahkan nyawanya yang mati, dikubur dan bangkit. Yesus itu manusia sehingga Dia bisa mati dan Dia anak Allah dan Kritsus sehingga Dia bisa bangkit untuk mengalahkan kematian, dosa dan iblis. Maka kita perlu percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah dan Kritsus. Ini berkaitan dengan benih Roh yang tadi sejak Dia lahir. Sebab Dia manusia dan Anak Allah. Lahir dari Allah ini adalah pertemuan dari benih Roh dan Air. Benih Roh adalah Karya anugerah Allah dan air itu baptisan. Maka kamu dibaptis di dalam Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Markus 16:16 Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Baptisan itu dilandasi dengan iman dan percaya. Anugerah di dalam perkawinan antara benih iman dengan baptisan.

Secara kacamata medis tidak percaya dan tidak mungkin terjadi antara Maria dan benih Roh yang berasal dari Allah. Tetapi, apa yang kita bahas ini adalah suatu kenyataan atau fakta. Seperti yang tertulis dalam 2 Petrus 1:16, kita harus mengimani, imannya Rasul. Yoh 20:30. Sehingga persiapkanlah hatimu untuk menjadi tempat benih Ilahi. Yohanes 12:23-24. Mati yang dimaksud adalah biji itu harus berakar dan menjadi pohon. Berarti benih Ilahi yang ada di dalam hati, hati itu mesti diperbaharui. Hati mesti subur sehingga benih menjadi berakar, tumbuh, dan berbuah. Akar dan pohon tumbuh di dalam tanah. Tanah ini kita tau inilah hati kita. Ketika kita baca Firman ibarat kita sedang menyiram pohon itu, merawat imanmu (benih). Sehingga menjadi akar yang kuat, pohon yang bertumbuh besar dan menghasilkan buah. Tujuanmu untuk melakukan kebenaran adalah kamu merawat iman itu sehingga memperoleh buah. Mati = mematikan kedagingan kita. Ketika kita jarang, gak pernah mematikan keinginan daging kita (Galatia 5:20). Mematikan maksudnya menyalibkan kedagingan Kolose 3:5 mematikan sifat-sifat daging kita supaya iblis itu mati dan iman kita berakar. Mematikan ini namanya proses pertobatan. Akar, pohon dan buah sama-sama bertumbuh. Sehingga pertobatan itu tidak boleh berhenti. Mematikan keinganan daging (hidup kudus).

Kesimpulan:

Iman dan perbuatan itu menghasilakan buah. Sehingga kita harus tekun, tekun dalam pertobatan. Penguasaan diri (menguasai kedagingan kita), dan lain sebagainya. Itu yang perlu kita kerejakan untuk menghasilkan yang dua hal ini menjadi hidup Kudus dan menghasilkan buah Roh (perbuatan kasih). Iman + perbuatan = kesucian, pertobatan, dan menghasilkan buah Roh (kasih).

Marniwati Gulo

M. Kuliah: Sinoptik

Dosen: Dr. Hendi Wijaya, S.s

OUTLINE KONSEP MARKUS 12:29-30

FOKUS PADA TEKS

Markus 12:29-30 syntatic form: level Knowlidge (pengetahuan)

Penjelasan syntactic form:

Ayat 29-30

Subjeknya adalah Ὁ Ἰησοῦς (nominative subject)

Predikatnya adalah ὅτι Πρώτη πάντων τῶν ἐντολῶν, Ἄκουε, Ἰσραήλ· κύριος ὁ θεὸς ἡμῶν, κύριος εἷς ἐστίν· καὶ ἀγαπήσεις κύριον τὸν θεόν σου ἐξ ὅλης τῆς καρδίας σου, καὶ ἐξ ὅλης τῆς ψυχῆς σου, καὶ ἐξ ὅλης τῆς διανοίας σου, καὶ ἐξ ὅλης τῆς ἰσχύος σου. Αὕτη πρώτη ἐντολή.

  1. Ὁ δὲ Ἰησοῦς ἀπεκρίθη αὐτῷ ὅτι Πρώτη πάντων τῶν ἐντολῶν, Ἄκουε, Ἰσραήλ· κύριος ὁ θεὸς ἡμῶν, κύριος εἷς ἐστίν· (Mk. 12:29 BYZ) καὶ ἀγαπήσεις κύριον τὸν θεόν σου ἐξ ὅλης τῆς καρδίας σου, καὶ ἐξ ὅλης τῆς ψυχῆς σου, καὶ ἐξ ὅλης τῆς διανοίας σου, καὶ ἐξ ὅλης τῆς ἰσχύος σου. Αὕτη πρώτη ἐντολή. (Mk. 12:30 BYZ)

And Jesus answered him, The first of all the commandments is, Hear, O Israel; The Lord our God is one Lord: (Mk. 12:29 KJV) And thou shalt love the Lord thy God with all thy heart, and with all thy soul, and with all thy mind, and with all thy strength: this is the first commandment. (Mk. 12:30 KJV)

Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. (Mk. 12:29 ITB) Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. (Mk. 12:30 ITB)

Terjemahan literal = level Comprehension (pemahaman)

Di jawab Yesus, (kita tau bahwa indicative ini fakta kenyataan yang benar-benar terjadi bahwa Yesus yang menjawabnya dengan nyata) perintah pertama adalah dengarlah hai orang Israel Tuhan Allah kita, Tuhan yang Esa, dan kasihilah Tuhan, Allahmu, dari segenap hatimu, jiwamu, pikiranmu, dan kekuatanmu.

Poin-poin Sintaksis: Comprehension (pemahaman)

  1. Yesus sendiri memberikan jawaban apa itu perintah pertama
  2. Perintah pertama adalah
    1. dengarlah hai orang Israel Tuhan Allah kita, Tuhan adalah Esa
    1. kasihilah Tuhan, Allamu, dengan segenap hatimu, jiwa, pikiran dan kekuatanmu.

Poin-poin semantis

  1. Yesus sendiri yang memberi jawaban apa itu perintah pertama sehingga perintah pertama adalah kebenaran
  2. Perintah pertama berarti perintah yang harus dilakukan terlebih dahulu sebelum mengerjakan perintah yang lain.
  3. Yesus memerintah supaya bangsa Israel mengerti bahwa Allah itu Esa
  4. Setelah mengerti atau mengenal Allah itu Esa dilanjutkan dengan perintah mengasihi Allah yang Esa itu dari segenap hati, jiwa, pikiran, dan kekuatan bangsa Israel
  5. Mengenal dan mengasihi Allah adalah satu kesatuan yang utuh
  6. Kata “Tuhan” dan “Allah” menunjuk pada identitasnya sama yaitu Allah Bapa. Pada perkembangannya kata “Tuhan” meunjuk kepada Yesus Kristus sehingga mengenal dan mengasihi Kristus sama artinya mengenal dan mengasihi Allah Bapa atau mengenal dan mengasihi Allah Bapa sama artinya dengan mengenal dan mengasihi Kristus.
  7. Tidak mengenal Kristus berarti tidak mengenal Allah
  8. Mengasihi Allah itu harus bersumber dari dalam batin yaitu hati, jiwa, dan pikiran manusia yang terpancar keluar dalam wujud kekuatan (energy atau daya manusia) yang kita sebut sebagai terang.
  9. Mengasihi Allah menghasilkan hidup yang terang sebab kasih itu berwujud terang atau energy ilahi.
  10. Hidup yang terang berarti hati, jiwa, pikiran, mengalami terang (batin mengalami terang) dan kekuatan terpancar keluar sehingga tubuh mengalami terang.

Outline konsep:

Ide utama: mengenal dan mengasihi Allah

Ide-ide pendukung:

  1. Mengenal dan mengasihi Allah adalah perintah pertama
  2. Perintah pertama menjadi dasar mengerjakan perintah selanjutnya.
  3. Mengasihi Allah yang Esa: dari segenap batin dan tubuh.

OBEDIENCE (ketaatan)

Aplikasi = penerapan (penggunaan hasil olahan data)

  1. Kita harus mengenal atau memahami siapa Allah yang Esa itu
  2. Setelah itu, kita harus menerapkan pengenalan itu dalam wujud kasih dengan segenap batin dan tubuh.

Focus pada teks (Christ Center dan Ecclesial)

Semantic conten: Analisis (menguraikan komponen-komponen)

3 poin di atas dianalis dengan interaksi teks-teks lain di dalam Alkitab dan tulisan bapa-bapa gereja.

Memisahkan komponen-komponen yang ada. Analisisnya adalah kemampuan kamu memisahkannya dengan penjabarannya. Cara yang digunakan adalah interaksi dengan teks-teks (Alkitab, PL dan PB), dan interaksi dengan churc father. Kemampuan kamu untuk dapat menjawab jika komponen itu dijadikan sebuah pertanyaan. Memisahkan konsep dengan komponen-2 untuk memperoleh wawasan yang luas. Itulah langkah yang perlu dilakukan dalam semantic conten. Dari data di atas itu harus focus pada teks yang di bahas, namun di semantic conten harus focus juga dengan teks-teks lain. Sebab dari data yang kita terima, belum tentu pemikiran kita dalam memahaminya benar atau salah. Sehingga dengan adanya interaksi dengan teks-teks lain itu adalah suatu bukti bahwa pikiran kita itu benar dan sesuai dengan kebenaran.

  1. Siapa Allah yang Esa itu?
  2. Apakah mengasihi identic dengan perbuatan baik
  3. Bagaimana dengan kehidupan orang yang sudah mapan, jika mereka tidak perlu mengerti Allah?
  4. Mengasihi, bagaimana caranya?

Dalam menjawab pertanyaan-2 ini, kita perlu bantuan, karena gak bisa lagi dengan pemahaman kita. Ini dapat dilihat dari luar teks, dengan baca-buku2 dan interaksi dengan ayat-ayat lalin. Kita harus menganalisis ke 4 data yang ada diatas dengan berinterksi dengan teks-teks lain dan buku-buku yang membantu.

  1. Mengenal dan mengasihi Allah adalah perintah pertama

Siapasih Allah Esa itu? Allah yang Esa itu adalah Allah Bapa yang menjadi sumber dari segala sesuatu sehingga Dia disebut juga sebagai Bapa. Allah Putera (Firman Allah yang berinkarnasi menjadi manusia “Kristus Yesus”) oleh Dialah segala sesuatu diciptakan sehingga Dia disebut sebagai Putera. Allah Roh Kudus (Roh Allah) merupakan nafas dari Allah yang memberikan hidup, sehingga ada dalam ciptaan-Nya yang menjadi makhluk hidup oleh karena adanya Roh Allah. Seperti yang tertulis dari Yudas 1:25 Allah yang esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin. Sehingga jawab Yesus kepada mereka bahwa perintah pertama itu adalah mengenal dan mengasihi Allah yang Esa Markus 12:29-30.

Bagaimana kita mengasihi Allah dengan segenap hati dan pikiran kita? Yaitu dengan penyerahan diri kepada Yesus Kristus dalam arti hidup di dalam Yesus. Mengasihi Dia itu harus bersumber dari dalam, yang artinya dari hati, jiwa, pikiran dan kekuatan. Sehingga mengasihi Allah dengan kekuatan maksudnya mengasihi Allah dengan tubuh yang artinya wujud kasih itu kita harus nyatakan dengan memakai tubuh kita untuk melakukannya. Apakah mengasihi identic dengan perbuatan baik? Jika kita sudah mengerti dengan lebih spesifik maka kita tahu dan mengerti jika kasih dengan perbuatan baik tidak identic. Sebab berbuat baik belum tentu dia mengasihi. Namun, mengasihi sudah jelas melakukan perbuatan baik. Dalam hal ini benarlah kalau perintah yang utama dan utama itu mengasihi. Dan kita tahu jelas bahwa Allah itu juga kasih 1 Yohanes 4:8 Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. Ketika kita tidak mengenal Allah maka kita tidak bisa mengasihi Dia. Bagaimana bisa kita mengasihi orang yang tidak kita kenal. Jika ada seseorang yang menyuruh engkau untuk mengasihinya, namun kalian tidak pernah ketemu. Kalian saja bisa ngobrol karena salah sambung (dalam hp). Dalam hal ini, kamu langsung berpikir bagaimana mungkin saya mengasihimu, nama, orang mana dirimu, dan semuanya saya tidak tahu dan tidak mengenalnya. Bagamana ceritanya kalau aku mengasihimu, mungkin kamu ini gila ya? Jadi, tanpa kita mengenal orang tersebut kita tidak mungkin mengasihinya. Begitu juga dengan orang yang tida kamu kenal mengasihimu. Jika dua-2nya saling mengasihi tanpa kenal, bagaimana ceritanya? Orang gila aja tidak megasihi orang yang tidak dia kenal, apa lagi orang yang waras. Sehingga perintah untuk mengenal Allah itu sangat penting dan utama dalam hidup ini.

Jika bertemu dengan orang yang sudah mapan dan bertanya kepada kamu, untuk apa saya mengenal dan mengasihi Allah. Sebab tanpa aku mengenal Dia aku tetap sukses, dan mapan. Dalam hal ini tindakan apa yang perlu kita lakukan? Kita perlu memberitahu bahwa semua barang dan kemapaan yang ia miliki bisa hangus dari sekejap mata. Jika ada terjadi musibah pada dirimu pasti semuanya akan habis dan semuanya sia-sia, musibah seperti kebakaran, penyakit, dan lain sebagainya. Sebab yang kita miliki di dunia ini tidak ada yang kekal. Sehingga bagaimana kita bisa mendapatkan sesuatu yang kekal itu? Yaitu dengan kita mengenal siapa sumber dari semua yang kita miliki dan mengasihi Dia. Siapakah sumbernya? Yaitu Allah yang Esa. Bagaimana caranya untuk mengasihi? Yaitu dengan kita harus mengenal Dia, prcaya kepada-Nya, dan kita harus hidup di dalam Dia dengan kita hidup di dalam Kasih. Hidup di dalam Kasih artinya mengasihi itu menjadi bagian dalam hidup kita atau kita harus menghidupi yang namanya mengasihi. Sebab dengan kita mengenal Allah dan orang yang berada dalam kasih, maka Allah berada dalam dia dan dia berada dalam Allah 1 Yohanes 4:16 Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.

2. Perintah pertama menjadi dasar mengerjakan perintah selanjutnya

Dasar adalah suatu landasan dalam melakukan suatu pembangunan atau sesuatu yang dikerjakan. Nah, perintah pertama adalah menjadi dasar mengerjakan perintah selanjutnya. Sudah jelas berarti kita harus melakukan perintah ini lebih dahulu dari segala perintah yang ada. Sebab perintah pertama ini adalah suatu inti dari segala perintah yang lain. Dalam pengenalan dengan Allah bukan hanya sebatas itu, sebab ada berbagai hal lagi yang perlu dilakukan. Jangan berhenti sampai disitu saja, melainkan bertumbuhlah dan bertambah kuatlah dalam iman dan kebenaran sesuai yang ajarkan oleh Yesus Kristus. Ketika seseorang ingin membangun sebuah rumah, maka apa yang perlu dia lakukan telebih dahulu yaitu dasarnya sketsa. Sebab dengan adanya sketsa atau gambaran dari rumah yang ingin dibangun itulah yang memperkokoh bangunannya. Namun, ada kalanya juga jika dasar atau fondasi yang dipakai itu asal-asalan. Apa yang terjadi yaitu semuanya gagal dan bangunan tersebut cebat rusak dan roboh. Apa gunanya melakukan pembangunan yang demikian? Sehingga pemiliki bangunan itu memberikan suatu hal yang paling utama dan terutama dalam membangun. Begitu juga dengan perintah Allah yang begitu banyak menurut hukum Musa. Namun, inti dari semuanya adalah tergantung dan terdapat dalam perintah yang utama. Dan Allah yang sebagai pemilik kehidupan juga telah meberikan kita perintah yang pertama dan terutama agar kita dapat mengerjakannya dengan taat dan hidup di dalam Kristus Yesus. Apakah kita benar miliknya Allah? Jika saudara telah menerima Yesus Kristus sebagai juruselamat saudara maka Allah menjadi milikmu dan engkau menjadi milik Allah. Bahkan dengan kasih-Nya Dia menganggap kita sebagai anak, sehingga kita dapat memanggilnya sebagai Bapa. Sebab Paulus berkata bahwa dengan iman kepada Yesus Kristus, engkau adalah anak-anak Allah Galatia 3:26 Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus.

Sehingga perintah pertama menjadi dasar dalam rema kehidupan manusia. Dengan pengenalan akan Allah di dalam Kristus Yesus Tuhan maka semua dapat kita kenal apa perintah selanjutnya dapat melanjutkannya dengan aman dan penuh damai.

3. Mengasihi Allah dengan segenap batin dan tubuh

Dengan seseorang sudah saling kenal apa yang ia perbuat? Apakah dia tidak peduli, perhatian, mengaguminya, dan lain sebagainya. Segala perilaku itu sesuatu hal yang mencakup untuk saling mengasihi. Namun, manusia mengasihi yang ia kenal bisa dibohongin, bisa dengan kata-kata sendiri dan bisa juga dengan kasih yang tersembunyi. Tetapi dalam mengasihi Allah harus dengan segenap hati, jiwa, pikiran, (batin), dan kekuatan (tubuh). Maksud dari mengashi Allah dengan segenap batin adalah mengasihi Dia dari dalam yang bersumber dari hati, jiwa dan pikiran. Mungkin kita hanya bisa mengasihi sesama kita dengan apa yang kita punya namun, bukan dari hati. Tetapi Allah mengkehendaki agar setelah kita mengenal Dia tidak cukup. Melainkan kita harus mengasihi-Nya dengan segenap batin kita. Dalam arti menyerahkan jiwa dan tubuh ini untuk tetap melayani dan melakukan segala apa kehendak-Nya. Mengashi Dia dengan segenap tubuh artinya berbakti kepada Allah bukan menurut kehendak manusia sendiri. Dalam arti tubuh ini harus membuktikan wujud kasih yang kita punya kepada Allah. Sehingga mengashi Allah dengan segenap tubuh itu terbukti dari sikap atau teladan yang bagaimanakah yang kita berikan kepada orang lain. Hidup menurut kehendak Allah itu maka Allah menikmati kehidupan kita selama ada di dunia ini. Dalam hal ini marilah semua hidup di dunia ini dengan mengasihi Allah.

PERSONAL (HATI)

Ringkasan = sintesa (menyimpulkan atau menyusun kembali)

“Tak kenal maka tak sayang” itu salah satu kata yang sering diungkapkan oleh orang lain sebelum ia memperkenalkan dirinya. Kalimat ini ditulis pasti ada maknanya. Benar. Bagaimana mungkin kamu mengashi atau sayang kepada orang yang tak kamu kenal? Begitu juga dengan kita yang sudah mengenal kepada Allah, bukan hanya sekedar mengenalnya saja melainkan mengasihi Dia dengan segenap batin dan tubuh ini. Sehingga segala yang kita miliki adalah hanya untuk mengasihi Allah. Sebab harta benda lebih berharga dari batin dan tubuh yang kita punya. Namun, yang berharga itu telah kita berikan kepada Allah, maka hidup ini akan dinikmati oleh Allah dan menyenangkan-Nya.

Marniwati Gulo

Semester IV

M. Kuliah : Dogmatika III

Dosen: Dr. Hendi Wijaya, S.s

KESELAMATAN

Setiap pemahaman manusia tentang keselamatan berbeda-beda. Ada yang mengatakan bahwa keselamatan itu bisa hilang dan ada pula yang mengatakan kalau keselamatan itu satu kali untuk selama-lamanya dan ada beberapa pendapat lain lagi tentang konsep keselamatan. Bahkan ada banyak orang yang mengatakan keselamatan itu tidak ada. Tetapi marilah kita belajar bersama dari kebenaran Firman Tuhan, injil Lukas menuliskan bahwa keselamatan itu ada dan tidak ada dalam diri orang siapa pun melainkan hanya Dialalah satu-satunya penyelamat dan keselamatan itu adalah Dia sendiri. Siapakah Dia? Yaitu Yesus Kristus Kisah para rasul 4:12 Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan. Namun, dengan pemahaman yang berbeda ini kita telah tau bahwa kebenaran itu cuman ada satu. Maka dalam hal ini kita harus mengetahui kebenaran itu dengan kita belajar sesuai dengan cara sebagai berikut.

Knowledge = poin sintaksis

  1. Keselamatan itu dengan aspek sudah, sedang, dan akan diselamatkan
  2. Keselamatan yang sudah maksudnya adalah diselamatkan dari kematian, dosa, dari kematian (pembenaran)
  3. Keselamatan yang sekarang maskudnya adalah perjalanan dan pertumbuhan kita sehari-hari bersama dengan Kritsus dan Roh Kudus. Atau disebut dengan pemurnian atau pengudusan.
  4. Akan diselamatkan artinya kemuliaan yang akan kita terima di dalam Kristus, pengilahian dan pemuliaan (Kol 3:4; Yoh 3:2).

Poin sintaksis maksudnya adalah data-data yang kita dapatkan dari sebuah teks yang kita bahas. Ini berfungsi untuk dapat memahami dan mengeri dengan jelas. Sebab dalam mengerti kebenaran sangat sulit, namun, dengan adanya level atau langkah yang perlu kita lakukan, maka inilah yang membantu kita untuk memahami dan mengerti dengan mudah. Dalam melanjutkan langkah ini kita perlu hikmat dan tuntunan Roh kudus. Sebab kebenaran itu bukan berasal dari pikiran kita. Dasar kebenaran yang perlu kita dapat adalah dari Alkitab yang berisi pikiran penulis ditambah dengan pikiran Kristus sehingga menghasilkan pikiran Allah. Dalam hal ini apa hubungannya keselamatan dengan Alkitab atau Firman Allah? Jawabannya dapat kita lihat dari apa yang telah dikatakan oleh Rasul Paulus kepada jemaat-jemaat yang ada di Filipi. Filipi 6:17 dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah. Berarti dalam hal ini telah jelas bahwa keselamatan itu ada dan tetap ada sehingga Rasul Paulus memberikan kita teropong yaitu Firman Allah. Dan telah kita tau bahwa Firman Allah itu telah berinkarnasi menjadi manusia. Lukas juga berkata sendiri bahwa ia telah melihat keselamatan itu dan semua orang juga akan melihatnya dengan mata sendiri Lukas 2:30, 3:6.

Poin-poin semantix:

  1. Dari ketiga aspek keselamatan itu adalah utuh/komprehensif

Maksudnya sudah diselamatakan itu telah di selamatkan dari segala dosa, maut, iblis sejak dari dulu. Manusia telah mendapatkan pengampunan dari dosa sebelumnya. Sebab manusia tidak pernah lepas dari perbuatan dosa. Begitu pula dengan sedang diselamatkan yaitu engkau telah mendapat pengampunan dari dosa kamu sekarang ini. Dan pasti besok dan pada masa yang akan datang engkau akan berbuat dosa lagi. Namun, keselamatn yang dari Allah telah mengampuni dosamu itu. Sehingga ketiga aspek keselamatan ini sama-sama utuh atau komprehensif.

  1. Sudah diselamatkan artinya bicara tentang pelepasan dari dosa/kematian atau diselamatkan melalui karya Kristus yaitu kematian dan kebangkitan Kristus dalam karya Kristus itu. Maksudnya dipersatukan dalam karya Kritsus itu. Mengapa harus melalui kristus? Sebab keselamatan itu adalah Yesus Kristus sendiri. Sebab oleh Dia kita beroleh keselamatan 1 Tesalonika 5:9 Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sehingga tetaplah kerjakan keselamatanmu setiap hari.
  2. Sedang diselamatkan maksudnya keselamatan yang terus dikerjakan dengan air mata pertobatan setiap hari. Keselamatan itu hidup yang harus menghasilkan buah.

Arti dari sedang diselamatkan dari data nomor 3 di atas adalah keselamatan itu harus menghasilkan atau mengupayakan pertumbuhan buah dan mengupayakan sebuah tujuan dengan cara bersinergi dengan Kristus dan Roh Kudus. Sebab tidak bisa usaha sendiri harus dikerjakan bersama.

  1. Mendapat kehormatan dan keagungan bersama Kristus Yesus.

Keselamatan itu wujud akhir = upah = Kemuliaan = Mahkota = Theosis (menyatu dengan Kristus) = Hidup kekal.

Rasul petrus juga mengatakan bahwa tujuan dari iman yang dipunyai oleh dia adalah untuk mencapai keselamatan jiwanya. Mengapa jiwa? Sebab dia mengerjakannya dengan segenap hati, jiwa, pikiran dan kekuatan. Sehigga bukan hanya tubuh saja yang diselamatkan dari dosa, melainkan tubuh harus mendapat keselamatan. 1 Petrus 1:9-10 karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu. Keselamatan itulah yang diselidiki dan diteliti oleh nabi-nabi, yang telah bernubuat tentang kasih karunia yang diuntukkan bagimu. Rasul Yohanes juga mengatakan bahwa dengan kita mendapatkan hasil dari keselamatan itu maka sukacitalah yang akan engkau dapat seperti yang tertulis dalam Wahyu 19:1 Kemudian dari pada itu aku mendengar seperti suara yang nyaring dari himpunan besar orang banyak di sorga, katanya: “Haleluya! Keselamatan dan kemuliaan dan kekuasaan adalah pada Allah kita,

Aplikasi (obedience) penerapan

  1. Kerjakan keselamatan sampai akan datang (akhir hidup kita)
  2. Menjaga kekudusan, lewat nepsis, doa, baca firman, puasa, dll.
  3. Harus berlatih secara jiwani dan badani
  4. Pengharapan kepada Allah. (kita diselamatkan dengan pengharapan akan upah, kemuliaan). Tetap merindukan keselamatan itu akan segera tiba (kita itu merindukan kedatangan Kritsus)

Marniwati Gulo

semester IV (Empat)

Dogmatika III

Dosen : Dr. Hendi Wijaya, S.s

GBU 🙂

Ranah Kognitif

  1. Pengetahuan, artinya cuman mencatat dan memperhatikan apa yang dijelaskan. Namun, itu semua adalah data. Dimana setiapa bacaan dimulai dengan mengumpulkan data-data yang sesuai dengan bacaan dan menurut pikiran penulis. Cara yang perlu dilakukan.
  • Tekstual

Maksudnya adalah bahasa asli dari teks atau bacaan, terjemahan literal, NKJ, TB.

Misalnya:

Lukas 2:22-24 Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: “Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah”, dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.

Poin Sintax:

a. Maria dan Yusuf membawa Yesus ke Yerusalem

b. Yesus diserahkan kepada Allah

c. Yesus diserahkan pada waktu pentahirannya menurut Hukum Musa

d. Maria mempersembahkan korban bakaran dan korban penghapus dosa.

e. Ada dua korban yang dipersembahkan Maria untuk pentahiran Maria dan Yesus (burung ketukur dan anak burung merpati)

2. Pemahaman, artinya dapat memahami apa yang telah didengar dan dimengerti dari data-data yang sudah ditemukan dari teks atau bacaan. Sehingga dapat ditulis kembali dengan kata-kata sendiri. Dalam arti (olah data) cara apa yang perlu dilakukan, yaitu:

Poin-poin semantic conten:

a. Yesus harus serahkan kepada Tuhan menurut hokum taurat Musa

b. Bayi Yesus ini hidup menurut hokum Taurat

c. Yesus tidak melanggar hokum taurat Musa

d. Yesus sejak lahir sudah menjadi miliknya Tuhan

e. Hokum Musa yang dimaksudkan ada dalam Imamat 12:4, setelah Yesus dilahirkan setalah 33 hari Dia harus ditahirkan atau disucikan

f. Yesus ditahirkan pada usia 40 hari

g. Yesus dalam Usia 40 hari adalah hari yang baru

h. Yesus pada usia 40 hari dipersembahkan kepada Allah (menjadi korban bakaran)

i. Maria ditahirkan (korban penghapus dosa)

j. Yesus harus hidup menurut hokum Allah

k. Maria dan Yesus sudah ditahirkan

l. Yesus dilahirkan di keluarga sederhana

m. Dalam pentahirannya harus ada yang dikorbankan

Konsep Teologis

Ide utama: Hari pentahiran Yesus

Ide pendukung:

  • Yesus lahir dengan Hukum Musa
  • Yesus hidup sesuai hokum Taurat (menurut perintah Allah) tidak pernah melanggnar hokum taurat. Dalam Alkitab selalu ada orang yang mengatakan bahwa Yesus melanggar hokum tauarat ketika Ia menyembuhkan orang sakit pada hari sabat. Namun, Tuhan tidak melanggarnya melainkan ia melawan tradisi atau adat yang ada. Sebab orang yahudi pada hari sabat itu ada tradisi yang tidak bisa di langgar, tidak bisa menolong orang pada hari sabat, dll.
  • Yesus menjadi miliknya Allah

Aplikasinya:

Kalau Kristus sendiri taat pada hukum Allah maka kita harus hidup taat kepada Allah, bukan kepada hukum taurat lagi karena HT sudah digenapi di dalam Yesus. Mati bagi dosa, hidup bagi Allah dengan cara kita bertobat dan mengakui atas dosa-dosa yang kita lakukan kepada Tuhan. Keselamatan itu proses kita menyucikan diri. Kita meniggalkan dosa dan hidup bagi Allah, sebab hidup kita adalah miliknya Allah

  1. Aplikasi

Artinya penerapan data dalam arti data yang sudah kita dapatkan dan temukan itu harus digunakan untuk apa? Atau dalam arti obedience.

  1. Analisis artinya menganalisis data (dengan sudah mengetahui apa hasilnya, maka harus dianalisis kembali menjadikannya benar)
  2. Sintensis artinya teori baru (sehingga dengan tau semuanya) (ringkasan atau personal “aplikasi”)
  3. Evaluasi artinya penilaian

Level Christ Center:

  • Focus pada teks: teks, sintatik form, terjemahan. Poin-poin sintax, = level pengatahuan, semantic conten (outline konsep) ide utama dan ide pendukung = level pamahama
  • Focus diluar teks: interaksi dengan teks-teks lain (semantic conten), interaksi dengan buku atau interaksi dengan bapa-bapa gereja = Analisis

Ecclesial: intetaksi dengan bapa-bapa gereja, tafsiran-tafsiran mereka, pengakuan iman. Apa yang kita pahami itu gak boleh keluar dari pengakuan iman. Karena harus dalam konteks Ecclesial

Personal: level hati (ringkasan konsepnya) = sintesa

Obedience (ketaatan atau aplikasi) = Aplikasi

Refleksi:

Dalam membaca dan memahami isi Alkitab sangat sulit, namun dengan kita belajar bersama-sama tentang bagaiman cara dan memahaminya dengan benar. Sehingga yang sulit menjadi lebih mudah. Walaupun kita agak banyak bertanya, namun dengan mengikuti cara yang demikian akan membuat kita untuk berpikir lebih dalam lagi tentang kebenaran Firman Tuhan dan mintalah tuntunan Rohol Kudus yang memberikan hikmat kepada kita, Amin.

Tetap semangat 🙂

Marniwati Gulo

semester: IV (Empat)

M. Kuliah: Sinoptik Perjanjian Baru

Dosen: Dr. Hendi Wijaya, S.s

Reading The Bible

Membaca kitab suci adalah membaca pikiran dari penulis = pikiran RK = pikiran Kristus = pikiran Allah. Maksudnya kitab suci adalah pikiran penulis yang telah di Ilhamkan oleh Roh Kudus. Roh Allah memberitahukan semuanya kepada para penulis kitab suci, apakah yang mereka tulis? Yaitu tentang Kristus. Sebab yang tau tentang Allah adalah hanya Firman-Nya (Yesus Kristus sendiri). Pengenalan tentang kitab suci artinya pengenalan tentang Kristus (Firman Allah yang berinkarnasi menjadi manusia) mengenal Kristus berarti menganal Allah. Mengapa? Karena hanya Kristus yang tahu tentang Allah. Seperti yang tertulis dalam injil Yohanes 1:18 Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya. Dalam melakukan outline ada 4 langkah yang harus dilakukan:

  1. Christ Center

Mengapa? Sebab di dalam Alkitab yang ditulis adalah tentang Kristus. Belajar tentang Kristus adalah belajar tentang Allah. Waktu belajar tentang kitab suci, kita juga belajar tentang Inkarnasi, tentang siapa manusia. Sebab keberadaan Kristus, mengajar tentang banyak hal, ini berarti pusatnya adalah Kristus. Kalau belajar tentang Kristus, kita harus menemukan Kristus. Kenapa Alkitab itu isinya tentang Kristus semua? Sebab Alkitab itu ditulis oleh para penulis Alkitab yang di Ilhami oleh Roh Kudus. Kenapa Tabernakel (kemah suci) merupakan bayang-bayang dengan Kristus. Kenapa bisa? Karena di dalam kemah Suci ada yang merupakan mezbahnya. Yoh 1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. Dalam arti Firman itu telah berkemah di dalam kita. Allah tidak berkemah lagi di dalam tabernakel, melainkan ia berkemah lagi dalam wujud manusia Yoh 2:21 Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri.

Bait Allah yang sejati itu adalah tubuh Kristus sendiri. Membaca PL pake kacamata PB, membaca PB memakai kacamata Kristus. Kol. 2:9 Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri. Semua isi seluruhnya telah ada di dalam Yesus Kristus.

PL pada perantaraan nabi-nabi (Ibrani 1:1-2) Allah berbicara kepada nabi Yesaya tentang Kristus tetapi pada zaman Akhir Allah berbicara kepada kita melalui perantaran Anak-Nya. Allah berbicara kepada nabi-nabi tentang Firman tidak sepenuhnya, tetapi sekarang Allah telah menyatakan sepenuhnya kepada kita melalui Anak-Nya yang menjadi manusia (inkarnasi). Berarti apa yang di dapatkan oleh nabi-nabi ini digenapi oleh Kristus dalam arti nubuat-nubuat yang tidak sepenuhnya itu di buat nyata melalui Anak-Nya. Alkitab terdiri dari PL (Perjanjian Lama) dan PB (Perjanjian Baru). Yang dimaksudkan dengan keduanya adalah:

  1. PL = Ibrani 1:1 Dari Paulus dan Timotius, hamba-hamba Kristus Yesus, kepada semua orang kudus dalam Kristus Yesus di Filipi, dengan para penilik jemaat dan diaken. Dimana Perjanjian Lama itu adalah sebuah bayang-bayang tentang Kristus. Seperti yang dituliskan oleh nabi Yesaya. Dan semuanya ini telah direncanakan Tuhan dari dulu atau dari kekal sampai kekekalan.
  2. PB = Ibrani 1:2, ternyata Yesus Kristus yang kita sembah adalah bukan dewa yang merupakan berhala, sebab Dia sudah ditetapkan jauh hari oleh Allah. Dia ditetapkan untuk menguasai segala apa yang ada di dunia ini. Penetapan Kristus di dalam kekekalan itu Firman inilah cahaya kemuliaan Allah. Bagaimana manusia bisa tau kalau Yesus yang telah menjadikan bumi dan turun untuk menyelamatkan? Yaitu dengan cara Allah memberitahukannya kepada nenek moyang kita melalui perantaran para nabi. Kenapa harus Kristus yang diceritakan oleh Alkitab? Sebab kitalah yang menjadikan segala sesuatu yang telah ditetapkan jauh-jauh hari.  Wahyu Allah yang sudah menjadi manusia itu di tulis dalam Alkitab.
  1. Ecclesia: Sebab didalam gereja Tuhan berkarya dalam menyatakan Firmannya. Kalau sudah kamu tau bagi gereja. Namun, untuk kamu apa? Sebab dengan belajar tentang Alkitab. Kita semakin tahu tentang kepribadian Allah dan diri sendiri. Dan benih iman yang kita miliki mnejadi semakin bertambah dan semakin kuat di dalam Kristus.
  2. Personal: Sebab Alkitab ini dituliskan untuk kita
  3. Obedience: Ketaatan yang perlu kita lakukan yang dapat kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Refleksi:

Dengan mengetahui cara membaca Alkitab dengan mengerti lebih mudah, maka mulai dari sekarang saya selau mencobanya dengan taat dan meminta tuntunan Roh Kudus, Amin.

marilah untuk rajin belajar Firman Tuhan, GBU…:)

Marniwati Gulo

Semester: IV (Empat)

M. Kuliah: Sinoptik Perjanjian Baru

Dosen: Dr. Hendi Wijaya, S.s

Arah jarum kehidupan Manusia

Kehidupan Manusia setelah jatuh di dalam dosa ibarat dengan berada di dalam sumur. Dalam arti manusia berada dalam gelap yang terpisah dengan terang dan Allah. Kegelapan dan kejahatan itu sama. Roma 3: 23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan efesus 2:1 Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. Dengan manusia berusaha keluar dari sumur maka manusia tidak ada seorang pun yang berhasil untuk keluar dari sumur tersebut. Sehingga dengan usaha mereka banyak muncul agama-agama lain dan walaupun mereka melakukan kebaikan, percaya, mengenal semua filsafat percuma. Sebab manusia sudah mati. Untuk bisa keluar dari sumur itu maka harus ada yang menolong dari atas, dari Allah. Maka Allah itu harus memberikan tangga Ilahi sebab tangganya dari Allah supaya manusia itu bisa keluar dan bisa selamat, itu tangga itu adalah Kristus Yoh 14:6, Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Ketika tangga itu sudah datang ke bawah maka kita yang sudah ada di dalam sumur tersebut maka kita meresponinya dengan kita memegang dan menaiki tangga itu. Tangga inilah yang menjadi Anugerah Allah dan kasih Allah.

Ketika kita sudah memegang dan memanjatnya itulah iman. Sehingga anugerah dan imanlah yang menyelamatkan kamu, Efesus 2:8-9 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

Antara manusia dengan Allah bersinergy, karena tanpa tangga manusia itu tidak bisa selamat. Keselamatan manusia itu adalah hasil sinergy antara manusia dengan Allah yang diselamatkan dengan Anugerah dan manusia meresponinya dengan iman (menaiki, dan manjat naik ke atas sehingga selamat). Dalam menjalankannnya itu hanya satu tujuan yaitu akan menuju kepada Allah (terang dan kasih). Yak. 2:17, iman dalam arti menaiki tangga itu, tanpa perbuatan itu akan mati. Perbuatan yang apa? Perbuatan untuk naik tangga itu satu persatu. Sebab tanpa manusia tidak menaiki tangga itu dalam arti tetap berada dalam sumur, maka pada waktu penghakiman nanti Yesus menutup sumur itu dan manusia tidak akan selamat lagi. Sehingga manusia perlu mengerjakan keselamatannya dengan menaiki tangga tersebut sebab Yesus adalah sebagai penyelamat bagi kita. Namun, ketika Ia sudah menjadi hakim. Maka manusia akan dihakimi oleh Dia sesuai dengan seberapa seringnya kamu menaiki tangganya. Cara kita menaiki tangga itu adalah dengan kita melakukan perbuatan baik dan menyalibkan daging. Setiap orang selalu tidak lepas dari dosa, maka seringlah kita melakukan pertobatan setiap hari. Proses ini membuat iman kita terus bertambah dan teguh dalam Kristus.

2 Petrus 1:5-7 Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang. Menjalankan proses yang ada harus dibuktikan dengan perbuatan. Perbuatan yang bagaimana? Yaitu perbuatan yang baik yang dilakukan dengan sungguh-sungguh. Sehingga orang Kristen melakukan perbuatan ini bukan untuk selamat melainkan untuk menaiki tangga tersebut. Dalam menjalankan atau mengerjakan keselamatan maka kehidupan kita semakin terang. Dengan kita belajar pengetahuan maka kita mengenal Alkitab dengan baik, supaya iman kita ditambah dengan pengetahuan sehingga kita bisa naik tangga. Dalam tujuh langkah ini, Tuhan ingin kita selalu aktif untuk bekerja dalam mengerjakan keselamatan. Dalam arti manusia harus hidup dalam Kristus (mengalami hidup baru) 1 Yoh 3:2, manusia harus menjadi terang seperti Kristus dan menjadi serupa dengan manusia sehingga manusia tidak mengalami kesengsaraan lagi.

1 Yoh 1:1-4, tangga inilah yang kita beritakan, disaksikan seperti yang dialami oleh Rasul Yohanes, sebab ia mengalaminya dan diberitakan untuk orang lain. Maka kita sendiri yang mengalaminya dulu, dan hidup di dalam Kristus sehingga kita bisa bersaksi, beritakan dan menuliskannya kepada orang lain. Supaya orang lain beroleh persekutuan dengan kami bersama-sama. Supaya yang selamat itu bukan hanya kami sendiri melainkan dengan kita bersama. Yoh 17:3, Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.” Hidup kekal atau persekutuan yang dimaksud adalah bersekutu bersama dengan Allah yang benar. Dalam mmberitakan ini, ada juga yang memberitakan mesias palsu matius 24:23-24. Maka jangan percaya, sebab Allah hanya memberikan kita tangga itu cuman satu yaitu Yesus Kristus. Dengan itu kita perlu belajar sehingga kita mebedakan mana Mesias yang benar dan mana yang salah. Karena hanya satu tangga atau penyelamat itu, maka manusia harus benar-benar tau siapakah itu dan belajar.

Matius 5:17-20 “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Dalam ayat ini mengingat kita orang-orang yang mengenal Kristus agar dapat mengerti dan memberikan engertian kepada orang yang masih belum tau agar mengerti bahwa Yesus bukan meniadakan hukum taurat, melainkan Ia datang untuk menggenapinya. Menggenapi artinya mewujudnyatakan yang masih belum nyata seperti yang tertulis dalam Perjanjian Lama salah satunya adalah hukum Taurat, dll.

Agama tidak menyelamatkan sebab Allah tidak memberikan Agama. Yesus datang bukan untuk meniadakan hukum taurat melainkan untuk menggenapinya, dalam artinya sesuatu yang tadinya yang berupa janji, bayang-bayang akan menjadi nyata. Inti dari agama Israel adalah ibadah-ibadah dalam bait Allah. Tetapi mereka suatu ketika berhenti untuk melakukan ibadah tersebut. Ulangan 12, Korban-korban orang Israel hanya disatukan dalam mezbah korban itu. Ul 40:36 tujuan kemah suci. Imamat 1:1 dari tabut perjanjian itu Allah berbicara, dititu Allah bersemayam. Mengapa Allah mengizinkan bait suci itu diruntuhkan sebab kemah atau bait suci yang baru itu akan bariu. Efesus 2:14-15 Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,

Maleakhi 3:1, ini nubuat tentang Yohanes pembaptis waktu mempersiapkan jalan buat Tuhan. Siapa yang Tuhan cari itu? Yaitu YHWH yang selalu menampakkan diri kepada manusia. Maka YHWH setelah dipersiapkan jalannya maka dari situ Ia mengambil kemah suci yang baru melalui Maria yang akan mengandungnya. Itu sebabnya mengenai Inkarnasi Yoh 1:14, berarti di dalam manusia Yesus Kristus yang tadinya YHWH bersekinah dengan kemah suci sekarang tinggal atau bersekinah di dalam tubuh manusia artinya Dia menjadi manusia. Yesus datang itu bukan tiba-tiba tetapi sudah direncanakan oleh Allah dari kekal ke kekalan.

Yoh 2:10-22, di dalam Yesus Kristus dimana tempat Allah bersemayam. Matius 17:1-3 itulah kemuliaan Tuhan dan Yohanes telah melihat kemuliaan itu. Berarti melihat Yesus sama dnegan melihat Allah. Pribadi Yesus Yohanes, Petrus, dan Yakobus tela melihat kemuliaan Allah itu. Yang kita percayai itu adalah Firman yang telah menjadi manusia yang mempunyai kemuliaan Allah itu. Dengan tidak adanya bait Allah maka tidak ada juga korban-2. Pada korban-2 itulah Allah mendatangkan pendekatannya penyelamatannya pada bangsa Israel. Kita harus tau PL dulu untuk mengetahui makna dari Perjanjian Baru Imaman 17.

Refleksi:

Mulai dari diri sendiri untuk mengenal dan mengerti siapakah Yesus Kristus? dan mulailah tuk berbakti kepada-Nya. Dengan pengetahuan yang dimiliki, marilah untuk belajar bersama-sama dengan kita yang sudah mengerti dan tau, mulailah untuk bersaksi, beritakan, dan tuliskan kepada orang yang masih belum mengerti lebih dalam, GBU.

Marniwati Gulo

Dogmatika III (Kristologi dan pnematologi)

Dosen yang mengajar: Dr. Hendi Wijaya, S.s

Fondasi dalam hidup

FONDASI:

Tritunggal dan inkarnasi

Dasar dari berteologi adalah setiap usaha manusia yang dilakukan untuk mencari tahu siapa Allah dan siapa Allah yang dinyatakan oleh Yesus Kristus kepada manusia. Sebab Dia adalah logos Allah atau Anak Tunggal Allah yang sejak kekal bersama dengan Allah dan berasal dari Allah. Orang yang berteolog harus tahu tentang pribadinya Kristus baik keberadaan Dia bersama dengan Allah (prainkarnasi) maupun setelah inkarnasi. Sehingga doktrin Allah tritunggal dengan inkarnasi merupakan doktrin dasar yang digunakan oleh setiap orang Kristen.

Allah tritunggal adalah Bapa, Anak, dan Roh Kudus bukan bicara soal jumlah matematika tetapi KEBERADAAN diri Allah yang Esa itu. Allah yang Esa itu disebut dengan Bapa, Firman Allah yang berasal dari Allah disebut sebagai Anak. Roh Allah yang menjadi nafas dan hidup Allah disebut dengan Roh Kudus. Ketiganya disebut pribadi karena punya kesadaran yang berbada. Keberadaan Kristus dalam Firman Allah adalah melalui Dia yaitu Firman tadi segala sesuatu diciptakan (Ibrani 1:2), termasuk dunia. Kenapa Bapa? Karena pencipta segala sesuatu. Waktu Ia mencipta Ia memakai Firman. Dan Firman itu berinkarnasi menjadi menusia. Jika tidak ada Roh maka Dia bukan Allah yang hidup, tetapi karena Ia mempunyai Roh maka Ia disebut sebagai Allah yang hidup. Firman keluar dari Allah (Yoh 8:42). 1 Kor 2:10-11, Roh Allah ada di dalam diri Allah, Roh bisa keluar dari Allah berarti Dia punya kesadaran dan pribadi (Yoh 15:26).

Mengapa Firman yang berinkarnasi, kenapa bukan Bapa, dan Roh Kudus? Memang hanya firman inilah yang berinkarnasi menjadi mansuia sebab Dia adalah pola kemanusiaan kita sendiri atau pola cetakan manusia. Cetakan itulah gambar dan rupa Allah. Jadi, sebelum manusia ada pola ciptaannya sudah ada. Dalam kekekalan Firman ini sudah ditentukan oleh Allah untuk berinkarnasi menjadi manusia. Cetakan ini harus jadi manusia supaya manusia memiliki contoh dan meniru untuk menjadi seperti apa dia kelak sehingga manusia dapat menuju kepada tujuan Allah menciptakan manusia yaitu mengalami kasih bersama Allah secara kekal. Namun ditengah proses dari gambar Allah menuju rupa Allah manusia gagal diuji dalam ketaatan sehingga jatuh dalam dosa dan itu juga dalam kemahatahuan Allah dan rencana Allah maka Firman yang nanti berinkarnasi akan menebus manusia dari dosa mereka supaya manusia bisa kembali masuk ke dalam proses menuju rupa Allah yaitu serupa dengan Kristus. Sehingga manusia bisa ambil bagian dalam kodrat ilahi (2 Pet 1:4) oleh karena Kristus dan bisa berada bersama Allah dalam kasih. Tanpa Kristus manusia tidak bisa menjadi ilahi sehingga kita tidak bisa bersama dengan Allah.

Mengapa melalui Kristus tahu tentang Allah? Sebab hanya Dialah yang tahu tentang Allah (Yoh 1:18). Mengapa harus Allah? Karena Dialah sumber segala sesuatu (kej 1; 1 kor 8: 6). Teologi inilah yang memimpin ilmu atau materi-materi yang lain. Bukan sebaliknya jadi ekor. Maksudnya, contoh pejabat apapun kamu, tetapi pejabat yang takut akun Tuhan. Teologi yang kita punya jangan hanya sekedar mengerti, tau dan menyerapnya. Tetapi kamu bisa mengajarinya dan menghidupkannya.

Kalau ada jemaat atau teman yang profesinya kecuali pendeta, dia harus belajar tentang teologi. Mengapa? Karena teologi itu adalah desain Allah untuk semua orang percaya. Bukan hanya untuk pendeta atau para pelayan Allah. Yang kemudian menjadi disistematis sebagai pengetahuan. Kalau itu desainnya maka ia harus tau dasar dan endingnya. Ini harus di ketahui oleh semua orang, mengapa? Karena teologi adalah untuk semua orang. Maka jangan malu ngomong tentang Yesus. Yoh 1:43-47, dalam memberitakan injil. Mulai memberitahukan tentang Allah tritunggal. Berbahagialah orang yang menderita karena Kristus, mengapa karena kita sudah mengambil bagian dalam penderitaan yang dialami oleh Yesus (Kol 1:24).

Jika seseorang itu menanyakan bahwa mengapa anak-anak atau orang lain itu mengalami sakit parah atau penderitaan? Karena efek dari dosa yang dilakukan oleh manusia pertama kej 3:17-18. Sebab tanah sudah terkutuk, kutuk itu bermacam-macam efeknya yaitu penyakit, kejahatan dll. 2 Kor 4:16-18, ini penderitaan yang dialami adalah penderitaan yang sementara. 2 Kor 5:1-2 selama kita masih di dalam tubuh ini, kita mengeluh, mengeluh kenapa? Karena manusia lahiriah kita semakin merosot. Namun, ada satu janji Allah yang Ia berikan kepada kita yaitu menyediakan tempat di surga yang tidak ada penderitaan.

Agama Kristen bukan agama Kristus. Agama Yesus itu adalah agama Yahudi. Mengapa hanya Kristus yang tau tentang Allah. Kekristenan itu adalah mempunyai Kristus. Mengapa hanya Kristus saja yang menyelamatkan, kenapa bukan agama, tokoh-tokoh lain, atau para dewa? Sebab hanya Yesus Krituslah satu-satunya yang luput dari kematian. Dan hanya Kristus satu-satunya yang mengalahkan maut, dosa, dan kematian (1 Kor 15:4-5). Kis 4:12, mengapa? Karena hanya Kristus yang bisa bangkit dari kematian. Mengapa Kristus bisa bangkit dari kematian? Karena Kristus adalah Allah. Kok Dia Allah? Karena Dia berasal dan keluar dari Allah. Yoh 3:35, otoritas Allah sudah diserahkan kepada Kristus. Yoh 13:3, hanya Kirstuslah yang datang dan kembali kepada Allah. Yoh 5:22, 17:2, yang mempunyai hidup kekal itu adalah Allah dan segala kuasa hidup kekal Allah sudah memberikannya kepada Yesus. Dan Yesus itu memberikannya kepada kita. Yoh 6:57, kalau tidak ada Firman tidak ada Allah, artinya Bapa dengan Kristus itu tidak dapat dipisahkan. Kol 1:19, 2:9, segala kepenuhan Allah berekenan kepada-Nya.

Manusia sekarang tidak pernah melihat Dia secara mata jasmani (1 Petrus 1:8). Tetapi sekarang kita akan melihat Dia dengan keadaan-Nya yang sebenarnya (1 Yoh 3:2).  Kita sekarang dapat melihatnya dengan mata rohani kita = mata iman kita dan iman ini yang tertuju pada Kristus yang akan menyatakan diri-Nya. Pada masa PL: Iman = tertuju pada inkarnasi. Sekarang pada masa PB: Iman = tertuju pada kedatangan Kritus yang kedua.

Kita tidak benar-benar melihat yesus bahwa Dia adalah Firman? Karena dalam 2 Petrus 1:16, sebab Petrus tidak percaya pada dongeng, legenda. Dan ia menyaksikan bahwa Yesus itu bukan dongeng atau karangan Petrus dan murid-muridnya lain. Sebab para murid ini saksi mata dan melihat mereka bukan hanya sekedar mereka dengar tetapi mereka sudah menjadi saksi yang sudah meraba dan saksi mata. Petrus menyaksikan bagaimana Ia menerima kehormatan yang dari pada Allah. Ini kisah atau peristiwa di atas gunung waktu Yesus diberi hormat oleh Allah (matius 17:1-7). Itu adalah kesaksian rasul Petrus. Yang menjadi saksi itu lebih dari satu orang itu sudah fakta dan benar-benar terjadi. Dalam Kis 1:3, Ia menampakkan diri, memberikan bukti selama 40 hari kepada banyak orang berulang-ulang lagi.

Mengapa Yesus harus mati? Sebab taurat tidak menyelamatkan. Sehingga firman harus menjadi manusia atau daging. Serupa dengan daging yang berdosa, tetapi Dia tidak mewarisi dosa Adam sebab Dia bukan berasal dari sperma manusia, tetapi dari Allah melalui ovum Maria. Dalam 1 Yoh 3:5, matinya Kristus itu serupa dengan mati orang yang berdosa tetapi Dia tidak berdosa. Karena di dalam Yesus tidak ada dosa. Matinya Kristus dengan matinya kita berbeda. Sebab matinya kita karena maut Roma 5:12. Roma 6:23, upah dosa adalah maut. Tetapi Yesus mati karena di dalam 2 Kor 5:21 Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah. Tetapi mengapa Yesus mati kalau Dia tidak mengenal dosa karena dalam Yoh 10:17, 18, Dia mati karena kehendaknya sendiri. Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. 10:18 Tidak seorang pun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku.” Ibrani 2:14, Roma 8:3, Roma 6:9. Kej 2:16-17, manusia mati karena ketidaktaatan itu. Karena daging itu tidak taat kepada Allah. Ketaatan daging itu harus dilawan dengan mutlak. Filipi 2:8, kematian Yesus itu wujud ketaatan mutlak. Ketaatan ini adalah manusia penjelma menjadi manusia. Sehingga dengan Dia menghancurkan dosa itu, Ia menghukum dosa melalui penderitaan atas hukuman yang dijatuhkan kepada-Nya. Sehingga Yesus mengalahkan ketidaktaatan. Berarti kematian itu suatu keharusan, karena maut dikalahkan.

Mengapa harus ada penebusan? Gal. 4:4. Karena manusia berdosa maka ada penebusan. Ditebus artinya dibayar, diambil kembali. Sebab manusia sebelum ada penebusan manusia sudah jatuh ketangan atau milik iblis atau maut. Kalau maut sudah dikalahkan, mengapa orang percaya masih mati?

  • General selvation (keselamatan universal) = posisi = penebusan Kristus: inkarnasi, mati, dikubur dan bangkit (untuk manusia disegala abad, dari Adam samapai nanti manusia terakhir). Kok bisa, apakah mereka mengena Kritsus pada masih belum lahir? Yaitu mulai dari kejadian telah dinubuatkan bahwa ada seorang penebus (kej. 3:14-15).
  • Personal selvation (keselamatan idividu) = realita = parusia Kristus (kedatang Kristus yang kedua) = penghakiman : surga dan neraka

Sehingga dasar dari berteologi adalah tritunggal dan inkarnasi, sebab hanya Kristuslah yang telah melihat Allah dan satu-satunya yang bangkit dari antara orang mati.

PURIFICATION:

Latihan Badani Dan Latihan Jiwani

Perangkat jiwa manusia ini selanjutnya harus menguasai tubuh kita. Mengapa? Karena jiwa kita yang terlebih dulu telah dipulihkan oleh Kristus. Perangkat jiwa kita yaitu nous telah menjadi hidup dan pulih sehingga nous ini bisa terus menerus diperbarui (Rom 12:2) supaya bisa melakukan pekerjaan yang baik (Efe 2:10). Dan proses pemulihan jiwa ini atau pembaruan nous ini adalah pergumulan melawan keinginan tubuh atau daging kita. Mengapa demikian? Seperti pergumulan Rasul Paulus, “Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku. Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah, tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku” (Roma 7:21-23). Ada pergumulan memurnikan tubuh melalui pemurnian batin di sini. Kemudian ada 3 hukum di sini. Hukum Allah dan hukum Nous ada di dalam batin atau jiwa manusia sedangkan hukum dosa ada di dalam anggota-anggota tubuh kita. Sehingga tubuh kita harus dikendalikan oleh jiwa bukan sebaliknya sebab di dalam jiwa ada hukum Allah dan hukum nous yang harus mengendalikan hukum dosa. Jika bukan jiwa yang mengendalikan tubuh maka tubuh ini akan tetap ditawan oleh hukum dosa yang membuat kita melakukan yang jahat dengan anggota-anggota tubuh kita. Sebab itu, jiwa harus mengendalikan atau menguasai tubuh.

Disisi lain kita diajarin tentang taat, mengapa? Sebab dalam Allah Tritunggal itu saling taat. Anak taat kepada Bapa. Kalau Bapa megasihi anak itu mesti anak itu harus taat. Hubungan antra Bapa dengan anak itu adalah kasih, bukti dari kasih itu adalah taat. Adam juga memiliki kasih seperti yang dimiliki Allah. Akhirnya diuji dan hasilnya gagal, sebab Adam tidak taat. Oleh sebab itu manusia itu harus mengalami pemulihan. Mengapa harus Nous, logos dan pneuma ini yang harus dimurnikan menjadi rupa Allah? Sebab tiga hal ini yang adalah gambar Allah yang ada dalam jiwa kita.

  • Lahir baru (gambar diperbaiki)
  • Purivication (dipulihkan jadi sehat) jiwa dan tubuh yang harus dipulihkan.
  • Theosis (sembuh total, gambar ini menjadi rupa) menjadi rupa Allah. Maksudnya sekodrat dengan Allah.

Maka purivication ada dua yaitu jiwa dan tubuh. Gambar Allah itu jiwa dan tubuh. Di dalam Roma 7:22, di dalam batinku dan anggota-anggota tubuh harus dipulihkan. Hukum Allah ada di dalam batin, hukum akal budi ada di dalam batin dan jiwa. Hukum dosa ada di dalam anggota-anggota tubuh. Berarti pemurnian ini harus dilakukan dalam tubuh juga, sebab tubuh ini masih ditawan oleh hukum dosa. Hukum dosa ini bertentangan dengan hukum akal budi dan hukum Allah. Dari 3 hukum ini, jiwalah yang harus menguasai tubuh, mengapa? Karena di dalam jiwa ada dua hokum, hukum Allah dan hukum akal budi. Pemurnian itu adalah pemurnian batin, jiwa. Sebab jiwa yang mengendalikan tubuh. Itulah yang berperan penting dalam pemurnian. Dalam Roma 12:2, akal budilah yang harus diperbaharui. Mengapa bukan hukum Allah yang diperbaharui? Sebab hukum Allah sudah digenapi oleh Kristus Roma 10:4. Mengapa Nous ini harus diperbaharui? Karena akal budi inilah yang akan menguasai tubuh. Sebab dalam pikiran timbul segala logismoi. Kalau hukum akal budi tidak dikendalikan maka, akan timbul logismoi yang berpengaruh oleh tubuh. Dalam hatilah timbul segala dosa (Markus 7:21).

Kalau memperbaharui Nous, bagaimana memperbaharuinya? Iman salah satu cara memperbaharui Nous, supaya jiwa ini diperbaharui dan tubuhnya diperbaharui. Firman ini akan bertumbuh atau benih inilah yang memperbaharui Nous kita. Nous diperbaharui maka apa hubungannya dengan benih yang jatuh di tanah yang subur? Memperbaharui Nous harus dimulai melalui iman, mengapa? Karena orang yang membaca dan mendengar firman belum tentu ia mempunyai iman dan orang yang mempunyai iman sudah pasti ia selalu membaca dan mendengar firman Tuhan. Bagaimana kita memperbaharui Nous? Nous ini harus mendengar dan mengerti firman kerajaan Surga dengan iman. Sebab Kerjaan Surga adalah Kristus. Iman satu sisi dan mendengar firman satu sisi. Mengapa lewat iman? Karena disitulah hatimu di dalam Kristus.

Pemurnian jiwa menjadi begitu penting. Hukum Allah di sini tentu hukum Taurat yang telah berwujud Kristus (Rom 10:4) dan telah sempurna dan selesai. Maka hukum nous ini yang harus diperbarui (Rom 12:2). Nous ini menjadi sentral yang menentukan gelap terangnya tubuh kita seperti yang diajarkan oleh Kristus, “Matamu adalah pelita tubuhmu. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu, tetapi jika matamu jahat, gelaplah tubuhmu.” (Luk 11:34) Nous adalah mata batin atau mata rohani kita. Sebab itu, Kristus mengajarkan demikian, “sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan” (Mar 7:21). Sehingga memperbarui batin lewat memperbarui nous ini sangat sentral.

THEOSIS:

Menjadi Serupa Dengan Kristus

Mengapa manusia setelah kematian di dunia menjadi serupa dengan Kristus? Sebab Krsitus adalah pola kemanusiaan kita atau pola ciptaan manusia. Cetakan itu adalah Anak tunggal Allah atau Kristus, sehingga hanya melalui Dialah manusia kembali dan pada waktu akhirnya itu manusia harus kembali pada pola ciptaannnya. Dalam menjadi serupa dengan Kristus kita harus mempunyai dasar atau fondasi yang benar dan mengalami purification untuk mencapai Theosis. Setiap latihan jiwani dan dan latihan badani sangat diperlukan, sebab dalam latihan badani harus mematikan daging, atau menanggalkan kedagingan kita kemudian berbuat kasih. Untuk menjadi serupa dengan Kritsus melalui iman. Dapat kita pelajari tentang perumpamaan yang diberikan Tuhan Yesus tentang penaburan benih.

Semua ini dimulai dengan ada kasih karunia dan keselamatan lalu ada iman dan menjadi benih yang harus bertumbuh dan berbuah. Kalau dimulai dari iman itu harus diresponi dengan hati yang baik sehingga menjadi benih Ilahi dan ia harus berakar, bertumbuh dan berbuah. Mendengar, mengerti: itulah yang disebut dengan faith. Ini adalah kerja dari jiwa kita. Dimana diwaktu kita mendengar Nous dan Logos kita sedang berperang, Roma 10:17. Walaupun kita memiliki iman dan tidak mendengar apalagi tidak mengerti maka akhirnya akan menjadi hilang. Firman Kristus itu hanya bisa bertumbuh di dalam hati. Kenapa? Karena itulah tempat jiwa kita. Iman berasal dari pendengaran, pendengaran berasal dari jiwa. Apa yang ada di dalam iman? Yaitu pendengaran yang di dalam jiwa. Di dalam Efesus 4:20-21 “Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus. Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus,” begitu kita mendengar maka timbul iman percaya, maka iman itu menembus jiwa. Begitu kita mendengar, memahami Kerajaan Surga itu menembus tubuh, jiwa dan roh. Maksudnya semuanya akan diperbaharui, baik itu Nous, Logos dan Pneuma diperbaharui ketika kita mendengar, mengerti dan memahami dan melalui iman yang diperbaharui oleh Kerajaan Surga itu adalah jiwa.

refleksi

Dalam menjalankan kehidupan ini, memang tidak ada artinya jika kita tidak tahu dasar dan tujuannya. Maka dengan kita mengetahui dasar hidup dan tujuan hidup saya. sehingga waktu dan kesempatan dalam kehidupan ini hanya ada dalam Kristus. sebab Dialah segalanya bagi kehidupanku, baik yang menjadi dasar maupun yang menjadi tujuan akhir.

Marnywati Gulo

STT Soteria Purwokerto

Dosen: Hendi Wijaya, S.s (dosen Eksegesis PB)