Asal Dosa

Apa respon Allah ketika manusia jatuh dalam dosa?

  • Allah bertanya dan memanggil Adam, dimana engkau Adam?
  • Kata dimana => ada pemisahan antara Allah dengan manusia. Sehingga kasih Allah itu tetap memanggil mereka untuk bertobat

Apa jawaban Adam?

  • Aku takut karena aku telanjang
  • Wanita yang engkau berikan kepadaku yang menyuruh saya makan
  • Hawa berkata: ular itu yang memberikannya kepadaku.
  • Ini saling menyalahkan (tidak ada kerendahan hati dan pertobatan)

Konsekuensinya

  • Roma 5:12, 6: 23 = upah dosa adalah maut

Manusia menerima konsekuensinya Adam

  • Manusia jadi kehilangan taman Firdaus (Kejadian 3:22-24)
  • Sebenarnya kalau manusia itu taat maka mereka menjadi sempurna tetapi karena ketidaktaatan mereka akhirnya Allah mengusir mereka dari taman Eden

Apakah Allah menolak manusia?

  • Allah tidak menolak manusia
  • Natur berubah akhirnya tubuh menjadi mati
  • Sehingga sekarang manusia membutuhkan pertolongan dari Allah

Konsekuensi dosa itu apa?

  • Komunikasi pada Allah terputus
  • Ada kematian (dibelenggung oleh iblis)
  • Hidup menjadi berpusat pada diri sendiri
  • Hanya orang yang bisa menang atas kematian, dialah yang bisa mengembalikan lagi posisi semula

Apa itu dosa asal?

  • Belum dikenal, sampai nanti bapa gereja St. Augustinus (354)
  • Awal-awalnya gereja menggunakan istilah dosa nenek moyang
  • Kata sin itu dari bahasa Yunani (amartia => meleset dari sasaran atau tujuan)
  • Dosa itu bukan menolak hukum yang personal tapi sebetulnya dosa itu adalah menolak kehidupan yang ditawarkan oleh Allah
  • Asal dosa itu bukan ide rasa bersalah yang diturunkan oleh Adam dan hawa tetapi lebih dari penyakit atau efek dari dosanya.

Dosa nenek moyang

  • Memang dari Adam dosa itu pertama kali muncul.
  • Bagi kita bukan mewarisi dosa tetapi efek dosanya yang kita warisi
  • Bukan hanya Adam saja yang disalahkan tetapi keturunan-keturunannya yang kena efeknya

Apa perbedaan dosa asal menurut gereja barat dengan gereja timur?

Gereja barat: Augustinus

  • Hanya dosa adam
  • Kita juga menanggung dosanya Adam

Gereja timur:

  • Bukan hanya Adam yang berdosa tetapi keturunan-keturunannya
  • Dosa Adam yang ditanggung oleh Adam sendiri, tapi efeknya yang diturunkan kepada kita

Marniwati Gulo

Dogmatika 4

Semester 5

Tugas ke 6

9 September 2019

Dosen: Dr. Hendi Wijaya, S.S

Kumpulan Tulisan St. Nokodimus

  1. Men are often called intelligent wrongly. Intelligent men are not those who are erudite in the sayings and books of the wise men of old, but those who have an intelligent soul and can discriminate between good and evil. They avoid what is sinful and harms the soul; and with deep gratitude to God they resolutely adhere by dint of practice to what is good and benefits the soul. These men alone should truly be called intelligent.

Manusia sering menggunakan nousnya salah/ keliru. Manusia yang berintelektual bukanlah mereka yang terpelajar dalam perkataan dan buku-buku orang bijak di masa lalu, tetapi mereka yang memiliki jiwa dan nous, dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat. Mereka menghindari apa yang berdosa dan membahayakan jiwa; dan dengan rasa terima kasih yang dalam kepada Tuhan mereka berpegang teguh pada praktik untuk kebaikan dan memberi manfaat bagi jiwa. Dan orang seperti ini benar-benar memiliki nous atau intelektual secara cerdas.

Maksudnya: orang yang berintelek:

Membedakan antara intelek dengan jiwa, ciri-ciri orang yang berintelek cerdas adalah bisa melakukan kebajikan bagi jiwa dan bisa membedakan yang baik dan yang jahat bersyukur kepada Tuhan dan praktik untuk kebaikan itulah orang yang berintelek.

2. The truly intelligent man pursues one sole objective: to obey and to conform to the God of all. With this single aim in view, he disciplines his soul, and whatever he may encounter in the course of his life, he gives thanks to God for the compass and depth of His providential ordering of all things. For it is absurd to be grateful to doctors who give us bitter and unpleasant medicines to cure our bodies, and yet to be ungrateful to God for what appears to us to be harsh, not grasping that all we encounter is for our benefit and in accordance with His providence. For knowledge of God and faith in Him is the salvation and perfection of the soul.

Orang yang benar-benar memiliki nous mengejar satu tujuan: untuk taat dan untuk menyesuaikan diri dengan Allah. Dengan tujuan satu ini, ia mendisiplinkan jiwanya, dan apa pun yang mungkin ia temui dalam perjalanan hidupnya, ia bersyukur kepada Allah atas arahan dan kedalaman pemeliharaan-Nya yang teratur untuk segala sesuatu. Terkadang kita tidak berterima kasih kepada dokter yang memberi kita obat-obatan yang pahit dan tidak enak untuk menyembuhkan tubuh kita, tetapi tidak bersyukur kepada Allah apa yang tampaknya keras bagi kita, tidak memahami bahwa semua itu adalah untuk kebaikan kita dan sesuai dengan kehendak-Nya. Karena pengetahuan akan Allah dan iman kepada-Nya adalah keselamatan dan kesempurnaan jiwa.

Maksudnya: orang yang berintelek adalah

Bisa ikut dengan irama/ kehendak-Nya Allah. Untuk mencapai tujuannya adalah mendisplinkan jiwanya dan Percaya bahwa Tuhan sudah mengatur segala sesuatu.

3. We have received from God self-control, forbearance, restraint, fortitude, patience, and the like, which are great and holy powers, helping us to resist the enemy’s attacks. If we cultivate these powers and have them at our disposal, we do not regard anything that befalls us as painful, grievous or unbearable, realizing that it is human and can be overcome by the virtues within us. The unintelligent do not take this into account; they do not understand that all things happen for our benefit, rightly and as they should, so that our virtues may shine and we ourselves be crowned by God.

Kita telah menerima dari Allah seperti penguasaan diri, kesabaran, pengekangan, ketabahan, kesabaran, dan sejenisnya, yang merupakan kekuatan yang besar dan kudus, membantu kita melawan serangan-serangan musuh. Jika kita menumbuhkan kekuatan ini dan memilikinya, kita tidak menganggap apa pun yang menimpa kita sebagai hal yang menyakitkan, pedih, atau tak tertahankan, menyadari bahwa itu adalah manusia dan dapat diatasi dengan kebajikan di dalam diri kita. Orang yang tidak memiliki nous tidak memperhitungkan hal ini; mereka tidak mengerti bahwa semua hal terjadi untuk kebaikan kita, dengan benar dan sebagaimana mestinya, sehingga kebajikan kita dapat bersinar dan kita sendiri dimahkotai oleh Allah.

Maksudnya: orang yang inteltual bisa menganggap hal-hal yang menyakitkan diatasi dengan kebajikan atau kebaikan di dalam dirinya.

4. You should realize that the acquisition of material things and their lavish use is only a short-lived fantasy, and that a virtuous way of life, conforming to God’s will, surpasses all wealth. When you reflect on this and keep it in mind constantly, you will not grumble, whine or blame anyone, but will thank God for everything, seeing that those who rely on repute and riches are worse off than yourself. For desire, love of glory and ignorance constitute the worst passion of the soul.

Kamu harus menyadari bahwa perolehan benda-benda material dan penggunaannya yang mewah hanyalah fantasi yang fana, dan bahwa kebajikan yang dilakukan menurut kehendak Tuhan, melampaui semua kekayaan. Ketika kamu merenungkan hal ini dan terus mengingatnya, kamu tidak akan menggerutu, merengek atau menyalahkan siapa pun, tetapi akan berterima kasih kepada Allah atas segalanya, melihat bahwa mereka yang mengandalkan reputasi dan kekayaan lebih buruk daripada diri kita sendiri. Untuk nafsu, cinta akan kemuliaan dan ketidakmautahuan merupakan nafsu terburuk dari jiwa.

Maksudnya: orang yang berintelek

Menganggap bahwa bukan materi yang jahat tetapi sesuatu yang kamu cinta kepada material itulah yang jahat

Harta itu fantasi tetapi ketika kita melakukan kebajikan itu melebihi kekayaan materi.

5. The intelligent man, examining himself, determines what is appropriate and profitable to him, what is proper and beneficial to the soul, and what is foreign to it. Thus he avoids what is foreign and harmful to the soul and cuts him off from immortality.

Orang yang memiliki nous/ berintelektual, memeriksa dirinya sendiri, menentukan apa yang pantas dan menguntungkan baginya, apa yang asing baginya. Karena itu, ia menghindari apa yang asing dan berbahaya bagi jiwa dan melenyapkannya selamanya.

Maksudnya: orang yang berintektual

Memeriksanya, bisa membedakan apa yang pantas dan menguntungkan dan menghindari hal yang asing.

6. The more frugal a man’s life, the happier he is, for he is not troubled by a host of cares: slaves, farm-workers or herds. For when we are attached to such things and harassed by the problems they raise, we blame God. But because of our self-willed desire we cultivate death and remain wandering in the darkness of a life of sin, not recognizing our true self.

Semakin sederhana hidup seseorang, semakin dia bahagia, karena dia tidak terganggu oleh sejumlah masalah: budak, buruh tani atau ternak. Karena ketika kita terikat pada hal-hal seperti itu dan dilecehkan oleh masalah yang mereka angkat, kita menyalahkan Allah. Tetapi karena keinginan nafsu kita sendiri, kita memupuk kematian dan tetap berkeliaran dalam kegelapan kehidupan dosa, tidak mengakui diri kita yang sejati.

Maksudnya: orang yang tidak menggunakan intelektualnya sesuai dengan fungsinya

Kita tidak dapat mengakui diri kita yang sejati karena masalah menguasai diri kita.

7. One should not say that it is impossible to reach a virtuous life; but one should say that it is not easy. Nor do those who have reached it find it easy to maintain. Those who are devout and whose intellect enjoys the love of God participate in the life of virtue; the ordinary intellect, however, is worldly and vacillating, producing both good and evil thoughts, because it is changeful by nature and directed towards material things. But the intellect that enjoys the love of God punishes the evil which arises spontaneously because of man’s indolence.

Seseorang seharusnya tidak mengatakan bahwa tidak mungkin untuk mencapai kehidupan yang baik; tetapi orang harus mengatakan bahwa itu tidak mudah. Mereka yang telah mencapainya juga tidak mudah untuk memeliharanya. Mereka yang saleh dan yang memiliki nous menikmati cinta Allah berpartisipasi dalam kehidupan dari kebajikan; pikiran biasa, bagaimanapun, adalah duniawi dan bimbang, menghasilkan pikiran baik dan jahat, karena sifatnya berubah-ubah dan diarahkan pada hal-hal materi. Tetapi nous/intelektual yang menikmati cinta Allah menghukum kejahatan yang muncul secara spontan karena kemalasan manusia.

Maksudnya:

Memang mencapai kehidupan yang baik itu tidak mudah karena bisa saja nous kita berubah-ubah dan diarahkan kepada hal materi tetapi kita terus arahkan Nous kita supaya nous kita menikmati cintanya Allah.

8. The uneducated and foolish regard instruction as ridiculous and do not want to receive it, because it would show up their uncouthness, and they want everyone to be like themselves. Likewise those who are dissipated in their life and habits are anxious to prove that everyone else is worse than themselves, seeking to present themselves as innocent in comparison with all the sinners around them. The lax soul is turbid and perishes through wickedness, since it contains within itself profligacy, pride, insatiate desire, anger, impetuosity, frenzy, murderousness, querulousness, jealousy, greed, rapacity, self-pity, lying, sensual pleasure, sloth, dejection, cowardice, morbidity, hatred, censoriousness, debility, delusion, ignorance, deceit and forgetfulness of God. Through these and suchlike evils the wretched soul is punished when it is separated from God.

Mereka yang tak berpendidikan dan bodoh itu menganggap pengajaran sebagai tertawaan dan tidak ingin menerimannya, karena itu akan menunjukkan sikap kasar mereka, dan mereka ingin setiap orang menjadi seperti diri mereka. Demikian juga mereka yang hilang dalam kehidupan dan mereka biasanya ingin membuktikan bahwa orang lain lebih buruk dari pada diri mereka sendiri. Mereka berusaha memperlihatkan diri mereka sebagai orang yang tidak bersalah dibandingkan dengan semua orang yang tampak berdosa di sekitar mereka. Jiwa lemah adalah keruh dan kejahatan menuju kebinasaan, karena didalam dirinya mengandung ketidak senonohan, kesombongan, keinginan yang tidak pernah puas, kemarahan, ketidaksabaran, kegilaan, pembunuhan, pertengkaran, kecemburuan, keserakahan, nafsu kesenangan, mengasihani diri sendiri, berbohong, kesenangan sensual, kemalasan, kesedihan, pengecut, keadaan tidak sehat (mordibiditi), kebencian, pencela, kelemahan, khayalan, ketidaktahuan, penipuan, dan kelupaan akan Tuhan. Hal semacam ini dan kejahatan sedemikian merusak jiwa dan dihukum ketika terpisah dari Tuhan.

Maksudnya: Orang yang tidak berintelektual

Mengandung kejahatan yang merusak jiwa dan di hukum oleh Allah.

9. Those who aim to practise the life of virtue and holiness should not incur condemnation by pretending to a piety which they do not possess. But like painters and sculptors they should manifest their virtue and holiness through their works, and should shun all evil pleasures as snares.

Mereka yang ingin mempraktikan kehidupan kebajikan dan kekudusan seharusnya tidak mengganggap diri berpura-pura saleh. Tetapi seperti pelukis dan pematung, mereka harus menyatakan kebajikan dan kekudusan melalui karya-karya mereka, dan mereka harus menjauhi segala kesenangan jahat yang seperti jerat.

Maksudnya: orang yang berintelek

Tidak berpura-pura baik lewat karya mereka

10. A wealthy man of good family, who lacks inward discipline and all virtue in his way of life, is regarded by those with spiritual understanding as under an evil influence; likewise a man who happens to be poor or a slave, but is graced with discipline of soul and with virtue in his life, is regarded as blessed. And just as strangers travelling in a foreign country lose their way, so those who do not cultivate the life of virtue are led astray by their desires and get completely lost.

Seorang yang kaya dari keluarga baik-baik, yang kurang disiplin di dalam semua kebajikan dari cara hidupnya, dianggap oleh mereka yang rohani sebagai orang yang berada di bawah pengaruh kejahatan; demikian juga pria yang kebetulan miskin atau budak, yang tetap diberkahi dengan disiplin jiwa, dan dengan kebenaran dalam hidupnya, maka dianggap diberkati. Dan sama seperti orang asing yang bepergian di negara asing tersesat, begitu juga dengan mereka yang tidak memupuk kehidupan kebajikan akan disesatkan oleh keinginan mereka dan benar-benar tersesat.

Maksudnya:

Orang yang tidak mendisplinkan dirinya dianggap sebagai orang yang tersesat.

11. Those who can train the ignorant and inspire them with a love for instruction and discipline should be called moulders of men. So too should those who reform the dissolute, remodelling their life to one of virtue, conforming to God’s will. For gentleness and self-control are a blessing and a sure hope for the souls of men.

Mereka yang bisa melatih orang-orang bodoh dan menginspirasi mereka dengan kasih melalui pengajaran dan disiplin akan disebut pembentuk manusia. Demikian juga mereka yang akan melakukan pembaruan moral, mengubah hidup mereka kepada suatu kebajikan, menyesuaikan diri dengan kehendak Tuhan.  Kelemah-lembutan dan pengendalian diri adalah sebuah berkat dan suatu harapan yang pasti bagi jiwa kita.

Maksudnya:

Memiliki self-control merupakan satu pengharapan bagi jiwa kita.

12. A man should strive to practise the life of virtue in a genuine way; for when this is achieved it is easy to acquire knowledge about God. When a man reveres God with all his heart and with faith, he receives through God’s providence the power to control anger and desire; for it is desire and anger which are the cause of all evils.

Seorang manusia hendaklah berusaha keras untuk mempraktikkan kehidupan kebajikan di dalam satu ketulusan; karena ketika hal ini tercapai maka sangat mudah untuk memperoleh pengetahuan tentang Allah.  Ketika seseorang menghormati Allah dengan segenap hati dan dengan iman, maka melalui pemeliharaan Allah dia menerima kekuatan untuk mengendalikan amarah dan nafsu keinginannya; karena keinginan dan amarahlah yang menjadi penyebab dari semua kejahatan

Maksudnya:

Dalam memperaktekan suatu kebajikan itu memang seharusnya kita berjuang dan berusaha keras dengan menghormati Allah yang memberikan kita kekuatan untuk memperaktekan kebajikan.

13. A human being is someone who possesses spiritual intelligence or is willing to be rectified. One who cannot be rectified is inhuman. Such people must be avoided: because they live in vice, they can never attain immortality.

Manusia adalah seseorang yang memiliki kecerdasan spiritual atau bersedia untuk diperbaiki. Mereka yang tidak bisa diperbaiki bukan manusia. Orang-orang seperti itu harus dihindari: karena mereka hidup dalam kejahatan, mereka tidak akan pernah bisa mencapai keabadian.

14. When the intelligence is truly operative, we can properly be called human beings. When it is not operative, we differ from animals only in respect of our physical form and our speech. An intelligent man should realize that he is immortal and should hate all shameful desires, which are the cause of death in men.

Ketika kecerdasan (Nous) benar-benar berfungsi, maka kita disebut manusia. Ketika tidak berfungsi, kita tidak berbeda dengan binatang kecuali secara fisik dan bisa berbicara. Sedangkan manusia yang memiliki kecerdasan akan menyadari bahwa dia abadi dan membenci semua keinginan/hasrat yang memalukan, yang menyebabkan kematian bagi manusia atau bagi dirinya sendiri.

Maksudnya:

Orang yang berintelektual menyadari apa yang abadi bagi jiwanya

15. Every craftsman displays his skill through the material he uses: one man, for instance, displays it in timber, another in copper, another in gold and silver. Likewise we who are taught the life of holiness ought to show that we are human beings not merely by virtue of our bodily appearance, but because our souls are truly intelligent. The truly intelligent soul, which enjoys the love of God, knows everything in life in a direct and immediate way; it lovingly woos God’s favour, sincerely gives Him thanks, and aspires with all its strength towards Him.

Setiap pengrajin memamerkan keahliannya melalui bahan yang ia gunakan: satu orang, misalnya, memajangnya di kayu, yang lain di tembaga, yang lain di emas dan perak. Demikian juga kita yang diajari kehidupan kekudusan harus menunjukkan bahwa kita adalah manusia bukan hanya berdasarkan kebajikan penampilan jasmani kita, tetapi karena jiwa kita benar-benar cerdas. Jiwa yang benar-benar cerdas, yang menikmati kasih Allah, mengetahui segala sesuatu dalam hidup secara langsung; itu penuh kasih kebaikan Allah, dengan tulus berterima kasih kepada-Nya, dan menggunakan seluruh kekuatan untuk mengasihi Dia.

Maksudnya:

Jangan hanya memamerkan jasmani, tetapi jiwa kita benar-benar memiliki Nous

16. When navigating, helmsmen use a mark in order to avoid reefs or rocks. Likewise those who aspire to the life of holiness must mark carefully what they ought to do and what they ought to avoid; and, cutting off evil thoughts from the soul, they must grasp that the true, divine laws exist for their profit.

Saat bernavigasi, juru mudi menggunakan tanda untuk menghindari terumbu atau batu. Demikian juga mereka yang bercita-cita untuk kehidupan kudus harus menandai dengan hati-hati apa yang harus mereka lakukan dan apa yang harus mereka hindari; dan, memotong pikiran jahat dari jiwa, mereka harus memahami bahwa hukum ilahi benar ada demi kebaikan mereka.

Maksudnya orang yang berintelektual:

Bisa membedakan apa yang ada di depan itu jurang atau tidak

17. Helmsmen and charioteers gain proficiency through practice and diligence. Likewise those who seek the life of holiness must take care to study and practise what conforms to God’s will. For he who so wishes, and has grasped that it is possible, can with this faith attain incorruptibility.

Para juru mudi dan kusir mendapatkan kecakapan melalui latihan dan ketekunan. Demikian juga mereka yang mencari kehidupan kudus harus berhati-hati untuk mempelajari dan mempraktikkan apa yang sesuai dengan kehendak Allah. Karena dia yang menginginkan, dan telah memahami bahwa itu mungkin, dapat dengan iman ini mencapai kekekalan.

Maksudnya: sesuatu bisa perfect ketika latihan yang sesuai dengan kehendak Allah.

18. Regard as free not those whose status makes them outwardly free, but those who are free in their character and conduct. For we should not call men in authority truly free when they are wicked or dissolute, since they are slaves to worldly passions. Freedom and happiness of soul consist in genuine purity and detachment from transitory things.

Kebebasan itu bukan mereka yang statusnya secara lahiriah bebas, tetapi mereka yang bebas dalam karakter dan perilaku mereka. Karena kita  tidak menyebut manusia yang benar-benar bebas ketika mereka jahat atau hancur, oleh karena diperbudak nafsu duniawinya. Kebebasan dan kebahagiaan jiwa yang terdiri dari kemurnian dan keterasingan sejati dari hal-hal yang sementara.

Maksudnya: orang yang bebas artinya bukan yang bebas secar alahiriah tetapi orang yang bebas adalah mengasingkan hal-hal yang bersifat sementara.

19. Keep in mind that you must always be setting an example through your moral life and your actions. For the sick find and recognize good doctors, not just through their words, but through their actions.

Ingatlah bahwa kita harus selalu memberi contoh melalui kehidupan moral dan perilaku kita. Bagi orang sakit, temukan dan kenali dokter yang baik, tidak hanya melalui kata-kata mereka, tetapi juga melalui tindakan mereka.

20. Holiness and intelligence of soul are to be recognized from a man’s eye, walk, voice, laugh, the way he spends his time and the company he keeps. Everything is transformed and reflects an inner beauty. For the intellect which enjoys the love of God is a watchful gate-keeper and bars entry to evil and defiling thoughts.

Kekudusan dan intelek jiwa harus dikenali dari apa yang dia lihat, jalan, berbicara, tertawa, cara dia menghabiskan waktu dan juga teman-teman yang bersamanya. Semuanya ditransformasikan dan mencerminkan kecantikan batin. Sebab intelek yang menikmati kasih Allah adalah penjaga gerbang dan penghalang-penghalang yang mencegah masuknya pikiran jahat dan cemar.

21. Examine and test your inward character; and always keep in mind that human authorities have power over the body alone and not over the soul. Therefore, should they command you to commit murders or other foul, unjust and soul-corrupting acts, you must not obey them, even if they torture your body. For God created the soul free and endowed with the power to choose between good and evil.

Periksa dan uji karakter batiniah Anda; dan selalu ingat bahwa kita memiliki kekuasan atas tubuh dan juga jiwa. Karena itu, jika mereka memerintahkan kita untuk melakukan pembunuhan atau tindakan curang, tidak adil dan merusak jiwa lainnya, kita tidak harus mematuhinya, bahkan jika mereka menyiksa tubuh kita. Karena Allah menciptakan jiwa yang bebas dan diberkahi dengan kekuatan untuk memilih antara yang baik dan yang jahat.

Maksudnya kita memiliki otoritas atas tubuh ini, sehingga roh yang menguasai tubuh dan bukan sebaliknya.

Nama              : Marniwati Gulo

Semester         : V (lima)

Tugas              : ke 4

Dosen              : Dr. Hendi Wijaya, S.S

M. Kuliah       : Etika Kristen

EKSEGESIS KEJADIAN 1:3

Sintatik Form:

 בְּרֵאשִׁ֖ית בָּרָ֣א אֱלֹהִ֑ים אֵ֥ת הַשָּׁמַ֖יִם וְאֵ֥ת הָאָֽרֶץ׃

Terjemahan Literal:

Pada mulanya Allah menciptakan langit-langit dan bumi

Sintatic point:

  1. Allah menciptakan langit dan bumi pada mulanya

Semantic Conten:

Liturgical = dibaca pada sabtu kudus yang berkaitan dengan hari paskah ketika Yesus turun ke alam maut.

Kata Origen:

Apa artinya permulaan itu dari segalanya kalau bukan Tuhan kita Yesus Kristus, Kol 1:15, 1 Timotius 4:10, yang dimaksud pada mulanya ini bukan berbicara mengenai waktu yang ada awal dan akhirnya melainkan pada mulanya dikatakan di dalam firman-Nya Allah menciptakan Allah dan bumi Yoh 1:-3. In the beginning atau pada mulanya itu bukan berbicara soal waktu tertentu Allah menciptakan langit dan bumi, tetapi pada mulanya artinya adalah Kristus. Langit dan bumi diciptakan oleh pada mulanya yaitu Yesus Kristus. Pada mulanya yang dimaksud adalah Kristuslah yang menciptakan langit dan bumi serta isinya.

Ayat 2 dan 3:

  וְהָאָ֗רֶץ הָיְתָ֥ה תֹ֙הוּ֙ וָבֹ֔הוּ וְחֹ֖שֶׁךְ עַל־פְּנֵ֣י תְה֑וֹם וְר֣וּחַ אֱלֹהִ֔ים מְרַחֶ֖פֶת עַל־פְּנֵ֥י הַמָּֽיִם׃

  וַיֹּ֥אמֶר אֱלֹהִ֖ים יְהִ֣י א֑וֹר וַֽיְהִי־אֽוֹר׃ (Gen. 1:3 WTT)

Terjemahan Literal:

Bumi tidak kelihatan dan belum terbentuk dan kegelapan menyelimuti seluruh bumi, Roh Allah menutupi/ menaungi permukaan air (dari septuaginta)

Allah berkata jadilah terang dan terang itu jadi.

Bumi tidak terbentuk, kosong, gelap, dan di seluruh permukaan jurang bumi yang paling dalam dan Roh Allah menaungi diluruh permukaan air (dari ibrani)

Sintatic form:

  1. Keadaan bumi yang belum berbentuk, kosong dan gelap gulita
  2. Roh Allah menaungi/ menutupi permukaan air

Semantic conten:

Poin pertama menceritakan tentang keadaan bumi dan Roh Allah bukan keadaan langit.

Kata Origen:

Bumi belum kelihatan, belum berbentuk dan tidak beraturan sebelum Allah menyatakan jadilah terang dan sebelum Dia membagi terang dalam kegelapan. Tetapi Dia menciptakan langit, kegelapan itu menyelimuti sampai kejurang. Apa spiritual meaning dari poin ini, apa itu jurang? Tentu ini adalah tempat dimana roh-roh jahat, setan-setan dan malaikatnya ada Wahyu 12:9. Dan ini juga yang dikatakan di dalam injil Lukas 8:31 melihat kegelapan spiritual meaningnya adalah roh-roh jahat. Maka bumi gelap (kegelapan di hadapan Allah yaitu dosa). Abyss (jurang maut) ada di mana? Yaitu ada di bawah bumi.

Oleh karena itu maka Allah berkata karena kegelapan telah menyelimuti bumi maka dalam ayat 3 “jadilah terang”. Dan Allah melihat terang itu baik dan Allah membedakan/ membagi gelap artinya memisahkan gelap dari terang. Terang itu disebut dengan hari dan malam disebut gelap. Itulah hari satu. Mari kita lihat apa spiritual meaningnya, kenapa Tuhan itu menyebut pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi dan menjadikan terang? tidak dikatakan hari pertama tetapi satu hari. Ini karena belum ada waktu (waktu belum diciptakan). Tapi waktu mulai muncul pada hari berikutnya, hari kedua, ketiga hingga hari keenam dan ketujuh. Kejadian 1:6-7, jadilah cakrawala ditengah-tengah air, dibagi air dari air. Walaupun Ia sudah menciptakan langit (langit yang menjadi takhta Allah Yesaya 66:1) beda dengan cakrawala yang diciptakan pada ayat 6 ini adalah pola dari langit (pada ayat 2). Dia membagi air yang diatas cakrawala dan dibawah cakrawala Kejadian 1:7.

Apa spiritual meaningnya? Kita bisa melihat dari pola ciptaan Allah, kita dapat melihat ada langit dan bumi. Langit bersifat spirit (roh) dan bumi bersifat tubuh. Ada roh dan tubuh. Kenapa ada langit karena semua substansi spiritual dimana Tuhan itu bertakhta dan duduk disana. Dan langit itu diciptakan pada mulanya bahkan sebelum segala seusatu. Tetapi yang disebut langit/cakrawala ini pencotohannya. Langit yang pertama itu bersifat Spiritual, maka spirit yang ada di dalam diri kita itu bisa melihat dan mengerti Allah begitu juga dengan body kita dapat mengerti Allah karena mencotohkan sipirit dari langit diatas cakrawala. Tapi cakrawala yang ada di atas bumi ini adalah tiruan dari cakrawala yang ada di langit. Maka tubuh kita kerjanya juga sama bisa memahami pekerjaan Allah.

Langit itu disebut cakrawala karena membagi air yang diatas dan air yang dibawah. Apa spiritual meaningnya? Dan begitu juga manusia yang ditempatkan dalam sebuah tubuh tapi dia juga disebut langit atau jiwa. Maka kita juga disebut sebagai manusia surgawi Filipi 3:20 karena jiwa kita berasal dari langit/ surga itu. Dan jika Dia bisa membedakan air yang ada di atas cakrawala dan beda juga dengan air yang ada dibawa cakrawala. Kejadian 1:8 => langit yang di bumi namanya cakrawala.

Air yang dibawah yaitu air yang ada dijurang maut/ kegelapan disebut pangeran dari dunia ini. Ada air yang dibawa itu disebut setan dan air yang ada di atas yaitu air dari Kristus. Yoh 12:31, 1 Petrus 5:8, Wahyu 12:7, Wahyu, 20:3 => penguasa air yang ada dibawah (bumi)

Dengan berpasrtisipasi dengan air yang ada diatas, setiap orang percaya akan menjadi makhluk Surgawi. Hanya terjadi ketika mengapkikasikan pikirannya kepada hal-hal yang diatas Kol 3:1. Dan Allah melihat itu baik Kejadian 1:9.

Maksud ada daratan dan lautan? Daratan itu perbuatan-perbuatan kita di dalam daging pada akhirnya akan kelihatan seperti ada lautan dan ada daratan. Manusia melihat perbuatan baik kita dan memulikan Allah yang di Surga. Jika itu tidak dipisahkan dari kita maka dosa dan sebaliknya di dalam tubuh kita atau daratan kita tidak bisa mendekati kepada terang Yoh 3:20-21. Setiap hidup kita selalu ada perbutan jahat. Tetapi perbuatan jahat dan perbuatan baik itu dipisahkan. Dalam hal ini tubuh kita juga dipisahkan, bumi inilah tubuh kita yang menghasilkan buah bagi Allah.

Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi, cakrawala, daratan, cakrawala itu disebut langit dan menyebut kering itu darat yang menghasilkan duri. Tetapi kalau kita menyebut kering itu bumi yang menghasilkan buah Kejadian 3:18, Ibrani 6:8. Dry land (kering) diubah menjadi earth (bumi). Yesaya 9:18, Yoh 15:6 => kata kering (dry land). Keluaran 3:8 => ke satu bumi (negeri) yang berbuah.

Kesimpulannya: jangan menjadi Dry land yang akan menghasilkan duri melainkan earth yang menghasilkan buah bagi Tuhan.

Refleksi:

Marilah kita bisa membedakan air yang ada di atas dan air yang ada dibawah cakrawala. Maksudnya kita dapat memahami air yang ada di atas cakrawala, ditarik turun menjadi air hidup yang mengalir di dalam diri kita untuk mendapatkan hidup yang kekal Yoh 7:38, Yoh 4:14 yaitu menarik Kristus di dalam hati kita sehingga kita mempunyai sumber hidup yang kekal itu. Marilah kita menjadi bumi atau tanah yang mengahasilkan buah kepada Tuhan.

Marniwati Gulo

Eksegesis PB (Perjanjian Baru)

Semester 5

Tugas ke 5

3 September 2019

THE WEAKNESSES OF MAN “Kelemahan Manusia”

Seharusnya tubuh dan jiwa ini melakukan apa yang diinginkan oleh gambar Allah. Tetapi telah gagal karena tidak taat. Di dalam gambar Allah ada ketaatan dan di dalam ketaatan ada kehendak bebas. Mengapa? karena gambar Allah itu adalah Kristus. Gambar Allah itu adalah Kristus yang sudah taat kepada Allah. Ketaatan ini mesti dijalani maksudnya gambar Allah ini mesti di kerjakan dengan ketaatan yang ada di dalam kehendak bebas kita untuk menuju kesempurnaan.

Kejadian 3:3,6, Iblis tahu kalau manusia memiliki semua sifat-sifat Allah yang terletak di dalam gambar Allah di dalam diri manusia. Iblis memanfaatkan ketaatan dan kehendak bebas yang di miliki manusia dan diuji oleh iblis. Perintah Allah kepada manusia terdapat di dalam Kejadian 2:16-17, 3:3-6 => Adam dipengaruhi oleh Hawa karena keegoisannya (ketertarikannya untuk berdiri sendiri), kelemahan Adam terletak dalam ketaatan dan kehendak bebasnya. Kejatuhan Adam bukan masalah pekerjaannya tetapi ia mau menjadi sama seperti Allah. Allah menginginkan manusia seperti Allah tetapi manusia menginginkan ia menjadi sama dengan Allah. Bagaimanapun ia dipengaruhi tetapi Adam mau mencapai kesempurnaan melalui dirinya sendiri bukan melalui anugerah Allah. Mau memisahkan diri dengan Allah, mengubah esensi Adam atau terlepas dari anugerah Allah. Dosa Adam membuat dia menjadi mati.

Kej 3:1-6, Ular memutarbalikan kebenaran untuk menggoda Hawa. Adam dan Hawa diciptakan sesuai dengan gambar dan rupa Allah yang memiliki kehendak bebas yang mereka pakai untuk melawan Allah. Harusnya gambar Allah yang mereka punya menuju rupa Allah tetapi karena ada godaan dalam melakukan ketaatan dan kehendak bebas mereka jatuh dalam dosa dan mendatangkan maut. Natur dosa merupakan hal yang memisahkan kita dari Allah. Manusia tidak bergantung pada kehendak Allah/ anugerah Allah melainkan karena kehendaknya sendiri.

Dimana konsekuensi dari dosa Adam dan Hawa?

Konsekuensi dosa mereka adalah mati. Akibat dari dosa mereka yang kita wariskan yaitu kematian atau maut. Manusia berada di dalam:

  1. The old Adam => yang diciptakan menurut gambar Allah yang dikerjakan melalui ketaatan dan kehendak bebas untuk mencapai kesempurnaan menjadi rupa Allah. Tetapi gagal dan jatuh dalam dosa sehingga mengakibatkan kematian karena kehendak bebasnya membuat ia mengerjakan kesempuarnaannya dengan kekuatan dan kehendaknya sendiri.
  2. New Adam => menurut Kristus yang dikerjakan juga di dalam ketaatan dan kehendak bebas untuk mencapai sama seperti Kristus. Tetapi dalam hidup di New Adam harus lahir baru.

Refleksi:

Kita sekarang menjadi keturunan dari New Adam yang selalu mengerjakan kesempurnaannya di dalam ketaatan dan kehendak bebad di dalam Kristus. Sehingga kita menjadikan gambar Kristus menjadi nyata di dalam hidup kita, Amin.

Marniwati Gulo

Dogmatika 4

Semester 5

Tugas ke 5

2 September 2019

Dosen: Dr. Hendi Wijaya, S.S

CARA MENDALAMI KITAB SUCI

Alkitab itu adalah sejarah kudus dan suci, teks yang bersifat khusus dan spesifik. Allah memanggil seseorang secara khusus dan melalui ibu yang dipilih secara khusus. Kasih Allah yang universal tetapi selalu persenol di dalam ekspresinya. Peristiwa dalam kitab suci ditulis berupa dengan Allegory dan Tipology. Setiap nama yang ada di Alkitab ada arti dan maksud dari penulis. Caranya adalah sebagai berikut:

  1. Historia: meneliti dalam teks kitab suci
  2. Syntactic Form
  3. Terjemahan Literal
  4. Syntactic points
  5. Theoria: menemukan spiritual meaning:

Christ centered, Ecclesial, dan personal

  • Semantic point => penjelasan setiap ayat
  • Outline konsep teologys
  • Semantic content: interaksi dengan teks-teks lain di dalam kitab suci
  • Praxis/ pratikos
  • Ringkasan => didaskali yang berguna untuk saya (reproof dan correction)
  • Ketaatan => instruction (membuat kita pelaku-pelaku firman yang hidup

Misalnya:

Tentang nama, the events:

  1. Adam

Nama Adam adalah tipologynya Kristus dimana sama seperti adam yang menjadi contoh pertama. Adam disebut sebagai satu nenek moyang dari manusia yaitu Adam demikian juga dengan Kristus sebagai kepala kita melalui kelahiran Ilahi dengan kematian dan kebangkitannya melalui pola kemanusiaan Kristus. Sehingga Ia menjadi manusia pertama dari kebangkitan dan kenaikan ke Surga.

2. Pakaian dari kulit Kejadian 3:21

Terjemahan literal:

Juga Tuhan Allah mebuat untuk Adam dan istrinya pakaian kulit dan memakaikan kepada mereka.

καὶ ἐποίησεν κύριος ὁ θεὸς τῷ Αδαμ καὶ τῇ γυναικὶ αὐτοῦ χιτῶνας δερματίνους καὶ ἐνέδυσεν αὐτούς

Also for Adam and his wife the Lord God made garments of skin, and clothed them (OSB)

וַיַּעַשׂ֩ יְהוָ֙ה אֱלֹהִ֜ים לְאָדָ֧ם וּלְאִשְׁתּ֛וֹ כָּתְנ֥וֹת ע֖וֹר וַיַּלְבִּשֵֽׁם׃ פ   

  • Aorist => masa lampau belum jelas waktunya
  • Imperfek => masa lampau yang jelas waktunya
  • Qal => aktif
  • Hiph => artinya cosative, Allah yang mengenakan pakaian

Subjek => κύριος ὁ θεὸς

Penjelasan Sintactic point:

  1. Tuhan Allah sendiri yang membuatkan pakaian dari kulit binatang untuk Adam dan Hawa istrinya. Bahasa asli membuatkan => “ἐποίησεν” dalam bentuk aorist yang artinya lampau, selesai. Pakaian dair kulit binatang bahasa aslinya χιτῶνας δερματίνους artinya pakaian panjang atau jubah yang terbuat dari kulit binatang
  2. Tuhan Allah sendiri yang menyebabkan mereka berpakaian atau yang memakaikan pakaian itu kepada mereka. Bahasa aslinya ἐνέδυσεν yang artinya secara kausatif dalam bentuk hifil.

Semantic Content/ Theori: Christ Center dan Ecclesial

Dilihat dari Patristic:

Kata Efraim, ketika Tuhan membuat pakaian dari kulit binatang untuk menutupi dosa mereka dan disisi lain manusia yang telah jatuh dalam dosa akan mengalami kematian tubuh. Kejatuhan manusia menyebabkan manusia memakai pakaian yang fana dan rapuh yang bisa mati. Itulah yang dipakaikan Allah kepada Adam dan hawa. Ada binatang yang dibunuh. Karena untuk menutupi kemaluan mereka ini menyatakan bahwa mereka akan mengalami sama dengan binatang yang mati.

Kata Origen melihat bahwa bukan hanya tubuhnya yang mati tetapi secara metafisik dia terpisah dari Allah. Akhirnya spirit nya itu sama dengan tubuhnya.

Teks ini juga dibaca pada minggu kedua pada masa puasa Besar/ Great Lent. Minggu kedua adalah Gregory Plamas. Minggu tentang kasih karuni atau anugerah yang Tuhan berikan supaya kita menjadi serupa atau se-ikon dengan Kristus. Untuk menjadi serupa dengan Kristus kita membutuhkan pakaian anugerah. Pakaian anugerah adalah pakaian Kristus (Gal 3:27, Efe 4:24) yang dipakaikan ketika kita dibaptis atau menyatu dengan Kristus (Roma 6:3-5) yaitu menyatu dengan kematian, penguburan, dan kematian Kristus. Pakaian kulit binatang menjadi tipology pakaian Kristus. Pakaian kulit binatang Adam mengalami kefanaan tubuh atau kematian tubuh, maka pakaian Kristus menjadikan tubuh manusia menjadi tubuh kemuliaan yang tidak lagi takluk pada kefanaan dunia.

Dilihat dari liturgical:

Efesus 4:21

Melihat lectionary = minggu ke dua (minggu Gregory Palamas)

Gal 4:23-24 => mengenakan pakaian baru (menutupi masalah jasmani dan spiritual dari dosa) Gal 3:27 => mengenakan Kristus (pakaian kasih karunia/ anugerah). Pakaian dari kulit tipology dari Kristus yang digenapi dalam PB ketika mengenakan pakaian dari Kristus. Yesaya 4:2-6 => ada satu pakaian pelindung yang akan kekal dan tidak akan binasa. Amsal 3:4 – 4:22 => orang yang rendah hati dialah yang mewarisi kemuliaan dan orang yang sombong mewarisi kecelakaan.

Spiritual meaning:                             

  • Memakai pakaian anugerah/ pakaian kasih karunia dengan tidak mewarisi perbuatan orang yang sombong melainkan hidup dalam kerendahan hati
  • Orang yang rendah hati mewarisi pkemuliaan Allah dan telah mengenakan pakaian Kristus yang bersifat kekal, Amin.

Marniwati Gulo

Eksegesis PB (Perjanjian Baru)

Semester 5

Tugas ke 4

13 Agustus 2019

PENCIPTAAN

Jika manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, dimana letak gambar dan rupa Allah itu? Kejadian 2:7 => Allah menciptakan manusia dari debu tanah, Tuhan menghembuskan nafas-Nya ke lubang hidung manusia. Di dalam manusia ada komponen debuh dan jiwa. Jiwa manusia berasal dari nafasnya Allah. Jika demikian jiwa manusia bersifat kekal yang tidak akan binasa 1 Kor 15:44 => ada tubuh fisik dari debu tanah dan jiwa mempunyai fisikalnya sendiri. 1 Tes 5:23 => manusia terdiri dari tubuh, jiwa dan roh. Bagaimana dengan kejadian 2:7 yang mengatakan bahwa manusia hanya terdiri dari tubuh dan jiwa? Unsur yang memberikan hidup bagi tubuh adalah jiwa yang berasal dari nafas Allah. Di Alkitab kata roh ini menunjukkan kata jiwa, bukan sesuatu elemen yang ditambahkan dengan jiwa. Tapi hanya untuk menunjukkan kondisi bagi jiwa. Tubuh manusia diciptakan dan di dalam tubuh itu ditempatkan jiwa. Jiwa manusia yang berasal dari Allah Zakharia 12:1b, Pengkhotbah 12:7 => kata roh ini menunjukkan pada jiwa. 2 Kor 4:16 menurut Paulus manusia terdiri dari 2 elemen, yaitu manusia lahiriah dan manusia batiniah. Roh dan jiwa ini merupakan satu-kesatuan yang berasal dari nafas Ilahi. Yang membedakan dari kedua ini adalah manusia mempunyai jiwa dan roh tetapi binatang tidak punya roh yang hanya ada jiwa dan tubuh.

Di dalam jiwa manusia ada yang namanya => Nous (merupakan inti dari jiwa), Logos (reason, emotion, desaire), dan pneuma (roh) yang mencurahkan anugerah itu kepada Nous dan logos supaya pikiran dan desire kita menjadi kudus. Menurut Palamas: tubuh manusia terdiri dari elemen-2 yang diambil dari dunia ini dan jiwa manusia tidak diambil dari elemen-elemen dunia ini. Jiwa binatang yang hanya menggerakkan tubuhnya atau hanya sekedar energinya saja, tidak seperti jiwa manusia. Kej 1:2 => jiwa bintang itu hanya energy yang berasal dari Roh Kudus, sebab Roh Kudus yang melayang-layang untuk melingkupi ciptaan Tuhan. Namun manusia memiliki jiwa yang segambar dan serupa dengan Allah. Jiwa manusia memiliki satu namun mengandung 3 energy yaitu nous, logos dan pneuma. Roma 7:14-17 => di dalam hati terdapat 2 hukum yaitu hukum Allah dan hukum Logismoi. Roma 7:22-23 => di dalam diri manusia ada hukum Allah (batin), hukum Nous (batin), dan hukum dosa (tubuh). Tubuh ini telah ditawan oleh dosa maka Nous yang ada didalam hatilah yang menjadi benteng jiwa kita untuk melakukan hukum Allah bukanlah tubuh yang menguasai jiwa melainkan jiwa yang menguasai tubuh. Hukum Nouslah yang menentukan pilihan kita untuk dilakukan tubuh apakah hukum Allah atau hukum dosa.

Marniwati Gulo

Dogmatika 4

Semester 5

Tugas ke 4

19 Agustus 2019

Dosen: Dr. Hendi Wijaya, S.S

Dari Gambar Kristus menuju Rupa Allah

Belajar etika bertujuan untuk menyempurnakan gambar dan rupa Allah yang ada di dalam hidup setiap manusia Roma 8:29. Manusia telah didesain oleh Allah menurut gambar dan rupa Kristus. Kolose 1:15 => Dialah gambar Allah yang tidak kelihatan. Gambar Allah itu adalah anak-Nya sendiri yaitu Firman, Kristus Yesus 1 Yoh 3:2 => manusia menjadi sama atau serupa dengan Kristus Efesus 4:13-15 kita bertumbuh di dalam Kristus sebab Ia yang menjadi gambar dan rupa Allah Ibrani 1:1-3, Fil 2:6, Kol 3:10. Etika adalah apapun yang kita kerjakan menjadi gambar Anak-Nya dan menjadi rupa Allah. Penciptaan pertama disebut sebagai kemanusiaan lama sebab kemanusiaan Adam telah rusak karena dosa, tetapi penciptaan kedua sebagai kemanusiaan baru disebut dengan kemanusian Kristus. Penciptaan ketiga adalah adanya kebangkitan.

Aplikasinya: apapun yang kita kerjakan dalam berbagai hal itu adalah suatu proses kita menyempurnakan gambar Allah menjadi Anak-Nya dan mewujudnyatakan rupa Allah di dalam kita. Orang percaya adalah anak-anak Allah yang dilahirkan dari air dan Roh yaitu melalui Baptisan yang dikerjakan oleh Roh Kudus. Benih itu adalah manusia baru yaitu diri kita yang sejati secara batiniah dan lahiriah. Kita adalah manusia rohani yang terdiri atas manusia batiniah yang telah dihidupkan di dalam baptisan dan manusia lahiriah yang menjadi bait Allah. Manusia rohaniah atau manusia baru ini sedang membentuk atau memproses baik manusia lahiriah dan batiniah. Ibarat seorang ibu yang mengandung, kata Rasul Paulus kita sedang mengandung sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam diri kita baik secara batiniah dan lahiriah. Secara lahiriah akan memakai tubuh kemuliaan seperti tubuh kemuliaan Kristus. Secara batiniah kita akan menjadi manusia terang yang bercahaya seperti transfigurasi Kristus. Itulah diri kita yang sejati yang sedang dalam bentuk benih ilahi yang harus kita kerjakan atau kelola bersama Roh Kudus agar semakin serupa dengan Kristus (1 Yoh 3:2). Artinya mewujudnyatakan gambar Kristus menjadi rupa Allah dalam diri kita melalui:

  1. Pertobatan

Ajakan masuk dalam pertobatan tidak secara paksa tetapi berupa pilihan bagi manusia. Di dalam pertobatan ada tangisan yang kudus, tangisan yang betul-betul menyucikan batiniah dan hati kita yang disebut dengan air mata pertobatan.

2. Ketaatan Matius 22:37-39.

Melakukan perintah utama yang diperintahkan oleh Allah kepada setiap kita. perintah yang paling besar dan paling utama adalah kasih. Kasih harus dinyatakan dengan satu bukti Yoh. 14:21-24 pertobatan yang menghasilan ketaatan dan ketaatan itu adalah bukti dari kasih dan kasih itu adalah buah-buah dari pertobatan. Yoh 15:10 antara perintah ketaatan, pertobatan dan kasih merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisah. Hubungannya adalah kasih ahrus punya syarat yaitu menuruti perintah Kristus. sama seperti Yesus mengasihi Bapa-Nya. Roma 8:35-37 => tiada satupun yang dapat memisahkan kita kasih Kristus Maz. 44:23. Begitu juga dengan kasih kita kepada Kritsus tiada yang dapat memisahkannya. Yoh 16:33 respon kita kepada Kristus sama dengan kasih-Nya kepada kita. apakah kita juga seperti Kristus yang telah mengalahkan dunia? Roma 8:36 => kita senantiasa ada dalam bahaya maut tetapi tidak dapat dipisahkan dengan kasih Kristus.

3. Memuliakan Allah dengan melakukan perintah-Nya Yoh 17:4

Yesus telah mempermuliakan Allah artinya Yesus telah menyelesaikan dan mengerjakan apa yang telah diperintahkan oleh Bapa-Nya. Ia telah mengerjakannya di bumi setelah Ia berinkarnasi menjadi manusia. Yoh 4:34 => melakukan pekerjaan yang mengutus kita dan melakukan kehendak-Nya, Matius 5:16 => perbuatan baik merupakan kita sedang mempermulikan Allah. Yoh 15:9-10 => kita mempermuliakan Kristus dengan mengatakan makananku adalah kehendak Allah dalam wujud perbuatan baik. Dalam mempermuliakan Allah kita juga mempermuliakan Kristus. Yoh 14:13, 2 Tim 4:7 ibarat Paulus yang telah menyelesaikannya hingga ke garis vanish. Filipi 1:10-11 => hasilnya kita akan murni dan tak bercacat untuk memuliakan dan memuji Allah pada hari penghakiman. Roma 2:23 => sebaliknya orang yang tidak taat maka tidak mempermuliakan Kristus dan menghina Allah dengan melanggar hukum Allah.

Refleksi:

Melakukan air mata pertobatan setiap hari dengan menyucikan hati dari berbagai macam dosa, taat dalam setiap perintah-Nya dan memuliakan Dia lewat perbuatan-perbuatan baik dalam kasih yang menyempurnakan gambar Kristus menjadi Rupa Allah. Amin

PERTOBATAN

Marniwati Gulo

Etika Kristen

Tugas ke 2

Semester 5

22 Agustus 2019

Etika kita menentukan penghakiman yang akan kita alami. Untuk menyatakan pertobatan yang sungguh-sungguh harus mengalami weep => grief, artinya meratap, menangis, Matius 5:4 = berbahagialah orang yang berdukacita (dukacita karena bertobat dari segala dosa). Seperti halnya dengan yang dialami oleh rasul Petrus Matius 26:75. Petrus pertama menyangkal Yesus kemudian ia teringat dengan apa Firman Tuhan Yesus kepadanya sehingga perkataan Yesuslah yang membuat kita menangis atau bertobat. Untuk mengerjakan pertobatan yang mengahasilkan pembersihan hati yang kotor.

Iman => mengingat Firman Yesus => bertobat dengan tangisan.

  1. Pertobatan

Hati kita tidak bisa diisi dengan hal-hal yang fisik melainkan hal-hal yang metafisik yaitu Allah sendiri dan perkataan Yesus. 2 Kor 7:6-7, 11 => orang yang meratap menangis akan di hibur yaitu Yesus Kristus, bukan diri kita yang menghibur tetapi kata-kata, Firman Tuhan yang bisa menghibur. Sebab dibalik kata-kata itu ada kuasa atau maknanya. Tetapi kata-kata juga bisa sebaliknya yang bisa menyakitkan dan melukai kita. Apalagi Allah yang memiliki kuasa lebih dari apa yang kita miliki. Pertobatan itu membawa kita kepada keselamatan sehingga etika kita dimulai dari pertobatan, tetapi dukacita dari dunia mendatangkan kematian. Kis 19:18-19 mereka mengalami pertobatan dengan sihir “anak-anak Skewa” (dengan mengumpulkan kitab-kitabnya dan dibakar dihadapan semua orang) inilah pertobatan yang sungguh-sungguh dengan tidak segan-segan meninggalkan zona nyamannya dari yang mengandalkan sihir sehingga berbalik kepada Tuhan. Pertobatan dari diri sendiri tidak cukup untuk mencapai keselamatan tetapi menghasilkan buah-buah pertobatan Matius 3:7-10 => hasilkanlah buah sesuai dengan pertobatan Yohanes 15:2 => setiap pohon sudah di berikan kapak (penghukuman Allah) dan pohon itu ibarat diri kita. Lukas 13:6-7 => kita dihadapan itu ibarat pohon ara yang ditebang ketika tidak menghasilkan pertobatan. Yoh 15:6 => tidak menempel dengan Kristus sehingga tidak menghasilkan buah.

Kita harus mengerti dinamika untuk mencari Allah jangan memakai teopati atau perasaan kita yang mengukur berkat Allah. Melainkan teopati yang selaras dengan teology tentang Allah. Sebab secara teology kita tidak bisa terpisah dengan berkat-berkat Allah. Maksud dari teopati adalah perasaan akan adanya Allah sedangkan teology adalah pikiran tentang Allah. Markus 10:17 => merasakan berkat materi jasmani telah kita rasakan tetapi yang dirasakan adalah berkat yang kekal. Untuk mendapatkannya kita semestinya menempel dengan Kristus dengan datang kepadanya dalam pertobatan Yohanes 15:6. Buah-buah pertobatan adalah pekerjaan-pekerjaan baik yang sesuai dengan kehendak-Nya dan menyenangkan Dia. Matius 25:1-12 => 5 gadis bodoh ini tidak mempuyai persediaan minyak yang cukup. Tetapi gadis-2 bijaksana ini melakukan apa yang seharusnya dikehendaki Tuhan dan menyenangkan Dia. Sebab waktu Ia datang ia di sambut tetapi yang bodoh telah pergi dan sibuk dengan mencari minyak mereka. 5 gadis bodoh ini tidak melalukan hal-hal yang dikehendaki Tuhan. Lukas 13:24-25 => pintu telah ditutup bagi orang yang tidak menyenangkan Dia sebab Ia tidak mengenal siapakah kamu dan dari mana kamu. 2 Kor 6:2-4 => tetapi sebagai hamba Tuhan: menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran, seolah-olah Paulus masuk kedalam gerbang sempit. Gerbang yang sempit ini dikatakan Yesus sebagai pintu masuk ke kerajaan Surga.

  1. Godly Piety (mencari Allah dengan sungguh-sungguh) Matius 6:24

Jika kita tidak sungguh2 mencari Allah maka tidak ada buah-buah pertobatan dan tidak masuk jalan yang sempit. 2 Kor 6:14-16 => artinya terang yang tidak bersatu dengan gelap. Sehingga kita harus mempunyai Godly piety untuk mencari Allah dengan sungguh-sungguh. Mtius 23:25-26 => artinya membersihkan semua batin dan roh kita dari semua keinginan daging dan segala dosa-dosa yang dilakukan oleh roh kita. 2 Kor 7:1 => kita harus membersihkan semua pencemaran jasmani dan rohani. Setelah bersih maka masuk dalam Holiness (kekudusan). Menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah. Maksudnya sebelum kekudusan sucikanlah dirimu Yesaya 1:16. 1 Yoh 3:3 => menyucikan diri dengan menaruh pengharapan di dalam Kristus tanpa pengharapan di dalam Dia maka kita tidak bisa di sucikan. Pengharapan yang di dalam Dia maksudnya suatu kelak di dalam Dia dan menjadi serupa dengan Dia. Di dalam Hope ini kita menyucikan diri dan jangan takut sebab ada di dalam Kristus. 1 Yoh 3:2-3 => pengharapan yang di dalam Dia. Matius 5:48 => harus sempurna sama seperti Bapa kita yang sempurna. Filipi 2:15 => kamu sempurna tanpa salah di dalam pengharapan yang menuju kepada kasih. Matius 10:37-38 => penyucian hanya ada di dalam pengharapan di dalam Dia, di mulai dengan menjadi murid Tuhan. Matius 16:24-25 => Tuhan berjalan di depan kita dan yang perlu kita kerjakan yaitu penyangkalan diri artinya kita haru menemukan diri kita yang sejati atau diri kita yang sejati.

Liturgical dan Practistic Dalam Sudut Pandang Gereja

Marniwati Gulo

Eksegesis PB (Perjanjian Baru)

Semester 5

Tugas ke 3

13 Agustus 2019

Membaca Alkitab sesuai liturgical adalah membaca sesuai dengan lectionary (baca harian) sebab kita kembali pada paradosis dan gereja pulalah yang meneruskan ajaran dari para Rasul. Sedangkan pratistic adalah sebagai gol (emas) ketika kita membaca dan dituntun kita ibaran orang yang sudah mendapatkan harta karung yang berharga. St. Crysostom mengatakan bahwa membaca Alkitab ibarat kita membuka pintu surgawi.

Membaca Alkitab bersama-sama dengan bapa-bapa gereja

Ketika pertanyaan muncul mengatakan mengapa kita repot-repot untuk baca tulisan-tulisan bapa-bapa gereja, bukankah tidak cukup jika kitab suci sendiri yang ajarain tanpa ditambah-tambahkan dengan bahasa manusia seperti bapa-bapa gereja yang memiliki keterbatasan juga? St. Ignatii Brianchaninov berkata: membaca sesuatu yang suci harus membaca tulisan dari orang-orang yang suci dari gereja, membaca sesuatu yang suci harus membaca tulisan orang yang suci dari gereja timur, seperti yang ditulis oleh rasul Petrus, 2 Petrus 1:20-21. Membaca Alkitab itu tidak dilihat hanya sepihak saja bukan dengan pikiran kita dan bukan juga hanya pikiran bapa-bapa gereja. Sebab bukan pikiran kita yang menafsirkan isi Alkitab melainkan Roh yang diilhamkan dan dicurahkan kepada para rasul dan gereja. Hal-hal yang terdalam dalam diri Allah itu tidak ada yang tau kecuali Roh Allah 1 Cor 2:14,11. Penafsiran dalam kitab suci itu adalah Kebenaran dan anugerah.

Penafisran kitab suci tidak hanya mengandalkan Roh Kudus saja sehingga kita menjadi pasif dan tidak berusaha untuk mengerjakan anugererah Allah yang dituntun oleh Roh Kudus dalam setiap pribadi kita. bergitu juga dengan sebaliknya penafisiran yang hanya menggunakan pikiran pribadi juga menyesatkan dan tidak mendapat kebenaran itu sendiri seperti yang dikatakan oleh rasul Petrus dalan suratnya 2 Petrus 1:20-21. Dalam mempelajari kitab suci jangan hanya dilihat dengan 1 sudu pandang saja melainkan isi kitab suci ditulis oleh penulis berupa allegory. Misalnya, Figuratif Alegory (ketika Yesus berbicara tentang kasih, tentang gong yang bergemerincing), ada juga yang disebut dengan native allegory (tentang perumpamaan-perumpamaan dan lain sebagainya), serta Tipology allegory misalnya tentang tebernakel pada Perjanjian Lama, semak duri, tongkat musa dan semuanya ini memiliki tipology. Pusat dari tipology ini adalah Kristus Tuhan.

Alegori hal-hal realitas di dunia ini ditafsirkan secara simbolis menuju ke hal-hal yang metafisik. Hal-hal yang jasmani menjadi spiritual. Tipology artinya lebih khusus lagi, diinterpretasi terhadap seusatu atau khususnya kepada sesesorang, seseorang itulah Kristus dan karyanya. Tipology berasal dari bahasa Yunani “Tupoi = sesuatu yang tercetak (diprint), sebelum cetakan itu bayang – bayangnya harus ada. Kol 2:16-17 => bayangnya itu yang namanya tipology, bayangan dari apa yang harus akan datang. Bayangan yang diwujudnyatakan = ayat 16. Wujud dari Tipology itu adalah PB dan bayang-bayangnya ada di dalam PL.

Tipology yang perlu kkta pelajari adalah tipology yang mengarah kepada satu kesatuan antara Perjanjian Lama dengan Perjanjian Baru. Mengapa pake alegori dan tipologi sebab orang-orang Yahudi membaca kitab suci dengan menggunakan tipology dan allegory. Alegori pertama kali yang dipakai itu dari Philo’s dan diikuti dengan sekolah yang di Alexandia. Alegori dari Philo ini yang diadopsi oleh bapa-bapa gereja di Alexandia. Philo hanya melihat apa yang dia baca (PL) hanya sebatas moral saja, belum mencapai spiritual meaning. Ada banyak contoh yang diberikan kepada kita yang tertulis dalam kitab suci.

Perlunya kita memperhatikan setiap tulisan-tulisan yang tertulis di dalam kitab suci dan tulisan bapa-bapa gereja? Agar dapat membedakan setiap tulisan dan cerita yang dalam kitab suci dan tidak membingungkan melainkan mengajar, menyatakan kesalahan, mendidik dalam perbuatan baik seperti yang tertulis dalam 2 Timotius 3:16-17.

Menurut Rasul Paulus ada 4 jenis yang bersifat literal karena bukan hanya bersifat filosofi saja, yaitu: satu, bersifat sekarang. Kedua, bersifat akan datang (ectalogical). Ketiga, sebelum dunia ini ada, dan keempat, Moral. Bapa-bapa gereja yang pertama pakai tipology allegory yaitu Clement “dia percaya bahwa Alkitab itu seperti bunda Maria yang mengandung Yesus tetapi keperawannya tetap terjaga” Alkitab itu perawan tetapi di dalam keperawanannya mengandung Kristus karena dia mau mencari Kristus di dalamnya. Tapi Alkitab itu memiliki literal historical sense. Clement Alexandia dalam tulisannya mengatakan: “ada Historial, Spiritualnya, moral, selalu menunjukkan kepada Kristus.”

Refleksi:

  1. Membaca kitab suci dengan kembali kepada gereja dan tulisan bapa-bapa gereja
  2. Tidak hanya memakai pikiran sendiri melainkan pikiran Kristuslah yang lebih utama

3 Tahap pemurnian diri

Marniwati Gulo

Dogmatika 4

Semester 5

Tugas ke 3

19 Agustus 2019

3 tahap pemurnian diri, yaitu: praktikos (askesis), Theoretikos (menjadi makhluk terang), dan gnostikos (penyatuan kepada Kristus). Kata Niketas Sthethos: Kita akan naik melalui 3 tahap ini: pertama: purgative artinya Askesis yang dilakukan untuk melawan dosa dan melakukan kebajikan. Kedua, advanced. Ketiga, mystical artinya kesempurnaan diri sendiri seperti Kristus.

  1. Praktikos merupakan tahap latihan-latihan yang diperlukan adalah harus disiplin untuk mematikan hal-hal yang menghambat pertummbuhan kerohanian kita.
  2. Theoreticos (illuminative) tahap untuk mencapai Aphatea (bebas dari nafsu dan dosa) sehingga dapat mencapai terang. Orang yang dibebaskan dari serangan-serangan nafsu. Seperti yang dialami oleh Rasul Paulus Filipi 4:11 => tidak ada hal-hal duniawi yang mau dikejar lagi mengatakan bukanlah karena kekurangan. Menyadari ada hal-hal yang ia capai seperti Rasul Paulus Filipi 3:10, 2:17, 1:23 => pengen pergi dan bersama-sama dengan Kristus.
  3. Gnostikos artinya dimana kita mencapai kesempurnaan yang dewasa sesuai dengan kesempurnaan Kristus.

Asal timbulnya dosa dapat digambarkan sebagai berikut, periramos => Nous => logismoi => passions => dosa

Tetapi di waktu yang sama, ketika kita melakukan purufikation untuk melawan dosa maka di saat itu juga kita sedang melakukan kebajikan. Kasih tidak timbul sendiri sebab ia hasil dari askesis kita. Dengan melakukan pemurnian, murah hati, kerendahan hati, kebahagiaan, ketekunan inilah virtues yang kita kembangkan dan yang harus kita miliki.

Praktikos => yang dapat kita kerjakan dalam pelajaran ini adalah salju tidak pernah bisa menghasilkan api, begitu juga air tidak bisa memunculkan api, semak belukar tidak pernah menghasilkan sebuah pohon ara sama dengan hatimu tidak akan pernah lepas dari godaan kata-kata sampai hati benar-benar dimurnikan. Oleh sebab itu tetaplah tekun dalam kebenaran itulah perlunya kita berjaga-jaga. Jagalah hati jangan sampai jadi kotor dan teruslah berdoa, rendah hati dan fokuskan jiwamu di dalam ketenangan. Dalam Matius 6:5-6 => arahkanlah jiwamu di arah yang tersembunyi atau yang sunyi. Artinya tutuplah mulutmu dan bukalah hatimu jangan banyak bertele-tele.

Setiap orang itu adalah pelukis dari dirinya dan kebajikan-kebajikan yang kita lakukan itu adalah lukisan yang selalu menghasilkan gambar. Salah satu praktek yang kita kembangkan adalah doa di dalam pintu yang terkunci. Secara teorinya kunci mulutmu dan buka hatimu menurut Hesychios. Hesychios merupakan salah seorang bapa gereja. Temukanlah Allah di dalam hati atau di dalam keheningan.

Desert Fathers (bapa-bapa padang gurun) bapa philokalia, mereka semua mempraktekan ketiga hal ini. Alkitab mengatakan: Daud itu rendah hati maka Allah bersama dengan dia dan selalulah untuk berjaga-jaga. Jadi apapun yang kamu lakukan kamu selalu jaga kesucian hatimu. Ibu dari kebajikan adalah kerendahan hati. Masuk dalam ruang yang tertutup maka ada 3 peperangan yang dilakukan dalam hati bukan diluar.

Apotegemata mengatakan: aku berdoa kepada Allah supaya semua orang itu setuju dengan perbuatan saya. Jika aku berdoa demikian maka saya hadir disetiap pintu hati orang untuk mengetuk dan aku tidak berdoa demikian tetapi supaya hatiku suci bagi semua orang.

Filomen mengatakan: jagalah dirimu dengan baik, jangan biarkan dirimu di sapu oleh opsesi dari luar tapi jagalah jiwamu di dalam ketenangan tetapi jika kamu menjaga obsesi atau tersimulasi oleh godaan-godaan ini maka godaan ini menjadikan hidupmu kacau balau. Jika kamu bisa mengontrol mereka maka mereka sangat sulit mengontrol hatimu. Arahkanlah pikiranmu dijalan orang-orrang kudus, pakailah pakaian yang sederhana dan bertindaklah dengan cara-cara yang sederhana jangan bertindak seolah-olah orang yang terpenting, tetapi tenangkanlah dirimu.

Refleksi:

  1. Berkuasalah atas godaan dan jangan biarkan godaan menguasai hatimu sehingga tetap suci
  2. Tetaplah untuk rendah hati dan tidak merasa orang terpenting.