Ascetic Practices

Iman

Berarti percaya. Reason, emosion, dan desire kita beriman harus konek dengan Allah sehingga kita meresponi the Energy of God atau Energy Ilahi dari Allah. Virtue yang perlu kita kembangkan lagi adalah takut akan Allah artinya takut akan penghakiman-Nya. Takut bukan karena Dia seperti Allah yang marah-marah sebab Allah kita adalah Allah yang mahakasih. Berikutnya repentance/ pertobatan. Takut akan Allah adalah rasa hormat yang sehat kepada Allah. Puasa itu adalah obat melawan nafsu makan. Passions muncul dari indera yang tidak terjaga sehingga peiramos bisa masuk. Keberjagaan batin dan untuk menjadi serupa dengan Kristus harus tahan menderita/ long suffering, sebab Dia yang mengasihi kebaikan dan keindahan sehingga akan bergerak menuju akan Theosis. Jika kita cinta akan kesempurnaan dan Allah akan menyediakan pertolongannya atau pemeliharaannya melalui logos/ Firmannya. Tetapi dia yang tidak mempunyai kasih maka sebaliknya dia akan menghadapi penghakiman oleh berbagai macam hukuman. Virtues atau puncak pandangan kita atas setiap setiap penderitaan dan peperangan rohani yang kita kerjakan adalah memiliki Kasih. Pertama, kasih Allah akan disempurnakan oleh pemeliharaannya. Kedua, Kasih akan daging dengan dunia ini akan menuju kebinasaan dan pemberhentian dalam kebinasaan.

Disaat kita menjaga kekudusan pasti kita mengalami ujian seperti masalah, kekecewaan, tapi ingat kita itu dipelihara dan dijaga oleh Allah. Ingat bahwa kamu harus bersabar dalam penderitaan Matius 5:10-13. Long suffering merupakan salah satu ujian bagi kita dan ini salah satu virtues yang mesti kita kerjakan. Dalam pengharapan kita dapat melihat tentang Theosis, penderitaan Kristus dan dapat melihat bahwa dia tidak mungkin bisa sendiri bertahan di dunia ini. Mesti tidak bersusah payah di dunia tetapi dia memiliki pengharapan suatu kali ada kemuliaan yang kita terima.

Hope

Hope adalah posisi iman kita yang akan datang. Hope adalah iman yang bisa kita lihat pada waktu yang akan datang. Hope seperti mata dari iman kita (cahaya, pengharapan, theosis) ini merupakan salah satu pengharapan yang bisa kita kembangkan dalam jiwa kita. Pengharapan merupakan visi dalam hati kita. Kita dapat melihat hal-hal di dunia yang akan datang, ini hanya di lihat oleh orang-orang yang long-suffering sehingga memiliki hope. Hope adalah iman yang akan datang suatu kuasa yang bisa melihat bayang akan datang secara jelas dimana waktu itu menjadi jangkauan kita seperti iman menjangkau masa 2000 tahun yang lalu tetapi dalam hope membawa kita dalam masa yang akan datang. Harapan setiap orang percaya adalah untuk menjadi serupa dengan Kristus. Pencapaian Theosis ini perlu mengembangkan Virtues yang berupa long-suffering atau tahan dalam penderitaan. Memandang penderitaan sebuah hadiah yang indah untuk mendekatkan kita kepada Tuhan.

Kelemahlebutan

Memiliki kesebaran akan mendatangkan kerendahan hati, kelemahlebutan atau merendahkan diri di hadapan Allah. Dimitru mengatakan: kelemahlembutan adalah suatu pikiran yang sudah teguh dan tidak dipengaruhi lagi dengan kehormatan dan kehinaan. Kerendahan hati adalah bisa melakukan sesuatu bukan karena aku tetapi karena Tuhan, artinya tidak sombong dan tidak meninggikan hati. Orang yang rendah hati memiliki satu keteguhan panggilan yang jelas. Seperti batu karang yang ada di tengah-tengah lautan kemarahan kita.

Ketiadaan nafsu

Artinya tidak lagi punya angan-angan/ nafsu yang kahat yaitu suatu kondisi jiwa yang damai. Tidak mengejar ambisi2 dalam dunia ini. Bukan berarti tidak bisa merasakan lagi keinginan tapi ketiadaan nafsu adalah satu keadaan jiwa yang sudah mengalahkan setiap godaan. Waktu melakukan ketaatan dan tidak melakukan dosa itulah kasih. Melihat sesama manusia bukan dengan kacamata passions tetapi dengan kacamata kasih.

Setelah mencapai kasih maka tahap pratikos telah selesai dan mencapai tahap illumination

Iluminations

Merupakan level spiritual yang tidak ada passions dan benar-benar diterangi. Artinnya pemberian Roh Kudus. Berjuang dalam pengertian kontemplasi. Kontemplasi adalah sudah bisa mengatasi passions dan hati yang diterangi dengan Roh Kudus. Melalui kontemplasi kita bisa mengalami pencerahan akan kebenaran-kebanaran. ada 7 karunia dari Roh kudus.

  1. Takut Akan Allah
  2. Roh kekuatan
  3. Roh penghibur = membedakan mana yang jahat dan mana yang baik
  4. Roh pengertian = yang dianugerahkan kepada kita untuk melakukan kebajikan
  5. Roh pengatahuan = tahu tentang Allah
  6. Roh pengertian atau pemahaman
  7. Roh kebijaksanaan

Dalam Hesychesm Nous kita diterangi dan memurnikan hati. Bagaiman caranya? Kita harus melangkah pada illumination artinya hati itu harus diterangi dengan terang ilahi. Hati dapat diterangi oleh terang ilahi jika Nous yang masuk di dalam hati merupakan Nous yang diterangi oleh Roh Kudus dan menerima suara dari Tuhan dan mendengarkannya. Hati diterangi sebab hati merupakan pusat dari perintah yang harus dikerjakan oleh tubuh.

Virtues ada 7 yaitu = 2 Petrus 1:5-7 = iman, kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri (puasa), ketekunan (long-suffering), kesalehan dan kasih.

Marniwati Gulo

Dogmatika 4

Semester 5

Tugas ke 10

07 October 2019

Dosen: Dr. Hendi Wijaya, S.S

RUTH 1

Historia:

  1. Naomi ditinggalkan oleh kedua anaknya dan suaminya (meninggal)
  2. Ruth bersama dengan Naomi menantunya sedangkan orpa menantunya yang satu kembali kepada orang tuanya

Theoria:

Naomi:

  • Naomi menggambarkan seorang Yahudi yang setia dan kembali di Israel. Ini menunjukkan bahwa ia kembali kepada Bapa dan menggambarkan bahwa Allah Bapa adalah Allah yang penuh kasih dan menujukkan kasih-Nya kepada setiap orang yang kembali kepada-Nya.
  • Naomi pulang ke Israel karena ia tahu kepada siapa ia pulang. Yoh 6:48 => Akulah roti hidup
  • Kematian dari kedua anaknya dan suaminya tidak bisa dihindari sebab itu merupakan buah dari dosa. Spiritual meaningnya => jika kita lihat kematian itu akibat dosa dan melihat bahwa kematian itu adalah pintu menuju Kristus.
  • Orpa melihat kematian sebagai suatu yang menakutkan

Ruth:

  • Ruth => orang moab tetapi ia mengikuti Allahnya Naoimi dan Naoimi menerimanya. Naomi digambarkan sebagai Kristus yang menerima siapa saja yang memberikan keselamatan dan Anugerah itu terbuka bagi semua bangsa.
  • Ruth => merasa asing, tetapi dengan ikut Kristus ia harus merasa asing dan meninggalkan manusia lamanya.
  • Christ center => kasih Allah itu bukan hanya kepada bangsa Yahudi tetapi terbuka bagi bangsa lain.

Boas => ibarat Christ

Obedience

  1. Seperti Ruth yang mengerjakan keselamatannya dengan mau setia kepada Allah, walaupun saya menderita saya tetap ikut Yesus karena saya tahu tetapi karena saya tahu saya menuju kemana.
  2. Seperti Ruth yang melihat kematian itu tidak menakutkan melainkan pintu menuju keselamatan datang kepada Boas (gambaran dari Kristus). Ia semakin dekat kepada Tuhan bukan seperti Orpa yang kembali kepada penyembahan berhala allah nenek moyangnya.

Marniwati Gulo

Eksegesis PB (Perjanjian Baru)

Semester 5                   

Tugas ke 9

08 October 2019

Dosen: Dr. Hendi Wijaya, S.S

Matius 8:1-4

8:1 Setelah Yesus turun dari bukit, orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia.

8:2 Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.”

8:3 Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya.

8:4 Lalu Yesus berkata kepadanya: “Ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka.”

Terjemahan Literalnya:

  1. Ketika Dia turun dari gunung banyak orang mengikuti Dia
  2. Dan lihatlah seorang sakit kusta datang dan bersujud dihadapan Yesus dan berkata: Tuhan, jika kamu menghendaki Kamu bisa mentahirkan/ menyucikan aku.
  3. Dan Yesus mengeluarkan tangannya, menyentuh dia dan berkata: Aku mau, tahirlah dan seketika itu juga dia ditahirkan dari kustanya
  4. Dan Yesus berkata kepada dia, lihatlah jangan memberitahu siapapun, pergilah dan tujukkanlah dirimu kepada imam dan bawalah sebuah korban seperti yang diperintahkan Musa sebagai bukti/ saksi bagi orang-orang.

Syntactic point:

  1. Ikut Dia => banyak orang yang ikut Dia karena apa yang Ia khotbahkan => khotbah di bukit yang melebihi orang-orang farisi dan ahli-ahli taurat. Yesus datang bukan meniadakan hukum taurat melainkan menggenapi hukum taurat itu sehingga banyak orang takjub dengan ajaran-ajaran Yesus. Ditengah-tengah ketakjuban mereka satu mujizat terjadi di situ.
  2. Penggenapan hukum taurat yang dilakukan oleh Yesus Kristus. Dalam hukum taurat bagaimana dimata mereka seorang yang sakit kusta (imamat 13:15) => najis (kotor) kehilangan segala-galanya. Ulangan 24:8 => tugas seorang imam yang menyatakan kamu tahir atau najis. Tetapi di dalam injil Matius ini Yesus yang mengatakan bahwa orang ini tahir dalam kustanya sehingga spiritual meaning Yesus mengatakan statusnya sebagai imam. Kondisi dari orang yang sakit kusta: Imamat 7:21 => orang kusta menyadari ia telah najis dan tidak bisa hidup ditengah masyarakat dan tidak bisa masuk di rumah-rumah ibdat.
  3. Yesus menggenapi hukum taurat dan mengambil ahli sebagai Imam artinya bahwa orang yang sakit kusta tidak hidup lagi dalam kuasa hukum taurat tetapi di bawah belaskasihan Yesus. Yesus menyentuh => dalam hukum taurat (orang yang menyentuh orang kusta menurut hukum taurat akan najis) tetapi Yesus tidak najis. Mengapa karena orang itu sembuh dan Dia yang menggenapi hukum taurat (Matius 5:7) sebab Tuhan Yesus tidak takluk dibawah hukum taurat. Ia menujukkan belaskasihan bukan menujukkan bahwa ia takluk dibawah hukum taurat.
  4. Tunjukkanlah dirimu kepada imam => menunjukkan/ meyakinkan para imam bahwa Yesus berkuasa atas hukum taurat atau Dia lebih superior dari pada Musa yang memberikan hukum taurat. Posisi Yesus disini adalah sebagai imam yang lebih tinggi dari pada ke imamman Musa. Tetapi para ahli taurat tidak percaya bahwa Kristus lebih tinggi keimamanannya kepada imam Musa.

Spiritual meaning

Alasan mengapa Allah menyentuh orang sakit kusta.

  1. Menyatakan bahwa Ia lebih berkuasa/tinggi dari pada sakit kusta/ hukum taurat

Alasan mengapa Yesus memberikan perintah “pergilah

  • Menyatakan kepada para imam bahwa Ia imam yang lebih tinggi dari pada imam Musa dan imam lainnya.

Aku menghendaki tahirlah, maka segera tahir (imamat => orang kusta adalah orang yang terkutuk karena dosa tetapi orang yang bisa mentahirkannya adalah orang yang menang atas dosa)

  • Menunjukkan bahwa Dialah Allah (Dia menang atas dosa = sisi keilahiannya)
  • Menunjukkan belaskasihan (dalam sisi kemanusiaannya) sehingga Ia adalah Allah yang penuh kasih dan penuh kuasa yang mau membagikan kuasa kasih itu kepada manusia
  1. Hukum taurat itu tetap ada tetapi digenapkan oleh Yesus selalu lewat perbuatan kasih (Roma 13:10)

Sisi orang Kusta:

  • Datang = sujud menyembah => orang berdosa => pengharapan dia hanya kepada Kristus

Datang menunjukkan bahwa ia memiliki iman => manusia berdosa, harus datang kepada sang pengharapan itu yaitu manusia tanpa dosa itu.

Sujud menyembah => kerendahan hati

  • Orang yang tersingkir, hukuman atas dosa
  • Iman yang berisi => pengakuan (confession of faith) Roma 10:9-10
  • Memberikan persembahan kepada imam => kembali memulihkan hidup/lahiriahnya

Crysostom mengatakan:

Ia mendapatkan cara yang baru dalam pentahirannya. Kesembuhan ini menunjukkan 2 hal:

  1. Kuasa belaskasihan => kuasanya itu diberikan kepada manusia.
  2. Kuasa anak Allah => menang atas penyakit dan atas dosa

Jangan katakan kepada siapapun tetapi pergilah kepada imam dan Yesus tidak menghendaki yang namanya pemujaan dan kemuliaan dari manusia tetapi yang di minta adalah memiliki hati yang bersyukur bukan mempublikasikannya. Hati-hatilah dengan kemuliaan yang kosong dengan hati yang tidak bersyukur hanya saja kemuliaan itu hak Allah.

Kata Yesus: Aku mau, tahirlah => Yesus menyembuhkan dengan kuasa kata-katanya (logosnya) perkataan itu adalah perkataan yang memiliki kuasa. Dia tidak takut dengan hukum taurat dan tidak ada sesuatu yang najis yang dapat menajiskan Dia. Tangannya tetap bersih dan tubuh orang yang sakit kusta itu dibuat murni oleh tangan yang kudus. Yesus datang bukan hanya menyembuhkan tubuh melainkan jiwa iman yang sejati. Dia mengajarkan bahwa jiwa orang yang sudah berdosa itu disucikan/ dikuduskan.

Kata Origen:

Yesus menyuruh dia kepada imam supaya para imam itu tahu bahwa ia diselamatkan bukan melalui hukum taurat melainkan oleh anugerah.

Kata Bede:

Semua telah berdosa, hanya melalui tangan juru selamat yang dikeluarkan artinya Firman yang telah menjadi daging sehingga tangan-Nya yang hanya membersihkan secara lahiriah dan dari kesia-siaan hidup dan juga menolong mereka yang sudah lama diabaikan.

Outline konsep:

Ide utama: kesembuhan orang sakit kusta

Ide pendukung:

  1. Dari sisi Yesus:
  2. Imam yang sejati yang mentahirkan orang itu
  3. Dia lebih berkuasa atas hukum taurat
  4. Imam yang lebih besar dari pada musa
  5. Kemenangan atas hukum => kuasa Allah (menang atas dosa), belaskasihan.
  6. Datang kepada Yesus dengan iman dan kerendahan hati serta pengakuan iman untuk mendapatkan pengharapan itu. Memberikan persembahan korban kepada imam.

Begitu juga dengan kita setelah diselamatkan kita memberikan persembahan kepada Kristus yang mempersembahkan hidup kita kepada Tuhan untuk dapat diterima kembali oleh komunitas.

Marniwati Gulo

Eksegesis PB (Perjanjian Baru)

Semester 5                   

Tugas ke 8

01 October 2019

Dosen: Dr. Hendi Wijaya, S.S

MENENTUKAN KATA SIFAT BERFUNGSI SEBAGAI APA

Amsal 11:22 => proverbs 11:22

  WTT Proverbs 11:22  נֶ֣זֶם זָ֭הָב בְּאַ֣ף חֲזִ֑יר אִשָּׁ֥ה יָ֜פָ֗ה וְסָ֣רַת טָֽעַם׃

(Prov. 11:22 WTT)

Adjective feminine singular absolute

Kata sifat = beautiful/cantik (yapah) יָ֜פָ֗ה

Menerangkan kata = women/perempuan אִשָּׁ֥ה

  • A beautiful women
  • Seorang perempuan cantik

Berfungsi sebagai = attributive

1 Raja-raja 1:4 => 1 Kings 1:4

 WTT 1 Kings 1:4  וְהַֽנַּעֲרָ֖ה יָפָ֣ה עַד־מְאֹ֑ד וַתְּהִ֙י לַמֶּ֤לֶךְ סֹכֶ֙נֶת֙ וַתְּשָׁ֣רְתֵ֔הוּ וְהַמֶּ֖לֶךְ לֹ֥א יְדָעָֽהּ׃

(1 Ki. 1:4 WTT)

  • Kata sifat = fair, beautiful/ cantik יָפָ֣ה

Menerangkan kata = gadis itu amat cantik וְהַֽנַּעֲרָ֖ה

  • And the girl was very beautiful

Berfungsi sebagai = predicat sebab kata sifat tidak diikui dengan devinite article hanya terdapat di dalam kata benda

Hakim-hakim 9:23 => Judges 9:23

  WTT Judges 9:23  וַיִּשְׁלַ֤ח אֱלֹהִים֙ ר֣וּחַ רָעָ֔ה בֵּ֣ין אֲבִימֶ֔לֶךְ וּבֵ֖ין בַּעֲלֵ֣י שְׁכֶ֑ם וַיִּבְגְּד֥וּ בַעֲלֵי־שְׁכֶ֖ם בַּאֲבִימֶֽלֶךְ׃

Kata sifat = evil/jahat רָעָ֔ה

Menerangkan kata = semangat/spirit ר֣וּחַ

An evil spirit => sebuah semangat jahat

Berfungsi sebagai = attributive adjective sebab ia menerangkan kata benda dan kata benda tidak diikuti define article.

YEHZKIEL 42:13

 WTT Ezekiel 42:13  וַיֹּ֣אמֶר אֵלַ֗י לִֽשְׁכ֙וֹת הַצָּפ֜וֹן לִֽשְׁכ֣וֹת הַדָּרוֹם֘ אֲשֶׁ֣ר אֶל־פְּנֵ֣י הַגִּזְרָה֒ הֵ֣נָּה׀ לִֽשְׁכ֣וֹת הַקֹּ֗דֶשׁ אֲשֶׁ֙ר יֹאכְלוּ־שָׁ֧ם הַכֹּהֲנִ֛ים אֲשֶׁר־קְרוֹבִ֥ים לַֽיהוָ֖ה קָדְשֵׁ֣י הַקֳּדָשִׁ֑ים שָׁ֞ם יַנִּ֣יחוּ׀ קָדְשֵׁ֣י הַקֳּדָשִׁ֗ים וְהַמִּנְחָה֙ וְהַחַטָּ֣את וְהָאָשָׁ֔ם כִּ֥י הַמָּק֖וֹם קָדֹֽשׁ׃ (Ezek. 42:13 WTT)

Kata fungsi = קָדוֹשׁ adjective masculine singular absolute

Kata sifatnya = kudus

Menerangkan kata = הַ particle article   מָקוֹם noun common masculine singular absolute  

Berfungsi sebagai predicative yaitu for the place is holy (sebab tempat itu kudus)

אֲשֶׁר particle relative   קָרוֹב adjective masculine plural absolute homonym 1  

Kata fungsi = near/ dekat אֲשֶׁר־קְרוֹבִ֥ים

Menerangkan kata = imam/priest הַכֹּהֲנִ֛ים

The priests who are near/ imam-imam itu mendekat

Berfungsi sebagai = predicative

1 SAMUEL 4:18

  WTT 1 Samuel 4:18  וַיְהִ֞י כְּהַזְכִּיר֣וֹ׀ אֶת־אֲר֣וֹן הָאֱלֹהִ֗ים וַיִּפֹּ֣ל מֵֽעַל־הַ֠כִּסֵּא אֲחֹ֙רַנִּ֜ית בְּעַ֣ד׀ יַ֣ד הַשַּׁ֗עַר וַתִּשָּׁבֵ֤ר מַפְרַקְתּוֹ֙ וַיָּמֹ֔ת כִּֽי־זָקֵ֥ן הָאִ֖ישׁ וְכָבֵ֑ד וְה֛וּא שָׁפַ֥ט אֶת־יִשְׂרָאֵ֖ל אַרְבָּעִ֥ים שָׁנָֽה׃ (1 Sam. 4:18 WTT)

Kata sifat = heavy וְכָבֵ֑ד

Menerangkan kata = orang/man הָאִ֖ישׁ

The man was old and heavy

Berfungsi sebagai = predicative sebab for the man was heavy.

PENGKHOTBAH 9:14

WTT Ecclesiastes 9:14 עִ֣יר קְטַנָּ֔ה וַאֲנָשִׁ֥ים בָּ֖הּ מְעָ֑ט וּבָֽא־אֵלֶ֜יהָ מֶ֤לֶךְ גָּדוֹל֙ וְסָבַ֣ב אֹתָ֔הּ וּבָנָ֥ה עָלֶ֖יהָ מְצוֹדִ֥ים גְּדֹלִֽים׃

  1. Kata fungsi = kecil/small (ketanah) קְטַנָּ֔ה

קָטָן adjective feminine singular absolute homonym 1

Menerangkan kata = city/kota (iyr) עִ֣יר

A small sity = sebuah kota kecil

Berfungsi sebagai = attributive sebab a small city

  1. Kata fungsi = sedikit, beberapa/few מְעָ֑ט

 מְעָ֑ט adjective masculine singular absolute.

Menerangkan kata = to in to וּבָֽא־אֵלֶ֜יהָ

Berfungsi sebagai = attributive sebab few men in it/ penduduk yang sedikit

  1. Kata fungsi = besar/ geat (nadolo) גָּדוֹל֙

גָּדוֹל adjective masculine singular absolute

Menerangkan kata = raja/king (malake) מֶ֤לֶךְ

Berfungsi sebagai = attributive sebab a great king/ seorang raja besar

  1. Kata fungsi = great/besar גְּדֹלִֽים:

גָּדוֹל adjective masculine plural absolute

Menerangkan kata = berburu/pengepungan מְצוֹדִ֥ים

Berfungsi sebagai = attributive sebab great snares/ pengepungan2 yang besar

Bilangan 14:7

 ויֹּ֣אמְר֔וּ אֶל־כָּל־עֲדַ֥ת בְּנֵֽי־יִשְׂרָאֵ֖ל לֵאמֹ֑ר הָאָ֗רֶץ אֲשֶׁ֙ר עָבַ֤רְנוּ בָהּ֙ לָת֣וּר אֹתָ֔הּ טוֹבָ֥ה הָאָ֖רֶץ מְאֹ֥ד מְאֹֽד׃

טוֹבָ֥ה  adjective feminine singular absolute homonym 1

Kata sifat = baik/good טוֹבָ֥ה  

Menerangkan kata = אֹתָ֔הּ

Berfungsi sebagai = predicat sebab is an exceedingly good land.

Marniwati Gulo

Ibrani 1

Tugas 3

Dosen: Dr. Hendi Wijaya, S.S

SPIRITUALITAS

Penebusan Kristus menyelamatkan kita dari dosa, iblis dan maut sehingga status kita sebagai orang yang percaya adalah orang yang telah diselamatkan. Tetapi ada yang disebut dengan penebusan spiritual yang dikerjakan secara personal. Ini dikerjakan di dalam batin kita yang berasal dari dalam yang dikerjakan dalam anugerah dan kehendak bebas kita. Penebusan di kerjakan oleh Allah sendiri melalui Yesus Kristus di dalam Roh Kudus, karena ini secara spiritual maka kita kerjakan dan memasukkannya di dalam hati/spiritual kita.

Apa itu spiritualitas? Kata spiritual menunjuk kepada keadaan roh/batin dari manusia. Manusia disebut manusia spiritual karena kita dipenuhi dengan Roh kudus. Dipenuhi Roh Kudus disebut dengan manusia rohani. Sipirtual kita itu menuju pada penyatuan ilahi dengan Allah yang disebut dengan Theosis. Proses spiritual; kita yang dimulai dengan membersihkan manusia daging dan memenangkan/ mencapai kebajikan. Kerohanian ini menjelaskan cara orang Kristen membersihkan keinginan nafsu dan mencapai kebajikan. Spiritual ini bukan sesuatu yang abstrak karena dipenuhi dengan Roh Kudus. Ini menjelaskan bahwa apapun yang kita kerjakan semua bersifat rohani ini berbicara tentang batin/ rohani yang tidak berbicara secara tempat atau materi.

Tujuan dari spiritualitas kita adalah untuk mencapai kesempurnaan setiap orang percaya dengan menyatu kepada Kristus 1 Yoh 3:2. Ciri dari orang yang melakukan spiritualitas ini adalah:

  1. Penyatuan dengan Allah (karya dari Roh Kudus) bukan hanya usaha manusia saja.
  2. The Working of the holy spirit
  3. Menjadi serupa dengan Allah
  4. Efek dari penyatuan ini adalah kita memiliki energy dan spirit sehingga kita disebut dengan manusia terang

Tujuannya adalah tidak lain dengan Deifikasi/ Partisipation (ikut mengambil bagian dalam kodrat ilahi).

Deification

Deification => kita mempunyai energy ilahi, kita tidak menjadi Allah tetapi kita menjadi seperti Allah oleh energynya. Karena energynya Allah kita menjadi Ilahi dan menjadi seperti Allah, energy Allah ini yang membuat kita menjadi manusia yang kekal karena energy Allah yang menyerap terus-menerus. Ada terang/cahaya yang tidak tercipta itulah yang disebut dengan energy Allah. Cahaya ini yang membuat kita hidup yang bersifat kekal. Jiwa kita tidak bisa lapuk dan abadi karena terus ada energy Allah. Kita berpartisipasi di dalam energy ini kita menjadi seperti Allah oleh anugerah dan adopsi dan kita terus diisi dengan energy Ilahi itu sehingga lama-kelamaan kita menjadi manusia ilahi. Untuk mencapai tujuan spiritual kita maka rasul Paulus memberikan kita gambaran apa yang harus kita kerjakan 1 Kor 9:24-27 seperti perlombaan lari, pertandingan tinju. Berlarilah sedemikian rupa supaya kita bisa memperoleh kehidupan kekal, latihlah tubuhmu dan taklukkanlah itu (tetap disiplin). 2 Timotius 2:5, 15 => dikerjakan dengan mengikuti aturan. Askestisem => disiplin tubuh (berlari sekencang-kencangnya)

Staniloae Says:

Tujuan asketism itu bukan hanya membebaskan natur diri kita dalam nafsu tetapi juga harus membersihkan pikiran-pikiran yang terbebas dari dosa. Mematikan manusia lama kita itu dengan bertahap dan tidak secara langsung. Latihan-latihan ini membuat spiritual kita bertumbuh. Dasar menyatu dengan Allah yaitu dengan kasih bukan intelek (kasih pengakuan). Kita mencapai penyatuan dengan Allah bukan hanya dengan iman dan pengharapan tetapi betul-betul mengalami kasih itu. Natur kita tetap jadi ciptaan tetapi kita menjadi seperti Allah oleh karena Anugerah atau energy bukan karena natur kita. Anugerah itu adalah kasih Allah yang kita nikmati.

Membangun sebuah komunitas untuk melatih jiwa kita, bekerja dalam komunitas untuk mengembangkan/ melatih kerohanian kita. Sebuah komunitas yang bisa saling membangun. Kita harus bekerja/berusaha supaya kita mendapatkan kebajikan dan mengerjakan dalam diri sendiri dan tetangga-tetangga kita.

Pendaki yang berdasarkan kasih dan ada di dalam gereja

Allah yang memang mengutus Anak-Nya, memberikan Roh-Nya. Allah kita adalah Allah yang berdasarkan kasih. Kasih yang seperti Allah yang ini dicurahkan kepada manusia, kasih yang benar-benar kasih Allah dan sekarang kasih itu yang bekerja di dalam Anugerah dan gereja. Spiritual kita seperti tangga yang semakin naik menuju kepada Allah. Spiritual yang makin pendaki naik menuju kepada Allah dan ini ada di dalam diri orang-orang percaya/ gereja.

Ada 3 pendakian untuk mencapai kepada Allah:

  1. Praktikos (langkah pemula)

Langkah pertama ini adalah untuk mengalahkan passions (nafsu) dan melakukan kebajikan sampai mencapai yang namanya kasih itu.

2. Contemplative phase (iluminasi)

Berarti kita focus pada Kristus dan tidak pusing dengan hal-hal duniawi. Tidak memikirkan nafsu2 yang ada di dunia. Tahap hatinya yang sudah diterangi oleh Roh Kudus, tidak menginginkan hal-hal duniawi. Tetapi yang dia inginkan adalah menyatu dengan Allah dan jiwanya yang suci.

3. Mystical knowledge

Kita sudah mencapai spiritual tinggi, tidak memikirkan hal-hal dunia tetapi Allah sendiri. Spiritual ini merupakan puncak kasih yang sudah siap untuk menjadi korbannya Allah.

Passions itu apa?

Apakah passions itu sesuatu yang alami? Sebetulnya itu natural karena manusia itu terdiri dari daging. Misalnya: senang, sedih, marah, refreshing, makan, dll. Semua passions itu tidak dosa. Tetapi ada juga passions yang tidak natural. Manusia terdiri dari tubuh dan jiwa, ada passions yang dari tubuh dan ada passions yang dari jiwa. Passions yang dari jiwa adalah ada kerinduan untuk mencari Allah

Passions yang natural itu baik ketika digunakan dengan bijaksana. Tetapi yang tidak natural adalah ketika kita dikuasai oleh passions tubuh kita. Jika kita hanya memenuhi kebutuhan passions tubuh maka lama-kelamaan jiwa kita dikendalikan oleh tubuh, pikiran kita menjadi lemah dan tidak berfungsi lagi. Passions-passions tidak menjadi unnatural maka indra kita juga dikuasai dan memperbudak kita, akhirnya kita menjadi orang yang dikendalikan oleh nafsu saja sehingga sama dengan binatang. Roma 7:22:23 => sudah tertawan oleh hukum dosa. Itulah sebabnya kita membebaskan jiwa ini dari penguasaan tubuh.

Jiwa teridiri dari:

  1. Nous/ intellek => mengenal Allah
  2. Desire => menaati Allah
  3. Emotion => mengasihi Allah

Intelec dan jiwa itu sama mengerjakan hal-hal spiritual. Kita juga bisa membedakan otak dengan nous, otak => kerja dari pikiran-pikiran, kalau kita mati ya tidak berfungsi lagi tetapi intelec/ nous tetap berfungsi. Akibat tubuh yang menguasai jiwa akhirnya jiwa kehilangan kuasa. Bagaimana membangkitkan jiwa ini supaya menguasai tubuh yaitu dengan melatih bagaimana nous yang mengendalikan otak kita. Passions ini munculnya dari dalam hati. Dalam hati itu seperti ada semacam kebun binatang. Gregori of Nissan mengatakan: passions seperti natur yang diturunkan seperti dari binatang. Binatang yang datang ke dunia beberapa kualitas dari sifat mereka kita telah mewarisinya, contoh: binatang suka menjaga teritorial kita, makan, dll. Satu sisi seperti binatang tetapi manusia punya jiwa. Satu sisi seperti binatang karena tubuh dan seperti Allah karena ada jiwa kita. Dari mana datangnya passions itu? Untung mengatasi passions kita harus bertaruh melawan angan-angan (logismoi) karena dialah yang melahirkan passions yang akhirnya mendorong kita. Logismoi ini berasal dari jurang hati kita yang paling dalam. Dalam mengatasinya perlu nepsis.

Macam-macam logismoi:

  1. Glutoni (dosa perut)
  2. Pencemaran, seks
  3. Cinta akan uang
  4. Depresi
  5. Kemarahan
  6. Ketiadaan
  7. kecemasan yang berlebihan
  8. kesombongan

Passions memperbudak kita. John Climacus: ketika Kristus berbicara kepada wanita yang berdosa ia tidak mengatakan bahwa dia takut tetapi dia mengubah passions menjadi kasih yang dari eros menjadi agape. Passions itu Netral (bisa jadi baik dan bisa jadi jahat). Misalnya marah, bisa positif dan bisa negative (marah karena dosa). Cemburu bisa diganti dengan melakukan kebaikan. Gregori Palamas mengajarkan pada kita bahwa tujuan kita bukan menghilangkan passions kita tetapi bagaimana kita mengubahnya untuk melakukan sesuatu yang baik. Yang menyerang bagian tubuh kita adalah desire. Emosi yang menyerang seperti kemarahan, depresi, dll. Intellect lebih kepada kesombongan.

Setiap jiwa dan tubuh punya senses

Sense

Jiwa dan tubuh masing-masing memiliki indra-indra (senses) dan kebajikan- kebajikan (virtues). Senses dari jiwa adalah mata jiwa (nous; the intellect), pikiran (reason), gagasan (opinion; concept), khayalan (fantasy), dan persepsi (sense-perception).

Senses dari tubuh adalah penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa, dan sentuhan.

Virtues

Virtues dari jiwa ada 4 yang paling utama yaitu keberanian, penilaian moral, pengendalian diri, dan keadilan. Ini melahirkan kebajikan-kebajikan lain dari jiwa: iman, harapan, cinta, doa, kerendahan hati, kelembutan, panjang sabar, ketekunan, kebaikan, kebebasan dari amarah, pengetahuan tentang Tuhan, keceriaan, kesederhanaan, ketenangan, ketulusan, kebebasan dari kesombongan, ketiadaan rasa iri, kejujuran, kebebasan dari keserakahan, kasih sayang, belas kasihan, kedermawanan, ketidaktakutan, kebebasan dari kekecewaan, penyesalan yang mendalam, kesopanan, penghormatan, kerinduan untuk Kerajaan Allah.

Marniwati Gulo

Dogmatika 4

Semester 5

Tugas ke 9

30 September 2019

Dosen: Dr. Hendi Wijaya, S.S

Doa Tanpa Berjaga-Jaga

Berjaga-jaga tanpa doa ibarat tubuh tanpa jiwa sehingga sia-sia. Berdoa tanpa berjaga-jaga senantiasa doa kita dikalahkan oleh iblis. Berjaga-jaga seperti tubuh dan doa seperti jiwa. Berjaga-jaga itulah yang harus maju dulu. Berjaga-jaga itu intelek yang maju bertempur untuk melawan dosa. Tetapi itu tidak cukup melainkan harus ada dorongan dari doa (jiwa). Metode doa pertama:

  • Seputar doa verbal: Mengangkat tangan, pikiran, mata keatas, Mereka bersifat sombong karena merasa sudah melihat cahaya Allah. Sehingga ia diperalat atau ditipu oleh iblis karena merasa atau menganggap dirinya tinggi dan seolah-olah menganggap dirinya mereka yang paling benar. Seolah-olah mereka mengubah dirinya menjadi makhluk terang.

Metode doa kedua:

  • Sudah mulai mengenal bahwa indranya harus ditaklukkan. Metode dua ini lebih baik dari pada metode pertama, mengapa? Sebab yang pertama berfokus pada tubuh yang merasa dirinya seolah-olah dirinya yang paling suci, tetapi kedua mulai menyadari bahwa ada banyak hasrat yang mengganggu jiwa. Berperang tapi tidak mengenal siapa musuhnya, tidak mengetahui bagaimana dan mengapa mereka menyerangnya.

Metode doa ketiga:

  • Membuat kita taat membebaskan diri kita dari keinginan daging dan dunia yang jahat. Intelek (Nous) yang maju berperang dengan segenap kekuatan musuh, meneliti pikiran-2 yang menyusup dari musuh. Artinya mengenal kelemahan-kelemahan kita tetapi hati kita berdoa kepada Tuhan. Mulai menyerang musuh-musuh yang dari dalam baru menjaga indera, artinya jangan sibuk hanya untuk menjaga-jaga indera dan gagal menyerang musuh. Mulai dari ketaatan kepada Bapa rohani kita (Tuhan), orang lain dan hal-hal material.

Ringkasan:

Berdoa itu bukan berbicara masalah tubuh, tetapi intelek berjaga-jaga sementara ia sedang berdoa. Intelek berjaga-jaga dan intelek berdoa. Hati merupakan tempat pertempuran antara intelek dan musuh-musuh kita. Semua yang dari dalam menyerang hati kita namun hanya intelek yang mampu menyerangnya. Penjagaan intelek yang menjaga hati, sebab hati merupakan tempat pertempuan yang sebenarnya.

Tahap pertama harus menahan nafsu (menjaga hati), kedua: membaca mazmur setelah itu ketiga: mulailah untuk berdoa, penuh perhatian dan bgerjaga-jaga sehingga mulai focus kepada yang ada di atas. Jika urutannya tidak benar maka kita hanya dapat melihat fantasi bukan kebenaran. Sebab kita tidak melakukan pemurnian hati. Ibaratnya seseorang yang bangun rumah harus membangun fondasinya dulu. Namun fondasi rohani yang kita bangun adalah dengan membersihkan hati, membangun dindingnya dengan mengalahkan/menangkal serangan roh-roh jahat sampai kita benar-benar lepas sepenuhnya dari godaan dan sepenuhnya menyerahkan hidup kita kepada Tuhan.

Vocal prayer = orang-orang yang berdoa bersuara tetapi dengan membawa hati yang hancur, dengan membawa hati yang rendah. Prayer kedua = mental pertumbuhan rohaninya harus seperti orang dewasa atau orang tua. Meditasi = pikiran dan hati menyatu. Nous ini sudah mengerti apa yang dia doain. Meditas => melawan musuh yang dari luar sedangkan Kontemplasi => sudah tidak disibukkan dengan segala musuh, melainkan keinginannya hanya focus dalam doa, siap menerima arahan dari Roh Kudus. Di dalam kontemplasi kita sudah bisa berdoa dengan roh dan nous yang murni yang benar-benar sudah diarahkan kepada Tuhan.

  1. Kontemplasi yang dicapai tergantung pada kasih di dalam hatinya untuk kristus
  2. Kontemplasi yang disuntik => menerima anugerah doa

Hendaknyalah kita terus berdoa dengan berjaga-jaga, berdoa dan berjaga-jaga tidak dapat dipisahkan yang bersifat satu paket dan sama-sama mengalami peperangan Rohani di dalam hati/ batin kita.

Nama              : Marniwati Gulo

Semester         : V (lima)

Tugas              : ke 5

Dosen              : Dr. Hendi Wijaya, S.S

M. Kuliah       : Etika Kristen

Markus 4:26-29

Historikal (ajaran Kristus)

4:26 Lalu kata Yesus: “Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah,

4:27 lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu.

4:28 Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.

4:29 Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba.”

Syntaxtic form:

  1. Kerajaan Allah sama seperti seseorang menabur benih diatas tanah
  2. Si penabur tidur pada malam hari
  3. Si penabur bangun pada siang hari
  4. Benih itu menghasilkan tunas
  5. Benih bertumbuh => pohon
  6. Si penabur sendiri tidak mengetahui proses pertumbuhan benih itu
  7. Bumi itu mengeluarkan buah pada dirinya sendiri
  8. Mula-mula tangkainya
  9. Kemudian muncul serbuknya/ bulirnya
  10. Bulir/ sebuknya terisi dengan gandum dengan (buah)
  11. Gandum => masak/matang
  12. Buah gandum yang masak itu di panen/disabit sebab musim panen tiba

Outline konsep:

Ide utama

Kerajaan Allah

Ide-ide pendukung

  1. Penabur
  2. Benih
  3. Tunas
  4. Pohon gandum
  5. Tanah
  6. Buah
  7. Panen
  8. Tidur dan bangun
  9. Si penabur tidak tahu benih itu menjadi tunas

Semantic conten:

Typological & Allegorical

Melihat semuanya ini dengan spiritual karena berbicara tentang kerajaan Allah, yang dikerjakan oleh batin dan melatih tubuh. Kerajaan Allah tipologi dari suatu pemerintahan Allah yang kekal untuk semua manusia (ini berbicara tentang keselamatan manusia). Tidur dan bangun => Yesus sebagai penabur itu harus mati dan ada kebangkitan. Ini berbicara tentang karya penebusan Kristus yang harus mengalami penderitaan, kematian, penguburan, dan kebangkitan. Penabur tipologi dari Christ sebab ini tentang kerajaan Allah (siapa yang memulai kerajaan Allah itu? Si penabur). Sang penabur yang memulaikan kerajaan itu ada dengan menabur benih dan Dia adalah Kristus sendiri yang menabur benih itu. Benih tipologi dari perintah injil (perintah pertobatan). Si penabur tidak tahu proses benih menjadi tunas maksudnya Kristus tidak memaksa/ memanipulasi orang untuk merespon injilnya tapi setiap orang yang bebas menerima atau menolak injilnya dalam dirinya. Firman dengan kebebasan kita terima harus mengalami proses pertumbuhan yang dari benih, tunas, bertumbuh, buah, dan matang. Mengapa itu harus? Karena Firman itu mengandung pertumbuhan.

Tanah tipologi dari hati (habitat firman/ benih itu berada). Kita bertumbuh atau tidak bergantung pada si penabur. Maka hati kita harus menjadi tanah yang subur sehingga benih itu mengalami pertumbuhan. Tangkai/ bulirnya => symbol dari tubuh. Gandum => jiwa kita. Ini berbicara tentang bagaimana kita memurnikan tubuh dan jiwa kita yang mesti kudus dan menjadi tubuh sempurna. Buah tipologi dari orang-orang kudus. Dimana orang-orang kudus ini yang memiliki tubuh dan jiwa yang kudus. Mereka yang memiliki benih (firman è hingga sampai mereka memiliki buah Roh). Proses purification itu adalah proses mematikan manusia lama/ mematikan dosa atau keinginan daging. Sehingga kita meninggalkan benih, tunas dan pohonya sehingga yang diambil adalah buahnya.

Masak/matang maksudnya genap waktunya (menunjukkan kedatangan Kristus yang kedua). Waktu panen semuanya dipotong artinya semua orang akan dihakimi. Maka tinggal kita lihat mana yang berbuah dan mana yang tidak berbuah. Akhir semua ini dilihat apakah kita memiliki buah Rohnya atau tidak.

Spiritual meaning:

Mengingatkan kita setiap orang percaya bahwa jangan hanya sebatas kita menerima benihnya saja melainkan harus berbuah. Sebab dalam hari penghakiman atau ketika waktunya genap maka yang di bawa Kristus bersama Dia ke Surga adalah oranng yang berbuah. Sebaliknya bagi orang yang tidak berbuah akan dipotong atau di tinggalkan oleh Kristus.

Aplikasi

Respons dari Firman itu harus diberikan di tanah yang subur/ hati yang subur sehingga menghasilkan buah.

Marniwati Gulo

Eksegesis PB (Perjanjian Baru)

Semester 5                   

Tugas ke 7

26 September 2019

Dosen: Dr. Hendi Wijaya, S.S

Keselamatan manusia/ presditinasi

Efesus 2:1 => kamu dahulu sudah mati rohani. Supaya dapat kembali selamat hanya semata-mata oleh karena pilihan Allah. Efesus 1:4-5, 1 Petrus 1:18-20 => di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan. Allah yang memilih siapa saja yang akan selamat maksudnya adalah Kristus yang dipilih untuk menjadi penyelamat. Kita ikut terpilih jika kita berada di dalam Dia. Matius 25:41 => neraka tidak diciptakan untuk manusia tetapi telah tersedia kepada Iblis. Jika manusia masuk dalam neraka itu bertentangan dengan ayat ini. Tetapi jika ada orang yang menolak Kristus dan mengikuti iblis maka pantas ia masuk ke dalam neraka sebab tempat iblis itu neraka.

Allah itu kasih, memang Allah itu berdaulat 1 Yoh 4:8 tetapi tidak terlalu ditonjolkan dalam Alkitab. Allah itu punya banyak sifat, kedaulat itu salah satunya bukan satu-satunya. Sifat Allah itu sama berkuasa Ia berdaulat tetapi di dalam kasih. Selamat dan tidak selamatnya seseorang tergantung pada kedaulatan manusia, Allah yang berdaulat untuk menyelamatkan dan untuk membinasakan menurut Calvin. Konsep keselamatan dari Calvin yang dipengaruhi oleh Ignatius. Gereja barat yang hanya ditekanakan adalah penginjilan bukan pengudusan itu. Konsep gereja barat megatakan kita sekali selamat, selamat sampai selama-lamanya.

Gereja Timur:

Mengatakan mulainya dari Allah Ulangan 6:4 => fondasi iman Kristen yang benar. Dengan kita mengetahui tujuan manusia pada mulanya manusia dapat mengerti apa yang namanya selamat dan diselamatkan. Matius 8:10 => Orang Yahudi yang melihat mujizat yang dilakukan Yesus tetapi mereka tidak percaya. Keselamatan itu murah tapi tidak murahan yang harus diterima dengan iman. Murah karena diberikan dengan Cuma-Cuma dan tidak harus melakukan secara sempurna 10 hukum taurat. Orang-orang non Yhudi beriman kepada Kristus. Roma 6:18-23 => kita dibebaskan dari dosa di dalam kematian Kristus.

Dalam penyelamatan manusia melalui penyaliban ada timbul sebuah pertanyaan: Mengapa Allah harus menyiksa Anak-Nya supaya manusia diselamatkan? Masalahnya bukan Allah yang bersalah tetapi itu adalah konsekuensi dari pada taat kepada Allah. Ini semacam martir, bukan Allah yang menyiksa Yesus, Yesus mati sebagai konsekuensi melawan kejahatan dan perlawanan dalik dari roh-roh jahat. Yesus harus menderita sebagai korban, penggenapan korban-korban dalam menghapus dosa di Perjanjian Lama. Karenan dosa manusia terpisah dari Allah.

Ada 2 konsep dosa:

  1. Dosa sebesar apapun harus diampuni dengan kasih Allah
  2. Dosa sekecilpun harus di hukum

Yesaya 53:5-7 => agama perjanjian lama adalah agama yang mahal, Yoh 1:29 => Yesus menggenapi domba-domba yang menjadi korban penghapusan dosa bagi bangsa Israel. Markus 10:45. Penderitaan itu ibarat api yang membakar korban dan tubuh-Nya itu korban. Yesus taat kepada Allah sampai mati di kayu salib sebagai tanda ketaatannya kepada Allah. Bukan Allah yang menyiksa Anak-Nya Filipi 2:7.

Pertanyaan diatas tidak relevan, kata-katanya saja keliru sebab bukan Allah yang menyiksa Anak-Nya. Kalau tidak ada korbannya Yesus. Roma 7:14 => perlu ada harga yang harus dibayar untuk menebus kita dari dosa. Di dalam Kristus kamu telah menerima pengampunan dosa karena kita mengalami penyatuan di dalam Kristus. Roma 8:16 => kamu telah dimemerdekakan dari dosa sejak Tuhan Yesus mati di kayu salib.

Keseimpulan

Keselamatan manusia secara presditinasi (Allah memilih siapa saja yang diselamatkan). Pada injil Yohanes mengatakan bahwa Allah pada mulanya telah memilih siapa yang diselamatkan itu. Pada mulanya yang dimaksud adalah Kristus Yesus yang menjadi Tuhan kita. Dialah yang dipilih Allah yang menjadi penyelamat kita sehingga barangsiapa yang berada di dalam Kristus maka ia akan diselamatkan sebab ia termasuk orang yang dipilih oleh Allah untuk di selamatkan.

Refleksi:

  1. Marilah kita tetap berada di dalam Kristus dan menjadi pilihan Allah untuk diselamatkan
  2. Mengerjakan apa yang dikerjakan oleh Yesus Kristus sebab kita orang yang terpilih di dalam-Nya

Marniwati Gulo

Dogmatika 4

Semester 5

Tugas ke 8

23 September 2019

Dosen: Dr. Hendi Wijaya, S.S

Pandangan Gereja Barat Dengan Gereja Timur Tentang Keselamatan

Keselamatan itu berdasarkan inkarnasi/wahyu Allah. Pemahaman tentang keselamatan dipengaruhi oleh filsafat yang disebut dengan filsafat sekolah sfika. Bedanya keselamatan menurut gereja Timur dengan Barat. Menurut gereja Timur terjadinya keselamatan kembali menyatu dengan Allah sehingga ada inkarnasi. Dosa itu kayak benalu yang menempel pada natur kita, bukan natur kita sebab natur kita adalah gambar dan rupa Allah. Sehingga gambar dan rupa Allah itu jadi rusak. Natur dan kodrat aslinya tidak hilang. Tentang kodrat manusia => Kej 1:26-27. Gambar dan rupa Allah itu siapa? Kolose 1:16 yaitu Kristus gambar Allah yang hakiki itulah pola asli manusia. Di dalam diri manusia ada refleksi yang menggambarkan sifat-sifat Allah, kebenaran, mengasihi, dll. Manusia diciptakan bukan hanya refleksi Allah tetapi menjadi seperti Allah bukan menjadi Allah. Yoh 17: 24 => sebelum dunia dijadikan Allah itu aktif mengasihi Anak-Nya yaitu sabda-Nya sendiri. Yoh 14:31, Roma 5:5 => Fungsi Roh Kudus adalah mencurahkan kasih Allah ke dalam hati manusia. Ibrani 9:14 => Roh itu kekal. Hakikat dalam diri Allah adalah kasih (1 Yoh 4:8, 16).

Tetapi menurut gereja Barat, berbicara tentang inkarnasi hukum artinya mampu menghindari diri dari Allah, pada hal yang berdosa adalah manusia. Kristus di hukum Mati untuk memuaskan keadilan Allah sehingga orang yang percaya kepada Dia akan dibenarkan oleh iman. Dengan demikian orang itu diselamatkan dan imannya pun karena manusia sudah jatuh ke dalam dosa maka manusia tidak punya kehendak bebas sama sekali ini namanya manusia mengalami bejat total sehingga tidak bisa memilih di selamatkan atau tidak. Bagaimana bisa diselamatkan? Sehingga Allah yang memilih sendiri. Sehingga natur manusia adalah natur dosa dan kodrat Ilahinya mati/ hilang.

Pendapat gereja Barat dengan gereja Timur mengenai keselamatan memiliki perbedaan. Namun, sifat kasih itu menjangkau keluar. Allah itu mahakuasa dan kehendak kasihnya itu diwujudkan itulah manusia diciptakan, tercetaknya manusia karena kemahakuasaan Allah tetapi landasan penciptaan Allah itu karena kasih. Sifat Allah bukan hanya satu langsung mutlak tetapi sifat Allah satu dengan yang lain saling berkaitan. Matius 25:41 => manusia tidak disediakan untuk masuk ke dalam api, sebab tujuan dari manusia adalah supaya dia bisa aktif mengambil bagian dalam menjadi serupa dengan Allah. 2 Petrus 1:4 => tujuan dalam keselamatan mengambil bagian dalam kodrat Ilahi. 1 Yoh 3:2 => Anak Allah harus menjadi Anak Allah, kita bukan hanya sekedar dibenarkan saja.

Ketika Allah dan ingin menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-Nya, dalam kemahatahuan Allah dan resiko kehendak bebasnya bukan masalah Allah yang menentukan menerima atau menolak untuk jatuh ke dalam dosa, Keadian 2:16-17. Manusia diciptakan dengan persimpangan jalan.

Yohanes 1:1-3, ibrani 1:2 => manusia menyatu dengan Firman, bukan manusia yang naik untuk menyatu dengan Allah tetapi Firman itu yang turun ke bumi untuk mengambil manusia menjadikan sama seperti Allah. 1 Petrus 1:20 => Kristus “Ia telah dipilih sebelum dunia di jadikan” dan kita dipilih diselamatkan karena Kristusnya dipilih, sehingga orang percaya dikatakan sebagai pilihan karena Kristus.

Kejadian 9:5-6 => manusia masih memiliki kodrat yang diciptakan menurut gambar Allah dan tidak bejat hilangnya kodrat manusia itu yang dikarenakan oleh dosa. Yakobus 3:9 => manusia tidak boleh saling menghujat, membunuh sebab manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Kodrat Aslinya manusia adalah gambar dan rupa Allah bukan kodrat dosa. Roma 5:12 => akibat dosa itu adalah maut, maut itu menjalar (ibarat benalu sampai ujung cabang pohon). Prototypenya adalah Kristus sebab gambar dan rupa Allah yang menjadi pola ciptaan kita. Efesus 2:2, Roma 3:10-18, Mazmur 14:1-3 => mengajarkan bahwa tidak ada yang namanya bejat total, Maz 53:2-4, Mazmur 5:10, Mazmur 10:7, Yesaya 59:7-8, Mazmur 36:2, Efesus 2:2, Efesus 4:17 => tentang Nous manusia dalam keadaan mati/ terputus dari hidupnya Allah sehingga otak kita dicuci atau didoktrinisasikan, diajar di dalam Kristus seperti kebenaran yang ada di dalam Yesus dalam hal mendengar sehingga timbullah iman yang harus bertumbuh dan dibangkitkan (anastasis).

Terputus hubungannya dengan Allah sehingga rohnya manusia tidak mempunyai kuasa lagi. Jadi roh ini kalah dengan keinginan tubuh terjadilah yang namanya tubuh yang menguasai roh. Akhirnya terjadilah kematian sebab rohnya tidak bisa mengambil energy dari Allah. Roh tidak hilang hanya tidak mampu mengambil atau menerima kuasa Ilahi. Efeknya adalah kehilangan hidup abadi. Yohanes 5:38 => tetapi manusia masih ada kehendak bebas untuk memilih apakah ia ingin selamat atau tidak bukan dalam arti bejat total. Wahyu 22:17 => keselamatan itu gratis tapi harus ada kemauan artinya manusia masih ada kehendak bebas.

Gereja Barat:

Keselamatan itu transaksi hukum maka harus ada yang mati sehingga dengan adanya yang mati maka murka Allah menjadi surut. Jika berdasarkan keadilan Allah efeknya keselamatan itu seperti orang yang hanya sekedar dibebaskan dari hukuman. Sekali selamat maka tetap selamat. Tidak ada cela bagi mereka untuk murtad dan yang menyangkal.

Gereja Timur:

Tetapi keselamatan itu bukan hanya oleh iman saja? Yakobus 2:24 => iman itu meyakini janji-janji Allah dan akhirnya mentaatinya dalam perbuatan. Iman adalah tangan batin untuk menerima keselamatan.

Untuk mempersatukan manusia dengan Allah kembali harus ada yang menyingkirkan Dosa, iblis, dan maut. Kenapa iblis yang disingkirkan? Sebab ia yang mencobai manusia jatuh dalam dosa. Cobaan dengan ujian perbedaannya adalah ujian menunjukkan imannya untuk menjadi kudus dan naik level sedangkan cobaan itu mencobai keinginan daging yang selalu datang dari iblis. Siapa yang bisa mengalahkan iblis? Dia sendiri yang disebut dengan Roh yang lebih kuat dengan roh jahat.

Efesus 1:20-21 => yang mampu mengalahkan dosa, hanya dia yang tidak berdosa (1 Yoh 3:5). 1 Petrus 2:21-22, 2 Kor 5:21, Ibrani 4:15 => Hanya Kristus yang tidak bebruat dosa atau tidak berdosa. Firman Allah yang mahakudus dan tidak berdosa. Yoh 10:17-18 => kekuatan dosa ada dalam manusia dan kematian ada dalam dia, yang lebih tinggi dari manusia turun ke dunia unuk melepaskan manusia dari kematian/maut.

Jadi, keselamatan itu bukan sekedar pertobatan kita saja tetapi sejak inkarnasi. Manusia yang terpisah dari Allah maka disatukan kembali, di dalam Kristus Allah dan manusia telah manunggal. Inisiatif keselamatan sudah mulai dinyatakan sejak Maria mengandung Kristus. Bagaimana mengalahkan iblis, dosa dan maut?  Kristus mati di salib bukan hanya memuaskan murkanya Allah, tetapi karena Kasih Allah yang Besar sehingga dikaruniakanlah Anak-Nya yang tunggal kepada manusia, Filipi 2:8. Allah tidak dipengaruhi oleh apapun apalagi karena keadilan, demikian juga dengan kematian Yesus bukan untuk memuaskan murka Allah tetapi ketaatan. Ketaatan ini bukan hanya ketaatan manusia biasa tetapi ketaatan ini penjelmaan Firman Allah yang menciptakan segala sesuatu yang secara universal. Seperti katidaktaatan Adam dikalahkan oleh ketaatan Kristus.

Roma 5:16, Roma 8:3 => Penyaliban = kataatan = mengalahkan dosa. Penguburannya =kematian= mengalahkan iblis => Ibrani 2:14, jika iblis penguasa maut maka ia yang menguasai siapa yang ada di dalam Maut. Tetapi Kristus bangkit kembali. Kebangkitan =maut= Roma 6:9, Allah yang berinisiatif menyelamatkan manusia.

Keselamatan adalah melalui penyaliban, penguburan, dan kebangkitan Kristus mengalahkan iblis, dosa dan maut. Bukan karena kedaulatan Allah, jika karena kedaulatan Allah mengapa harus mati. Keselamatan itu Theosis (menyatu dengan Allah). Keselamatan itu adalah Kristus. Terus dimana kita? Presditinasion (yang ditetapkan oleh Allah). Allah itu hanya tahu siapa yang memilih Dia dan menolak Dia, bukan Dia yang menentukan siapa yang masuk neraka dan siapa yang masuk Surga. Kemahatahuan Allah dan free will itu bekerja sama. Usaha manusia dengan keselamatan tidak bisa dipisahkan dengan manusia.

Marniwati Gulo

Dogmatika 4

Semester 5

Tugas ke 7

16 September 2019

Dosen: Dr. Hendi Wijaya, S.S

PANAGIA & KUNJUNGAN BUNDA MARIA KE RUMAH ELISABET

Setiap tanggal 8 September gereja mengingatkan kita tentang kelahiran bunda Maria. Gereja memberikan bacaaan yang terambil dari Kejadian 28:10-17 tipologi yang menjelaskan bahwa Maria yang menjadi jembatan turun menjadi manusia dalam Kejadian ini menjelaskan tentang mimpi Yakub dan itulah Maria yang menjadi tangga atau perantaraan yang dipakai oleh Allah. Yeh 43:27-44:4 (tipologi suatu gerbang yang ditutup tetapi disaat the prince, itu datang maka ia terbuka dan tertutup kembali sampai akhir), Mazmur 9:1-8 (Hikmat telah mebangun rumahnya Ia akan turun dalam rahimnya Maria), Lukas 1:39-49. Maria adalah the new give (panagia) hawa yang baru. Ia yang menjadi contoh bagi kita untuk menjadi teladan dalam mencapai Theosis.

Karena itu, dia dipuji oleh Gereja kita sebagai “lebih terhormat daripada Kerubim dan jauh lebih mulia daripada Serafim.” Inkarnasi Logos dan Theosis manusia adalah misteri besar dari Iman dan Teologi kita. Gereja hidup setiap hari dengan Misteri, dengan nyanyian pujian, dengan ikonnya, dengan seluruh hidupnya. Bahkan arsitektur Gereja menyaksikan hal ini. Kubah besar gereja-gereja, di mana Pantocrator dicat, melambangkan turunnya Surga ke bumi; itu memberi tahu kita bahwa Tuhan “membungkuk ke Surga dan turun.” Penginjil dan Rasul Yohanes menulis bahwa Allah menjadi manusia “dan diam di antara kita” (Yohanes 1:14). Jadi, kita mewakili Theotokos di bagian depan altar untuk menunjukkan bahwa Allah datang ke bumi dan kepada manusia melalui dia, karena Dia menjadi manusia melalui Theotokos.

Kristus disebut sebagai Adam yang baru karena Dia menebus Adam yang lama. Maria/ panagia bukan hanya melahirkan Yesus tetapi Maria ibu Yesus tidak lepas menjadi Hawa baru. Mengapa Maria selalu diperingati oleh gereja? Sebab Ia yang menjadi dasar tentang keselamatan kita. Inkarnasi dan Theosis suatu misteri besar dalam iman dan teologi kita. Lewat keteladanan Maria kita dapat mengerti dan melihat inkarnasi dan Theosis.

Apa yang menjadi pelajaran bagi kita mengenai Pangia ini? Marilah kita mau menjadi seperti Maria yang mau taat dan menjadi alat yang dipakai oleh Allah.

Contoh Tipology dalam Perjanjian Baru, Homily ke 7 = Lukas 1:39-45

Apa yang dikatakan oleh Origen?

Sama seperti Maria datang ke rumah Elisabet untuk memberikan sebuah repentance kepada Maria. Seketika maria mendengar bahwa Dia akan mengandung juruselamat bangun tergesa-gesa pergi ke rumah saudaranya Elisabet ke kota Yehuda dan Maria tiba ke rumah Elisabet (Yesus itu sudah ada di dalam rahimnya dan Yesus itu menguduskan Yohanes, sehingga sebelum Maria datang dan menyapa Elisabet bayi itu tidak bersukacita tetapi ketika Elisabet mendengar salam dari Maria maka bayi yang ada di dalam kandungannya kegirangan. Begitu anak Allah di dalam perutnya meloncat (bayi yang ada di dalam perutnya Elisabet bergirangan). Pada saat itu Yesus sudah memberikan jalan kepada nabinya yaitu Yohanes pembaptis. Pada saat itu Yesus sudah menjadikan Yohanes sebagai perintis.

Maria adalah wanita yang paling cocok/ tepat mengandung anak Allah, malaikat Allah memberitakan kepadanya dan tergesa-gesa tinggal ditempat yang tinggi Lukas 1:39. Dia sangat antusias, dia sudah dipenuhi oleh Roh Kudus, dipimpin oleh Roh Kudus dan kuasa Ilahi melindungi Dia sebab kuasa itu sudah menguasai Dia sebab ia pergi ke kota Yehuda yaitu ke rumah Zakharia. Ketika itu terjadi anak Elisabet gembira dan ia dipenuhi oleh Roh Kudus pada saat itu. Maksudnya Elisabet menerima Roh Kudus berdasarkan anaknya sendiri sama seperti Maria yang mengandung Kristus dan Dia dikuduskan oleh Roh Kudus. Yohenes diberkati karena anak yang ada di dalam rahimnya Maria. Pertama Yohanes yang masih ada di dalam Rahim baru iabunya setelah anaknya dikuduskan oleh Roh Kudus.

Maria adalah satu-satunya yang diberkati dari antara wanita-wanita yang lain dan ini dikatakan oleh Elizabet yang dipenuhi oleh Roh Kudus. Sehingga Elizabet tidak asal ngomong justru Elizabet berbicara karena ia tahu. Elizabet sadar bahwa Maria ini mengandung Yesus “ibu Tuhanku” Lukas 1:43.

Jika seandainya kelahiran juruselamat itu tidak secara surgawi dan tidak diberkati, bagaimana yang ilahi itu bisa masuk ke dalam natur manusia dan pengajarannya tidak akan pernah menyebar keseluruh dunia. Jika hanya anak manusia biasa yang dilahirkan bunda Maria, bagaimana kita bisa mengatakan banyak penyakit yang bisa disembuhkan yang bukan hanya tubuh tetapi jiwa kita juga. Siapa yang diantara kita yang tidak pernah bodoh atau tersesat, siapa dari kita yang memberi keadilan? Dan sekarang karena Kristus yang memberikan keadilan bagi setiap kita. Justru dengan kelahiran anak Allah di dalam perut Maria kita memperoleh hikmat, keadilan dan keselamatan.

Kita mengumpulkan dengan banyak sekali kesaksian bahwa ada yang menulis tentang Dia bahwa banyak keajaiban yang Dia lakukan mulai dari kelahirannya, pertumbuhannya, belaskasihannya. Ini membuktikan keajaiban bahwa yang dilahirkan oleh Maria adalah Anak Allah.

Maria tipologi dari tabut perjanjian lama => yang mengandung sang Allah yang tak terkandung. Dimana Allah hadir disitu kita dipenuhi oleh Roh Kudus. Baju Efod yang dipakai Daud (2 Samuel 6:11) adalah Yohanes pembaptis ini adalah keturunan dari Harun dan Ia meloncat kegirangan seperti Daud setelah tabut Allah dibawa di kota Daud dan ia menari-nari. Tabut Allah tinggal 3 bulan di kota Edom dan keluarga Edom diberkati demikian pula dengan Maria tinggal 3 bulan dipegunungan. Tabut itu akan dinaungi oleh awan sama dengan Allah menaungi Maria Keluaran 40:34. Mengapa gereja memagari bahwa Maria itu Theotokos? Sebab Maria adalah yang melahirkan anak yang sepenuhnya Allah dan sepenuhnya manusia. Theo = Allah dan Tokos adalah yang melahirkan sehingga Theotokos adalah yang melahirkan Allah.

Spiritual meaning = Maria tipologi dari tabut perjanjian lama => yang mengandung sang Allah yang tak terkandung. Dimana Allah hadir disitu kita dipenuhi oleh Roh Kudus (2 Samuel 6:11).

Personal = siapakah aku ini sehingga Allah datang kepadaku, menyelamatkan aku dan aku dipenuhi dengan Roh Kudus.

Obedience:

  1. Jadilah sebagai Elisabet yang mempunyai mata rohani yang bisa melihat ibu Tuhan.
  2. Kapan kita dipenuhi oleh Roh Kudus? Jika kita mempunyai dan mengandung benih Ilahi yang sama dengan Maria dan Elisabet mengandung Benih Ilahi (Kristus Tuhan) Galatia 4:19.
  3. Semua orang yang mengandung benih Ilahi dengan mengalami proses sampai terbentuknya bayi (Roma 7:14)

Marniwati Gulo

Eksegesis PB (Perjanjian Baru)

Semester 5                   

Tugas ke 6

10 September 2019