FONDASI:
Tritunggal dan inkarnasi
Dasar dari berteologi adalah
setiap usaha manusia yang dilakukan untuk mencari tahu siapa Allah dan siapa
Allah yang dinyatakan oleh Yesus Kristus kepada manusia. Sebab Dia adalah logos
Allah atau Anak Tunggal Allah yang sejak kekal bersama dengan Allah dan berasal
dari Allah. Orang yang berteolog harus tahu tentang pribadinya Kristus baik
keberadaan Dia bersama dengan Allah (prainkarnasi) maupun setelah inkarnasi.
Sehingga doktrin Allah tritunggal dengan inkarnasi merupakan doktrin dasar yang
digunakan oleh setiap orang Kristen.
Allah tritunggal adalah Bapa,
Anak, dan Roh Kudus bukan bicara soal jumlah matematika tetapi KEBERADAAN diri
Allah yang Esa itu. Allah yang Esa itu disebut dengan Bapa, Firman Allah yang
berasal dari Allah disebut sebagai Anak. Roh Allah yang menjadi nafas dan hidup
Allah disebut dengan Roh Kudus. Ketiganya disebut pribadi karena punya kesadaran
yang berbada. Keberadaan Kristus dalam Firman Allah adalah melalui Dia yaitu
Firman tadi segala sesuatu diciptakan (Ibrani 1:2), termasuk dunia. Kenapa Bapa? Karena pencipta segala sesuatu. Waktu Ia
mencipta Ia memakai Firman. Dan Firman itu berinkarnasi menjadi menusia. Jika
tidak ada Roh maka Dia bukan Allah yang hidup, tetapi karena Ia mempunyai Roh maka
Ia disebut sebagai Allah yang hidup. Firman keluar dari Allah (Yoh 8:42). 1 Kor
2:10-11, Roh Allah ada di dalam diri Allah, Roh bisa keluar dari Allah berarti
Dia punya kesadaran dan pribadi (Yoh 15:26).
Mengapa Firman yang berinkarnasi, kenapa bukan Bapa,
dan Roh Kudus? Memang hanya firman inilah yang berinkarnasi menjadi mansuia
sebab Dia adalah pola kemanusiaan kita sendiri atau pola cetakan manusia.
Cetakan itulah gambar dan rupa Allah. Jadi, sebelum manusia ada pola ciptaannya
sudah ada. Dalam kekekalan Firman ini sudah ditentukan oleh Allah untuk
berinkarnasi menjadi manusia. Cetakan ini harus jadi manusia supaya manusia
memiliki contoh dan meniru untuk menjadi seperti apa dia kelak sehingga manusia
dapat menuju kepada tujuan Allah menciptakan manusia yaitu mengalami kasih
bersama Allah secara kekal. Namun ditengah proses dari gambar Allah menuju rupa
Allah manusia gagal diuji dalam ketaatan sehingga jatuh dalam dosa dan itu juga
dalam kemahatahuan Allah dan rencana Allah maka Firman yang nanti berinkarnasi
akan menebus manusia dari dosa mereka supaya manusia bisa kembali masuk ke
dalam proses menuju rupa Allah yaitu serupa dengan Kristus. Sehingga manusia
bisa ambil bagian dalam kodrat ilahi (2 Pet 1:4) oleh karena Kristus dan bisa
berada bersama Allah dalam kasih. Tanpa Kristus manusia tidak bisa menjadi
ilahi sehingga kita tidak bisa bersama dengan Allah.
Mengapa melalui Kristus tahu tentang Allah? Sebab hanya
Dialah yang tahu tentang Allah (Yoh 1:18). Mengapa harus Allah? Karena Dialah
sumber segala sesuatu (kej 1; 1 kor 8: 6). Teologi inilah yang memimpin ilmu
atau materi-materi yang lain. Bukan sebaliknya jadi ekor. Maksudnya, contoh
pejabat apapun kamu, tetapi pejabat yang takut akun Tuhan. Teologi yang kita
punya jangan hanya sekedar mengerti, tau dan menyerapnya. Tetapi kamu bisa
mengajarinya dan menghidupkannya.
Kalau ada jemaat atau teman yang profesinya kecuali
pendeta, dia harus belajar tentang teologi. Mengapa? Karena teologi itu adalah
desain Allah untuk semua orang percaya. Bukan hanya untuk pendeta atau para
pelayan Allah. Yang kemudian menjadi disistematis sebagai pengetahuan. Kalau
itu desainnya maka ia harus tau dasar dan endingnya. Ini harus di ketahui oleh
semua orang, mengapa? Karena teologi adalah untuk semua orang. Maka jangan malu
ngomong tentang Yesus. Yoh 1:43-47, dalam memberitakan injil. Mulai
memberitahukan tentang Allah tritunggal. Berbahagialah orang yang menderita
karena Kristus, mengapa karena kita sudah mengambil bagian dalam penderitaan
yang dialami oleh Yesus (Kol 1:24).
Jika seseorang itu menanyakan bahwa mengapa anak-anak
atau orang lain itu mengalami sakit parah atau penderitaan? Karena efek dari
dosa yang dilakukan oleh manusia pertama kej 3:17-18. Sebab tanah sudah
terkutuk, kutuk itu bermacam-macam efeknya yaitu penyakit, kejahatan dll. 2 Kor
4:16-18, ini penderitaan yang dialami adalah penderitaan yang sementara. 2 Kor
5:1-2 selama kita masih di dalam tubuh ini, kita mengeluh, mengeluh kenapa? Karena
manusia lahiriah kita semakin merosot. Namun, ada satu janji Allah yang Ia berikan
kepada kita yaitu menyediakan tempat di surga yang tidak ada penderitaan.
Agama Kristen bukan agama Kristus. Agama Yesus itu
adalah agama Yahudi. Mengapa hanya Kristus yang tau tentang Allah. Kekristenan
itu adalah mempunyai Kristus. Mengapa hanya Kristus saja yang menyelamatkan,
kenapa bukan agama, tokoh-tokoh lain, atau para dewa? Sebab hanya Yesus
Krituslah satu-satunya yang luput dari kematian. Dan hanya Kristus satu-satunya
yang mengalahkan maut, dosa, dan kematian (1 Kor 15:4-5). Kis 4:12, mengapa?
Karena hanya Kristus yang bisa bangkit dari kematian. Mengapa Kristus bisa
bangkit dari kematian? Karena Kristus adalah Allah. Kok Dia Allah? Karena Dia
berasal dan keluar dari Allah. Yoh 3:35, otoritas Allah sudah diserahkan kepada
Kristus. Yoh 13:3, hanya Kirstuslah yang datang dan kembali kepada Allah. Yoh
5:22, 17:2, yang mempunyai hidup kekal itu adalah Allah dan segala kuasa hidup
kekal Allah sudah memberikannya kepada Yesus. Dan Yesus itu memberikannya
kepada kita. Yoh 6:57, kalau tidak ada Firman tidak ada Allah, artinya Bapa
dengan Kristus itu tidak dapat dipisahkan. Kol 1:19, 2:9, segala kepenuhan
Allah berekenan kepada-Nya.
Manusia sekarang tidak pernah melihat Dia secara mata
jasmani (1 Petrus 1:8). Tetapi sekarang kita akan melihat Dia dengan
keadaan-Nya yang sebenarnya (1 Yoh 3:2).
Kita sekarang dapat melihatnya dengan mata rohani kita = mata iman kita
dan iman ini yang tertuju pada Kristus yang akan menyatakan diri-Nya. Pada masa
PL: Iman = tertuju pada inkarnasi. Sekarang pada masa PB: Iman = tertuju pada
kedatangan Kritus yang kedua.
Kita tidak benar-benar melihat yesus bahwa Dia adalah
Firman? Karena dalam 2 Petrus 1:16, sebab Petrus tidak percaya pada dongeng,
legenda. Dan ia menyaksikan bahwa Yesus itu bukan dongeng atau karangan Petrus
dan murid-muridnya lain. Sebab para murid ini saksi mata dan melihat mereka
bukan hanya sekedar mereka dengar tetapi mereka sudah menjadi saksi yang sudah
meraba dan saksi mata. Petrus menyaksikan bagaimana Ia menerima kehormatan yang
dari pada Allah. Ini kisah atau peristiwa di atas gunung waktu Yesus diberi
hormat oleh Allah (matius 17:1-7). Itu adalah kesaksian rasul Petrus. Yang
menjadi saksi itu lebih dari satu orang itu sudah fakta dan benar-benar
terjadi. Dalam Kis 1:3, Ia menampakkan diri, memberikan bukti selama 40 hari
kepada banyak orang berulang-ulang lagi.
Mengapa Yesus harus mati? Sebab taurat tidak
menyelamatkan. Sehingga firman harus menjadi manusia atau daging.
Serupa dengan daging yang berdosa, tetapi Dia tidak mewarisi dosa Adam sebab Dia
bukan berasal dari sperma manusia, tetapi dari Allah melalui ovum Maria. Dalam 1
Yoh 3:5, matinya Kristus itu serupa dengan mati orang yang berdosa tetapi Dia
tidak berdosa. Karena di dalam Yesus tidak ada dosa. Matinya Kristus dengan
matinya kita berbeda. Sebab matinya kita karena maut Roma 5:12. Roma 6:23, upah
dosa adalah maut. Tetapi Yesus mati karena di dalam 2 Kor 5:21 Dia yang tidak
mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita
dibenarkan oleh Allah. Tetapi mengapa Yesus mati kalau Dia tidak mengenal dosa
karena dalam Yoh 10:17, 18, Dia mati karena kehendaknya sendiri. Bapa mengasihi
Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. 10:18 Tidak
seorang pun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut
kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya
kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku.” Ibrani 2:14, Roma 8:3, Roma 6:9. Kej
2:16-17, manusia mati karena ketidaktaatan itu. Karena daging itu tidak taat
kepada Allah. Ketaatan daging itu harus dilawan dengan mutlak. Filipi 2:8,
kematian Yesus itu wujud ketaatan mutlak. Ketaatan ini adalah manusia penjelma
menjadi manusia. Sehingga dengan Dia menghancurkan dosa itu, Ia menghukum dosa
melalui penderitaan atas hukuman yang dijatuhkan kepada-Nya. Sehingga Yesus
mengalahkan ketidaktaatan. Berarti kematian itu suatu keharusan, karena maut
dikalahkan.
Mengapa
harus ada penebusan? Gal. 4:4. Karena manusia berdosa maka ada penebusan.
Ditebus artinya dibayar, diambil kembali. Sebab manusia sebelum ada penebusan
manusia sudah jatuh ketangan atau milik iblis atau maut. Kalau maut sudah
dikalahkan, mengapa orang percaya masih mati?
- General
selvation (keselamatan universal) = posisi = penebusan Kristus: inkarnasi,
mati, dikubur dan bangkit (untuk manusia disegala abad, dari Adam samapai nanti
manusia terakhir). Kok bisa, apakah mereka mengena Kritsus pada masih belum
lahir? Yaitu mulai dari kejadian telah dinubuatkan bahwa ada seorang penebus
(kej. 3:14-15).
- Personal
selvation (keselamatan idividu) = realita = parusia Kristus (kedatang Kristus
yang kedua) = penghakiman : surga dan neraka
Sehingga dasar dari berteologi adalah tritunggal dan inkarnasi,
sebab hanya Kristuslah yang telah melihat Allah dan satu-satunya yang bangkit
dari antara orang mati.
PURIFICATION:
Latihan Badani Dan Latihan Jiwani
Perangkat jiwa manusia ini selanjutnya harus menguasai
tubuh kita. Mengapa? Karena jiwa kita yang terlebih dulu telah dipulihkan oleh
Kristus. Perangkat jiwa kita yaitu nous telah menjadi hidup dan pulih sehingga
nous ini bisa terus menerus diperbarui (Rom 12:2) supaya bisa melakukan
pekerjaan yang baik (Efe 2:10). Dan proses pemulihan jiwa ini atau pembaruan
nous ini adalah pergumulan melawan keinginan tubuh atau daging kita. Mengapa
demikian? Seperti pergumulan Rasul Paulus, “Demikianlah aku dapati hukum ini:
jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku. Sebab di
dalam batinku aku suka akan hukum Allah, tetapi di dalam anggota-anggota
tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan
membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota
tubuhku” (Roma 7:21-23). Ada pergumulan memurnikan tubuh melalui pemurnian
batin di sini. Kemudian ada 3 hukum di sini. Hukum Allah dan hukum Nous ada di
dalam batin atau jiwa manusia sedangkan hukum dosa ada di dalam anggota-anggota
tubuh kita. Sehingga tubuh kita harus dikendalikan oleh jiwa bukan sebaliknya
sebab di dalam jiwa ada hukum Allah dan hukum nous yang harus mengendalikan
hukum dosa. Jika bukan jiwa yang mengendalikan tubuh maka tubuh ini akan tetap
ditawan oleh hukum dosa yang membuat kita melakukan yang jahat dengan
anggota-anggota tubuh kita. Sebab itu, jiwa harus mengendalikan atau menguasai
tubuh.
Disisi
lain kita diajarin tentang taat, mengapa? Sebab dalam Allah Tritunggal itu
saling taat. Anak taat kepada Bapa. Kalau Bapa megasihi anak itu mesti anak itu
harus taat. Hubungan antra Bapa dengan anak itu adalah kasih, bukti dari kasih
itu adalah taat. Adam juga memiliki kasih seperti yang dimiliki Allah. Akhirnya
diuji dan hasilnya gagal, sebab Adam tidak taat. Oleh sebab itu manusia itu
harus mengalami pemulihan. Mengapa harus Nous, logos dan pneuma ini yang harus
dimurnikan menjadi rupa Allah? Sebab tiga hal ini yang adalah gambar Allah yang
ada dalam jiwa kita.
- Lahir
baru (gambar diperbaiki)
- Purivication
(dipulihkan jadi sehat) jiwa dan tubuh yang harus dipulihkan.
- Theosis
(sembuh total, gambar ini menjadi rupa) menjadi rupa Allah. Maksudnya
sekodrat dengan Allah.
Maka
purivication ada dua yaitu jiwa dan tubuh. Gambar Allah itu jiwa dan tubuh. Di
dalam Roma 7:22, di dalam batinku dan anggota-anggota tubuh harus dipulihkan.
Hukum Allah ada di dalam batin, hukum akal budi ada di dalam batin dan jiwa.
Hukum dosa ada di dalam anggota-anggota tubuh. Berarti pemurnian ini harus
dilakukan dalam tubuh juga, sebab tubuh ini masih ditawan oleh hukum dosa.
Hukum dosa ini bertentangan dengan hukum akal budi dan hukum Allah. Dari 3
hukum ini, jiwalah yang harus menguasai tubuh, mengapa? Karena di dalam jiwa
ada dua hokum, hukum Allah dan hukum akal budi. Pemurnian itu adalah pemurnian
batin, jiwa. Sebab jiwa yang mengendalikan tubuh. Itulah yang berperan penting
dalam pemurnian. Dalam Roma 12:2, akal budilah yang harus diperbaharui. Mengapa
bukan hukum Allah yang diperbaharui? Sebab hukum Allah sudah digenapi oleh
Kristus Roma 10:4. Mengapa Nous ini harus diperbaharui? Karena akal budi inilah
yang akan menguasai tubuh. Sebab dalam pikiran timbul segala logismoi. Kalau
hukum akal budi tidak dikendalikan maka, akan timbul logismoi yang berpengaruh
oleh tubuh. Dalam hatilah timbul segala dosa (Markus 7:21).
Kalau
memperbaharui Nous, bagaimana memperbaharuinya? Iman salah satu cara
memperbaharui Nous, supaya jiwa ini diperbaharui dan tubuhnya diperbaharui.
Firman ini akan bertumbuh atau benih inilah yang memperbaharui Nous kita. Nous
diperbaharui maka apa hubungannya dengan benih yang jatuh di tanah yang subur?
Memperbaharui Nous harus dimulai melalui iman, mengapa? Karena orang yang
membaca dan mendengar firman belum tentu ia mempunyai iman dan orang yang
mempunyai iman sudah pasti ia selalu membaca dan mendengar firman Tuhan.
Bagaimana kita memperbaharui Nous? Nous ini harus mendengar dan mengerti firman
kerajaan Surga dengan iman. Sebab Kerjaan Surga adalah Kristus. Iman satu sisi
dan mendengar firman satu sisi. Mengapa lewat iman? Karena disitulah hatimu di
dalam Kristus.
Pemurnian
jiwa menjadi begitu penting. Hukum Allah di sini tentu hukum Taurat yang telah
berwujud Kristus (Rom 10:4) dan telah sempurna dan selesai. Maka hukum nous ini
yang harus diperbarui (Rom 12:2). Nous ini menjadi sentral yang menentukan
gelap terangnya tubuh kita seperti yang diajarkan oleh Kristus, “Matamu adalah
pelita tubuhmu. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu, tetapi jika matamu
jahat, gelaplah tubuhmu.” (Luk 11:34) Nous adalah mata batin atau mata rohani
kita. Sebab itu, Kristus mengajarkan demikian, “sebab dari dalam, dari hati
orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan” (Mar
7:21). Sehingga memperbarui batin lewat memperbarui nous ini sangat sentral.
THEOSIS:
Menjadi Serupa Dengan
Kristus
Mengapa
manusia setelah kematian di dunia menjadi serupa dengan Kristus? Sebab Krsitus
adalah pola kemanusiaan kita atau pola ciptaan manusia. Cetakan itu adalah Anak
tunggal Allah atau Kristus, sehingga hanya melalui Dialah manusia kembali dan
pada waktu akhirnya itu manusia harus kembali pada pola ciptaannnya. Dalam menjadi
serupa dengan Kristus kita harus mempunyai dasar atau fondasi yang benar dan
mengalami purification untuk mencapai Theosis. Setiap latihan jiwani dan dan
latihan badani sangat diperlukan, sebab dalam latihan badani harus mematikan
daging, atau menanggalkan kedagingan kita kemudian berbuat kasih. Untuk menjadi
serupa dengan Kritsus melalui iman. Dapat kita pelajari tentang perumpamaan
yang diberikan Tuhan Yesus tentang penaburan benih.
Semua ini dimulai dengan ada kasih karunia dan keselamatan lalu ada iman dan menjadi benih yang harus bertumbuh dan berbuah. Kalau dimulai dari iman itu harus diresponi dengan hati yang baik sehingga menjadi benih Ilahi dan ia harus berakar, bertumbuh dan berbuah. Mendengar, mengerti: itulah yang disebut dengan faith. Ini adalah kerja dari jiwa kita. Dimana diwaktu kita mendengar Nous dan Logos kita sedang berperang, Roma 10:17. Walaupun kita memiliki iman dan tidak mendengar apalagi tidak mengerti maka akhirnya akan menjadi hilang. Firman Kristus itu hanya bisa bertumbuh di dalam hati. Kenapa? Karena itulah tempat jiwa kita. Iman berasal dari pendengaran, pendengaran berasal dari jiwa. Apa yang ada di dalam iman? Yaitu pendengaran yang di dalam jiwa. Di dalam Efesus 4:20-21 “Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus. Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus,” begitu kita mendengar maka timbul iman percaya, maka iman itu menembus jiwa. Begitu kita mendengar, memahami Kerajaan Surga itu menembus tubuh, jiwa dan roh. Maksudnya semuanya akan diperbaharui, baik itu Nous, Logos dan Pneuma diperbaharui ketika kita mendengar, mengerti dan memahami dan melalui iman yang diperbaharui oleh Kerajaan Surga itu adalah jiwa.
refleksi
Dalam menjalankan kehidupan ini, memang tidak ada artinya jika kita tidak tahu dasar dan tujuannya. Maka dengan kita mengetahui dasar hidup dan tujuan hidup saya. sehingga waktu dan kesempatan dalam kehidupan ini hanya ada dalam Kristus. sebab Dialah segalanya bagi kehidupanku, baik yang menjadi dasar maupun yang menjadi tujuan akhir.
Marnywati Gulo
STT Soteria Purwokerto
Dosen: Hendi Wijaya, S.s (dosen Eksegesis PB)