Paskah adalah puncak terpenting dari perayaan besar agama Kristen. Paskah merupakan hari dimana orang harus menyembelih domba paskah pada zaman perjanjian lama. Yesus memerintahkan murid-Nya untuk mempersiapkan perjamuan paskah. Yesus tahu apa yang akan terjadi kepada diri-Nya baik yang akan di lakukan Yudas Iskariot maupun para imam kepala dan kepala-kepala pengawal bait Allah kepada diri-Nya. Apakah itu semua membuat Yesus lari dan menghindar dari kenyataan dan perintah Allah? Tidak. Yesus sekaligus mengatakan kepada murid-Nya bahwa Dialah yang menjadi korban sembelih di hari Paskah. Yesus tahu dan memberitahu kepada murid-Nya apa kehendak Allah artinya Yesus sebagai imam yang mempersembahkan korban kepada Allah dan korban itu diri-Nya sendiri. Sudah jelas bahwa Yesus memiliki status sebagai imam dan Ia melebihi segala imam karena Ia sendiri yang menjadi korbannya. Yudas sebagai murid yang bersama-sama dengan Yesus setiap hari dan tahu apa yang Yesus ajarkan. Akan tetapi ia dapat menjadi alat iblis, iblis memperdaya Yudas karena satu hal yaitu cinta akan uang. Semua manusia mengalami hal yang demikian tetapi apakah kita dapat mengontrol hati ini dari setiap keinginan normal yang kita miliki? Para imam kepala yang hanya memegang dan membesar-besarkan namanya sebagai imam tetapi mata rohani mereka ditutupi dengan kesombangan hati mereka kepada sesama terlebih kepada Tuhan Yesus Kristus. Dalam hal ini sadarkah kita kadang seperti siapa di antara mereka? Tanpa sadar kita pernah jadi Yudas Iskariot yang hanya mementingkan keinginan kita dari pada Tuhan sendiri. Mungkin juga kita pernah jadi imam besar yang merasa dirinya sangat diperlukan. Di situlah kita sangat membutuhkan harapan besar untuk menyelamatkan kita dari dosa yang mengikat kita. Demikianlah Yesus menjadi korban sembelih di hari paskah dan Dialah jaminan kehidupan kita. Untuk itu taruhlah harapanmu kepada Yesus Kristus dan sadarlah bahwa kamu bukan siapa-siapa ketika keinginan daging itu datang kepadamu.
Etika adalah ilmu yang mempelajari apa yang baik dan apa yang buruk dan
kewajiban-kewajiban moral di dalamnya. Etika adalah tidak bisa dipisahkan
dengan tradisi gereja disebut sebagai Etika Gereja. Etika yang menolong kita
untuk semakin serupa dengan Kristus. Keselamatan itu synergy antara iman dengan
sumber dari etika yang kita miliki Efesus 2:8-10. Setiap manusia memiliki etika
yang ditaruh Allah di dalam diri setiap orang percaya, Allah Tritunggal
merupakan sumber dari etika sebab sejak kekekalan mereka telah menyediakan
etika itu. Tujuan Etika
Kita adalah bertumbuh untuk menjadi segambar dan serupa dengan Allah,
Transfigurasi = menjadi makhluk terang. Bagian dari semuanya ini adalah
melakukan pekerjaan baik, menjadi orang yang bermoral dan mengembangkan
karakter yang stabil, berintegritas dan berkarakter. Etika kita menentukan
penghakiman yang akan kita alami. Untuk menyatakan pertobatan yang
sungguh-sungguh weep => grief, artinya meratap, menangis, Matius 5:4 = orang
yang berdukacita (dukacita karena bertobat dari segala dosa). Pertobatan itu membawa kita kepada
keselamatan sehingga etika kita dimulai dari pertobatan, tetapi dukacita dari
dunia mendatangkan kematian.
Teopati => perasaan akan adanya Allah, Teology
=> pikiran tentang Allah. Kita harus mengerti dinamika untuk mencari Allah
jangan memakai teopati atau perasaan kita yang mengukur berkat Allah. Melainkan
teopani yang selaras dengan teology tentang Allah. Jika kita tidak sungguh2 mencari Allah maka tidak ada
buah-buah pertobatan dan tidak masuk jalan yang sempit. 2 Kor 6:14-16 =>
artinya terang yang tidak bersatu dengan gelap. Maksud dari teopati
adalah perasaan akan adanya Allah sedangkan teology adalah pikiran tentang
Allah. Markus 10:17 => merasakan berkat materi jasmani telah kita rasakan
tetapi yang dirasakan adalah berkat yang kekal. Untuk mendapatkannya kita
semestinya menempel dengan Kristus dengan datang kepadanya dalam pertobatan
Yohanes 15:6. Ajakan masuk dalam pertobatan tidak secara paksa tetapi berupa
pilihan bagi manusia. Di dalam pertobatan ada tangisan yang kudus, tangisan
yang betul-betul menyucikan batiniah dan hati kita yang disebut dengan air mata
pertobatan. Ketaatan Matius 22:37-39. Melakukan perintah utama yang
diperintahkan oleh Allah kepada setiap kita. perintah yang paling besar dan
paling utama adalah kasih. Kasih harus dinyatakan dengan satu bukti Yoh
14:21-24 pertobatan yang menghasilan ketaatan dan ketaatan itu adalah bukti
dari kasih dan kasih itu adalah buah-buah dari pertobatan.
Yesus telah mempermuliakan Allah artinya Yesus telah
menyelesaikan dan mengerjakan apa yang telah diperintahkan oleh Allah Bapa-Nya.
Ia telah mengerjakannya di bumi setelah Ia berinkarnasi menjadi manusia.
Melakukan air mata pertobatan setiap hari dengan menyucikan hati dari berbagai
macam dosa, taat dalam setiap perintah-Nya dan memuliakan Dia lewat
perbuatan-perbuatan baik dalam kasih yang menyempurnakan gambar Kristus menjadi
Rupa Allah.
Memiliki etika belum
tentu memiliki Nous dan mempergunakannya. Orang yang memiliki nous otomatis
beretika dan tatakramanya ada. Membedakan antara intelek dengan jiwa, ciri-ciri orang
yang berintelek cerdas adalah bisa melakukan kebajikan bagi jiwa dan bisa
membedakan yang baik dan yang jahat bersyukur kepada Tuhan dan praktik untuk
kebaikan itulah orang yang berintelek.
Orang yang berintelek adalah bisa ikut dengan irama/
kehendak-Nya Allah. Untuk mencapai tujuannya adalah mendisplinkan jiwanya dan
Percaya bahwa Tuhan sudah mengatur segala sesuatu. Bisa menganggap hal-hal yang
menyakitkan diatasi dengan kebajikan atau kebaikan di dalam dirinya. Menganggap bahwa bukan materi yang jahat tetapi
sesuatu yang kamu cinta kepada material itulah yang jahat. Harta itu fantasi
tetapi ketika kita melakukan kebajikan itu melebihi kekayaan materi. Memeriksanya, bisa membedakan apa yang pantas dan
menguntungkan dan menghindari hal yang asing.
Orang yang tidak menggunakan intelektualnya sesuai
dengan fungsinya, kita tidak dapat mengakui diri kita yang sejati karena
masalah menguasai diri kita. Memang
mencapai kehidupan yang baik itu tidak mudah karena bisa saja nous kita
berubah-ubah dan diarahkan kepada hal materi tetapi kita terus arahkan Nous
kita supaya nous kita menikmati cintanya Allah. Orang yang tidak berintelektual. Mengandung
kejahatan yang merusak jiwa dan di hukum oleh Allah. Orang yang tidak
mendisplinkan dirinya dianggap sebagai orang yang tersesat. Memiliki
self-control merupakan satu pengharapan bagi jiwa kita. Dalam memperaktekan
suatu kebajikan itu memang seharusnya kita berjuang dan berusaha keras dengan
menghormati Allah yang memberikan kita kekuatan untuk memperaktekan kebajikan.
Ketika kecerdasan (Nous) benar-benar berfungsi, maka
kita disebut manusia. Ketika tidak berfungsi, kita tidak berbeda dengan
binatang kecuali secara fisik dan bisa berbicara. Sedangkan manusia yang
memiliki kecerdasan akan menyadari bahwa dia abadi dan membenci semua
keinginan/hasrat yang memalukan, yang menyebabkan kematian bagi manusia atau
bagi dirinya sendiri. Kekudusan dan intelek jiwa harus dikenali dari apa yang dia
lihat, jalan, berbicara, tertawa, cara dia menghabiskan waktu dan juga
teman-teman yang bersamanya. Semuanya ditransformasikan dan mencerminkan kecantikan
batin. Sebab intelek yang menikmati kasih Allah adalah penjaga gerbang dan penghalang-penghalang yang mencegah masuknya pikiran
jahat dan cemar.
Berjaga-jaga
tanpa doa ibarat tubuh tanpa jiwa sehingga sia-sia. Berdoa tanpa berjaga-jaga
senantiasa doa kita dikalahkan oleh iblis. Berjaga-jaga seperti tubuh dan doa
seperti jiwa. Berjaga-jaga itulah yang harus maju dulu. Berjaga-jaga itu
intelek yang maju bertempur untuk melawan dosa. Berdoa itu bukan berbicara
masalah tubuh, tetapi intelek berjaga-jaga sementara ia sedang berdoa. Intelek
berjaga-jaga dan intelek berdoa. Hati merupakan tempat pertempuran antara
intelek dan musuh-musuh kita. Semua yang dari dalam menyerang hati kita namun
hanya intelek yang mampu menyerangnya. Penjagaan intelek yang menjaga hati,
sebab hati merupakan tempat pertempuan yang sebenarnya.
Theosis berasal dari
kata “Theo” artinya Allah dan “osis” artinya proses. Maka Theosis merupakan
proses menjadi segambar dan serupa dengan Kristus. Theosis => mengalami
cahaya yang dialami oleh Kristus yang bersinar, seperti Yesus yang mengalami
transfigurasi. Kita dapat menjadi manusia terang yang bersinar dan memancarkan
terangnya kepada dunia. Mereka yang menjalani kehidupan
berjaga-jaga, melepaskan diri dari bahaya dan
tidak membutuhkan perlindungan. Dengan mengatasi semua nafsu, mereka
dengan mudah menemukan jalan yang mengarah kepada Allah. Konsentrasi
pada kekudusan hidup, bersama dengan perhatian pada jiwa, menuntun pada
kebaikan dan kasih Allah. Karena dia yang mencari Allah
menemukan Dia dengan mengatasi semua keinginan melalui kegigihan dalam doa.
Orang seperti itu tidak takut pada setan-setan.
Merasa puas dengan apa berkat Tuhan yang diberikannya,
kita mengembalikannya dengan bersyukur dan tanpa harus merasa kehilangan. Tetap
bersyukur jika apa yang kita miliki hilang dan meninggalkan kita. Seorang manusia tidak bisa menjadi
baik dan bijaksana dengan segera, tetapi hanya melalui banyak
usaha, refleksi, pengalaman, waktu, latihan dan keinginan untuk melakukan
kebajikan. Manusia yang baik dan menikmati kasih Allah, dan yang
benar-benar mengenal-Nya, tidak pernah berhenti melakukan ketaatan sesuai dengan
kehendak-Nya. Manusia seperti itu jarang terjadi.
Setiap
orang memiliki dua hati. Satu adalah hati tubuh. Yang lain adalah hati jiwa.
Kondisi baik atau buruk dari kedua hati kita sangat penting. Jika sesuatu
terjadi pada salah satu dari mereka, maka kita memiliki masalah hati dan hidup
kita dalam bahaya, apakah itu kehidupan tubuh kita atau kehidupan jiwa kita.
Proses
pembaruan dilakukan secara terus-menerus sampai se ikon dengan pencipta kita
(Kolose 3:10). Mestinya kita mengenakan manusia baru (Efesus 4:24) dan
diperbarui. Roma 8:29, 1 Yoh 3:2 sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam
Kristus Galatia 4:19. Kita segambar dan serupa dengan Kristus baik jiwa maupun
tubuh. 1 Kor 13:11 => mengubah pikiran kanak-kanakku, sifat kanak-kanak kerohanian.
Hingga kita menjadi sempurna, dewasa penuh (Efesus 4:13). Kita harus mengalami
pertumbuhan manusia baru di dalam jiwa (Efesus 4:15). Tubuh yang hina dan yang
fana kita juga menjadi tubuh yang mulia seperti tubuh Kristus, tubuh yang
bersinar/ bercahaya Filipi 3:21. Mengambil bagian di dalam kodrat Ilahi sebab
kita akan menjadi segambar dan serupa dengan Kristus 2 Petrus 1:4. Kolose 3:10
=> proses pembaruan itu dikerjakan oleh Allah, tetapi Allah mengajarkan kita
untuk bersinergy dengan-Nya Filipi 2:13; 1 Kor 3:6, 9. Mengerjakan pembaruannya
sampai menuju Theosis yang dimulai dari pembaruan hati. Sebab hati ini berisi
dua kekayaan, Good treasure (harta kekayaan yang baik) dan evil treasure (harta
kekayaan yang jahat). Kita terus diperbaharui walaupun sudah menjadi manusia
baru sebab kita masih mewarisi yang dapat menajiskan hati kita.
Tetaplah
untuk tinggal di dalam Kristus sehingga kita bersama dengan Dia di dalam
kemuliaan Kolose 3:4. Dalam Roma 8:18 kita bisa memilih hukum daging dan bisa
juga hukum Allah, tetapi Rasul Paulus tidak melakukan hal yang membuat dia
senang untuk sementara. Melainkan ia memilih untuk Silence hingga ia kuat di
dalam menghadapi penderitaan. Selama 3 tahun ia silence dan mempersiapkan
dirinya dalam menghadapi medan pertempurannya. Theosis tidak dikhususkan untuk
orang-orang tersebut melainkan untuk semua orang yang sudah dibaptis. Theosis
bukan kita tidak bisa berdosa tetapi Theosis itu selalu menuntun kita kepada
pertobatan dan sensitive terhadap dosa. Selalu konstan di dalam pertobatan kita
itu sebabnya kita melakukan doa puja Yesus sehingga membuat kita sensitive pada
dosa. Ketiga, cara mencapai Theosis, doa, ikuti ibadah, membaca Firman Tuhan
dan taat dan menghasilkan buah Roh. Keempat, tidak ada sesuatu yang tersembunyi
di dalam Theosis atau yang asing tentang Theosis. Theosis itu kita mengasihi
Allah dan sesama.
Kita
berdoa bukan hanya kepada Kristus saja tetapi Allah Tritunggal, sebab kita
menyebut “son of God” yang menunjukkan bahwa Ia berasal dari Bapa dan juga Roh
Kudus. Sebab tidak ada seorang pun yang bisa menyebut Yesus adalah Tuhan selain
dari pada pengakuan dari Roh Kudus 1 Kor 12:3. Doa itu bukan sekedar Christ
center tetapi Tritunggal.
Lord Jesus Christ, san of God => orang
yang memuliakan/ memuji Allah Tritunggal
Have mercy on me, a sinner => kondisi
keberdosaan kita
Inilah
etika kita yang kita kerjakan untuk memperbarui manusia baru kita.
God
as prayer, Khotbah itu mengandung 3 poin tidak lebih dan tidak kurang. 3 poin
itu adalah Ethich/ purifikation, Theoritikos/ ilummination, dan Gnostikos/
union. Mengajar orang dengan mencapai puncak hidupnya sampai dimana yaitu
dengan mencapai kesempurnaan di dalam Kristus atau segambar dengan Kristus.
Dalam
menjaga Nous kita perlu mengosongkan Nous dan diisi dengan pneumatos. Cara
mengosongkan Nous adalah dengan melawan pikiran-pikiran jahat. Kita memerlukan
Energy dalam melawan keinginan ini, sebab kekuatan kita tidak dapat melawannya.
Energi Ilahi dibutuhkan untuk menguasai kehendak kita karena manusia masih ada
kehendak bebas dalam memilih kehendak Allah atau keinginan daging. Di dalam
diri manusia masih ada penyakit jiwa yaitu nafsu daging yang mesti kita matikan
Kolose 3:5. Penyakit ini perlu disembuhkan dan jangan dibiarkan. Perlu terapi
atau obat yang kita minum yaitu jiwa yang melibatkan 2 pihak, 1 Allah yang
sebagai dokter dan kita sebagai pasien. Kita mesti memiliki kerjasama antara
kehendak Allah dengan kehendak bebas kita. Kita juga harus diterangi dengan
energy Ilahi Allah. Terapi jiwa itu bisa dijelaskan melalui doa, meditasi,
sakit menderita, yang bisa menumbuhkan iman kia, kasih Kristus, hikmat,
pertobatan. Ini merupakan terapi yaitu Philokalia.
Untuk keamanan Rumah kita perlu berjaga-jaga dengan memberikan pagar atau pembatas untuk menghalangi siapa saja yang sembarang masuk. Baik itu binatang kecil, binatang buas, dan orang lain juga. Demikian pula dalam menjaga Nous kita perlu memberikan perahanan. Kita perlu mengosongkan Nous dan diisi dengan pneumatos. Cara mengosongkan Nous adalah dengan melawan pikiran-pikiran jahat. Kita memerlukan Energy dalam melawan keinginan ini, sebab kekuatan kita tidak dapat melawannya. Energi Ilahi dibutuhkan untuk menguasai kehendak kita karena manusia masih ada kehendak bebas dalam memilih kehendak Allah atau keinginan daging. Di dalam diri manusia masih ada penyakit jiwa yaitu nafsu daging yang mesti kita matikan Kolose 3:5. Nafsu daging yang muncul dari logismoi sarkos (logismoi jahat) berasal dari fronew sarkos atau pola pikir yang sudah dikuasai oleh roh jahat. Fronew Sarkos berasal dari Nous, Nous yang tidak terjaga. Bagaimana kita dapat menjaga Nous? Salah satunya dengan melakukan Jesus Prayer, reading bible, dan latihan rihani lainnya. Akan tetapi pilihan untuk melakukan hal yang baik dan hal yang jahat itu ada di dalam kehendak bebasmu. Jika kehendak bebas kita memilih keinginan atau nafsu Roh maka Energi Ilahi akan bekerja sama dengan kehendak bebas kita untuk mengerjakan keselamatan kita.
Seseorang
yang suka melakukan dosa ia sedang merobek gambar Allah di dalam jiwanya
sehingga jiwanya jauh dan terputus dengan Allah. Pathos ini mengaburkan
keindahan Allah. Pathos merupakan nafsu jahat. Kerja Nous kita secara natural
dan seharusnya itu Mulai dari Nous yang diisi dengan pikiran Kristus. Passion
itu bukan sesuatu hal yang natural atau yang Tuhan ciptakan di dalam diri
manusia. Tetapi berasal dari Nous yang tidak terjaga. Tuhan tidak menciptakan
kejahatan tetapi kita yang mengubah keinginan yang natural menjadi passions
(jahat). Tuhan memberikan kita emosi (marah) untuk melawan si jahat itulah
secara natural. Jika kita menggunakannya sembarang sehingga menjadi unnatural
untuk menyakiti sesama. Kita mempunyai ambisi/ dorongan/ keinginan untuk unggul
melakukan kebajikan. Tetapi jangan berlomba-lomba untuk melakukan yang jahat.
Kita memiliki keinginan untuk mencapai kemuliaan. Sukacita merupakan natural
tetapi jangan senang diatas penderitaan orang lain. Kita mempunyai desire untuk
makan tetapi jangan menjadi serakah untuk makan.
Pathos
=> ketidak murnian, kemarahan, penolakan, kekuatiran, penyakit-penyakit
rohani yang lain. Neilos berkata: pathos itu merupakan dosa yang kelihatan dan
penyakitnya atau penyebabnya adalah passions. John => penyakit dari org yang
tidak percaya. Penyakit terbesar dalam melakukan dosa adalah memiliki rasa
tidak mau tau tentang Allah, sombong, suka dipuji, tidak peduli tentang Allah.
Thalassios => penyakit jiwa adalah sebuah pengambilalihan oleh yang jahat.
Abba Philimon => pikiran-pikiran akan hal-hal yang sia-sia adalah penyakit
yang tersembunyi di dalam hati nurani kita. Penyakit dari iblis dan kecuekan
akan Allah. Penyakit jiwa atau ketidakpercayaan. Gregori Palamas => ada
passions yang natural dan ada passion yang unnatural.
Penyakit
ini perlu disembuhkan dan jangan dibiarkan. Perlu terapi atau obat yang kita
minum yaitu jiwa yang melibatkan 2 pihak, 1 Allah yang sebagai dokter dan kita
sebagai pasien. Kita mesti memiliki kerjasama antara kehendak Allah dengan
kehendak bebas kita. Kita juga harus diterangi dengan energy Ilahi Allah.
Terapi jiwa itu bisa dijelaskan melalui doa, meditasi, sakit menderita, yang
bisa menumbuhkan iman kia, kasih Kristus, hikmat, pertobatan. Ini merupakan
terapi yaitu Philokalia.
Pengakuan
bahwa Yesus adalah Tuhan hanya di akhui oleh Roh Kudus itu sendiri. Lord Jesus
Christ,
san of God, Have mercy on me, a sinner:
Kita
berdoa bukan hanya kepada Kristus saja tetapi Allah Tritunggal, sebab kita
menyebut “son of God” yang menunjukkan bahwa Ia berasal dari Bapa dan juga Roh
Kudus. Sebab tidak ada seorang pun yang bisa menyebut Yesus adalah Tuhan selain
dari pada pengakuan dari Roh Kudus 1 Kor 12:3. Doa itu bukan sekedar Christ
center tetapi Tritunggal.
Menyatakan bahwa Yesus adalah Tuhan = Yesus adalah tuan atas segala ciptaan
Dia Anak Allah = anak yang kekal
Diakhir doa = menunjukkan kondisi kita sebagai orang yang berdosa yang membutuhkan belaskasihan. Yang diakhiri dengan penyesalan atas dosa kita.
Lord Jesus Christ, san of God => orang
yang memuliakan/ memuji Allah Tritunggal
Have mercy on me, a sinner => kondisi
keberdosaan kita
Inilah
etika kita yang kita kerjakan untuk memperbarui manusia baru kita.
3
kata dalam menjawab doa:
Jesus => Nama pribadi yang lahir dari perawan Maria. Nama Yesus juga itu keselamatan attau Juruselamat Matius 1:21. Penting untuk memperbarui manusia baru kita.
Chris => yang diurapi oleh Roh Kudus. Bagi org Yahudi melihat PL kata Mesias artinya yang akan datang raja yang membebaskan mereka dari musuh. Tetapi bukan Mesias dalam pengertian Politik dan ekonomi tetapi Mesias yang membebaskan kita dari dosa, iblis dan maut.
Mercy => belaskasihan “kasih dalam tindakan” yang menghasilkan pengampunan, pembebasan dan kesempurnaan. Memiliki belaskasihan berararti membebaskan kita daris egala hutang yang belum dibayar dan dari segala penyakit dosa dan kita disembuhkan.
Mercy
yang mempunyai 3 arti (Minyak)
Menerangi “jalan kita yang gelap”
Mengurapi “sehingga kita di ampuni”
Menyenyangkan “kenyang akan firman Allah”
Menyembuhkan “kita yang sakit dari dosa”
Doa
puja Yesus ini adalah masalah manusia (dosa) dan solusi dari Allah (Yesus
sendiri adalah keselamatan, raja yang diiurapi dan Dia yang memiliki
belaskasihan hidup kita).
Lord
=> Yesus sebagai Tuhan
Son
of God => ini berbicara tentang keilahian Trutunggal itu dan keilahian Yesus
sendiri dalam kekekalan.
Tetapi
Ia disapa dengan nama “Yesus” => memadukan Allah yang transcendent (Ilahi)
dan Allah yang imanen “manusia”. Doa ini menjelaskan kepada kita bahwa Dia
adalah Allah dan manusia sekaligus. Dia adalah Theotropos. Manusia yang tidak
bisa datang kepada manusia maka Allah yang datang kepada manusia dalam
ciptaan-Nya, inilah yang disebut dengan puncak kasih Allah. Demikianlah kita
dapat diperbarui dan menjadi Theosis atau segambar dengan Allah.
God
as prayer, Khotbah itu mengandung 3 poin tidak lebih dan tidak kurang. 3 poin
itu adalah Ethich/ purifikation, Theoritikos/ ilummination, dan Gnostikos/
union. Mengajar orang dengan mencapai puncak hidupnya sampai dimana yaitu
dengan mencapai kesempurnaan di dalam Kristus atau segambar dengan Kristus.
Misalnya kisah kehidupan Musa yang dibagi tiga: terang, awan, dan gelap.
Mengajari orang dalam berbuat baik “kebajikan”. Ada 3 sebutan menurut Gregory
of Nyssa.
Praktikos “praktiki”
Iluminasion “kontemplasi/meditas”
Gnostikos “Theologia/ focus kepada Allah saja”
Tahap pertama = yang dimulai
dengan pertobatan dan baptis. Orang Kristen yang sudah dibaptis yaitu mendengar
hati nuraninya dan melatih kehendak bebasnya. Free Will kita harus bersinergi
dengan Allah Filipi 2:13. Ini pergumulan, perjuangan dengan pertolongan Allah
untuk melepaskan kita dari perbudakan nafsu-nafsu. Sebab Allah yang
mengenergikan kita dalam kehendak bebas kita supaya kita menghasilkan energy.
Inilah kekuatan kita dalam mengerjakan kebajikan yang disebut dengan Anugerah
dan di jemput oleh doa. Energi untuk kesenangan Allah atau untuk melakukan
kehendak dan keinginan Allah Efesus 2:10.
Energy
ini berasal dari kasih karunia + free will.
Energy
= energew + thelo
= anugerah + free will
Melakukan
perintah ini akhirnya menyadarkan kita bahwa kita salah dan benarnya dimana.
Tetapi ini bertahap untuk menghasilkan memurnikan hati. Tahap kedua: orang
Kristen itu mulai mempertajam persepsinya pada segala sesuatu yang diciptakan
dan menemukan pencipta itu dalam segala sesuatu. Persepsinya dalam ciptaan
dengan melihat Allah. Misalnya melihat seseorang berarti melihat Allah. Ini
yang memimpin dia dalam tahap ketiga yaitu melihat Allah secara langsung. Tahap
ketiga, pada level ini orang Kristen bukan hanya mengalami Allah dalam kehendak
bebas atau dalam hatinya saja. Melainkan bertemu kepada pencipta itu muka
dengan muka dalam kasih. Penglihatan yang full ini memang nanti pada zaman yang
akan datang tetapi melihat yang mengalami Theosis juga di alami oleh
orang-orang yang dalam kehidupannya sekarang ini dapat membayangkan penyatuan
dirinya kepada Kristus.
3
tahap ini ibarat seperti perjalanan, berdoa adalah langkahnya, meminta Energy
dari Allah. seorang manusia harus terus merasakan ujian dan godaan sampai akhir
hidupnya, sebab dengan godaan dan ujian membuat kita semakin bertobat dan
semakin berdoa dan silent.
Di dalam diri manusia ada 2 hukum yaitu hukum Allah dan hukum manusia Galatia 5, yang menentukan ini semua adalah hukum Nous. Nous yang memilih apakah hukum Allah atau hukum dosa. Jika nous kita jebol dengan memilih hukum dosa/daging maka perbuatannya juga perbuatan dosa dan daging. Hukum Allah ===> Hukum Nous <=== Hukum daging.
Oleh
sebab itu kita perlu berjaga-jaga dan berani mengatakan tidak, berdoa, membaca
Alkitab, repentance, pengakuan dosa, sacrament, persekutuan. Ini dilakukan
bukan sekedar aktivitas melainkan untuk menjaga nous supaya ia memilih hukum
Allah. Nous mengendalikan kedua hukum ini karena di dalamnya terdapat kehendak
bebas kita yang bisa juga untuk melakukan dosa dan keinginan daging. Bapa
philokalia sangat mengingatkan dan membina kita untuk terus menerus menjaga
nous dari segala kewaspadaan. Disebabkan banyak hal godaan yang mengganggu nous
ini untuk selalu ditawan oleh dosa. Godaan ibarat virus yang masuk di komputer
dan memakan habis semua file-file penting kita yang tersimpan di dalamnya.
keinginan daging yang disebut dengan pathos dan peiramos mengalahkan ingatan
keinginan Roh kita untuk melakukan kehendak Bapa. Ketidak berjagaan Nous
terjadi dengan adanya tantangan, ada 2
yaitu hukum daging (dari dalam) dan peiramos (pencobaan dari iblis). Tetapi
dalam menjaga Nous ini untuk tetap memilih hukum Allah maka kita tetap menjaga
indera dan selalu berdoa. Pengaruh hukum daging untuk melakukan yang
bertentangan dengan kehendak Allah disebabkan yang berasal dari dalam. Pengaruh
yang berasal dari dalam berupa hal yang natural kita punya dan menggunakannya
dengan unnatural sehingga menjadi pathos/ dosa. Pengaruh yang dari luar adalah peiramos atau pencobaan dari iblis.
Pencobaan berbeda dengan ujian, sebab pencobaan itu berasal dari iblis/ si
jahat sedangkan ujian berasal dari Allah dengan tujuan untuk memperkuat iman
setiap orang percaya.
Melakukan
hukum Allah merupakan proses untuk mencapai Theosis atau manunggal dengan
Kristus, serupa dengan Kristus dan mencapai kesempurnaan itu di dalam Dia.
Namun, dalam proses yang kita lewati ada banyak liku-liku jalan yang ingin
melencengkan kita dari jalan kehendak Bapa yang di Surga. Theosis itu seperti
kita sedang terbeban dengan kecemasan, kadang-kadang kita menghadapi hidup kita
melenceng. Theosis memiliki segala seusatu untuk dikatakan atau dipergumulkan
sesuatu. Tetapi kita punya kapasitas menghadapi semua masalah itu jika kita
datang dan menghadirkan Allah di dalam hidup kita. Theosis mengatakan kepada
kita bahwa kita bukan pengemis tetapi anak-anak Allah yang mengambil naturnya
dan mewarisi kerajaan kekalnya. Artinya kita punya pengharapan dan kemenangan.
Seberapa keras pun kita menghadapi pergumulan tetapi Theosis mengatakan kepada
kita untuk tetap di jalur menuju Theosis jangan sampai meleset. Sebab Allah
bisa melakuan segala sesuatu kepada kita Roma 8:18.
Tetaplah
untuk tinggal di dalam Kristus sehingga kita bersama dengan Dia di dalam
kemuliaan Kolose 3:4. Dalam Roma 8:18 kita bisa memilih hukum daging dan bisa
juga hukum Allah, tetapi Rasul Paulus tidak melakukan hal yang membuat dia
senang untuk sementara. Melainkan ia memilih untuk Silence hingga ia kuat di
dalam menghadapi penderitaan. Selama 3 tahun ia silence dan mempersiapkan
dirinya dalam menghadapi medan pertempurannya.
Hidup itu layak
untuk di jalani
Pertama,
hidup ini dijalani karena mengasihi Kristus. Tuhan mengasihi kamu, yang pasti
adalah Dia sudah mati buat kamu dan bangkit buat kamu. Kita layak menjalani
hidup ini karena bersama dengan Kristus hingga kita mencapai kemuliaan itu.
jika bersama dengan Kristus, takdir kita adalah menjadi seperti Kristus oleh
karena kemuliaannya. Inilah Kristus dan hidup, dengan Kristus hidup kita lebih
bermakna, lebih ilahi dan lebih berkemanangan dan lebih kekal. Theosis tidak
dikhususkan untuk orang-orang tersebut melainkan untuk semua orang yang sudah
dibaptis. Theosis bukan kita tidak bisa berdosa tetapi Theosis itu selalu
menuntun kita kepada pertobatan dan sensitive terhadap dosa. Selalu konstan di
dalam pertobatan kita itu sebabnya kita melakukan doa puja Yesus sehingga
membuat kita sensitive pada dosa. Ketiga, cara mencapai Theosis, doa, ikuti
ibadah, membaca Firman Tuhan dan taat dan menghasilkan buah Roh. Keempat, tidak
ada sesuatu yang tersembunyi di dalam Theosis atau yang asing tentang Theosis.
Theosis itu kita mengasihi Allah dan sesama. Theosis bukan hanya untuk milik
diri kita saja tetapi untuk tetangga juga sehingga kita juga mengasihi sesama
kita. Dari tetangga kita ada kehidupan dan ada juga kematian jika kita
membiarkan mereka. Kelima, Theosis sangat pratikos sebab ini ungkapan kasih
kita kepada Allah, jangan juga kita menjadikan ini suatu alasan untuk tidak
berbuat kasih.
43. Orang yang berintelek itu adalah orang yang ikut terlibat secara
mendalam di dalam ilahi dan persekutuan dengan Allah. Tidak pernah terganggu
oleh hal-hal duniawi, tetapi nousnya harus diarahkan pada kehendak Allah.
Dan dia tahu itu adalah kehendak Tuhan bahwa manusia harus diselamatkan,
kehendak ilahi ini menjadi penyebab dari semua yang baik dan sumber dari berkat
abadi yang diberikan kepada manusia.
44. Ketika kamu menemukan seseorang yang berdebat,
dan menentang apa yang benar dan terbukti dengan sendirinya, putuskan
perselisihan dan berikan jalan kepada orang semacam itu, karena inteleknya telah membatu. Karena
air yang buruk merusak anggur yang baik, maka pembicaraan yang buruk, merusak mereka yang berbudi luhur
dalam kehidupan.
45 “Jika kita melakukan segala upaya untuk
menghindari kematian tubuh, masih harus lebih dari itu usaha kita untuk
menghindari kematian jiwa. Tidak ada halangan bagi seseorang yang ingin diselamatkan
selain kelalaian dan kemalasan jiwa. Kelalaian, kemalasan, kebodohan dan kelupaan merupakan penyakit jiwa
yang mematikan.
46. Mereka yang bersumpah untuk memahami apa yang
menguntungkan dan mendapat upah dianggap sakit. Di sisi lain, mereka yang
memahami kebenaran tetapi dengan susah payah menikmati perselisihan, memiliki intelek yang mati; dan
perilaku mereka menjadi brutal. Mereka tidak mengenal Allah dan jiwa (nous) mereka belum
diterangi.
47. Allah,
dengan firman-Nya, menciptakan berbagai jenis hewan untuk memenuhi beragam
kebutuhan kita: beberapa untuk makanan kita, yang lain untuk pelayanan kita.
Dan Dia menciptakan manusia untuk menawan mereka dan tindakan mereka dan untuk
mengapresiasi mereka dengan penuh syukur. Karena itu manusia harus berusaha
untuk tidak mati, seperti binatang-binatang yang tidak rasional, tanpa
memperoleh pemahaman tentang Allah dan pekerjaan-Nya. Seseorang harus tahu
bahwa Allah
itu Mahakuasa; tidak ada yang bisa menolak Dia yang Mahakuasa. Demi keselamatan
manusia, dari ketiadaan yang Dia ciptakan dan menciptakan dengan firman-Nya semua
yang Dia kehendaki.
48. Makhluk surgawi adalah abadi karena mereka
memiliki kebaikan ilahi di dalamnya; sedangkan makhluk duniawi telah menjadi
fana karena kejahatan yang timbul sendiri dalam diri mereka. Kejahatan ini
datang kepada orang-orang yang tidak memiliki intelek melalui kemalasan dan ketidakpedulian mereka akan Allah.
maksudnya:
orang-orang yang tidak memiliki intelek itu akan fana dan tidak abadi, mereka
makhluk duniawi, berbuat jahat dan pasti mereka malas dan ketidakpedulian
mereka akan Allah.
49. Maut, bila dipahami oleh orang, adalah kematian
abadi; tetapi, ketika tidak dipahami oleh orang bodoh, itu adalah kematian.
Bukan kematian ini yang harus ditakuti, tetapi hilangnya jiwa (nous), yang
merupakan ketidaktahuan Allah. Ini memang bencana bagi jiwa (nous).
50.
Kejahatan adalah nafsu yang ditemukan dalam materi, jadi ini tidak mungkin bagi
tubuh untuk bebas dari kejahatan. Jiwa yang cerdas, menyerap hal ini, berusaha
untuk membebaskan diri dari beban kejahatan materi; dan ketika itu bebas dari
beban ini, ia menjadi mengenal Allah dari segala sesuatu, dan berjaga-jaga atas
tubuh sebagai musuh dan tidak menyerah padanya. Kemudian jiwa dimahkotai oleh
Tuhan karena telah menaklukkan hawa nafsu kejahatan dan materi.
Setiap
orang yang menaruh iman kepercayaannya kepada Yesus dan di baptis di dalam
Kristus, ia mengenakan pakaian Kristus (Gslatia 3:27). Semenjak ia mengenakan
pakaian itu ia menjadi manusia baru (Kol 3:10). Theosis, bila itu tujuan pencapaian
setiap orang pecaya maka ada prosesnya itu disebut dengan proses memperbarui.
Memperbarui hati artinya memperbarui Nous, yang terjadi di dalam pembaruan Nous
adalah memiliki Fronew seperti Kristus (pola pikir Kristus). Mengapa harus ada pembaruan hati? Sebab di dalam hati ada
hal-hal yang menajiskan sehingga yang dapat diperbaharui adalah Nous. Mengapa Nous yang harus diperbarui, apa yang
terjadi didalam Nous kita? Ada sesuatu yang harus di dalam Nous ini yaitu
Froneo artinya kita harus memiliki Froneo yang seperti Kristus. Nous itu ibarat
batin dan Froneo itu artinya pola pikir atau suatu hasil produk dari Nous yang
disebut dengan pikiran batin. Memperbarui
Nous artinya memikirkan hal-hal yang diatas (Kol. 3:1-2). Kita percaya dan
dibaptis (Galatia 3:26-27) => pakaian Kristus (anak-anak Allah) => manusia baru => Nous Kristus 1 Kor 2:16 (hegemonikon, mata batin, mata ketiga)
=> Fronema pneumatos -> proses
pembaharuan Roma 12:2; Kolose 3:10, yaitu:
Froneo
pada hal-hal di atas (Kol 3:2) ó kontras (Filipi 3:19)
Froneo
pada hal-hal yang dari Roh (Roma 8:5)
Froneo
pneumatos/ Froneo seperti Kristus (Filipi 2:5)
Jika
dalam proses kita melenceng maka yang kita hasilkan adalah:
Froneo
pada hal-hal daging/ Froneo pada hal-hal duniawi (Filipi 3:19; Roma 8:5)
Froneo
sarkos
Pola
pikir daging
Proses
pembaruan dilakukan secara terus-menerus sampai se ikon dengan pencipta kita
(Kolose 3:10). Mestinya kita mengenakan manusia baru (Efesus 4:24) dan
diperbarui. Roma 8:29, 1 Yoh 3:2 sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam
Kristus Galatia 4:19. Kita segambar dan serupa dengan Kristus baik jiwa maupun
tubuh. 1 Kor 13:11 => mengubah pikiran kanak-kanakku, sifat kanak-kanak
kerohanian. Hingga kita menjadi sempurna, dewasa penuh (Efesus 4:13). Kita
harus mengalami pertumbuhan manusia baru di dalam jiwa (Efesus 4:15). Tubuh
yang hina dan yang fana kita juga menjadi tubuh yang mulia seperti tubuh
Kristus, tubuh yang bersinar/ bercahaya Filipi 3:21. Mengambil bagian di dalam
kodrat Ilahi sebab kita akan menjadi segambar dan serupa dengan Kristus 2
Petrus 1:4. Kolose 3:10 => proses pembaruan itu dikerjakan oleh Allah,
tetapi Allah mengajarkan kita untuk bersinergy dengan-Nya Filipi 2:13; 1 Kor
3:6, 9. Mengerjakan pembaruannya sampai menuju Theosis yang dimulai dari
pembaruan hati. Sebab hati ini berisi dua kekayaan, Good treasure (harta
kekayaan yang baik) dan evil treasure (harta kekayaan yang jahat). Kita terus
diperbaharui walaupun sudah menjadi manusia baru sebab kita masih mewarisi yang
dapat menajiskan hati kita.
Pembaruan
apa yang harusnya terjadi di dalam hati? Rasul Paulus menjelaskan kepada kita
untuk pembaruan budi (pembaharuan Nous) Roma 12:2; Matius 6:22-23. Budi yang
bahasa aslinya Nous/ mata tunggal/ mata ketiga. Mata ini tidak berbicara
tentang mata jasmani kita melainkan mata rohani atau mata batin kita. Setelah
kita memperbarui Nous ini maka kita memiliki Nous Kristus. Dalam Roma 8:5
Froneo kita dapat mengarahkan kearah roh dan ke arah daging juga. Jika Fronema
kita mengarah pada daging maka yang kita hasilkan adalah Sarkos, tetapi yang harus kita hasilkan dalam pembaruan
Nous adalah Fronema pnematos. Jika Fronema Pneumatos yang terjadi maka yang
dihasilkan adalah Fronema pada hal-hal yang di atas dan hal-hal yang dari Roh
(Kol 3:1-2), melihat dimana Kristus ada. Efeknya adalah memikirkan hal-hal yang
dari Roh Kudus.Dengan memiliki
Fronema Pneumatos maka kita harus mematikan Fronema Sarkos, sehingga Fronema
pneumatos menjadi senjata yang ampuh untuk mematikan fronema sarkos. Fronema
sarkos menghasilkan Logismoi Kakoi artinya memiliki hal-hal yang bertentangan
dengan roh yang menimbulkan Epitumia sarkos (nafsu jahat). Jika Epitumia sarkos
ini dibuahi maka menghasilkan perbuaan daging atau dosa. Jika dosa itu matang
maka mendatangkan mati/ maut.
Proses pembaruan ini pada intinya
dimulai dari dalam atau dari hati atau batin manusia baru. Mengapa? Sebab kata
Yesus, “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab
dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan,
pencurian, pembunuhan” (Mar 7:20-21 TB; lihat juga Mat 15:19). Proses pembuahan
di atas bisa kita gagalkan sebelum ia melahirkan dosa. Bagaimana caranya?
Kembali lagi nous dan fronew kita berperan penting. Dan ini adalah
peperangan batin atau pertempuran jiwa untuk melawan logismoi dan nafsu daging
itu.
Perlunya menjaga Nous dalam memperbarui Nous sebab
yang duluan diserang oleh peiramos (iblis) adalah Nous. Sebab Nous merupakan
pemegang kendali dari apa yang dipancarkan dari dalam hati yang penuh dengan
angan-angan. Menjaga Nous dapat dikerjakan melalui doa tana henti, Doa puja
Yesus, dan Hesicehim.
Theosis
atau menjadi serupa/ segambar dengan Kristus merupakan tujuan dari manusia.
Manusia tidak dapat mengerjakannya sendiri sejak mulai manusia pada awalnya
jatuh dalam dosa. Kehidupan orang percaya tidak hanya melakukan kebajikan saja
untuk mengumpulkan amal. Melainkan ada tujuan yang harus di capai yaitu
mencapai kesempuranaan di dalam Kristus. 1 Kor 15:10 (kerja dari Roh Kudus);
Fil. 2:12-13 (Allah yang energizes/ mengerjakan); Yoh 15:5 (menempel pada pokok
anggur); Kol 2:6-7 (di dalam Dia); 1 Kor 3:10 (dibangun diatas-Nya).
Natur
dari Theosis itu adalah energy Ilahi yang mencapai pada kesempurnaan. Milikilah
enegia Ilahi untuk mengerjakan fungsi apa kita ada di dunia ini. Yang dapat
mengendalikannya bukan Allah dan bukan Roh Kudus melainkan raja dari kerjaan
diri kita yaitu Nous kita. Sadarilah hidup kita berfungsi seperti apa.
Ada
beberapa hal penting yang harus kita kerjakan, mana yang lebih utama dijaga dan
dikerjakan yaitu menjaga Nous dan logismoi (angan-angan). Menguasai nous (mata
batin) yang memberi terang kepada tubuh ini. Setan tidak menyerang tubuh pada
umumnya, secara langsung melalui Nous yang menjadi raja. Kehendak bebas manusia
secara konstan diuji, apakah kita memilih kehendak Allah atau mengikuti setan
itu. Nous itu berada di dalam takhtahnya yaitu hati kita. Di dalam hati kita
ada banyak hal yang selalu ingin menguasai hati (Nous/mata batin kita).
Pentingnya Nous dan hati harus bersatu supaya hati ini diterangi dan kegelapan
itu semakin hilang. Memiliki kerinduan untuk berjumpa dengan Yesus. Mengenal
Allah harus segenap keberadaan diri kita. Kepala yang mencari Allah tetapi hati
yang menemukannya. Iman kepala di dalam
hati. Berdoa bukan hanya dengan kata-kata saja, melainkan Nous yang melihat
apa kata-kata yang ada di dalam pikiran/ nous kita dan hati merasakan apa yang
dikaatan oleh Nous.
Nous dan hati harus mengalami penyatuan yang tidak
mudah di kacaubalaukan oleh logismoi atau angan-angan jahat kita. Sama seperti hati
fisik kita mengendalikan sebagian besar fungsi tubuh, jadi hati rohani kita
adalah pusat dari semua yang kita pikirkan, katakan, cintai, benci, dan pilih
dan lakukan dalam hidup. Archimandrite Spyridon Logothetis menekankan
pentingnya dua hati, fisik dan spiritual, ketika ia menulis, “Setiap orang
memiliki dua hati. Satu adalah hati tubuh. Yang lain adalah hati jiwa. Kondisi
baik atau buruk dari kedua hati kita sangat penting. Jika sesuatu terjadi pada
salah satu dari mereka, maka kita memiliki masalah hati dan hidup kita dalam
bahaya, apakah itu kehidupan tubuh kita atau kehidupan jiwa kita.”
Firman Allah
yang menjadi darah dan daging Kristus. Firman Allah telah mengambil daging dan
tubuh manusia dengan mengenakan tanah dan debu, yang diwujudkan dengan tubuh
atau daging dan darah. Melalui baptisan Yesus Kristus air di retorasikan,
melepaskan setiap kutukan dosa. Yesus Kristus telah memberikan darah dan
daging-Nya kepada kita dengan wujud roti dan anggur (Yohanes 6:56). Ketika kita
memakan dan meminum darah dan daging Kristus, kita telah bersatu dan berada di
dalam Kristus. kita dapat menemukan-Nya melalui yang ada di dalam, Tuhan Yesus
tidak berada lagi di luar kita.
Romo John
Meyendorff menerangkan bagaimana Firman Allah itu menjadi realitas bagi kita:
“Semenjak
Inkarnasi (Penjelmaan Firman Allah menjadi daging, Yohanes 1:14), tubuh kita
telah menjadi ‘bait Roh Kudus yang diam di dalam” kita.(I Korintus 6:19);
di sanalah, di dalam tubuh kita, kita harus mencari Roh Allah itu, di dalam
tubuh kita yang dikuduskan oleh kuasa Roh Kudus (I Petrus 1:2), melalui
Sakramen-sakramen (I Korintus 12:13–> dibaptiskan dalam satu Roh, dan
diberi minum yaitu minum dari Cawan Perjamuan Kudus, dalam satu Roh), serta
dicangkokkan oleh Perjamuan Kudus ke dalam Tubuh Kristus (I Korintus 10:16-17,
Yohanes 6:56)). Allah itu sekarang harus ditemukan di dalam. Dia tak lagi
berada di luar kita. Oleh karena itu kita menemukan Terang Cahaya Gunung Tabor
(yang dilihat Petrus, Yakobus, dan Yohanes) – Matius 17:2,5 – itu di dalam diri
kita.”
Kalau baca Alkitab bukan sekedar mengtahui historia,
tetapi kita mempunyai pertanyaan bagaimana saya diselamatkan. 2 Timotius 3:15
Kekaguman dan sikap mendengar.
Pertama kagum, ketika kita membaca Alkitab dengan
rasa kagum maka kita tidak merasa bosan. Kedua, ketaatan itu adalah mendengar. Ketiga,
Mengerti Firman Tuhan ini melalui gereja. Pendekatan kita kepada perkataan itu
melalui gereja.
Setiap yang
tertulis di dalam kitab suci selalu berkaitan dengan Christ center dan
Ecclesial. Berdasarkan Christ Center Sebab apa yang tertulis
di dalam kitab suci dan yang kita baca berasal dari kata-kata/ firman Allah
yang dinyatakan oleh Yesus Kristus di dalam Roh-Nya. Maka kita hanya dapat
mengerti dan mengenal apa yang kita baca itu berasal dari Kristus Tuhan. Di
dalam Perjanjian lama ada yang menggunakan Allegory Tipology, yang menjadi
tipologynya adalah Yesus Kristus Tuhan kita. Allah dapat berfirman melalui
allegory sehingga ketika kita membacanya harus secara allegory. Belajar kitab
suci perlu bimbingan dari gereja Kis. 8:30-31. Yoh 14:16 => Roh Kudus yang
mengajarkan semuanya itu kepada para rasul, itulah yang berasal kepada Yesus. Filipi 4:9 =>
setelah Roh Kudus
mengajar kepada para rasul
dan para rasul mengajarkan kepada gereja. Yoh 14:24 => Firman yang kamu dengar itu dari Kristus
berasal dari Bapa. Bapalah
sumber dari ajaran tentang kebenaran. Membaca Alkitab dalam bentuk
ibadah dan sembahyang. Membacakannya dengan menggunakan bacaaan (lectionary)
yang telah diciapkan oleh gereja dan memahaminya dengan full dan tidak
terpotong-potong sehingga kita menemukan artinya lapisan demi lapisan.
Bapa
=> Kristus Yesus => Roh Kudus => para rasul => gereja.
Membaca Alkitab sesuai liturgical adalah membaca
sesuai dengan lectionary (baca harian) sebab kita kembali pada paradosis dan
gereja pulalah yang meneruskan ajaran dari para Rasul. Sedangkan pratistic adalah
sebagai gol (emas) ketika kita membaca dan dituntun kita ibarat orang yang
sudah mendapatkan harta karung yang berharga. St. Crysostom mengatakan bahwa
membaca Alkitab ibarat kita membuka pintu surgawi. St. Ignati Brianchaninov berkata:
membaca sesuatu yang suci harus membaca tulisan dari orang-orang yang suci dari
gereja, membaca sesuatu yang suci harus membaca tulisan orang yang suci dari
gereja timur, seperti yang ditulis oleh rasul Petrus, 2 Petrus 1:20-21. Membaca
Alkitab itu tidak dilihat hanya sepihak saja bukan dengan pikiran kita dan
bukan juga hanya pikiran bapa-bapa gereja. Penafisran kitab suci tidak hanya
mengandalkan Roh Kudus saja sehingga kita menjadi pasif dan tidak berusaha
untuk mengerjakan anugerah Allah yang dituntun oleh Roh Kudus. Tetapi kerjasama
yang selalu berjalan bersama-sama.
Membaca
kitab suci dengan kembali kepada gereja dan tulisan bapa-bapa gereja dan tidak
hanya memakai pikiran sendiri melainkan pikiran Kristuslah yang lebih utama.
Alkitab
itu adalah sejarah kudus dan suci, teks yang bersifat khusus dan spesifik.
Allah memanggil seseorang secara khusus dan melalui ibu yang dipilih secara
khusus. Kasih Allah yang universal tetapi selalu persenol di dalam ekspresinya.
Peristiwa dalam kitab suci ditulis berupa dengan Allegory dan Tipology. Setiap
nama yang ada di Alkitab ada arti dan maksud dari penulis. Caranya adalah
sebagai berikut:
Historia: meneliti dalam teks kitab
suci
Syntactic
Form
Terjemahan
Literal
Syntactic
points
Theoria: menemukan spiritual
meaning:
Christ centered, Ecclesial, dan personal
Semantic
point => penjelasan setiap ayat
Outline
konsep teologys
Semantic
content: interaksi dengan teks-teks lain di dalam kitab suci
Praxis/ pratikos
Ringkasan
=> didaskalia yang berguna untuk saya (reproof dan correction)
Ketaatan
=> instruction (membuat kita pelaku-pelaku firman yang hidup).
Pada mulanya Allah menciptakan
langit dan bumi, cakrawala, daratan, cakrawala itu disebut langit dan menyebut
kering itu darat yang menghasilkan duri. Tetapi kalau kita menyebut kering itu
bumi yang menghasilkan buah Kejadian 3:18, Ibrani 6:8. Dry land (kering) diubah menjadi earth (bumi). Yesaya 9:18, Yoh 15:6 => kata kering (dry land). Keluaran 3:8 => ke satu
bumi (negeri) yang berbuah. Jangan menjadi Dry
land yang akan menghasilkan duri melainkan earth yang menghasilkan buah bagi Tuhan. Marilah kita bisa membedakan air yang ada di atas dan air yang ada
dibawah cakrawala. Maksudnya kita dapat memahami air yang ada di atas
cakrawala, ditarik turun menjadi air hidup yang mengalir di dalam diri kita
untuk mendapatkan hidup yang kekal Yoh 7:38, Yoh 4:14 yaitu menarik Kristus
di dalam hati kita sehingga kita mempunyai sumber hidup yang kekal itu. Marilah
kita menjadi bumi atau tanah yang mengahasilkan buah kepada Tuhan.
Kedatangan Kristus di Dunia
melalui Maria yang dijadikan alatnya Allah untuk mengandung sang penyelamat dan
Adam baru. Yeh 43:27-44:4 tipologi suatu gerbang yang ditutup tetapi disaat the
prince, itu datang maka ia terbuka dan tertutup kembali sampai akhir, Mazmur
9:1-8 (Hikmat telah membangun rumahnya Ia akan turun dalam rahimnya Maria),
Lukas 1:39-49. Maria adalah the new give (panagia) hawa yang baru. Ia yang
menjadi contoh bagi kita untuk menjadi teladan dalam mencapai Theosis. Kristus
disebut sebagai Adam yang baru karena Dia menebus Adam yang lama. Maria/
panagia bukan hanya melahirkan Yesus tetapi Maria ibu Yesus tidak lepas menjadi
Hawa baru. Mengapa Maria selalu diperingati oleh gereja? Sebab Ia yang menjadi
dasar tentang keselamatan kita. Inkarnasi dan Theosis suatu misteri besar dalam
iman dan teologi kita. Lewat keteladanan Maria kita dapat mengerti dan melihat
inkarnasi dan Theosis.
Maria adalah wanita yang paling
cocok/ tepat mengandung anak Allah, malaikat Allah memberitakan kepadanya dan
tergesa-gesa tinggal ditempat yang tinggi Lukas 1:39. Ketika itu terjadi anak
Elisabet gembira dan ia dipenuhi oleh Roh Kudus pada saat itu. Maksudnya Elisabet menerima Roh
Kudus berdasarkan anaknya sendiri sama seperti Maria yang mengandung Kristus
dan Dia dikuduskan oleh Roh Kudus. Yohenes diberkati karena anak yang
ada di dalam rahimnya Maria. Maria adalah satu-satunya yang diberkati dari
antara wanita-wanita yang lain dan ini dikatakan oleh Elizabet yang dipenuhi
oleh Roh Kudus. Elizabet sadar bahwa Maria ini mengandung Yesus “ibu Tuhanku”
Lukas 1:43. Maria tipologi dari tabut perjanjian lama => yang mengandung
sang Allah yang tak terkandung.
Spiritual meaning =
Maria tipologi dari tabut perjanjian lama => yang mengandung sang Allah yang
tak terkandung. Dimana Allah hadir disitu kita dipenuhi oleh Roh Kudus (2
Samuel 6:11).
Personal =
siapakah aku ini sehingga Allah datang kepadaku, menyelamatkan aku dan aku
dipenuhi dengan Roh Kudus. Maka, Jadilah sebagai Elisabet yang mempunyai mata
rohani yang bisa melihat ibu Tuhan. Kapan kita dipenuhi oleh Roh Kudus? Jika
kita mempunyai dan mengandung benih Ilahi yang sama dengan Maria dan Elisabet
mengandung Benih Ilahi (Kristus Tuhan) Galatia 4:19. Semua orang yang
mengandung benih Ilahi dengan mengalami proses sampai terbentuknya bayi (Roma 7:14).
Dalam Markus 4:26-29 memberikan
kita pengertian bahwa ini berbicara tentang kerajaan Allah. Kerajaan Allah
tipologi dari suatu pemerintahan yang kekal untuk semua manusia. Tidur dan
bangun artinya Yesus sebagai penyelamat akan mati dan akan bangkit kembali
membawa kemenangan. Penabur tipologi dari Christ yang memulaikan kerajaan Allah
itu dan menaburkan benih. Benih tipologi dari perintah injil. Si penabur tidak
tahu proses benih menjadi tunas maksudnya Kristus tidak memaksa/ memanipulasi
orang untuk merespon injilnya tapi setiap orang yang bebas menerima atau
menolak injilnya dalam dirinya. Tanah tipologi dari hati (habitat firman/ benih
itu berada). Kita bertumbuh atau tidak bergantung pada si penabur. Maka hati
kita harus menjadi tanah yang subur sehingga benih itu mengalami pertumbuhan.
Tangkai/ bulirnya => symbol dari tubuh. Gandum => jiwa kita. Ini
berbicara tentang bagaimana kita memurnikan tubuh dan jiwa kita yang mesti
kudus dan menjadi tubuh sempurna. Buah tipologi dari orang-orang kudus. Masak/matang
maksudnya genap waktunya (menunjukkan kedatangan Kristus yang kedua).
Mengingatkan kita setiap orang
percaya bahwa jangan hanya sebatas kita menerima benihnya saja melainkan harus
berbuah. Sebab dalam hari penghakiman atau ketika waktunya genap maka yang di
bawa Kristus bersama Dia ke Surga adalah orang yang berbuah. Sebaliknya bagi
orang yang tidak berbuah akan dipotong atau di tinggalkan oleh Kristus. Respons
dari Firman itu harus diberikan di tanah yang subur/ hati yang subur sehingga
menghasilkan buah.
Matius 8:1-4 berbicara tentang
kesembuhan orang sakit kusta yang dapat disembuhkan dengan dua sisi. Dilihat
dari sisi orang sakit kusta: Datang kepada Yesus dengan iman dan kerendahan
hati serta pengakuan iman untuk mendapatkan pengharapan itu. Memberikan
persembahan korban kepada imam. Sedangkan dari sisi Yesus sebagai imam yang
sejati yang mentahirkan orang itu. Dia lebih berkuasa atas hukum taurat. Imam
yang lebih besar dari pada musa. Dan kemenangan atas hukum artinya kuasa Allah
menang atas dosa dengan hatinya yang digerakkan oleh belaskasihan. Begitu juga
dengan kita setelah diselamatkan kita memberikan persembahan kepada Kristus
yang mempersembahkan hidup kita kepada Tuhan untuk dapat diterima kembali oleh
komunitas di dalam kekudusan.
Misalnya lagi di dalam Ruth 1
dimana naomi seorang janda dan ditinggalkan oleh kedua anaknya laki-laki. Ruth
yang bersama dengan Naomi menantunya sedangkan orpa menantunya yang satu
kembali kepada orang tuanya. Naomi menggambarkan seorang Yahudi yang setia dan
kembali ke Israel. Ini menunjukkan bahwa ia kembali kepada Bapa dan
menggambarkan bahwa Allah Bapa adalah Allah yang penuh kasih dan menunjukkan
kasih-Nya kepada setiap orang yang kembali kepada-Nya. Naomi pulang ke Israel
karena ia tahu kepada siapa ia pulang. Yoh 6:48 => Akulah roti hidup. Kematian
dari kedua anaknya dan suaminya tidak bisa dihindari sebab itu merupakan buah
dari dosa. Spiritual meaningnya => jika kita lihat kematian itu akibat dosa
dan melihat bahwa kematian itu adalah pintu menuju Kristus. Orpa melihat
kematian sebagai suatu yang menakutkan. Ruth => orang moab tetapi ia
mengikuti Allahnya Naoimi dan Naoimi menerimanya. Naomi digambarkan sebagai
Kristus yang menerima siapa saja yang memberikan keselamatan dan Anugerah itu
terbuka bagi semua bangsa. Ruth => merasa asing, tetapi dengan ikut Kristus
ia harus merasa asing dan meninggalkan manusia lamanya.
Kasih Allah itu bukan hanya
kepada bangsa Yahudi tetapi terbuka bagi bangsa lain. Seperti Ruth yang
mengerjakan keselamatannya dengan mau setia kepada Allah, walaupun saya
menderita saya tetap ikut Yesus karena saya tahu kepada siapa saya pergi. Seperti
Ruth yang melihat kematian itu tidak menakutkan melainkan pintu menuju
keselamatan datang kepada Boas (gambaran dari Kristus). Ia semakin dekat kepada
Tuhan bukan seperti Orpa yang kembali kepada penyembahan berhala allah nenek
moyangnya.
Hubungan Allah dengan manusia
seperti kisah cinta atau pernikahan Hosea denga Gomer perempuan sundal itu. Pernikahan
Hosea ini merupakan suatu perumpamaan bagaimana Allah itu setia kepada kita
sedangkan umatnya tidak setia. Hosea tipologi dari Kristus sebagai mempelai
laki-laki yang setia. Tetapi Gomer gambaran dari umat Kristen (mempelai
perempuan/gereja). Gomer itu perempuan sundal artinya kita dapat lihat begitu
besar kasih Allah kepada manusia. Hosea tetap setia kepada istrinya tetapi
istrinya tidak. Kadang hubungan kita kepada Allah seperti itu juga kita tidak
setia di dalam hati. Roma 13:8-10 => kita bukan hanya dituntut untuk setia
kepada pasangan kita tetapi kasihilah dia. Begitu juga dengan hubungan kita
kepada Kristus yang bukan hanya kita setia melainkan digenapi dengan berbuat
kasih. Efesus 1:4 => tetap kudus dan tidak bercacat, untuk menjadi gereja
atau mempelai perempuan yang setia menantikan mempelai laki-laki kita tetap
menjaga kekudusan kita dan hidup di dalam kasih. Sebagai mempelai perempuan
harus menjaga kekudusan dan kesucian hatinya seperti mempelai laki-laki.
Menjaga hati dalam kekudusan dan kesucian hati
dengan menjaga Nous dari segala godaan iblis/ Peiramos. Kehendak bebas kitalah yang mengendalikan semuanya mau
pilih jalan yang mana dan melakukan yang mana. Seperti yang ada di gambar
berikut ini:
Tabernakel merupakan tipologi
dari Kristus dan gereja-Nya. Altarnya tertuju tentang doa-doa. Perjalanan di
padang gurun => perjalanan gereja menuju kepada Firdaus. 42 tahun tabernakel
di bongkar artinya 42 keturunan dari Abaraham kepada Kristus. Ini menjelaskan
perjalanan keselamatan manusia. Keluaran 1:14 => perbudakan bangsa Israel di
mesir artinya perbudakan manusia di dalam dosa. Kematian Yusuf, Kel 1:6-7 =>
menunjukkan kematian Kristus. Karena kematian Yusuf mendatangkan bangsa Israel
banyak lahir. Firman =è
dapat menjadi daging.
Demikian pula dengan Alkitab “divined ispired =è
human langue. Pada saat kita membaca kitab suci terjadilah proses penafsiran.
Karena tafsiran kita bermacam-macam maka gereja yang melahirkan kitab memiliki
cara untuk manafsir kitab suci. Roh Kudus yang menginspirasi atau menuliskan
Yoh 14:26, Lukas 24:44-45, yang menuliskan tentang Kristus. Dalam membaca kitab
suci harus mengisi hati dan jiwa itu dengan membuka Nous kita. Christ
mengatakan membaca kitab suci ibarat kita membuka pintu surga. Jika Firman
menjadi daging maka divinely juga menjadi human.
Semuanya dikerjakan dengan ketaatan kepada Allah
Tritunggal. Permasalahannya apa yang menjadi objek ketaatan kita? Selain dari
kita mengosongkan Nous dari hal-hal dunia dan mengisinya dengan Nous Kristus.
Nous Kristuslah yang mengendalikannya sampai rupa Kristus menjadi nyata di
dalam kita. Ini disebut dengan Kenosis. Mengosongkan Nous dengan melawan
peirmos tidak mudah sebab ia berupa energi yang menghancurkan Nous kita. Akan
tetapi ada energi lain yang dapat mengalahkannya, disebut sebagai energi ilahi.
Energi Ilahi dapat diperoleh engan menyatukan kehendak bebas dan energi Allah
di dalam kita sehingga kita menerimanya. Energi ilahi
diperlukan untuk mengerluarkan/mengerjakan kekekuatan Kristus atau benih ilahi
itu yang sudah ada di dalam diri setiap anak Allah.
Orang yang
mengerjakan keselamatan artinya mengerjakan Kristus yaitu mengeluarkan dunamis
yang masih ada dalam diri kita. Mengerjakan keselamatan artinya menerima
keselamatan oleh anugerah dan itu adalah karunia ilahi dari Roh Kudus. Tetapi
untuk mencapai kepenuhan dari kebajikan itu kita harus memiliki iman dan kasih
dan juga berjuang untuk melatih kehendak bebas kita. Dengan cara ini kita
mewarisi kehidupan kekal sebagai konsekuensi dari keadilan dan kebenaran. Kita
tidak dapat mengalami kuasa ilahi tanpa kita berusaha melakukan sesuatu ataupun
hanya dengan kekuatan kita saja tidak dapat mencapai kepenuhan itu. Menjemput
energi ilahi itu hanya dapat mampu dengan doa yang berasal dari hati yang
benar. Biarkanlah kehendak bebasmu di kuasai oleh Energi Allah dan menggunakannya
untuk menyenangkannya.
Keselamatan manusia diterima ketika Firman Allah
menjelma menjadi darah dan daging. Keselamatan ada di dalam hidup kita dan
kerjakanlah dengan menggunakan Energi Ilahi dari Allah penuh kuasa dan
keilahian. Tujuan dari semua ini adalah untuk mencpai Theosis atau rupa Kristus
menjadi nyata. Amin.
Orang yang
mengerjakan keselamatan artinya mengerjakan Kristus yaitu mengeluarkan dunamis
yang masih ada dalam diri kita. Mengerjakan keselamatan artinya menerima
keselamatan oleh anugerah dan itu adalah karunia ilahi dari Roh Kudus. Tetapi
untuk mencapai kepenuhan dari kebajikan itu kita harus memiliki iman dan kasih
dan juga berjuang untuk melatih kehendak bebas kita. Dengan cara ini kita
mewarisi kehidupan kekal sebagai konsekuensi dari keadilan dan kebenaran. Kita
tidak dapat mengalami kuasa ilahi tanpa kita berusaha melakukan sesuatu ataupun
hanya dengan kekuatan kita saja tidak dapat mencapai kepenuhan itu. Maz 127:14
=>Tuhan dan kita itu bekerja sama. Energi ilahi yang diberikan Allah kepada
kita melalui anugerah. Anugerah yang kita peroleh menjadikan kita pewaris dari
energi Ilahi Allah sehingga kita menjadi anak-anak Allah atau kepunyaan Allah.
Orang yang dibaptis di dalam Allah artinya ikut ambil bagian dari kodrat ilahi
dan menyatu dengan Allah di dalam penderitaan, kematian, penguburan dan
kebangkitan Yesus. Ini berarti genetik Allah telah ada di dalam diri kita
sehingga DNA Kristus ada di dalam kita dan kita di dalam Dia. Sakramen
perjamuan kudus artinya kita memakan dan meminum tubuh dan darah Kristus.
Energy
dari Allah yaitu 1 Tes. 2:13 => Firman Allah yang kita baca itu adalah kuasa
atau energy ilahi yang diberikan Allah kepada kita. Yakobus 5:16 => doa
orang benar memiliki kekuatan yang berisi energy yang begitu kuat di dalam
kita. Untuk memperolehnya kamu pakai karunia roh yang Tuhan kasih dan
berdoalah. Karunia Roh Kudus 1 Kor 12:11 => Roh Allah/ Energi ilahi bekerja
di dalam diri setiap orang percaya, karunia Allah itu tidak cukup tetapi berdoa
dan membaca Firman Tuhan setiap hari. Dalam pembacaan kita sudah mengerti kita
mengerjakan dan mendapatkan apa, yaitu mendapatkan energy Ilahi di dalam kita.
Maximus
berkata:
Manusia
memiliki 2 sayap. Pertama kebebesan, tapi kedua anugerah. Maksudnya kehendak
bebas yang ditaklukan, sejalan dengan grace. St. Theophan: kerahkan semua kekuatanmu,
tapi tenanglah dengan keberhasilan pada Tuhan. Calistos => kita harus
memegang kebenaran ini dengan seimbang, tanpa anugerah ilahi kita tidak
melakukan sesuatu. Tapi tanpa kehendak bebas kita melakukan kehendak Allah maka
Allah tidak melakukan apa-apa. Keselamatan kita hasil dari 2 faktor yaitu
Inisiatif Allah dan respons/ partisipasi manusia ini keseimbangan yang
dikerjakan.