PENDAHULUAN
Setiap orang yang menaruh iman kepercayaannya kepada Yesus dan di baptis di dalam Kristus, ia mengenakan pakaian Kristus (Galatia 3:27). Semenjak ia mengenakan pakaian itu ia menjadi manusia baru (Kol 3:10). Theosis, bila itu tujuan pencapaian setiap orang percaya maka ada prosesnya itu disebut dengan proses memperbarui. Memperbarui hati artinya memperbarui Nous, yang terjadi di dalam pembaruan Nous adalah memiliki Fronew seperti Kristus (pola pikir Kristus). Pembaruan manusia baru merupakan salah satu cara untuk mencapai tujuan kita sebagai anak-anak Allah yaitu menjadi sama seperti Kristus.
Philokalia => kumpulan tulisan spiritualitas dari bapa-bapa gereja dan bapa padang gurun tentang bagaimana kita menjadi serupa dengan Kristus. Siapa kita? Galatia 3:27 => Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus. Pakaian Kristus adalah mengenakan manusia baru. Efesus 4:24, mengenakan Kristus atau manusia baru itu adalah terus memperbarui diri. Kol 3:10, Roma 8:29, Tujuan utama dari manusia yaitu supaya kita terus semakin segambar dan serupa dengan Kristus. Mengapa perlu kita percaya Kristus? 1 Yoh. 3:2, menjadi seperti Kristus harus ada harapan dan terus menyucikan diri. Cara menyucikan diri: 1 Kor 13:11 pertumbuhan spiritualitas dari anak-anak sampai dewasa, Efesus 4:13 proses penyucian diri. Filipi 3:21 bukan hanya spiritualitas kita yang semakin bertumbuh dan di perbarui tetapi tubuh kemanusiaan kita juga ikut di sucikan, sehingga kita menjadi manusia yang sejati, memiliki roh dan tubuh yang sejati.
PEMBAHASAN
Kehidupan spiritual kita masih harus terus berjuang menuju kesempurnaan yakni mendapat tubuh kebangkitan dan menyatu dengan Allah (Theosis). Sebab itu, di dunia ini sekarang tugas kita adalah mengerjakan keselamatan yang sudah Allah berikan (Filipi 2:12), menumbuhkan benih ilahi yang ada di dalam diri kita menuju kedewasaan sebagai anak-anak Allah (1 Yoh 3:9). Kehidupan rohani kita yang semakin dewasa melalui pembaruan akal budi (NOUS) atau manusia rohani atau manusia baru kita (Rom 12:2; Kol 3:10) yang dituntun oleh Roh Kudus (Gal 5:16) sehingga Nous tadi dapat menjadi penjaga atau benteng pertahanan terhadap serangan iblis atau godaan terhadap godaan atau keinginan daging atau tubuh kita.[1]
Kolose 3:10 Allah yang mengerjakan pembaruan diri kita, tetapi kita bersinergy dengan Allah. Dalam proses pembaruan diri kita tidak pasif tetapi bersinergy dengan Allah sehingga ada pertumbuhan untuk menjadi serupa dengan Kristus. Semua di mulai dari dalam (hati), sebab hati inilah proses pembaruan yang sejati. Mengapa dari dalam (hati)? Matius 7:20-21, Matius 12:25 Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Apa yang harus terjadi di dalam hati? Roma 12:2 pembaruan budi/NOUS atau mata batin, mata ini yang menentukan gelap terangnya tubuh kita yang menjadi pelita dari tubuh. Tujuannya supaya nous ini semakin suci, 1 Kor 2:16 Nous kita diambil alih oleh Kristus atau mengenakan Kristus. Filipi 2:5 mengenakan Nous Kristus.
Percaya => iman => di baptis => mengenakan pakaian Kristus/manusia baru => proses pembaruan mulai dari hati => Nous => phroneo (pola pikir), kita di ajarkan untuk memiliki Phroneo Kristus.
Roma 8:5 tentang phroneo Kristus, kolose 3:1-2 memikirkan hal-hal yang di atas tentang Kristus artinya memiliki phronema Kristus. Phroneomatos ini yang dapat mengalahkan phronema phatos (pikiran jahat). Nous yang jahat => perbuatan daging. Nous yang baik => hidup menurut Roh Kudus atau phronema Kristus.
Mengapa harus ada pembaruan hati? Sebab di dalam hati ada hal-hal yang menajiskan sehingga yang dapat diperbaharui adalah Nous. Mengapa Nous yang harus diperbarui, apa yang terjadi didalam Nous kita? Ada sesuatu yang harus di dalam Nous ini yaitu Froneo artinya kita harus memiliki Froneo yang seperti Kristus. Nous itu ibarat batin dan Froneo itu artinya pola pikir atau suatu hasil produk dari Nous yang disebut dengan pikiran batin. Memperbarui Nous artinya memikirkan hal-hal yang diatas (Kol. 3:1-2). Kita percaya dan dibaptis (Galatia 3:26-27) => pakaian Kristus (anak-anak Allah) => manusia baru => Nous Kristus 1 Kor 2:16 (hegemonikon, mata batin, mata ketiga) => Fronema pneumatos -> proses pembaruan Roma 12:2; Kolose 3:10, yaitu:
- Froneo pada hal-hal di atas (Kol 3:2) ó kontras (Filipi 3:19)
- Froneo pada hal-hal yang dari Roh (Roma 8:5)
- Froneo pneumatos/ Froneo seperti Kristus (Filipi 2:5)
Jika dalam proses kita melenceng maka yang kita hasilkan adalah:
- Froneo pada hal-hal daging/ Froneo pada hal-hal duniawi (Filipi 3:19; Roma 8:5)
- Froneo sarkos
- Pola pikir daging
Proses pembaruan dilakukan secara terus-menerus sampai seikon dengan pencipta kita (Kolose 3:10). Mestinya kita mengenakan manusia baru (Efesus 4:24) dan diperbarui. Roma 8:29, 1 Yoh 3:2 sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam Kristus Galatia 4:19. Kita segambar dan serupa dengan Kristus baik jiwa maupun tubuh. 1 Kor 13:11 => mengubah pikiran kanak-kanakku, sifat kanak-kanak kerohanian. Hingga kita menjadi sempurna, dewasa penuh (Efesus 4:13). Kita harus mengalami pertumbuhan manusia baru di dalam jiwa (Efesus 4:15). Tubuh yang hina dan yang fana kita juga menjadi tubuh yang mulia seperti tubuh Kristus, tubuh yang bersinar/ bercahaya Filipi 3:21. Mengambil bagian di dalam kodrat Ilahi sebab kita akan menjadi segambar dan serupa dengan Kristus 2 Petrus 1:4. Kolose 3:10 => proses pembaruan itu dikerjakan oleh Allah, tetapi Allah mengajarkan kita untuk bersinergy dengan-Nya Filipi 2:13; 1 Kor 3:6, 9. Mengerjakan pembaruannya sampai menuju Theosis yang dimulai dari pembaruan hati. Sebab hati ini berisi dua kekayaan, Good treasure (harta kekayaan yang baik) dan evil treasure (harta kekayaan yang jahat). Kita terus diperbarui walaupun sudah menjadi manusia baru sebab kita masih mewarisi yang dapat menajiskan hati kita.

Pembaruan apa yang harusnya terjadi di dalam hati? Rasul Paulus menjelaskan kepada kita untuk pembaruan budi (pembaruan Nous) Roma 12:2; Matius 6:22-23. Budi yang bahasa aslinya Nous/ mata tunggal/ mata ketiga. Mata ini tidak berbicara tentang mata jasmani kita melainkan mata rohani atau mata batin kita. Setelah kita memperbarui Nous ini maka kita memiliki Nous Kristus. Dalam Roma 8:5 Froneo kita dapat mengarahkan kearah roh dan ke arah daging juga. Jika Fronema kita mengarah pada daging maka yang kita hasilkan adalah Sarkos, tetapi yang harus kita hasilkan dalam pembaruan Nous adalah Fronema pnematos. Jika Fronema Pneumatos yang terjadi maka yang dihasilkan adalah Fronema pada hal-hal yang di atas dan hal-hal yang dari Roh (Kol 3:1-2), melihat dimana Kristus ada. Efeknya adalah memikirkan hal-hal yang dari Roh Kudus. Dengan memiliki Fronema Pneumatos maka kita harus mematikan Fronema Sarkos, sehingga Fronema pneumatos menjadi senjata yang ampuh untuk mematikan fronema sarkos. Fronema sarkos menghasilkan Logismoi Kakoi artinya memiliki hal-hal yang bertentangan dengan roh yang menimbulkan Epitumia sarkos (nafsu jahat). Jika Epitumia sarkos ini dibuahi maka menghasilkan perbuatan daging atau dosa. Jika dosa itu matang maka mendatangkan mati/ maut.
Proses pembaruan ini pada intinya dimulai dari dalam atau dari hati atau batin manusia baru. Mengapa? Sebab kata Yesus, “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan” (Mar 7:20-21 TB; lihat juga Mat 15:19). Proses pembuahan di atas bisa kita gagalkan sebelum ia melahirkan dosa. Bagaimana caranya? Kembali lagi nous dan fronew kita berperan penting. Dan ini adalah peperangan batin atau pertempuran jiwa untuk melawan logismoi dan nafsu daging itu.[2]
Perlunya menjaga Nous dalam memperbarui Nous sebab yang duluan diserang oleh peiramos (iblis) adalah Nous. Sebab Nous merupakan pemegang kendali dari apa yang dipancarkan dari dalam hati yang penuh dengan angan-angan. Menjaga Nous dapat dikerjakan melalui doa tanpa henti, Doa puja Yesus, dan Hesicehim.
Dalam menjaga Nous kita perlu mengosongkan Nous dan diisi dengan pneumatos. Cara mengosongkan Nous adalah dengan melawan pikiran-pikiran jahat. Kita memerlukan Energy dalam melawan keinginan ini, sebab kekuatan kita tidak dapat melawannya. Energi Ilahi dibutuhkan untuk menguasai kehendak kita karena manusia masih ada kehendak bebas dalam memilih kehendak Allah atau keinginan daging. Di dalam diri manusia masih ada penyakit jiwa yaitu nafsu daging yang mesti kita matikan Kolose 3:5. Nafsu daging yang muncul dari logismoi sarkos (logismoi jahat) berasal dari fronew sarkos atau pola pikir yang sudah dikuasai oleh roh jahat. Fronew Sarkos berasal dari Nous, Nous yang tidak terjaga. Bagaimana kita dapat menjaga Nous? Salah satunya dengan melakukan Jesus Prayer, reading bible, dan latihan rihani lainnya. Akan tetapi pilihan untuk melakukan hal yang baik dan hal yang jahat itu ada di dalam kehendak bebasmu. Jika kehendak bebas kita memilih keinginan atau nafsu Roh maka Energi Ilahi akan bekerja sama dengan kehendak bebas kita untuk mengerjakan keselamatan kita.
Seseorang yang suka melakukan dosa ia sedang merobek gambar Allah di dalam jiwanya sehingga jiwanya jauh dan terputus dengan Allah. Pathos ini mengaburkan keindahan Allah. Pathos merupakan nafsu jahat. Kerja Nous kita secara natural dan seharusnya itu Mulai dari Nous yang diisi dengan pikiran Kristus. Passion itu bukan sesuatu hal yang natural atau yang Tuhan ciptakan di dalam diri manusia. Tetapi berasal dari Nous yang tidak terjaga. Tuhan tidak menciptakan kejahatan tetapi kita yang mengubah keinginan yang natural menjadi passions (jahat). Tuhan memberikan kita emosi (marah) untuk melawan si jahat itulah secara natural. Jika kita menggunakannya sembarang sehingga menjadi unnatural untuk menyakiti sesama. Kita mempunyai ambisi/ dorongan/ keinginan untuk unggul melakukan kebajikan. Tetapi jangan berlomba-lomba untuk melakukan yang jahat. Kita memiliki keinginan untuk mencapai kemuliaan. Sukacita merupakan natural tetapi jangan senang diatas penderitaan orang lain. Kita mempunyai desire untuk makan tetapi jangan menjadi serakah untuk makan.
Pathos => ketidakmurnian, kemarahan, penolakan, kekuatiran, penyakit-penyakit rohani yang lain. Neilos berkata: pathos itu merupakan dosa yang kelihatan dan penyakitnya atau penyebabnya adalah passions. John => penyakit dari org yang tidak percaya. Penyakit terbesar dalam melakukan dosa adalah memiliki rasa tidak mau tau tentang Allah, sombong, suka dipuji, tidak peduli tentang Allah. Thalassios => penyakit jiwa adalah sebuah pengambilalihan oleh yang jahat. Abba Philimon => pikiran-pikiran akan hal-hal yang sia-sia adalah penyakit yang tersembunyi di dalam hati nurani kita. Penyakit dari iblis dan kecuekan akan Allah. Penyakit jiwa atau ketidakpercayaan. Gregori Palamas => ada passions yang natural dan ada passion yang unnatural.
Penyakit ini perlu disembuhkan dan jangan dibiarkan. Perlu terapi atau obat yang kita minum yaitu jiwa yang melibatkan 2 pihak, 1 Allah yang sebagai dokter dan kita sebagai pasien. Kita mesti memiliki kerjasama antara kehendak Allah dengan kehendak bebas kita. Kita juga harus diterangi dengan energy Ilahi Allah. Terapi jiwa itu bisa dijelaskan melalui doa, meditasi, sakit menderita, yang bisa menumbuhkan iman kia, kasih Kristus, hikmat, pertobatan. Ini merupakan terapi yaitu Philokalia.
Hanya melalui Kristus kita dapat mencapai Keselamatan dan tujuan akhir dari kehidupan kita. Orang percaya selalu mengerjakan keselamatannya melalui pembaruan baru dan menjadi seperti Kristus. Menjadi seperti Kristus berarti mengalami keselamatan yakni pemuliaan atau theosis yaitu mengenakan manusia baru dan tubuh kebangkitan yang tidak akan binasa sehingga kita bisa ambil bagian dalam kodrat ilahi (2 Petrus 1:4). Kita diubah menurut pola atau teladan kita yang sejati yaitu Kristsu yang adalah rupa Allah yang sejati. Dan semuanya itu hanya bisa terjadi ketika Firman Allah itu berinkarnasi menjadi manusia.[3]
Firman menjadi manusia untuk mencerahkan manusia tentang Allah. Sebab itu, kita manusia harus hidup di dalam Firman yang jadi manusia itu dengan jalan dibaptis di dalam Kristus sehingga mengalami kelahiran baru menjadi ciptaan atau manusia baru yang menngenal Allah. Bersinergi dengan Kristus adalah kunci untuk mengerjakan keselamatan kita melalui pembaruan manusia baru. Bersinergi dengan Kristus dalam doa dan ibadah sakramen perjamuan Kudus adalah proses mengerjakan keselamatan kita. bersinergi dengan Kristus adalah sebuah terapi bagi manusia daging dan batin kita. Terapi ini adalah untuk memperbarui manusia baru yaitu mematikan manusia daging dan menumbuhkan manusia rohani kita[4].
Yesus harus lahir di dalam hati kita supaya roh dan jiwa kita menjadi hidup (Efe 2:1,5), kita menjadi manusia baru (Efe 4:23-24), manusia rohani yang terus bertumbuh dari bayi sampai dewasa seperti Kristus, dengan jalan memperbarui Nous (mata batin) kita (Askesis jiwani) dan menyalibkan atau mematikan manusia daging kita (Gal 5:24; Kol 3:5) supaya tubuh kita menjadi kudus di hadapan Allah. Proses pembaruan Nous dilakuan secara terus menerus hingga mencapai level purifikasi. Proses purifikasi ini adalah mengerjakan apa yang dikerjakan Logos Allah setelah berinkarnasi yaitu penebusan dosa. Yesus menjalani jalan salib yang penuh penderitaan lahiriah dan batin, disalib sampai mati di atas kayu salib, dikubur dan turun kedalam alam maut, dan bangkit pada hari Minggu pagi. Penebusan Kristus yang sekali itu melahirkan kita menjadi manusia baru atau manusia baru atau manusia rohani. Supaya manusia rohani ini terus menjalani jalan salib, memikul salib, menyangkal diri untuk menyalibkan manusia daging (hidup kudus; penyucian diri 1 Yoh 3:3) dan manusia rohani kita ikut Yesus.
Sumber:
[1] Hendi, Inspirasi Batin 1 (Yogyakarta: 2017) 39.
[2] Marnystrong.home.blog/2019/11/26/pembaruan-manusia-baru/
[3] Hendi, Inspirasi Kalbu 2 (Yogyakarta: 2018) 24.
[4] Hendi, Inspirasi Kalbu 3 (Yogyakarta: 2019) 88.









