Aku membutuhkan-Mu Lukas 21:37-22:8

Paskah adalah puncak terpenting dari perayaan besar agama Kristen. Paskah merupakan hari dimana orang harus menyembelih domba paskah pada zaman perjanjian lama. Yesus memerintahkan murid-Nya untuk mempersiapkan perjamuan paskah. Yesus tahu apa yang akan terjadi kepada diri-Nya baik yang akan di lakukan Yudas Iskariot maupun para imam kepala dan kepala-kepala pengawal bait Allah kepada diri-Nya. Apakah itu semua membuat Yesus lari dan menghindar dari kenyataan dan perintah Allah? Tidak. Yesus sekaligus mengatakan kepada murid-Nya bahwa Dialah yang menjadi korban sembelih di hari Paskah. Yesus tahu dan memberitahu kepada murid-Nya apa kehendak Allah artinya Yesus sebagai imam yang mempersembahkan korban kepada Allah dan korban itu diri-Nya sendiri. Sudah jelas bahwa Yesus memiliki status sebagai imam dan Ia melebihi segala imam karena Ia sendiri yang menjadi korbannya. Yudas sebagai murid yang bersama-sama dengan Yesus setiap hari dan tahu apa yang Yesus ajarkan. Akan tetapi ia dapat menjadi alat iblis, iblis memperdaya Yudas karena satu hal yaitu cinta akan uang. Semua manusia mengalami hal yang demikian tetapi apakah kita dapat mengontrol hati ini dari setiap keinginan normal yang kita miliki? Para imam kepala yang hanya memegang dan membesar-besarkan namanya sebagai imam tetapi mata rohani mereka ditutupi dengan kesombangan hati mereka kepada sesama terlebih kepada Tuhan Yesus Kristus. Dalam hal ini sadarkah kita kadang seperti siapa di antara mereka? Tanpa sadar kita pernah jadi Yudas Iskariot yang hanya mementingkan keinginan kita dari pada Tuhan sendiri. Mungkin juga kita pernah jadi imam besar yang merasa dirinya sangat diperlukan. Di situlah kita sangat membutuhkan harapan besar untuk menyelamatkan kita dari dosa yang mengikat kita. Demikianlah Yesus menjadi korban sembelih di hari paskah dan Dialah jaminan kehidupan kita. Untuk itu taruhlah harapanmu kepada Yesus Kristus dan sadarlah bahwa kamu bukan siapa-siapa ketika keinginan daging itu datang kepadamu.

Marniwati Gulo

STT SOTERIA PURWOKERTO

15 Februari 202

SUMMARY ETIKA

Etika adalah ilmu yang mempelajari apa yang baik dan apa yang buruk dan kewajiban-kewajiban moral di dalamnya. Etika adalah tidak bisa dipisahkan dengan tradisi gereja disebut sebagai Etika Gereja. Etika yang menolong kita untuk semakin serupa dengan Kristus. Keselamatan itu synergy antara iman dengan sumber dari etika yang kita miliki Efesus 2:8-10. Setiap manusia memiliki etika yang ditaruh Allah di dalam diri setiap orang percaya, Allah Tritunggal merupakan sumber dari etika sebab sejak kekekalan mereka telah menyediakan etika itu. Tujuan Etika Kita adalah bertumbuh untuk menjadi segambar dan serupa dengan Allah, Transfigurasi = menjadi makhluk terang. Bagian dari semuanya ini adalah melakukan pekerjaan baik, menjadi orang yang bermoral dan mengembangkan karakter yang stabil, berintegritas dan berkarakter. Etika kita menentukan penghakiman yang akan kita alami. Untuk menyatakan pertobatan yang sungguh-sungguh weep => grief, artinya meratap, menangis, Matius 5:4 = orang yang berdukacita (dukacita karena bertobat dari segala dosa). Pertobatan itu membawa kita kepada keselamatan sehingga etika kita dimulai dari pertobatan, tetapi dukacita dari dunia mendatangkan kematian.

Teopati => perasaan akan adanya Allah, Teology => pikiran tentang Allah. Kita harus mengerti dinamika untuk mencari Allah jangan memakai teopati atau perasaan kita yang mengukur berkat Allah. Melainkan teopani yang selaras dengan teology tentang Allah. Jika kita tidak sungguh2 mencari Allah maka tidak ada buah-buah pertobatan dan tidak masuk jalan yang sempit. 2 Kor 6:14-16 => artinya terang yang tidak bersatu dengan gelap. Maksud dari teopati adalah perasaan akan adanya Allah sedangkan teology adalah pikiran tentang Allah. Markus 10:17 => merasakan berkat materi jasmani telah kita rasakan tetapi yang dirasakan adalah berkat yang kekal. Untuk mendapatkannya kita semestinya menempel dengan Kristus dengan datang kepadanya dalam pertobatan Yohanes 15:6. Ajakan masuk dalam pertobatan tidak secara paksa tetapi berupa pilihan bagi manusia. Di dalam pertobatan ada tangisan yang kudus, tangisan yang betul-betul menyucikan batiniah dan hati kita yang disebut dengan air mata pertobatan. Ketaatan Matius 22:37-39. Melakukan perintah utama yang diperintahkan oleh Allah kepada setiap kita. perintah yang paling besar dan paling utama adalah kasih. Kasih harus dinyatakan dengan satu bukti Yoh 14:21-24 pertobatan yang menghasilan ketaatan dan ketaatan itu adalah bukti dari kasih dan kasih itu adalah buah-buah dari pertobatan.

Yesus telah mempermuliakan Allah artinya Yesus telah menyelesaikan dan mengerjakan apa yang telah diperintahkan oleh Allah Bapa-Nya. Ia telah mengerjakannya di bumi setelah Ia berinkarnasi menjadi manusia. Melakukan air mata pertobatan setiap hari dengan menyucikan hati dari berbagai macam dosa, taat dalam setiap perintah-Nya dan memuliakan Dia lewat perbuatan-perbuatan baik dalam kasih yang menyempurnakan gambar Kristus menjadi Rupa Allah.

Memiliki etika belum tentu memiliki Nous dan mempergunakannya. Orang yang memiliki nous otomatis beretika dan tatakramanya ada. Membedakan antara intelek dengan jiwa, ciri-ciri orang yang berintelek cerdas adalah bisa melakukan kebajikan bagi jiwa dan bisa membedakan yang baik dan yang jahat bersyukur kepada Tuhan dan praktik untuk kebaikan itulah orang yang berintelek.

Orang yang berintelek adalah bisa ikut dengan irama/ kehendak-Nya Allah. Untuk mencapai tujuannya adalah mendisplinkan jiwanya dan Percaya bahwa Tuhan sudah mengatur segala sesuatu. Bisa menganggap hal-hal yang menyakitkan diatasi dengan kebajikan atau kebaikan di dalam dirinya. Menganggap bahwa bukan materi yang jahat tetapi sesuatu yang kamu cinta kepada material itulah yang jahat. Harta itu fantasi tetapi ketika kita melakukan kebajikan itu melebihi kekayaan materi. Memeriksanya, bisa membedakan apa yang pantas dan menguntungkan dan menghindari hal yang asing.

Orang yang tidak menggunakan intelektualnya sesuai dengan fungsinya, kita tidak dapat mengakui diri kita yang sejati karena masalah menguasai diri kita. Memang mencapai kehidupan yang baik itu tidak mudah karena bisa saja nous kita berubah-ubah dan diarahkan kepada hal materi tetapi kita terus arahkan Nous kita supaya nous kita menikmati cintanya Allah. Orang yang tidak berintelektual. Mengandung kejahatan yang merusak jiwa dan di hukum oleh Allah. Orang yang tidak mendisplinkan dirinya dianggap sebagai orang yang tersesat. Memiliki self-control merupakan satu pengharapan bagi jiwa kita. Dalam memperaktekan suatu kebajikan itu memang seharusnya kita berjuang dan berusaha keras dengan menghormati Allah yang memberikan kita kekuatan untuk memperaktekan kebajikan.

Ketika kecerdasan (Nous) benar-benar berfungsi, maka kita disebut manusia. Ketika tidak berfungsi, kita tidak berbeda dengan binatang kecuali secara fisik dan bisa berbicara. Sedangkan manusia yang memiliki kecerdasan akan menyadari bahwa dia abadi dan membenci semua keinginan/hasrat yang memalukan, yang menyebabkan kematian bagi manusia atau bagi dirinya sendiri. Kekudusan dan intelek jiwa harus dikenali dari apa yang dia lihat, jalan, berbicara, tertawa, cara dia menghabiskan waktu dan juga teman-teman yang bersamanya. Semuanya ditransformasikan dan mencerminkan kecantikan batin. Sebab intelek yang menikmati kasih Allah adalah penjaga gerbang dan penghalang-penghalang yang mencegah masuknya pikiran jahat dan cemar.

Berjaga-jaga tanpa doa ibarat tubuh tanpa jiwa sehingga sia-sia. Berdoa tanpa berjaga-jaga senantiasa doa kita dikalahkan oleh iblis. Berjaga-jaga seperti tubuh dan doa seperti jiwa. Berjaga-jaga itulah yang harus maju dulu. Berjaga-jaga itu intelek yang maju bertempur untuk melawan dosa. Berdoa itu bukan berbicara masalah tubuh, tetapi intelek berjaga-jaga sementara ia sedang berdoa. Intelek berjaga-jaga dan intelek berdoa. Hati merupakan tempat pertempuran antara intelek dan musuh-musuh kita. Semua yang dari dalam menyerang hati kita namun hanya intelek yang mampu menyerangnya. Penjagaan intelek yang menjaga hati, sebab hati merupakan tempat pertempuan yang sebenarnya.

Theosis berasal dari kata “Theo” artinya Allah dan “osis” artinya proses. Maka Theosis merupakan proses menjadi segambar dan serupa dengan Kristus. Theosis => mengalami cahaya yang dialami oleh Kristus yang bersinar, seperti Yesus yang mengalami transfigurasi. Kita dapat menjadi manusia terang yang bersinar dan memancarkan terangnya kepada dunia. Mereka yang menjalani kehidupan berjaga-jaga, melepaskan diri dari bahaya dan tidak membutuhkan perlindungan. Dengan mengatasi semua nafsu, mereka dengan mudah menemukan jalan yang mengarah kepada Allah. Konsentrasi pada kekudusan hidup, bersama dengan perhatian pada jiwa, menuntun pada kebaikan dan kasih Allah. Karena dia yang mencari Allah menemukan Dia dengan mengatasi semua keinginan melalui kegigihan dalam doa. Orang seperti itu tidak takut pada setan-setan.

Merasa puas dengan apa berkat Tuhan yang diberikannya, kita mengembalikannya dengan bersyukur dan tanpa harus merasa kehilangan. Tetap bersyukur jika apa yang kita miliki hilang dan meninggalkan kita. Seorang manusia tidak bisa menjadi baik dan bijaksana dengan segera, tetapi hanya melalui banyak usaha, refleksi, pengalaman, waktu, latihan dan keinginan untuk melakukan kebajikan. Manusia yang baik dan menikmati kasih Allah, dan yang benar-benar mengenal-Nya, tidak pernah berhenti melakukan ketaatan sesuai dengan kehendak-Nya. Manusia seperti itu jarang terjadi.

Setiap orang memiliki dua hati. Satu adalah hati tubuh. Yang lain adalah hati jiwa. Kondisi baik atau buruk dari kedua hati kita sangat penting. Jika sesuatu terjadi pada salah satu dari mereka, maka kita memiliki masalah hati dan hidup kita dalam bahaya, apakah itu kehidupan tubuh kita atau kehidupan jiwa kita.

Proses pembaruan dilakukan secara terus-menerus sampai se ikon dengan pencipta kita (Kolose 3:10). Mestinya kita mengenakan manusia baru (Efesus 4:24) dan diperbarui. Roma 8:29, 1 Yoh 3:2 sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam Kristus Galatia 4:19. Kita segambar dan serupa dengan Kristus baik jiwa maupun tubuh. 1 Kor 13:11 => mengubah pikiran kanak-kanakku, sifat kanak-kanak kerohanian. Hingga kita menjadi sempurna, dewasa penuh (Efesus 4:13). Kita harus mengalami pertumbuhan manusia baru di dalam jiwa (Efesus 4:15). Tubuh yang hina dan yang fana kita juga menjadi tubuh yang mulia seperti tubuh Kristus, tubuh yang bersinar/ bercahaya Filipi 3:21. Mengambil bagian di dalam kodrat Ilahi sebab kita akan menjadi segambar dan serupa dengan Kristus 2 Petrus 1:4. Kolose 3:10 => proses pembaruan itu dikerjakan oleh Allah, tetapi Allah mengajarkan kita untuk bersinergy dengan-Nya Filipi 2:13; 1 Kor 3:6, 9. Mengerjakan pembaruannya sampai menuju Theosis yang dimulai dari pembaruan hati. Sebab hati ini berisi dua kekayaan, Good treasure (harta kekayaan yang baik) dan evil treasure (harta kekayaan yang jahat). Kita terus diperbaharui walaupun sudah menjadi manusia baru sebab kita masih mewarisi yang dapat menajiskan hati kita.

Tetaplah untuk tinggal di dalam Kristus sehingga kita bersama dengan Dia di dalam kemuliaan Kolose 3:4. Dalam Roma 8:18 kita bisa memilih hukum daging dan bisa juga hukum Allah, tetapi Rasul Paulus tidak melakukan hal yang membuat dia senang untuk sementara. Melainkan ia memilih untuk Silence hingga ia kuat di dalam menghadapi penderitaan. Selama 3 tahun ia silence dan mempersiapkan dirinya dalam menghadapi medan pertempurannya. Theosis tidak dikhususkan untuk orang-orang tersebut melainkan untuk semua orang yang sudah dibaptis. Theosis bukan kita tidak bisa berdosa tetapi Theosis itu selalu menuntun kita kepada pertobatan dan sensitive terhadap dosa. Selalu konstan di dalam pertobatan kita itu sebabnya kita melakukan doa puja Yesus sehingga membuat kita sensitive pada dosa. Ketiga, cara mencapai Theosis, doa, ikuti ibadah, membaca Firman Tuhan dan taat dan menghasilkan buah Roh. Keempat, tidak ada sesuatu yang tersembunyi di dalam Theosis atau yang asing tentang Theosis. Theosis itu kita mengasihi Allah dan sesama.

Kita berdoa bukan hanya kepada Kristus saja tetapi Allah Tritunggal, sebab kita menyebut “son of God” yang menunjukkan bahwa Ia berasal dari Bapa dan juga Roh Kudus. Sebab tidak ada seorang pun yang bisa menyebut Yesus adalah Tuhan selain dari pada pengakuan dari Roh Kudus 1 Kor 12:3. Doa itu bukan sekedar Christ center tetapi Tritunggal.

Lord Jesus Christ, san of God => orang yang memuliakan/ memuji Allah Tritunggal

Have mercy on me, a sinner => kondisi keberdosaan kita

Inilah etika kita yang kita kerjakan untuk memperbarui manusia baru kita.

God as prayer, Khotbah itu mengandung 3 poin tidak lebih dan tidak kurang. 3 poin itu adalah Ethich/ purifikation, Theoritikos/ ilummination, dan Gnostikos/ union. Mengajar orang dengan mencapai puncak hidupnya sampai dimana yaitu dengan mencapai kesempurnaan di dalam Kristus atau segambar dengan Kristus.

Dalam menjaga Nous kita perlu mengosongkan Nous dan diisi dengan pneumatos. Cara mengosongkan Nous adalah dengan melawan pikiran-pikiran jahat. Kita memerlukan Energy dalam melawan keinginan ini, sebab kekuatan kita tidak dapat melawannya. Energi Ilahi dibutuhkan untuk menguasai kehendak kita karena manusia masih ada kehendak bebas dalam memilih kehendak Allah atau keinginan daging. Di dalam diri manusia masih ada penyakit jiwa yaitu nafsu daging yang mesti kita matikan Kolose 3:5. Penyakit ini perlu disembuhkan dan jangan dibiarkan. Perlu terapi atau obat yang kita minum yaitu jiwa yang melibatkan 2 pihak, 1 Allah yang sebagai dokter dan kita sebagai pasien. Kita mesti memiliki kerjasama antara kehendak Allah dengan kehendak bebas kita. Kita juga harus diterangi dengan energy Ilahi Allah. Terapi jiwa itu bisa dijelaskan melalui doa, meditasi, sakit menderita, yang bisa menumbuhkan iman kia, kasih Kristus, hikmat, pertobatan. Ini merupakan terapi yaitu Philokalia.

MENJAGA NOUS

Untuk keamanan Rumah kita perlu berjaga-jaga dengan memberikan pagar atau pembatas untuk menghalangi siapa saja yang sembarang masuk. Baik itu binatang kecil, binatang buas, dan orang lain juga. Demikian pula dalam menjaga Nous kita perlu memberikan perahanan. Kita perlu mengosongkan Nous dan diisi dengan pneumatos. Cara mengosongkan Nous adalah dengan melawan pikiran-pikiran jahat. Kita memerlukan Energy dalam melawan keinginan ini, sebab kekuatan kita tidak dapat melawannya. Energi Ilahi dibutuhkan untuk menguasai kehendak kita karena manusia masih ada kehendak bebas dalam memilih kehendak Allah atau keinginan daging. Di dalam diri manusia masih ada penyakit jiwa yaitu nafsu daging yang mesti kita matikan Kolose 3:5. Nafsu daging yang muncul dari logismoi sarkos (logismoi jahat) berasal dari fronew sarkos atau pola pikir yang sudah dikuasai oleh roh jahat. Fronew Sarkos berasal dari Nous, Nous yang tidak terjaga. Bagaimana kita dapat menjaga Nous? Salah satunya dengan melakukan Jesus Prayer, reading bible, dan latihan rihani lainnya. Akan tetapi pilihan untuk melakukan hal yang baik dan hal yang jahat itu ada di dalam kehendak bebasmu. Jika kehendak bebas kita memilih keinginan atau nafsu Roh maka Energi Ilahi akan bekerja sama dengan kehendak bebas kita untuk mengerjakan keselamatan kita.

Seseorang yang suka melakukan dosa ia sedang merobek gambar Allah di dalam jiwanya sehingga jiwanya jauh dan terputus dengan Allah. Pathos ini mengaburkan keindahan Allah. Pathos merupakan nafsu jahat. Kerja Nous kita secara natural dan seharusnya itu Mulai dari Nous yang diisi dengan pikiran Kristus. Passion itu bukan sesuatu hal yang natural atau yang Tuhan ciptakan di dalam diri manusia. Tetapi berasal dari Nous yang tidak terjaga. Tuhan tidak menciptakan kejahatan tetapi kita yang mengubah keinginan yang natural menjadi passions (jahat). Tuhan memberikan kita emosi (marah) untuk melawan si jahat itulah secara natural. Jika kita menggunakannya sembarang sehingga menjadi unnatural untuk menyakiti sesama. Kita mempunyai ambisi/ dorongan/ keinginan untuk unggul melakukan kebajikan. Tetapi jangan berlomba-lomba untuk melakukan yang jahat. Kita memiliki keinginan untuk mencapai kemuliaan. Sukacita merupakan natural tetapi jangan senang diatas penderitaan orang lain. Kita mempunyai desire untuk makan tetapi jangan menjadi serakah untuk makan.

Pathos => ketidak murnian, kemarahan, penolakan, kekuatiran, penyakit-penyakit rohani yang lain. Neilos berkata: pathos itu merupakan dosa yang kelihatan dan penyakitnya atau penyebabnya adalah passions. John => penyakit dari org yang tidak percaya. Penyakit terbesar dalam melakukan dosa adalah memiliki rasa tidak mau tau tentang Allah, sombong, suka dipuji, tidak peduli tentang Allah. Thalassios => penyakit jiwa adalah sebuah pengambilalihan oleh yang jahat. Abba Philimon => pikiran-pikiran akan hal-hal yang sia-sia adalah penyakit yang tersembunyi di dalam hati nurani kita. Penyakit dari iblis dan kecuekan akan Allah. Penyakit jiwa atau ketidakpercayaan. Gregori Palamas => ada passions yang natural dan ada passion yang unnatural.

Penyakit ini perlu disembuhkan dan jangan dibiarkan. Perlu terapi atau obat yang kita minum yaitu jiwa yang melibatkan 2 pihak, 1 Allah yang sebagai dokter dan kita sebagai pasien. Kita mesti memiliki kerjasama antara kehendak Allah dengan kehendak bebas kita. Kita juga harus diterangi dengan energy Ilahi Allah. Terapi jiwa itu bisa dijelaskan melalui doa, meditasi, sakit menderita, yang bisa menumbuhkan iman kia, kasih Kristus, hikmat, pertobatan. Ini merupakan terapi yaitu Philokalia.

Nama              : Marniwati Gulo

Semester         : V (lima)

Tugas              : ke 14

Tanggal           : 21  November 2019

Dosen              : Dr. Hendi Wijaya, S.S

M. Kuliah       : Etika Kristen

1 KORINTUS 12:3

Pengakuan bahwa Yesus adalah Tuhan hanya di akhui oleh Roh Kudus itu sendiri. Lord Jesus Christ, san of God, Have mercy on me, a sinner:

Kita berdoa bukan hanya kepada Kristus saja tetapi Allah Tritunggal, sebab kita menyebut “son of God” yang menunjukkan bahwa Ia berasal dari Bapa dan juga Roh Kudus. Sebab tidak ada seorang pun yang bisa menyebut Yesus adalah Tuhan selain dari pada pengakuan dari Roh Kudus 1 Kor 12:3. Doa itu bukan sekedar Christ center tetapi Tritunggal.

  1. Menyatakan bahwa Yesus adalah Tuhan = Yesus adalah tuan atas segala ciptaan
  2. Dia Anak Allah = anak yang kekal
  3. Diakhir doa = menunjukkan kondisi kita sebagai orang yang berdosa yang membutuhkan belaskasihan. Yang diakhiri dengan penyesalan atas dosa kita.

Lord Jesus Christ, san of God => orang yang memuliakan/ memuji Allah Tritunggal

Have mercy on me, a sinner => kondisi keberdosaan kita

Inilah etika kita yang kita kerjakan untuk memperbarui manusia baru kita.

3 kata dalam menjawab doa:

  1. Jesus => Nama pribadi yang lahir dari perawan Maria. Nama Yesus juga itu keselamatan attau Juruselamat Matius 1:21. Penting untuk memperbarui manusia baru kita.
  2. Chris => yang diurapi oleh Roh Kudus. Bagi org Yahudi melihat PL kata Mesias artinya yang akan datang raja yang membebaskan mereka dari musuh. Tetapi bukan Mesias dalam pengertian Politik dan ekonomi tetapi Mesias yang membebaskan kita dari dosa, iblis dan maut.
  3. Mercy => belaskasihan “kasih dalam tindakan” yang menghasilkan pengampunan, pembebasan dan kesempurnaan. Memiliki belaskasihan berararti membebaskan kita daris egala hutang yang belum dibayar dan dari segala penyakit dosa dan kita disembuhkan.

Mercy yang mempunyai 3 arti (Minyak)

  1. Menerangi “jalan kita yang gelap”
  2. Mengurapi “sehingga kita di ampuni”
  3. Menyenyangkan “kenyang akan firman Allah”
  4. Menyembuhkan “kita yang sakit dari dosa”

Doa puja Yesus ini adalah masalah manusia (dosa) dan solusi dari Allah (Yesus sendiri adalah keselamatan, raja yang diiurapi dan Dia yang memiliki belaskasihan hidup kita).

Lord => Yesus sebagai Tuhan

Son of God => ini berbicara tentang keilahian Trutunggal itu dan keilahian Yesus sendiri dalam kekekalan.

Tetapi Ia disapa dengan nama “Yesus” => memadukan Allah yang transcendent (Ilahi) dan Allah yang imanen “manusia”. Doa ini menjelaskan kepada kita bahwa Dia adalah Allah dan manusia sekaligus. Dia adalah Theotropos. Manusia yang tidak bisa datang kepada manusia maka Allah yang datang kepada manusia dalam ciptaan-Nya, inilah yang disebut dengan puncak kasih Allah. Demikianlah kita dapat diperbarui dan menjadi Theosis atau segambar dengan Allah.

God as prayer, Khotbah itu mengandung 3 poin tidak lebih dan tidak kurang. 3 poin itu adalah Ethich/ purifikation, Theoritikos/ ilummination, dan Gnostikos/ union. Mengajar orang dengan mencapai puncak hidupnya sampai dimana yaitu dengan mencapai kesempurnaan di dalam Kristus atau segambar dengan Kristus. Misalnya kisah kehidupan Musa yang dibagi tiga: terang, awan, dan gelap. Mengajari orang dalam berbuat baik “kebajikan”. Ada 3 sebutan menurut Gregory of Nyssa.

  1. Praktikos “praktiki”
  2. Iluminasion “kontemplasi/meditas”
  3. Gnostikos “Theologia/ focus kepada Allah saja”

Tahap pertama = yang dimulai dengan pertobatan dan baptis. Orang Kristen yang sudah dibaptis yaitu mendengar hati nuraninya dan melatih kehendak bebasnya. Free Will kita harus bersinergi dengan Allah Filipi 2:13. Ini pergumulan, perjuangan dengan pertolongan Allah untuk melepaskan kita dari perbudakan nafsu-nafsu. Sebab Allah yang mengenergikan kita dalam kehendak bebas kita supaya kita menghasilkan energy. Inilah kekuatan kita dalam mengerjakan kebajikan yang disebut dengan Anugerah dan di jemput oleh doa. Energi untuk kesenangan Allah atau untuk melakukan kehendak dan keinginan Allah Efesus 2:10.

Energy ini berasal dari kasih karunia + free will.

Energy = energew + thelo

            = anugerah + free will

Melakukan perintah ini akhirnya menyadarkan kita bahwa kita salah dan benarnya dimana. Tetapi ini bertahap untuk menghasilkan memurnikan hati. Tahap kedua: orang Kristen itu mulai mempertajam persepsinya pada segala sesuatu yang diciptakan dan menemukan pencipta itu dalam segala sesuatu. Persepsinya dalam ciptaan dengan melihat Allah. Misalnya melihat seseorang berarti melihat Allah. Ini yang memimpin dia dalam tahap ketiga yaitu melihat Allah secara langsung. Tahap ketiga, pada level ini orang Kristen bukan hanya mengalami Allah dalam kehendak bebas atau dalam hatinya saja. Melainkan bertemu kepada pencipta itu muka dengan muka dalam kasih. Penglihatan yang full ini memang nanti pada zaman yang akan datang tetapi melihat yang mengalami Theosis juga di alami oleh orang-orang yang dalam kehidupannya sekarang ini dapat membayangkan penyatuan dirinya kepada Kristus.

3 tahap ini ibarat seperti perjalanan, berdoa adalah langkahnya, meminta Energy dari Allah. seorang manusia harus terus merasakan ujian dan godaan sampai akhir hidupnya, sebab dengan godaan dan ujian membuat kita semakin bertobat dan semakin berdoa dan silent.

Nama              : Marniwati Gulo

Semester         : V (lima)

Tugas              : ke 13

Tanggal           : 07  November 2019

Dosen              : Dr. Hendi Wijaya, S.S

M. Kuliah       : Etika Kristen

2 HUKUM YANG BERTENTANGAN

Di dalam diri manusia ada 2 hukum yaitu hukum Allah dan hukum manusia Galatia 5, yang menentukan ini semua adalah hukum Nous. Nous yang memilih apakah hukum Allah atau hukum dosa. Jika nous kita jebol dengan memilih hukum dosa/daging maka perbuatannya juga perbuatan dosa dan daging. Hukum Allah ===> Hukum Nous <=== Hukum daging.

Oleh sebab itu kita perlu berjaga-jaga dan berani mengatakan tidak, berdoa, membaca Alkitab, repentance, pengakuan dosa, sacrament, persekutuan. Ini dilakukan bukan sekedar aktivitas melainkan untuk menjaga nous supaya ia memilih hukum Allah. Nous mengendalikan kedua hukum ini karena di dalamnya terdapat kehendak bebas kita yang bisa juga untuk melakukan dosa dan keinginan daging. Bapa philokalia sangat mengingatkan dan membina kita untuk terus menerus menjaga nous dari segala kewaspadaan. Disebabkan banyak hal godaan yang mengganggu nous ini untuk selalu ditawan oleh dosa. Godaan ibarat virus yang masuk di komputer dan memakan habis semua file-file penting kita yang tersimpan di dalamnya. keinginan daging yang disebut dengan pathos dan peiramos mengalahkan ingatan keinginan Roh kita untuk melakukan kehendak Bapa. Ketidak berjagaan Nous terjadi dengan adanya  tantangan, ada 2 yaitu hukum daging (dari dalam) dan peiramos (pencobaan dari iblis). Tetapi dalam menjaga Nous ini untuk tetap memilih hukum Allah maka kita tetap menjaga indera dan selalu berdoa. Pengaruh hukum daging untuk melakukan yang bertentangan dengan kehendak Allah disebabkan yang berasal dari dalam. Pengaruh yang berasal dari dalam berupa hal yang natural kita punya dan menggunakannya dengan unnatural sehingga menjadi pathos/ dosa. Pengaruh yang dari luar adalah peiramos atau pencobaan dari iblis. Pencobaan berbeda dengan ujian, sebab pencobaan itu berasal dari iblis/ si jahat sedangkan ujian berasal dari Allah dengan tujuan untuk memperkuat iman setiap orang percaya.

Melakukan hukum Allah merupakan proses untuk mencapai Theosis atau manunggal dengan Kristus, serupa dengan Kristus dan mencapai kesempurnaan itu di dalam Dia. Namun, dalam proses yang kita lewati ada banyak liku-liku jalan yang ingin melencengkan kita dari jalan kehendak Bapa yang di Surga. Theosis itu seperti kita sedang terbeban dengan kecemasan, kadang-kadang kita menghadapi hidup kita melenceng. Theosis memiliki segala seusatu untuk dikatakan atau dipergumulkan sesuatu. Tetapi kita punya kapasitas menghadapi semua masalah itu jika kita datang dan menghadirkan Allah di dalam hidup kita. Theosis mengatakan kepada kita bahwa kita bukan pengemis tetapi anak-anak Allah yang mengambil naturnya dan mewarisi kerajaan kekalnya. Artinya kita punya pengharapan dan kemenangan. Seberapa keras pun kita menghadapi pergumulan tetapi Theosis mengatakan kepada kita untuk tetap di jalur menuju Theosis jangan sampai meleset. Sebab Allah bisa melakuan segala sesuatu kepada kita Roma 8:18.

Tetaplah untuk tinggal di dalam Kristus sehingga kita bersama dengan Dia di dalam kemuliaan Kolose 3:4. Dalam Roma 8:18 kita bisa memilih hukum daging dan bisa juga hukum Allah, tetapi Rasul Paulus tidak melakukan hal yang membuat dia senang untuk sementara. Melainkan ia memilih untuk Silence hingga ia kuat di dalam menghadapi penderitaan. Selama 3 tahun ia silence dan mempersiapkan dirinya dalam menghadapi medan pertempurannya.

Hidup itu layak untuk di jalani

Pertama, hidup ini dijalani karena mengasihi Kristus. Tuhan mengasihi kamu, yang pasti adalah Dia sudah mati buat kamu dan bangkit buat kamu. Kita layak menjalani hidup ini karena bersama dengan Kristus hingga kita mencapai kemuliaan itu. jika bersama dengan Kristus, takdir kita adalah menjadi seperti Kristus oleh karena kemuliaannya. Inilah Kristus dan hidup, dengan Kristus hidup kita lebih bermakna, lebih ilahi dan lebih berkemanangan dan lebih kekal. Theosis tidak dikhususkan untuk orang-orang tersebut melainkan untuk semua orang yang sudah dibaptis. Theosis bukan kita tidak bisa berdosa tetapi Theosis itu selalu menuntun kita kepada pertobatan dan sensitive terhadap dosa. Selalu konstan di dalam pertobatan kita itu sebabnya kita melakukan doa puja Yesus sehingga membuat kita sensitive pada dosa. Ketiga, cara mencapai Theosis, doa, ikuti ibadah, membaca Firman Tuhan dan taat dan menghasilkan buah Roh. Keempat, tidak ada sesuatu yang tersembunyi di dalam Theosis atau yang asing tentang Theosis. Theosis itu kita mengasihi Allah dan sesama. Theosis bukan hanya untuk milik diri kita saja tetapi untuk tetangga juga sehingga kita juga mengasihi sesama kita. Dari tetangga kita ada kehidupan dan ada juga kematian jika kita membiarkan mereka. Kelima, Theosis sangat pratikos sebab ini ungkapan kasih kita kepada Allah, jangan juga kita menjadikan ini suatu alasan untuk tidak berbuat kasih.

Nama              : Marniwati Gulo

Semester         : V (lima)

Tugas              : ke 12

Tanggal           : 31 Oktober 2019

Dosen              : Dr. Hendi Wijaya, S.S

M. Kuliah       : Etika Kristen

ARAHAN KEPADA NOUS

43. Orang yang berintelek itu adalah orang yang ikut terlibat secara mendalam di dalam ilahi dan persekutuan dengan Allah. Tidak pernah terganggu oleh hal-hal duniawi, tetapi nousnya harus diarahkan pada kehendak Allah. Dan dia tahu itu adalah kehendak Tuhan bahwa manusia harus diselamatkan, kehendak ilahi ini menjadi penyebab dari semua yang baik dan sumber dari berkat abadi yang diberikan kepada manusia.

44. Ketika kamu menemukan seseorang yang berdebat, dan menentang apa yang benar dan terbukti dengan sendirinya, putuskan perselisihan dan berikan jalan kepada orang semacam itu, karena inteleknya telah membatu. Karena air yang buruk merusak anggur yang baik, maka pembicaraan yang buruk, merusak mereka yang berbudi luhur dalam kehidupan.

45 “Jika kita melakukan segala upaya untuk menghindari kematian tubuh, masih harus lebih dari itu usaha kita untuk menghindari kematian jiwa. Tidak ada halangan bagi seseorang yang ingin diselamatkan selain kelalaian dan kemalasan jiwa. Kelalaian, kemalasan, kebodohan dan kelupaan merupakan penyakit jiwa yang mematikan.

46. Mereka yang bersumpah untuk memahami apa yang menguntungkan dan mendapat upah dianggap sakit. Di sisi lain, mereka yang memahami kebenaran tetapi dengan susah payah menikmati perselisihan, memiliki intelek yang mati; dan perilaku mereka menjadi brutal. Mereka tidak mengenal Allah dan jiwa (nous) mereka belum diterangi.

47. Allah, dengan firman-Nya, menciptakan berbagai jenis hewan untuk memenuhi beragam kebutuhan kita: beberapa untuk makanan kita, yang lain untuk pelayanan kita. Dan Dia menciptakan manusia untuk menawan mereka dan tindakan mereka dan untuk mengapresiasi mereka dengan penuh syukur. Karena itu manusia harus berusaha untuk tidak mati, seperti binatang-binatang yang tidak rasional, tanpa memperoleh pemahaman tentang Allah dan pekerjaan-Nya. Seseorang harus tahu bahwa Allah itu Mahakuasa; tidak ada yang bisa menolak Dia yang Mahakuasa. Demi keselamatan manusia, dari ketiadaan yang Dia ciptakan dan menciptakan dengan firman-Nya semua yang Dia kehendaki.

48. Makhluk surgawi adalah abadi karena mereka memiliki kebaikan ilahi di dalamnya; sedangkan makhluk duniawi telah menjadi fana karena kejahatan yang timbul sendiri dalam diri mereka. Kejahatan ini datang kepada orang-orang yang tidak memiliki intelek melalui kemalasan dan ketidakpedulian mereka akan Allah.

maksudnya: orang-orang yang tidak memiliki intelek itu akan fana dan tidak abadi, mereka makhluk duniawi, berbuat jahat dan pasti mereka malas dan ketidakpedulian mereka akan Allah.

49. Maut, bila dipahami oleh orang, adalah kematian abadi; tetapi, ketika tidak dipahami oleh orang bodoh, itu adalah kematian. Bukan kematian ini yang harus ditakuti, tetapi hilangnya jiwa (nous), yang merupakan ketidaktahuan Allah. Ini memang bencana bagi jiwa (nous).

50. Kejahatan adalah nafsu yang ditemukan dalam materi, jadi ini tidak mungkin bagi tubuh untuk bebas dari kejahatan. Jiwa yang cerdas, menyerap hal ini, berusaha untuk membebaskan diri dari beban kejahatan materi; dan ketika itu bebas dari beban ini, ia menjadi mengenal Allah dari segala sesuatu, dan berjaga-jaga atas tubuh sebagai musuh dan tidak menyerah padanya. Kemudian jiwa dimahkotai oleh Tuhan karena telah menaklukkan hawa nafsu kejahatan dan materi.

Nama              : Marniwati Gulo

Semester         : V (lima)

Tugas              : ke 11

Dosen              : Dr. Hendi Wijaya, S.S

M. Kuliah       : Etika Kristen

PEMBARUAN MANUSIA BARU

Setiap orang yang menaruh iman kepercayaannya kepada Yesus dan di baptis di dalam Kristus, ia mengenakan pakaian Kristus (Gslatia 3:27). Semenjak ia mengenakan pakaian itu ia menjadi manusia baru (Kol 3:10). Theosis, bila itu tujuan pencapaian setiap orang pecaya maka ada prosesnya itu disebut dengan proses memperbarui. Memperbarui hati artinya memperbarui Nous, yang terjadi di dalam pembaruan Nous adalah memiliki Fronew seperti Kristus (pola pikir Kristus). Mengapa harus ada pembaruan hati? Sebab di dalam hati ada hal-hal yang menajiskan sehingga yang dapat diperbaharui adalah Nous. Mengapa Nous yang harus diperbarui, apa yang terjadi didalam Nous kita? Ada sesuatu yang harus di dalam Nous ini yaitu Froneo artinya kita harus memiliki Froneo yang seperti Kristus. Nous itu ibarat batin dan Froneo itu artinya pola pikir atau suatu hasil produk dari Nous yang disebut dengan pikiran batin. Memperbarui Nous artinya memikirkan hal-hal yang diatas (Kol. 3:1-2). Kita percaya dan dibaptis (Galatia 3:26-27) => pakaian Kristus (anak-anak Allah) => manusia baru => Nous Kristus 1 Kor 2:16 (hegemonikon, mata batin, mata ketiga) => Fronema pneumatos -> proses pembaharuan Roma 12:2; Kolose 3:10, yaitu:

  • Froneo pada hal-hal di atas (Kol 3:2) ó kontras (Filipi 3:19)
  • Froneo pada hal-hal yang dari Roh (Roma 8:5)
  • Froneo pneumatos/ Froneo seperti Kristus (Filipi 2:5)

Jika dalam proses kita melenceng maka yang kita hasilkan adalah:

  • Froneo pada hal-hal daging/ Froneo pada hal-hal duniawi (Filipi 3:19; Roma 8:5)
  • Froneo sarkos
  • Pola pikir daging

Proses pembaruan dilakukan secara terus-menerus sampai se ikon dengan pencipta kita (Kolose 3:10). Mestinya kita mengenakan manusia baru (Efesus 4:24) dan diperbarui. Roma 8:29, 1 Yoh 3:2 sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam Kristus Galatia 4:19. Kita segambar dan serupa dengan Kristus baik jiwa maupun tubuh. 1 Kor 13:11 => mengubah pikiran kanak-kanakku, sifat kanak-kanak kerohanian. Hingga kita menjadi sempurna, dewasa penuh (Efesus 4:13). Kita harus mengalami pertumbuhan manusia baru di dalam jiwa (Efesus 4:15). Tubuh yang hina dan yang fana kita juga menjadi tubuh yang mulia seperti tubuh Kristus, tubuh yang bersinar/ bercahaya Filipi 3:21. Mengambil bagian di dalam kodrat Ilahi sebab kita akan menjadi segambar dan serupa dengan Kristus 2 Petrus 1:4. Kolose 3:10 => proses pembaruan itu dikerjakan oleh Allah, tetapi Allah mengajarkan kita untuk bersinergy dengan-Nya Filipi 2:13; 1 Kor 3:6, 9. Mengerjakan pembaruannya sampai menuju Theosis yang dimulai dari pembaruan hati. Sebab hati ini berisi dua kekayaan, Good treasure (harta kekayaan yang baik) dan evil treasure (harta kekayaan yang jahat). Kita terus diperbaharui walaupun sudah menjadi manusia baru sebab kita masih mewarisi yang dapat menajiskan hati kita.

Pembaruan apa yang harusnya terjadi di dalam hati? Rasul Paulus menjelaskan kepada kita untuk pembaruan budi (pembaharuan Nous) Roma 12:2; Matius 6:22-23. Budi yang bahasa aslinya Nous/ mata tunggal/ mata ketiga. Mata ini tidak berbicara tentang mata jasmani kita melainkan mata rohani atau mata batin kita. Setelah kita memperbarui Nous ini maka kita memiliki Nous Kristus. Dalam Roma 8:5 Froneo kita dapat mengarahkan kearah roh dan ke arah daging juga. Jika Fronema kita mengarah pada daging maka yang kita hasilkan adalah Sarkos, tetapi yang harus kita hasilkan dalam pembaruan Nous adalah Fronema pnematos. Jika Fronema Pneumatos yang terjadi maka yang dihasilkan adalah Fronema pada hal-hal yang di atas dan hal-hal yang dari Roh (Kol 3:1-2), melihat dimana Kristus ada. Efeknya adalah memikirkan hal-hal yang dari Roh Kudus.Dengan memiliki Fronema Pneumatos maka kita harus mematikan Fronema Sarkos, sehingga Fronema pneumatos menjadi senjata yang ampuh untuk mematikan fronema sarkos. Fronema sarkos menghasilkan Logismoi Kakoi artinya memiliki hal-hal yang bertentangan dengan roh yang menimbulkan Epitumia sarkos (nafsu jahat). Jika Epitumia sarkos ini dibuahi maka menghasilkan perbuaan daging atau dosa. Jika dosa itu matang maka mendatangkan mati/ maut.

Proses pembaruan ini pada intinya dimulai dari dalam atau dari hati atau batin manusia baru. Mengapa? Sebab kata Yesus, “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan” (Mar 7:20-21 TB; lihat juga Mat 15:19). Proses pembuahan di atas bisa kita gagalkan sebelum ia melahirkan dosa. Bagaimana caranya? Kembali lagi nous dan fronew kita berperan penting. Dan ini adalah peperangan batin atau pertempuran jiwa untuk melawan logismoi dan nafsu daging itu.

Perlunya menjaga Nous dalam memperbarui Nous sebab yang duluan diserang oleh peiramos (iblis) adalah Nous. Sebab Nous merupakan pemegang kendali dari apa yang dipancarkan dari dalam hati yang penuh dengan angan-angan. Menjaga Nous dapat dikerjakan melalui doa tana henti, Doa puja Yesus, dan Hesicehim.

Nama              : Marniwati Gulo

Semester         : V (lima)

Tugas              : ke 10

Tanggal           : 24 Oktober 2019

Dosen              : Dr. Hendi Wijaya, S.S

M. Kuliah       : Etika Kristen

THEOSIS

Theosis atau menjadi serupa/ segambar dengan Kristus merupakan tujuan dari manusia. Manusia tidak dapat mengerjakannya sendiri sejak mulai manusia pada awalnya jatuh dalam dosa. Kehidupan orang percaya tidak hanya melakukan kebajikan saja untuk mengumpulkan amal. Melainkan ada tujuan yang harus di capai yaitu mencapai kesempuranaan di dalam Kristus. 1 Kor 15:10 (kerja dari Roh Kudus); Fil. 2:12-13 (Allah yang energizes/ mengerjakan); Yoh 15:5 (menempel pada pokok anggur); Kol 2:6-7 (di dalam Dia); 1 Kor 3:10 (dibangun diatas-Nya).

Natur dari Theosis itu adalah energy Ilahi yang mencapai pada kesempurnaan. Milikilah enegia Ilahi untuk mengerjakan fungsi apa kita ada di dunia ini. Yang dapat mengendalikannya bukan Allah dan bukan Roh Kudus melainkan raja dari kerjaan diri kita yaitu Nous kita. Sadarilah hidup kita berfungsi seperti apa.

Ada beberapa hal penting yang harus kita kerjakan, mana yang lebih utama dijaga dan dikerjakan yaitu menjaga Nous dan logismoi (angan-angan). Menguasai nous (mata batin) yang memberi terang kepada tubuh ini. Setan tidak menyerang tubuh pada umumnya, secara langsung melalui Nous yang menjadi raja. Kehendak bebas manusia secara konstan diuji, apakah kita memilih kehendak Allah atau mengikuti setan itu. Nous itu berada di dalam takhtahnya yaitu hati kita. Di dalam hati kita ada banyak hal yang selalu ingin menguasai hati (Nous/mata batin kita). Pentingnya Nous dan hati harus bersatu supaya hati ini diterangi dan kegelapan itu semakin hilang. Memiliki kerinduan untuk berjumpa dengan Yesus. Mengenal Allah harus segenap keberadaan diri kita. Kepala yang mencari Allah tetapi hati yang menemukannya. Iman kepala di dalam hati. Berdoa bukan hanya dengan kata-kata saja, melainkan Nous yang melihat apa kata-kata yang ada di dalam pikiran/ nous kita dan hati merasakan apa yang dikaatan oleh Nous.

Nous dan hati harus mengalami penyatuan yang tidak mudah di kacaubalaukan oleh logismoi atau angan-angan jahat kita. Sama seperti hati fisik kita mengendalikan sebagian besar fungsi tubuh, jadi hati rohani kita adalah pusat dari semua yang kita pikirkan, katakan, cintai, benci, dan pilih dan lakukan dalam hidup. Archimandrite Spyridon Logothetis menekankan pentingnya dua hati, fisik dan spiritual, ketika ia menulis, “Setiap orang memiliki dua hati. Satu adalah hati tubuh. Yang lain adalah hati jiwa. Kondisi baik atau buruk dari kedua hati kita sangat penting. Jika sesuatu terjadi pada salah satu dari mereka, maka kita memiliki masalah hati dan hidup kita dalam bahaya, apakah itu kehidupan tubuh kita atau kehidupan jiwa kita.”

Nama              : Marniwati Gulo

Semester         : V (lima)

Tugas              : ke 9

Tanggal           : 17 Oktober 2019

Dosen              : Dr. Hendi Wijaya, S.S

M. Kuliah       : Etika Kristen

SUMMARY EKSEGESIS PB

Firman Allah yang menjadi darah dan daging Kristus. Firman Allah telah mengambil daging dan tubuh manusia dengan mengenakan tanah dan debu, yang diwujudkan dengan tubuh atau daging dan darah. Melalui baptisan Yesus Kristus air di retorasikan, melepaskan setiap kutukan dosa. Yesus Kristus telah memberikan darah dan daging-Nya kepada kita dengan wujud roti dan anggur (Yohanes 6:56). Ketika kita memakan dan meminum darah dan daging Kristus, kita telah bersatu dan berada di dalam Kristus. kita dapat menemukan-Nya melalui yang ada di dalam, Tuhan Yesus tidak berada lagi di luar kita.

Romo John Meyendorff menerangkan bagaimana Firman Allah itu menjadi realitas bagi kita:

“Semenjak Inkarnasi (Penjelmaan Firman Allah menjadi daging, Yohanes 1:14), tubuh kita telah menjadi ‘bait Roh Kudus yang diam di dalam” kita.(I Korintus 6:19); di sanalah, di dalam tubuh kita, kita harus mencari Roh Allah itu, di dalam tubuh kita yang dikuduskan oleh kuasa Roh Kudus (I Petrus 1:2), melalui Sakramen-sakramen (I Korintus 12:13–> dibaptiskan dalam satu Roh, dan diberi minum yaitu minum dari Cawan Perjamuan Kudus, dalam satu Roh), serta dicangkokkan oleh Perjamuan Kudus ke dalam Tubuh Kristus (I Korintus 10:16-17, Yohanes 6:56)). Allah itu sekarang harus ditemukan di dalam. Dia tak lagi berada di luar kita. Oleh karena itu kita menemukan Terang Cahaya Gunung Tabor (yang dilihat Petrus, Yakobus, dan Yohanes) – Matius 17:2,5 – itu di dalam diri kita.”

https://hendisttrii.files.wordpress.com/2019/08/images-99.jpeg?w=500

Kalau baca Alkitab bukan sekedar mengtahui historia, tetapi kita mempunyai pertanyaan bagaimana saya diselamatkan. 2 Timotius 3:15 Kekaguman dan sikap mendengar.

Pertama kagum, ketika kita membaca Alkitab dengan rasa kagum maka kita tidak merasa bosan. Kedua, ketaatan itu adalah mendengar. Ketiga, Mengerti Firman Tuhan ini melalui gereja. Pendekatan kita kepada perkataan itu melalui gereja.

Setiap yang tertulis di dalam kitab suci selalu berkaitan dengan Christ center dan Ecclesial. Berdasarkan Christ Center Sebab apa yang tertulis di dalam kitab suci dan yang kita baca berasal dari kata-kata/ firman Allah yang dinyatakan oleh Yesus Kristus di dalam Roh-Nya. Maka kita hanya dapat mengerti dan mengenal apa yang kita baca itu berasal dari Kristus Tuhan. Di dalam Perjanjian lama ada yang menggunakan Allegory Tipology, yang menjadi tipologynya adalah Yesus Kristus Tuhan kita. Allah dapat berfirman melalui allegory sehingga ketika kita membacanya harus secara allegory. Belajar kitab suci perlu bimbingan dari gereja Kis. 8:30-31. Yoh 14:16 => Roh Kudus yang mengajarkan semuanya itu kepada para rasul, itulah yang berasal kepada Yesus. Filipi 4:9 => setelah Roh Kudus mengajar kepada para rasul dan para rasul mengajarkan kepada gereja. Yoh 14:24 => Firman yang kamu dengar itu dari Kristus berasal dari Bapa. Bapalah sumber dari ajaran tentang kebenaran. Membaca Alkitab dalam bentuk ibadah dan sembahyang. Membacakannya dengan menggunakan bacaaan (lectionary) yang telah diciapkan oleh gereja dan memahaminya dengan full dan tidak terpotong-potong sehingga kita menemukan artinya lapisan demi lapisan.

Bapa => Kristus Yesus => Roh Kudus => para rasul => gereja.

Membaca Alkitab sesuai liturgical adalah membaca sesuai dengan lectionary (baca harian) sebab kita kembali pada paradosis dan gereja pulalah yang meneruskan ajaran dari para Rasul. Sedangkan pratistic adalah sebagai gol (emas) ketika kita membaca dan dituntun kita ibarat orang yang sudah mendapatkan harta karung yang berharga. St. Crysostom mengatakan bahwa membaca Alkitab ibarat kita membuka pintu surgawi. St. Ignati Brianchaninov berkata: membaca sesuatu yang suci harus membaca tulisan dari orang-orang yang suci dari gereja, membaca sesuatu yang suci harus membaca tulisan orang yang suci dari gereja timur, seperti yang ditulis oleh rasul Petrus, 2 Petrus 1:20-21. Membaca Alkitab itu tidak dilihat hanya sepihak saja bukan dengan pikiran kita dan bukan juga hanya pikiran bapa-bapa gereja. Penafisran kitab suci tidak hanya mengandalkan Roh Kudus saja sehingga kita menjadi pasif dan tidak berusaha untuk mengerjakan anugerah Allah yang dituntun oleh Roh Kudus. Tetapi kerjasama yang selalu berjalan bersama-sama.

Membaca kitab suci dengan kembali kepada gereja dan tulisan bapa-bapa gereja dan tidak hanya memakai pikiran sendiri melainkan pikiran Kristuslah yang lebih utama.

Alkitab itu adalah sejarah kudus dan suci, teks yang bersifat khusus dan spesifik. Allah memanggil seseorang secara khusus dan melalui ibu yang dipilih secara khusus. Kasih Allah yang universal tetapi selalu persenol di dalam ekspresinya. Peristiwa dalam kitab suci ditulis berupa dengan Allegory dan Tipology. Setiap nama yang ada di Alkitab ada arti dan maksud dari penulis. Caranya adalah sebagai berikut:

  1. Historia: meneliti dalam teks kitab suci
  2. Syntactic Form
  3. Terjemahan Literal
  4. Syntactic points
  5. Theoria: menemukan spiritual meaning:

Christ centered, Ecclesial, dan personal

  • Semantic point => penjelasan setiap ayat
  • Outline konsep teologys
  • Semantic content: interaksi dengan teks-teks lain di dalam kitab suci
  • Praxis/ pratikos
  • Ringkasan => didaskalia yang berguna untuk saya (reproof dan correction)
  • Ketaatan => instruction (membuat kita pelaku-pelaku firman yang hidup).

Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi, cakrawala, daratan, cakrawala itu disebut langit dan menyebut kering itu darat yang menghasilkan duri. Tetapi kalau kita menyebut kering itu bumi yang menghasilkan buah Kejadian 3:18, Ibrani 6:8. Dry land (kering) diubah menjadi earth (bumi). Yesaya 9:18, Yoh 15:6 => kata kering (dry land). Keluaran 3:8 => ke satu bumi (negeri) yang berbuah. Jangan menjadi Dry land yang akan menghasilkan duri melainkan earth yang menghasilkan buah bagi Tuhan. Marilah kita bisa membedakan air yang ada di atas dan air yang ada dibawah cakrawala. Maksudnya kita dapat memahami air yang ada di atas cakrawala, ditarik turun menjadi air hidup yang mengalir di dalam diri kita untuk mendapatkan hidup yang kekal Yoh 7:38, Yoh 4:14 yaitu menarik Kristus di dalam hati kita sehingga kita mempunyai sumber hidup yang kekal itu. Marilah kita menjadi bumi atau tanah yang mengahasilkan buah kepada Tuhan.

Kedatangan Kristus di Dunia melalui Maria yang dijadikan alatnya Allah untuk mengandung sang penyelamat dan Adam baru. Yeh 43:27-44:4 tipologi suatu gerbang yang ditutup tetapi disaat the prince, itu datang maka ia terbuka dan tertutup kembali sampai akhir, Mazmur 9:1-8 (Hikmat telah membangun rumahnya Ia akan turun dalam rahimnya Maria), Lukas 1:39-49. Maria adalah the new give (panagia) hawa yang baru. Ia yang menjadi contoh bagi kita untuk menjadi teladan dalam mencapai Theosis. Kristus disebut sebagai Adam yang baru karena Dia menebus Adam yang lama. Maria/ panagia bukan hanya melahirkan Yesus tetapi Maria ibu Yesus tidak lepas menjadi Hawa baru. Mengapa Maria selalu diperingati oleh gereja? Sebab Ia yang menjadi dasar tentang keselamatan kita. Inkarnasi dan Theosis suatu misteri besar dalam iman dan teologi kita. Lewat keteladanan Maria kita dapat mengerti dan melihat inkarnasi dan Theosis.

Maria adalah wanita yang paling cocok/ tepat mengandung anak Allah, malaikat Allah memberitakan kepadanya dan tergesa-gesa tinggal ditempat yang tinggi Lukas 1:39. Ketika itu terjadi anak Elisabet gembira dan ia dipenuhi oleh Roh Kudus pada saat itu. Maksudnya Elisabet menerima Roh Kudus berdasarkan anaknya sendiri sama seperti Maria yang mengandung Kristus dan Dia dikuduskan oleh Roh Kudus. Yohenes diberkati karena anak yang ada di dalam rahimnya Maria. Maria adalah satu-satunya yang diberkati dari antara wanita-wanita yang lain dan ini dikatakan oleh Elizabet yang dipenuhi oleh Roh Kudus. Elizabet sadar bahwa Maria ini mengandung Yesus “ibu Tuhanku” Lukas 1:43. Maria tipologi dari tabut perjanjian lama => yang mengandung sang Allah yang tak terkandung.

Spiritual meaning = Maria tipologi dari tabut perjanjian lama => yang mengandung sang Allah yang tak terkandung. Dimana Allah hadir disitu kita dipenuhi oleh Roh Kudus (2 Samuel 6:11).

Personal = siapakah aku ini sehingga Allah datang kepadaku, menyelamatkan aku dan aku dipenuhi dengan Roh Kudus. Maka, Jadilah sebagai Elisabet yang mempunyai mata rohani yang bisa melihat ibu Tuhan. Kapan kita dipenuhi oleh Roh Kudus? Jika kita mempunyai dan mengandung benih Ilahi yang sama dengan Maria dan Elisabet mengandung Benih Ilahi (Kristus Tuhan) Galatia 4:19. Semua orang yang mengandung benih Ilahi dengan mengalami proses sampai terbentuknya bayi (Roma 7:14).

Dalam Markus 4:26-29 memberikan kita pengertian bahwa ini berbicara tentang kerajaan Allah. Kerajaan Allah tipologi dari suatu pemerintahan yang kekal untuk semua manusia. Tidur dan bangun artinya Yesus sebagai penyelamat akan mati dan akan bangkit kembali membawa kemenangan. Penabur tipologi dari Christ yang memulaikan kerajaan Allah itu dan menaburkan benih. Benih tipologi dari perintah injil. Si penabur tidak tahu proses benih menjadi tunas maksudnya Kristus tidak memaksa/ memanipulasi orang untuk merespon injilnya tapi setiap orang yang bebas menerima atau menolak injilnya dalam dirinya. Tanah tipologi dari hati (habitat firman/ benih itu berada). Kita bertumbuh atau tidak bergantung pada si penabur. Maka hati kita harus menjadi tanah yang subur sehingga benih itu mengalami pertumbuhan. Tangkai/ bulirnya => symbol dari tubuh. Gandum => jiwa kita. Ini berbicara tentang bagaimana kita memurnikan tubuh dan jiwa kita yang mesti kudus dan menjadi tubuh sempurna. Buah tipologi dari orang-orang kudus. Masak/matang maksudnya genap waktunya (menunjukkan kedatangan Kristus yang kedua).

Mengingatkan kita setiap orang percaya bahwa jangan hanya sebatas kita menerima benihnya saja melainkan harus berbuah. Sebab dalam hari penghakiman atau ketika waktunya genap maka yang di bawa Kristus bersama Dia ke Surga adalah orang yang berbuah. Sebaliknya bagi orang yang tidak berbuah akan dipotong atau di tinggalkan oleh Kristus. Respons dari Firman itu harus diberikan di tanah yang subur/ hati yang subur sehingga menghasilkan buah.

Matius 8:1-4 berbicara tentang kesembuhan orang sakit kusta yang dapat disembuhkan dengan dua sisi. Dilihat dari sisi orang sakit kusta: Datang kepada Yesus dengan iman dan kerendahan hati serta pengakuan iman untuk mendapatkan pengharapan itu. Memberikan persembahan korban kepada imam. Sedangkan dari sisi Yesus sebagai imam yang sejati yang mentahirkan orang itu. Dia lebih berkuasa atas hukum taurat. Imam yang lebih besar dari pada musa. Dan kemenangan atas hukum artinya kuasa Allah menang atas dosa dengan hatinya yang digerakkan oleh belaskasihan. Begitu juga dengan kita setelah diselamatkan kita memberikan persembahan kepada Kristus yang mempersembahkan hidup kita kepada Tuhan untuk dapat diterima kembali oleh komunitas di dalam kekudusan.

Misalnya lagi di dalam Ruth 1 dimana naomi seorang janda dan ditinggalkan oleh kedua anaknya laki-laki. Ruth yang bersama dengan Naomi menantunya sedangkan orpa menantunya yang satu kembali kepada orang tuanya. Naomi menggambarkan seorang Yahudi yang setia dan kembali ke Israel. Ini menunjukkan bahwa ia kembali kepada Bapa dan menggambarkan bahwa Allah Bapa adalah Allah yang penuh kasih dan menunjukkan kasih-Nya kepada setiap orang yang kembali kepada-Nya. Naomi pulang ke Israel karena ia tahu kepada siapa ia pulang. Yoh 6:48 => Akulah roti hidup. Kematian dari kedua anaknya dan suaminya tidak bisa dihindari sebab itu merupakan buah dari dosa. Spiritual meaningnya => jika kita lihat kematian itu akibat dosa dan melihat bahwa kematian itu adalah pintu menuju Kristus. Orpa melihat kematian sebagai suatu yang menakutkan. Ruth => orang moab tetapi ia mengikuti Allahnya Naoimi dan Naoimi menerimanya. Naomi digambarkan sebagai Kristus yang menerima siapa saja yang memberikan keselamatan dan Anugerah itu terbuka bagi semua bangsa. Ruth => merasa asing, tetapi dengan ikut Kristus ia harus merasa asing dan meninggalkan manusia lamanya.

Kasih Allah itu bukan hanya kepada bangsa Yahudi tetapi terbuka bagi bangsa lain. Seperti Ruth yang mengerjakan keselamatannya dengan mau setia kepada Allah, walaupun saya menderita saya tetap ikut Yesus karena saya tahu kepada siapa saya pergi. Seperti Ruth yang melihat kematian itu tidak menakutkan melainkan pintu menuju keselamatan datang kepada Boas (gambaran dari Kristus). Ia semakin dekat kepada Tuhan bukan seperti Orpa yang kembali kepada penyembahan berhala allah nenek moyangnya.

Hubungan Allah dengan manusia seperti kisah cinta atau pernikahan Hosea denga Gomer perempuan sundal itu. Pernikahan Hosea ini merupakan suatu perumpamaan bagaimana Allah itu setia kepada kita sedangkan umatnya tidak setia. Hosea tipologi dari Kristus sebagai mempelai laki-laki yang setia. Tetapi Gomer gambaran dari umat Kristen (mempelai perempuan/gereja). Gomer itu perempuan sundal artinya kita dapat lihat begitu besar kasih Allah kepada manusia. Hosea tetap setia kepada istrinya tetapi istrinya tidak. Kadang hubungan kita kepada Allah seperti itu juga kita tidak setia di dalam hati. Roma 13:8-10 => kita bukan hanya dituntut untuk setia kepada pasangan kita tetapi kasihilah dia. Begitu juga dengan hubungan kita kepada Kristus yang bukan hanya kita setia melainkan digenapi dengan berbuat kasih. Efesus 1:4 => tetap kudus dan tidak bercacat, untuk menjadi gereja atau mempelai perempuan yang setia menantikan mempelai laki-laki kita tetap menjaga kekudusan kita dan hidup di dalam kasih. Sebagai mempelai perempuan harus menjaga kekudusan dan kesucian hatinya seperti mempelai laki-laki.

Menjaga hati dalam kekudusan dan kesucian hati dengan menjaga Nous dari segala godaan iblis/ Peiramos. Kehendak bebas kitalah yang mengendalikan semuanya mau pilih jalan yang mana dan melakukan yang mana. Seperti yang ada di gambar berikut ini:

Tabernakel merupakan tipologi dari Kristus dan gereja-Nya. Altarnya tertuju tentang doa-doa. Perjalanan di padang gurun => perjalanan gereja menuju kepada Firdaus. 42 tahun tabernakel di bongkar artinya 42 keturunan dari Abaraham kepada Kristus. Ini menjelaskan perjalanan keselamatan manusia. Keluaran 1:14 => perbudakan bangsa Israel di mesir artinya perbudakan manusia di dalam dosa. Kematian Yusuf, Kel 1:6-7 => menunjukkan kematian Kristus. Karena kematian Yusuf mendatangkan bangsa Israel banyak lahir. Firman =è dapat menjadi daging. Demikian pula dengan Alkitab “divined ispired =è human langue. Pada saat kita membaca kitab suci terjadilah proses penafsiran. Karena tafsiran kita bermacam-macam maka gereja yang melahirkan kitab memiliki cara untuk manafsir kitab suci. Roh Kudus yang menginspirasi atau menuliskan Yoh 14:26, Lukas 24:44-45, yang menuliskan tentang Kristus. Dalam membaca kitab suci harus mengisi hati dan jiwa itu dengan membuka Nous kita. Christ mengatakan membaca kitab suci ibarat kita membuka pintu surga. Jika Firman menjadi daging maka divinely juga menjadi human.

Semuanya dikerjakan dengan ketaatan kepada Allah Tritunggal. Permasalahannya apa yang menjadi objek ketaatan kita? Selain dari kita mengosongkan Nous dari hal-hal dunia dan mengisinya dengan Nous Kristus. Nous Kristuslah yang mengendalikannya sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam kita. Ini disebut dengan Kenosis. Mengosongkan Nous dengan melawan peirmos tidak mudah sebab ia berupa energi yang menghancurkan Nous kita. Akan tetapi ada energi lain yang dapat mengalahkannya, disebut sebagai energi ilahi. Energi Ilahi dapat diperoleh engan menyatukan kehendak bebas dan energi Allah di dalam kita sehingga kita menerimanya. Energi ilahi diperlukan untuk mengerluarkan/mengerjakan kekekuatan Kristus atau benih ilahi itu yang sudah ada di dalam diri setiap anak Allah.

Orang yang mengerjakan keselamatan artinya mengerjakan Kristus yaitu mengeluarkan dunamis yang masih ada dalam diri kita. Mengerjakan keselamatan artinya menerima keselamatan oleh anugerah dan itu adalah karunia ilahi dari Roh Kudus. Tetapi untuk mencapai kepenuhan dari kebajikan itu kita harus memiliki iman dan kasih dan juga berjuang untuk melatih kehendak bebas kita. Dengan cara ini kita mewarisi kehidupan kekal sebagai konsekuensi dari keadilan dan kebenaran. Kita tidak dapat mengalami kuasa ilahi tanpa kita berusaha melakukan sesuatu ataupun hanya dengan kekuatan kita saja tidak dapat mencapai kepenuhan itu. Menjemput energi ilahi itu hanya dapat mampu dengan doa yang berasal dari hati yang benar. Biarkanlah kehendak bebasmu di kuasai oleh Energi Allah dan menggunakannya untuk menyenangkannya.

Keselamatan manusia diterima ketika Firman Allah menjelma menjadi darah dan daging. Keselamatan ada di dalam hidup kita dan kerjakanlah dengan menggunakan Energi Ilahi dari Allah penuh kuasa dan keilahian. Tujuan dari semua ini adalah untuk mencpai Theosis atau rupa Kristus menjadi nyata. Amin.

Kerja Energi Ilahi

Orang yang mengerjakan keselamatan artinya mengerjakan Kristus yaitu mengeluarkan dunamis yang masih ada dalam diri kita. Mengerjakan keselamatan artinya menerima keselamatan oleh anugerah dan itu adalah karunia ilahi dari Roh Kudus. Tetapi untuk mencapai kepenuhan dari kebajikan itu kita harus memiliki iman dan kasih dan juga berjuang untuk melatih kehendak bebas kita. Dengan cara ini kita mewarisi kehidupan kekal sebagai konsekuensi dari keadilan dan kebenaran. Kita tidak dapat mengalami kuasa ilahi tanpa kita berusaha melakukan sesuatu ataupun hanya dengan kekuatan kita saja tidak dapat mencapai kepenuhan itu. Maz 127:14 =>Tuhan dan kita itu bekerja sama. Energi ilahi yang diberikan Allah kepada kita melalui anugerah. Anugerah yang kita peroleh menjadikan kita pewaris dari energi Ilahi Allah sehingga kita menjadi anak-anak Allah atau kepunyaan Allah. Orang yang dibaptis di dalam Allah artinya ikut ambil bagian dari kodrat ilahi dan menyatu dengan Allah di dalam penderitaan, kematian, penguburan dan kebangkitan Yesus. Ini berarti genetik Allah telah ada di dalam diri kita sehingga DNA Kristus ada di dalam kita dan kita di dalam Dia. Sakramen perjamuan kudus artinya kita memakan dan meminum tubuh dan darah Kristus.

Energy dari Allah yaitu 1 Tes. 2:13 => Firman Allah yang kita baca itu adalah kuasa atau energy ilahi yang diberikan Allah kepada kita. Yakobus 5:16 => doa orang benar memiliki kekuatan yang berisi energy yang begitu kuat di dalam kita. Untuk memperolehnya kamu pakai karunia roh yang Tuhan kasih dan berdoalah. Karunia Roh Kudus 1 Kor 12:11 => Roh Allah/ Energi ilahi bekerja di dalam diri setiap orang percaya, karunia Allah itu tidak cukup tetapi berdoa dan membaca Firman Tuhan setiap hari. Dalam pembacaan kita sudah mengerti kita mengerjakan dan mendapatkan apa, yaitu mendapatkan energy Ilahi di dalam kita.

Maximus berkata:

Manusia memiliki 2 sayap. Pertama kebebesan, tapi kedua anugerah. Maksudnya kehendak bebas yang ditaklukan, sejalan dengan grace. St. Theophan: kerahkan semua kekuatanmu, tapi tenanglah dengan keberhasilan pada Tuhan. Calistos => kita harus memegang kebenaran ini dengan seimbang, tanpa anugerah ilahi kita tidak melakukan sesuatu. Tapi tanpa kehendak bebas kita melakukan kehendak Allah maka Allah tidak melakukan apa-apa. Keselamatan kita hasil dari 2 faktor yaitu Inisiatif Allah dan respons/ partisipasi manusia ini keseimbangan yang dikerjakan.

Marniwati Gulo

Eksegesis PB (Perjanjian Baru)

Semester 5                   

Tugas ke 14

11 November 2019

Dosen: Dr. Hendi Wijaya, S.S