PEMBARUAN MANUSIA BARU_NOUS

PENDAHULUAN

Setiap orang yang menaruh iman kepercayaannya kepada Yesus dan di baptis di dalam Kristus, ia mengenakan pakaian Kristus (Galatia 3:27). Semenjak ia mengenakan pakaian itu ia menjadi manusia baru (Kol 3:10). Theosis, bila itu tujuan pencapaian setiap orang percaya maka ada prosesnya itu disebut dengan proses memperbarui. Memperbarui hati artinya memperbarui Nous, yang terjadi di dalam pembaruan Nous adalah memiliki Fronew seperti Kristus (pola pikir Kristus). Pembaruan manusia baru merupakan salah satu cara untuk mencapai tujuan kita sebagai anak-anak Allah yaitu menjadi sama seperti Kristus.

Philokalia => kumpulan tulisan spiritualitas dari bapa-bapa gereja dan bapa padang gurun tentang bagaimana kita menjadi serupa dengan Kristus. Siapa kita? Galatia 3:27 =>  Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus. Pakaian Kristus adalah mengenakan manusia baru. Efesus 4:24, mengenakan Kristus atau manusia baru itu adalah terus memperbarui diri. Kol 3:10, Roma 8:29, Tujuan utama dari manusia yaitu supaya kita terus semakin segambar dan serupa dengan Kristus. Mengapa perlu kita percaya Kristus? 1 Yoh. 3:2, menjadi seperti Kristus harus ada harapan dan terus menyucikan diri. Cara menyucikan diri: 1 Kor 13:11 pertumbuhan spiritualitas dari anak-anak sampai dewasa, Efesus 4:13 proses penyucian diri. Filipi 3:21 bukan hanya spiritualitas kita yang semakin bertumbuh dan di perbarui tetapi tubuh kemanusiaan kita juga ikut di sucikan, sehingga kita menjadi manusia yang sejati, memiliki roh dan tubuh yang sejati.

PEMBAHASAN

Kehidupan spiritual kita masih harus terus berjuang menuju kesempurnaan yakni mendapat tubuh kebangkitan dan menyatu dengan Allah (Theosis). Sebab itu, di dunia ini sekarang tugas kita adalah mengerjakan keselamatan yang sudah Allah berikan (Filipi 2:12), menumbuhkan benih ilahi yang ada di dalam diri kita menuju kedewasaan sebagai anak-anak Allah (1 Yoh 3:9). Kehidupan rohani kita yang semakin dewasa melalui pembaruan akal budi (NOUS) atau manusia rohani atau manusia baru kita (Rom 12:2; Kol 3:10) yang dituntun oleh Roh Kudus (Gal 5:16) sehingga Nous tadi dapat menjadi penjaga atau benteng pertahanan terhadap serangan iblis atau godaan terhadap godaan atau keinginan daging atau tubuh kita.[1]

Kolose 3:10 Allah yang mengerjakan pembaruan diri kita, tetapi kita bersinergy dengan Allah. Dalam proses pembaruan diri kita tidak pasif tetapi bersinergy dengan Allah sehingga ada pertumbuhan untuk menjadi serupa dengan Kristus. Semua di mulai dari dalam (hati), sebab hati inilah proses pembaruan yang sejati. Mengapa dari dalam (hati)? Matius 7:20-21, Matius 12:25 Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Apa yang harus terjadi di dalam hati? Roma 12:2 pembaruan budi/NOUS atau mata batin, mata ini yang menentukan gelap terangnya tubuh kita yang menjadi pelita dari tubuh. Tujuannya supaya nous ini semakin suci, 1 Kor 2:16 Nous kita diambil alih oleh Kristus atau mengenakan Kristus. Filipi 2:5 mengenakan Nous Kristus.

Percaya => iman => di baptis => mengenakan pakaian Kristus/manusia baru => proses pembaruan mulai dari hati => Nous => phroneo (pola pikir), kita di ajarkan untuk memiliki Phroneo Kristus.

Roma 8:5 tentang phroneo Kristus, kolose 3:1-2 memikirkan hal-hal yang di atas tentang Kristus artinya memiliki phronema Kristus. Phroneomatos ini yang dapat mengalahkan phronema phatos (pikiran jahat). Nous yang jahat => perbuatan daging. Nous yang baik => hidup menurut Roh Kudus atau phronema Kristus.

Mengapa harus ada pembaruan hati? Sebab di dalam hati ada hal-hal yang menajiskan sehingga yang dapat diperbaharui adalah Nous. Mengapa Nous yang harus diperbarui, apa yang terjadi didalam Nous kita? Ada sesuatu yang harus di dalam Nous ini yaitu Froneo artinya kita harus memiliki Froneo yang seperti Kristus. Nous itu ibarat batin dan Froneo itu artinya pola pikir atau suatu hasil produk dari Nous yang disebut dengan pikiran batin. Memperbarui Nous artinya memikirkan hal-hal yang diatas (Kol. 3:1-2). Kita percaya dan dibaptis (Galatia 3:26-27) => pakaian Kristus (anak-anak Allah) => manusia baru => Nous Kristus 1 Kor 2:16 (hegemonikon, mata batin, mata ketiga) => Fronema pneumatos -> proses pembaruan Roma 12:2; Kolose 3:10, yaitu:

  • Froneo pada hal-hal di atas (Kol 3:2) ó kontras (Filipi 3:19)
  • Froneo pada hal-hal yang dari Roh (Roma 8:5)
  • Froneo pneumatos/ Froneo seperti Kristus (Filipi 2:5)

Jika dalam proses kita melenceng maka yang kita hasilkan adalah:

  • Froneo pada hal-hal daging/ Froneo pada hal-hal duniawi (Filipi 3:19; Roma 8:5)
  • Froneo sarkos
  • Pola pikir daging

Proses pembaruan dilakukan secara terus-menerus sampai seikon dengan pencipta kita (Kolose 3:10). Mestinya kita mengenakan manusia baru (Efesus 4:24) dan diperbarui. Roma 8:29, 1 Yoh 3:2 sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam Kristus Galatia 4:19. Kita segambar dan serupa dengan Kristus baik jiwa maupun tubuh. 1 Kor 13:11 => mengubah pikiran kanak-kanakku, sifat kanak-kanak kerohanian. Hingga kita menjadi sempurna, dewasa penuh (Efesus 4:13). Kita harus mengalami pertumbuhan manusia baru di dalam jiwa (Efesus 4:15). Tubuh yang hina dan yang fana kita juga menjadi tubuh yang mulia seperti tubuh Kristus, tubuh yang bersinar/ bercahaya Filipi 3:21. Mengambil bagian di dalam kodrat Ilahi sebab kita akan menjadi segambar dan serupa dengan Kristus 2 Petrus 1:4. Kolose 3:10 => proses pembaruan itu dikerjakan oleh Allah, tetapi Allah mengajarkan kita untuk bersinergy dengan-Nya Filipi 2:13; 1 Kor 3:6, 9. Mengerjakan pembaruannya sampai menuju Theosis yang dimulai dari pembaruan hati. Sebab hati ini berisi dua kekayaan, Good treasure (harta kekayaan yang baik) dan evil treasure (harta kekayaan yang jahat). Kita terus diperbarui walaupun sudah menjadi manusia baru sebab kita masih mewarisi yang dapat menajiskan hati kita.

Pembaruan apa yang harusnya terjadi di dalam hati? Rasul Paulus menjelaskan kepada kita untuk pembaruan budi (pembaruan Nous) Roma 12:2; Matius 6:22-23. Budi yang bahasa aslinya Nous/ mata tunggal/ mata ketiga. Mata ini tidak berbicara tentang mata jasmani kita melainkan mata rohani atau mata batin kita. Setelah kita memperbarui Nous ini maka kita memiliki Nous Kristus. Dalam Roma 8:5 Froneo kita dapat mengarahkan kearah roh dan ke arah daging juga. Jika Fronema kita mengarah pada daging maka yang kita hasilkan adalah Sarkos, tetapi yang harus kita hasilkan dalam pembaruan Nous adalah Fronema pnematos. Jika Fronema Pneumatos yang terjadi maka yang dihasilkan adalah Fronema pada hal-hal yang di atas dan hal-hal yang dari Roh (Kol 3:1-2), melihat dimana Kristus ada. Efeknya adalah memikirkan hal-hal yang dari Roh Kudus. Dengan memiliki Fronema Pneumatos maka kita harus mematikan Fronema Sarkos, sehingga Fronema pneumatos menjadi senjata yang ampuh untuk mematikan fronema sarkos. Fronema sarkos menghasilkan Logismoi Kakoi artinya memiliki hal-hal yang bertentangan dengan roh yang menimbulkan Epitumia sarkos (nafsu jahat). Jika Epitumia sarkos ini dibuahi maka menghasilkan perbuatan daging atau dosa. Jika dosa itu matang maka mendatangkan mati/ maut.

Proses pembaruan ini pada intinya dimulai dari dalam atau dari hati atau batin manusia baru. Mengapa? Sebab kata Yesus, “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan” (Mar 7:20-21 TB; lihat juga Mat 15:19). Proses pembuahan di atas bisa kita gagalkan sebelum ia melahirkan dosa. Bagaimana caranya? Kembali lagi nous dan fronew kita berperan penting. Dan ini adalah peperangan batin atau pertempuran jiwa untuk melawan logismoi dan nafsu daging itu.[2]

Perlunya menjaga Nous dalam memperbarui Nous sebab yang duluan diserang oleh peiramos (iblis) adalah Nous. Sebab Nous merupakan pemegang kendali dari apa yang dipancarkan dari dalam hati yang penuh dengan angan-angan. Menjaga Nous dapat dikerjakan melalui doa tanpa henti, Doa puja Yesus, dan Hesicehim.

Dalam menjaga Nous kita perlu mengosongkan Nous dan diisi dengan pneumatos. Cara mengosongkan Nous adalah dengan melawan pikiran-pikiran jahat. Kita memerlukan Energy dalam melawan keinginan ini, sebab kekuatan kita tidak dapat melawannya. Energi Ilahi dibutuhkan untuk menguasai kehendak kita karena manusia masih ada kehendak bebas dalam memilih kehendak Allah atau keinginan daging. Di dalam diri manusia masih ada penyakit jiwa yaitu nafsu daging yang mesti kita matikan Kolose 3:5. Nafsu daging yang muncul dari logismoi sarkos (logismoi jahat) berasal dari fronew sarkos atau pola pikir yang sudah dikuasai oleh roh jahat. Fronew Sarkos berasal dari Nous, Nous yang tidak terjaga. Bagaimana kita dapat menjaga Nous? Salah satunya dengan melakukan Jesus Prayer, reading bible, dan latihan rihani lainnya. Akan tetapi pilihan untuk melakukan hal yang baik dan hal yang jahat itu ada di dalam kehendak bebasmu. Jika kehendak bebas kita memilih keinginan atau nafsu Roh maka Energi Ilahi akan bekerja sama dengan kehendak bebas kita untuk mengerjakan keselamatan kita.

Seseorang yang suka melakukan dosa ia sedang merobek gambar Allah di dalam jiwanya sehingga jiwanya jauh dan terputus dengan Allah. Pathos ini mengaburkan keindahan Allah. Pathos merupakan nafsu jahat. Kerja Nous kita secara natural dan seharusnya itu Mulai dari Nous yang diisi dengan pikiran Kristus. Passion itu bukan sesuatu hal yang natural atau yang Tuhan ciptakan di dalam diri manusia. Tetapi berasal dari Nous yang tidak terjaga. Tuhan tidak menciptakan kejahatan tetapi kita yang mengubah keinginan yang natural menjadi passions (jahat). Tuhan memberikan kita emosi (marah) untuk melawan si jahat itulah secara natural. Jika kita menggunakannya sembarang sehingga menjadi unnatural untuk menyakiti sesama. Kita mempunyai ambisi/ dorongan/ keinginan untuk unggul melakukan kebajikan. Tetapi jangan berlomba-lomba untuk melakukan yang jahat. Kita memiliki keinginan untuk mencapai kemuliaan. Sukacita merupakan natural tetapi jangan senang diatas penderitaan orang lain. Kita mempunyai desire untuk makan tetapi jangan menjadi serakah untuk makan.

Pathos => ketidakmurnian, kemarahan, penolakan, kekuatiran, penyakit-penyakit rohani yang lain. Neilos berkata: pathos itu merupakan dosa yang kelihatan dan penyakitnya atau penyebabnya adalah passions. John => penyakit dari org yang tidak percaya. Penyakit terbesar dalam melakukan dosa adalah memiliki rasa tidak mau tau tentang Allah, sombong, suka dipuji, tidak peduli tentang Allah. Thalassios => penyakit jiwa adalah sebuah pengambilalihan oleh yang jahat. Abba Philimon => pikiran-pikiran akan hal-hal yang sia-sia adalah penyakit yang tersembunyi di dalam hati nurani kita. Penyakit dari iblis dan kecuekan akan Allah. Penyakit jiwa atau ketidakpercayaan. Gregori Palamas => ada passions yang natural dan ada passion yang unnatural.

Penyakit ini perlu disembuhkan dan jangan dibiarkan. Perlu terapi atau obat yang kita minum yaitu jiwa yang melibatkan 2 pihak, 1 Allah yang sebagai dokter dan kita sebagai pasien. Kita mesti memiliki kerjasama antara kehendak Allah dengan kehendak bebas kita. Kita juga harus diterangi dengan energy Ilahi Allah. Terapi jiwa itu bisa dijelaskan melalui doa, meditasi, sakit menderita, yang bisa menumbuhkan iman kia, kasih Kristus, hikmat, pertobatan. Ini merupakan terapi yaitu Philokalia.

Hanya melalui Kristus kita dapat mencapai Keselamatan dan tujuan akhir dari kehidupan kita. Orang percaya selalu mengerjakan keselamatannya melalui pembaruan baru dan menjadi seperti Kristus. Menjadi seperti Kristus berarti mengalami keselamatan yakni pemuliaan atau theosis yaitu mengenakan manusia baru dan tubuh kebangkitan yang tidak akan binasa sehingga kita bisa ambil bagian dalam kodrat ilahi  (2 Petrus 1:4). Kita diubah menurut pola atau teladan kita yang sejati yaitu Kristsu yang adalah rupa Allah yang sejati. Dan semuanya itu hanya bisa terjadi ketika Firman Allah itu berinkarnasi menjadi manusia.[3]

Firman menjadi manusia untuk mencerahkan manusia tentang Allah. Sebab itu, kita manusia harus hidup di dalam Firman yang jadi manusia itu dengan jalan dibaptis di dalam Kristus sehingga mengalami kelahiran baru menjadi ciptaan atau manusia baru yang menngenal Allah. Bersinergi dengan Kristus adalah kunci untuk mengerjakan keselamatan kita melalui pembaruan manusia baru. Bersinergi dengan Kristus dalam doa dan ibadah sakramen perjamuan Kudus  adalah proses mengerjakan keselamatan kita. bersinergi dengan Kristus adalah sebuah terapi bagi manusia daging dan batin kita. Terapi ini adalah untuk memperbarui manusia baru yaitu mematikan manusia daging dan menumbuhkan manusia rohani kita[4].

Yesus harus lahir di dalam hati kita supaya roh dan jiwa kita menjadi hidup (Efe 2:1,5), kita menjadi manusia baru (Efe 4:23-24), manusia rohani yang terus bertumbuh dari bayi sampai dewasa seperti Kristus, dengan jalan memperbarui Nous (mata batin) kita (Askesis jiwani) dan menyalibkan atau mematikan manusia daging kita (Gal 5:24; Kol 3:5) supaya tubuh kita menjadi kudus di hadapan Allah. Proses pembaruan Nous dilakuan secara terus menerus hingga mencapai level purifikasi. Proses purifikasi ini adalah mengerjakan apa yang dikerjakan Logos Allah setelah berinkarnasi yaitu penebusan dosa. Yesus menjalani jalan salib yang penuh penderitaan lahiriah dan batin, disalib sampai mati di atas kayu salib, dikubur dan turun kedalam alam maut, dan bangkit pada hari Minggu pagi. Penebusan Kristus yang sekali itu melahirkan kita menjadi manusia baru atau manusia baru atau manusia rohani. Supaya manusia rohani ini terus menjalani jalan salib, memikul salib, menyangkal diri untuk menyalibkan manusia daging (hidup kudus; penyucian diri 1 Yoh 3:3) dan manusia rohani kita ikut Yesus.

Sumber:

[1] Hendi, Inspirasi Batin 1 (Yogyakarta: 2017) 39.

[2] Marnystrong.home.blog/2019/11/26/pembaruan-manusia-baru/

[3] Hendi, Inspirasi Kalbu 2 (Yogyakarta: 2018) 24.

[4] Hendi, Inspirasi Kalbu 3 (Yogyakarta: 2019) 88.

Ringkasan Spiritual Philokalia, Part 7: Wise Advices

Untuk memperoleh pengetahuan spiritual yang diwujudkan dalam hukum Roh yang akan menghasilkan buah Roh. Maka perlu bersinergi dengan Roh Kudus yang mencurahkan pengetahuan itu dan mengajarkan apa yang Tuhan ajarkan kepada kita. Langkah pertama adalah:

  1. Repentance (pertobatan) setiap hari, membuka hati kita dan membiarkan Roh Kudus masuk dalah hati yang melindungi nous kita. Dengan kerendahan hati mengakuai dosa-dosa kita. St. Efagrios: pertobatan akan mengubah kehidupan secara keseluruhan sehingga memiliki kebijaksanaan dan pengetahuan. Dosa tanpa pertobatan yang akan membawa pada kematian.
  2. Doa untuk pertobatan, berani berkata tidak kepada dosa
  3. Melepaskan dari semua godaan/ peirasmos
  4. Keheningan batin

Jangan bertobat jika hanya sekedar tampilan saja tapi dengan takut dan gemetar di hadapan Allah. Ketika berdoa, buatlah dirimu sedang berdiri di hadapan Allah, fokuskanlah dirimu dengan memori/ingatan dengan dosa sehingga merasa takut di hadapan Allah. Pikiran ketidak layakan kita berdoa di hadapan Allah adalah strategi dari iblis, maka cepat-cepatlah untuk malanjutkan doamu. Berdoalah dengan Roh (Roh Kudus) dan kebenaran (Kristus). Nous yang diberkati adalah doa tanpa henti yang ada kerinduan untuk tau tentang Allah.

Tujuan dari kehidupan kita adalah gambar Allah yang ada dalam diri kita dikerjakan dan semakin serupa dengan Allah. Amin.

Aplikasi (obedience/ketaatan)

  1. Latihan untuk hidup dalam keheningan batin
  2. Kebajikan untuk membangun hubungan yang intim kepada Tuhan.
  3.  Mengarahkan jiwa ini untuk mendengar suara Tuhan
  4. Hidup dalam kebenaran
  5. Hidup dalam kesederhanaan

Marniwati Gulo

Semster 7

Dosen: Dr. Hendi Wijaya, S.S

Ringkasan Spiritual Philokalia, Part 6: Energeia

Berdoa dengan sungguh => belas kasihan Allah bekerja => membuahi nous => menghasilkan buah Roh. Doa puja Yesus adalah bagian kita yang perlu kita lakukan tanpa henti. Doa ini tidak bekerja sendiri (walau itu usaha kita untuk terus mau berdoa) tetapi kita bersinergi dengan Allah. Esensi dan energi adalah kutub yang dimiliki Allah untuk berhubungan dengan manusia. Kutub esensi adalah hal-hal yang misteri, yang sulit untuk di mengerti oleh manusia. Sedangkan kutub energi adalah tindakan Allah, karya Allah, ciptaan Allah. Untuk memahami siapa Allah itu suatu hal yang misteri tetapi kita hanya bisa tau tindakan-tindakan Allah atau penyingkapan diri-Nya melalui ciptaan-Nya, Inkarnasi Yesus Kristus, wahyunya Allah, artinya Dia ada di segala sesuatu melalui ciptaan. Kita mengenal Allah hanya melalui Yesus Kristus dan tidak ada seorang pun yang dapat melihat Allah jika tidak mengenal Yesus Kristus (Yohanes 1:18).  Melalui Esensi-Nya Allah itu misteri tetapi melalui energi-Nya kita dekat dengan Allah.

               Anugerah Allah itu adalah energi Allah (Yesus Kristus), Allah yang misteri dinyatakan oleh Yesus Kristus dan anugerah itu dicurahkan oleh Roh Kudus. Energi Allah bukan sesuatu yang keluar diluar diri Allah tetapi Allah itu sendiri yang dinyatakan oleh Yesus Kristus melalui inkarnasi.

Filipi 2:13 => Allah sang pemberi energi di dalam diri kita artinya Allah yang mencurahkan diri-
Nya di dalam diri kita. Efesus 1:2 Energi Ilahi inilah yang membangkitkan Yesus Kristus. Roma 7:4 benih Allah (pengorbanan Kristus dan kemenangan-Nya) dan penyatuan dengan benih kita (iman). Itulah benih Allah yang ditanamkan di dalam diri kita sehingga dapat melahirkan benih Ilahi (anak-anak Allah). 1 Yoh 3:1, 9 => penyatuan benih manusia dan benih Allah. Kita mewarisi DNA/ Genetik Allah karena kita lahir dari Allah, Roh Kudus yang mencurahkan anugerah/benih itu kepada kita Roma 5:5. Benih Ilahi ada satu kekuatan untuk mengalahkan dosa 1 Yoh 3:9 maka kerjakanlah keselamatan itu. Benih Ilahi yang dicurahkan Roh Kudus ke dalam hati kita membutuhkan pekerjaan dari kita dengan iman dan bersinergi dengan Allah. Energi itu adalah perpaduan baik dari energi Allah dan juga dengan kehendak bebas kita. Kehendak bebas kita harus di panasin atau di cash oleh energi Allah seperti doa puja Yesus.

Aplikasi (obedience/ketaatan)

  1. Mengandalkan energi Allah untuk mengalahkan energi iblis melalui kehendak bebas kita yang bersinergi dengan Anugerah Allah.
  2. Gunakan kehendak bebas dengan doa puja Yesus, sehingga energi Allah bekerja di level kemauan kita.
  3. Tetaplah menjadi pewaris DNA/ genetik Allah memalui perpaduan antara Energi Allah dengan kehendak bebas kita.

Marniwati Gulo

Semster 7

Dosen: Dr. Hendi Wijaya, S.S

Ringkasan Spiritual Philokalia, Part 5: Jesus prayer

Logismoi atau pikiran-pikiran jahat seperti benih, jika di biarkan maka tumbuh seperti rumput liar di dalam hati kita. Di dalam hati terdapat hukum Allah/roh dan hukum daging. Hukum Allah ini yang akan di biarkan bertumbuh dan menghasilkan buah Roh, jika bukan hukum Allah maka sebaliknya hukum daging itu yang bertumbuh. Salah satu cara merawat hati/nous kita adalah dengan melakukan Jesus Prayer “Lord Jesus Christ son of God have mercy on me/ Tuhan Yesus Anak Allah kasihanilah aku orang yang berdosa”.

  1. Lord Jesus Christ Son of God (Tuhan Yesus Anak Allah) => Allah Tritunggal yang kita sembah itu (Bapa, Anak, dan Roh Kudus). 1 Kor 12:3 => ketika kita berdoa menyebut nama Yesus berarti Allah Tritunggal yang bekerja di dalam hati kita.
  2. Have mercy on me a sinned => dengan kerendahan hati kita meminta kesembuhan dari Allah Tritunggal.

Fokus dari doa puja Yesus ini adalah dengan nama “Yesus” sebab hanya nama Yesus yang berkuasa Kis 4:12. Hidup di dalam nama Tuhan Yesus, dan selalu menjaga hati dengan nama Tuhan Yesus. Spontan jangan pernah berhenti menyebut nama Tuhan Yesus. Tujuan dari Jesus Prayer adalah bersatu dengan Kristus, dengan meminta belaskasihan bagi kita dan teman kita. Kis 4:12 => kekuatan doa puja Yesus ada dalam nama Yesus yang dilakukan dengan iman dan dijalani dengan apa yang Tuhan inginkan. Jesus Prayer menolong kita supaya Nous berbicara kepada Allah sehingga kita merasakan kehadiran Allah. Memusatkan pikiran kepada Kristus dan membiasakan Nous berkata doa.

Aplikasi (obedience/ketaatan)

  1. Milikilah keheningan batin untuk bisa mendengar apa yang Tuhan katakan kepada kita dan bisa mendengar diri sendiri, bisa mendengar orang lain, melalui Doa Puja Yesus.
  2. Keheningan tidak berpengaruh dengan banyak aktivitas dan sibuk, tetapi keheningan batin yang selalu ada. Memberikan peluang pada batin untuk dapat mendengarkan Tuhan.
  3. Selalu melakukan keheningan dan doa tanpa henti “Jesus Prayer”
  4. Berdoalah tanpa henti sampai doa ini yang mengontrol kehidupan kita. Tarik nafas “Tuhan Yesus Kristus” buang nafas “kasihanilah aku”.

Marniwati Gulo

Semster 7

Dosen: Dr. Hendi Wijaya, S.S

Ringkasan Spiritual Philokalia, Part 4: Menjaga Nous, Kontra Bicara, Berkata Tidak

Hati merupakan tentra atau wadah bagi jiwa manusia. Di dalam hati ada hukum daging (yang dikontrol oleh hawa nafsu) dan hukum roh (yang digerakkan oleh Roh Kudus). Bagaimana agar hati ini dikuasai oleh Nousnya Kristus dan hukum roh? di dalam philokalia:

  1. Diantara nafsu ada kemarahan, kemarahan yang natural atau yang murni untuk dimiliki oleh manusia. Memiliki kemarahan (gairah untuk memperoleh kemurnian). Pertempuran pertama di mulai dari hati, maka milikilah hati nurani (murni) yang segera bekerja untuk mematikan keinginan daging kita. St. Simeon, jika kita tidak menjaga Nous kita, maka kita tidak memperoleh kemurnian dan kedamaian (Matius 5:3-10) untuk melihat Allah. Nous harus berpatroli dalam hati kita. Langkah pertama untuk menuju terang adalah menjaga hati.
  2. Yohanes berkata: tutup lidah kita untuk berbicara yang jahat dan jaga hati (nous), amati dalam bentuk apa perampok pikiran anda dari Kristus. Gregori Palamas berkata (Nous kita setiap hari meneliti atau menjaganya melalui pertobatan dan pengakuan dosa (menghakimi diri sendiri maka kita tidak di hakimi) melakukan pemerikasaan pikiran kita => membaca firman dan mempraktekannya.
  3. Berpegang teguh kepada Tuhan dalam hati, memandang kepada Allah untuk meminta bantuan-Nya melalui doa puja Yesus. Memanggil nama-Nya, meminta belaskasihan-Nya tanpa henti.
  4. 4 langkah menjaga Nous kita untuk tetap kepada Allah: Keheningan, doa, cinta/kasih, dan pengendalian diri (self control).
  5. Max. berkata: Amsal 4:23, menjaga hati dari kewaspadaan Nous. Semakin mendalami doa kita maka semakin mengenal hati kita, hukum roh inilah yang harus mengontrol hukum daging kita. Berdoa dan berjaga-jagalah!
  6. Melalui kontra bicara, kita membuka hati untuk Kristus dan menutup telinga pada pikiran jahat.
  7. Berani mengatakan tidak. Pikiran jahat tidak mudah masuk jika kita tegas menolak dan mengatakan tidak kepadanya.

Aplikasi (obedience/ketaatan)

  1. Menjaga Nous dengan berdoa tanpa henti di dalam keheningan, doa, cinta/kasih, dan pengendalian diri
  2. Melalui kontra bicara, kita membuka hati untuk Kristus dan menutup telinga pada pikiran jahat
  3. Berani mengatakan tidak. Pikiran jahat tidak mudah masuk jika kita tegas menolak dan mengatakan tidak kepadanya. Menolak kemauan naluri kita dan mengatakan Ya kepada kehendak Allah.

Marniwati Gulo

Semster: Tujuh

Dosen: Dr. Hendi Wijaya, S.S

Ringkasan Spiritual Philokalia, Part 3: Hati & Logismoi

Hati

Menjaga hati sangatlah berpengaruh dari kesehatan setiap manusia. Baik Hati secara lahiriah maupun secara batiniah. Hati lahiriah yang rusak dan sakit dapat melemahkan seluruh anggota tubuh yang lain. Demikian pula dengan hati batiniah kita yang tidak terjaga dari godaan maka roh kita akan lemah. Hati merupakan salah satu karunia terbesar Allah kepada kita. Hati jauh lebih besar dari Nous kita. Melalui Nous kita dapat mengenal Allah. Hati memiliki banyak keinginan dan pilihan, tetapi Nous yang lebih memberikan kita semakin mengenal Allah. Kemampuan hati: mengasihi, menginginkan, dan memilih. Sebab dalam hati terdapat kehendak bebas. Karena hal ini hati lebih besar dari Nous sebab terdapat kasih dan cinta atau dapat disebut dengan pusat atau inti dari roda kehidupan. Dari berbagai banyak keinginan untuk memilih ada hati kita yang memimpin kepada pengenalan akan Allah. Setiap orang memiliki 2 hati, hati jasmani dan hati jiwa kita. Roma 5:5 hati merupakan wadah untuk menerima kasih Allah, sehingga siapkanlah hati kita untuk menerimanya dan memiliki nous yang mengarahkan keinginan kita kepada Allah. Mengosongkan diri dengan mengisi Tuhan dan keinginan Nous kita bukan keinginan hati yang berdasarkan indra saja. Mazmur 51:10, menciptakan hati yang suci dan Tuhan meminta hati kita. Maka biarkanlah Tuhan bertakhtah di dalam hatimu. Hati merupakan wadah dari persinggahan Allah.

Logismoi

Logismoi artinya pikiran. Logismoi ini adalah bibit dari nafsu, jika dibiarkan akan menghasilkan nafsu sehingga kita berbuat dosa. Logismoi muncul dari Nous yang sudah terfokasi oleh godaan. Proses muncul Logismoi: Godaan => Nous => godaan => Logismoi => nafsu => dosa => maut. Jagalah Nousmu senantiasa sebab logismoi selalu menyerang Nous kita. Strategi untuk mencegah bagaimana supaya Logismoi tidak membuahi nafsu: mengetahui strategi iblis dulu => membuat kita nyaman berbuat dosa (Allah sebagai Allah pengampun) => terus berbuat dosa (menganggap kita tidak layak kembali kepada Allah) menutup jalan untuk berbalik kepada Allah. Di dalam doa ada 2 sisi yang mempengaruhi atau tujuan kita. Sisi satu (membuat kita nyaman dan dekat dengan Allah), sisi lain (keinginan yang selalu menyerang doa kita). Hal yang menyatukan pikiran yang berantakan adalah doa yang singkat dan dilakukan terus menerus.

Logismoi => penyakit dari jiwa kita (yang menggerogoti jiwa). Doa singkat dan yang dilakukan terus menerus, bunyinya: “Tuhan Yesus Anak Allah, kasihanilah saya orang berdosa ini”. Perlulah kita menjaga Nous dan menghambat logismoi dari jiwa kita melalui doa puja Yesus. pations atau nafsu (pathos/penyakit bagi jiwa) yang menggerogoti jiwa kita. Jiwa merupakan kompleklitas tubuh manusia, manusia terdiri dari manusia lahiriah (tubuh) dan manusia lahirian (roh dan jiwa). Manusia lahiriah (roh) ada Tritunggal (Nous (Bapa), reasen, emosi, perasaan (logos), roh (spirit), yang 3 ini ada 1 esensi bukan 3). Logismoi itu kuat, Maximus berkata: jika kita pertama-tama pikiran berbuat dosa maka tubuh kita sekali-kali tidak berbuat dosa. Kita menciptakan neraka di dalam pikiran kita jika kita menyambut pikiran jahat, pikiran anda akan membawa anda kemana kamu pergi. Nous => ego yang sadar (yang dapat menghendel semua yang tidak sadar), Hati => seperti alam bawa sadar.

Aplikasi (obedience/ketaatan)

  1. Jangan biarkan penjaga hatimu tertidur (melakukan doa tanpa sadar)
  2. Jangan biarkan arsipmu mudah di bongkar oleh pikiran jahat

Marniwati Gulo

Semester: Tujuh

Dosen: Dr. Hendi Wijaya, S.S

Ringkasan Spiritual Philokalia, Part 2: Nous di dalam philokalia

Proses menjadi serupa dengan Kristus tidak secara instan. Setelah menjadi manusia baru ada satu hal yang kita kerjakan, yaitu menjaga Nous dan mata Batin (Matius 6:22-23).  Nous merupakan pengendali dari roh kita. Nous menghasilkan manifestasi atau produk, seperti pikiran (Logismoi), emosi, perasaan, dll. Logismoi ini yang banyak kita kendalikan. Logismoi ada pikiran-pikiran yang baik (pikiran yang berasal dari roh) dan ada juga dialogismoi (pikiran-pikiran jahat). Dialogismoi jika dibiarkan akan menjadi nafsu jahat (Galatia 5) sehingga menjadi dosa dan diakhiri dengan maut dan mati, ini terjadi jika Nous kita tidak terjaga. Tetapi Yesus mengajarkan kita untuk mengerjakannya di dalam Kasih (buah Roh).

Phorneo adalah salah satu produk dari Nous, inilah yang harus diarahkan kepada Kristus (Roma 5:8, 13). Ketika kita melihat bagaimana diri kita, maka cukup kita melihat bagaimana hati kita. St. Nicodemus: philokalia adalah pemeliharaan Nous, satu tulisan yang sangat dalam, seperti sekolah hati, firdaus dari bapa gereja, sarana pengilahian itu sendiri. Nous khususnya kata yang sulit untuk diterjemahkan. Ware adalah salah satu penerjemah philokalia, Beliau agak ragu menerjemahkan kata nous, sehingga ia memakai kata Nous adalah Intelec. Nous itu harus dipelajari melalui pelajaran, di kerjakan melalui doa. Nous adalah satu visi untuk mencari kebenaran. Nous yang murni (yang tidak melawan Allah) sama seperti mata yang tidak dapat menerima satu debu. Milikilah pikiran seperti yang terdapat di dalam Filipi 4:8. Dari Nous ini berasal kekuatan tubuh dan jiwa (Matius 6:22). Jika Nous kita dikuasai oleh roh jahat maka kita menjadi orang yang picik dan lemah.

Nous sebagai Hegemonikon                                                         

Hegemonikon merupakan penguasa atau pemimpin dari hati kita. Dari kejatuhan manusia Nous jadi terluka, keinginan untuk melakukan nafsu jahat (Epitumia). Tetapi hanya melalui latihan rohani kita mendapat kesempatan dari Anugerah Tuhan. St. Hesicios mengatakan Nous sama seperti kepemimpinan Musa. Musa digambarkan sebagai Nous, yang memimpin Israel keluar dari perbudakan dan memberi hukum taurat. Musa bisa melihat Allah, Nous bisa melihat Allah. Musa memimpin keluar dari perbudakan = Nous ini memimpin kita keluar dari budak dosa. Nous adalah fakulti tertinggi dari roh manusia, Nous inilah yang langsung konek kepada Allah. Nous berdiam dari kedalaman hati kita. St. Antonius Agung (pendiri biara): Nous tidak ada di setiap jiwa orang. Jiwa yang tidak memilih baik tidak memiliki Nous. Artinya tidak semua orang dapat melihat Allah dan tidak memiliki hati yang murni dan suci. Jiwa dengan Nous suatu hal yang berbeda. Jiwa diselamatkan hanya dengan Anugerah Allah. Selamat tidaknya jiwa kita, itu tergantung dari Nous kita. Nous yang mengajarkan kepada kita tentang Allah melalui pertolongan Roh Kudus.  Nous merupakan organ pengetahuan dan kebijaksanaan dalam roh kita.

Nous bijak menahan jiwa dan menjaga tubuh, Nous yang bijaksanaan adalah Nous yang dikendalikan Tuhan. Nous seperti gambar Allah yang ada di dalam diri kita. Nous seperti rumah harta yang menyimpan semua memori kita. Nous mempunyai satu kekuatan untuk mengalihkan kita kepada Allah. Ada 2 Hukum, hukum daging dan hukum roh. Hukum daging = bekerja berdasarkan panca indra, Hukum roh = bekerja berdasarkan Nous yang membawa kita menyatu dengan Allah. Pengetahuan tidak mencapai level Nous, tetapi hanya melalui Anugerah Allah. Pengetahuan yang kita peroleh bagaimana agar dapat menyentuh hati/batin kita. Itulah disebut dengan latihan rohani 2 Petrus 1:5-7, maka bukalah hatimu untuk menerima Kristus dengan mempunyai iman dan mengalami pertumbuhan sehingga hal-hal ilahi dapat mengubah hidup kita.

Aplikasi (obedience/ketaatan)

Proses menjadi serupa dengan Kristus tidak secara instan. Ada beberapa hal yang harus kita kerjakan dengan kita menjaga Nous (mata batin) kita. Cara menjaga Nous:

  1. Memiliki Nous Kristus (Filipi 4:8)
  2. Memberi Nous harus di kendalikan oleh roh bukan panca indra
  3. Memiliki hegemonikon yang membawa kita keluar dari perbudakan dosa
  4. Memiliki Nous yang bijak dengan memilih hukum roh bukan hukum daging
  5. Mulai melakukan latihan rohani (2 Peturs 1-5-7).

Marniwati Gulo

Semester : Tujuh

Dosen: Dr. Hendi Wijaya, S.S

Ringkasan Spiritual Philokalia, Part 1: Pembaruan Manusia Baru-NOUS

Pembaruan Manusia Baru_Nous

Philokalia => kumpulan tulisan spiritualitas dari bapa-bapa gereja dan bapa padang gurun tentang bagaimana kita menjadi serupa dengan Kristus. Siapa kita? Galatia 3:27 =>  Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus. Pakaian Kristus adalah mengenakan manusia baru. Efesus 4:24, mengenakan Kristus atau manusia baru itu adalah terus memperbarui diri. Kol 3:10, Roma 8:29, Tujuan utama dari manusia yaitu supaya kita terus semakin segambar dan serupa dengan Kristus. Mengapa perlu kita percaya Kristus? 1 Yoh. 3:2, menjadi seperti Kristus harus ada harapan dan terus menyucikan diri. Cara menyucikan diri: 1 Kor 13:11 pertumbuhan spiritualitas dari anak-anak sampai dewasa, Efesus 4:13 proses penyucian diri. Filipi 3:21 bukan hanya spiritualitas kita yang semakin bertumbuh dan di perbarui tetapi tubuh kemanusiaan kita juga ikut di sucikan, sehingga kita menjadi manusia yang sejati, memiliki roh dan tubuh yang sejati.

Kolose 3:10 Allah yang mengerjakan pembaruan diri kita, tetapi kita bersinergy dengan Allah. Dalam proses pembaruan diri kita tidak pasif tetapi bersinergy dengan Allah sehingga ada pertumbuhan untuk menjadi serupa dengan Kristus. Semua di mulai dari dalam (hati), sebab hati inilah proses pembaruan yang sejati. Mengapa dari dalam (hati)? Matius 7:20-21, Matius 12:25 Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Apa yang harus terjadi di dalam hati? Roma 12:2 pembaruan budi/Nous atau mata batin, mata ini yang menentukan gelap terangnya tubuh kita yang menjadi pelita dari tubuh. Tujuannya supaya nous ini semakin suci, 1 Kor. 2:16 Nous kita diambil alih oleh Kristus atau mengenakan Kristus. Filipi 2:5 mengenakan Nous Kristus.

Aplikasi (obedience/ketaatan)

Percaya => iman => di baptis => mengenakan pakaian Kristus/manusia baru => proses pembaruan mulai dari hati => Nous => phroneo (pola pikir), kita di ajarkan untuk:

  1. Memiliki Phroneo Kristus, Roma 8:5 tentang phroneo Kristus, kolose 3:1-2 memikirkan hal-hal yang di atas tentang Kristus artinya memiliki phronema Kristus.
  2. Phroneomatas ini yang dapat mengalahkan phronema phatos (pikiran jahat). Nous yang jahat => perbuatan daging. Nous yang baik => hidup menurut Roh Kudus atau phronema Kristus.

Marniwati Gulo

Dosen: Dr. Hendi Wijaya, S.S

MENGAPA YESUS DI SEBUT MESIAS

Teologi Timur berbicara tentang gereja Timur. Pengertian Ortodox bukanlah aliran nama gereja, melainkan Orthodox berasal dari dua kata Yunani “Orthoos artinya lurus dan benar” dan “doxa artinya pengajaran atau pendapat dan kemuliaan”. Jadi Orthodox adalah ajaran yang lurus. Bagaimana kekristenan itu ada? Rasul Paulus beserta dengan kawan sekerjanya pergi bersama-sama dengan Jemaat dan tinggal bersama di Antiokhia (Kisah para rasul 11: 26). Perkembangan iman Kristen sebagai fondasi dari keberadaan Orthodox. Dasar yang di letakkan untuk memulainya adalah Yesus Kristus. Mengapa harus Yesus? karena Yesus Kristuslah semua kekristenan itu harus di mulai (1 Kor 3:11). Jadi dalam ayat ini telah ditegaskan kepada kita bahwa tidak ada dasar lain selain Yesus Kristus. Yesus yang sangat kontrovial waktu Yesus hidup “banyak orang yang berfikiran tentang Yesus” namun ada sesuatu yang diketahui oleh para Murid dari pada manusia (Matius 16: 13-14,17).  Yesus adalah Mesias artinya orang yang diurapi.

               Keunikan Yesus disebut sebagai Mesias adalah pada Perjanjian lama bahwa mesias itu harus ada catatan imam besar (Imamat 8:12). Sebab orang yang diurapi adalah seorang imam. Kedua, catatan Raja (1 Sam. 10: 1). Sebab orang yang diurapi adalah seorang yang menjadi raja. Ketiga catatan Nabi (1 raja-raja 19:16). Sebab orang yang di urapi adalah orang yang menjadi nabi. Dalam catatan ini orang-orang yang di urapi menjadi nabi, raja, dan imam adalah hanya yang sementara. Sebab mereka sebagai pengganti, berarti mereka tidak kekal. Namun demikian siapakah nabi, imam, dan raja yang kekal ini? Yang menjadi mesias secara kekal dan secara tidak tergantikan adalah Hamasiah, Ho kristos, Sah Kristus. Kristus bisa dikatakan yang demikian. Demikian itu dinyatakan sesudah Dia bangkit.

  1. Dia disebut Raja

Allah memberi segala kuasa kepada-Nya (Matius 28:18) atau Dia disebut sebagai sang mahakuasa, sang Raja maka otoritasnya disebut Tuhan. Wilayah kekuasaan-Nya mutlak dan segala-galanya mutlak kekal selama-lamanya yang tidak bisa digantikan, diubah dan dicampurbaukan (Lukas 1:32-33). Dalam sisi ini disebut Dia Hamasiaah.

  • 2. Catatan imam

Fungsi dari penyaliban adalah menggenapi nubuat-nubuat Perjanjian Lama. Yesus datang untuk melayani bukan untuk dilayani (Markus 10:45). Bahasa korban dari Perjannjian Lama adalah anak domba yang disembelih. Penyaliban Yesus adalah korban yang disembelih. Sebab Dialah anak domba paskah yang akan disembelih (1 Kor 5:7). Penderitaan yang dialami adalah api yang membakar korban. Ini dilakukan sebab korban yang dilakukan dalam Perjanjian Lama tidak sempurna atau bayangan atau samar-samar (Ibrani 10:1-3). Korban-korban Perjanjian Lama (Imamat 16). Ketika korban dibakar lalu abunya di buang di luar Yerusalem. Yesus setelah mati dan Ia bangkit lagi, sehinggga tubuh yang bangkit itu yang menjadi korban yang kekal (Roma 6:9). Imamat 16 adalah korban pendamaian yang hasilnya adalah darah. Tetapi korban Kristus adalah tubuhnya dan hasilnya kekal.

Dengan naik-Nya ke Surga Yesus sendiri yang mempersembahkan korban. Jadi Dia yang menjadi imam karena Dia mempersembahkan korban yang mutlak dan korban yang kekal dengan demikian Dia sebagai imam yang kekal. Jadi, Dia bukan sekedar mesias. Imam yang sebagai raja, Yesuslah itu (Ibrani 8:1).

  • Nabi

Seorang nabi adalah orang yang menyampaikan Firman kepada orang lain. Yesus adalah nabi (Matius 21:11). Kita tahu bahwa Yesus adalah Firman yang menjadi manusia. Jadi, Yesus adalah nabi di atas segala nabi karena Dia sumber dari Firman itu (Yoh 1:1,14). Alkitab adalah kesaksian atau terilham oleh Roh Kudus yang diberitakan Firman Allah. Semuanya dicatat supaya kita percaya kepada Yesus (yoh 20:30-31). Tujuan kita membacanya adalah agar kita bertemu dengan Yesus. Yesus adalah nabi yang tuntas, terakhir, seutuh-utuhnya karena Firman Allah ada di dalam Yesus. Tidak ada nabi sesudah Yesus datang karena Dialah masa nabi zaman dulu dan zaman akhir yaitu Anak (Ibrani 1:1-2).

Dengan banyaknya penyesatan dalam zaman ini, seorang muslim yang bernama Manahem Ali, dimana dia memiliki ajaran yang menyesatkan dan mengatakan bahwa mesias itu adalah Muhammad. Sedangkan kitab suci/ Alkitab kita mengajarkan bahwa kita harus sabar karena ada nabi-nabi palsu (II Kor 11:4). Kriteria yang benar adalah ajaran para Rasul yang menjadi tolak ukurnya. Dengan itu kita harus sabar dengan banyaknya ajaran-ajaran yang sesat ini. Secara tidak sadar mereka membinasakan jiwa-jiwa mereka. Terkutuklah orang yang percaya dengan ajaran-ajaran lain (Galatia 1:8). Semua harus kembali pada ajaran Rasul. Pada zaman Rasul, mengapa ada rapat memilih ganti Yudas? Untuk menjadi saksi tentang kebangkitan Yesus Kristus (Kis 1:21). Kisah yang diberitahukan oleh para Rasul ada  kebenarannya (Kis 3:15, 5:31-32) yang paling penting adalah implikasi kematian Yesus (1 Kor 15:3-4). Implikasi dalam hubungan dengan Allah adalah manusia berdosa maka akan mati (roma 3:25, 5:12). Tujuan Allah mengingatkan itu (Kej 2:16-17).

Yesus mati apakah karena Dia berdosa? Sama sekali tidak! Karena dalam surat Rasul mengakui bahwa Dia tidak pernah berbuat dosa (1 Yoh 3:5; II Kor 5:21; 1 Petrus 2:22). Tetapi mengapa Dia mati? Yesus mati karena kehendak Dia sendiri (Yoh 10:17-18). Bukan dengan kehendak manusia dan Bapanya. Dia sudah ada sebelum dunia ada (Yohanes 17:5). Wujud kemanusiaan-Nya adalah bukan awal dari penjelmaan-Nya. Implikasinya kepada kita adalah karena setiap orang mati berada di bawah cakraman iblis. Yesus mati tapi Dia di hari yang ketiga bangkit lagi (Ibrani 2:14). Waktu Yesus mati Dia bukan di cekram oleh iblis melainkan bertaruh kepada iblis dan Ia pun menang (Matius 12: 29; 1 Petrus 3:18-19). Kebangkitan Yesus merupakan jawaban dari banyak pertanyaan.

Setelah Petrus khotbah kepada orang banyak 3000 orang bertobat dan dibaptis maka berbentuklah gereja karena mereka berkomunitas. Ekklesial adalah kumpulan orang-orang yang dipangil. Gereja itu bukan di hati tapi ada sok-sok kemanusiaannya (1 Pet 2:9; Mat 16:18). Dalam ke 12 murid Yesus yang disebut pertama adalah petrus, mengapa? Karena Dia diangkat ketua para Rasul (Mat 10:1-4; Kis 1:15). Ada tiga yang diutamakan dalam 12 murid Yesus (Matius 17:1). Dalam rombongan Yesus ada ketua, bendahara (Lukas 8:1-2). Jadi ini bentuknya organisasi (Lukas 10:1). Gereja itu ada bentuknya dan aktivitasnya (Kis 2:21-22). Dari awal sudah ada orang Ibrani dan Yunani bersifat multi budaya (Kis 6:1-2) dari awal gereja bersifat banyak budaya (Galatia 3:28). Penatua adalah gembala-gembala gereja yang ditetapkan oleh para Rasul 1 Pet 5:1-2.

Marniwati Gulo

02 Maret 2020

KEBANGGAANKU Yoh 21:1-14; 1 Tim. 1:15-17

Yesus menampakkan diri-Nya yang ketiga kali kepada murid-murid-Nya di tepi pantai danau Tiberias. Setelah Yesus bangkit dari antara orang mati semua orang yang mendengarnya tidak mudah untuk percaya bahkan mirid-murid pun tidak langsung mengenal-Nya. Dalam ayat 5 Yesus memanggil mereka “Παιδία, atau a infant, children” artinya bayi atau anak-anak. Ini bukan berarti bahwa fisik mereka masih anak-anak tetapi Yesus memanggil mereka sesuai dengan iman yang mereka punya. Iman mereka masih kanak-kanak atau masih belum dewasa kepada Yesus Kristus. Panggilan ini bukan sekedar memanggil saja tetapi karena ada arti dan tujuan Yesus memanggil mereka demikian. Yesus adalah Allah yang memenuhi keperluan anak-anak-Nya, Ia menanyakan lauk pauk mereka dan memberikanya. Ini salah satu pertanda kasih sayang Yesus kepada orang yang berkekurangan.

Seorang anak kecil ketika orang tuanya memenuhi kebutuhannya, maka ia sangat bahagia dan menghampiri orangtuanya. Demikian pula dengan apa yang terjadi kepada murid-murid Yesus. Guru atau Tuhan mereka yang sudah tiga hari hilang dan meninggalkan mereka datang kembali dan menunjukkan kasih sayang-Nya. Betapa terkejut terheran-herannya murid Yesus ketika bertemu dengan-Nya walaupun ada di antara mereka yang mengkhianati bahkan menjual-Nya tetap saja Yesus datang menyelamatkan dan mengasihi mereka. Akan tetapi respons setiap anak atau murid Yesus berbeda-beda. Namun, sebagian besar mereka tidak percaya bahwa yang menghampiri mereka bukan Yesus Kristus. Jika Yesus memperhitungkan semua perbuatan murid-Nya kepada-Nya maka yang ada bukan mengasihi mereka melainkan sebaliknya. Tetapi Ia datang bukan untuk mendendam melainkan untuk mengasihi dan menyelamatkan manusia.

Jika kita seorang anak kecil dan disayang sama orang tua maka begitu bahagianya kita dan bangga mempunyai orang tua seperti itu. Sekarang ketika Yesus Tuhan kita datang untuk menyelamatkan serta mengasihi kamu dengan mengorbankan nyawanya. Apakah kamu masih kurang percaya bahwa Dia itu Allah Tuhan, tidak bangga dan kurang percaya diri untuk memberitakan kabar baik ini kepada orang lain?

Marniwati Gulo

15 Februari 2020