
Bagian 1
Theosis berasal dari kata “Theo” artinya Allah dan “osis” artinya proses. Maka Theosis merupakan proses menjadi segambar dan serupa dengan Allah melalui Yesus Kristus sebagai Anak yang menyatakan siapakah Allah itu.
Theosis => mengalami cahaya yang dialami oleh Kristus yang bersinar, seperti Yesus yang mengalami transfigurasi. Kita dapat menjadi manusia terang yang bersinar dan memancarkan terangnya kepada dunia.
Ada yang perlu kita kerjakan dalam kehidupan rohani ini seperti yang Kristus alami dengan merasakan kemuliaan itu. Mencapai cahaya kemuliaan dan tubuh kemuliaan yang tidak fana dari Kristus itulah yang disebut dengan Theosis. Manusia dalam kehidupan sekarang ini memiliki tubuh dan mengenakan tubuh yang hina semenjak manusia pertama jatuh dalam dosa. Jika ada orang yang sudah di baptis dan menjadi manusia baru dengan mengenakan pakaian Kristus dan mengenakan pakaian kekal itu. Baptisan merupakan kuburan bagi manusia lama kita dan Rahim bagi manusia baru kita. Baptisan gambaran dari maut yang telah dikalahkan oleh kemenangan yang dikerjakan oleh Kristus 1 Kor 15:54. Orang yang dibaptis di dalam Kristus, ia telah mengenakan Kristus Galatia 3:27. Melalui hidup di dalam Kristus dan Kristus di dalam kita itu artinya kita telah mengambil bagian dari kuasa Ilahi yang berupa cahaya kemuliaan.
Yesus Kristus sebagai terang kemuliaan itu sendiri dan terang yang memancarkan sinarnya dan menerangi kegelapan dunia dari dosa Yoh. 1: 4-5. Kita yang telah dibaptis di dalam Kristus dan menjadi anak-anak Allah akan menjadi makhluk terang ditengah-tengah kegelapan dunia. Dengan menjadi makhluk terang apa yang akan kita kerjakan? Dengan kita mengambil bagian dari terang kemuliaan Allah. Kita tidak dapat menerangi orang lain dan sekitar kita tanpa ada terang itu di dalam kita. Untuk mendapatkan terang itu, maka tetap berada di dalam sumber terang itu di dalam doa dan latihan-latihan rohani lainnya.
Bagian 2
Theosis => proses menjadi seperti Allah. Proses itu kita lakukan sebagai usaha untuk mengalahkan dosa. Semakin kita merasakan cahaya itu kita semakin serupa dengan Kristus.
Proses yang seperti apakah yang kita kerjakan? setelah menjadi manusia baru Filipi 4:24, tidak berhenti di situ saja melainkan kita tetap memperbarui Nous kita. Sebab di dalam kita masih terdapat sesuatu yang menajiskan. Kita mengalami peperangan batin antara Logismoi Sakos (keinginan daging) dan Logismoi pneumatos (keinginan roh). Nous terus dijaga supaya tetap memilih Logismoi Pneumatos (keinginan Roh). Nous yang menentukan gelap terangnya tubuh kita. Menjaga Nous dapat dikerjakan melalui kita tetap berjaga-jaga di dalam doa dan mengarahkannya pada hal-hal yang dari atas Kol 1:1-2.
Theosis => Kita terbenam dalam kemuliaan Allah
Bagian 3:
Energy Allah dalam dirimu. Energy => “mengerjakan” menurut terjemahannya Inggris dan Indonesia. Tetapi Allah itu bukan mengerjakan dalam konteks ini melainkan Ia memberikan energynya, sehingga energy Allah tetap ada di dalam kita.
Kita adalah anak-anak Allah tetapi masih belum nyata 1 Yoh. 3:2; Galatia 4:19, oleh sebab itu kita terus mengerjakannya sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam kita. Tetapi bukan kita yang mengerjakannya melainkan Allah yang mengerjakannya di dalam kita Filipi 2:12. Allah yang mengerjakannya bukan berarti kita tinggal hanya diam, akan tetapi Allah memberikan Energy Ilahi-Nya untuk kita dapat mampu mengerjakannya hingga rupa Kristus itu menjadi nyata di dalam kita.
Bagian 4:
Allah sebagai cahaya dan api sedangkan kita ibarat batubara yang tidak berguna, berdebu, hitam gelap, dingin dan tidak menarik. Tetapi batubara memiliki satu kelebihan yaitu tidak terbakar dan menahan api. Demikian juga dengan kita yang dipenuhi dengan gelap (dosa) tetapi dengan api (Allah) maka batubara itu berubah warna dan bersinar, sebab kita telah masuk dalam Energy Allah. Manusia sungguh-sungguh diambil alih oleh Energy hadirat Allah. Theosis adalah merasakan kehadiran Allah sepenuhnya dan menikmatinya melalui Energy kehadiran Allah.
Di dalam Gereja Orthodox:
Menyalakan lilin di depan ikon dan berdoa. Tetapi bagi orang melakukan hal ini sesuatu hal yang melakukan penyembahan berhala. Benda-benda ini bukan benda yang digunakan untuk jimak. Tetapi ikon merupakan salah satu yang menolong kita agar bisa melihat mereka yang sudah meninggal. Ketika kita berdoa dengan lilin maka menolong kita untuk menjadi manusia terang atau terang dunia dalam ikon ini.
Nama : Marniwati Gulo
Semester : V (lima)
Tugas : ke 6
Dosen : Dr. Hendi Wijaya, S.S
M. Kuliah : Etika Kristen










