Love merupakan puncak spiritualitas para desert fathers.
Kasih adalah hukum yang paling utama dari apa yang diajarkan Tuhan Yesus Kristus. Maximus mengatakan bahwa kasih itu satu kemurnian batin atau jiwa, dimana kita selalu memikirkan hal-hal yang di atas. Menolong sesama dan mengasihi Allah harus balance dan mengasihi Allah itu harus di mulai dari dalam hati kita. Dispassion mendatangkan kasih kepada Allah. Pencapaian dispassion ini di mulai dengan punya harapan kepada Allah. Memperoleh pengharapan kepada Allah di mulai dari ketekunan, kerendahan hati, ketaatan yang diperoleh dari self_control yang lahir dari takut akan Allah. Takut akan Allah muncul karena punya iman kepada Allah.
Yakobus 1:12 Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia. Mereka yang punya kasih kepada Allah adalah mereka yang mencari dan mengutamakan hal-hal yang di atas, yang mengejar akan pengetahuan kepada Allah tanpa henti. Seseorang yang memiliki kasih kepada Allah memiliki kondisi: satu kemurnian jiwa yang terus mencari Allah, menganggap tubuh sebagai hal yang asing bagi dirinya, memiliki intelec yang selalu mengarah kepada Allah. Inilah istilah mengasihi Allah dengan sepenuh hati, tubuh, dan jiwa.
Setiap orang yang mengutamakan ciptaan dari pada pencipta maka kita tidak memiliki kasih dan kita di sebut sebagai penyembah berhala. Jika kamu baik maka kamu menghasilkan tubuh yang terang yang berasal dari pada kasih Allah, 1 Kor 13:13. Ketika kita terimulasi oleh terang kasih ilahi ini kita akan memulikan Dia, betapa kita berharga di mata Tuhan karena kasih-Nya. Kasih itu membuat orang full of life, karena dia dipenuhi oleh terang yang menerangi intelec, sehingga memperoleh pengertian yang baru. Sehingga kita dapat mengasihi diri sendiri dan mengasihi Allah.
Merespon Anugerah Allah (terang Allah) => memiliki Iman => ketekunan => pengharapan => mengasihi Allah => mengasihi diri sendiri => sehingga dapat mengasihi sesama. Proses merespon anugerah Allah ini ada peperangan spiritual yang disebut dengan konflik, dengan mengalahkan pencobaan ini kita menghasilkan ketekunan. Maka mulailah berikan dirimu dituntun oleh Roh Kudus. Teruslah untuk berdoa tanpa henti, silence sehingga pada akhirnya kita mengalami ketekunan dan menghasilkan kasih itu.
Para desert fathers sudah pasti mereka memiliki iman sebab mereka terus berusaha mencapai reposse, mengasingkan diri di pada gurun untuk membangun cell doa mereka, Mat 6. Mereka melakukannnya untuk memperoleh kasih Allah itu. Faith (takut akan Allah, self_control), Hope (Pengharapan, dispassion), Love (memiliki terang kasih ilahi).
Antoni berkata: kasih memang mengusir ketakutan, kecemasan 1 Yoh 4:18. Intelec yang diterangi atau kasih kepada Allah kita bergantung pada orang-orang yang ada di sekitar-kita. Bagaimana responmu kepada orang-orang disekitarmu itu mencerminkan kasihmu kepada Allah 1 Yoh 4:20. Abba Amon yang berkunjung kepada Abba Antoni dan berkata kepada dia: saya mengamati saya lebih bekerja dari pada kamu, tapi kenapa namamu, lebih dihormati dari pada mereka? jawabnya, Karena aku lebih mengasihi Allah dari pada kamu. Dalam mengasihi itu selalu ada logismoi, tetapi desert fathers menghadapinya dengan melakukan silence. Ketika kita mengasihi Allah kita tidak bisa mencintai ciptaan tetapi ketika kita menunjukkan mengasihi Allah kita benar-benar mengutamakan Allah.
Abba Poemen berkata: kerjakan hal-hal yang tidak mencelakai orang lain, dan jagailah hati bagi seseorang. Tidak membalas kejahatan dengan kejahatan.
Obedience/ ketaatan:
Memiliki iman kepada Allah (takut akan Allah dengan melakukan self_control)
Memiliki pengharapan yang dikerjakan dengan ketekunan dengan menghasilkan dispassion
Memiliki kasih artinya memiliki terang kasih ilahi
Mulailah menjaga intelecmu untuk terus naik dan memikirkan hal-hal yang di atas
Doa itu ibarat cermin jiwa kita untuk melihat kedalaman batin kita sehingga dapat mengenal siapa diri kita. Setiap waktu, setiap saat itu suatu moment bagi kita untuk memuliakan Allah.
Menjalankan spiritualitas tanpa continuous prayer adalah sia-sia, sebab jantung dari spiritualitas ini adalah doa tanpa henti. Dasar Alkitab 1 Tes. 5:17 (berdoa tanpa putus). Antony mengatakan dengan sendiri ia dapat berdoa sendiri tanpa putus, dalam melaksanakan askesis di padang gurun. Desert fathers mengatakan bahwa doa itu seperti cermin bagi para biarawan. Perlunya doa tanpa henti adalah sebab kita selalu diserang oleh logismoi. Ada 3 hal yang selalu ada bagi kita, yaitu: takut akan Allah, kasih, dan berdoa tanpa henti. Kita takut akan Allah dalam pengertian “penghakiman-Nya” dalam arti kita benci akan dosa sehingga kita terus berdoa tanpa henti, bekerja keras, humble, bermazmurlah sebelum dan setelah bangun tidur.
Seorang desert fathers ditanya apa itu doa tanpa henti menurut 1 Tes. 5:17 ? jawabnya: ini adalah satu permohonan kita kepada Allah dari dasar hati kita yang terus dilakukan berulang-ulang. Seorang penatua berkata: Doa itu salah satu cara bagaimana kita mendekatkan diri kepada Allah, tetapi doa itu bukan hal yang mudah, sebab selalu ada musuh yang selalu mengganggu kita. Dengan ini hendaknya kita tidak berhenti untuk berdoa sampai akhir hidup kita.
Di dalam prayer ini, istilahnya adalah Synaxis artinya kita benar-benar meluangkan waktu untuk worship kepada Tuhan. Synaxis ini terdiri dari dua aspek, ada synaxis is the usual word a religious service artinya berjemaat, berkumpul bersama dan synaxis yang sifatnya individual (pribadi) artinya kita mempunyai sel doa sendiri.
Para desert fathers ini sering mengaitkan synaxis ini dari berbagai hal, misalnya mereka bermazmur, meditasi, silence, ini semua bagian dari cara-cara untuk berdoa tanpa henti. Dapat juga berdoa sambil kerja, tangannya yang bekerja dan mulut yang berdoa. Ketika aku melewati hari itu dengan bekerja sambil doa, aku memperoleh 16 koin. Lalu dari 16 itu, 2 koin saya kasih kepada orang miskin, sisanya aku pakai. Orang yang mendapatkan 2 koin itu berdoa untuk saya walaupun saya sedang tidur karena anugerah Allah. Tetapi saya tetap berada di dalam doa.
Makarios mengatakan: kita selalu mengulurkan tangan kita dan berkata, Tuhan kasihanilah aku sesuai dengan cara yang Engkau tunjukkan kepadaku. Apa kaitannya doa dengan kitab suci, makarios berkata jika kita berdoa dengan mengucapkan hal yang sama itu bisa sia-sia ketika kita tidak mempunyai kesadaran yang tepat. Sebab kalimat-kalimat yang kita ucapkan itu bukanlah mantra. Tetapi ini adalah satu Petition, kita harus punya kesadaran bahwa kita sedang berada di depan Allah untuk menawarkan kepada Bapa. Dapat dilakukan juga dengan mengambil ayat-ayat dalam kitab suci, ini adalah suatu usaha dalam meditasi mereka para desert fathers.
Arsenius memberikan kita contoh dimana di hari sabtu malam dia berdoa menadahkan tangannya dan memandang ke langit hingga sampai matahari terbit dan menyinari wajahnya. Baru ia dapat duduk. Abba Agathon berkata: dalam kehidupan kita virtue mana yang tidak membutuhkan usaha yang paling keras? Terlebih dalam melakukan doa ini, sebab musuh selalu memotong doa kita untuk menghalangi kita. Jadi dalam setiap usaha seseorang kita pasti mencapai repose tetapi doa membutuhkan usaha keras sampai nafas terakhir kita.
Desert fathers mengatakan dalam hal melakukan continuou prayer ini ada 2 hal praktik yang saling melengkapi yaitu Doa dengan one’s mouth (or mind) berdoa dengan mulut kita walaupun tangan kita kerja dan Doa diberbagai macam situasi. Antony berkata: sambil bekerja kamu sambil berdoa. Arsenius berkata: sebagai seorang biarawan yang tinggal di daerah terpencil di padang gurun, gak tau cara jam berapa. Jadi bagi kontes desert fathers semua waktu menjadi istimewa untuk Allah. Bagi kontes kehidupan kita dapat melakukan private worship itu. Little synaxis ini sangat penting bagi kita untuk membaca mazmur-mazmur.
Meditation
Meditation ini adalah membaca mazmur, bermeditasi dengan ayat-ayat alkitab yang kita baca dan mendoakan bagi kehidupan kita, melakukan doa tanpa henti. Bermeditasilah sebelum tidur dan setelah bangun dengan takut akan Allah. Kita dapat bermeditasi, bermazmur dan bekerja seperti biasa. Melakukan meditasi ini dapat menolong kita untuk mengusir musuh/godaan. Mazmur juga bukan hanya dimeditasikan tetapi dapat dilakukan dengan saying dan singing atau dapat dinyanyikan.
Jika kamu mengalami kemunduran, segeralah berdoa, baca Mazmur, 1 Petrus 5:8, dengan tekun dan berjaga-jaga. Doa itu ada 3 level: level kita mengulang dari mulut kita, dengan kesadaran memasukkan di dalam hati, dan roh kita yang ikut berdoa dengan melakukannya tanpa henti.
Beberapa monks datang kepada Abba Lucius, Apa labor mannualmu? katanya mannual labor saya adalah pray without ceasing “1 Tes 5:17. Apakah kamu tidak makan? kata elder itu. jawabnya; ya kami makan. Siapa yang berdoa untuk kamu ketika kamu tidak makan? kata elder. Mereka tidak bisa menjawab. Maka Desert fathers itu berkata, biar aku ajarkan bagaimana berdoa tanpa henti dengan tangan bekerja sambil berdoa kepada Allah. Di saat aku sedang bekerja sambil berdoa dalam sehari saya menghasilkan 16 koin, 2 koin aku memberikannya kepada orang miskin dan sisanya saya pakai. Orang yang menerima 2 koin itu mendoakan saya. Meskipun saya berhenti bekerja dan berdoa (istrahat) saya selalu berdoa dengan usaha (2 koin tadi).
Doa itu ibarat cermin jiwa kita untuk melihat kedalaman batin kita sehingga dapat mengenal siapa diri kita. Setiap waktu, setiap saat itu suatu moment bagi kita untuk memuliakan Allah.
Refleksi:
Perlu ingat mengapa kita perlu berdoa tanpa henti? Sebab selalu ada serangan musuh yang menyerang kita dan Allah juga ada di dalam segala hal. Di situlah saatnya kita berbicara dan inilah satu moment kita beinteraksi dengan Dia.
Doa tanpa henti itu mulai dari doa melalui mulut lalu doa itu masuk ke dalam hati kita sendiri, sehingga doa menjadi nafas kita.
Selalu melakukan pekerjaan sambil berdoa kepada Allah
Lakukanlah gaya hidupmu dengan doa tanpa henti, meditasi, bermazmur, dan silence
Lakukanlah semua ini dengan berulang-ulang
Marniwati Gulo
Semester 7
Dosen: Dr. Hendi Wijaya, S.S
Referensi: Youtube #HendiWijaya_TheSpiritualityOfDesertFathers, dan di blok berikut ini.
Roman Katolik adalah gereja yang di Roma, salah satu gereja paling tua dari misi para Rasul. Ini adalah gereja mula-mula yang ada di wilayah Barat atau Eropa Barat. Gereja ini juga berkembang di seluruh dunia, bukan hanya ada di Roma. Jadi dari dulu sudah ada pusat-pusat kekristenan, yaitu Yerusalem, Antiokhia, Roma, Alexandria, dan Konstantinopel, Semua mempunyai doktrin, liturgi yang sama. Namun tahun 16 Juni 1054, ini disebut masa yang kelam bagi gereja karena terjadi perpecahan antara gereja yang di Roma (Barat) dengan gereja yang di Timur. Perpecahan yang dimaksud adalah diantara mereka terjadi ketidak saling mengakui, tidak lagi satu communi.
Pada masa itu pemimpin gereja Roma mengutus Cardinal Humbert ke Konstantinopel bersama dengan temannya. Mereka menyampaikan satu keinginan dari Paus di kota Roma tentang “Kuasa Paus”. Ada satu dokumen yang berisi tentang memutus hubungan kepada pemimpin gereja di Konstantinopel yang bernama: Michael Cerularius. Isi dari dokumen itu adalah “Allah yang menetapkan dan memutuskan” dengan sombongnya dia mengatakan itu. Gereja konstantinopel dan di Timur tidak pernah mengakui bahwa Paus di gereja Roma itu yang berkuasa. Yang ada sekedar Senioritas tapi bukan dalam hal kuasa. Perpecahan ini sebetulnya tentang masalah politik.
Area-area perbedaan antara gereja yang ada di Barat (katholik) dengan gereja yang ada di Timur (orthodox)
Development of Doctrine.
Gereja Katholik di Roma menerima Development of doctrine artinya doktrin yang bisa berkembang, diubah, direvisi. Sedangkan di Orthodox, tidak. Sebab doktrin itu sudah benar, tidak bisa direvisi, di ubah-ubah lagi. Di Roma bisa menerima pengertian atau ekspresi doktrin sepanjang zaman. The classic Catholic text on doctrinal development is John Henry New-man’s. John Henry New-man’s ini adalah Dia yang mempertahankan doktrin ini. Ia tidak menerima dogma yang benar-benar baru yang direvisi oleh gereja tetapi yang ada dogma yang berkembang. Dogma yang baru adalah dogma yang benar-benar baru yang tidak ada di sepanjang zaman. Di gereja Roma dogmanya bukan suatu yang benar-benar baru tetapi yang berkembang. Sebenarnya gereja catholic di Roma ini bukan mengajarkan doktrin yang baru, sebenarnya sama cuman dia terus berkembang. Mereka percaya kalau doktrin itu ada perkembangannya.
Sedangkan di Orthodox Development of doctrine itu sebenarnya bukan kontennya, tetapi eksprestion (cara menyampaikannya) dogmanya itu yang bisa berkembang. Kebenaran dari dogma itu tidak bisa di tawar. Jika meaningnya berubah gara-gara kontekstual maka itu juga salah itu termasuk heterodoxy.
Hubungan iman dengan rasio (pikiran, logika)
Salah satu tokoh agama terkenal di gereja catholik adalah Aquinas’s, dia banyak memakai tentang Aristotelian untuk menjelaskan tentang doktrin. Sebenarnya tidak begitu bermasalah jika memakai itu tetapi tulisan Aquinas marger dengan Aristotle yang proposition logika dan scientific. Dari situ kelihatan bahwa generasinya sangat mengedepankan Kristen atau rasio atau metode-metode filsafat dalam menjelaskan iman ini. Segala sesuatu harus subjek dengan human kristen, jika tidak sesuai rasio kita maka itu bukan kebenaran. Tetapi inilah yang kita tidak percayai.
Misalnya: bagaimana saya bisa menjelaskan seorang perawan bisa melahirkan dengan rasio saya? Yaitu karena ada benih Roh Kudus. Jika benih laki-laki yang bersatu dengan perawan Maria berarti dia new people (orang baru), maka ini disebut dengan heterodoxy. Tetapi Allah memakai benih kemanusiaan Maria yang sudah berdosa yang berasal dari Adam dan Hawa bersatu dengan Benih Roh Kudus (Firman Allah) Sehingga ia disebut seorang perawan yang melahirkan. Kita orang kristen menjelaskan kebenaran itu, bagaimana kita bisa membuktikan kalau seorang perawan itu bisa melahirkan? Secara rasio memang tidak bisa dan tidak mungkin, tetapi secara rasio kita juga dapat membantu kita untuk dapat mengerti bahwa ini terjadi oleh karena campur tangan Ilahi. Reason dipakai untuk membantu menjelaskan iman kita bukan rasio yang menjadi kriteria tentang kebenarannya.
Masalah spiritualitas
Karena gereja barat sangat menekankan tentang reason akhirnya mereka menekankan ibarat spirituality jadi spirituality yang tidak seimbang. Artinya kesatuan dari tubuh, pikiran dan jiwa terpecah, tidak integral. Ada yang lebih menekankan materi dan manusianya dari pada Nous itu. Misalnya seorang seni yang sangat menekankan highly sensual. Roman catholicism sangat berbeda dengan orthodoxy.
Di catholic penderitaan Kristus itu adalah untuk memuaskan keinginan Allah, tetapi di Orthodoxy penderitaan Kristus itu melihat cerminan dari kasih Allah, bukan untuk memuaskan murka Allah. Di dalam ajaran Roman catholic ada istilah legalist spirituality, jika kamu seorang katolik, di saat meninggal kamu semakin banyak berdoa (10 doa Maria) maka dosamu banyak dihapuskan. Di dalam katholik itu memang ada ekstrim-ekstrimnya, ada yang sangat mystical, contemplative, sensibilities dan legalistic. Jesuits (sangat mystical) dan Fransiscans (sangat antroposentris). Di dalam katolik juga ada kelompok-kelompok spiritual yang saling kontradiksi.
Dogma
Di dalam Katholik isu yang sangat mengakibatkan perpecahan dengan gereja Timur adalah masalah Papal Supremacy. Papal Supremacy adalah Paus yang ada di gereja Roma itu “Fransiscus” itu adalah supremacy (berkuasa) artinya dialah satu-satunya penguasa atas seluruh orang Kristen, dialah satu-satunya kepala gereja itu yang mewakili Kristus. Maksudnya semua gereja yang ada di Antiokhia dan seluruh gereja Timur harus takluk di bawah kuasa Roma. Tetapi gereja lain tidak mengakuinya, mereka mengakui bahwa kamu memang saudara tua tetapi bukan soal kuasa. Katholik memberikan satu pernyataan tentang universal jurisdiction, bahwa merekalah satu-satunya gereja yang ditetapkan oleh Kristus yang disebut oleh Rasul Petrus itu.
Gereja Roma mengadakan Vatican antara gereja timur dengan memberikan sebuah argumen, namun gereja Timur menolaknya. Sebab mereka menganggap bahwa gereja Roman itu adalah wakil Kristus yang sejati, bapak dan guru dari seluruh orang Kristen. Mulainya dari Petrus yang Kristus sendiri tunjuk. Tetapi gereja Timur tidak mengakui dan menerimanya sampai sekarang. Pada tahun 1965, diadakan vatican yang kedua, masih mengatakan bahwa Roman itu satu-satunya penguasa atau kepala gereja itu.
Yang diajarkan oleh Orthodox adalah menolak papal supremacy. Sebab kepala dari gereja itu bukan orang tetapi Kristus itu sendiri (Kol 1:18, Ef 1:22, 5:23). Jadi dia tidak perlu seorang Paus sebab Kristus tetap hadir di gerejanya. Tetapi ayat permasalahannya adalah Mat. 16:19. Kita melihat ayatnya ada kata “kunci kerajaan Surga”ada kata “keys” kunci-kunci ini bersifat plural, jamak, jadi bukan satu. Kunci ini juga diberikan kepada para rasul yang lain (Yoh 20:23). Jadi kunci untuk membawa orang atau kehilangan kerajaan Surga itu juga diberikan kepada semua Rasul. Tuhan Yesus sendiri mengatakan bahwa dirinya kunci dari neraka dan kematian Wahyu 1:18, Kristus sendiri yang memegang kunci itu. Jika ada ajaran yang mengatakan bahwa hanya Petrus satu-satunya pemegang dari kunci itu maka ini bertentangan dengan kitab suci.
Memang benar bahwa Petrus itu adalah pemimpin dari ke 12 Rasul “chair of peter”. Chair of peter ini juga bukan hanya diturunkan di Roma tetapi kepada semua gereja. Dengan Petrus yang menjadi pendiri di gereja Roma maka gereja Roma menganggap bahwa mereka satu-satunya penguasa atas seluruh gereja. Rasul Paulus juga tidak mengakui bahwa ada otoritas yang tunggal, misalnya Petrus itu sendiri (Gal 2:11).
Papal Infallibility
Ini adalah Sang Paus itu tidak bisa salah. Apa yang diajarkan oleh Paus itu karena dia wakil Kristus maka tidak bisa salah. Tentu kita tidak percaya tentang hal ini.
The Filioque
Gereja Roman mengatakan bahwa Roh Kudus itu keluar dari Bapa dan Putera. Di Orthodox tidak menerima istilah ini. Sebab mereka melanggar dan menambah doktrin sendiri.
Absolute Divine Simplicity
Orthodox mengajarkan bahwa Allah itu secara esensi tidak bisa diketahui tetapi bisa diketahui dan dikenal lewat energinya. Di dalam Roman Catholicism, mereka menekankan “God as a substance” saja tidak ada yang namanya esensi dan energi, ini istilahnya “absolut divine simplicity”. Allah itu tidak ada istilah esensi dan energi yang ada cuman absolut simple saja. Di dalam doktrin katholik esensi identik dengan atribut Allah. Tetapi di dalam Orthodoxy, tidak. Esensi dengan atribut itu tidak identik. Di dalam katholik esensi dengan atributnya Allah digabung menjadi satu.
Ajaran Orthodox, kata Gregory: Energi Allah yang datang kepada kita (semua atribut Allah: Allah itu mengasihi, baik, adil, dll). Kita tidak tahu Esensi Allah itu seperti apa. Kasih, sinar, terang itu seperti apa, itu tidak ada yang dapat menjelaskannya. Allah yang sesungguhnya, manusia tidak dapat menjangkau itu.
Perbedaan ini penting, kita mengerti bahwa Allah itu punya energi yang bisa dimengerti, tetapi Dia juga punya esensi yang tidak kita tahu (Yoh 1:18).
Refleksi:
Setiap ajaran/doktrin yang muncul, di lihat apakah berdasarkan sejarah dan kitab suci.
Kita percaya bahwa Energi Allah datang kepada kita dan Esensinya tidak ada yang tahu (Yoh 1:18). Bukan ajaran yang mengatakan bahwa energi dan esensi Allah itu sama.
Keselamatan itu didefinisikan dengan Theosis, bukan manusia menjadi Allah.
Setiap orang selalu memiliki impian untuk memakai pakaian pesta yang sangat berharga, mahal dan indah itu. Akankah kita mendapatkan dan mengenakannya?
Pakaian Pesta membuat kita menjadi orang yang baru dan berharga yang membuat jiwa kita menjadi cantik dan tubuh kita menjadi menawan. Maka orang yang sudah mengenakannya wajib menjaganya dengan menjaga roh, tubuh, dan jiwa kita yang terus-menerus diperbarui. Pakaian pesta ini adalah senjata dalam menjaga lahiriah dan batiniah kita.
Yesus mengajarkan apa itu kerajaan Surga, dengan sebuah narasi atau cerita yang Dia umpamakan perjamuan kawin untuk anaknya. Dalam cerita ini mengandung spiritual meaning dan apa kaitannya dengan kita mempelajarinya?
Matius 22:1-14, dibalik narasi ini ada spiritual meaningnya. Seorang raja memberi undangan untuk menghadiri perjamuan kawin untuk anaknya. Makna dari perumpamaan ini adalah menjelaskan kerajaan Surga karena narative alegoris. Undangannya adalah pemberitaan injil, yang menolak adalah mereka yang tidak percaya sama sekali, dan yang tidak berpakaian pesta adalah orang percaya dan hidup menurut iman. Yang mana kategori kita, seseorang yang percaya dan tidak beriman? ada yang mendapat undangan dan tidak mengindahkannya, yang lain menghasilkan iman dengan cara yang menyimpang, atau yang lain bermusuhan total, ini semua orang-orang Kristen. Perumpamaan ini adalah peringatan buat kita yang disebut Kristen tetapi tidak mempunyai nilai-nilai yang disebut Kristen, kata St. Theophan.
Jika kamu percaya, apakah sikap dan perbuatanmu sesuai dengan imanmu? Maka ujilah dirimu apakah kamu punya iman dan mengindahkannya. Ketika kita sudah menerima injil (percaya), maka kita wajib mengenakan pakaian pesta (pakaian yang layak). Ada seorang saudara yang bertanya kepada salah satu desert fathers, apa itu hidup? jawabnya: Mulut yang jujur, tubuh yang kudus, hati yang murni, pikiran yang tidak duniawi, selalu berharap kepada Tuhan. Defenisi orang Kristen adalah meneladani Kristus. Pakaian pesta itu adalah pakaian Kristus. Seperti apakah pakaian Kristus itu yaitu (Galatia 2:20) Kristus sudah menyerahkan daging dan darahnya untuk kita dapat masuk dalam pesta perkawinan itu. Bagaimana caranya kita masuk dalam perjamuan itu? yaitu perlu ada pemberitaan injil (undangan).
Golongan orang yang di undang yang manakah kamu?
Mereka yang diundang dan menolak undangan (injil) itu dengan keras hati
Mereka yang lain yang diundang dan hadir di perjamuan itu (baik orang baik maupun orang jahat). Mereka yang hadir di perjamuan kawin itu mereka yang punya iman dan mengganti pakaian lama mereka dengan mengenakan pakaian baru (Kristus). Artinya Roma 5:3, Artinya kita menyatu dengan kematian, penguburan dan kebangkitan-Nya dengan iman di dalam baptis. Pakaian pesta adalah daging dan darah Kristus, mengenakan pakaian pesta berarti mengenakan pakaian yang baru (Kristus). Maka kita wajib untuk menjaganya karena inilah pakaian yang mahal, dan berharga.
Pakaian Pesta membuat kita menjadi orang yang baru dan berharga yang membuat jiwa kita menjadi cantik dan tubuh kita menjadi menawan. Maka orang yang sudah mengenakannya wajib menjaganya dengan menjaga roh, tubuh, dan jiwa kita yang terus-menerus diperbarui. Pakaian pesta ini adalah senjata dalam menjaga lahiriah dan batiniah kita.
Berada di dalam Kristus berarti kita berada di dalam keselamatan, sebab Kristus adalah keselamatan itu sendiri. 2 Kor 5:17 memakai Kristus melalui baptisan, kita ada di dunia ini agar kita dapat menerima undangan itu, hadir dalam perjamuan kawin dengan mengenakan pakaian Kristus melalui baptisan di dalam Kristus. Mati bagi dosa dan hidup bagi Allah itulah artinya kita sudah mengenakan pakaian pesta itu. Pakaian Kristus adalah pakaian kekudusan hidup melalui penyucian tubuh dan roh. 1 Yoh 3:9 kita sebagai anak-anak Allah yang bisa mengalahkan dosa dan dapat mengasihi karena kita sudah memiliki benih Allah.
Kristus mengajarkan bahwa kita akan menjadi sempurna sama seperti Bapa kita yang di Surga adalah sempurna (Matius 5:48). Ini adalah proses panjang yang dimulai dari fondasi Kristus, lalu terus-menerus mengalami pengudusan atau pemurnian bersama dengan Kristus, dan pada akhirnya kita akan mencapai kesempurnaan dan menyatu dengan Kristus. Suatu saat kita akan mencapai tujuan kita yang tidak ada sakit, kelemahan tubuh, kelesuan jiwa, hubungan yang putus, kita akan menjadi sempurna, menjadi suci, maka kita akan menjadi orang yang kudus, kita mengambil bagian dari natur ilahi, walaupun kita sedang berjuang tetapi kita akan sempurna. Itulah pakaian pesta.
Pakaian Pesta ini perlu menguduskan manusia baru (roh, jiwa dan tubuh) yang di ekspresikan melalui kasih. Memiliki iman yang dibuktikan dengan berbuat nyata (kasih). Yak 2:14-17 memiliki iman tanpa perbuatan adalah mati. Dalam kehidupan spiritual ada 3 tahap yang sebanding dengan pertobatan:
Pertobatan (pertemuan jiwa kita dengan Tuhan)
Pengalaman pribadi tentang pengampunan dan keselamatan, salib dan kebangkitan
Kedatangan Roh kudus di dalam jiwa seperti nyala api yang membakar jiwa kita
Artinya pertobatan pertama yang terus dikerjakan untuk mencapai pertobatan kedua dan ketiga, sehingga menghasilkan wujud dan mencapai tujuan akhir kita.
Buah Roh
Buah Roh ini adalah hasil dari benih iman yang hidup yang ditanam (benih itu mengalami kematian, Yoh 12:24 dalam wujud pertobatan yaitu mematikan daging/ nafsu), bertumbuh dan berbuah. Buah inilah yang bertumbuh di dalam iman dan anugerah Kristus yang hidup. Iman yang hidup adalah iman yang disertai dengan perbuatan-perbuatan itu (2 Petrus 1:5-7). Benih Roh adalah kasih Allah yang dicurahkan ke dalam hati kita. Kasih Allah adalah kasih Kristus atau nyawa Yesus Kristus (daging dan darah Kristus) yang kita makan dan minum. Roma 7:4 Sehingga dengan perkawinan ini memiliki benih ilahi (benih Allah). Supaya benih ini bisa bertumbuh maka benih ini harus mati dulu dengan menghasilkan akar, batang dan berbuah. Arti dari kematian ini adalah lambang pertobatan yang terus-menerus kita kerjakan untuk membersihkan beban dosa kita. Pertobatan adalah untuk mematikan beban dosa dan menerima karya Kasih Kristus di dalam kehidupan kita.
Marilah kita megerjakan keselamatan itu dengan:
Mengerjakan iman yang disertai perbuatan-perbuatan itu dengan pertolongan Roh Kudus.
Menghasilkan Buah Roh Kudus dengan harus: Lahir baru/ lahir dari Allah/lahir dari air dan Roh (Benih iman dan anugerah/kasih Allah ) => Benih Ilahi => ditanam di dalam tanah => mati (pertobatan) => berakar (menyerap energi dari Allah setiap hari, yaitu anugerah Allah) => pohon (pertumbuhan rohani) => buah Roh (karya Roh kudus di dalam hidup orang percaya).
Awalnya kita sering jatuh bangun dalam mengerjakannya, sehingga dengan kerendahan hati teruslah untuk bertobat dan meminta pertolongan Allah. Teruslah untuk menyadari dosa kita dan mengalami pertobatan itu sehingga terus-menerus untuk bertumbuh dan menghasilkan buah Roh. Sadarilah bahwa kita memiliki pakaian pesta yang menjadi perlengkapan kita untuk mengerjakan iman kita yang disertai dengan perbuatan kasih. Teruslah mengalami pertumbuhan rohani hingga akhirnya kita menghadiri perjamuan kawin itu dengan berpakaian pesta dan sempurna di dalam Kristus. Amin GBU.
Mengenal doktrin itu berarti mengenal Yesus Kristus yang sejati. Setiap ajaran tidak selalu datang dari Allah (1 Yoh 4:1) maka ujilah roh itu sebab ada nabi-nabi palsu dan ajaran tipu muslihat. Ada ajaran orthodoxy (ajaran yang lurus) dan ada ajaran heterodoxy (ajaran yang menyimpang). Ajaran Orthodoxy itu bukan berupa gagasan/ide, konsep dan aliran kepercayaan tetapi Ajaran yang Orthodoxy itu berupa pribadi yaitu Yesus Kristus. Mengaku bahwa Yesus adalah Anak Allah, Yesus adalah Mesias, Yesus adalah Kristus, Yesus adalah Firman Allah yang menjadi manusia.
Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Gambar dan rupa Allah itu berinkarnasi menjadi manusia (Yesus Kristus). Yesus Kristus adalah manusia yang sempurna dan sekaligus Allah sepenuhnya. Melalui Dia, pada akhirnya manusia bisa sempurna dan bisa melihat Allah. Manusia pada dasarnya mempunyai gambaran siapa dirinya. Secara umum manusia mencari siapa dirinya yang sesungguhnya dan keselamatannya. Dalam mencari keselamatan manusia memiliki banyak macam pendapat dan munculnya banyak doktrin. Akan tetapi gambar dan rupa Allah yang sesungguhnya telah bereinkarnasi yaitu Yesus Kristus. Ia mengajarkan doktrin, tentang Allah, Dia mendirikan gereja. Ini juga doktrin yang diajarkan Yesus Kristus.
Dari berbagai banyak doktrin/ ajaran, yang manakah yang kamu percayai, apakah yang berasal dari manusia itu sendiri atau dari Gambar dan rupa Allah itu (Yesus Kristus). Istilahnya ada wahyu umum dan ada wahyu khusus. Wahyu umum adalah usaha manusia secara umum, manusia yang mencarinya. Namun, wahyu khusus/spesial ini, Allah sendiri yang menyatakannya kepada kita. Ajaran ada yang incomplete dan yang complete. Ajaran yang complete muncul atau datang karena ajaran yang dicari manusia itu tidak complete. Sehingga ajaran yang complete itu datang ke dunia yaitu ajaran Yesus Kristus dan pribadinya sendiri.
Sekarang, bagaimana kamu dapat menyeimbangkan kedua ajaran ini, sehingga yang tidak complete ini bisa bertemu dengan yang complete (lengkap). Ini bukan berarti kita bisa merasa senang tetapi kita bisa menemukan kebenaran yang lengkap ini dengan kerendahan hati dan pertolongan Tuhan. Apakah keselamatan kita itu relatif/tidak ada kepastian? Mengapa kita perlu belajar doktrin ini? 1 Yoh 4:1-3, 5:1, bagi kita doktrin yang kita percayai bukan seperti doktrin yang dari manusia melainkan dari Yesus Kristus itu sendiri. Bicara tentang doktrin ini berbicara tentang kebenaran. Yesus Kristus itulah yang disebut dengan kebenaran itu. Yoh 14:6, Yesuslah jalan, kebenaran, dan hidup. Ternyata doktrin yang kita cari itu adalah pribadi bukan konsep, aliran kepercayaan, bukan ide. Sebab Dia (gambar dan rupa Allah yang di cari-cari manusia) itulah Yesus Kristus.
Salah memahami tentang Kristus berarti kita bukan berasal dari Allah 1 Yoh. 4:1, 15, Artinya kita tidak diselamatkan dan bisa binasa. Mengenal doktrin itu berarti mengenal Yesus Kristus yang sejati. Jadi, setiap ajaran tidak selalu datang dari Yesus Kristus tetapi ada nabi-nabi palsu itu, maka ujilah setiap roh itu. Siapa pendusta dan nabi-nabi palsu itu? 1 Yoh 2:22, jelas kita harus tahu kebenaran yang orthodoxy (ajaran yang lurus). Yohanes 17:3, kebenaran itu bukan apa tapi siapa? yaitu Yesus Kristus. Dia seperti apa, itulah yang menentukan kehidupan kita kelak. Salah mengenal Yesus maka kita salah mengenal Yesus Kristus. Percayalah kepada apa yang kamu yakini dan bagaimana cara menyampaikan keyakinan itu kepada mereka yang belum percaya dengan humble (kerendahan hati). Menerima ajaran Yesus dan tidak menerima pribadinya akan binasa dan tidak selamat. Sebaliknya jika kita menerima pribadi-Nya dan tidak menerima ajaran-Nya maka sama saja kita tidak selamat. Sebab ajaran/perkataannya mencerminkan diri-Nya. Maka menerima ajarannya harus juga menerima pribadinya, Dia menjadi pribadi supaya manusia bisa menyatu dengan Allah (1 Yoh. 1:1-2). Injil itu kabar berita, pesan baik, dan injil itu adalah Yesus Kristus, karena pesannya sama dengan pribadi itu (Yesus Kristus).
Yohanes 5:27-28, artinya jika kita menolak Firman dan ajaran atau pribadi itu maka kita disebut seperti yang dituliskan oleh Yohanes. Ajaran atau Firman itu adalah pribadi dan juga doktrin yang lisan dan tulisan Yohanes 1:1-3. Doktrin ini menentukan kehidupan kita yang akan datang, apakah bangkit untuk binasa atau bangkit untuk hidup kekal. Dogma adalah ajaran yang tidak bisa diubah-ubah sebab itu sudah ditentukan. Doktrin adalah bagaimana dogma itu di ajarkan atau disebut dengan ajaran yang bisa di sampaikan dengan lisan dan tulisan.
Heterodoxy/ Heresi adalah memilih ajaran yang terpisah atau yang menyimpang dari Orthodoxy. Heretik artinya pengikut dari heresi atau heterodoxy. Aspostasi artinya murtad, memilih keluar dari gereja.
Kekristenan awal muncul dari tradisi Yahudi, mengapa Yahudi sebab Yahudi berasal dari 1 suku bangsa Israel, Abraham dari Israel, Israel akhirnya kembali kepada Adam dan Hawa, Adam dan Hawa berasal dari Allah, itulah kekristenan berasal. Dari tradisi Yehuda atau Israel ini yang dipilih oleh Allah untuk melahirkan seorang yang menjadi juruselamat. 3 abad pertama kekristenan terdiri 5 pusat kekristenan yaitu di Yerusalem, Antiokhia, Roma, Alexandria dan konstatinopel, Patriakhnya masih ada sampai sekarang, semuanya punya tradisi yang sama yaitu yang dari para Rasul. Dalam perkembangannya ke 5 pusat kekristenan itu memiliki dogma yang sama tetapi mulai muncul ajaran-ajaran yang heresi itu. Di abad 4 sekitar tahun 367 Alkitab di tetapkan atau di canonkan, distandarkan. Lalu di abad 11 gereja yang 5 pusat kekristenan tadi, memisahkan diri dari Roma. Gereja katholik direformasi oleh Martin Luther akhirnya memisahkan diri dari Roma akhirnya jadi Kristen Protestan (gereja protestan reformation) pada tahun 1517. Inilah gambaran bahwa gereja ada ditengah-tengah banyak agama dan ajaran yang lain.
Ajaran Orthodoxy:
Percaya Allah Tritunggal. Yoh 1:1, 1 dalam hakikat dan 3 pribadi. Esensinya sama, Firman adalah Allah, Allah Bapa adalah Allah, Roh Kudus adalah Allah. Ini bukan berarti 3 Allah tapi 1 Allah (buku Orthodox Way) tentang Allah tritunggal. Sumber dari Esensi atau keilahiannya adalah Allah Bapa. Allah itu in essence (absolut transendent dan tidak bisa di ketahui) tetapi Dia immanen (dikenal, diketahui) di dalam Energi-Nya. Anugerah adalah bukan sesuatu yang keluar dari Allah tetapi Energi Allah itu sendiri. Yesus Kristus adalah Anak Allah, pribadi kedua dari Allah Tritunggal itu. Yesus Kristus adalah benar-benar Allah, Anak Allah yang dikandung sebelum ada segala sesuatu atau dari kekal sampai kekekalan. Yesus Kristus adalah sepenuhnya atau benar-benar manusia, Firman itu masuk dalam waktu yang 1 esensi dengan manusia dan 1 esensi juga dengan Allah. Yesus itu adalah Mesias yang dinubuatkan. Kita mengenal Kristus itu karena keselamatan, keselamatan ini adalah Theosis (menjadi serupa dengan Kristus).
Percaya Allah yang Esa, yang menciptakan langit dan bumi. Allah itu tidak tercipta, bukan teori, dan konsep
Ajaran Heterodoxy atau Heresi
1 Yoh 2:18, Munculnya penyesat antikristus (duri dalam daging). 2 Tes 2:3, Jangan beri dirimu disesatkan oleh mereka manusia durhaka. Matius 16:13-14, pada Yesus hadir pun banyak orang yang tidak mengenal Dia, tetapi setelah pentakosta nanti baru para Murid mengerti dan mengenal Dia sebagai Mesias.
1 Yoh 4:1, munculnya nabi-nabi palsu untuk memberitahukan ajaran-ajaran sesat mereka yang bertentangan dengan ajaran Orthodoxy. 2 Petrus 2:1, di dalam gereja sendiri mereka muncul dan menyangkal juru selamat mereka dan mendatangkan kebinasaan. Mereka juga sering mengatakan kapan Tuhan Yesus datang, Mereka menyamar seperti domba tetapi sebenarnya seperti serigala buas yang membinasakan. 1 Tesalonika 5:21 maka ujilah setiap roh yang datang padamu.
Menurut Panarion, ajaran Babarian, ajaran yang sudah dari Adam sampai Nuh. Babarian/babarizam artinya tidak ada hukum. Manusia bisa menentukan hukumnya masing-masing, tidak ada hukum Allah.
Paham Sitianilesm sejak nabi Nuh sampai generasi menara Babel. Artinya mereka adalah orang-orang yang membangun satu menara, namun yang mereka lakukan adalah menandingi Allah. Sitianilesm artinya memuliakan dirinya sendiri seperti Allah.
Pahan Hellenism, berkembang setelah menara Babel di hancurkan oleh Allah. Mereka adalah yang melakukan penyembahan berhala yang berserakan.
Yudaisme adalah kaum yang berasal dari keturunan Abraham. Mereka yang percaya monoteisme (Allah itu satu, Allah yang Esa). Era Yudaisme ini di kelilingi oleh paham Helenisme. Akhirnya muncullah Kekristenan atau Allah Tritunggal dari Yudaisme itu, kalau menurut orang Yahudi.
Kekristenan itu salah satu aliran dari Yudaisme. Orang Yahudi tidak percaya Mesias dan tidak percaya kepada Anak Allah yang berinkarnasi menjadi manusia. Tetapi Kekristenan yang sebenarnya itu lahir dari induknya sendiri yaitu Yesus Kristus sendiri. Sebab inti dari hukum taurat itu adalah Kasih. Tetapi menurut orang Yahudi inti hukum taurat itu bukan hanya kasih, namun masih banyak lagi, kasih itu cuman salah satunya. Aliran yang ada di dalam Yudaisme itu ada banyak: Aliran dari ahli-ahli taurat, rabi-rabi, Aliran farisi, aliran Saduki. Ini semua sudah ada di dalam Kitab suci artinya mereka sudah dari awal menentang Yesus Kristus. Aliran-aliran ini ada sekitar 76 aliran yang menyimpang dari ajaran Orthodoxy yang berasal dari Yudaisme dan kekristenan itu sendiri.
Aliran Sesat yang paling mematikan gereja adalah Arius, Sabellius..
7. Antinomianisme artinya melawan hukum, paham ini muncul menyatakan bahwa setelah menerima Kristus manusia ada dibawah Kasih karunia, tidak lagi diikat oleh hukum Allah.
8. Pantasiastae dari uskup Haliarkanasus atau dari Julian, paham ini menyatakan bahwa tubuh Kristus tidak dapat mati. Tidak percaya bahwa Yesus mati dan disalibkan serta bangkit kembali dan naik ke Surga.
9. Orang-orang Stoit, mengajarkan bahwa tidak ada reinkarnasi.
10. Apolinarisme, mengajarkan bahwa Yesus Kristus hanya memiliki 1 natur yaitu natur Ilahi. Ini menolak bahwa Yesus manusia yang sempurna.
11. Arianisme yang diajarkan oleh Arius, mengatakan bahwa Putra Allah (Yesus) bukan ada dari kekal bersama Bapa, melainkan Dia adalah makhluk ciptaan yang diciptakan oleh Allah dengan tujuan menciptakan dunia.
12. Nestorian, mengajarkan bahwa Yesus memiliki 2 pribadi yaitu manusia dan ilahi. Dia seperti manusia biasa yang kerasukan Roh Allah, itulah yang mereka ajarkan.
13. Paham donatisme, mengajarkan bahwa orang yang sudah murtad tidak bisa kembali lagi.
14. Paham Eptisme yang mengajarkan bahwa Esensi dari Tritunggal dapat dipahami oleh indra manusia.
15. Gnostik, percaya bahwa ada 1 pengetahuan nanti yang bisa menyelamatkan dia, dia menganggap bahwa yang menyelamatkan dia bukan pribadi (Yesus) tetapi pengetahuan yang ia percayai. Percaya juga bahwa Allah Perjanjian Lama itu Allah yang kejam dan jahat tetapi Allah Perjanjian Baru itu adalah Allah yang baik dan penuh kasih.
16. Montanisme, artinya memanifestasikan energi Allah.
17. Origenisme mengajarkan bahwa semua manusia akan diselamatkan. Kita tidak percaya itu sebab pada akhirat nanti pasti ada yang dibinasakan.
18. Manigeisme, tentang paham Gnostik juga
19. Novantianisme, mengajarkan bahwa orang yang sudah jatuh dalam dosa tidak ada lagi ruang pertobatan kepada mereka
20. Arianisme, mengatakan bahwa Kristus diciptakan.
Dan banyak paham lain lagi yang bertentangan dengan ajaran Orthodoxy itulah semua Heterodoxy atau Heresi. Setelah mengetahui banyak yang sesat ini kita bisa mempelajari yang Benar. Sebab Heresi ini suatu hal yang menyimpang dari kebenaran itu sendiri. Kita harus percaya bahwa Yesus ada 1 pribadi dan mempunyai 2 natur.
Berlatih dan berusaha keras dengan tubuh kita tanpa Discretion itu akan sia-sia, maka kita harus memiliki prayer, discretion, supaya apa yang kita tau itu seimbang dengan apa yang Tuhan katakan.
Discretion (memilah-milah) antara yang baik dan jahat, apa yang benar dan tidak benar. Ini adalah salah satu kebajikan yang merupakan karunia rohani yang diberikan oleh Roh Kudus kepada setiap orang percaya. Apa pengajaran desert fathers tentang hal ini dan apa pentingnya dalam kehidupan kita?
Abba Poemen berkata, kita selalu beprihatian kepada jiwa kita, memperhatikan diri kita, ini adalah alat kerja jiwa kita. Bagaimana kita mempunyai Discernment membedakan yang mana yang baik dan jahat. Sebab di dalam batin kita tertanam 2 hukum yang berbeda yaitu hukum Roh (mendengar dan melakukan Firman Tuhan) dan hukum daging atau hal yang bertentangan dengan Allah (keinginan daging atau duniawi) Gal 5 dan Roma 7. Namun ditengah-tengahnya ada hukum yang ketiga yaitu hukum akal budi (Nous) Roma 7. Hukum nous inilah yang dilatih untuk bisa memilah mana yang merupakan logismoi dan mana pikiran yang baik.
Nous ibarat lampu lalu lintas di jalan yang harus menaati aturan lampunya, jika kita melanggar maka terjadilah kecelakaan/ tabrakan. Jika kita tidak bisa mengatur pikiran kita maka akan selalu memilih yang jahat. Ibrani 5: 14, ini ibarat makanan keras buat kita agar kita terus berlatih dan memiliki nous yang dapat mengontrol pikiran dan hati kita. Orang yang sudah memililki spiritual yang grow (bertumbuh) maka ia sudah memiliki discreation, melihat yang benar, memilih yang benar, bicara yang benar dan menggunakan panca indra yang benar. Nous kita semakin dewasa ketika kita semakin terlatih dan memberikan makanan secara rohani dengan melawan dosa itu.
Discretion ini adalah satu hikmat dari Anugerah Allah yang memampukan kita untuk membedakan antara roh baik dan roh yang jahat, kepalsuan dan kebenaran. 1 Yoh 4:1-3, kita memerlukan Discretion untuk menguji roh mana yang baik dan mana yang palsu. Hanyalah Roh Kudus yang dapat menolong kita untuk memiliki Discretion dalam memilih-milih roh melalui humility, silence. Milikilah panca indra yang terlatih dalam mengontol pancaindra lahiriahmu untuk melakukan yang benar. Apa yang diajarkan Roh kudus kepada kita itu adalah apa yang diajarkan oleh Kristus, gereja dan para rasul kepada kita.
Memiliki garis bimbingan yang diajarkan oleh Kitab suci, etika, dan moral yaitu hikmat. Berfungsi sebagai dasar memiliki Discretion. Ada banyak sumber Diakrisis kita yaitu dari bimbingan spiritual fathers, desert fathers, dll. Garis bimbing yang lain yang menolong kita adalah silence, prayer, humility yang menuntun kita untuk tetap membuka hati kita menerima bimbingan, kepekaan dari Roh Kudus. Kemurnian hati (Mat 5:8) untuk dapat melihat Allah. Semakin sering melakukan dosa maka Diakrisis yang kita miliki akan semakin tumpul dan mati. Menurut Spiritual fathers memiliki Discretion ini, memiliki lampu untuk mencapai theosis (manunggal dengan Allah di dalam Kristus).
Poenam 60 berkata: memiliki kehidupan sederhana itu tidak terjebak dengan kekayaan, ikut menderita dan punya discreation. Kerjaan para biarawan yaitu meditasi, taat, tidak menggurutu, membenci hal-hal yang jahat, tidak melakukan hal-hal yang tidak adil, tidak suka dengan gosip, tidak sombong, dan tidak bertindak sembarangan.
Abba Antony berkata: walaupun ia memakai tubuh yang askesis, dia masih jauh kepada Allah karena ia tidak memiliki Discretion, karena inilah yang menentukan tingkat kedekatan kita kepada Allah. Ada beberapa saudara melaporkan penglihatannya kepada Abba Antony dan bertanya apakah penglihatan itu berasal dari iblis? jawabnya iblis yang menunjukkan kepadamu. saudara itu berkata: kami melihat penglihatan itu seperti mereka nyata tapi mungkin kami tersesat. Antony itu meyakinkan mereka bahwa itu adalah dari si jahat. Memiliki diakrisis yang baik maka kita bisa lihat penglihatan itu berasal dari jahat atau dari Roh yang baik.
Abba Arsenius berkata: kita memiliki kehidupan satu discretion untuk membedakan mana yang fantasi dari jahat dan mana yang dari Allah. Itulah pentingnya memiliki mata ketiga (nous) yang menjadi terang bagi jalan kita. Discretion ini adalah satu jalan raja, tidak ke kiri dan tidak kekana tetapi lurus untuk berjalan di jalan raja itu. Misalnya marah, bagaimana biar kita marah tanpa berdosa yaitu kita berada di tengah-tengah dengan memberi ketegasan bagi orang itu agar kita tidak menimbulkan dosa dengan memiliki diakrisis dari Roh Kudus.
Desert fathers berkata bagaimana kita melatih Discretion ini, yaitu kita bisa melatihnya dengan propertion tadi. Misalnya kita memiliki masalah, jadi jangan sampai kita depresi karena masalah ini dan jangan juga kita biarkan masalah ini. Melainkan bagaimana memiliki propertion yang tepat supaya tidak sampai depresi. Yang perlu kita kerjakan/lakukan adalah:
Menyadari bahwa kita memiliki spiritual propertion, memiliki potensi untuk melihat apa yang Tuhan inginkan itu.
Memerlukan hikmat untuk menyeimbangkan pertumbuhan rohani kita.
Mengerti keterbatasan kita.
Menjadi hakim atas diri kita, menimbang, menentukan mana yang mesti kita kerjakan.
Menyeimbangkan pengetahuan kita dengan propertion melalui Discretion.
Lakukanlah ini dengan berusaha keras dan terus melatih sampai memiliki discretion yang benar dihadapan Allah. GBU
Untuk mencapai spiritual pefection selalu ada hambatan yang selalu menghalangi setiap pertempuran dalam batin yaitu munculnya logismoi (Porneia dan accidie). Para desert fathers ini tidak pernah menyerah, mereka selalu mencari tuntunan, hikmat, bimbingan dari senior-senior mereka. Rasul Paulus berkata dalam Ef. 4:13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus. Kesempurnaan batiniah ini yang harus dicapai oleh semua orang bukan fisik. Desert fathers berkata kita bisa mencapai spiritual perfection ini dengan melatih dan melakukan monastic life dengan sungguh-sungguh. Rasul Paulus berkata, kehidupan sekarang aku harus diperbarui dari hari ke hari walaupun kehidupan lahiriah saya mengalami kematian, tetapi yang penting adalah rohku diperbaharui supaya aku semakin sempurna seperti Kristus (1 Yoh 3:2). Namun di kehidupan terakhir kita kehidupan lahiriah dan batiniah akan bersatu, penuh dan sempurna di dalam Kristus/ serupa dengan Kristus.
Max. berkata: Kita yang berpartisipasi di dalam kepenuhan Allah secara roh, jiwa yang sudah menjadi ilahi di dalam kesempurnaan dengan masuk dalam cell doamu dan berbicaralah kepada Allah. Pada hari terakhirnya Allah menyucikan kita dan kita dipenuhi dengan roh, jiwa dan tubuh yang baru, yang serupa dengan Kristus, yang disempurnakan oleh Anugrah Allah. Anugerah Allah/ energi Allah yang sudah menyatu di dalam cell doa kita, doa itu artinya menjempurt anugerah Allah yang memberi terang dalam hati kita. Yoh 17:22-23, Tuhan Yesus membagikan kesempurnaan-Nya dengan kita melalui kasih dan menyatu dengan Dia. Kita menyatu dengan Allah melalui Kristus, kita adalah manusia yang diciptakan untuk diilahikan. Allah menjadi manusia supaya manusia menjadi sama seperti Allah.
Max juga berkata dari kutipan Gregory berkata The hard and true foundation of hope of defikation for man’s nature it God’s incarnation, God’s incarnation ini sebetulanya satu bukti bahwa Allah menjadi manusia dengan demikian manusia bisa menjadi seperti Dia. Through which man is made god, in which God himself in made man, Melalui inilah manusia diciptakan dibuat seperti Allah, oleh sebab Allah sendiri sudah menjadi manusia. Kristus yang menjadi Anak Allah membuat kita menjadi anak-anak Allah di dalam Kristus.
Tujuan akhir kita memang deifikasi, christification melalui monastic life yang desert fathers ajarkan tetapi kita membutuhkan anugerah Allah. Kita bukan menjadi Allah tetapi kita sama seperti Allah, kita tetap manusia tetapi manusia yang ada di dalam Anak Allah. Kehidupan Kristen kita adalah life sinergy kita untuk mengubah “kita semakin mempunyai power melawan dosa untuk mencapai yang namanya perfection.” Ketika kita membangun hidup kita menjadi orang baik, bijak dengan fondasi yang kokoh (Batu) yaitu Kristus. Maka kehidupan kita tidak mudah hancur ketika datang badai krisis yang menimpa kita. Fondasi (batu) itu adalah Kristus (Mar 12:30) memilikinya dengan mendengar dan melakukan apa perkataan Kristus Yesus.
The end of our Christian life ini bukan hanya di dalam doa, silence, tetapi itu hanyalah sarana, cara Allah untuk mencapai tujuan hidup. Tujuannya adalah kita akan menjadi anak-anak Allah dan menjadi sempurna. Roh kita yang terus di dewasakan di dunia ini dan tubuh ini semakin di muliakan, proses ini di mulai ketika kita mengenakan pakaian Kristus pada saat di baptis.
Ada seseorang yang bertanya kepada Abba Antony, dengan cara apa saya bisa menyenangkan Allah? jawabnya:
Selalu ingatlah akan Allah dimana pun kamu berada
Apapun yang kamu lakukan, lakukanlah sesuai kitab suci
Dimana pun kamu hidup, jangan terburu-buru, kamu akan diselamatkan.
Jangan bergantung pada kebenaranmu sendiri
Kuasailah lidahmu dan perutmu.
Mengoreksi iman dari jiwa kita (kata Gregory)
Perkataan yang benar dan menguasai tubuh
Setelah mencapai monitonous diet (doa yang sungguh-sungguh) maka kita akan mencapai apatheia (diberi kemampuan hidup kudus melawan logismoi dan serangan jahat). “kata Efagrius”
Tugas seorang biarawan adalah selalu melatih diri tanpa henti. Abba Isaiah berkata yang perlu kita lakukan adalah doa tanpa henti, jangan menyerahkan dirimu pada kejahatan, kerendahan hati, kekudusan, ketaatan, dan kebajikan-kebajikan lainnya.
Repose
Repose ini dapat dicapai ketika hesyichia kita sedang berjalan. Repose adalah reward kepada kita yang sudah memang menyingkir dari dunia. Humility dan doa tanpa henti adalah kekuatan cell doa kita untuk dapat mencapainya. Abba Asisoes berkata tinggalkan itu semua, jangan khwatir dengan apapun juga, tetapi kamu akan memiliki repose.
Bagaimana agar kita tetap berada di dalam cell itu? yaitu dengan berdoa tanpa henti, maka takut akan Allah itu ada di hatimu. Cara untuk mencapai Repose menurut Abba Poemen adalah:
Menyingkir dari hal-hal kedagingan dan
Kesombongan.
Hidup dalam cell doa
Selalu ada usaha untuk menyingkirkan logismoi itu.
Abba Antony berkata dengan takut akan Allah kita akan selalu ingat akan kematian kita, terus menangisi dosa kita sehingga ketemu Allah, terus membenci keinginan daging kita supaya kita dapat diselamatkan. Abba Isaiah berkata nama Allah tidak bisa dikuduskan di dalam diri kita jika kita masih dikuasai oleh dosa. Abba Theodore berkata untuk mencapai repose kita mengerjakan kehidupan yang sederhana, berlatih secara disiplin, menyingkir dari dunia. John berkata ketika kamu bangun pagi setiap hari, lakukanlah satu kebajikan sesuai dengan perintah Allah dengan ketekunan, takut dan tahan menderita dan sungguh-sungguh.
Sorrow for Sin
Sorrow for Sin adalah hal kenircahyaan. Sebab yang terjadi di dalam hati kita ketika lagi silence kontennya adalah sorrow for sin (menangisi dosa kita). Semua hal-hal kebajikan dikerjakan dalam melakukan konten sorrow for sin ini, seperti yang telah di paparkan dari atas dan yang ada dari philokalia. Desert fathers menginspirasi kita dari setiap apa yang mereka lakukan agar kita juga dapat melakukannya dengan baik. Ada seorang saudara yang berkata kepada Abba Ammonas, katakanlah sesuatu kepadaku Abba? jawabnya: pergilah dan terangilah/panasi pikiranmu, ingatkah bagaimana aku bisa berdiri dihadapan Kristus. Dalam hal ini mengajarkan untuk tetap ingat akan hari penghakiman dan pengadilan Kristus serta ingatlah hari kematianmu.
Abba Elijah berkata, aku takut ketika hal ini terjadi padaku ketika jiwaku keluar dari tubuhku artinya aku akan mati maka sentence (hukuman/pengadilan) ada kepadaku. Inilah yang perlu kita sorrow/tangisi dan terus meminta belaskasihan Allah.
Abba desert fathers banyak memberikan kita nasehat yang praktical dalam melakukan sorrow for sin ini. Misalnya, Abba Joseph berkata bahwa kita harus melakukan hal-hal yang baik, takut akan Allah dan mengormati Dia.
Ada 3 hal yang perlu kita lakukan untuk memuliakan Allah:
Ketika kamu dicobai terimalah dengan ucapan syukur
Berusahalah untuk menyingkirkan hal-hal yang tidak baik artinya cepatlah menangisinya untuk memuliakan Allah bukan untuk mencari muka kepada manusia
Kamu duduk di dalam satu ketaan, perintah, carilah spiritual fathers dan semua keingina-keingan kita.
Hati-hatilah ketika kamu keluar dari cell doamu maka kamu kehilangan rasa takut akan Allah, kehilangan pengakuan dosamu, kehilangan silence dan menjadi orang asing. Maka ketika itu terjadi, cepat-cepatlah untuk masuk kembali ke dalam cell doamu dan terus meminta belaskasihan Allah untuk menolong. Lakukanlah semuanya ini dengan kekuatan dan usaha keras. Hati-hati dengan godaan tetapi selalu fokus dengan salvation (keselamatan). Kita harus memiliki pada gurun sendiri di tengah-tengah kehidupan kita yang bising ini. Milikilah jurnal silencemu sendiri apakah kamu silence 3 X atau 4 X sehari sesuai kemampuan yang kamu miliki.
Begitu penting kita mempertahankan monastik dalam peperangan batin dari serangan Logismoi, Porneia, dan Accidie dengan tetap staying in his cell, silence dan humility dan tetap meminta belaskasihan Allah.
Silence dan humility yang mencapai immediate salvation inilah yang disebut dengan monastic life.
Pertanyaan yang sering dianjurkan oleh para desert fathers adalah bagaimana aku bisa diselamatkan? itulah yang terus mereka kerjakan. Desert fathers memiliki sebuah kemurnian hati. Kemurnian hati itulah Akhirnya Tuhan memberikan beberapa karunia kepada mereka, memberi hikmat dan bisa melakukan beberapa mujizat-mujizat.
Silence merupakan bagaimana kita bisa masuk dalam cell doa kita, ini tidak dibatasi dengan tempat melainkan bagaimana kita bisa masuk dalam ruang batiniah kita. Di dalam cell doa kita bisa silence maka di situlah terjadi yang namanya “berdoalah kepada Bapa”.
Ada 2 hal istilah keselamatan menurut desert fathers yang harus kita mengerti dan bedakan:
Ultimate salvation, Keselamatan yang dari Kristus, dimana Dia datang menjemput kita dan menjadi serupa dengan Dia
Immediate salvation artinya monastik life atau kehidupan asketik yang mereka jalankan. Inilah keselamatan yang diberikan Tuhan kepada kita dan mempertanggung jawabkannya di hadapan Allah.
Abba Mark berkata: bagaimana aku bisa memperoleh Yesus itu? jawaban desert fathers adalah melakukan Immediate salvation dengan bekerja keras, rendah hati, dan doa tanpa henti. Tantangan untuk bekerja keras, rendah hati dan doa tanpa henti untuk melawan logismoi. Dari ketiga hal ini yang paling di utamakan adalah bagaimana kita bisa memiliki satu kerelaan, kerendahan hati ketika menjalani doa yang begitu sulit.
Ada beberapa hambatan ketika kita berada di dalam cell doa kita yaitu hal-hal yang abstrak, yang tidak terlihat yang sering disebut dalam wujud logismoi.
LOGISMOI
Logismoi adalah pikiran-pikiran yang di hasilkan oleh kerja roh atau hati dan batin kita. Ada juga Nous yang menjadi pengendali dari perangkat batin, jiwa dan tubuh manusia. Nous menghasilkan desire (keinginan tubuh), jika desire yang dihasilkan oleh nous itu baik maka ia menghasilkan logismoi yang baik. Jika nous itu tergoda oleh peiramos maka ia akan berdiaolog dengan Nous, jika nous kalah maka peiramos menyerang dan menguasai hati kita sehingga seluruh panca indra kita melakukan dosa, dialogismoi. Dialogismoi adalah pikiran batin yang sudah tercemari sehingga menghasilkan pasions/ keinginan daging yang sering disebut dengan Epitumia. Ketika logismoi kita jahat maka ia menghasilkan keinginan jahat, jika keinginan itu dibuahi maka menghasilkan dosa (Yak 1:14-15).
Logismoi yang seperti apa yang selalu menyerang desert fathers, ada 2 hal yang selalu ditekankan oleh mereka, yaitu: Pertama, Logismoi yang Akedia artinya pikiran-pikiran yang liar, depresi, pikiran yang tidak punya pengaharapan. Kedua, phornea artinya tentang hawa nafsu (seks). 2 logismoi inilah yang selalu menyerang desert fathers dan juga kita. Karna dua hal ini timbul dari luar (Phorneo) dan Logismoi, pikiran yang timbul dari nous dalam wujud dianoiya yang tidak punya harapan dan kesempatan kepada Allah. Logismoi berasal dari hati dan hati merupakan wadah tempat nous berada dan sudah di kuasai oleh godaan/peirasmos. Nous sebenarnya adalah benteng atau pertahanan hati kita dari godaan/peirasmos. Nous seperti jenderal perang kita, termasuk berjaga-jaga/ nepsis. Disinilah desert fathers menyarankan kepada kita untuk silence, hesychia, menyingkir dari hal-hal dunia untuk menjaga Nous dan hati kita. Semakin tekun dalam menjaga nous maka serangan itu akan semakin kuat menyerang, tetapi Desert fathers semakin mencapai silence itu karena mereka tetap mempertahankannya. Yang mereka lakukan dalam silence ini adalah aktif mendengar dan berbicara secara batin di tempat yang tersembunyi kepada Allah.
Silence dan humility yang mencapai immediate salvation inilah yang disebut dengan monastic life.
Antony berkata tidak seorang pun yang tidak dicobai ketika dia akan masuk di dalam kerajaan surga. Tetapi kita bisa menyingkirkan peirasmos tadi dan diselamatkan sehingga dapat menemukan cell doa, silence dan komunikasi kepada Tuhan.
PORNEIA
Porneia artinya Any illicit sexual movement of body, mind, or spirit artinya suatu pergerakan nafsu seksual dari tubuh, pikiran, maupun dari roh. Porneia menurut Desert fathers adalah berpikiran tentang hal-hal dunia, baik nafsu seks dan juga dalam bentuk yang menyerang hati dan pikiran. Porneia ini akan dikalahkan sampai akhir hidup kita. Abba Poemen berkata bahwa kita seorang raja yang dijaga oleh para pengawalnya, sama seperti kita menjaga dengan jiwa kita dari serangan-serangan iblis.
Seseorang dicobai oleh porneia ini ketika ia banyak makan, tidur, kemalasan, bersenang-senang dan munculnya kesombongan. Para dersert ini sangat menjaga mulai dari tidur, pola makan, cara berdoa, dsb. Matoes 8 berkata Porneia bukan hanya masalah fisik tetapi pikiran yang harus di restored, disitulah kita harus mengalami yang namanya pertobatan. Logismoi dan porneia ini terjadi karena kita tidak waspada, tidak yakin kalau Allah ada di dalam kita.
Salah seorang Desert fathers berkata: kita tidak bisa mengalami yang namanya manisnya of God sekaligus merasakan pahitnya dunia itu. Tidak seorang pun yang bisa melayani 2 tuan (Mat 6:24). Ketika kita tidak bisa menikmati manisnya Allah itu, maka kita merasakan pahitnya dunia. Untuk dapat menikmati manisnya Allah itu kita mengerjakan dan mencapai immediate salvation seumur hidup kita.
Ketika kita tidak punya experience, kita takut dengan porneia tadi, Allah mau kalau kita tau itu, sebab iblis selalu merayu terus. Tetapi kita perlu menyadari bahwa kita mempunyai Nous untuk silence, Nous yang mengendali tubuh, jiwa dan batin kita.
ACCIDIE
Accidie adalah suatu pikiran yang tidak fokus yang akhirnya mengalami depresi. Antony berkata mereka yang mau mencapai level itu harus bisa mengatasi godaan pendengaran, bicara, dan godaan melihat dan Accidie. Accidie ini adalah bagaimana menenangkan hati supaya bukan logismoi yang akan menguasainya. Macarius juga mengatakan ketika dia muda dia mengalami Accidie di dalam cellnya. Accidie ini adalah satu dosa yang percaya nothing, tidak punya tujuan, tidak bisa menikmati apapun, tidak peduli apapun, tidak punya gairah. Accidie timbul ketika logismoi itu masuk dalam Nous. Accidie ini hanya bisa diatasi dengan selalu punya Jesus prayer, nepsis. Accidie ini salah satu logismoi yang bisa kita atasi, caranya adalah:
Kita tahu bahwa semakin kita mencapai level silence maka accidie pasti muncul, desert fathers mengatakan kita bisa mengatasinya dengan Jesus prayer yang terus-menerus tanpa henti dengan humility dalam peperangan batin kita.
Poemen berkata kita mengatasinya dengan meminta belas kasihan kepada Allah dan tetap berada di dalam cell kita.
Amma Theodora mengatakan kita hati-hati dengan Accidie yang membuahi logismoi yang jahat, membuat anggota tubuh kita lelah dan lumpuh.
Ketika Accidie mulai menyerang maka kita harus staying in his cell, terus tekun berdoa, mencari belaskasihan Allah, tidak boleh malas. Ketika masuk di dalam cell kita mau tidak mau Porneia dan Accidie datang menyerang kita.
Obediance/ ketaatan:
Mencoba mempraktekan, Masuk dalam cell doa (menutup panca indra kita)
Humility (kerendahan hati), silence dan berdoa.
Mau tidak mau Porneia dan Accidie muncul menyerang, maka kamu harus staying in his cell dan teruslah Jesus prayer terus menerus tanpa henti.
Teruslah untuk tekun untuk silence dan meminta belaskasihan Tuhan.
Apa itu immediate salvation atau apa goal (tujuan) yang harus dikerjakan sekarang? Artinya bagaimana kita mengerjakan kesucian hidup, menjauhkan diri dari segala godaan dan dosa. Immediate salvation ini merupakan tujuan yang harus di capai oleh para biarawan “desert fathers”. Cara untuk mencapai hal tersebut dengan usaha, rendah hati, dan berdoa tanpa henti, atau Hesychia dan Humility.
Apa itu hesychia dan apa keuntungannya?
Hesychia atau silence merupakan esensi kehidupan Deser fathers. Suatu hubungan yang diajarkan Yesus dalam Mat. 6:6, jika engkau berdoa masuklah ke dalam kamarmu. Masuk dalam cell doa dengan menutup indra dari gangguan luar untuk berbicara dengan Bapa di tempat yang tersembunyi (hati). “Masuk ke dalam kamar kita” artinya “ masuk dalam cell doa (hati kita sendiri). Dimana Nous dan pikiran kita masuk di dalam hati, tutuplah pintu artinya menutup alat indra yang lain supaya hal-hal yang lain tidak mengganggu keheningan kita. Kamar doa kita harus tertutup rapat, berdoa di tempat tersembunyi adalah tempat bertemu, berbicara kepada Tuhan yaitu di dalam hati kita.
Hesychia adalah berbicara tentang mind di mana nous kita berada di hadapan Allah, suatu silence yang lebih dalam lagi. Hesychia adalah suatu hal yang harus di capai dengan penuh usaha. Ada 2 saudara yang setuju untuk menjadi seorang biarawan, mereka membangun 2 tempat mereka yang terpisah dari orang untuk melakukan hesychia ini. Para bapak padang gurun ini mereka harus mempunyai cell doa masing-masing.
Ada seorang saudara yang bertanya kepada Abba Rufus, apa itu hesychia dan apa keuntungannya? Jawab Rufus: Hesychia adalah kamu tetap tinggal di dalam Cell doamu dan tetap berada di hadiran Allah. Inilah yang disebut ibu kebajikan yang melindungi kita dalam serangan musuh. Hesychia itu mendengarkan Allah, mind kita sudah masuk di dalam hati dan berbicara kepada Bapa.
John Meyendorf berkata: karena Inkarnasi tubuh kita menjadi bait Roh Kudus. Di dalam tubuh kita di kuduskan oleh tubuh Kristus sendiri, kita cari Allah yang ada di dalam tubuh kita. Berdoa itu bukan kepada yang ada di luar tetapi Allah yang ada di dalam tubuh (hati kita). Berdoa itu kita bisa liturgi di dalam tubuh/hati kita. Ada 3 perayaan liturgi yaitu: liturgi yang ada di dalam hati, liturgi yang dirayakan di dalam gereja, liturgi perjamuan kudus.
Hesychia itu bukan terapi secara pribadi, tetapi tempat kita bercakap, tempat dimana manusia lama kita mati dan lahirnya manusia baru kita. Hesychia itu bukan tujuan tapi alat atau cara untuk mencapai tujuan, memurnikan kita dari segala dosa atau musuh dan penyakit dari jiwa kita. Inilah suatu latihan untuk mengumpulkan kembali pikiran kita yang terpisah-pisah untuk membersihkan dosa kita. Kita tidak bisa menikmati Allah ketika kita sedang menikmati keinginan tubuh kita.
Bagaimana aku bisa diselamatakan?
Ini adalah satu pertanyaan yang sering dipercakapkan antara Desert Fathers yang junior dengan senior. Jawabnya: kamu lepaskanlah segala pikiran jahatmu, ikatlah akal budimu, tanggalkanlah tanganmu, hadapkan ke surga dan menyalibkan daging. Kita bertarung dengan pikiran kita, sehingga kita harus bisa seperti atlet yang mengalahkan musuhnya dan latihan secara disiplin.
Abba Arsenius berkata: kita harus berdoa “ Arsenius, tutuplah pintu, silence, pertahankan Hesychia.” dalam hal ini membebaskan dirinya dari 3 musuh, pendengaran, berbicara dan melihat dan yang harus diperjuangkan adalah hatinya sendiri. Kita dan para biarawan yang mencintai Hesychia akan dibebaskan tanpa luka dari anak panah musuh. Sehingga kita bisa terus disucikan.
Hesychia adalah tinggallah di dalam cell dengan takut akan Allah, menyucikan kita dengan garis cinta kasih. Orang yang diterangi pasti mencintai sesamanya, menyingkirkan diri dari dunia. Tujuan dari Stillness adalah kita melihat sesama kita seperti kita melihat Allah. Prakteknya adalah bagaimana kita dapat melihat Allah yang tidak kelihatan itu sehingga kita dapat mencintai sesama kita. Kita perlu usaha dalam mencapai tujuan ini.
Abba Isaiah mengajarkan kepada kita seseorang yang tinggal di dalam Hesychia harus menyelidiki dirinya sepanjang waktu. Harus bisa membebaskan dirinya dari gangguan-gangguan. Apa yang perlu dibutuhkan di dalam Hesychia? Kita harus takut kepada Allah tanpa berhenti, berdoa kepada Allah dengan kesabaran dan jangan membiarkan hati kita terlepas dari Allah. Membawa Allah ke dalam dunia dengan mempertahankan Hesychia di dalam doa kita. Caranya: Pertahankan Hesychia di dalam hati dengan membiarkan diri kita berada di hadapan Allah dan mengalahkan logismoi yang ditabur oleh musuh. Dunia adalah yang bertentangan dengan Roh, yang terlalu sibuk dengan tubuh kita, yang suka membangga-banggakan 1 Yoh. 2:15.
Seseorang yang menjaga mulutnya, tetap diam dan dirinya ada di dalam silence, maka dia akan memiliki kekuatan melawan logismoi. Melalui Hesychia kita berada dihadiran Allah, mendengar Dia, berkomunikasi dengan Dia dan melihat Dia yang ada di tempat yang tersembunyi. Setiap kita yang datang kepada Bapa di dalam doa, Bapa juga datang menghampiri dan berbicara kepada kita. Seperti dalam Mat 6:6 tadi mengatakan maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Sehingga jadi satu aksi reaksi atau komunikasi dua arah bercakap-cakap dengan Allah kita, bukan satu arah.
Yang perlu kita praktekan:
Temukan owner cell
Menutup pintu dengan berjaga-jaga seperti jenderal perang kita.
Mencapai silence dan bercakap, berdoa kepada Bapa
Salvation
Bagaimana saya menjalani kehidupan saya sebagai seseorang yang sudah diselamatkan?
Ada 2 pengertian keselamatan menurut Desert Fathers adalah;
Ultimate salvation artinya the hope a glory artinya ada satu pengharapan kemuliaan nantinya bahwa kita akan masuk ke dalam kerajaan Surga. Pengharapan yang akan datang.
Immediate salvation,berbicara tentang destimatio, the goal (tujuan) yang harus di kerjakan sekarang yang dicapai dari tujuan akhir nantinya.
Pertanyaan bagaimana saya diselamatkan bagi Desert fathers, ini berbicara tentang:
Bagaimana saya bisa mencapai seorang biarawan yang berhasil
Bagaimana saya menghidupi monastik-monastik biarawan saya secara benar
Bagaimana saya bisa menyingkirkan diri dari dunia
Bagaimana live the monastic life correctly, tidak kehilangan kehangatan iman kepada Allah
Abba Antoni bertanya kepada Allah dalam doa karena kegelisahan yang ia miliki: Tuhan, aku ingin diselamatkan tetapi pikiranku tidak membiarkan aku sendiri (silence), apa yang saya lakukan? Antoni keluar dari cellnya. Ia melihat ada seseorang seperti dirinya, sedang bekerja, dia berdiri dan berdoa lalu duduk sambil bekerja dengan membuat jaring, berdiri lagi dan berdoa, dia terus melihatnya. Tiba-tiba ada malaikat yang diutus Allah, berkata kepadanya: kamu lakukan seperti ini maka kamu akan diselamatkan. Abba Antoni langsung semangat dan bisa melakukannya dan dia diselamatkan.
Arti diselamatkan disini bukan Ultimate salvation tapi Immediate salvation, bagaimana dia menjalani kehidupan monastiknya dengan benar. Arti diselamatkan ini juga para Desert Fathers melihat di Perjanjian baru dalam cerita: bagaimana aku bisa di selamatkan di dalam penjara ini (Kis 16: 31) ini menunjukkan bahwa kata diselamatkan menunjukkan apa yang harus aku lakukan. Ada istilah diselamatkan dan istilah memiliki hidup yang kekal, ini adalah dua istilah yang berbeda. Bagaimana aku diselamatkan? artinya bagaimana aku bisa memiliki kehidupan asketik yang benar.
Antoni akan menjelaskan, dimana biasanya mereka akan memanjatkan Mazmur, doa pendek (Jesus prayer). Pengertian-pengertian dalam mazmur inilah yang berbicara tentang Immediate salvation, karena Ultimate salvation sudah selesai dikerjakan oleh Kristus. Kata diselamatkan juga bukan selalu menunjukkan pada enternal life tapi juga bisa making whole (menjadikan utuh).
Arsenius suatu kali melayani dalam satu pemerintahan Theodosius the Great, dia berdoa: bebaskan aku dari pada dunia manusia, maka kamu akan diselamatkan. Ini adalah satu kalimat yang sering dugunakan oleh desert fathers. Ini bukan soal hidup kekal, kita tidak di suruh untuk tidak bersosialisasi dengan orang tetapi kita di suruh untuk menjaga hati untuk tetap silence, tidak tercemar oleh dunia, maka kamu akan diselamatkan.
Immediate Salvation Yang Diperoleh Oleh Kerendahan Hati (Humility)
Bagi Desert Fathers kata Humility (kerendahan hati) ini adalah “the way, immediate salvation” artinya satu cara untuk mencapai yang namanya Immediate salvation. Ada seorang saudara yang bertanya pada seorang bapak padang gurun: bagaimana aku bisa memperoleh Yesus? jawabnya: bekerja/usaha, rendah hati, berdoa tanpa henti, maka kamu akan memperoleh Dia. Semua orang kudus itu dari awal diselamatkan oleh 3 hal ini. Humility ini adalah satu syarat untuk mencapai immediate salvation. Kita yang mau dan Allah juga mau merendahkan dirinya seperti Kristus yang mengosongkan diri-Nya untuk menyelamatkan kita, demikianlah kita harus mengosongkan diri kita.
Humility
Antony berkata: Hesychia adalah memikirkan tentang Allah, bagaimana kalau ada orang yang mati dengan umur muda, sementara ada orang yang matinya sangat tua, mengapa ada perbedaan ini? Sementara itu ada suara yang terdengar olehnya, berkata: ini semua tidak pantas kamu menanyakan tentang itu. Inilah salah satu bagaimana kerendahan hati dari kita.
Abba Antony berkata kepada Abba Poemen: Ini berat bagi semua orang. Bertanggungjawab atas dirimu untuk segala kesalahan yang telah kamu buat di hadapan Allah dan selalu akan ada pencobaan sampai kita mati. Ini membuktikan bahwa kita membutuhkan Allah dan kerendahan hati samapi mati. Cara kita diselamatkan adalah dengan memiliki kerendahan hati dan pikiran.
Abba Joseph dari Elders yang berkunjung kepada Abba Antony, ia mengutip perkataan dari kitab suci, ia memberikan tes kepada yang paling muda dan menguji kemampuan mereka. Tetapi Abba Joseph berkata: Apa yang kamu maksud dengan ayat ini? jawabnya: aku tidak tahu. Abba Antony berkata: Abba Joseph inilah maksudnya ketika ia berkata “aku tidak tahu”. Inilah artinya dengan Humility/ kerendahan hati memohon kepada Tuhan, aku tidak tahu Tuhan, ajarilah aku.
Ada seseorang yang datang kepada Arsenios, berdiri di luar cellnya dan mereka mendengar apa yang didoakan oleh Abba Arsenios: “Ya Allah janganlah menjauhkan aku, aku tidak melakukan apa yang baik di mata-Mu, tetapi oleh kebaikan-Mu berikan aku kesempatan membuat start yang baru.” Arsenios bertanya kepada seorang Mesir tentang pikiran-pikiran jahatnya. Orang itu berkata: Abba Arsenios, bagaimana kamu bertanya kepada seorang petani tentang logismoimu sementara kamu menguasai istilah asing. Arsenios berkata: saya sudah mengetahui alfabet bahasa Roma, tetapi saya belum mengetahui alfabet Petani ini.
Salah satu contoh orang yang sangat Humility adalah seperti Rasul Paulus, yang selalu berkata: aku berkerja keras, aku membangun fondasi, Ahli bangun yang terampil dan itu semua anugerah Allah yang membuat saya berhasil.
Jika kalau kita tidak mempunyai Humility sebaiknya kita mencarinya. Abba Syncletica berkata: Tidak mungkin membangun sebuah kapal tanpa paku, maka tidak mungkin para biarawan diselamatkan tanpa kerendahan hati. Antony juga berkata: berpuasa adalah ibu dari semua kebajikan tetapi kerendahan hati/ humility jauh lebih besar dari semua kebajikan. John berkata: kerendahan hati dan takut akan Allah itu adalah superior atau ibu dari semua kebajikan.
Kerendahan hati menarik kita kepada Allah yang penuh kasih. Setiap saat ujilah kemampuanmu di dalam doamu, puasamu, di dalam Silence dan ujilah kerendahan hatimu. Humility ini dicapai dengan ketekunan dan prayer.
Strategi mencapai Humility/ kerendahan hati adalah janganlah sombong. Macarius berkata: Humility meredam semua kekuatan dari musuh inilah arti ketika kita yang memiliki humility akan humiliates the demons. Humility adalah satu kunci untuk kebajikan yang lain.
Bagaimana aku diselamatkan? yaitu dengan bagaimana aku mencapai kerendahan hati “Acquire humulity”.
Secara umum, para biarawan Kristen membentuk masyarakat internasional yang berkembang di semua wilayah Yunani, dari kekaisaran Romawi, dan Persia, di Mesir berkumpul di sekitar Sungai Nil, dan sejauh ke Afrika seperti Nubia (sudan modern) dan dataran tinggi di Ethiopia. Mereka mendiami medan berbatu dan gurun Sinai, Palestina, Arab, dan Turki (Kapadokia), dan di ibu kota kekaisaran Romawi, Konstantinopel, mereka umumnya para pelayan negara dalam jumlah yang begitu besar, dengan banyak sarjana dan bangsawan yang berdedikasi di antara mereka. Setelah abad kelima monatisme menjadi populer juga di Barat, di mana Gaul (prancis kuno) dan prancis mejadi pusat aktivitas. Para biarawan Kristen dapat ditemukan hidup dalam isolasi di desa-desa, di komuni kecil pertapa, berkumpul bersama di lembah-lembah terpencil atau di rumah-rumah kecil, biasanya menjalani kehidupan komunal bersama. Ajaran besar di biara dikumpulkan dan disaring oleh para biarawan sebagai bimbinan mereka sendiri dalam menempuh jalan kehidupan kebatinan. Pengabdian total dalam kehidupan mereka adalah mencari Allah. Mereka melakukan semua dengan gaya hidup yang sangat disiplin dan miskin secara radikal, kesucian dan selibat, serta mempelajari kitab orang-orang suci yang mendahului mereka, semua dilakukan sebagai fokus yang radikal dalam hidup mereka.
Para guru Spiritual seperti Origen dari Aleksandria, salah satu filsuf platonis yang paling terpelajar diusianya, menciptakan metode penafsiran Alkitab yang anggun untuk memurnikan jiwa dan membantu pencerahan dan pendakian rohani. Theologi yang dipelajari Desert fathers ini adalah teologi nepsis (berjaga-jaga) karena tujuannya adalah memurnikan jiwa dan mencapai pencerahan. Teks-teks monastik bagi biarawan adalah sebuah literatur yang didedikasikan bagi rahasia kehidupan batin, yaitu sebuah pencarian untuk jalan kedamaian, belas kasihan, dan kemurnian doa. Munculnya Islam di tengah Gereja Timur membatasi kebebasan orang Kristen selama berabad-abad, tetapi menyebabkan suatu berkat bagi kehidupan biara-biara, munculnya mereka sekitar abad ketujuh. Teks-teks yang menjadi dasar yang dipakai dalam biarawan, terdiri dari 3 bentuk:
Sistematikos Anoninus
Alfabetikon yang berbentuk Alfabet yang berdasarkan teks tahun 1000 dari orang Prancis yang menyalin teks.
Bentuk Sistematikon, yang akhirnya diterjemahkan dalam versi Latin.
Perkataan dari Desert Fathers ini suatu inspirasi bagi kita semua supaya menuntun kita kepada kekayaan spiritual. Dari Abad ketiga para biarawan memakai monastik. Kenapa? sebab pada saat itu kekristenan belum berkembang karena banyak sekali orang Krsiten di bunuh dan disiksa. Akhirnya banyak orang yang membiara dirinya sendiri dari tempat terpencil. Pada tahun 400 di sanalah (Mesir) terbentuk tempat perkumpulan mereka. Ada 3 kelas:
Hidup dalam bentuk hermit (benar-benar hidup menyendiri di gurun). Misalnya St. Anthony the Great. Motivasi dirinya untuk hidup seperti ini, di Gereja ia mendengar Homili, dikatakan: “pergilah juallah semua harta milikmu, berilah kepada orang miskin dan ikutlah Aku.
Bentuk coenobitic monasticism, atau bentuk terpencil yang tidak bersosialisasi kepada manusia tetapi membentuk sebuah komunitas. Comunitas ini dipimpin oleh seorang spiritual fathers oleh Atonius.
Group of ascetics, di daearah Nitria.
Ada juga bentuk lain yang berasal dari Siria yang dapat mempengaruhi daerah sekitarnya. Para biarawan ini juga memiliki kehidupan yang sungguh-sungguh dan membatasi keinginan daging mereka karena mereka mendalami kehidupan yang sungguh-sungguh mencari Tuhan. Doa itu adalah kerja keras dan perjuangan sampai akhir hidup kita. Desert Fathers ini yang hanya memberikan perkataan pada saat tertentu saja, mereka terus diam dan irit dengan perkataan mereka. Mereka hanya memberikan perkataan-perkataan yang ditunjukkan oleh mereka. Pengertian mereka kepada Allah sangat dekat seperti Evagrius. Kehidupan mereka juga sangat radikal, sekali makan sehari, tidur cukup 1 jam, dan minum air itu cukup, dan hidup sederhana.
Mereka memiliki kehidupan yang terus berjuang. Suatu hari ada seorang pemburu yang bertemu dengan Antoni. Ia berkata: turunkan tanganmu arahkan panahmu dan tembak lagi dan lagi. Si pemburu berkata: jika aku terus tembak maka anak panahku akan habis patah. Antoni berkata: jika terus memanah maka spirit kita juga akan patah. Maka dalam hal ini kita perlu rileks juga dalam menjalankan kehidupan kita. Inilah secara garis besar kehidupan mereka.
Biasanya juga mereka saling menolong, Anthony juga sering turun ke kota untuk menolong orang. Ada orang yang melakukan mujizat di tengah masyarakat dengan penuh sukacita dan pertolongan Allah. Apa yang mereka lakukan ketika mereka sendiri? yaitu DOA dan KEHENINGAN.
Doa
Mereka menghafal dan membaca mazmur, mengulangi Jesus Prayer, mereka menciptakan hati mereka seperti air yang tenang dimana mereka bisa melihat diri mereka dan melihat Allah. Inilah hidup yang tidak memikirkan hal-hal yang duniawi dan tidak putus melayani Allah. Saat mereka melakukan hesychia, ketika dia bisa berkata: aku dan Allah ada disini sendiri maka dia memasuki silent hesychism. Ada kehidupan yang memang benar-benar sendiri tetapi ada satu komunitas yang mereka jalani juga untuk menolong orang dan menerima kunjungan-kunjungan dan menerima banyak orang yang meminta nasehat. Hidup yang penuh dengan kesederhanaan.
Ada juga Spiritual Fathers yang hanya memberi sebuah perkataan, pencerahan. Mereka tidak sepeti guru yang terus mendidik sampai akhir. Mereka cuman menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Kebanyakan pertanyaan yang diajukan oleh biarawan junior kepada seniornya dan memberi jawaban yang singkat sehingga mereka merenungkan jawaban tersebut. Pertanyaan yang diajukan: bagaimana saya diselamatkan. Bazil menjawab: Kasihilah Tuhan Allahmu. Maka dia pulang dan mempraktekannya bertahun-tahun. Lalu ia datang lagi dan bertanya: aku sudah melakukan apa yang Bazil perintahkan, kemudian? Bazil mengatakan: kasihilah sesamamu, maka ia pun mempraktekannya sampai bertahun-tahun.
Doa dalam keheningan adalah jantung dari kehidupan mereka. Ada tiga hal yang perlu kta ketahui dalam kehidupan mereka adalah:
The Cell (Mat. 6) Masuklah ke dalam kamarmu, pintulah pintu (pintulah segala indera).
Silence
Berdolah kepada Bapa (Hesychecism)
Setelah masuk dalam sel doa (padang gurun, menyendiri) maka mereka dilatih oleh Spiritual Fathers untuk masuk dalam Silence. Silence itu bukan kebosanan, feeling, takut kematian tetapi ini adalah silence menghadirkan Allah, menikmati anugerah Allah. Ini adalah silence yang tidak pernah kosong tetapi selalu penuh dan dipenuhi dengan satu pengharapan berada dihadiran Allah. Apakah mungkin kehidupan sipiritual Fathers relevan dalam kehidupan sekarang? Silence itu bagaimana batin kita bisa masuk dalam Cell, tubuh kita yang sibuk dengan kerjaan juga ada waktu-waktu untuk bisa masuk dalam Cell ini. Lepaskanlah dirimu dari orang-orang maka kamu akan diselamatkan. Silence itu bukan kosong tetapi bagaimana kita berada di hadapan Allah dengan keheningan, inilah konten untuk mencapai keselamatan itu. Jika kamu ingin diselamakan maka kejarlah kemiskinan dan silence, 2 kebajikan ini kamu bisa diselamatkan. Keselamatan itu untuk mencapai tujuan akhirnya dengan cara hesycism. Hesychia itu adalah ibu dari kebajikan, dengan latihan lidah, glutoni, dan membuat kita dalam perlindungan yang teduh.
Orang yang tidak bisa silence, dia tidak akan mengerti akan perkataan-perkataan yang diajarkan oleh orang lain. Jadi, kita tidak bisa mengerti dan mendegar firman Tuhan tanpa kita silence. Jika kita sedang mengalami kebencian, kemarahan maka kita cepat-cepat masuk dalam Cell dan berdoa dalam keheningan dengan menutup indra kita, sekalipun kita berada di tengah-tengah situasi banyak orang. Tapi ingat kita mempunyai batin yang dapat silence dan berkata: saya ada dihadiran Allah.