KASIH DAN TERANG DUNIA

Yohanes 8:12

Πάλιν οὖν αὐτοῖς ὁ Ἰησοῦς ἐλάλησεν λέγων, Ἐγώ εἰμι τὸ φῶς τοῦ κόσμου· ὁ ἀκολουθῶν ἐμοὶ οὐ μὴ περιπατήσῃ ἐν τῇ σκοτίᾳ, ἀλλ᾽ ἕξει τὸ φῶς τῆς ζωῆς. (Jn. 8:12 BYZ)

Again therefore Jesus spoke to them, saying, “I am the light of the world; he who follows Me shall not walk in the darkness, but shall have the light of life.” (Jn. 8:12 NAS)

Terjemahan Literal:

Yesus berkata lagi kepada mereka, katanya, “Aku adalah terang dunia; siapapun yang mau ikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan memiliki terang kehidupan.

Parshing:

  1. ἐλάλησεν = Constative aorist (tindakan yang sudah selesai di masa lampau)
  2. λέγων (berkata) = present epistolari (seolah-olah terjadi sekarang)
  3. εἰμι (Akulah) = present gnomic (kebenaran umum)
  4. ἀκολουθῶν = present tendensial (
  5. περιπατήσῃ = Proleptic aoris artinya sifatnya menjelaskan suatu tindakan yang akan datang
  6. ἕξει = future Deliberative (suatu pernyataan yang sudah tau jawabannya)

Poin-Poin Sintaksis:

  1. Yesus berkata kepada mereka
  2. Aku adalah terang dunia
  3. Siapa pun yang mau ikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan melainkan ia akan memiliki terang kehidupan.

Poin Semantis:

  1. Yesus mengajar orang banyak termasuk orang-orang Farisi dan ahli-ahli taurat di bait Allah
  2. Yesus adalah pelita yang menerangi dunia yang gelap
  3. Dunia itu gelap sebab ketiadaan cahaya Yesus.
  4. Dunia itu terang sebab cahaya Yesus yang menerangi
  5. Dunia di sini menunjuk pada manusia yang gelap dan juga seluruh system yang ada di dalam dunia itu.
  6. Manusia gelap sebab ketiadaan cahaya Yesus atau tidak memiliki Yesus. Kenapa manusia? Sebab hanya mereka yang dapat menerima cahaya Yesus atau tidak memiliki Yesus
  7. Manusia terang sebab memiliki cahaya Yesus atau memiliki Yesus
  8. Mereka manusia gelap akan menjadi manusia terang jika ikut terang itu
  9. Ikut terang adalah syarat mutlak untuk menjadi manusia terang
  10. Ikut terang itu berarti Yesus berjalan di depan kita dan kita ikut dari belakang sehingga kita tidak berjalan dalam kegelapan.
  11. Yesus akan menuntun kita sampai pada satu tujuan yaitu manusia memiliki terang hidup.
  12. Terang kehidupan adalah kehidupan yang sudah diterangi oleh cahaya Yesus itu.

Konsep Teologis:

Ide utama: Yesus terang dunia

Ide pendukung:

  1. Dunia ini gelap
  2. Yesus menerangi dunia yang gelap
  3. Yesus yang menerangi itu harus diikuti oleh manusia supaya manusia itu berubah dari gelap menjadi terang.

Yohanes 14:21

John 14:21 ὁ ἔχων τὰς ἐντολάς μου καὶ τηρῶν αὐτὰς ἐκεῖνός ἐστιν ὁ ἀγαπῶν με· ὁ δὲ ἀγαπῶν με ἀγαπηθήσεται ὑπὸ τοῦ πατρός μου, κἀγὼ ἀγαπήσω αὐτὸν καὶ ἐμφανίσω αὐτῷ ἐμαυτόν. (Jn. 14:21 BGT)

“He who has My commandments and keeps them, he it is who loves Me; and he who loves Me shall be loved by My Father, and I will love him, and will disclose Myself to him.” (Jn. 14:21 NAS)

Terjemahan Literal

Siapa saja yang mau memegang/memiliki perintah-perintahku dan memeliharanya adalah dia yang mengasihi Aku, dia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku akan mengasihi dia dan akan menyatakan diriku sendiri kepadanya.

Parshing

  1. ἔχων = present conative
  2. τηρῶν (memelihara/menjaga)  = present
  3. ἀγαπῶν = present gnomic (kebenaran)
  4. ἀγαπηθήσεται = future

poin sintaksis:

  1. siapapun yang memiliki dan memelihara perintah-perintah Yesus adalah dia yang mengasihi Yesus
  2. Dia yang mengasihi Yesus akan dikasihi oleh Bapa-Ku
  3. Yesus akan mengasihi dia dan akan menyatakannya diri-Nya kepadanya

Poin semantic:

  1. Orang yang mengasihi Yesus adalah orang yang mengerjakan perintah-perintah Yesus sepanjang hidup
  2. Kasih kepada Yesus adalah ketaatan sampai mati.
  3. Kita taat kepada Anak/Yesus artinya kita taat kepada Bapa sehingga Bapa mengasihi kita.
  4. Kita mengasihi Anak sama artinya mengasihi Bapa
  5. Bapa mengasihi kita sama artinya kita taat kepada Anak.
  6. Bapa mengasihi kita sama artinya Anak juga mengasihi kita karena kita taat kepada Anak.
  7.  Orang yang mengasihi Anak akan melihat Anak dan Bapa (Allah itu sendiri)
  8. Hanya dengan kasih manusia bisa melihat Allah

Konsep Teologis

Ide utama:

Kasih kepada Yesus

Ide-ide pendukung:

  1. Kasih adalah ketaatan pada perintah-perintah Yesus yang dikerjakan sampai mati
  2. Kasih kepada Yesus sama artinya kasih kepada Bapa dan sebaliknya Bapa dan Anak akan mengasihi kita.
  3. Kasih kepada Allah akan membuat manusia bisa melihat Allah dan Anak.

Marniwati Gulo

Dosen: Dr. Hendi Wijaya, S.s

Yunani II

HISTORY AND THEORYA

Historis adalah sebuah fakta atau data kita yang manakah yang kita bahas atau sejarah. Sedangkan Theory adalah spiritual sense (hati) melakukannya dengan pertobatan bahwa dia adalah orang berdosa. Seperti cerita seorang perempuan yang berdosa yang bernama Maria. Dengan menyadari siapa dirinya, disitulah dia mengalami energy Ilahi dalam hatinya. Moral sense adalaha apa yang dirasakan atau yang dialami dalam spiritual sensenya dibuktikan dalam perbuatannya dengan bertapa di padang gurun, berdoa, berpuasa, dan lain sebagainya yang termasuk sebagai latihan rohani. Jadi, apa yang kita pelajari di Historya kita akan mengalami dan mengerjakannya dalam spiritual sense dan moral sense.

Tiga bapa gereja yang besar: Cily = Origen = Clement (Alexandria Teology)

  1. Etical =moral sense
  2. Intelektual = Historia
  3. Spiritual = Spritual sense

Theologynya bertujuan untuk menjadi orang Kudus dan mengerjakan keselamatan. Salah satu bapa-bapa gereja yang bernama Clemment mengatakan ini tentang Allah, kalau kita mendapat pengetahuan Allah. Menjadi satu komunikasi dari kekekalan. Firman itu jadi manusia sehingga kamu bisa belajar dari firman itu dimana manusia itu menjadi orang suci atau orang kudus. Kita belajar tentang teologi itu untuk mencapai kesatuan dengan Dia, mengalami Tuhan itu. Tetapi jiwa kita juga belajar. Di dalam Alkitab itu mengajarkan semua mengajarkan tentang ada moralitasnya. Kristus membawa kesungguhan bagi orang-orang yang secara moralnya sakit, Kristus juga membawa hidup bagi orang-orang yang moralnya mati.

Bagaimana Yesus membawa kesungguhan kepada orang-orang yang moralitasnya rusak? Yaitu dengan baptis, mati bersama dengan Kristus, penuh dengan kasih, kebaikan, mengembalakan orang berdosa, memaafkan, memberi, dll.

Apa itu Alegoris = dari kata “alla” = apa yang tertulis sebetulnya ada makna yang lain. Tipology bagian dari Alegoris. Figurative, naratif dan allegori.

Figurative = kiasan atau lambang (1 Kor 13)

Narrative = cerita

Tipology = tipo dari kata type artinya sebuah cetakan/tipe atau sesuatu yang dicetak. Misalnya

  1. Tipology tentang Maria, isi tabut perjanjian (buli-buli (guci) yang berisi mana Kel 16:32-34, tipologi Alegorisnya, lambangnya adalah pada Maria. Kenapa? Karena isi dari guci itu adalah mana, isi dari perutnya Maria Yesus Yoh 6:58. Berarti guci yang berisi mana itu tipology Kritus sebab Maria mengandung mana sejati. Kristus sebagai mana sejati yang berada di dalam guci sebagai Maria yang menjadi wadahnya).
  2. Kandil: tipologi Maria (tempat terang itu tetap menyala) Keluaran 25:31-40

Kandil = Yoh 8:12 Kristus itu adalah terang

3. Loh batu = tipologynya Maria yang berisi Firman Allah Keluaran 25:10-22

4. Tongkat harun yang berbuanga, tipologinya Maria yang dengan perawan bisa berbuah (buah rahimnya yaitu Kristus)  Bil 17:8.

Perjanjian Allah dan Adam itu secara Literal (hanya ngomong saja tidak tertulis. PB itu sekarang tertulis, tertulisnya dimana? Kej 3:15 itu secara lisan. Di PB itu sudah tertulis dengan titah Roh Kudus di dalam hati kita 2 Kor 3:3. Alkitab itu yang sekrang sebenarnya tertulis di dalam hati kita berarti kamu adalah surat Kritsus dan kitab sucinya Kristus karena sudah tertulis dalam hatimu siapa itu Kristus sehingga baru kita menyatakan anugerah Allah dengan sepenuhnya kepada orang.

Secara Literal sense kita adalah surat Kristus yang ditulis dengan tintah Roh Kudus (pasti benar)

Sprituasl sense, kitalah Alkitab (PL dan PB itu, seluruh kepenuhan Kirtus itu sudah ada di dalam hatimu) berarti surat Kritsus yang hidup yang berjalan dan menyatakan anugerah Allah dengan sepenuhnya kepada orang lain.

refleksi:

jadilakanlah dirimu sebagai surat Kristus dengan memberikan teladan kepada setiap orang percaya melalui perbutanmu setiap hari. teladan yang seperti apakah yang dimaksud? yaitu seperti teladan yang diberikan Kristus kepada kita, Amin.

Marniwati Gulo

Dosen: Dr. Hendi Wijaya, S.s

PRINSIP DAN DASAR

  1. Literal sense

Merupakan teks tertulis atau sintatic form/conten, yang terdiri dari:

  • Terjemahan literal
  • Historia
  • Focus pada teks itu sendiri
  • Knowledge/data/fakta

2. Spiritual sense

Merupakan injil/Kristus itu sendiri, yang terdiri dari

  • Semantic conten (Alegori: narative (cerita), tipologi (kejadian/iven), figurative (kiasan).
  • Interaksi dengan teks-teks lain dan paradosis gereja
  • Poin semantic
  • Konsep teologis
  • Obedience

3. Ringkasan/summry (level personal) inilah kita membutuhkan Energy Ilahi dari Anugerah Allah itu.

4. Moral sense merupakan aplikasi dari apa yang kita renungkan dari kebenaran Firman Tuhan

Obedience, kita melakukannya dengan tujuan supaya kita menjadi orang kudus.

Alegorikal

  1. Narrative (cerita) merupakan cerita atau narasi yang terdapat dalam kitab suci. Misalnya cerita yang sering muncul dalam Perjanjian Lama
  2. Tipologi (kejadian/iven)
  3. Misalnya: Yunus ada diperut ikan 3 hari, 3 malam. Tipologi kepada Kristus 3 hari Dia berada dalam dunia orang mati tetapi setelah 3 hari dan 3 malam Ia akan bangkit.
  4. Figurative (kiasan) alegoris

Misalnya: hikmat yang terdapat dalam Amsal 8 dan 1 Kor 13, yang menjelaskan tentang gong yang berkomandang, itu figurative. Iman yang memindahkan gunung artinya menggunakan iman yang seperti itu menyerahkan tubuhku untuk dibakar. Gal 4:21-31, ini adalah suatu kiasan, kiasannya adalah perempuan Hagar dan Sara. Hagar vigurative memperanakkan anak-anak perhambaan. Sara figurative dari perempuan yang merdeka.

Sehingga dalam memperlajari Alkitab ada beberapa sifat atau bentuk dalam menafsirkannya. Dalam hal ini jangan kita jauh-jauh dari Kristus atau konteks injil tersebut dan tetap berpegang dengan paradosis gereja. Sebab ajaran-ajaran ini berasal dari gereja, untuk gereja dan oleh gereja.

refleksi:

pemahaman saya tentang Alegorikal ini sangat lemah, sehingga dengan saya sudah mulai mempelajarinya, saya akan tetap belajar dan memperdalamkannya. sampai saya bisa dan dapat mengerjakannya secara teliti sehingga menghasilkan kebenaran.

Marniwati Gulo

Dosen: Dr. Hendi Wijaya, S.s

Sinoptik PB


ANNUNCIATION (KABAR BAIK)

Galatia 4:19 = Hubungan antara Allah dengan manusia

Τεκνία μου, οὓς πάλιν ὠδίνω, ἄχρι οὗ μορφωθῇ χριστὸς ἐν ὑμῖν, (Gal. 4:19 BYZ)

Terjemahan Literal

Anak-anakku yang kecil, demi kamu aku berusaha keras melahirkan lagi sampai Kristus dibentuk di dalam kamu.

Hai anak-anakku, karena kamu aku menderita sakit bersalin lagi, sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam kamu. (TB)

Historia

  1. Rasul Paulus berusaha keras/sakit melahirkan/bersalin lagi sampai Kristus menjadi terbentuk di dalam jemaat Galatia
  2. Paulus melakukan itu semua untuk jemaat Galatia

Theoria

Setiap orang percaya membentuk benih Kristus sampai sempurna dan siap dilahirkan di dalam dirinya. Ada janin yang terus dibentuk atau bertumbuh di dalam rahim kita sehingga pada suatu saat nanti akan siap dilahirkan janin itulah Kristus yang terus dibentuk menjadi sempurna. Dan di dalam proses kehamilan sampai melahirkan ada perjuangan atau kerja keras yang harus kita kerjakan. Itulah askesis atau latihan rohani. Dan Rasul Paulus melakukan askesis itu demi jemaat. Sampai Kristus yang terbentuk sempurna di dalam hati kita itulah yang disebut dengan pengilahian atau kita menjadi serupa Kristus. Kehidupan orang beriman itu diibaratkan oleh Rasul Paulus seperti seorang perempuan sedang mengandung/hamil. Sama seperti yang dialami oleh Maria, Theotokos, yang mengandung firman Allah. Dia mengandung Firman Allah di dalam rahimnya untuk melahirkan Kristus. Kita juga mengandung Firman Allah yang telah berinkarnasi itu di dalam hati kita supaya kita semua menjadi serupa Kristus. Proses kehamilan itu merupakan proses pembentukan Kristus sampai sempurna dalam kehidupan kita.

Refleksi:

kehidupan orang beriman selalu ada benih Ilahi yang terus-menerus mengalami pertumbuhan dan orang beriman diibaratkan seperti perempuan yang sedang hamil yang mengandung Kristus dan dibentuk sampai sempurna. bagaimana membuat Kristus itu sdemakin dibentuk di dalam hidup saya? yaitu dengan saya mulai berelasi dengan Tuhan sehingga dalam hatiku timbul energy Ilahi yang dari pada Tuhan, Amin.

Marniwati Gulo

Dosen: Dr. Hendi Wijaya, S.s

Dogmatika 3

MENJADI JATI DIRI YANG SEBENARNYA

Temukanlah jati dirimu dengan cara sebagai berikut:

  1. Iman + anugerah = synergy. Dengan memiliki iman merupakan langkah pertama dalam mencari jati diri yang sebenarnya.
  1. Benih ilahi = mati (Padang gurun, mematikan keinginan daging, menyangkal diri Matius 18:6-9) disinilah terjadi air mata pertobatan yang terus menerus tanpa henti sebab manusia setiap saat setiap waktu selalu melakukan dosa dan kesalahan.
  2. Akar (akar ada di dalam tanah, Kolose 2:6-7 yang menjadi tanah adalah Kristus, kalau tidak di tanam di dalam tanah maka benih ini tidak mendapatkan kehidupan. Akar merupakan proses menyerap makanan untuk membangun fondasi pohon yang kuat dan untuk membangun iman + perbuatan kita terus bertumbuh dan bertambah kuat. Bagaimana cara kita untuk menghasilkan perbuatan-perbuatan yang bertumbuh harus dengan melakukan latihan badani (tubuh terang) dan latihan jiwani (memiliki pikiran Kristus/doktrin = doktrin “Nous”) diterangi oleh Anugerah yang yang disebut dengan energy ilahi berarti iman dan perbuatan baik tidak berjalan sendiri melainkan Roh Kudus yang selalu memimpin dan menyerap energy ilahi yang dari Kristus supaya menerangi jiwa dan tubuh kita. Dalam tubuh ini kita banyak menyerap anugerah supaya dalam akar-akar yang kita miliki menghasilkan petumbuhan rohani. Pertumbuahan rohani itu ada seperti bayi yang di dalam Kristus yang hanya diberikan makanan susu saja yang menunjukkan bahwa kamu manusia daging dan hidup secara rohani 1 Kor 3:1-3. Kalau bertumbuh secara dewasa artinya kedagingan semakin habis karena pertobatan yang terus menerus dikerjakan. Manusia rohaninya semakin bertumbuh ke arah Dia yaitu Kristus (Efesus 4:15). Aku yang semakin kecil dan Kristus yang semakin besar (Yoh 3:30).
  3. Pohon bertumbuh untuk menghasilkan buah Roh. Pertumbuhan rohani yang menjadi pohon Kristus bukan pohon sendiri. Artinya pohonnya ini semakin serupa dengan Kristus. Buah Roh inilah pertanggungjawaban atas iman dan perbuatan kita sebab ada hari penghakiman akhir. Ketika kita bisa mempertanggujawabkannya maka kita mencapai theosis. Buah itu hasil, dampak, pengaruh buat orang lain.

Anda dapat berhasil menemukan jati diri anda dengan mempunyai benih Ilahi artinya menerima Anugerah Allah yang disalurkan oleh Roh Kudus dan berakar di dalam Kristus, bertumbuh dan menghasilkan buah yang didasari dengan iman dan perbuatan-perbuatan yang menghasilkan buah-buah Roh.

Marniwati Gulo

M. Kuliah: Dogmatika 3

Dosen: Dr. Hendi Wijaya, S.s

PERUMPAMAAN SEORANG HAKIM DAN PEREMPUAN JANDA LUKAS 18:1-8

Poin-Poin Sintaksis

  1. Yesus berbicara kepada murid-murid-Nya dengan sebuah perumpamaan
  2. Perumpamaan tentang menusia harus selalu berdoa dan tidak kehilangan hati.
  3. Cerita atau narasi perumpamaan ada seorang hakim disebuah kota yang tidak takut kepada Allah dan tidak menghormati seorang pun.
  4. Ada seorang janda di kota tersebut yang datang kepada hakim itu dan meminta keadilan dari musushnya.
  5. Tapi hakim itu menolak perminataan janda itu selama beberapa waktu.
  6. Namun, setelah itu hakim berkata pada dirinya sendiri yaitu walaupun aku tidak takut kepada Allah dan tidak menghormati sesama tapi karena janda ini terus menyusahkan aku maka aku akan memberikan dia keadilan supaya dia jangan terus datang kepadaku dan menyusahkan aku.
  7. Kata Tuhan, bahwa dengarlah apa yang dikatakan oleh hakim yang tidak adil itu.
  8. Dan tidakkah Allah akan memberikan keadilan kepada orang-orang pilihan-Nya yang berseru kepada-Nya siang dan malam, dan tidakkah Allah bersabar terhadap mereka?
  9. Yesus berkata kepada mereka bahwa Allah akan cepat memberikan keadilan kepada mereka. Tetapi, jika Anak manusia datang akankah Dia mendapati iman di bumi.

Poin-poin semantic:

  1. Perumpamaan Tuhan Yesus ini mengajarkan tentang manusia harus selalu berdoa dan tidak kehilangan hati (1 & 2)
  2. Ajaran di poin 1 di jelaskan dalam sebuah cerita yang dapat dimengerti sebagai berikut:
  3. Seorang janda yang memohon dan terus memohon namun dia tidak kehilangan hati atau putus asa terhadap permohonannya. (4, 5, dan 6)
  4. Hakim ini adalah hakim yang tidak adil atau jahat namun dia memenuhi permohonan janda. (3 & 6)
  5. Akhirnya janda itu mendapat keadilan atau permohonannya terpenuhi (6)
  6. Ajaran di poin 1 juga dijelaskan dalam penjelasan perumpamaan yang dapat kita mengerti sebagai berikut:
  7. Walaupun hakim itu jahat namun permohonan janda itu dikabulkan (poin 6 & 7) Apalagi Allah yang maha baik pasti akan memberikan keadilan kepada mereka yang tidak berhenti berdoa/berseru kepada-Nya (6,7,8)
  8. Dan pasti Allah sabar mendengar segala permohonan mereka (6,7,8)
  9. Dan Allah dengan cepat menjawab permohonan mereka (9)
  10. Namun ketika hakim yang adil itu datang untuk menghakimi semua pada hari penghakiman, apakah hakim itu akan mendapati orang-orang yang seperti janda itu? (9)

Outline konsep teologis

Ide utama                    : Manusia harus selalu berdoa dan tidak kehilangan hati

Ide-ide pendukung      :

  1. Menjadi seperti seorang janda yang terus memohon kepada Allah namun tidak kehilangan hati.
  2. Sebab ada Allah Maha baik yang sabar mendengar dan pasti memberi keadilan kepada mereka yang bersikap seperti seorang janda itu.
  3. Hanya manusia yang terus berdoa dan tidak kehilangan hati yang tahan terhadap penghakiman Anak manusia.
  4. Kenapa kita diajari seperti janda? Karena ada hari penghakiman, kita nanti dituntut tanggung jawab kita.
  5. Apa yang terjadi pada janda itu sebelumnya? Sebab ia diperlakukan tidak adil oleh musuhnya
  6. Tetapi kita mempunyai Allah yang adil yang memenuhi permohonan kita.
  7. Namun, siapa musuh kita? Iblis yang selalu merampas kita dari Allah.

Marniwati Gulo

M. Kuliah: Dogmatika 3

Dosen: Dr. Hendi Wijaya, S.s

MANUSIA DAPAT MELIHAT ALLAH

Di dalam kita membaca berbagai perumpamaan, cerita/narasi, dll, di balik ini semua ada injil. Injil di tulis = cerita Zakheus = tradisi Lisan = Lukas. Tradisi Lisan itu berisi berita injil itulah catatan injil. Yoh 20:30-31, ada mujizat Yesus yang mereka lihat secara langsung dan itu akhirnya diceritakan dari mulut-kemulut akhirnya dicatat. Ini dicatat dan disaksikan supaya kamu percaya bahwa Yesus Mesias, percaya pada injil. Berarti Alkitab ini ada bukan hanya sekedar dipelajari dan mencatat peristiwa-peristiwa melainkan supaya manusia ini diselamatkan, yang bisa membuat orang itu bisa hidup. 1 Yoh 1:1-3 Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup itulah yang kami tuliskan kepada kamu. Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami. Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamu pun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus. Dan semuanya ini kami tuliskan kepada kamu, supaya sukacita kami menjadi sempurna. Berarti di dalam Alkitab ada kehidupan kekal yang ada bersama-sama dengan Bapa, berarti bukan hanya sekedar pengetahuan menjadi orang yang suci itu bagaimana melainkan ada hidup kekal dan persekutuan antara Bapa, Anak-Nya Yesus Kristus bersama dengan kita.

Ketika saya belajar dan mengajari Alkitab apakah saya dapat melihat bahwa di dalamnya ada kehidupan kekal, sehingga orang-orang yang saya ajari melihat kehidupan kekal itu. Hidup kekal ada bersama-sama dengan Bapa dan dinyatakan dalam Yesus Kristus. Bagaimana kita harus bisa mengalami, menyaksikannya, pada hal kita tidak pernah merabanya? Kita harus melihatnya dengan kacamata iman, sehingga rasul Yohanes menyatakan kamu harus percaya. Dengan hati dan jiwa manusia dapat melihat Allah, dengan hati yang suci Matius 5:8. Setelah kita melihat Allah, kita melakukan kehendak Allah (penderitaan, mati martir, dipenggal) itulah tujuannya kita belajar teologi yaitu untuk melihat Allah, pengudusan hidup karena kita adalah orang-orang berdosa yang sudah menyucikan diri. Satu-satunya cara untuk melihat Dia dengan keadaan yang seutuhnya adalah suci 1 Yohanes 3:2-3.

Bagaimana kita mencapai atau menjaga kesucian hati kita?

Benih ilahi      Vase I (manusia baru)

Mati = Akar = pohon = buah = Vase II (manusia rohani

Gambar kristus/serupa dengan Kristus  = Vase III (manusia Ilahi)

Lukas 19:11-27, dibalik perumpamaan ada injil da nada satu mengadung hidup kekal sebab inilah kehidupan kekal itu yang disaksikan oleh Lukas dan para rasul. Apakah hati saya ini bisa melihat injil atau Allah. Sebebnarnya manusia itu tidak pantas mencaritakan Allah yang begitu Kudus dan suci itu. Maka kita dapat tau dan menceritakannya kepada orang dengan meminta belaskaihan kepada Allah sehingga anugerah Allahlah yang menolong dan berdoalah supaya Roh Kudus menuntun kita. Maka tetaplah untuk hidup Kudus. Sebab manusia dapat mengerti tentang Allah karena karya Roh Kudus. Roh Kudus itu membuat kita untuk menafsirkan atau belajar Yoh 14:26. Yoh 16:13 Roh Kudus memimpin dengan seluruh kebenaran. 2 Petrus 1:20 Firman itu tidak dapat dipelajari dengan pengetahuanmu sendiri.

Dalam Lukas 19:11-27 apa yang kita pelajari?

Data:

  1. Yesus mengajar kepada mereka dengan memakai perumpamaan sebab Yesus sudah dekat Yerusalem
  2. Ini merupakan perumpamaan terakhir sebelum Yesus masuk kota Yerusalem
  3. Perumpamaan ditunjukkan kepada 12 murid, mereka menganggap kerajaan Allah segera kelihatan
  4. Cerita tentang kepergian bangsawan untuk dinobatkan menjadi raja
  5. 10 hamba, masing-masing di kasih 1 mina untuk berdagang
  6. Orang-orang sebangsanya tidak suka dengan dia untuk menjadi raja mereka (ada penolakan dengan orang-orang sebangsa dengan dia)
  7. Ia kembali dan memanggil 10 hambanya untuk mengetahui hasil dagangnya
  8. Hamba pertama: 1 mina berlipat menjadi 10 mina (dianggap menjadi hamba yang baik dan ada reware yang diberikan atau penghargaan yang diberikan)
  9. Kedua: 1 mina menghasilkan 5 mina (hamba yang baik dan mendapat 5 kota)
  10. Ketiga: 1 mina itu dikembalikan dengan utuh dan tidak menghasilkan apa-apa sebab dia takut dengan tuan itu. (hamba yang jahat)
  11. 1 mina itu diberikan kepada yang mempunyai 10 mina
  12. Hamba yang 1 mina itu hidupnya binasa dan semua bangsawan yang tidak suka dengan dia untuk menjadi raja.

Level comprehension:

Poin-poin semantic:

  1. Bangsawan ini memberikan sebuah mandat atau tugas untuk berdagang kepada hambanya
  2. Bentuk hamba pertama: hamba yang baik dan mengerjakan mandat atau perintah tuannya. Mengasihi tuannya.
  3. Bentuk hamba: tidak mengerjakan mandat dan perintah tuannya.
  4. Hamba yang tidak mengerjakan ini termasuk orang-orang yang tidak suka atau membenci kepada tuannya.
  5. Orang sebangsa dan hamba yang satu (yang tidak mengerjakan mandatnya) mereka salah tanggapan kepada tuannya.
  6. Endingnya: binasa bagi orang yang membenci tuan dan mendapat upah yang mengasihi tuan.
  7. Yesus masuk ke dalam Yerusalem mengalami penderitaan dan siksaan Yesus menyongsong kematiannya sendiri.
  8. Bangsawan menyongsong kebahagiaannya dinobatkan menjadi raja berarti ini kontras dengan yang dialami Yesus. Filipi 2:9-11 bangsawan yang dinubuatkan menjadi raja sama seperti Yesus ketika Dia masuk ke Yerusalem untuk mati dan Allah Bapa meninggikan, mengaruiakan Dia nama diatas segala nama yaitu: Tuhan. Bangsawan ini dialegorikan kepada Kristus pergi meninggalkan negerinya. Ketika Yesus pergi ke Yerusalem Dia tahu ada yang membenci dan mengeluk-elukkan Dia Lukas 19:38.
  1. Ada 2 tipe orang ada yang mengasihi raja dan membenci Dia. Yesus ditolak oleh bangsanya sendiri Lukas 19:14
  2. Tentang mandat, ini mengingatkan kita bahwa ada peintah agung atau mandat yang harus dikerjakan oleh 10 hamba itu. Artinya para murid memiliki mandat untuk mengerjakan. Uang 10 mina itu adalah gambaran kuasa yang diberikan oleh Roh Kudus untuk menjadi saksi dan memberitakan injil itu sehingga orang banyak yang bertobat dan percaya kepada Tuan.
  3. Para banngsa-bangsa yang membenci Dia dibakar habis dan dibinasakan. Tepat tahun 70, kekristenan atau catatan ibadah yang ada di Yerusalem hancur dan tidak ada yang tinggal.

Aplikasinya:

Ide utama: Kristus sebagai raja yang ditolak dan dikasihi

Ide-ide pendukung:

  1. Penobatan bangsawan menjadi raja = Kristus yang dipersiapkan jadi Tuhan
  2. Penolakan bangsawan menjadi raja = penolakkan terhadap Kristus, kebencian kepada Kristus
  3. Hamba yang setia dan mengasihi raja itu (Kristus) = mendapatkan upah dan mendapat kuasa dari Roh Kudus untuk mendapatkan jiwa-jiwa yang baru. Roma 1:16-17.

Sering manusia mendengar bahwa dia tidak pernah bisa melihat Allah. Namun, dalam artikel ini menjelaskan kepada kita bahwa manusia dapat melihat Allah dengan hati yang suci Matius 5:8. Walaupun dengan tidak rupa yang sebenarnya sebab nanti ada saatnya kita dapat melihat Dia dengan rupa yang sebenarnya seperti yang tertulis dalam 1 Yohanes 3:2-3. Jika kamu ingin melihat Allah jagalah kekudusan dan kesucian hatimu.

Marniwati Gulo

M. Kuliah: Sinoptik Perjanjian Baru

Dosen: Dr. Hendi waijaya, S.s

BELAJAR DARI KEBENARAN

YOHANES 1:18

Θεὸν οὐδεὶς ἑώρακεν πώποτε· μονογενὴς θεὸς ὁ ὢν εἰς τὸν κόλπον τοῦ πατρὸς ἐκεῖνος ἐξηγήσατο.

No man has seen God at any time; the only begotten God, who is in the bosom of the Father, He has explained Him.

Terjemahan literal:

Tidak seorang pun sepanjang zaman pernah melihat Allah, Anak tunggal (anak satu-satunya) Allah yang sejak kekal berada di dalam dada (pangkuan) Bapa. Dialah sendiri menyatakan-Nya (pada sutu titik waktu di dalam sejarah).

Parshing:

  1. ἑώρακεν (melihat) perfec intensif artinya perbuatan itu telah dilakukan di masa lampau sampai sekarang yang mendatangkan hasil = Regular perfect
  2. Θεὸν = Acusative of Direct Object (merupakan objek langsung)
  3. ὁ ὢν = present gnomic artinya sejak kekal berada
  4. μονογενὴς = Nominative subject dari kata ὁ ὢν
  5. τοῦ πατρὸς = Possessive Genitive (genitive, kepunyaan atau kepemilikan)
  6. ἐξηγήσατο (middle, menegaskan subjek yang melakukan tindakan artinya dia sendiri menyatakannya) (menceritakan) = Aorist gnomic = kebenaran yang terjadi di masa lampau atau disuatu titik dalam sejarah.

Poin-poin sintaksis:

  1. tidak ada seorang pun sepanjang waktu/zaman pernah melihat Allah.
  2. Anak tunggal Allah yang sejak kekal berada dipangkuan/dada Bapa, Dia sendiri menyatakannya.

Poin semantis:

  1. Allah tidak pernah membuat diri-Nya dilihat oleh orang-orang disepanjang zaman (1)
  2. Tidak ada seorangpun yang mengenal pribadinya Allah (1)
  3. Tidak seorang pun mengenal Allah secara utuh (1)
  4. Hanya Anak tunggal Alah yang melihat, mengenal, dan menjelaskan Allah kepada manusia secara utuh (2)
  5. Hnaya melalui Anak tunggl Allah ini manusia bisa melihat dan mengenal Allah secara utuh.
  6. Anak tunggal Allah menjadi perantara bagi menusia.
  7. Anak ini yang melihat dan mengenal Bapa sebab Dia lahir/berasal dari Bapa dan berada dekat dengan Bapa, dan hanya Dia saja sebab Dia adalah Anak Tunggal Bapa (2)

Outline konsep Teologis:

Ide utama                    : Anak Tunggal Allah yang menyatakan siapa Allah.

Ide-ide pendukung      :

  1. Tidak ada seorangpun yang bisa melihat dan mengenal Allah secara utuh.
  2. Hanya melalui Anak Tunggal Allah manusia bisa melihat dan mengenal Allah secara utuh
  3. Sebab Dia adalah Anak Tunggal Allah yang lahir dan dekat dengan Bapa.

Semantic conten:

Interaksi dengan Kol 1:15

Allah Bapa itu Invisible (tidak kelihatan) namun Anak itu adalah gambar Allah Bapa yang visible (kelihatan) itu. Dialah Firman Allah yang berinkarnasi jadi manusia dan diberi nama Yesus Kristus. Yesus Kristus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan itu. Gambar atau ikon atau foto adalah yang bisa dilihat oleh mata manusia. Sehingga orang-orang pada saat itu melihat Yesus berarti melihat gambar Allah yang tidak kelihatan itu dan ini berarti mereka melihat Allah

Origen: Kepenuhan-Nya inilah yang kita terima yang datang dari Yesus Kristus.

Chrisostom: Sebab Dia adalah gambar dari Allah yang tidak kelihatan maka Dia menjadi gambar Allah yang kelihatan Kristus. Yang ada dengan Anak adalah kedekatan keintiman kepada Allah Bapa. Kol 1:15 Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan. (Yang tidak kelihatan itu adalah Allah). Allah Bapa itu invisible artinya yang tidka kelihatan, tetapi Anak artinya gambar dari Allah yang invisible. Gambar itu bisa dilihat “visible”. Sehingga Yesus bisa menyatakan Allah itu karena Dia adalah gambar Allah. Maka manusia dapat melihat Allah dengan melihat gambar/melihat Anak.

YOHANES 1:14

Καὶ ὁ λόγος σὰρξ ἐγένετο, καὶ ἐσκήνωσεν ἐν ἡμῖν- καὶ ἐθεασάμεθα τὴν δόξαν αὐτοῦ, δόξαν ὡς μονογενοῦς παρὰ πατρός- πλήρης χάριτος καὶ ἀληθείας.

And the Word became flesh, and dwelt among us, and we beheld His glory, glory as of the only begotten from the Father, full of grace and truth.

Terjemahan Literal:

Dan Firman itu sendiri menjadi daging dan berkemah (tinggal) di antara kami dan kami telah melihat kemuliaan-Nya yaitu kemuliaan sebagai Anak Tunggal dari Bapa. Firman itu Penuh kasih karunia dan kebenaran.

Parshing:

  1. ὁ λόγος = nominative subject dari kata menjadi (ἐγένετο)
  2. ἐγένετο middle menekakankan subjek itu sendiri yang menjadi daging b= Constative aorist (tindakan yang sudah selesai di masa lampau) atau Gnomic aorist ada suatu titik dalam suatu sejarah Firman itu menjadi manusia.
  3. σὰρξ = nominative predicat dari kata ἐγένετο (menjadi)
  4. ἐσκήνωσεν = gnomic aorist (Dia menjadi daging dan tinggal ditengah-tengah kita artinya tabernakel Allah wujudnya menjadi daging Yesus Kristus).
  5. ἐν = preposision spatial
  6. ἡμῖν = Dative of Sphere (tempat yang berupa abstrak)
  7. ἐθεασάμεθα = Epistolary/ Dramatic artinya suatu kejadian yang pernah terjadi pada masa lampau namun ditulis sekan-akan  terjadi pada saat pembaca membacanya.
  8. τὴν δόξαν = Accusative of direct object (objek langsung)
  9. αὐτοῦ = genitive of possessive (kepunyaan atau kepemilikan)
  10. δόξαν = Accusative of direct object
  11. μονογενοῦς = Genitive of
  12. παρὰ = preposision
  13. πατρός = genitive of
  14. πλήρης = Nominative predicat
  15. χάριτος = genitive of
  16. ἀληθείας = genitive of

Poin sintaksis:

  1. Firman itu sendiri menjadi daging
  2. Firman itu sendiri berkemah (tinggal) diantra kami
  3. Kami telah melihat kemuliaan-Nya yaitu kemuliaan sebagai Anak Tunggal Bapa
  4. Firman itu penuh anugerah dan kebenaran

Poin-poin semantix:

  1. Firman itu berinkarnasi menjadi manusia yang memiliki tubuh atau daging (1)
  2. Firman itu ada di dalam kemah atau tinggal di dalam tubuh daging itu (2)
  3. Manusia inkarnasi ini terdiri dari tubuh/daging dan Firman Allah (1 dan 2)
  4. Manusia ini ada bersama dengan para Rasul (2)
  5. Kesaksian para Rasuk yang melihat kemuliaan manusia ini sebagai kemuliaan Anak Tunggal Bapa (3)
  6. Di dalam diri anak Tunggal Allah atau Firman yang berinkarnasi ini ada kepenuhan anugerah dan kebenaran Allah.

YOHANES 5: 37

Καὶ ὁ πέμψας με πατήρ, αὐτὸς μεμαρτύρηκεν περὶ ἐμοῦ. Οὔτε φωνὴν αὐτοῦ ἀκηκόατε πώποτε, οὔτε εἶδος αὐτοῦ ἑωράκατε. (Jn. 5:37 BYZ)

Terjemahan Literal:

Bapa yang mengutus Aku, Dia bersaksi tentang Aku. Suaranya kamu tidak pernah mendengar suara-Nya rupa-Nya pun tidak pernah kamu lihat.

  1. πέμψας = Aorist Gnomic
  2. μεμαρτύρηκεν = Extensive perfect = menekankan tindakan yang selesai atau yang komplit sampai sekarang
  3. ἀκηκόατε = intensive perfect
  4. ἑωράκατε = intensive perfect artinya orang-orang dulu sampai sekarang tidak pernah melihat.

Poin sintaksis:

  1. Bapa mengutus Yesus
  2. Bapa bersaksi tentang Yesus.
  3. Kamu tidak pernah mendengar suara Allah.
  4. Kamu tidak pernah melihat rupa Allah

Poin-poin semantix:

  1. Yesus datang dari Bapa (1)
  2. Yesus membawa misi atau tugas khusus dari Bapa (1)
  3. Bapa yang menguatkan atau menegaskan siapa dan apa yang dikerjakan atau diucapkan Yesus (2)
  4. Sehingga siapa dan apa yang diucapkan atau dilakukan oleh Yesus adalah kebenaran sebab ada kesaksian Bapa.(2)
  5. Mereka tidak mengenal Allah secara benar (3 dan 4)
  6. Sedangkan Yesus mengenal Allah secara utuh baik suara dan rupa atau pribadi (3 dan 4)

MINGGU ZAKHEUS LUKAS 19:1-10

Cara mengartikan isi Alkitab:

  1. Teks (Yunani)
  2. terjemahan (syntactic form)
  3. poin2 sintaksis (knowledge, data)
  4. poin2 simantis (comprehesion, pemahaman data, olahan data)
  5. semantic content (analisis) konsep (aplikasi, hasil olahan)
  6. ringkasan (sintesis, personal)
  7. obidoence (ketaatan).

Poin-poin Syntactic form (data)

  1. Yesus masuk dan melintasi kota Yerikho (kota yang besar)
  2. Zakheus adalah chief tax Collector, orang kaya (zakheus bisa kaya karena mengambil pajak dari pendudknya).
  3. Zakheus tahu bahwa Yesus datang ke kota Yeriho dan Yesus sendiri dikerumuni oleh orang banyak (Zakheus berusaha melihat Yesus dari atas pohon). Zakheus sangat tertarik mendengar tentang Yesus.
  4. Yesus memanggil dia turun dari atas pohon ara (Yesus mengenal setiap pribadi Allah, Yesus datang ke kota Yerikho karena memang untuk bertemu dengan Zakheus. Ini adalah pintu anugerah yang ada.

ketika kita menerima pintu anugerah itu kita haus mengerti untuk apa Yesus datang dan menumpang dalam hidup saya.

  • Zakheus menerima Yesus dengan sukacita, dia mengerti sekali tentang kedatangan Yesus dirumahnya.
  • Orang-orang sekitar bersungut-sungut dan ia menunjukkan bahwa mereka tidak mengerti tentang kedatangan Yesus.
  • Zakheus akan membagikan setengah hartanya artinya terjadi pada diri Zakheus pertobatan. Ketika anugerah datang dan akan tinggal di dalam hatimu, maka kamu harus membuka pintu hatimu sehingga kamu mengalami pertobatan.
  • Yesus menyatakan keselamatan kepada sesisi rumahnya.

Ketika terjadi keselamatan, maka yang hilang dapat ditemukan kembali. Keselamatan dicari dan ditemukan kembali oleh Anak Manusia (Yesus Kristus).

poin2 semantix

  1. Yesus memperhatikan orang ini walaupun badannya kecil, ini menunjukkan bahwa Yesus mengenal setiap pribadi orang
  2. Ada anugerah yang datang yaitu Kristus, dan Anugerah itu disambut dengan antusias oleh zakheus, zakheus juga tidak menyia-nyaiakan itu sehingga Yesus itu sendiri yang datang dan zakheus harus meresponi dan menerima Yeus dengan sukacita. Pintu di buka untuk mempersilkan anugrah itu masuk.
  3. Ketika kita membuka pintu untuk Yesus sehingga Dia bisa masuk maka kita ahrus menengerti bahwa untuk apa Yesus numpang di rumah.
  4. Pertobatan
  5. Keselamatan artinya di temukan kembali, kita dicari dan ditemukan kembali oleh Anak manusia yaitu Yesus Kristus, sehingga sehingga kita ditemukan Augrahnya itu yang mencari kita dan keselamatan itu akan terjadi, Kristus datang maka diperlukan respon manusia untuk membuka pintu untuk mempersilakan anugrah itu masuk dan tinggal lalu terjadi pertobatan.

AplikasiàInjil itu namanya berita untuk diberitakan untuk disampaikan.

Outline Konsep Teologis:

  1. Ide utama : Keselamatan bagi orang yang berdosa
  2. Ide pendukung
  3. Kristus datang anugerahlah yang berinisiatif mencarai Zakheus.
  4. Zakheus meresponi anugerah itu sehingga membuka pintu hatinya
  5. Zakheus mengalami pertobatan dari keserakahan dari dosa-dosanya
  6. Seisi rumah dan Zakheus sendiri akan diselamatkan dan ditemukan kembali dan itu akan mengalami keselamatan di dalam Kristus
  7. Anugerah itu datang mencari dan menemukan kembali sesuatu yang hilang.

Jadi keselamatan adalah anak manusia datang mencari dan menemukan yang hilang (keselamatan itu ditemukan kembali oleh Kristus). Wahyu 3:20 “Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku”. Anugerah datang itu ibarat Yesus mengetuk pintu hati kita, zakheus mendengar bahwa Yesus datang dirumahnya, membukakan pintu itulah bagian kita. Yesus itu menumpang dalam rumah kita. Yohanes 3:17 “Yesus mengutus anak-nya ke dalam dunia untuk menyelamatkan.” Yohanes 3:18 “Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah. Yoh. 3:19 hukuman ketika kita tidak mau membuka ketukan pintu itu maka kita “hidup dlm kegelapan” Jadi jika kita tidak menerima anugerah itu maka kita tidak mengalami pertobatan danakan menerima hukuman. Yoh.3:20 Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak;

Ketika Yesus diutus ke dunia bukan menjadi hakim bagi dunia, tetapi Dia sebagai penyelamat dan juruslamat supaya dunia diselamatkan oleh Dia, berarti Dia menjadi penyelamat bagi semua manusia tapi kedatangannya ke dua di dunia bukan lagi penyelamat tetapi akan menghakimi. ayat 18, ketika Yesus datang ke dunia tetapi dunia perlu percaya kepadanya, yang tidak membuka pintu hatinya untuk masuk Anak manusia itu, maka ada dibawa hukumannya artinya tidak ada pertobatan yang masih hidup dalam kegelapan, tapi kalau kita menerima anugrah itu maka kita tidak hidup dalam hukuman, ketika kita membuka pintu itu kita akan menyukai terang itu dan membenci kegelapan itu. Ayat 20 orang yang semakin berbuat jahat maka dia takut pada terang itu karna perbuatan jahat kepada perbuatan itu, dan ketika maka salah satu cara harus berani datang kepada terang itu walaupun kegelapan itu akan dilihat oleh Tuhan sehingga ada terang. Ketika kita berdosa maka datang kepada terang itu dan beresinergy kepada Tuhan atas dosa itu, sehingga ada pertobatan.

Obedience:

Membuka hati untuk menerima terang, mengaku dan mengalami pertobatan. Sehingga kita dapat ditemukan kembali.

Marniwati Gulo

Sinoptik PB

Dr. Hendi Wijaya, S.s

Menjadi barang yang langka Amsal 20:6

“Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?”

Beberapa waktu lalu di sebuah desa, ada seorang gadis yang bernama Ria. Sejak dia masih SMA dia bertemu dengan seorang yang namanya Steven. Dengan pertemuan pertama ini mereka berdua sama-sama merasa senang akhirnya mereka menjalin hubungan teman. Pada suatu hari steven mau pergi ke kota. Sebelum ia berangkat ia memberi kabar kepada Ria bahwa ia besok akan berangkat dan pergi ke kota. Steven akhirnya memutuskan untuk berjumpa dengan Ria untuk mengasitau kabar ini. Dalam pertemuan mereka Steven berjanji kepada Ria bahwa ia tidak akan melupakan Ria untuk tetap menjadi temannya apapun yang terjadi. Walaupun ia punya teman baru dan ia pun berjanji suatu saat nanti ia akan menjumpai Ria jika Ria keluar kampung dan masuk ke kota mana pun itu. Ria pun berjanji demikian. Setelah Ria tamat SMA ia langsung pergi ke kota dengan persetujuan orangtuanya. Nggak lama kemudia Steven mendengar kabar bahwa Ria sudah pergi ke kota yang sama dia berada. Akhirnya dia memutuskan untuk mencari tau Ria tinggal dimana dan ternyata berhasil dan berjumpa dengan Ria. Ternyata mereka berdua tidak ada sedikit pun yang merasakan lupa tentang apa yang mereka janjikan sebelumnya.

            Sedikit sekali ditemukan orang yang setia. Hal yang sering ditemukan justru ketidaksetiaan, ketidakjujuran, dan kecurangan. Inilah orang yang setia. Jelas, kesetiaan adalah “barang” langka. Tidak gampang menemukan orang setia seperti sifat yang dimiliki Steven. Steven ini adalah orang yang berpegang teguh pada pendiriannya tentang apa yang dia janjikan dalam kebenaran. Ia bertanggung jawab atas janjinya kepada temannya. Ia tetap percaya bahwa Ria tidak akan melupakan dia dan ia juga tidak lupa akan temannya ini. mengapa ia percaya bahwa Ria lupa dengan dia? Sebab ia tahu bahwa Ria percaya kepada Tuhan dan ia juga percaya kepada Tuhan. Sebab orang yang percaya harus dipercaya. Ia percaya kepada Tuhan maka ia harus bisa dipercaya. Dia tahu Tuhan pasti tahu hal yang dilakukannya oleh karena itu ia tidak berani curang atau ingkar. Ia yakin Tuhan ada, melihat, dan mendengar apa yang ia lakukan dan ia katakana. Karena itu ia akan jadi orang setia.

Jadi, saudara-saudara milikilah tekad untuk mau jadi orang yang setia. Biarlah saudara setia ditengah-tengah arus ketidak setiaan.

Janganlah jadikan dirimu seperti Baygon

Yang hanya mau menemanimu 8 jam

Jangan jadikan dirimu seperti Pepsodent

Yang hanya mau menemanimu 12 jam.

Tetapi, jadikanlah dirimu seperti Rexona yang selalu “setia setiap saat” (S3)….. wkwkwkw….

Marniwati Gulo

09 Maret 2019

STT Soteria purwokerto